Anda di halaman 1dari 13

ANALISA FAKTOR PENYEBAB MENURUNNYA PRESTASI

BELAJAR SANTRI

Disusun Oleh :

Nur Izza Herrani

NIM

1720201099

Kelas

PGMI 03

Dosen Pengampu

Dr. Idawati S. Ag, M. Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN RADEN FATAH PALEMBANG

2017
ABSTRACT
ABSTRAK

Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas


sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam
mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah
merumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar
mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak


serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab” (Pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2003).

Kata Kunci : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pendidikan.


DAFTAR ISI

ABSTRACT .........................................................................................................

ABSTRAK ..........................................................................................................

A. LATAR BELAKANG
B. PERMASALAHAN
1. Identifikasi Masalah ................................................................................
2. Batasan Masalah .....................................................................................
3. Rumusan Masalah ...................................................................................
C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian ....................................................................................
2. Manfaat Penelitian ..................................................................................
D. TINJAUAN PUSTAKA
E. KERANGKA TEORI
1. Kerangka Teoritis
a. Pengertian Prestasi Belajar ...............................................................
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .........................
2. Konsep Operasional
F. METODE PENELITIAN
1. Lokasi Penelitian .....................................................................................
2. Subyek dan Obyek Penelitian .................................................................
3. Populasi dan Sampel ...............................................................................
4. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................
5. Teknik Analisa Data ..............................................................................
G. SISTEMATIKA PROPOSAL

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan proses yang terus menerus tidak berhenti. Pendidikan
juga berarti mengembangkan kemampuan dan bentuk watak, serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, bertujuan untuk
berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan
bertanggung jawab. Dalam konteks Islam, pendidikan adalah yang didasarkan pada
nilai-nilai agama Islam sebagaimana yang dicantumkan di dalam Al-Qur’an dan As-
Sunnah, serta dalam pemikiran para ulama ataupun dalam sejarah umat Islam.

Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan


perubahan tingkah laku manusia. Artinya, pendidikan bertujuan untuk
mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik. Probadi adalah suatu
sistem yang bersifat unik terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis
tingkah laku individu. Pada hakikatnya, pribadi tidak lain bertingkah laku itu sendiri.
Kepribadian mempunyai ciri-ciri : berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup
manusia, pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat
unik, kepribadian bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertentu. Tingkah
laku manusia memiliki dua aspek : Aspek Obyektif, yang bersifat struktural yakni
jasmaniah dan Aspek Subyektif, yang bersifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

Pendidikan, kata ini juga diletakkan kepada Islam telah didefinisikan secara
berbeda-beda oleh berbagai kalangan, yang banyak dipengaruhi pandangan dunia
masing-masing. Namun, pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu
dalam semacam kesimpulan awal, bahwa pendidikan merupakan suatu proses
penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan
hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran, yang terakhir ini dapat


dikatakan sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, bukan transformasi nilai dan
pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian,
pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan “tukang-tukang” atau para spesialis
yang terkurung dalam ruang spesialisnya yang sempit. Karena itu, perhatian dan
minatnya lebih bersifat teknis.

Jika pendidikan Barat sekarang ini sering disebut-sebut mengalami krisis, itu
tidak lain karena prose yang terjadi dalam pendidikan tak lain daripada sekedar
pengajaran. Pendidikan yang berlangsung dalam suatu sholing system tak lebih dari
suatu proses transfer ilmu dan keahlian dalam kerangka tekno- struktur yang ada.
Akibatnya, pendidikan katakanlah pengajaran menjadi suatu komoditi belaka dengan
berbagai implikasinya terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.

Perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan


terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu
dan keahlian. Dengan proses semacam ini suatu bangsa dan negara dapat mewariskan
nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, pemikiran, dan keahlian kepada generasi mudanya,
sehingga mereka betul-betul siap menyongsong kehidupan. Ki Hajar Dewantara,
Tokoh Pendidikan Nasional Indonesia menyatakan :

“Pendidikan pada umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi


pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek), dan jasmani anak-anak, selaras dengan
alam dan masyarakatnya”.

Secara lebih filosofis Muhammad Natsir dalam tulisan “Ideologi Didikan


Islam” menyatakan : “Yang dinamakan pendidikan, ialah suatu pimpinan jasmani dan
rohani menuju kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dan arti
sesungguhnya”.

Pengertian pendidikan secara umum, yang kemudian dihubungkan dengan


Islam adalah sebagai suatu sistem keagamaan menimbulkan pengertian-pengertian
baru, yang secara inplisit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya.
Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dalam
istilah “tarbiyah”, “ta’lim”, dan “ta’did”. Yang harus dipahami bersama-sama. Ketiga
istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat
serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama
lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidkan Islam :
“informal”, “formal”, dan “nonformal”.

Pendidikan berkaitan juga dengan belajar. Belajar memiliki beberapa maksud,


antara lain :

1. Mengetahui suatu kepribadian, kecakapan atau konsep yang sebelumnya


tidak pernah diketahui.
2. Dapat mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat berbuat, baik
tingkah laku maupun keterampilan.
3. Mampu mengombinasikan dua pengetahuan (atau lebih) ke dalam suatu
pengertian baru, baik keterampilan pengetahuan, konsep maupun sikap
atau tingkah laku.
4. Dapat memahami atau menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.

Sementara itu, Muhibbin Syah mengutip pendapat beberapa pakar psikologi


tentanf definisi belajar, diantaranya adalah :

Reber dalam kamusnya, Dictionary of Psychology, membatasi belajar dengan


dua macam definisi. Pertama, belajar adalah The Process of Accuiring Knowledge,
yakni proses memperoleh pengetahuan. Pengertian ini biasanya lebih sering dipakai
dalam pembahasan psikologi kognitif yang oleh sebagian ahli dipandang kurang
representatif karena tidak mengikutsertakan perolehan keterampilan nonkognitif.
Apa yang telah dicapai oleh siswa melakukan kegiatan belajar sering disebut
prestasi belajar. Tentang apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan
kegiatan belajar, ada juga yang menyebutkan dengan istilah hasil belajar seperti Nana
Sudjana (1991). Pencapaian prestasi belajar atau hasil belajar siswa, merujuk kepada
aspek-aspek kognitif, efektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, ketiga aspek di atas
harus menjadi indikator prestasi belajar. Artinya, prestasi belajar harus mencakup
aspek – aspek kognitif, efektif dan psikomotor. Menurut Sudjana, ketiga aspek di atas
tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, bahkan
membentuk hubungan hirarki.

Oleh karena itu di sini prestasi belajar sangat mempengaruhi dalam


meningkatkan mutu pembelajaran bagi siswa atau santri yang ingin mengembangkan
wawasan, atau mengambangkan skil yang santri miliki melalui evaluasi – evaluasi
maka akan terwujudlah prestasi belajar santri tersebut.

Kemampauan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan suatu puncak


proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan keberhasilan belajar. Siswa
menunjukkan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas – tugas belajar atau
mentransfer hasil belajar. dari pengalaman sehari – hari di sekolah diketahui bahwa
ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. Kemampuan berprestasi
tersebut terpengaruh oleh proses – proses penerimaan, pengaktifan para pengolahan
dan pengalaman. Bila proses tersebut tidak baik, maka siswa dapat berprestasi kurang
atau dapat juga gagal beprestasi.

Dalam belajar pada ranah kognitif ada gejala lupa. Lupa merupakan
peristiwa biasa, meskipun demikian dapat dikurangi. Lupa pada ranah kognitif
umumnya berlawan dengan mengingat. Pesan yang dilupakan belum “ Hilang” dari
ingatan, kadang kata siswa memerlukan waktu untuk “ membangkitkan” kembali
pesan yang “ terlupakan”. Dengan berbagai pancingan, dalam waktu tertentu, pesan
“terlupa” dapat diingatkan kembali. Bila pesan tersebut sudah “dibangkitkan”, maka
digunakan untuk unjuk prestasi belajar maupun transfer belajar.

Oleh karena itu, diharapkan agar dengan pendidikan dapat meningkatkan


Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang bekualitas, beriman dan bertakwa kepada Allah
SWT.

Pendidikan tidak hanya di dapat dari rumah saja, tetapi juga bisa di sekolah.
Selain itu sekolah tidak hanya bersifat formal atau khusus saja, tetapi bisa juga non
formal yakni bersifat umum, seperti Madrasah Diniyah Awaliyah yang sering disebut
dengan MDA.

MDA adalah tempat belajar anak usia dini selain sebagai kegiatan ekstra di
luar jam sekolah. Dengan MDA ini anak usia dini dapat belajar ilmu – ilmu agama
yang lebih teperinci.
Tujuan MDA ini adalah untuk memfokuskan anak didik kearah agama. Dalam
artian ditekankan kepada santri maupun menerapkan pelajaran yang telah di berikan
kepada santri.

Dari paparan di atas menunjukkan bahwa secara khusus penelitian terhadap


faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri belum pernah diteliti atau
dilakukan oranglain. Atas alasan itulah peneliti tertarik untuk melakukan kajian
dengan memfokuskan pada topic seperti tersebut di atas.

Prestasi belajar santri ini pasti dilakukan mengingat prestasi belajar sangat
mempengaruhi di dalam penilaian akhir, selain itu, banyaknya persoalan di sekitar
penyebab menurunnya prestasi belajar santri.

Berdasarkan pengamatan awal penulis menemukan gejala – gejala sebagai


berikut :

1. Ada sebagian siswa yang kurang merasa senang atau kurang semangat dalam
belajar.

2. Ada sebagian siswa yang mengikuti pelajaran semata – mata agar tidak
tinggal kelas.

3. Ada sebagian siswa yang mengikut belajar bukan untuk menambah ilmu,
tetapi diharuskan mengikuti.

4. Prestasi belajar rendah karena motivasi belajarnya renadah.

Bedasarkan gejala – gejala di atas, penulis ingin melakukan penelitian judul :


analisa faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri madrasah diniyah
awaliyah nurul iman di banglas barat.

B. PERMASALAHAN

Adapun masalah penelitian ini adalah faktor – faktor penyebab menurunnya


prestasi belajar santri MDA Nurul Iman dibanglas Barat cendrung rendah.

1. Identifikasi Masalah

Sebagaimana yang telah di paparkan dalam latar belakang masalah bahwa


permasalahan pokok kegiatan ini adalah faktor – faktor penyebab menurunnya
prestasi belajar. Berdasarkan persoalan pokok tersebut, maka persoalan –
persoalan yang mengatasi kajian ini dapat di indentifikasikan sebagai berikut :

a. Sikap santri dalam belajar cendrung acuh.

b. Minat santri belajar rendah

c. Pengetahuan siswa rendah


d. Lingkungan belajar siswa kurang kondusif

e. Metode mengajar guru kurang Variatif.

2. Pembatasan Masalah

Mengingat banyaknya persoalan – persoalan yang mengitari kajian ini


seperti yang dikemukakan dalam identifikasi masalah di atas, maka penulis
memfokuskan pada faktor – faktor yang menyebabnya.

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka


rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Apa saja faktor – faktor penyebab menurunnya prestasi belajar santri di


MDA Nurul Iman Banglas Barat ?

b. Apa faktor yang lebih dominan santri di MDA Nurul Iman Banglas Barat ?

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini adalah untuk


mengetahui dan mendeskripsikan secara ilmiah dan sistematis tentang faktor
penyebab menurunnya prestasi belajar santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat dan
serta mendeskripsiakn secara ilmiah dan sistematis tentang faktor penyebab
menurunnya prestasi belajar santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat cendrung
rendah.

2. Kegunaan Penelitian

Hasil – hasil penelitian ini di harapkan berguna untuk :

a. Sebagaimana informasi bagi santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat


tentang menurunnya prestasi belajar santri.

b. Sebagai informasi bagi jurusan Pendidikan Agama Islam STAI Nurul


Hidayah Selatpanjang tentang faktor – faktor penyebab menurunnya prestasi belajar
santri.

c. Pengembangan wawasan keilmuan pendidikan penulis dalam bidang


pendidikan Islam dan yang berkaitan dengan penulisan ilmiah.

D. Kerangka Teoritis dan Konsep Operasional

1. Kerangka Teoritis
a) Pengertian Prestasi Belajar

Menurut Djalal (1986: 4) bahwa “prestasi belajar siswa adalah gambaran


kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam
mencapai tujuan pengajaran ”. Sedangkan menurut Kamus bahasa Indonesia
Millenium (2002: 444)”prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau
dikerjakan”. Prestasi belajar menurut Hamalik (1994: 45) adalah prestasi belajar yang
berupa adanya perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau
setelah mempelajari sesuatu.

Prestasi adalah hasil yang diperoleh setelah berlangsungnya proses evaluasi.


Dalam arti lain prestasi adalah hasil dari evaluasi yang telah dilalui oleh seorang
peserta didik yang ikut serta dalam memacukan pendidikan dan dapat meningkatkan
mutu pendidikan yang akan datang. Sehingga terwujudlah sebuah evaluasi yang
positif.

Apa yang telah dicapai oleh siswa melakukan kegiatan belajar sering disebut
prestasi belajar. Tentang apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan
kegiatan belajar, ada juga yang menyebutkan dengan istilah hasil belajar seperti Nana
Sudjana (1991). Penacapaian prestasi belajar atau hasil belajar siswa, merujuk kepada
aspek – aspek kognitif, efektif dan psikomotor. Oleh karena itu ketiga aspek di atas
harus menjadi indikator prestasi belajar. Artinya, prestasi belajar harus mencakup
aspek – aspek kognitif, efektif dan psikomotor.[10]

Menurut Sudjana, ketiga aspek di atas tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan
satu kesatuan yang tidak terpisahkan, bahkan membentuk hubungan hirarki.

Berdasarkan pengertian diatas maka yang dimaksudkan dengan prestasi belajar


adalah hasil belajar/ nilai pelajaran sekolah yang dicapai oleh siswa berdasarkan
kemampuannya/usahanya dalam belajar.

b) Faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah adanya


kebutuhan, seperti kebutuhan biologis, instrik, unsur – unsur kejiwaan yang lain dan
adanya pengaruh perkembangan budaya manusia. Faktor – faktor itu tidak dapat di
pisahkan soal kebutuhan dalam arti luas, baik kebutuhan yang bersifat biologis
maupun Psikologis. Dengan demikian prestasi belajar sangat berkaitan dengan
kognitif, afektif dan psikomotor pada diri santri itu sendiri.

Menurut Suryabrata(2002:233) adapun faktor-faktor yang berpengaruh


terhadap prestasi belajar adalah:

Faktor dari dalam diri siswa meliputi:

(1) Faktor psikis yaitu: IQ, kemampuan belajar, motivasi belajar, sikap dan
perasaan , minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural.
(2) Faktor fisiologis dibedakan menjadi 2 yaitu: 1). Keadaan tonus jasmani
pada umumnya, hal tersebut melatarbelakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang
segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar, 2). Keadaan
fungsi-fungsi fisiologis tertentu.

Faktor dari luar diri siswa:

(1) Faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum


pengajaran, disiplin sekolah, fasilitas belajar, pengelompokan siswa

(2) Faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah, status sosial siswa,
interaksi guru dengan siswa.

(3) Faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi, keadaan waktu dan
tempat, dan lingkungan.

2. Konsep Operasional

Seperti di sebutkan di atas, kegiatan ini berkenaan dengan faktor – faktor


menurunya prestasi belajar. Variabel perhatian ini adalah faktor – faktor menurunnya
prestasi belajar. Prestasi belajar adalah suatu hasil akhir dari tiap jenjang – jenjang
yang telah dilalui, melalui tahap – tahap baik evaluasi maka muncullah prestasi yang
optimal.

Berdasarkan konsep diatas yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah yang
diperoleh setelah berlangsungnya proses evaluasi. Dalam arti lain prestasi adalah hasil
dari evaluasi yang telah dilalui oleh seseorang peserta didik yang ikut serta dalam
memacukan pendidikan dan dapat meningkatkan mutu pendidikan yang akan datang.
Sehingga terwujudlah sebuah evaluasi yang positif.

Indikator prestasi belajar santri :

1. Siswa di harapkan bersunguh – sungguh dalam mengikuti pelajaran.

2. Guru berusaha meningkatkan motivasi belajar siswa.

3. Guru meningkatkan prestasi belajar siswa.

4. Siswa mampu mampu mencapai prestasi yang lebih baik

5. Siswa di harapkan bisa mempertahankan prestasi belajar

6. Guru membimbing siswa dalam aktifitas belajar agar pengetahuan afektif,


kognitif dan psikomor siswa itu mengalami perkembangan.

G. Metode Penelitian
1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Awaliyah Nurul Iman di


Banglas Barat selatpanjang. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas alasan bahwa
persoalan – persoalan yang dikaji oleh penelitian ada di lokasi ini.

2. Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek penelitian ini atau sumber penelitian ini adalah santri. Sedangkan
obyeknya adalah faktor – faktor penyebab menurunnya prestasi belajar.

3. Populasi dan Sampel

Populasi penetian ini adalah santri MDA Nurul Iman di Banglas Barat yang
berjumlah kurang lebih 60 orang. Tidak dilakukan penarikan sampel.

4. Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik : Observasi, wawancara dan


angket.

5. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan persentase.

H. Sistematika Proposal

Bab I Pendahuluan yang terdiri atas : Latar belakang masalah, alasan memilih
judul, peneasan istilah, permasalahan (identifikasi, batasan dan rumusan masalah),
tujuan dan kegunaan penelitian, konsep operasional dan sistematika proposal.

Bab II Tinjauan tantang prestasi belajar yang memaparkan tentang : pengertian


prestasi belajar, bentuk – bentuk belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar.

Bab III Prestasi belajar mencakup : lokasi penelitian, obyek dan subyek
penelitian, populasi dan sampel teknik pengumpulan data, dan teknik analisa data.

Bab IV Temuan hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri atas : deskripsi
secara umum Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Nurul Iman di Banglas
Barat Selatpanjang. Mencakup tentang : Sejarah berdirinya, visi dan misi, keadaan
guru dan santri, dan proses pembelajarannya, sarana dan prasarana, penyajian hasil
penelitian sesuai dengan rumusan masalah dan analisis (pembahasan).
Bab V Kesimpulan dan saran – saran, pada bagian akhir skripsi
mencantumkan daftar pustaka dan lampiran – lampiran.