Anda di halaman 1dari 15

Analisa Common Size

Definisi Analisa common-size

Analisis common-size adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat
perbandingan antara suatu elemen (laporan keuangan) tertentu sebagai komponen dari elemen
yang lain pada laporan keuangan yang sama.

Merupakan Analisis Vertikal


-Analisis ini dilakukan dengan cara merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan
laba rugi menjadi persentase berdasarkan angka tertentu.
- Untuk angka-angka yang ada di neraca , common base (angka dasar) nya adalah total aktiva
Dalam hal ini total aktiva di anggap memiliki angka dasar 100%
Sedangkan untuk laporan laba rugi, maka penjualan di gunakan sebagai angka dasar yang
bernilai 100%
- Penyajian dlam bentuk common size akan mempermudah pembaca menganalisis laporan
keuangan dengan memperhatikan perubahan perubahan yang terjadi dalam neraca dan
laporan laba rugi.

Tujuan analisis common-size adalah untuk memperoleh gambaran tentang:


1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.

2. Struktur modal dan pendanaan.

3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba.

ANALISIS COMMON-SIZE
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi,
investasi, dan pendanaa) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, serta kemungkinan
pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Persentase per komponen setiap elemen laporan keuangan dapat dihitung dengan rumus sbb:
1. Elemen2 Aktiva = Elemen ybs / Total Aktiva

2. Elemen2 Pasiva = Elemen ybs / Total Pasiva


3. Elemen2 Laba/Rugi = Elemen ybs / Penjualan

Laporan dengan prosentase per komponen menunjukan prosentase dari total aktiva
yang telah diinvestasikan dalam masing-masing jenis aktiva. Dengan mempelajari laporan
dengan prosentase ini dan memperbandingkan dengan rata-rata industri sebagai keseluruhan
dari perusahaan yang sejenis, akan dapat diketahui apakah investasi kita dalam suatu aktiva
melebihi batas-batas yang umum berlaku (over investment) atau justru masih terlalu kecil
(under investment), dengan demikian untuk periode berikutnya kita dapat mengambil
kebijaksanaan - kebijaksanaan yang perlu, agar investasi kita dalam suatu aktiva tidak terlalu
kecil ataupun terlalu besar.

Laporan dengan cara ini juga menunjukan distribusi daripada hutang dan modal, jadi
menunjukan sumber-sumber darimana dana yang diinvestasikan pada aktiva tersebut. Study
tentang ini akan menunjukan sumber mana yang merupakan sumber pokok pembelanjaan
perusahaan., juga akan menunjukan seberapa jauh perusahaan menggunakan kemampuannya
untuk memperoleh kredit dari pihak luar, karena dari itu juga dapat diduga / diketahui berapa
besarnya margin of safety yang dimiliki oleh para kreditur.

Prosentase per komponen yang terdapat pada neraca akan merupakan prosentase per
komponen terhadap total aktiva, sehingga perbandingan secara horizontal dari tahun ke
tahunnya akan menunjukan trend daripada hubungan (trend of relationship), dan tidak
menunjukan ada tidaknya perubahan secara absolut. Perubahan ini dapat dilihat kalau
dikembalikan pada data absolutnya. Jadi perubahan dari tahun ke tahun tidak menunjukan
secara pasti adanya perubahan dalam data absolut.

Laporan dalam prosentase per komponen dalam hubungannya dengan laporan rugi-
laba, menunjukan jumlah atau prosentase dari penjualan netto atau net sales yang diserap tiap
- tiap individu biaya dan prosentase yang masih tersedia untuk income. Oleh karena itu
Common Size percentage analysis banyak digunakan oleh perusahaan dalam hubungannya
dengan income statement, karena adanya hubungan yang erat antara penjualan, harga pokok
dan biaya operasi, sedang untuk neraca tidak banyak digunakan.

Dalam laporan prosentase per komponen (Common Size statement) semua komponen
atau pos dihitung prosentasenya dari jumlah totalnya, tetapi untuk lebih meningkatkan atau
menaikan mutu atau kwalitas data maka masing-masing pos atau komponen tersebut tidak
hanya prosentase dari jumlah totalnya tetapi juga dihitung prosentase dari masing-masing
komponen terhadap sub totalnya, misalnya komponen aktiva lancar dihubungkan atau
ditentukan prosentasenya terhadap jumlah aktiva lancar, komponen hutang lancar terhadap
jumlah hutang lancar dan sebagainya.

Tabel : Neraca PT. Ulung

Analisa perbandingan dengan Common Size

PT. Ulung
Neraca
Per 31 desember 2001, dengan perbandingan th 2000 ( ribuan rupiah )

Aktiva Common Size ( %)


Aktiva Lancar Des 2001 Des 2000 2001 2000
Kas ` 23.500 19.800 2 1,8
Surat surat berharga 50.500 45.000 4,4 4
Piutang dagang 100.550 90.000 8,7 8
Persediaan ` 215.000 210.500 18,5 18,9
Biaya di bayar di muka 10.500 23.400 0,9 2,1
Total aktiva lancar 400.050 388.700 34,5 34,8
Aktiva Tetap
Tanah 205.500 210.000 17,7 18,8
Bangunan 159.500 146.800 13,8 13,2
Inventaris kantor 19.000 16.500 1,6 1,5
Mesin dan peralatan 490.000 454.500 42,3 40,7
Akumulasi penyusutan (115.000) (100.800) ( 9,9 ) (9)
Total aktiva tetap 759.000 727.000 65,5 65,2
Total aktiva 1.159.050 1.115.700 100 100
Hutang dan Modal sendiri
Hutang lancar
Hutang dagang 80.000 65.600 6,9 5,9
Hutang gaji 45.500 45.900 3,9 4,1
Hutang wesel 158.000 121.500 13,7 10,9
Hutang bank jk. Pendek 80.000 78.500 6,9 7
Total hutang lancar 363.500 311.500 31,4 27,9
Total hutang jangka panjang 215.670 221.000 18,6 19,8
Total hutang 579.170 532.500 50 47,7

Modal Sendiri
Modal saham 400.000 400.000 34,5 35,9
Laba di tahan 179.880 183.200 15,5 16,4
Total modal sendiri 579.880 583.200 50 52,3
Total hutang dan modal
sendiri 1.159.050 1.115.700 100 100

Tabel : Laporan Rugi / Laba PT. Ulung


Analisa perbandingan Common Size
PT. Ulung
Laporan Rugi / Laba
Tahun 2001, dengan perbandingan th 2000.( ribuan rupiah )

Common Size ( % )

Th 2001 th 2000 2001 2000


Penjualan barang 2.550.500 2.089.500 100 100
Harga pokok penjualan 1.800.000 1.670.000 70,6 80
Laba kotor 750.500 419.500 29,4 20
Biaya pemasaran 210.000 139.000 8,2 6,7
Biaya perjalanan dinas 50.500 40.000 2 1,9
Biaya bunga 60.500 55.500 2,4 2,6
Biaya operasi lainnya 80.500 75.500 3,2 3,6
Total biaya operasi 401.500 310.000 15,8 14,8
Laba operasi ( sebelum pajak ) 349.000 109.500 13,6 5,2
Pajak 104.700 32.850 4,1 1,6
Laba bersih 244.300 76.650 9,5 3,6
______________________________________________________________________

Analisa Common Size tahun 2000 ( Neraca PT. Ulung )

Dari total aktiva yang di miliki PT. Ulung, proporsi aktiva lancarnya 34,8 % dan aktiva
tetapnya 65,2 %. Dari aktiva lancar yang dimiliki, komponen persediaan merupakan yang
terbesar, yaitu : 18,9 %, terus berturut turut piutang, investasi pada surat surat berharga,
biaya yang dibayar di muka, dan terakhir komponen kas. Begitu juga dalam komponen aktiva
tetap, komponen mesin dan peralatan merupakan yang terbesar, yaitu ; 40,7 %, terus berturut
turut komponen tanah, bangunan dan inventaris kantor. Pada struktur pembiayaan PT.
Ulung, terlihat bahwa 47,7 % perusahaan di biayai dengan hutang, dan 52,3 % di biayai
dengan modal sendiri. Dari komponen hutang, maka hutang jangka panjang merupakan
komponen terbesar, yaitu sebesar 19,8 %, diikuti oleh hutang wesel, hutang bank jangka
pendek, hutang dagang, dan terakhir hutang gaji. Dari struktur modal sendiri, komponen
modal dalam bentuk saham sebesar 35,9 %, dan sisanya dalam bentuk laba di tahan, yaitu
sebesar 16,4 %.

Analisa Common Size tahun 2001 ( Neraca PT. Ulung ).

Pada tahun 2001, dari total aktiva yang dimiliki PT. Ulung, proporsi aktiva lancarnya sebesar
34,5 %, dan aktiva tetap sebesar 65,5 %. Hal ini tidak terlampau berubah, bila di bandingkan
dengan komposisi pada tahun sebelumnya. Begitu juga pada pos aktiva lancar, komponen
persediaan tetap yang terbesar, yaitu : 18,5 %, dan secara berturut turut komponen piutang,
investasi pada surat surat berharga, kas, dan terakhir pada biaya di bayar di muka. Pada
komponen aktiva tetap, komponen mesin dan peralatan tetap yang terbesar, yaitu : 42,3 %,
dan diikuti berturut turut komponen tanah, bangunan, dan inventaris kantor. Dari struktur
pembiayaan, PT. Ulung di belanjai dengan hutang sebesar 50 % dan 50 % dari modal sendiri.
Dari total hutang, tetap hutang jangka panjang yang terbesar, yaitu : 18,6 %, seterusnya
diikuti oleh hutang wesel, hutang bank jangka pendek sama dengan hutang dagang, dan
terakhir hutang gaji.

Pada struktur modal sendiri, komposisi antara modal saham dengan laba yang di tahan
hampir sama dengan tahun sebelumnya, yaitu : 34,5 % modal saham, dan 15,5 % dalam
bentuk laba yang di tahan.

Analisa Common Size tahun 2000 ( laporan rugi / laba PT. Ulung )
Pada komponen laporan rugi / laba, dari total penjualan PT. Ulung, 80 % merupakan
komponen harga pokok penjualan, dan 20 % merupakan laba kotor. Berturut turut, biaya
pemasaran 6,7 % dari penjualan , biaya perjalanan dinas 1,9 %, beban bunga 2,6 %, biaya
operasi lainnya 3,6 %, total biaya operasi 14,8 %, laba operasi sebelum pajak 5,2 %, pajak !,6
%, dan terakhir laba bersih 3,6 % dari penjualan yang diperoleh PT. Ulung.

Analisa Common Size tahun 2001 ( laporan rugi / laba PT. Ulung )

Pada tahun 2001, proporsi komponen komponen yang ada pada laporan rugi / laba terhadap
penjualan mengalami perubahan yang cukup besar bila di bandingkan dengan tahun
sebelumnya, terutama pada komponen harga pokok penjualan, dari 80 % menjadi 70,6 %,
laba kotor dari 20 % menjadi 29,4 %.

Komponan biaya biaya operasi tidak terlampau berubah bila di bandingkan dengan tahun
sebelumnya. Laba operasi juga kenaikannya cukup besar, yaitu ; dari 5,2 % menjadi 13,6 %,
pajak juga dari 1,6 % menjadi 4,1 % dan laba bersih dari 3,6 % menjadi 9,5 % dari total
penjualannya.
Kenaikan dari komponen komponen laba kotor, laba operasi dan laba bersih yang cukup
besar, tidak lain disebabkan oleh kenaikan penjualan dan juga disebabkan oleh proporsi harga
pokok penjualan yang mengalami penurunan, yaitu dari 80 % menjadi 70,6 % dari penjualan.
A. Pengertian Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Analisis perbandingan adalah teknik analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara
menyajikan laporan keuangan secara horizontal dan membandingkan antara satu dengan yang
lain, dengan menunjukkan informasi keuangan atau data lain baik dalam rupiah atau dalam
unit. Teknik perbandingan juga dapat menunjukkan kenaikan dan penurunan dalam rupiah
atau unit dan juga dalam persentase atau perbandingan dalam bentuk angka perbandingan
atau rasio.

Analisis perbandingan laporan keuangan merupakan analisis vertikal-horizontal yang


membandingkan antara setiap pos-pos yang sama dalam laporan keuangan untuk periode
beberapa tahun (periode) sehingga dapat diketahui perkembangan (tren) atau
kecenderungannya. Yang diperbandingkan adalah hasil penilaian yang diperoleh dari kinerja
perusahaan selama beberapa tahun.

Secara umum hasil analisis perbandingan laporan keuangan dapat ditunjukkan dalam bentuk:

1. Jumlah dalam rupiah


2. Jumlah penurunan dalam rupiah
3. Jumlah kenaikan dalam rupiah
4. Perbandingan dalam %
5. Perbandingan dalam bentuk rasio

Perbandingan antarpos laporan dapat dilakukan melalui:

1. Perbandingan dalam dua atau beberapa tahun (horizontal) misalnya laporan keuangan
tahun 1996, dibandingkan den laporan keuangan tahun 1997. Perbandingan antara
1996, 1997, 1998, dan seterusnya.
2. Perbandingan dengan perusahaan yang dianggap terbaik.
3. Perbandingan dengan angka-angka standar Industri yang berlaku (Industrial Norm).
Di Indonesia standar ini belum tetapi di Amerika beberapa perusahaan
mengkhususkan diri mensupply informasi rasio ini misalnya Moodys, Standard &
Poor dan lain-lain.
4. Perbandingan dengan budget (anggaran).
5. Perbandingan dengan bagian, divisi, atau seksi yang ada dalam suatu perusahaan.

B. Tujuan dan Manfaat Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Tujuan dilakukannya perbandingan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :

Mengetahui perubahan-perubahan berupa kenaikan atau penurunan pos-pos laporan


keuangan atau data lainnya dalam dua atau lebih periode yang dibandingkan.
Membandingkan data keuangan dua periode atau lebih, sehingga dapat diperoleh data
yang dapat mendukung keputusan yang akan diambil oleh pihak-pihak yang
berkepentingan.
Menentukan bagaimana setiap pos laporan keuangan berubah, sebab pos-pos tersebut
berubah, dan mengeahui apakah perubahan tersebut menguntungkan atau tidak.
Sedangkan manfaat dengan membandingkan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai
berikut :

Memberikan gambaran atau laporan kemajuan secara periodik yang dilakukan


pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan.
Dapat menyajikan data historis serta menyeluruh yang terdiri dari data yang ada
merupakan hasil kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip
dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi serta pendapat pribadi.
Membantu para manajer, karena dengan laporan keuangan yang
diperbandingkan untuk beberapa periode dapat diketahui sifat dan tendensi /
kecenderungan perubahan yang terjadi dalam perusahaan.

C. Fungsi atau Kegunaan Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Fungsi dan kegunaan analisis ini adalah :

Untuk mengetahui perubahan masing-masing unsur laporan keuangan dalam beberapa


periode.
Sebagai dasar pembuatan perencanaan,kebijaksanaan, keputusan, serta tindakan
operasional manajemen perusahaan pada periode yang akan datang.

D. Metode Analisis Perbandingan Laporan Keuangan


Metode yang biasa digunakan untuk membandingkan laporan keuangan adalah sebagai
berikut :

Analisis horizontal

Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan dari
beberapa periode yang berbeda untuk melihat perubahanperubahan kekayaan perusahaan,
modal kerja netto, dan kas perusahaan. Dari analisisanalisis perubahan ini dapat diketahui
asal atau sumber penggunaan dana perusahaan, disamping perkembangan perusahaan dari
periode satu ke periode yang lainnya.

Analisis Vertikal

Analisis vertikal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan antara masingmasing


pos dalam laporan keuangan periode berjalan dengan jumlah total pada laporan keuangan
yang sama sehingga dapat diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada periode itu.

Perbandingan dapat juga dilakukan antara laporan yang sudah dikonversikan ke angka indeks
atau laporan bentuk common size awam. Metode ini dianggap lebih mudah dan lebih
sederhana menafsirkannya dibanding laporan aslinya. Dalam melakukan analisis laporan
keuangan teknik perbandingan ini kita dapat membandingkannya dengan angka-angka
laporan keuangan tahun lalu, angka laporan keuangan perusahaan sejenis, rasio rata-rata
industri, dan rasio normatif sebagai perbandingan (yardstick).

E. Prosedur perbandingan laporan keuangan yang baik

Langkah awal yang baik didalam melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan
menyajikan laporan keuangan secara komparatif, misalnya untuk dua atau tiga tahun atau
lebih. Dengan penyajian laporan keuangan seperti ini akan adapat diperoleh gambaran
mengenai pergerakan dan kecenderungan serta memberikan petunjuk yang berharga didal
rangka memprediksi masa datang.
Pembandingan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode dapat dilakukan dengan
menghitung perubahan dari tahun ke tahun, baik dalam jumlah absolute (rupiah) maupun
dengan prosentase. Didalam perbandingan laporan keuangan, perubahan baik dalam absolute
(rupiah) maupun prosentase, keduanya harus dipertimbangkan. Hal ini disebabkan karena
ukuran rupiah dari dasar yang berbeda, yang digunakan untuk menghitung perubahan
prosentase dapat mengakibatkan perubahan prosentase yang besar, melebihi porsinya.
Sebagai contoh, suatu perubahan sebesar 20% dari satu angka Rp 1 juta adalah jauh lebih
tidak ada artinya dibandingkan dengan perubahan yang sama dari angka Rp 100 juta.
Perbandingan Laporan Keuangan
Dengan Comparative Balance Sheet atau memperbandingkan Neraca yang menunjukkan aset,
Hutang serta Modal perusahaan pada dua tanggal atau lebih akan dapat diketahui perubahan-
perubahan :
Laba atau rugi yang bersifat operasionil maupun insidentil
Diperolehnya Aset maupun perubahan bentuk Aset
Timbulnya atau lunasnya hutang maupun perubahan bentuk hutang yang satu ke
hutang lainnya
Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan modal saham (penambahan atau
pengurangan modal)
Dalam membuat perbandingan antara berbagi laporan keuangan biasanya aktiva tertentu
seperti aktiva tidak berwujud (goodwill, hak patent, hak pengarang, dll) dan biaya yang
ditangguhkan tidak diikutsertakan, karena sering tidak komparabel. Hal ini disebabkan
masing-masing perusahaan mempunyai ciri-ciri khas mengenai aktiva tersebut.
Dalam membandingkan laporan keuangan dapat digunakan 2 jenis sumber data ;
Mempergunakan laporan keuangan dari satu perusahaan untuk beberapa tahun
Membandingkan laporang keuangan dari beberapa perusahaan untuk tahun yang
sama.misalnya tahun 2010 saja.

Langkah-langkah dalam menganalisis neraca :


1. Analisis terhadap perubahan jumlah totalnya (misalnya perubahan jumlah aktiva)
2. Analisis terhadap peruabhan subtotalnya (misalnya perubahan aktiva lancar, hutang lancar,
aktiva tetap dan peruabahn subtotal lainnya)
3. Analisis terhadap peruabahan-perubahan yang terjadi di dalam masing-masing pos.
Laporan laba rugi yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan, biaya, laba, atau rugi
bersih dari hasil operasiperusahaan dalam dua periode atau lebih.
keuntungan utama diketahuinya kenaikkan atau penurunan adalah bahwa perubahan yang
besar akan terlihat denganjelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisis lebih
lanjut dan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan
dari hasil-hasil yang telah dicapai.

Dengan membandingkan atau menghubungakan antara perubahan yang satu dengan


perubahan lainnya akan dapat ditarik kesimpulan megenai perubahan kondisi keuangan dan
kinerja perusahaan.
Tahun Perbandingan
Apabila Laporan keuangan yang dibandingkan lebih dari dua periode atau tahun maka
digunakan tahun pembanding/dasar dengan cara :
Tahun awal digunakan sebagai tahun pembanding
Perbandingan dilakukan dengan data dari tahun sebelumnya
Dasar pembandingnya adalah rata-rata dari jumlah kumulatif seluruh periode yang
bersangkutan

Trend Dalam Prosentase


Teknik analisa ini hanya praktis apabila digunakan jangka waktu lebih dari tiga tahun.
Dalam menganalisa mengunakan indeks yang dinyatakan dalam prosentase.

Common Size Statement


Merupakan laporan keuangan yang dinyatakan dengan prosentase, karena tiap komponen
atau posdinyatakan dalam persentase.
Metode dengan merubah jumlah rupiah menjadi prosentase dilakukan sebagai berikut :
Nyatakan total aset, total passiva serta total penjualan netto masing-masing
dengan 100%
Hitunglah ratio dari tiap tiap pos atau komponen dalam laporan tersebut dengan
cara membagi rupiah dari masing-masing pos aktiva dengan total aktivanya, pos
pasiva dengan total pasivanya dan pos rugi laba dengan total penjualan; dikalikan
100%

Evaluasi Common Size Statement


a. Laporan prosentase per komponen menunjukkan prosentase dari total Aktiva yang
telah ditanamkan dalam masing-masing jenis Aktiva.
Dengan membandingkan rata-rata industri sebagai keseluruhan dari perusahaan
sejenis, maka dapat diketahui apakah perusahaan tersebut Over invesment atau
Under Invesment, sehingga dapat dilakukan kebijakan perusahan yang lebih
favorabel.
b. Menunjukkan pula distribusi dari Hutang dan Modal, sumber-sumber dana yang
diinvestasikan dalam aktiva tersebut sehinga dapat diketahui kemampuan
perusahaan untuk memperoleh kredit dari pihak luar.
c. Prosentase per komponen yang terdapat dalam Neraca merupakan prosentase per
komponen terhadap total Aktiva, sehingga perbandingan horisontal hanya akan
menunjukkan trend of ralationship tidak menunjukkan perubahan absolut.
d. Prosentase per komponen dalam hubungannya dengan laporan Laba Rugi,
menunjukkan jumlah atau prosentase dari penjualan netto yang diserap tiap-tiap
individu biaya dan prosentase yang masih tersedia untuk income. Oleh karenanya
Comman Size Statement banyak digunakan dalam hubungannya dengan Income
Statement sedangkan untuk Neraca tidak banyak digunakan.

Dalam upaya perbandingan ini kita harus memiliki standard sebagai ukuran lain yang
dijadikan untuk membandingkan laporan yang kita miliki. Tanpa standar pembanding itu kita
tidak akan dapat menilai keadaan atau posisi perusahaan yang dinilai. Dalam melakukan
perbandingan ini perlu diyakinkan bahwa:
1. Standar penyusunan laporan keuangan harus sama.
2. Size dari perusahaan yang dibandingkan harus diperhatikan bukan berarti harus sama.
3. Periode laporan yang dibandingkan harus sama khususnya untuk laporan laba rugi dan
komponennya. Tidak diperkenankan laporan Laba/Rugi satu tahun dibandingkan dengan
laporan Laba Rugi satu semester.

F. Contoh Kasus dan Analisa Perbandingan Laporan Keuangan


Berikut merupakan analisis perbandingan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. dan anak
perusahaan dengan menggunakan metode analisis horizontal yaitu dengan membandingkan
laporan keuangan pada periode tahun sebelumnya:

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

Neraca Komparatif

Per 31 Desember 2009

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008

(dalam jutaan rupiah kecuali dinyatakan lain)

31-Des Perubahan
Neraca
2008 2009 Rupiah %
ASET
Aset lancar
Kas dan setara kas 499.362 527.681 28.319 5.67
Piutang usaha
-Pihak ketiga-bersih 116.591 447.362 330.771 283.70
-Pihak hubungan istimewa 16.347 48.658 32.311 197.66
Piutang lainya
-Pihak ketiga 405.328 25.325 (380.003) (93.75)
-Pihak hubungan istimewa 167.096 198.758 31.662 18.95
Persediaan bersih 7.657.848 9.539.067 1.881.219 24.56
Pajak dibayar dimuka 470.490 472.741 2.251 0.48
Uang muka pembelian
1.547.275 1.295.793 (251.482) (16.25)
tembakau
Beban dibayar dimuka dan
aset lainya 156.950 133.259 (23.691) (15.09)
Jumlah aset lancar 11.037.287 12.688.643 1.651.356 14.96
Aset tidak lancar
Aset pajak tangguhan 74.435 63.226 (11.209) (15.05)
Penyertaan saham 22.373 20.587 (1.786) (7.98)
Aset tetap setelah
dikurangi

Akumulasi penyusutan
sebesar 4.329.506 4.310.194 (19.312) (0.44)
Rp. 2.099.422 pada tahun
2009 ( 2008 : Rp.1.725.765
)
Tanah untuk pengembangan 175.689 175.772 83 0.04
Godwill-bersih 313.014 275.167 (37.847) (12.09)
Aset lainya bersih 181.515 182.858 1.343 0.73
Jumlah aset tidak lancar 5.096.532 5.027.804 (68.728) (1.34)
JUMLAH ASET 16.133.819 17.716.447 1.582.628 9.80

Analisis >> Pada neraca komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. untuk
aktiva lancar mengalami kenaikan sebesar 14,96 %. Kenaikan tersebut dipengaruhi karena
banyaknya kenaikan pada akun-akun aktiva lancar, kenaikan terbesar pada piutang usaha
pihak ketiga-bersih sebesar 283,70 %. Pada aktiva tidak lancar terjadi penurunan sebesar 1,34
%. Penurunan tersebut dipengaruhi banyaknya penurunan pada aktiva tidak lancar dan
penurunan terbesar pada aset pajak tangguhan sebesar 15,05 %.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

Neraca Komparatif

Per 31 Desember 2009

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008


(dalam jutaan rupiah,kecuali dinyatakan lain)
31-Des Perubahan
Neraca
2008 2009 Rupiah %
KEWAJIBAN
Kewajiban jangka pendek
Pinjaman jangka pendek
Pihak ketiga 986.773 653.154 (333.619) (33.81)
Pihak hubungan istimewa 94.002 94.002 100
Hutan usaha
Pihak ketiga 149.366 220.388 71.022 47.55
Pihak hubungan istimewa 325.294 267.752 (57.542) (17.69)
Hutan lainya
Pihak ketiga 171.045 76.890 (94.155) (55.05)
Pihak hubungan istimewa 99.316 187.755 88.439 89.05
Hutang pajak 954.540 864.402 (90.138) (9.44)
Hutang cukai 2.501.174 2.827.137 325.963 13.03
Beban yang masih harus
dibayar dan
kewajiban estimasian 906.111 839.252 (66.859) (7.38)
Hutan dividen 482.130 657.450 175.320 36.36
Pinjaman jangka panjang
yang jatuh
tempo dalam waktu satu
tahun
Hutan obligasi 999.625 (999.625) (100)
Hutang sewa pembiayaan 66.833 58.838 (7.995) (11.96)
Jumlah kewajiban jangka
7.642.207 6.747.030 (895.177) (11.71)
pendek
Kewajiban jangka panjang
Kewajiban pajak tangguhan 27.506 19.161 (8.345) (30.34)
Pinjaman jangka panjang
Hutang sewa pembiayaan 112.699 76.340 (36.359) (32.26)
Pendapatan tangguhan 57.211 44.593 (12.618) (22.05)
Kewajiban imbalan pasca
243.941 363.398 119.457 48.97
kerja
Jumlah Kewajiban jangka
441.377 503.492 62.115 14.07
panjang
HAK MINORITAS 2.339 4.309 1.970 84.22
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar
6.300.000.000
nilai nominal Rp. 100
( Rupiah penuh ) per
saham
Modal ditempatkan dan
disetorkan
penuh 4.383.000.000
saham biasa 438.300 438.300
Tanbahan modal disetor 42.077 42.077
Selisih kurs karena
penjabaran
laporan keuangan 658.094 614.275 (43.819) (6.66)
Selisih transaksi perubahan
ekuitas
anak perusahaan (29.721) (29.721) (-)
Saldo laba
dicadangkan 90.000 90.000
belum dicadangkan 6.849.146 9.306.658 2.457.512 35.88
Jumlah ekuitas 8.047.896 10.461.616 2.413.720 29.99
JUMLAH KEWAJIBAN
DAN
EKUITAS 16.133.819 17.716.447 1.582.628 9.81

Analisis >> Pada neraca komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
untuk aktiva lancar mengalami kenaikan sebesar 14,96 %. Kenaikan tersebut
dipengaruhi karena banyaknya kenaikan pada akun-akun aktiva lancar, kenaikan
terbesar pada piutang usaha pihak ketiga-bersih sebesar 283,70 %. Pada aktiva tidak
lancar terjadi penurunan sebesar 1,34 %. Penurunan tersebut dipengaruhi banyaknya
penurunan pada aktiva tidak lancar dan penurunan terbesar pada aset pajak
tangguhan sebesar 15,05 %.

PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.

Laporan laba rugi Komparatif

Per 31 Desember 2009

Dengan angka perbandingan untuk tahun 2008

(dalam jutaan rupiah, kecuali laba bersih per saham)


31-Des Perubahan
Neraca
2008 2009 Rupiah %
Penjualan bersih 34.680.445 38.972.186 4.291.741 12.37
Beban pokok penjualan 24.695.196 27.737.465 3.042.269 12.32
Laba kotor 9.985.249 11.234.721 1.249.472 12.51
Beban usaha
Penjualan 2.955.457 3.148.441 192.984 6.53
Umum dan administrasi 804.559 788.513 (16.046) (1.99)
Jumlah beban usaha 3.760.016 3.936.954 176.938 4.70
Laba operasi 6.225.233 7.297.767 1.072.534 (17.23)
(Beban)/ penghasilan lainya
Laba penjualan aset tetap 18.844 54.731 35.887 190.44
Penghasilan bunga 37.423 50.327 12.904 34.48
Beban pembiayaan (166.846) (166.606) 240 (0.14)
Amortisasi goodwill (37.847) (37.847) 100
Beban penurunan nilai aset (69.403) (4.487) 64.916 (93.53)
Beban kurtailmen dari
program pensiun (145.391) (145.391) 100
Lain lain bersih (64.533) 19.335 83.868 (129.96)
Beban lainya bersih (427.753) (84.547) 343.206 (80.23)
Bagian laba/(rugi) bersih
perusahaan asosiasi (191) 246 437 (228.79)
Laba sebelum pajak
5.797.289 7.213.466 1.416.177 24.43
penghasilan
Beban pajak penghasilan
Kini 1.925.005 2.121.292 196.287 10.20
Tangguhan (24.836) 2.864 27.700 (111.53)
Beban pajak penghasilan
1.900.169 2.124.156 223.987 11.79
bersih
Laba konsilidasi sebelum
hak minoritas 3.897.120 5.089.310 1.192.190 30.59
Hak minoritas 1.840 1.971 131 7.12
Laba bersih 3.895.280 5.087.339 1.192.059 30.60
Laba per saham dasar
(rupiah penuh) dihitung
berdasarkan jumlah
rata-rata
tertimbang saham
yang beredar
sebesar 4.383.000.000
899 1.161 262 29.14
saham

Analisis >> Pada laporan laba rugi komparatif di atas PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
mengalami laba, dengan laba bersih sebesar 30,60 %, laba tersebut dipengaruhi banyak akun
diantaranya adanya kenaikan pada penjualan bersih sebesar 12,37 %, beban pokok penjualan
juga naik sebesar 12,32 %. Untuk laba per saham dasar PT Hanjaya Mandala Sampoerna
Tbk. naik sebesar 29,14 %.