Anda di halaman 1dari 12

AIR DAN MASA DEPAN KEHIDUPAN

Muhjidin Mawardi
Majlis Lingkungan Hidup PP. Muhammadiyah

Pendahuluan
Air merupakan sumberdaya alam yang sangat vital, sangat diperlukan dan
menentukan keberlanjutan kehidupan di muka bumi. Bahkan menurut pandangan
agama (Islam), air merupakan unsur atau elemen utama yang terlebih dahulu
diciptakan Tuhan sebelum menciptakan kehidupan di bumi. Dengan air maka
segala sesuatu di bumi ini menjadi hidup. Allah telah menciptakan air dan
menetapkannya sebagai asal muasal kehidupan sebagaimana firmanNya : ...Kami
telah jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air (Q.S.21: 30; 24:45 dan 25:54),
bahkan air juga berperan dalam menghidupkan tanah (Q.S.2.164;22:5 dan 30:24).
Segala sesuatu yang hidup termasuk manusia, hewan dan tumbuhan, semuanya
sangat tergantung pada air untuk keberlangsungan kehidupannya (Q.S.2:164;
6:99; 22:5; 25:48-49; 56: 68-70; dan 67:30). Karena air merupakan unsur utama
kehidupan, maka air adalah sumber kehidupan itu sendiri. Tak ada makhluk hidup
di dunia ini yang bisa melangsungkan kehidupannya tanpa air.
Air dengan volume, kualitas, lokasi dan saat tertentu sangat dibutuhkan
oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Akan tetapi dengan volume, kualitas,
lokasi dan saat tertentu yang lain, air yang bersangkutan bisa berubah menjadi
ancaman yang berbahaya bagi manusia. Air dengan volume yang besar (air banjir),
atau air yang bersangkutan telah tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun,

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
132 Muhjidin Mawardi

maka air tersebut berubah menjadi riil, objektif serta bekerja sesuai dengan
sesuatu yang tidak diharapkan bahkan hukum-hukum yang berlaku tetap
ditakuti oleh semua orang. Air dalam (qadar) bagi alam, yang dalam bahasa
keadaan yang demikian, dianggap agama sering pula disebut sebagai
sebagai bencana yang bisa mematikan hukum Allah (sunnatullah).
kehidupan manusia dan makhluk Tu h a n A l l a h s w t t e l a h
hidup lainnya, bahkan bisa merubah mentaqdirkan bahwa antara satu
dan menghancurkan peradaban umat makhluk (ciptaan) dengan ciptaan
manusia. lainnya saling berhubungan, berkaitan
Air disamping mempunyai dan saling membutuhkan yang
peran dan fungsi biologis, ekologis, melahirkan suatu hubungan yang
sosial ekonomi dan sumberdaya untuk harmoni dan setimbang. Manusia
keberlangsungan kehidupan, juga merupakan bagian tak terpisahkan dari
mempunyai peran dan fungsi lain seperti alam. Sebagai bagian dari alam, manusia
estetika, energi bahkan peran dan fungsi dan alam termasuk makhluk hidup
spiritual. Makalah ini membahas secara selain manusia, saling membutuhkan
ringkas peran air untuk kehidupan, dan berinteraksi dalam rantai atau
teologi pemanfaatan sumberdaya air, daur makanan dan energi sehingga
ketersediaan dan krisis serta konservasi menghasilkan suatu kesetimbangan
air dalam perspektif ilmu. yang dinamis. Energi radiasi yang
berasal dari matahari ditangkap
Teologi dan Asas Pemanfaatan Air oleh tanaman dan digunakan untuk
dan Sumberdaya Air proses fotosintesis hingga akhirnya
Dalam pandangan agama (Islam), menghasilkan makanan dan energi
alam merupakan sebuah entitas yang dalam bentuk lain, yang dikonsumsi
tidak berdiri sendiri, akan tetapi oleh makhluk lain pemakan tumbuhan
berhubungan dengan manusia dan (herbivora). Herbivora ini kemudian
dengan realitas yang lain yakni Yang dimanfaatkan oleh konsumen kedua,
Ghaib, Yang Menciptakan alam yaitu ketiga dan seterusnya dan sebagian
Allah swt. Alam merupakan representasi lainnya hilang kedalam sistem dalam
dari Yang Maha Menciptakan, Yang bentuk energi. Dalam rantai makanan
Maha Benar, dan yang merupakan ini materi (abiotik) menyatu dan
Sumber dari keberadaan alam itu berinteraksi dengan organisme hidup
sendiri. Realitas alam ini diciptakan yang akhirnya mengembalikan unsur-
dengan tujuan tertentu dan dengan unsurnya kedalam sistem melalui proses
benar (bil-haq) (Q.S, 6: 73; 38:27; 44: 38- dikomposisi membentuk daur bio-geo-
39; 3:191-192), bukan karena kebetulan kimiawi. Daur karbon dan nitrogen di
atau main-main atau bil-bathil. Oleh alam merupakan salah satu contoh daur
karena itu, alam mempunyai eksistensi yang dimaksud. Dengan adanya daur

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
Air dan Masa Depan Kehidupan 133

dan kesetimbangan dinamis inilah maka manusia (QS.2:29; 31:20 dan 45 :12).
keberlanjutan kehidupan di alam bisa Ketundukan alam terhadap manusia
terjaga. Hal penting yang harus diingat ini tidak bermakna bahwa manusia
dalam hal ini, bahwa segala proses adalah penguasa alam sehingga bebas
dalam daur makanan dan energi di alam melakukan apa saja terhadap alam tanpa
yang sangat rumit tersebut tak lepas harus mempertanggung jawabkan
dari campur tangan oleh Yang Maha perbuatannya kepada Yang Maha
Mengatur Alam. Posisi manusia dalam Menciptakan alam. Ketundukan alam ini
hal ini disamping merupakan bagian sebenarnya mempunyai makna bahwa
dari alam, ia mempunyai tugas khusus Tuhan Allah swt berperan aktif
sebagaimana yang telah ditetapkan oleh dalam proses penciptaan alam dan
Yang Maha Menciptakan Alam, yakni segala sesuatu yang terjadi di alam ini.
sebagai khalifah, atau wakil Allah dan Alam tunduk kepada manusia sekaligus
pemimpin di muka bumi (QS,6:165). menyiratkan pesan bahwa manusia
Berdasarkan atas pemahaman telah dipilih menjadi khalifah bagi
konsep kesetimbangan di atas, maka alam (bumi), dan kekhalifahannya ini
segala tindakan eksploitasi sumberdaya juga atas kehendak dan campurtangan
alam (termasuk air) secara berlebihan Allah swt.
(ekstraktif), atau melakukan kesalahan Pesan lain yang harus mendapat
dalam manajemen dan cara pemanfaatan perhatian dalam konteks pemanfaatan
air dan sumberdaya air, atau melakukan sumberdaya alam (air) adalah bahwa air
perusakan terhadap air dan sumberdaya dan sumberdaya air bukan hanya untuk
air, merupakan tindakan pelanggaran memenuhi kebutuhan manusia, akan
terhadap taqdir Tuhan, karena tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan
tindakan-tindakan tersebut akan dapat makhluk hidup lainnya. Dengan
mengganggu kesetimbangan di alam. demikian, ketentuan atau hukum-hukum
Demikian pula sebaliknya, segala yang berkaitan dengan pemanfaatan air
tindakan perlindungan dan konservasi dan sumberdaya air harus secara tegas
sumberdaya air serta melakukan dan eksplisit menyatakan bahwa air
pengelolaan sumberdaya air (water dan sumberdaya air yang merupakan
resources management) yang benar, baik ciptaan dan anugerah Allah swt,
dan berkeadilan, merupakan tugas dan diperuntukkan bagi semua makhluk
kewajiban manusia sebagai wakil Allah hidup. Manusia diperkenankan untuk
di muka bumi. memanfaatkan air dan sumberdaya
Bumi dengan segala air untuk mempertahankan hidup
s u m b e r d ay a n y a m e m a n g t e l a h dan melanjutkan kehidupannya serta
diciptakan Allah swt untuk melayani untuk kemashlahatan umum, akan
kebutuhan manusia, dan Allah swt tetapi tidak boleh berlebihan (israf),
juga telah menundukkan alam kepada berlaku dzalim dan berbuat kerusakan

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
134 Muhjidin Mawardi

(fasad) di muka bumi. Ketiga perilaku pemerintah. Upaya bisa dilakukan


ini merupakan rambu-rambu utama dengan bantuan teknologi atau dengan
dalam pemanfaatan air dan sumberdaya melakukan rekayasa lingkungan melalui
air, yang tak bisa ditawar karena rekayasa iklim mikro dengan syarat
telah ditetapkan oleh Yang Maha tidak meng gang gu atau merusak
Menciptakan air. kesetimbangan daur air yang ada dan
manfaat air bagi kehidupan. Yang
Hak Pemanfaatan Air dan paling diperlukan dalam hal ini adalah
Sumberdaya Air kesadaran akan nilai dan makna air
Berkaitan dengan air sebagai bagi kehidupan serta kesadaran bahwa
sumberdaya alam yang vital ini, Tuhan upaya perlindungan dan konservasi air
Allah swt telah menetapkan hak- merupakan kewajiban bersama.
hak pemanfaatan air (common right) Berkaitan dengan hak
bagi manusia dan semua makhluk pemanfaatan air ini, Undang-Undang
hidup. Semua makhluk hidup di Dasar 1945 pasal 33 dengan eksplisit
alam ini mempunyai hak yang sama dan tegas menyatakan bahwa
untuk memanfaatkan air. Monopoli Bumi dan air dan kekayaan alam yang
pemanfaatan air oleh seseorang atau terkandung di dalamnya dikuasai oleh
sekelompok orang untuk kepentingan Negara dan dipergunakan untuk sebesar-
apapun, atau monopoli pemanfaatan besarnya kemakmuran rakyat . Pasal
air untuk penggunaan tertentu dan ini sudah sejalan dengan nafas asas
menutup hak pemanfaatan untuk pemanfaatan air dalam perspektif
penggunaan lainnya tidak diperbolehkan Islam sebagaimana telah dikemukakan
atau dilarang. Penyalahgunaan peran di muka. Sementara itu, produk
dan fungsi air, pemborosan dalam hukum yang merupakan turunan dari
peng gunaan air, serta perusakan UUD 1945, yakni Undang-Undang
terhadap sumber air dan badan air, tentang Sumberdaya Air (UUSDA)
sangat dilarang. Pemborosan dalam No.7 Tahun 2004 perlu mendapat
penggunaan air dilarang, dan larangan perhatian serius dari semua pemangku
ini berlaku baik untuk pemakaian kepentingan. Terdapat beberapa pasal
perorangan maupun publik (umum) dalam UUSDA ini yang bertentangan
baik air dalam keadaan banyak, apalagi dengan jiwa maupun substansi dari
dalam keadaan kurang (langka). pasal 33 UUD 1945. Sebut saja salah
Upaya perlindungan atas air dan satunya adalah pasal 40 ayat 4 yang
sumber-sumber air dan konservasi menyebutkan bahwa : ......Koperasi,
air agar fungsi dan manfaat air bisa badan usaha swasta dan masyarakat dapat
berkelanjutan dengan demikian wajib ber peran serta dalam penyeleng garaan
dilakukan oleh siapa saja baik perorangan, pengembangan sistem penyediaan air minum.
kolektif, lembaga masyarakat maupun Pasal ini memberi peluang kepada

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
Air dan Masa Depan Kehidupan 135

swasta untuk menyelenggarakan atau karena itu masyarakat baik perorangan


mengembangkan sistem penyediaan atau melalui organisasi kemasyarakatan
air minum. Hak menyelenggarakan dan yang ada perlu didorong untuk
mengembangkan sistem penyediaan air melakukan kajian dan selanjutnya
minum ini bisa dimaknai oleh swasta meminta MK untuk melakukan yudicial
nasional dan asing sebagai hak untuk review terhadap UUSDA ini.
menguasai dan memonopoli sumber-
sumber air yang ada di wilayah negara kita Ketersediaan dan Krisis Air
(atas ijin pemerintah daerah setempat) Tujuh puluh persen (70%) planet
untuk kepentingan (keuntungan) bumi yang kita tinggali terdiri atas air,
bisnisnya. Dengan hak penguasaan sehingga banyak diantara kita yang
dan penggunaan sumber-sumber air beranggapan bahwa air di bumi sangat
ini, hak masyarakat pemanfaat sekitar melimpah. Akan tetapi jika kita lihat
(petani dan pengguna air lainnya) lebih lanjut, sebagian besar (97%) air
kemudian menjadi terabaikan karena di bumi ini merupakan air laut yang
tidak bisa (tidak mempunyai akses) tidak bisa dikonsumsi secara langsung
untuk memanfaatkan sumber-sumber baik untuk kepentingan rumah tangga
air yang bersangkutan. Sementara maupun pertanian. Hanya sekitar 3%
pemerintah daerah yang memberi ijin bahkan saat ini diperkirakan tinggal
mempunyai dalih untuk peningkatan 2.5% air tawar yang siap dikonsumsi.
PAD. Kasus konflik penguasaan dan Air inipun sebagian besar (2/3) nya
pemanfaatan air sudah sangat banyak tersimpan dalam bentuk gletser dan air
terjadi di beberapa daerah di negara beku (es) di kutub, sehingga tidak bisa
kita. Sejalan dengan pasal 40 adalah digunakan secara langsung. Dengan
pasal 41 tentang pemenuhan kebutuhan kondisi ketersediaan air dunia yang
air untuk pertanian (air irigasi). Dalam demikian, mengakibatkan banyak
pasal 41 ayat 4 dan 5 disebutkan bahwa penduduk dunia (diperkirakan sekitar
pengembangan sistem irigasi dapat 1,0 miliar) yang tidak memiliki akses
dilakukan dengan mengikutsertakan terhadap air bersih, dan sekitar 1,5
masyarakat atau pihak lain sesuai miliar mengalami kelangkaan air
dengan kebutuhan dan kemampuan. setidaknya dalam beberapa bulan
Pasal ini juga memberi peluang pihak (bulan kering) dalam setahun. Berkaitan
lain (swasta) untuk mengembangkan dengan kelangkaan air ini adalah
dan mengelola sistem irigasi. sanitasi yang tidak memadai, yang
Disamping bertentangan dengan juga menjadi masalah bagi 2,0 miliar
UUD 1945, substansi pasal ini bersifat penduduk dunia. Beberapa penyakit
kapitalistik yang bertentangan dengan akibat kelangkaan air dan sanitasi
Pancasila terutama sila keadilan sosial yang buruk, seperti penyakit akibat
bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh kekurangan gizi, kelaparan, kolera dan

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
136 Muhjidin Mawardi

tifus, dan disentri merupakan ancaman air yang tersedia sama atau kurang dari
bagi sebagian besar penduduk dunia. 500 m3/kapita/tahun. Ketersediaan
Dilaporkan sekitar dua juta orang yang ini tidak akan cukup untuk memenuhi
kebanyakan adalah anak-anak yang kebutuhan rumah tangga terutama (air
berasal dari beberapa negara miskin minum) dan pertanian (irigasi), serta
dan berkembang, meninggal setiap kebutuhan air lainnya. Dengan kata lain
tahunnya hanya karena beberapa potensi terjadinya krisis air di Jawa dan
penyakit tersebut dan akibat kelangkaan beberapa pulau lain seperti di Sumatera
air dan kelaparan (Worldwildlife, 2000). dan Nusatenggara sangat besar di
Ketersediaan air (tawar) di Negara beberapa tahun yang akan datang.
kita secara keseluruhan, diperkirakan Sementara itu ketersediaan air
sebanyak 12.000 m3 perkapita pertahun. tanah sulit diperhitungkan secara pasti,
Jumlah ketersediaan ini memang jauh walaupun bisa diprediksi dari besarnya
diatas rata-rata ketersediaan air dunia pengisian kembali air tanah (recharge).
yang hanya sekitar 8.000 m3 perkapita Ironisnya, proses pengisian kembali air
pertahun. Namun jika ketersediaan tanah saat ini di sebagian besar daerah di
yang cukup besar tersebut dilihat negara kita telah mengalami penurunan
dari sebarannya terutama sebaran secara drastis akibat penutupan lahan
perpulau atau per daerah aliran sungai untuk pemukiman, pembangunan
(DAS), angka tersebut menjadi lain. infrastruktur fisik, jalan, bandara,
Pulau Jawa misalnya yang luasnya kawasan industri dsb, sehingga lahan
mencapai 7.0% dari luas total daratan terbuka semakin sempit. Disamping
wilayah Indonesia, hanya mempunyai itu kawasan hutan yang berperan
sekitar 4.5% dari potensi ketersediaan sebagai kawasan penyangga air melalui
air (tawar) nasional, padahal pulau proses recharge ini telah mengalami
ini dihuni oleh sekitar 65% total kerusakan hingga pada tingkat yang
penduduk Indonesia. Di Pulau Jawa serius akibat dari kegiatan illegal logging,
ketersediaan airnya hanya sekitar alih fungsi dan pembukaan hutan, serta
1.500 m 3 perkapita pertahun yang kebakaran atau pembakaran hutan.
berarti berada dibawah baku (standard) Kesempatan air hujan untuk masuk
kecukupan air yakni 2.000 m3 perkapita kedalam tanah yang selanjutnya mengisi
pertahun. Ketersediaan air ini akan terus akuifer sebagai lapisan penyimpan air
menurun dari tahun ketahun dan pada tanah sudah sangat berkurang. Hal
tahun 2020, diperkirakan hanya akan ini bisa diamati dari jumlah dan debit
tersedia pada kisaran 1.000 m3 perkapita mata air serta kedalaman sumur yang
pertahun. Suatu jumlah ketersediaan ada. Mata air yang ada saat ini sudah
yang sangat rendah, walaupun belum sangat menurun jumlah dan debitnya
mencapai keadaan kritis. Ketersediaan dibandingkan dengan 10 atau 15 tahun
air suatu wilayah dikatakan kritis bila yang lalu, demikian pula kedalaman

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
Air dan Masa Depan Kehidupan 137

air tanahnya. Hal ini bisa menjadi belum diterapkannya konsep konservasi
indikator bahwa bahwa cadangan air, serta lemahnya kelembagaan dan
air tanah pun saat ini sudah sangat peraturan-peraturan tentang air dan
menurun, sehingga ketersediaannya sumberdaya air.
juga menurun. Penurunan cadangan Dengan penduduk di negara
air tanah ini juga disebabkan oleh berkembang (termasuk Indonesia) yang
eksploitasi (penyedotan) yang berlebihan jumlahnya sekitar 1 milyar jiwa, sekitar
dan tak terkontrol untuk memenuhi 800 juta merupakan penduduk yang
berbagai kebutuhan terutama di daerah tak mempunyai akses terhadap pasok
perkotaan. Akibatnya disamping air bersih yang aman dan memadai.
terjadinya defisit cadangan air tanah, Dengan perkiraan yang konservatif,
terjadi pula penurunan muka tanah jumlah penduduk di negara yang akan
sebagaimana yang telah terjadi di mengalami kelangkaan (krisis) air
beberapa daerah/kota di negara kita. setara dengan air siap pakai sebesar
Bandung dan Jakarta telah mengalami 1000-1500 m3 per orang pertahun, yang
penurunan muka tanah sekitar 2 cm pada tahun 2000 hanya 130 juta,
pertahun. Untuk daerah pantai seperti pada tahun 2025 akan menjadi sekitar
Jakarta, Cirebon, Brebes, Demak, dan 1 milyar orang. Akibat dan dampak dari
lain sebagainya, yang merupakan daerah kelangkaan pasok air ini akan sangat
pantai, lapisan akuifer yang semula terisi besar bagi ketersediaan pangan dan
air tanah (tawar) ini akan terisi oleh air kesehatan penduduk di negara-negara
laut (asin) melalui proses intrusi. yang bersangkutan. Yang paling banyak
Hasil kajian tentang kondisi terkena akibat langsung dan dampak
air global sebagaimana yang telah dari masalah kelangkaan air ini adalah
disampaikan pada Forum Air Dunia penduduk miskin baik yang tinggal di
ke II di Denhaag pada tahun 2000, perkotaan maupun pedesaan.
menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Upaya-upaya pembangunan
diperkirakan akan terjadi krisis air di sektor pertanian, sosial dan ekonomi
banyak negara di dunia. Negara kita yang dilakukan oleh pemerintah di
meskipun termasuk satu diantara negara berkembang tak akan banyak
sepuluh negara yang dikelompokkan artinya bahkan akan sia-sia jika masalah
dalam negara yang kaya air, akan kelangkaan air ini belum terpecahkan.
tetapi diperkirakan akan mengalami Bahkan ancaman pemadang-pasiran
pula krisis air di masa datang. Hal ini beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS)
disamping sebagai akibat terjadinya akan menjadi kenyataan dalam waktu
kerusakan (sistem) lingkungan air, juga yang tak terlalu lama, jika tak ada
akibat dari kesalahan dalam pengelolaan upaya konservasi tanah dan air yang
air dan sumber air, rendahnya kesadaran sungguh-sungguh oleh pemerintah
masyarakat tentang air, tidak atau serta didukung oleh seluruh lapisan

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
138 Muhjidin Mawardi

masyarakat. kritis ini adalah 108 juta Ha. Luasan


Krisis air yang diperkirakan ini hampir sama dengan luas hutan di
akan terjadi di negara kita bisa dalam negara kita pada tahun 1950-an yang
bentuk sebaran ruang (spasial) sebagai diperkirakan seluas 120 juta Ha. Jika
konsekuensi dari sebaran curah hujan angka ini digunakan secara konservatif
yang tidak seragam antara satu daerah tanpa mempermasalahkan definisi lahan
dengan daerah lainnya. Demikian pula kritis dan sangat kritis tersebut, maka
sifat dan kondisi hidrologis DAS yang berarti bahwa luasan hutan di negara
berbeda-beda, mempunyai respon kita yang berada dalam keadaan baik
yang berbeda pula terhadap air hujan (tidak kritis) saat ini tinggal sekitar
yang jatuh, sehingga hasil airnya juga 12 juta Ha, yang tersebar di seluruh
berbeda. Krisis air juga bisa terjadi kepulauan dengan sebaran yang tidak
secara temporal, yakni terjadi krisis proporsional.
air pada bulan-bulan tertentu dalam Menurunnya ketersediaan air
satu tahun, terutama akibat terjadinya sangat dipengaruhi oleh terjadinya
pergeseran dan perubahan iklim serta degradasi lahan, dan diperparah oleh
kemampuan masing-masing DAS dalam bencana yang terjadi di beberapa
merespon, menangkap, menyimpan tempat seperti gempa bumi, tanah
dan melepas air. Semakin banyaknya longsor erupsi gunung berapi, serta
DAS yang telah mengalami degradasi perusakan alam melalui penambangan
fungsi sebagai wilayah penyimpan dan bahan galian. Bencana dan perusakan
pelepas air akan menandai terjadinya alam tersebut telah ikut memperparah
krisis air ini. Banjir, erosi, sedimentasi krisis sumber air terutama sumber
yang diikuti kekeringan (kelangkaan air) air bersih di Jawa dan beberapa pulau
merupakan indikator nyata dari telah lainnya di Sumatera dan kepulauan
terjadinya degradasi (penurunan) fungsi Nusateng g ara. Akibat langsung
DAS di tanah air. dan nyata dari krisis air ini adalah
Proses deforestasi dan degradasi terjadinya ancaman kekurangan bahan
lahan ini secara fisik dapat juga dilihat pangan akibat terjadinya kegagalan
dari luasan lahan kritis di kawasan hutan panen. Kelaparan dan munculnya
(hutan negara dan hutan rakyat) yang penyakit akibat kekurangan pangan dan
dari tahun ke tahun terus mengalami kekurangan air merupakan ancaman
peningkatan. Data dari Ditjen RHL berikutnya. Disamping itu muncul pula
(2007), Kementerian Kehutanan, berbagai konflik di masyarakat. Konflik
menunjukkan bahwa luas lahan kritis bisa terjadi antar kelompok pengguna
dan sangat kritis di kawasann hutan air, antar wilayah, antar sektor, bahkan
pada tahun 2006 masing-masing adalah bisa memicu terjadinya konflik antar
77,8 juta Ha dan 30,2 juta Ha, sehingga negara. Krisis air bisa merupakan bom
jumlah luas lahan kritis dan sangat waktu.

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
Air dan Masa Depan Kehidupan 139

Perlindungan dan Konservasi air asas konservasi tanah dan air kepada
Saat ini bahkan hingga kehidupan bangsa Arab dengan konsep haram
manusia akan berakhir nanti, manusia dan hima. Konsep konservasi tanah
masih akan tetap bertumpu atas dan dan air ini juga telah diteruskan hingga
tergantung kepada (keberadaan) air. jaman kehalifahan Ustman dan Ali.
Akan tetapi pengetahuan manusia akan Haram adalah kawasan atau areal
air sejauh ini masih terbatas, termasuk yang berada di sekitar mata air atau
kesadaran akan pentingnya menjaga air sumber air yang harus dilindungi
dan sumber-sumber air. Masih sangat dari g ang guan, per usakan atau
banyak fenomena yang terjadi di atas eksploitasi yang berlebihan untuk
permukaan tanah, di dalam tanah dan menjaga kelestarian sumber air yang
dalam tubuh air yang belum dipahami bersangkutan. Sedangkan hima adalah
oleh manusia. Disamping itu masih kawasan cagar alam atau semacam
banyak manusia atau sekelompok hutan lindung dimana pengambilan
manusia yang mempunyai perilaku kayu, rumput, penggembalaan ternak,
buruk terhadap air dan sumber air. perburuan hewan dan sebagainya
Air dan sumber-sumber air terutama dilarang. Hima juga bisa berupa areal
sungai, danau dan laut dijadikan sebagai atau kawasan di mana di dalamnya
tempat buangan berbagai macam hidup dan berkembang biak hewan atau
limbah, mulai dari limbahlimbah tumbuhan tertentu yang dilindungi dan
yang mudah terurai hingga limbah dilestarikan. Kewajiban perlindungan
berbahaya dan beracun. Akibatnya terhadap kawasan hima ini ada pada
air dan sumber air menjadi tercemar, negara atau dilimpahkan ke otoritas
dan tak bisa dimanfaatkan (dengan masyarakat/suku tertentu.
dampak mematikan) bagi manusia, Kerusakan lingkungan terutama
hewan maupun tumbuhan. Disamping kerusakan lahan dan krisis air yang terjadi
itu masih banyak pula manusia yang di beberapa negara termasuk di negara
berlaku boros dalam menggunakan air. kita sudah sampai pada tahap serius
Upaya konser vasi air dan yang dapat mengancam kehidupan
sumberdaya air sebenarnya sudah manusia, hewan dan tumbuhan di
dimulai sejak beberapa puluh abad planet bumi ini. Terjadinya kerusakan
yang silam, semenjak manusia mulai lingkungan dengan indikator seperti
menyadari terjadinya kerusakan banjir, erosi, tanah longsor, kekeringan,
alam terutama yang berupa degradasi pencemaran tanah dan air, dan lain
lahan dan kelangkaan sumber air. sebagainya tidak bisa dilepaskan dan
Nabi Muhammad SAW adalah salah bahkan bermula dari telah terjadinya
seorang pelopor (pioner) konservasi kesalahan cara pandang dan perilaku
sumberdaya alam, yang pada sekitar terhadap air dan sumber air serta
abad ke enam telah mengenalkan kesalahan dalam pengelolaan tanah dan

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
140 Muhjidin Mawardi

air sebagaimana telah dikemukakan di kehidupan manusia. Menjaga air dari


muka. kerusakan untuk keberlanjutan fungsi
Kewajiban untuk melakukan air serta untuk memakmurkan bumi
perlindungan dan konser vasi air merupakan penunaian amanah yang
dengan demikian, mempunyai nilai telah diberikan oleh Allah kepada
yang sama dengan kewajiban menjaga manusia sebagai wakil (khalifah) Allah di
keberlanjutan kehidupan itu sendiri. Jika muka bumi. Akhlak (perilaku) seseorang
menjaga keberlangsungan kehidupan terhadap air merupakan cermin
hukumnya wajib, maka menjaga atau tingkat keimanan dan keberagamaan
melakukan perlindungan dan konservasi orang yang bersangkutan.
air juga wajib hukumnya bagi setiap Permasalahan air dan perlindung
orang, masyarakat dan negara. Setiap an air dan sumberdaya air tak bisa
tindakan yang menganggu atau merusak diselesaikan hanya dengan pendekatan
fungsi-fungsi (sosial, ekonomi, biologi, teknis-ekonomis meng andalkan
estetik, energi dan spiritual) air baik yang pengetahuan dan teknologi semata.
berupa perusakan atau pencemaran air Permasalahan dan krisis air hanya bisa
dan sumber air dengan tindakan atau diselesaikan dengan merubah secara
unsur tertentu sehingga mengakibatkan fundamental cara pandang dan perilaku
air tidak bisa dimanfaatkan untuk manusia terhadap lingkungan, air dan
kehidupan, atau fungsi dasar air sebagai sumberdaya air. Yang dibutuhkan
sumber kehidupan menjadi terganggu adalah perubahan cara pandang dan
atau rusak, maka hal ini berarti sama perilaku yang bukan hanya orang
dengan merusak kehidupan itu sendiri, perorang, akan tetapi harus menjadi
dan hukumnya dilarang (haram). Hal ini sebuah gerakan moral masyarakat secara
sesuai dengan kaidah Segala sesuatu yang luas. Dengan kata lain, dibutuhkan
menyebabkan dilarang (haram), maka segala perubahan pemahaman baru tentang
sesuatu (sebab) itu terlarang pula. hubungan antara manusia dengan
alam (air). Teologi hubungan manusia
Penutup dengan alam (air) yang merupakan
Perlindungan dan konservasi konsep berpikir dan bertindak manusia
alam dan sumberdaya alam (termasuk yang dihubungkan dengan Yang
air dan sumber-sumber air) merupakan Ghaib yang menciptakan sekaligus
ketentuan dan perintah Allah swt. Oleh mengatur alam harus digunakan untuk
karena itu wajib secara moral bagi semua melandasi perilaku manusia terhadap
orang (masyarakat dan negara) untuk air. Dalam kalimat lain: Agama (aqidah)
melaksanakannya. Upaya perlindungan harus dilibatkan bahkan digunakan
dan konservasi sumberdaya air sama sebagai landasan dalam kegiatan
dengan upaya menjaga keberlangsungan pengelolaan lingkungan termasuk air
kehidupan seluruh makhluk, termasuk dan sumberdaya air.

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
Air dan Masa Depan Kehidupan 141

Daftar Pustaka Fazlun M. Khalid, 2002. Islam and the


Environment. In the Ecyclopedia
Abubakr Ahmed Bagader, A. Taufiq, of Global Environmental Change,
M. As Sayyid and Mawil Yousuf, Vol.5: Social and Economic Dimensions
1994. Environmental Protection in of Global Environmental Change. John
Islam. IUCN Commission on Wiley and Sons Inc.
Environmental Law, Saudi Arabia.
Muhjidin Mawardi, dkk, 2011. Teologi
Anonim, 2007. Resume Data Informasi Lingkungan: Etika Pengelolaan
Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun Lingkungan dalam Perspektif Islam.
2007. Direktorat Bina Rehabilitasi Penerbit Kerjasama MLH PP.
Hutan dan Lahan, Ditjen RHL, Muhammadiyah dengan KLH.
Department Kehutanan.
Muhjidin Mawardi, Boby Setiawan dan
Cunningham,W.P dan Cunningham, Gatot Supangkat, 2011. Pendidikan
2008. Principles of Environmental Lingkungan. Penerbit MLH. PP.
Science, Inquiry and Application. Fifth Muhammadiyah.
Ed. Mc.Graw Hill Book, New York.
Naess, A. 1993. Ecology, Community and
Kanninen, M, Murdiyarso, D, Seymour, Lifestyle, Cambridge University
F. Angelsen, A, Wunder, A dan Press, Cambridge.
Geerman, L, 2007. Do Trees Grow on
Money: The Implication of Deforestation Nasr, H. 1990. Man and Nature, The
Research for Policies to Promote REDD. Spiritual Crisis in Modern Man. Allen
Forest Perspective, CIFOR, Bogor, and Unwin, London.
Indonesia. Sonny Keraf, A, 2005. Etika Lingkungan.
cet. ke-II. Penerbit Kompas, Jakarta.

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M
142 Muhjidin Mawardi

Jurnal TARJIH
Volume 12 (1) 1435 H/2014 M