Anda di halaman 1dari 2

Polymer Matrix Composite (PMC) atau yang sering disebut juga dengan Fiber Reinforced

Polymer (FRP) merupakan salah satu jenis material komposit dimana material komposit tersebut
tersusun atas serat pendek ataupun serat kontinyu yang digabung menjadi satu oleh matriks
polimer organik. Polimer merupakan senyawa organik berupa rantai panjang berulang yang
tersusun atas atom karbon, hidrogen, oksigen, dan sebagainya.

Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, PMC tersusun atas dua bagian yakni
matriks dan bahan penguat. Matriks yang digunakan untuk PMC berupa resin. Nah, mungkin
kalau sobat belum terbayang seperti apasih resin itu? resin itu sebenarnya kurang lebih
menyerupai lem kuning kental yang biasa digunakan di kehidupan sehari-hari ituloh. Kalau sobat
masih belum terbayang bisa melihat Gambar 1.

Gambar 1. Resin Poliester


Sumber: frprawmaterials.com

Resin untuk PMC dapat berupa resin poliester, vinil ester, epoksi, dan lain-lain yang memiliki
beberapa fungsi sebagai berikut:

Mengikat beberapa komponen dan menentukan stabilitas termo-mekanik dari bahan


komposit yang dibentuk.
Melindungi bahan penguat dari bahan kimia dan korosi.
Mendistribusikan beban yang diterima oleh material komposit.
Memberi durabilitas, ketangguhan antar lapisan, kekuatan geser, dan tekanan pada sistem
secara umum.
Menjaga orientasi serat dan memberi jarak pada struktur material komposit yang
terbentuk.

Terlihat dari beberapa poin diatas bahwa matriks memiliki banyak peranan penting didalam
material komposit. Sehingga penentuan resin yang tepat dalam pembuatan material komposit
akan sangat mempengaruhi hasil dan kualitas material komposit tersebut.

Selanjutnya adalah bahan penguat untuk PMC. Sesuai dengan namanya, fungsi utama bahan
penguat adalah untuk memberi kekuatan utama pada PMC. Bahan penguat untuk PMC dapat
berupa cacahan, partikel, maupun serat. Karena yang paling banyak digunakan adalah serat,
maka yang akan diperdalam disini adalah serat. Serat untuk PMC dapat bermacam-macam
bentuknya, seperti chopped strand mat (CSM), cloth, woven roving, knits, dan roving. Bentuk
dari serat-serat tersebut memiliki karakteristik dan memiliki aplikasi yang berbeda-beda. Adapun
bentuk-bentuk serat tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar
2. Dari kiri ke kanan: CSM, cloth, woven roving, knits, dan roving.
Sumber: plasticmaterials.net/fiberglass

Selain bentuk serat yang bermacam-macam, bahan yang digunakan sebagai serat penguat juga
bermacam-macam. Umumnya terdapat tiga macam serat yang biasa digunakan untuk PMC,
yakni: serat kaca (fiberglass), serat karbon, dan serat aramid. Dimana diantara ketiga jenis
tersebut serat kaca merupakan yang paling banyak digunakan di Indonesia karena harganya
murah dan mudah untuk didapat. Sedangkan serat karbon dan aramid merupakan serat yang
memiliki sifat sangat kuat dan ringan namun harganya lebih mahal bila dibandingkan serat kaca.
Adapun salah satu jenis serat, yakni serat karbon dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Serat Karbon.


Sumber: alibaba.com

Sebagai penutup, disini akan dijelaskan berbagai macam aplikasi dari PMC yang sangat-sangat
luas di berbagai bidang. Di bidang otomotif sebagai body kit, bumper, dashboard, spoiler, dan
sebagainya. Di bidang olahraga seperti pada rangka sepeda gunung, papan snowboard, joran
pancing, dan sebagainya. Di bidang militer sebagai rompi anti peluru, badan pesawat tempur,
badan helikopter, dan sebagainya. Di bidang rumah tangga seperti pada meja, kursi, bak
mandi, bath thub, dan sebagainya. Nah, sekarang sudah tau kan aplikasi dari PMC yang sangat

banyak itu