Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM RANCANGAN INSTALASI TENAGA

Rangkaian Kontrol Berurutan dan Rangkaian Kontrol Menggunakan Timer

Dosen : Mohammad Noer, S.ST., M.T

Nur Alika Rizkita Putri

(061630311428)

3 LE

Program Studi Teknik Listrik

Jurusan Teknik Elektro

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

2017
I. RANGKAIAN KONTROL BERURUTAN
1. Tujuan

Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat :

Mengetahui prinsip kerja rangkaian kontrol berurutan menggunakan 2 kontaktor


Mengetahui cara merangkai rangkaian kontrol berurutan dengan menggunakan 2
kontaktor dan push bottom atau tombol tekan

2. Dasar Teori

Rangkaian kontrol secara berurutan adalah suatu rangkaian yang memiliki keterkaitan antara
kontaktor satu dengan yang lainnya, dimana kerja dari kontaktor berikutnya (K2) dipengaruhi
dari kontaktor sebelumnya (K1). Dengan demikian apabila salah satu dari kontaktor (K1)
bekerja (ON) maka kontaktor berikutnya (K2) dapat dioperasikan (ON).

Tujuan dari rangkaian kontrol ini untuk menghindari start motor yang bersamaan, efisiensi
kerja dari mesin, dan aplikasi penggunaanya misal untuk menggerakan conveyor-conveyor
pengangkut batu bara, dan masih bayak penggunaan lainya.

Prinsip kerja dari rangkaian kontrol berurutan

Rangkaian ini bekerja secara berurutan untuk mengendalikan 2 kontaktor dari kontaktor 1
(K1) ke kontaktor 2 (K2). Untuk menghidupkan kontaktor 2 (K2), kita harus menghidupkan
kontaktor 1 (K1) terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan arus tidak melewati push bottom 3
karena anak kontak NO 1 terbuka. Apabila push bottom off ditekan, maka kedua kontaktor
mati. Hal ini dikarenakan jika K1 mati, anak kontak NO K1 membuka dan memutus arus
listrik yang menuju ke K2.

3. Alat dan Bahan

ALAT dan Bahan Jumlah


Kontaktor 2 Buah
Push Bottom 3 tombol 1 Buah
Lampu 2 Buah
Power supply 1 Buah
Kotak Hubung 1 Buah
Kabel penghubung Secukupnya

4. Rangkaian kerja
5. Langkah Kerja
Merencanakan rangkaian untuk bekerja secara berurutan dengan menggunakan
kontaktor magnit dan tombol tekan
Menyiapkan kebutuhan alat dan bahan yang akan digunakan
Memasang komponen pada papan dengan baik dan simetris
Merangkai komponen menggunakan sebagaimana fungsinya sesuai dengan gambar
rangkaian
Memeriksa sumber tegangan 3 fasa, apakah kondisi tegangan simetris antar fasanya
Memeriksa kebernaran rangkaian pada dosen atau instruktur sebelum dihubungkan
pada sumber tegangan 3 fasa
Mengghubungkan rangkaian pada sumber
Mengoperasikan rangkaian sesuai prosedur
Jika ada kesulitan dalam pengoperasian dan pemahaman, tanyakan pada dosen atau
instruktur
Memutuskan rangkaian dari sumber tegangan 3 fasa
Melepaskan rangkaian dan kembalikan ke tempat semula dengan rapi
Membuat kesimpulan pada percobaan ini lengkap dengan laporan.

6. Tabel Pengamatan

Tombol tekan Lampu Lampu


Tombol tekan S1 (1) Tombol tekan S2 (0)
S3(2) (H1) (H2)
Tidak
Dioperasikan Posisi awal Posisi awal Menyala
Menyala
Posisi telah
Posisi awal Dioperasikan Menyala Menyala
dioperasikan
Posisi telah Posisi telah Tidak Tidak
dioperasikan
dioperasikan dioperasikan Menyala Menyala
7. Pembahasan

Pada rangkaian kontrol berurutan, ketika tombol ON 1 ditekan maka ada arus yang mengalir
pada rangkaian. Tombol ON 1 diparalel dengan kontak bantu (NO) pada MC 1 sebagai
pengunci. Maka saat tombol ON 1 dilepas arus tetap mengalir melalui kontak bantu pada
MC. Karena ada arus yang mengalir melalui MC maka Motor 1 akan bekerja. Untuk
menjalankan Motor 2, harus menekan tombol OFF 1 terlebih dahulu. Sama seperti tombol
ON 1, tombon ON 2 juga diparalel dengan kontak bantu (NO) MC 2. Ketika tombol ON 2
ditekan maka arus akan mengalir dan MC 2 bekerja, tombol ON 2 dilepas maka arus beralih
mengalir melalui kontak bantu MC 2 sehingga motor 2 dapat bekerja.

8. Kesimpulan

Saat tombol ON 1 ditekan motor 1 bekerja. Saat Tombol ON 2 ditekan selama OFF 1 belum
ditekan maka motor 2 tidak akan bekerja. Begitu juga sebaliknya, Saat tombol ON 2
ditekan motor 2 bekerja. Saat Tombol ON 1 ditekan selama OFF 2 belum ditekan maka
motor 1 tidak akan bekerja (Interlock).
II. RANGKAIAN KONTROL MENGGUNAKAN TIMER
1. Tujuan

Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat :

Mengetahui prinsip kerja rangkaian kontrol menggunakan kombinasi 2 kontaktor dan


push bottom atau tombol tekan dengan kombinasi timer
Mengetahui cara merangkai rangkaian kontrol dengan menggunakan 2 kontaktor dan
push bottom atau tombol tekan dengan kombinasi timer

2. Dasar Teori

Rangkaian kontrol yang menggunakan kombinasi antara 2 kontaktor dan timer biasanya
disebut dengan rangkaian kontrol secara bergantian. Maksud dari rangkaian kontrol secara
bergantian adalah jika kontaktor 1 (K1) bekerja maka kontaktor 2 (K2) akan berhenti. Jika
kontaktor 2 (K2) bekerja maka kontaktor 1 (K1) akan berhenti. Lama pengoperasian suatu
kontaktor diatur sesuai dengan timer secara otomatis.

TDR (Time Delay Relay) sering disebut juga relay timer atau relay penunda batas waktu
atau timer banyak digunakan dalam instalasi motor terutama instalasi yang membutuhkan
pengaturan waktu secara otomatis. Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan
peralatan kontrol lain, contohnya dengan MC (Magnetic Contactor), Thermal Overload Relay
dan lain-lain.
Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktu bagi peralatan yang
dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk mengatur waktu hidup atau mati dari
kontaktor atau untuk merubah sistem bintang ke segitiga dalam delay waktu tertentu.
Timer dapat dibedakan dari cara kerjanya yaitu timer yang bekerja menggunakan induksi
motor dan menggunakan rangkaian elektronik.
Timer yang bekerja dengan prinsip induksi motor akan bekerja bila motor mendapat tegangan
AC sehingga memutar gigi mekanis dan menarik serta menutup kontak secara mekanis dalam
jangka waktu tertentu. Sedangkan relay yang menggunakan prinsip elektronik, terdiri dari
rangkaian R dan C yang dihubungkan seri atau paralel. Bila tegangan sinyal telah mengisi
penuh kapasitor, maka relay akan terhubung. Lamanya waktu tunda diatur berdasarkan
besarnya pengisian kapasitor.
Bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan (Coil) dan bagian outputnya
sebagai kontak NO atau NC.
Kumparan pada timer akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah
mencapai batas waktu yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan
membuat kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.

Pada umumnya timer memiliki 8 buah kaki yang 2 diantaranya merupakan kaki coil
sebagai contoh pada gambar di atas adalah TDR type H3BA dengan 8 kaki yaitu kaki 2 dan 7
adalah kaki coil, sedangkan kaki yang lain akan berpasangan NO dan NC, kaki 1 akan NC
dengan kaki 4 dan NO dengan kaki 3. Sedangkan kaki 8 akan NC dengan kaki 5 dan NO
dengan kaki 6. Kaki kaki tersebut akan berbeda tergantung dari jenis relay timernya.
3. Alat dan Bahan

ALAT dan Bahan Jumlah


Kontaktor 2 Buah
Timer 1 Buah
Push Bottom 3 tombol 1 Buah
Lampu 2 Buah
Power supply 1 Buah
Kotak Hubung 1 Buah
Kabel penghubung Secukupnya

4. Rangkaian Kerja
5. Langkah Kerja
Menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
Membuat rangkaian kontrol sesuai dengan gambar
Setelah semua komponen selesai dirangkai, hasil rangkaian dilaporkan kepada dosen /
instruktur untuk diperiksa.
Jika rangkaian dinyatakan sudah benar, rangkaian diuji dengan menghubungkannya
ke sumber tegangan.
Langkah yang terakhir adalah membersihkan dan merapikan tempat praktikum serta
mengembalikan alat dan bahan yang digunakan ke tempat semula.

6. Tabel Pengamatan

Tombol tekan Lampu Lampu


Tombol tekan S1 (1) Tombol tekan S2 (0)
S3(2) (H1) (H2)
Tidak
Dioperasikan Posisi awal Posisi awal Menyala
Menyala
Posisi telah Tidak
Posisi awal Dioperasikan Menyala
dioperasikan Menyala
Posisi telah Posisi telah Tidak Tidak
dioperasikan
dioperasikan dioperasikan Menyala Menyala

7. Pembahasan
Pada rangkaian kontrol kontaktor bergantian menggunakan TDR, prinsip kerjanya Yaitu
kontaktor yang bekerja secara bergantian, dapat diterangkan sebagai berikut : jika kontaktor 1
bekerja, kontaktor 2 akan berhenti, jika kontaktor 2 bekerja, maka kontaktor 1 akan berhenti.
Yang menjadi pembeda pada kontrol kontaktor kerja begantian manual untuk mengganti
kontaktor yang bekerja harus menekan push button, sedangkan untuk kontrol kontaktor kerja
bergantian otomatis pergantian kontaktor yang bekerja tidak perlu menekan push button
karena kontaktor akan bekerja bergantian dengan sendirinya pada interval waktu tertentu
yang sudah disetting pada TDR.
Pada rangkaian yang kami buat sistematika cara kerja rangkaian adalah sebagai berikut:
1. Ketika tombol START ditekan MC 1 akan aktif dan dikunci oleh K1 (13,14) TDR 1 aktif
dan kontaktor 1 aktif.
2. Ketika TDR 1 non aktif MC 2 aktif TDR 1 dikunci oleh K2 (13,14), TDR 2 aktif dan
kontaktor 2 bekerja.
Saat pengujian rangkaian yang kami buat dapat bekerja dengan baik, kontaktor dapat
bekerja secara begantian dengan interval waktu 5 detik.

8. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
Pada kontrol kontaktor bergantian, apabila ingin menyalakan salah satu kontaktor,
maka kontaktor yang lain akan mati (hanya satu kontaktor yang menyala karena
prinsip kerjanya bergantian, bukan berurutan).
Ketika tombol START ditekan MC 1 akan aktif dan dikunci oleh K1 (13,14) TDR 1
aktif dan kontaktor 1 aktif.
Ketika TDR 1 non aktif MC 2 aktif TDR 1 dikunci oleh K2 (13,14), TDR 2 aktif dan
kontaktor 2 bekerja.
Ketelitian saat pemilihan bahan dan pemasangan harus diperhatikan agar tidak terjadi
kesalahan pada rangkaian dan cara kerja rangkaian tersebut.
Pemasangan instalasi harus sesuai dengan ketentuan PUIL 2000.
Rangkaian yang kami buat dapat bekerja dengan baik.