Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Belakangan ini telah banyak iklan mengenai pelatihan opsi. Banyak investor tergiur
akan iklan bertransaksi opsi ini karena bisa menguntungkan, padahal transaksi opsi belum
berjalan benar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Opsi di BEI dikenal dengan Kontrak Opsi Saham
(KOS). BEI memulai perdagangan kontrak opsi saham (KOS) pada tanggal 6 Oktober 2004.
BEI mendefinisikan opsi saham sebagai hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli (call
option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (underlying stock)
pada harga (strike price) dan dalam waktu tertentu.
Pada waktu itu, ada lima saham perusahaan tercatat yang menjadi saham induk untuk
perdagangan KOS di BEI:
a. PT Astra International Tbk (ASII)
b. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
c. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
d. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
e. PT. HM. Sampoerna, Tbk (HMSP)
Berdasarkan pernyataan demikian, maka penulis makalah ini bermaksud ingin mengetahui
lebih dalam mengenai perdagangan opsi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1.2 Rumusan Masalah


Mengacu pada pada permasalahan yang telah di deskripsikan di atas, maka penulis
mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Opsi
2. Bagaimana mekanisme perdagangan Opsi
3. Apa saja karakteristik keuntungan dan kerugian Opsi
4. Bagaimana strategi dalam perdagangan Opsi
5. Apa saja penilaian mengenai Opsi

1 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


1.3 Tujuan
Dari permasalahan yang telah teridentifikasi di atas, maka tujuan penelitian ini adaah
untuk mengetahu dan menganalisis:
1. Pengertian opsi
2. Mekanisme perdagangan opsi
3. Karakteristik keuntungan dan kerugian opsi
4. Strategi dalam perdagangan opsi
5. Penilaian mengenai opsi

2 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Opsi


Derivatif adalah sekuritas yang nilainya ditentukan oleh harga pasar dan suku bunga
dari beberapa sekuritas lainnya. Opsi adalah suatu perjanjian / kontrak antara penjual opsi
(seller atau writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak
(bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi untuk membeli atau menjual saham tertentu pada
waktu dan harga yang telah ditetapkan. Pihak – pihak yang terlibat dalam opsi adalah para
investor dengan investor yang lainnya dan tidak melibatkan perusahaan penerbit sekuritas
saham (emiten) yang dijadikan opsi. Opsi diterbitkan oleh investor untuk dijual kepada investor
lainnya, sehingga perusahaan yang merupakan emiten dari saham yang dijadikan patokan
tersebut tidak mempunyai kepentingan dalam transaksi opsi tersebut. Emiten saham
bersangkutan tidak bertanggungjawab terhadap pembuatan, penghentian atau pelaksanaan
kontrak opsi. Dalam prakteknya, jenis sekuritas yang bisa dijadikan patokan dalam opsi tidak
hanya saham saja, tetapi bisa berbentuk yang lainnya seperti indeks pasar. Opsi adalah
instrumen keuangan yang :
 Diciptakan oleh bursa, bukan oleh perusahaan
 Dibeli dan dijual terutama oleh investor
 Penting bagi investor maupun manajer keuangan
Berdasarkan bentuk hak yang terjadi, opsi bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu opsi
beli (call option) dan opsi jual (put option). Call option adalah opsi yang memberikan hak
kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam jumlah tertentu pada waktu dan harga yang
telah ditentukan. Investor yang membeli call option akan berharap harga saham akan naik, dan
akan meraih keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut. Dengan membeli opsi, investor
dapat melkukan spekulasi terhadap kenaikan harga saham tanpa harus mempunyai saham
tersebut dan berharap bisa memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut di masa
datang. Artinya, jika tiba waktu jatuh tempo dan harga saham di pasar naik di atas harga yang
disepakati dalam kontrak opsi, maka investor telah memiliki call option, akan bisa membeli
saham tersebut dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar (sebesar harga yang
disepakati dalam kontrak opsi).
Bentuk sekuritas derivative lainnya, yaitu put opstion adalah opsi yanhg memberikan
hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada jumlah, waktu dan harga yang telah
3 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
ditentukan. Jika kontrak put option dilaksanakan, maka pemegang opsi akan mempunyai hak
untuk menjual saham yang telah ditentukan kepada penjual opsi, pada waktu, jumlah dan harga
yang telah ditentukan pula. Oleh karena itu, investor yang membeli put option mempunyai
harapan yang berkebalikan dengan pemilik call option. Pemegang call option akan berharap
agar harga pasar saham pada saat jatuh tempo berada di bawah harga yang disepakati dalam
kontrak opsi. Jika harga pasar saham di bawah harga yang disepakati dlama kontrak, berarti
pemilik call option akan bisa menjual saham tersebut kepada penjual call optiojn dengan harga
yang lebih tinggi dari harga pasar saham bersangkutan.

2.2 Terminologi Opsi


Untuk lebih memahami sekuritas opsi, terlebih dahulu perlu mengetahui beberapa
terminologi penting yang berhubungan dengan sekuritas opsi. Istilah penting yang terkait
dengan sekuritas opsi, antara lain sebagai berikut:
1. Exercise (strike) price, yaitu harga per lembar saham yang dijadikan patokan pada saat
jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti harga yang harus dibayar (dibeli)
pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo. Sedangkan bagi pemegang put option, exercise
price berarti harga yang akan diterima oleh pemilik put option dari penjual put option.
2. Expiration date, yaitu batas waktu di mana opsi tersebut dapat dilaksanakn. Ada dua
model expiration date yang bisa diterapkan, yaitu model Amerika dan model Eropa.
Opsi dengan gaya Amerika dapat dilaksanakan kapan saja sampai dengan batas waktu
yang telah ditentukan (expiration date). Sedangkan opsi gaya eropa dilaksanakn hanya
pada saat expiration date.
3. Premi opsi, adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
Contoh : Seorang investor (X) membeli call option dengan harga Rp 100 dan saham yang
dijadikan patokan adalah saham ABC. Exercise price ditetapkan Rp 1.200. expiration date
adalah tiga bulan dari sekarang, dan opsi tersebut dapat dilaksanakan kapan saja, sampai
dengan expiration date dan juga pada saat expiration date (gaya Amerika). Untuk memperoleh
opsi tersebut, X membayar premi opsi sebesar Rp 100 kepada penjual opsi.
Setelah membeli call option tersebut, si X dapat memutuskan untuk membeli atau tidak
membeli saham ABC dari penjual opsi, kapan saja sampai batas waktu tiga bulan dengan harga
Rp 1.200

4 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Kerugian maksimum yang bisa dialami si X adalah sejumlah harga premi opsi, yaitu Rp 100,
karena bila kondisinya tidak menguntungkan (harga saham ABC di bawah Rp 1.200), maka si
X tidak akan melaksanakan opsi tersebut.
Sebaliknya dari sisi penjual opsi, keuntungan maksimum yang bisa didapatkan oleh penjual
opsi hanyalah sebesar harga premi opsi, karena kerugian pembeli opsi merupakan keuntungan
penjual opsi.
Sedangkan potensi keuntungan yang bisa diperoleh pembeli opsi adalah tidak terbatas, dan
sebaliknya potensi kerugian penjual opsi juga tidak terbatas.

2.3 Mekanisme Perdagangan Opsi


Pembahasan mekanisme perdagangan opsi dalam bab ini lebih menggambarkan
mekanisme perdagangan opsi di Amerika. Seperti pada halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi
bisa diperdagangkan pada bursa efek ataupun pada bursa pararel (over-the-counter market).
Pada perdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi ( Option Clearing Corporation/OLC)
yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang
menjual opsi. Lembaga kliring opsi tersebut bertugas untuk memastikan bahwa masing –
masing pihak memenuhi kewajibannya.
Dalam mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual call option melalui broker yang
ditunjuk menyerahkan sejmlah saham yang dijadikan patokan kepada OCC, dan pembeli opsi
yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC, sehingga transaksi
pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, di mana OCC menjadi
pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli. Oleh karena
itu, OCC dapat menjamin bahwa semua hak dapat terpenuhi sesuai dengan yang ditetapkan
dalam kontrak opsi.
Selanjutnya, investor yang akan melaksanakan opsi yang akan menghubungi broker
mereka, dan broker tersebut akan menghubungi OCC untuk melaksanakan opsi tersebut.
Kemudian OCC secara random akan memilih broker yang menjual opsi tersebut dan menunjuk
mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Dalm proses tersebut, penjual opsi tidak boleh
melaksanakan transaksi yang sebaliknya untuk menghindari kewajiban, sehingga penjual call
option yang menerima penugasan dari OCC harus menjual saham yang sudah disepakati, dan
untuk penjual put option harus membeli saham tersebut.

5 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


2.4 Opsi Saham Di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan kontrak opsi saham (KOS) pada
tanggal 6 Oktober 2004. Instrument perdagangan ini melengkapi produk BEI selain saham,
waran, bukti right, dan obligasi yang Selma ini telah tersedia. Dengan menambah KOS, BEI
mengharapkan untuk meningkatkan daya Tarik investor untuk berinvestasi. Investasi pada KOS
ditujukan pada para pemodal atau investor baik investor perorangan maupun investor institusi.
KOS merupakan sekuritas yang juga dapat diperjualbelikan antar investor.
BEI mendefinisikan opsi saham sebgai hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli
dana tau menjual kepada pihak lain atas sejumlah saham pada harga dan dalam waktu tertentu..
jadi yang diperjualbelikan pada KOS adalah hak jual atau hak beli atas underlying asset yang
berupa saham induk atau saham acuan. Tidak semua saham yang tercatat di BEI menjadi saham
induk KOS. Akan tetapi, saham induk yang dipilih adalah saham yang memiliki tingkat
frekuensi perdagangan dan fluktuasi harga yang tinggi, serta mempunyai nilai kapitalisasi pasar
yang besar.
Saat ini ada empat saham perusahaan tercatat yang menjadu saham induk. Keempat
saham induk untuk perdagangan KOS di BEI adalah:
 PT Astra International Tbk (ASII)
 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
 PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
 PT HM. Sampoerna (HMSP)
Selain Bapepam, ada empat pihak pelaku utama perdagangan KOS, yaitu PT BEI, PT
KPEI, anggota bursa KOS dan investor. Fungsi BEI adalah memfaisilitasi perdagangan KOS
yang teratur dan efisien. PT KPEI (Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia) mel;aksanakan
fungsi kliring, penjaminan, dan penyelesaian perdagangan KOS. Sedangkan investor ingin
berdagang KOS dapat menghubungi anggota bursa dan mengikuti prosedur perdagnagan yang
berlaku. Saat ini terdapat lebih dari 40 negara bursa KOS.
Untuk bertransaksi KOS, investor seharusnya memahami minimal beberapa istilah
dasar opsi. Exercise (strike) price adalah ahrga yang pemegang opsi akan membayar untuk
membeli atau akan menerima dari menjual per lembar saham induk jika opsi dilaksanakn atau
saham induk ditebus. Strike price ini telah disepakati ketika terjadi perdagangan antara pembeli
dan penjual kontrak opsi.

6 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Agar mekanisme perdagangan KOS dapat terlaksana secara teratur dan efisien, BEI
menetapkan tujuh strike price untuk masing – masing call option dan put option pada setiap
saham induk. Harga penutupan saham induk pada hari sebelumnya digunakan sebagai dasar
penentuan strike prie dalam perdagangan KOS.
Expiration date adalah tanggal terakhir opsi dapat dilaksanakan. Setelah wajtu jatuh
tempo lewat, opsi tidak dapat dilaksanakan. Seluruh put option dan call option di BEI dirancang
dengan bulan masa berlaku. Masa berlaku opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah 1
bulan, 2 bulan, atau 3 bulan. Jatuh tempo atau hari berakhirnya setiap seri KOS pada setiap
bulan adalah hari bursa terakhir pada bulan bersangkutan.
Option premium adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi
baik call option maupun put option. Premium opsi ditetapkan atas dasar per saham. Sedangkan
besarnya ontrak opsi saaham di BEI adalah 10.000 lembar saham per kontrak opsi. Premium
ini dihasilkan dari proses tawar menawar pembeli dan penjual opsi dalam mesin perdagangan
KOS yang diberi nama JOTS (Jakarta Option Trading System)
Baik pembeli opsi (taker) maupun penjual opsi (writer) adalah para investor. Call option
dan put option diciptakan oleh investor yang menjual suatu KOS. Seperti jenis sekuritas lainnya
di bursa efek, call option dan put option diperjualbelikan di BEI dengan mempertemukan order
beli dan order jual antar para investor.
Pembeli (taker) dan penjual (writer) opsi saham mempunyai harapan yang berlawanan
mempunyai kinerja saham induk dan karenanya juga kinerja opsi. Untuk put option, pembeli
memperkirakan harga saham akan turun, sebaliknya penjual memperkirakan harga saham akan
naik. Sedangkan call option, pembeli memperkirakan harga saham akan naik, sebaliknya
penjual memperkirakan harga saham akan turun.
Contoh Kasus :
Dengan keyakinan harga saham BCA akan naik, Bapak Nanda memerintahkan brokernya untuk
membeli satu kontrak call option bulan Oktober pada BCA dengan strike price Rp 2.500 (kode
BEI adalah JBBCA2500).
Anggap premium opsi ini setelah proses tawar menawar di bursa adalah Rp 225. Maka Bapak
Nanda wajib menyediakan dana pembelian sebanyak Rp 225 x 10.000 saham per kontrak = Rp
2.250.000, ditambah komisi broker.
Ada tiga aksi lanjutan yang mungkin dilakukan Bapak Nanda, yaitu :
1. Opsi berakir begitu saja tidak bernilai.

7 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Misalkan harga sahan BCA pada expiration date yang jatuh pada hari terakhir bulan Oktober
adalah Rp 2.200. Call option memberi hak pada Bapak Nanda sebagai pemegannya untuk
membeli saham BCA pada harga Rp 2.500. Karena Bapak Nanda dapat membeli BCA di pasar
saham pada harga Rp 2.200, maka dia tentunya tidak akan melaksanakan hak belinya.
2. Opsi mungkin dilaksanakan.
 Jika harga saham BCA naik, Bapak Nanda dapat melakukan exercisemelaksanakan hak
belinya) dengan membayar uang tebusan sebanyak Rp 2.500 x 10.000 saham = Rp
25.000.000 dan menerima 10.000 saham BCA (penyelesaian secara fisik/ physical delivery).
 Anggap harga BCA naik menjadi 2.800 sebelum jatuh tempo. Bapak Nanda melaksanakan
hak beli 10.000 saham BCA pada harga Rp 2.500 dan dapat segera menjulanya pada harga
Rp 2.800. Bapak Nanda akan memperoleh keuntungan sebesar (Rp 2.800 x 10.000 saham)
– ((Rp 2.500 x 10.000 saham) + Rp 2.250.000 pembeli opsi)) = Rp 750.000 di luar komisi
broker.
 BEI telah menetapkan untuk tidak menggunakan penyelesaian secara fisik ketika
pemegang call option (maupun put option) melaksanakan haknya. Penyelesaian dilakukan
secara tunai dan Bapak Nanda sebagai pemegang call option akan memperoleh
premium exercise call per saham secara tunai sebesar :
 Premium exercise call = WMA – Strike price
 WMA (weighted moving average) untuk harga saham induk adalah harga rata – rata dibobot
volume lembar yang ditransaksikan selama periode 30 menit. Di BEI, WMA ini akan muncul
setiap 15 menit setiap hari.
 Sebagai contoh, anggap WMA atas saham BCA ini adalah Rp 2.750. Ketika Bapak Nanda
melaksanakan haknya, dia akan memperoleh premium exercise call sebesar Rp 2.750 – Rp
2.500 = Rp 250 x 10.000 lembar saham = Rp 2.500.000
3. Opsi dapat dijual di pasar sekunder.
Jika harga saham BCA naik, nilai (harga) call option juga aka naik. Bapak Nanda dapat menjual
call option yang dimilikinya kepada investor lain di pasar sekunder.

2.5 Karakteristik Keuntungan Dan Kerugian Opsi


Sebagaimana halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga bisa memberikan keuntungan
atau kerugian yang harus diperhatikan investor dalam pengambilan keputusan investasinya.
Pemahaman karakteristik keuntungan dan kerugian opsi akan menjadi lebih mudah jika
mengamati nilai opsi tersebut pada saat opsi dilakukan.

8 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Pembeli call option. Karakteristik keuntungan dan kerugian call option sedikit berbeda
dengan karakteristik keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh investor jika membeli
saham. Kerugian investor yang membeli call option bersifat terbatas seharga premi opsi,
sedangkan jika membeli saham, kerugian yang bisa diderita investor bersifat tidak terbatas,
sebesar selisih penurunan harga saham yang bersangkutan.
Misalnya ada sebuah call option terhadap saham XYZ, dan strike priceditetapkan Rp 1.000.
Harga saham XYZ pada saat itu Rp 1.000. Harga premi opsi tersebut adalah Rp 50
Karakteristik keuntungan dan kerugian call option sedikit berbeda dengan karakteristik
keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh investor jika membeli saham.
Besarnya keuntungan (kerugian) yang bisa diperoleh kedua investor tersebut tergantung pada
harga saham XYZ pada saat expiration date.
Profil kerugian/keuntungan pembeli call option vs pembeli saham :
Keuntungan (kerugian) untuk
Harga saham XYZ Pembeli call option Pembeli saham XYZ
1.200 150 200
1.150 100 150
1.100 50 100
1.050 0 50
1.000 (50) 0
950 (50) (50)
900 (50) (100)
500 (50) (500)

1) Keuntungan (kerugian) investor pembeli call option = harga saham XYZ – 1000 – Rp 50
Catatan : kerugian maksimum pemegang call option adalah sebesar premi opsi = Rp 50
2) Keuntungan (kerugian) yang diperoleh pembeli saham = harga pasar saham XYZ - 1000

Penjual call option. Profil keuntungan (kerugian) penjual call option adalah kebalikan
dari profil keuntungan (kerugian) pembeli call option. Oleh karena itu profil keuntungan

9 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


penjual call option pada saat expiration date besarnya akan sama dengan kerugian yang diderita
oleh pembeli call option. Profil keuntungan (kerugian) dari penjual call option.

Pembeli put option. Keuntungan maksimum yang bisa diperoleh pembeli put option bila
harga saham turun sampai dengan angka nol, sedangkan kerugian maksimalnya adalah sebesar
premi put option. Untuk investor yang melakukan short – selling akan mengalami keuntungan
yang sama besarnya dengan penurnan (kenaikan) harga sagam yang terjadi.
Contoh : Sebuah put option terhadap saham XYZ dengan maturitas 1 bulan
danstrike price ditetapkan sebesar Rp 1.000. Put option tersebut dijual dengan harga Rp 50 dan
harga saham XYZ pada saat ini adalah Rp 1.000
Keuntungan (kerugian) untuk pembeli put option pada saat expiration date akan dipengaruhi
oleh harga saham XYZ di pasar. Pembeli put option akan mendapatkan keuntungan jika harga
saham XYZ di pasar mengalami penurunan.
Profil kerugian/keuntungan pembeli put option vs investor yang melakukan short selling pada
saham XYZ :
Keuntungan (kerugian) untuk :
Harga Saham XYZ Pembeli put option Saham XYZ
1200 (50) (200)
1150 (50) (150)
1100 (50) (100)
1050 (50) (50)
1000 (50) 0
950 0 50
900 50 100
500 450 500

1) Keuntungan (kerugian) investor pembeli put option = 1000 – Harga Saham XYZ – Rp 50
catatan : kerugian maksimum pemegang put option = Rp 50
2) Keuntungan (kerugian) yang diperoleh investor yang melakukan short selling = saham 1000
– harga saham XYZ
10 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
Penjual put option. Keuntungan dan kerugian penjual put option, seperti halnya penjual
call option, juga merupakan sisi kebalikan dari keuntungan dan kerugian pembeli put option.
Keuntungan maksimum yang bisa doiperoleh penjual put option adalah harga premi opsi,
sedangkan kerugian maksimumnya terjadi pada saat harga saham turun mencapai angka nol.
Kerugian maksimum penjual put option adalah sebesar strike price dikurangi dengan harga
premi opsi.

Dari penjelasan tentang keempat posisi dasar dalam perdagangan opsi, dapat
disimpulkan bahwa pembelian call option atau penjualan put option akan memberikan
keuntungan bagi investor jika harga saham yang dijadikan patokan mengalami kenaikan.
Pembelian call option akan memberikan keuntungan potensial yang sifatnya tidak terbatas,
tetapi dengan kerugian maksimum hanya sebesar premi opsi. Sedangkan penjualan put option
akan memberikan keuntungan terbatas sebesar premi opsi dengan kerugian maksimum ketika
harga saham turun menjadi nol.
Sebalinya pembelian put dan penjualan call option akan memberikan keuntungan bagi
investor bila harga saham yang dijadikan patokan mengalami penurunan. Pembelian put option
akan memberikan keuntungan maksimum ketika harga saham turun menjadi nol dan ekrugian
yang mungkin dialami terbatas sampai dengan premi opsi. Sedangkan penjualan call akan
memberikan keuntungan maksimum sebesar premi opsi tetapi kerugian yang mungkin dialami
tidak terbatas tergantung dari kenaikan harga saham yang terjadi di pasar.

11 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


2.6 Pengaruh Nilai Waktu Uang dan Dividen
Penjelasan karakteristik keuntungan dan kerugian opus dari sudut pandang investor,
belum memperhitungkan adanya konsep nilai waktu uang. Pembeli opsi harus membayar
kepada penjual opsi sebesar harga premi opsi pada saat opsi tersebut dibeli. Dalam situasi
seperti ini dikatakan terjadi biaya kesempatan, karena pembeli opsi kehilangan kesempatan
untuk memperoleh pendapatan lainnya, seandainya uang untuk membayar premi opsi tersebut
diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Di sisi lainnya, pihak penjual opsi juga sebenarnya
menanggung biaya kesempatan, karena mempunyai kesempatan untuk memperoleh
pemdapatan yang berasal dari penjualan opsi tersebut oleh investor lainnya.
Oleh karena itu, jika factor time value of money diperhitungkan, keempat profil
keuntungan (kerugian) bisa berubah. Harga saham yang merupakan titik impas untuk pembeli
dan penjual opsi tidak akan sama dengan yang etrlihat pada grafik.. demikian pula titik impas
bagi pembeli akan menjadi lebih tinggi dari penjual opsi.
Di samping itu, penjelasamn yang juga tidak memasukkan adanya kemungkinan bahwa
saham yang dijadikan patokan tersebut akan memberikan sejumlah dividen, sehingga idealnya
kita juga perlu memasukkan adanya tambahan pendapatan dari reinvestasi dividen tersebut.
Tetapi untuk mempermudah penjelasan mengenai opsi, maka penjelasan ospi dalam bab ini
akan mengabaikkan factor tersebut.

2.7 Strategi Perdagangan Opsi


Berdasarkan pengetahuan tentang kerakteristik keuntungan dan kerugian opsi, investor
akan dapat menggunakan opsi untuk melindungi portofolio terhadap risiko penurunan harga
pasar (hedging), dan untuk melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga sagam. Investor
yang mempunyai ekspektasi bahwa harga saham akan mengalami kenaikan akan membeli call
option dan atau menjual put option. Sebaliknya, jika investor berharap bahwa harga saham akan
turun maka investor akan membeli put option dana tau menjual call option. Dengan demikian,
dalam prakteknya, investor bisa saja melakukan berbagai strategi perdagangan opsi dengan
menerapkan kombinasi beberapa transaksi pembelian atau menjual opsi pada saat bersamaan
agar bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar, dana tau meminimalkan kerugian yang
harus dihadapinya.
Dalam kenyataanya, ada banyak strategi perdagangan opsi yang bisa dilakukan investor,
tetapi strategi – strategi tersebut pada dasarnya bisa dikelompollan menjadi lima, yaitu strategi
naked, hedge, straddle, kombinasi dan spread.Naked strategy adalah strategi yang hanya

12 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


memilih satu posisi dari empat posisi dasar di atas, sedangkan ketiga strategi lainnya
menerapkan kombinasi keempat posisi tersebut untuk menyeimbangkan keuntungan dan
kerugian.
a. Naked Strategy
Naked strategy adalah strategi perdagangan opsi yang memilih satu dari empat posisi di
atas, yaitu sebagai pembeli call, penjual call, pembeli put atau penjual put option. Disebut
dengan naked strategy karena strategi tersebut tidka melakukan tindakan yang berlawanan atau
mengambil posisi lain yang dapat mengurangi kerugian dengan cara memiliki saham yang
dijadikan patokan. Pilihan posisi yang akan diambil investor akan tergantung dari estimasi
mengenai kondisi pasar di masa datang.
Perkiraan Kondisi Pasar Strategi
Sangat baik Membeli call option
Agak baik Menjual call option
Agak buruk Menjual call option
Sangat buruk Membeli put option

b. Hedge Strategy
Hedge strategy berbeda dengan naked strategy kkarena pada hedge strategy investor
selain mengambil satu posisi dalam perdagangan opsi, juga mengambil posisi yang lain
dalam perdagangan saham yang akan dijadikan patokan dalam opsi tersebut. Tujuan strategi
ini adalah untuk mengurangi kerugian jika terjadi pergerakan harga tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Ada dua jenis hedge strategy yang umum dikenal yaitu : 1) covered call writing
strategy dan 2) protective put buying strategy.
 Covered call writing strategy
Strategi ini dimaksudkan untuk melindungi portofolio yang dimiliki terhadap penurunan
harga saham dengan cara menjual call option terhadap saham yang telah dimiliki dalam
portofolio. Jika harga saham mengalami penurunan, maka investor akan mengalami kerugian,
tetapi masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi kembali
pendapatan yang diperoleh dari penjualan call option.
Contoh : Investor A mempunyai saham XYZ sebanyak 100 lembar, dan harga saham XYZ
sekarang adalah Rp 1.000. Nilai total yang dimiliki A adalah Rp 100.000. Misalnya, pada saat
itu call option untuk 100 lembar saham XYZ pada strike price sebesar Rp 1.000 dapat dijual
pada harga Rp 5.000

13 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


 Jika kemudian si A memutuskan untuk tetap memiliki 100 lembar saham XYZ dan menjual
satu call option, maka keuntungan (kerugian) dari strategy tersebut akan dipengaruhi oleh
harga saham XYZ pada saat expiration date.
 Pada saat expiration date, salah satu skenario berikut bisa terjadi :
 Jika harga saham XYZ per lembar lebih besar dari Rp 1.000, maka pembeli call option akan
melaksanakan opsi tersebut dan membayar pada penjual opsi sebesar Rp 5.000. Sebanyak
100 lembar saham XYZ yang dimiliki A akan dibeli oleh pembeli opsi dengan harga Rp
100.000, sehingga A akan memperoleh uang sebesar Rp 105.000. Pada kenyataannya, A bisa
memperoleh pendapatan yang lebih besar dari Rp 105.000, karena A mempunyai
kesempatan untuk menginvestasikan kembali uang Rp 5.000 yang di dapat dari hasil
penjualan opsi, sehingga keuntungan minimum yang diperoleh A ketika harga saham XYZ
per lembar lebih besar dari Rp 1.000 adalah sebesar Rp 5.000 (Rp 105.000 – Rp 100.000).
 Jika harga saham XYZ sama dengan strike price (Rp 1.000), maka pembeli call option tidak
akan melaksanakan opsinya, maka total nilai porotfolio yang dimiliki A adalah Rp 105.000,
yaitu 100 lembar saham XYZ senilai Rp 100.000 dan uang sebesar Rp 5.000 yang
merupakan hasil penjualan opsi.
 Jika harga saham XYZ kurang dari Rp 1.000 tapi lebih besar dari Rp 950 dan pembeli opsi
tidak melaksanakan opsinya, maka A akan memperoleh keuntungan tapi jumlahnya kurang
dari Rp 5.000. Misalnya harga saham XYZ per lembar pada saat expiration date adalah Rp
960, maka 100 saham XYZ yang dimiliki A nilainya turun menjadi Rp 96.000. Sedangkan
dari penjual opsi, A akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.000. Dengan demikian, nilai
prtofolio yang dimiliki A adalah Rp 101.000 atau profitnya sebesar Rp 1.000.
 Jika harga per lembar saham XYZ sama dengan Rp 950, dan pembeli opsi tidak
melaksanakan opsinya, maka A tidak mendapat profit maupun rugi alias impas, karena nilai
portofolio yang dimilki tetap Rp 100.000. Seratus lembar saham XYZ yang dimiliki A pada
saat expiration date hanya bernilai Rp 95.000 ditambah dengan Rp 5.000 maka nilainya
adalah Rp 100.000 atau sama dengan nilai portofolio sebelumnya.
 Misalnya harga saham XYZ kurang dari Rp 950 dan pembeli opsi tidak melaksanakan
opsinya, maka A akan mengalamai kerugian. Misalnya harga saham XYZ pada saat
expiration date adalah Rp 900 maka nilai portofolio A hanya akan bernilai Rp 95.000 (100
lembar saham XYZ dengan harga Rp 900/ lembar ditambah dengan Rp 5.000), sehingga A
akan mengalami kerugian sebesar Rp 5.000 (Rp 100.000 – Rp 95.000). Kondisi paling buruk

14 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


yang bisa dihadapi oleh A adalah ketika harga saham XYZ jatuh mencapai titik nol, dimana
A akan mengalami kerugian sebesar Rp 95.000 (Rp 100.000 – Rp 5.000).

 Protective put buying strategy.


Strategi ini dilakukan oleh investor yang ingin melindungi portofolio yang dimiliki
terhadap risiko penurunan nilai pasar dengan cara membeli put option terhadap saham yang ada
dalm portofolio tersebut.
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam strategi protective put buying adalah strike
price yang ditentukan dalam put option. Semakin tinggi strike price, maka semakin tinggi harga
minimum yang bisa didapatkan investor untuk setiap lembar saham yang dimiliki. Tetapi hal
ini bukan tanpa biaya, karena semakin tinggi strike price akan semakin tinggi pula harga opsi.
Bagi investor institutional yang ingin menerapkan protectiove put buying tentu memerlukan
dana yang mahal karena baisanya investor institusional memiliki saham relative beragam.
Untuk melindungi portofolio terhadap penurunan harga, maka investor harus membeli put
option untuk setiap saham yang dimiliki dan ini tentu saja akan membutuhlan biaya yang tidak
sedikit. Investor institusional dapat mengurangi biaya tersebut dengan cara hanya membeli put
option terhadap saham – saham yang mempunyai korelasi dengan pasar yang sangat kuat saja.
Contoh : Investor Z mempunyai saham XYZ sebanyak 100 lembar dan harga saham XYZ
sekarang adalah Rp 1.000. Nilai total portofolio yang dimiliki Z adalah Rp 100.000. Pada saat
itu put option untuk 100 lembar saham XYZ pada stirke price sebesar Rp 1.000 dapat dijual
pada harga Rp 5.000 pada saat evpiration date.
Keuntungan (kerugian) yang bisa diperoleh Z adalah:
 Jika harga saham XYZ per lembar lebih besar dari Rp 1.050, maka Z tidak akan
melaksanakan opsinya, sehingga akan memperoleh keuntungan dari strategi protective put
buying yang dilakukannya. Sebagai contoh harga saham XYZ di pasar ternyata Rp 1.100
15 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
maka nilai pasar saham yang dimiliki adalah Rp 110.000, sehingga keuntungan yang
diperoleh Z adalah selisih nilai pasar saham yang dimiliki pada expiration date dengan
sebelumnya, dikurangi harga opsi yang dibayar atau sebesar Rp 5.000 (Rp 110.000 – Rp
100.000 – Rp 5.000).
 Jika harga saham XYZ sama dengan Rp 1.050, maka Z tidak memperoleh keuntungan
ataupun kerugian.
 Z akan mengalami kerugian jika saham XYZ kurang dari Rp 1.050, tetapi lebih besar dari
Rp 1.000. Sebagai contoh harga saham XYZ pada saat expiration date adalah Rp 1.020 maka
Z akan mengalami kerugian sebesar Rp 3.000, karena capital gain dari kepemilikan saham
sebesar Rp 2.000, lebih kecil dari biaya pembelian put option (Rp 5.000)
 Jika harga saham XYZ dibawah Rp 1.000, maka dapat dipastikan investor akan
melaksanakan opsinya, sehingga tetap memperoleh Rp 100/ lembar untuk 100 lembar saham
atau nilainya etap Rp 100.000. Kerugian yang diderita Z adalah sebesar biaya yang telah
dikeluarkan untuk membeli put option tersebut, yaitu sebesar Rp 5.000.

c. Straddle Strategy
Straddle strategy dilakukan dengan cara membeli atau menjual, baik berupa call option
maupun put option yang mempunyai saham patokan, expiration date, dan strike price yang
sama. Penerapan strategi ini akan melibatkan dua opsi yang memiliki karakteristik sama, tetapi
di antara kedua opsi tersebut salah satunya adalah call option dan yang lainnya put option.
Strategi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu strategi long straddle dan short straddle. Pada
long straddle investor akan membeli put and call option, sedangkan pada short straddle investor
akan menjual kedua opsi tersebut.
 Strategi long straddle

16 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Tidak seperti naked strategy yang memperoleh keuntungan jika pergerakan harga saham
yang dijadikan patokan sesuai dengan yang diharapkan, strategi saham yang memadai, baik
untuk kenaikan harga maupun pernurunan harga.
Contoh : investor tersebut dapat menerapkan long strategy dengan cara membeli call dan put
option terhadap saham XYZ, dan kedua opsi terebut mempunyai expiration date dan strike price
yang sama.
Misalnya kedua opsi tersebut mempunyai strike price sebesar Rp 1.000 dan expiration date-nya
satu bulan.
Kedua opsi tersebut pada saat dibeli diasumsikan sedang berada pada posisi at the money (harga
saham sekarang sama dengan strike price). Sedangkan harga call dan put option tersebut adalah
Rp 50 dan Rp 25.

 Strategi short straddle


Strategi ini dilakukan oleh investor yang mempunyai estimasi bahwa pergerakan harga
saham tidak terlalu besar atau harga saham relative tidak berubah.
Dengan menggunakan contoh yang sama seperti strategi long straddle, X mempunyai estimasi
bahwa harga saham XYZ akan mengalami pergerakan tetapi tidak akan mencapai harga di
atas Rp 1.075 atau dibawah Rp 925.
Jika estimasi X benar, maka X akan memperoleh keuntungan sebesar harga kedua opsi tersebut
yaitu Rp 75. Jika harga saham tidak seperti yang diestimasikan maka X akan memperoleh
keuntungan kurang dari Rp 75, bahkan X akan mengalami kerugian jika pergerakan harga
saham XYZ ternyata cukup besar.
d. Strategi Kombinasi
Strategi kombinasi sama seperti strategi straddle, yaitu mengkombinasikan call dan put
option dengan patokan saham yang sama, tetapi strike price dana tau expiration date masing
17 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
– masing opsi tersebut berbeda. Seperti halnya strategi straddle, strategi kombinasi juga bisa
dilakukan dengan cara membeli atau menjual kedua jenis opsi secara bersama – sama.
e. Spread Strategy
Pada strategi spread, investor membeli satu seri dalam suatu jenis option dan secara
simultan menjual seri lain dalam kelas option yang sama. Dengan kata lain strategi spread
merupakan strategi di mana pembelian sebuah kelas opsi dibiayai secara keseluruhan oleh
hasil penjualan opsi yang lain. Opsi dikatakan dalam suatu kelas jika sekelompok opsi
mempunyai patokan saham yang sama. Suatu kelas opsi akan terdiri dari berbagai seri opsi.
Satu seri dalam suatu kelas opsi akan terdiri dari opsi – opsi yang mempunyai strike price
dan expiration date yang sama.

2.8 Penilaian Opsi


Penilaian terhadap sebuah opsi perlu dilakukan untuk mengestimasi nilai intrinsik suatu
opsi, dan selanjutnya juga akan berguna untuk menentukan harga sebuah opsi. Dalam penilaian
opsi, terkadang menemui situasi dimana harga premi opsi melebihi nilai intrinsiknya. Kelebihan
itu disebut dengan nilai waktu atau premi waktu.
 Nilai Intrinsik dan Premi Waktu
Nilai inrinsik sebuah opsi adalah nilai ekonomis jika opsi tersebut dlaksanakan. Nilai
intrinsic juga sering disebut sebagai nilai ekonomis. Jika tidak ada nilai ekonomis yang positif
dari suatu opsin maka nilai intrinsic opsi tersebut adalah nol. Dengan demikian, call option akan
mempunyai nilai intrinsic yang positif jika harga saham lebih besar dari strike price. Besarnya
nilai intrinsic tergantung dari selisih antara harga saham yang sebenarnya dengan harga strike
price. Tetapi, jika ternyata harga strike price lebih besar dari harga saham, maka nilai intrinsic
dari call option adalah nol.
Contoh: sebuah call option dengan strike price sebesar Rp950 dan harga saham saat ini
Rp1.000, maka nilai intrinsik dari opsi tersebut adalah Rp50.
Investor yang membeli opsi tersebut akan melaksanakan opsinya, yaitu membeli saham dengan
harga Rp950 dan kemudian ia dapat menjual saham tersebut di pasar dengan harga Rp1.000.
Ketika sebuah opsi mempunyai nilai intrinsik yang positif maka opsi itu dikatakan in the
money.
Jika strike price suatu call option lebih besar dari harga saham maka opsi dikatakan out of the
money. Bila strike price besarnya sama dengan harga saham maka opsi itu dikatakan at the
money. Opsi yang berada pada posisi baik at the money maupun out of the money akan

18 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


mempunyai nilai intrinsik sebesar nol karena kedua posisi tersebut tidak memberikan
keuntungan kepada pembeli opsi jika opsi tersebut dilaksanakan.

 Premi Waktu
Jumlah harga opsi yang melebihi nilai intrinsiknya disebut dengan premi waktu. Premi waktu
dapat dihitung dengan:
Premi waktu = Harga opsi – Nilai intrinsik
Contoh: sebuah call option dengan strike price Rp1.000, dijual dengan harga opsi Rp125 pada
saat harga saham sebesar Rp1.100. Premi waktu = Rp 125 – Rp 100 = Rp 25

2.9 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi


Harga sebuah opsi akan dipengaruhi oileh enam factor antara lain:
1. Harga saham yang dijadikan patokan
2. Strike price yang ditetapkan
3. Expiration date dari opsi
4. Volatilitas harga saham yang diharapkan selama umur opsi
5. Tingkat suku bunga jangka pendek selama umur opsi
6. Dividen yang diharapkan diberikan oleh saham yang dijadikan patokan dalam opsi
selama umur opsi tersebut.

19 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


2.10 Model Black-Scholes
Dikembangkan oleh Fischer Black dam Myron Scholes tahun 1973. Asumsi yang
mendasari OPM;
 underlying assets call –option tidak memberikan dividen atau pembagian lainnya selama
option period.
 Tidak ada biaya transaksi baik untuk saham maupun untuk option.
 Risk-free rate diketahui dan konstan selama option period.
 Setiap pembelian sekuritas dapat meminjam sebagian harga pembelian dengan tingkat
suku bunga risk-free rate.
 Short selling diperbolehkan, dan short seller akan langsung menerima hasil penjualan
tunai dari sekuritas yang dijualnya.
 Call-option dapat dilaksanakan pada tanggal kadaluarsa.
 Perdagangan semua sekuritas berlangsung terus menerus, dan harga saham bergerak
secara acak (random)
Model Black-Scholes merupakan model penilaian call option yang telah
banyak diterima oleh masyarakat keuangan. Model Black-Scholes menggunakan lima variabel
yaitu:
1. Harga saham.
2. Strike price.
3. Expiration date.
4. Tingkat bunga.
5. Volatilitas harga saham
Seandainya volatilitas harga saham yang diharapkan adalah 0,40 maka nilai d1 dan d2
akan berubah.
d1 = 0,4738
d2 = 0,1909
C = 164,20
Semakin tinggi volatilitas harga saham, semakin besar harga yang fair untuk opsi
tersebut. Untuk faktor lain seperti tingkat suku bunga bebas risiko dan expiration date juga
berlaku sama, yaitu semakin rendah (tinggi) tingkat suku bunga bebas risiko maka akan
semakin rendah (tinggi) harga opsi dan semakin pendek (lama) waktu expiration date maka
akan semakin rendah (tinggi) harga opsi tersebut.

20 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Contoh:
 Strike price = = Rp 1.000
 Expiration date = t = 183 hari = 0,5 tahun
 Harga saham sekarang = S = Rp 1.045
 Volatilitas harga yang diharapkan = standar deviasi = s = 0,25
 Tingkat bunga bebas risiko = r = 10%

 Seandainya volatilitas harga saham yang diharapkan adalah 0,40 maka nilai d1 dan d2
akan berubah.
d1 = 0,4738
d2 = 0,1909
C = 164,20
Semakin tinggi volatilitas harga saham, semakin besar harga yang fair untuk opsi tersebut.
Untuk faktor lain seperti tingkat suku bunga bebas risiko dan expiration date juga berlaku sama,
yaitu semakin rendah (tinggi) tingkat suku bunga bebas risiko maka akan semakin rendah
(tinggi) harga opsi dan semakin pendek (lama) waktu expiration date maka akan semakin
rendah (tinggi) harga opsi tersebut.
21 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
Dengan menggunakan contoh sebelumnya (volatilitas harga saham diasumsikan 0,25) maka
harga put option dengan strike price, expiration date dan saham patokan yang sama dapat
dihitung sebagai berikut:

2.11 Pre-emptive rights/Rights (HMETD)


Pre-emptive rights atau Rights (HMETD); Hak untuk membeli saham terlebih dahulu
yang diberikan kepada existing shareholder dengan harga exercise dibawah harga pasar. Hak
tersebut ada harga/nilainya, dan bisa dijual. JIka hak tidak dilaksanakan atau diabaikan, akan
terjadi dilusi persentase kepemilikan saham. Seperti Options, Rights juga merupakan “hak”
bukan kewajiban.

- Jumlah saham yang diterbitkan = Jumlah dana yang dibutuhkan


Harga rights (pelaksanaan)
- Jumlah rights yang diperlukan = Jumlah saham beredar
atau Ratio/ nisbah (= R). Jumlah saham yang diterbitkan

- Harga teoritis Rights (HR) = (Pmo – Ep)


(R+1)

- Harga teoritis saham ex Rights (Pm1) =


(Pmo x Jmlh shm sbl Right) + (Ep x Jmlh shm Rights yg bisa dibeli)

22 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Jmlh saham sbl Right + Jmlh shm Rights yg bisa dibeli
 Pmo = Kurs saham sebelum Rights
 Ep = Exercise price, atau harga realisasi, atau harga pelaksanaan Rights
 Pm1 = Kurs teoritis saham setelah Rights (saat saham diperdagangkan kembali di
Bursa Efek)
 R = Ratio antara jumlah saham yang dimiliki dengan jumlah (hak) saham Rights
yang bisa dibeli.
Contoh perhitungan Rights;
Outstanding shares PT BA berjumlah 50 juta saham @ nom. Rp 1.000,- dengan kurs Rp
25.000,- per saham. Untuk pengembangan dibutuhkan dana Rp 100 milyar. RUPSLB
memutuskan untuk melakukan Rights issue dgn exercise price Rp 5.000,- per saham.
Ditanya;
a. Jumlah saham baru yang bisa diterbitkan.
b. Rasio/nisbah antara saham lama dengan saham baru.
c. Harga teoritis Rights dan harga teoritis saham ex Rights
d. Kapitalisasi pasar saham PT BA, setelah Rights issue.
e. Jika Bobby memiliki 20 lot saham PT BA, dengan mengisi kolom berikut ini, hitunglah;
• Jumlah saham rights/baru bisa dibeli;
• Dana yang harus disiapkan;
• Nilai saham Bobby, jika ia laksanakan hak, dan ia menjual/abaikan haknya;
• Laba jika ia menjual haknya, dan rugi jika ia abaikan haknya
• Apa yang terjadi dengan kepemilikan sahamnya; jika ia menjual haknya, atau
mengabaikan haknya.

Tindakan Saham Dana Laba (rugi) Kekayaan


rights/baru yang stlh Rights
disiapkan

Laksanakan
hak

Jual hak

Abaikan hak

23 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


• Jawab;
a. Saham baru yang diterbitkan = Rp 100 milyar  = 20 juta saham
Rp 5.000,-

b. Rasio atau nisbah ( = R) = 50 juta  = 5 : 2


20 juta
c. Harga teoritis Rights = Pmo – Ep  = Rp 25.000,- minus Rp 5.000,-
R+1 5/2 + 1

 = Rp 20.000,-  = Rp 5.714,29
7/2
Harga teoritis saham ex Rights;
(Pmo x Jmlh shm sbl Right) + (Ep x Jmlh shm Rights yg dibeli)
Jmlh saham sbl Right + Jmlh shm Rights yg dibeli
 = (Rp 25.000,- x 5) + (Rp 5.000,- x 2)
5+2
 = Rp 135.000,-  = Rp 19.285,71  = Rp 19.300,- (rounded)
7
Checking; Rp 5.714,29 + Rp 19.285,71 = Rp 25.000,-
d. Kapitalisasi saham stlh Rights = 70 juta x Rp 19.300,- = Rp 1.351 milyar

e Jika Bobby memiliki 20 lot saham (= 10.000 saham) PT BA;


1. Saham rights yang bisa dibeli =
10.000 x 2 = 4.000 saham
5
2. Dana yang harus disiapkan untuk memberli saham rights =
4.000 x Rp 5.000,- = Rp 20.000.000,-
3. Nilai saham setelah Rights issue;
- jika hak dilaksanakan = (10.000 + 4.000) x Rp 19.300,- = Rp 270.200.000,-
- jika hah tidak dilaksanakan/ hak diabaikan = 10.000 x Rp 19.300,- = Rp 19.300.000,-
4. Laba; jika ia jual haknya = 4.000 x Rp 5.714,29 = Rp 22.857.160,-
Rugi; jika ia abaikan haknya = 4.000 x (Rp 5.714,29) =
(Rp 22.857.160,-)

24 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


5. Jika Bobby menjual haknya atau mengabaikan haknya. jumlah saham milik Bobby
tetap, namun % tasenya menurun,
semula 10.000 x 100% = 0,02%
50.000.000
menjadi 10.000 x 100% = 0,014%
70.000.000
Tindakan Saham Dana yang Laba (Rugi) Kekayaan
baru disiapkan Rp stlh Rights

Laksanan 4.000 Rp 20 jt - Rp 270,2 juta


hak

Jual hak - - 22,857.160,- Rp 193 juta

Abaikan - - (22,857.160,-) Rp 193 juta


hak

2.12 Waran
Waran adalah salah satu instrumen derivatif di pasar finansial yang cukup penting.
Pemegang waran memiliki HAK (rights) untuk memesan suatu efek (saham atau obligasi)
terlebih dahulu pada exercise price dibandingkan dengan mereka tidak memilikinya.

Dengan demikian, pemilik waran mempunyai hak membeli efek (sekuritas) sesuai
dengan emiten yang menerbitkannya pada periode dan tanggal tertentu, dengan harga tertentu,
dalam jumlah tertentu. Pemilik waran tidak dibebani kewajiban apapun dalam transaksi
sahamnya. Waran sering disebut anak saham oleh para praktisi pasar modal.
Waran sendiri memiliki masa aktif sejak 1st exercise-nya yang berarti sebelum tanggal
penebusannya, waran tidak dapat ditebus. Namun waran bebas diperjual-belikan di pasar modal
layaknya saham sehingga waran ada yang berlikuiditas cukup baik. Karena dapat
diperdagangkan, maka harga waran pun dapat berfluktuasi naik dan turun, pada umumnya
berkorelasi positif dengan harga saham induknya. Hal ini tentu dapat dipahami karena saham
induk berperan sebagai underlying asset-nya.
Secara teknis kode waran hampir sama dengan kode emiten-nya, yaitu hanya ditambah
huruf “W” di belakang kode sahamnya. Misalnya waran untuk saham Bakrie Telekomunikasi
yang kodenya BTEL, maka warannya BTEL-W dan seterusnya.

25 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Karakter waran mirip dengan call option. Namun sekarang berkembang waran dengan
karakter put option juga. Waran memiliki masa berlaku penebusan (exercise) namun biasanya
lebih lama dibanding rights pasar modal lainnya. Pada umumnya waran dapat ditebus hingga 3
tahun dan apabila lebih dari masa berlakunya maka dianggap hangus atau pemegang waran
kehilangan haknya. Rights lainnya pada umumnya hanya berlaku sekitar sekitar 3 bulan saja.
Selanjutnya Waran juga mencantumkan exercise ratio pada excercise price tertentu.
Seperti halnya option lainnya, pada saat exercise posisi waran dibagi menjadi 3
klasifikasi, yaitu In The Money, At The Money atau Out The Money. In The Money adalah
suatu posisi di mana harga waran (plus harga penebusan dan administarsinya) lebih kecil dari
harga sahamnya di pasar. Artinya pemegang waran mendapatkan keuntungan karena seluruh
biaya waran masih di bawah harga sahamnya. Artinya intrinsic value waran lebih besar dari
nol.
Namun, jika situasinya terbalik, maka dinamai Out The Money karena biaya waran (plus
harga penebusan dan administrasinya) melebihi harga saham pada saat di-exercise sehingga
pemegang waran mengalami kerugian. Artinya intrinsic value waran lebih kecil dari nol.
Namun, pemegang waran mempunyai hak untuk tidak meng-exercise warannya jika dianggap
merugikannya. At the Money adalah posisi yang tidak menguntungkan maupun merugikan
pemegang waran (intrinsic value waran sama dengan nol).
Dalam praktiknya, harga waran dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: 1. kinerja
keuangan, 2. prospek bisnis emiten di masa depan, 3. kualitas manajemen, 4. situasi makro
ekonomi, 5. stabilitas politik dan 6. persepsi pelaku pasar terhadap emiten waran tersebut. Di
samping itu, harga waran juga tergantung pada penggunaan dana hasil waran oleh emiten serta
harga penebusan (exercise) waran tersebut.
 Harga Waran Berfluktuasi
Selama menunggu first exercise-nya, waran yang diperdagangkan biasanya naik cukup
signifikan terkadang melebihi kenaikan sahamnya, namun menjelang tanggal exercisenya
harganya sering mengalami penurunan terlebih dahulu. Para traders waran sering
memanfaatkan siklus seperti ini untuk mencari keuntungan sesaat, sebaliknya para investor
jangka panjang tetap hold sampai exersise-nya.
Penurunan harga waran jelang exercise-nya hanyalah bersifat temporari dan teknikal
saja karena para traders biasanya melakukan profit taking untuk merealisasikan keuntungannya.
Jika kinerja keuangan, kualitas manajemen dan prospek bisnis emiten cukup baik dan
menjanjikan, maka harga saham maupun warannya kembali naik mencari harga wajarnya.

26 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Siklus kembali terulang, di mana waran mendekati masa expired date-nya, maka harganya
kembali turun dan berulang seperti masa first exercise-nya. Kemudian akan naik lagi jika long
term performance emiten menjanjikan prospek bisnis yang baik. Di samping itu, ada juga waran
gratis yang diberikan kepada pemegang saham. Biasanya diberikan sebagai "pemikat" investor
saat perusahaan melakukan penawaran perdana kepada publik (Initial Public Offering) atau
diberikan cuma-cuma pada saat perusahaan melakukan rights issue.
Agustus 1990 Citicorp Hk menerbitkan Obligasi dengan 144 000 Waran. Setiap Waran
dapt digunakan untuk membeli 50 saham Astra Int’l Tbk dengan harga realisasi Rp 24.700,-
(saat emisi, kurs Astra Int’l Tbk Rp 25.000,-, dan kurs US$ 1 = Rp 1.850,-). Masa realisasi
Waran dari tanggal 9 Juni’92 s/d 9 Agustus’93. Kurs emisi Waran US$ 215.-
• Untuk dapat memenuhi kewajiban, Citicorp harus memiliki saham Astra Int’l Tbk
sebanyak 144.000 x 50 = 7.200.000 saham.
• Biaya emisi Waran US$ 215.- dibagi 50 = US$ 4,30 (eq. Rp 7.955,-)
• Saat realisasi waran (9 Juni’92 s/d 9 Agt’93), dari sudut pandang pemilik Waran kurs
Astra Intl’l Tbk harus lebih tinggi dari kurs saat emisi puls biaya emisi (Rp 25.000,- +
Rp 7.955,- = Rp 32.655,-)
• Waran memiliki Nilai Teoritis dan Nilai Spekulatif
Nilai Teoritis Waran/NT = P1 - R
Nilai Spekulatif Waran/ NS = Wo – NT
P1 = Kurs saham setelah emisi Obligasi/saham Preferen
Po = Kurs saham saat emisi Obligasi/saham Preferen
R = Harga realisasi
Wo = Harga perdagangan waran
Contoh perhitungan Waran
• 1. PT.Setia Usaha Tbk. menerbitkan Obligasi dengan Waran yang dapat dilepas. Jangka
waktu Waran 5 tahun, setiap Waran dapat digunakan untuk membeli 1 lembar saham
PT Setia Usaha Tbk dengan harga REalisasi Rp 2.500,- (saat emisdi Obligasi, kurs PT
Setia Usaha Tbk. Rp 2.100,- dan Waran diperdagangkan secara terpisah dengan harga
Rp 700,-. Beberapa bulan kemudian kurs saham PT Setia Usaha nail menjadi Rp 3.000,-
Ditanya;
a. Berapa Nilai Teoritis Waran
b. Berapa Nilai Spekulatif Waran
Jawab:

27 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


a. Nilai Teoritis Waran ; NT = P1 minus R
= Rp 3.000,- minus Rp 2.500,-
= Rp 500,- (diperdagangkan : Rp 700,-)
B. Nilai Spekulatif Waran; NS = Wo minus NT
= Rp 700,- minus Rp 500,-  = Rp 200,-

2.13 Perbedaan Rights dengan Warrant


RIghts Warrant

• Sekali pakai • Bisa dipakai berulang, jika banyak bisa direalisasi


• Jgk. waktu singkat (1 minggu) sebagian sebagian
• Harga realisasi < kurs di Bursa • Jgk. waktu panjang (5 – 10 thn)
• Realisasi spt European-options • Harga realisasi > kurs di Bursa
• Diberikan kepada existing shareholders • Realisasi spt American-options
• TIdak selalu diberikan kepada existing shareholders
(Ketentuan sekarang ini; Emisi Obligasi yang diterbitkan
dengan Warrant, harus mendahulukan existing shareholders)

2.13 Convertible Bonds (Obligasi Konversi)


Convertible Bonds (Obligasi Konversi atau OK); Obligasi yang dengan syarat syarat
tertentu dapat ditukarkan dengan efek lain (biasanya dengan saham perusahaan yang
menerbitkan Obligasi) dalam jumlah tertentu. OK umumnya dapat meningkat kan penjualan
Obligasi.
Persyaratan konversi yang penting;
a. Conversion ratio (rasio konversi), jumlah saham yang dapat ditukarkan dengan satu OK;
b. Conversion price/value (kurs konversi); harga underlying assets, dimana konversi bisa
dilakukan. Dapat dihitung dari rasio konversi dikalikan dengn kurs saham saat emisi OK;
c. Conversion period (masa konversi); jangka waktu yang ditentukan untuk mengkonversi OK
(pada dasarnya harus sebelum maturity date);
d. Conversion value (nilai konversi); jumlah saham x kurs saham saat dilakukan konversi
Di Bursa, OK diperdagangkan terpisah dengan saham yang dapat ditukarkan dengan OK
tersebut, sehingga terdapat dua kurs yang berbeda.
Contoh; Emisi Obligasi Konversi (OK) PT ABC.
 Total emisi : 500 lbr OK nom. Rp 50 milyar)
 Issuing price : Rp 100.000,- (a pari, atau pada harga nominal)

28 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


 Interest rate OK : 12% (tingkat suku bunga Obligasi biasa 16%
 Conversion ratio : Tiap OK dapat ditukar dgn 25 saham PT ABC
 Conversion periode : 10 tahun
 Conversion value : Rp 80.000,- (25 x Rp 3.200,- yaitu kurs saham PT ABC saat emisi
OK
Investor bersedia membeli OK dengan harga Rp 100.000,- dengan harapan kurs saham PT
ABC akan naik (bandingkan dengan harga 25 saham saat emisi OK PT ABC, kurs di Bursa Rp
3.200,- = Rp 80.000,-), Dengan demikian akan menaikkan nilai konversi. Jika OK langsung di
tukar, maka saham yang diterimanya hanya bernilai Rp 80.000,-
Kurs/harga saham naik
3 tahun setelah emisi, kurs saham PT ABC naik, menjadi Rp 6.000,- Jika sekarang ia
konversikan 1 OK menjadi saham, ia akan menerima 25 saham yang nilai konversinya 25 @
Rp 6.000,- = Rp 150.000,- (> Rp 100.000,-). Investor yang optimis, berfikir PT ABC sedang
bullish, kurs tentu akan naik lagi 2 tahun kedepan, mungkin menjadi Rp 9.000,- Jika terjadi,
artinya 1 OK @ nom. Rp 100.000,- dapat ditukar dengan 25 saham @ Rp 9.000,- = Rp 225.000,-
maka investor akan bertahan, selama kurs PT ABC tetap naik, dan selama masa konversi.
Capital Gain
Jika kurs saham PT ABC naik  kurs OK yang juga diperdagangkan di Bursa ikut naik,
karena OK merupakan derivative dari saham.
Dari kasus OK PT ABC; Saat emisi OK Rp 100,000,- yang dapat ditukar dengan 25 saham
PT ABC yang saat itu kurs nya di Bursa Rp 3.200,-
- kurs Rp 6.000,- kurs OK naik menjadi Rp 150.000,- (naik 50%)
- kurs Rp 9.000,-  kurs OK naik menjadi Rp 225.000,- (naik 125%)
OK melepaskan sifat Obligasi, seolah olah menjadi saham, bergerak bersama saham yang
mendasari (underlying-assets). Jika perusahaan growing up  kurs saham naik  kurs OK
ikut naik.
Suatu brosur Bursa Efek London tahun 1970, menulis tentang OK; “the sky is the limit”,
(batas kenaikan harga OK adalah langit), dan; “the ultimate investment medium”, (OK adalah
investasi yang paling bagus)
Mencermati kenyataan tersebut; para konsultan keuangan dan emiten berpikir; sebaiknya
investor OK jangan memperoleh keuntungan yang terlalu besar, jika kurs naik terus, perlu Call-
option bagi perusahaan yang menerbitkan OK, sehingga jika kurs saham naik terus, perusahaan
mempunyai hak untuk menarik/membeli kembali OK.

29 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Obligasi Konversi PT Astra Int’l tahun 1991, mencantumkan ketentuan Call-option tersebut
sebagai berikut;
- Call-option bagi PT Astra Int’l; Jika kurs saham mencapai 140% dari conversion price, atau
selama 20 hari berturut-turut sejak hari ulang tahun ke-4 emisi OK, maka PT Astra Int’l,
mempunyai opsi untuk meng”call” OK, artinya meminta investor untuk menukarkan OK
menjadi saham.
- Put Option bagi investor OK; Investor memiliki pilihan untuk pelu- nasan dini, tidak usah
menungggu sampai maturity date pada akhir tahun ke-3. Dalam hal ini investor OK mendapat
bunga efektif 17%.
Capital loss
Sekiranya kurs saham turun menjadi Rp 2.000,-  nilai konversi 25 @ Rp 2.000,- = Rp
50.000,- (< Rp 100.000,-). Investor pasti menahan OK. Jika dikaitkan dengan suku bunga OK,
terlihat hal yang menarik;
OK memberikan bunga 12%, atau 12% x Rp 100.000,- = Rp 12.000,- Artinya; berapapun
kurs OK yang tercatat di Bursa, OK tetap memberi kan bunga 12%.
Jika kurs OK Rp 50.000,- berarti yield (hasil/imbal beli) ;
Rp 12.000,- x 100% = 24% (bandingkan dgn kurs emisi OK Rp 100.000,-)
Rp 50.000,
Jika kurs OK Rp 50.000,- akibatnya investor akan berebut membeli OK, yang memberikan
yield 24%.
Phenomena ini akan mendorong kenaikan kurs OK, sampai kurang lebih = yield obligasi biasa
lainnya,
misalnya untuk mempermudah; kurs OK 75% (= Rp 75.000,-), jika bunga OK 12%, maka;
Rp 12.000,- x 100% = 16% (misalnya; bunga obligasi biasa di pasar + 16%)
Rp 75.000,-
Akibatnya kurs OK tidak akan turun dibawah 75%, karena saat dilunasi, OK tetap dilunasi
sebesar nilai nominal Rp 100.000,-

30 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


BAB III

ANALISIS KOMPARATIF

3.1 Perdagangan Opsi di Beberapa Negara


a. Amerika Serikat
Sejarah option telah lama dikenal dalam perdagangan namun baru pada tahun 1973
perdagangan option (standarized option) diatur dan dicatat di bursa. Bursa yang pertama kali
menjadi pelopor dalam perdagangan option dimana perdagangannya diatur dengan ketentuan-
ketentuan tertentu adalah Bursa Chicago Board Option Exchange. Bursa ini pertama kali dibuka
pada tanggal 26 April 1973 dengan memperdagangankan call option dimana sebanyak 16
saham menjadi underlying. Pada akhir tahun 1975 perdagangan option menjadi sangat terkenal
di masyarakat Amerika Serikat sehingga menarik minat bursa-bursa lain untuk mulai
memperdagangankan option. Pada saat ini perdagangan option di Amerika Serikat
diselenggarakan oleh 5 bursa yaitu Chicago Board Option Exchange (CBOE), American Stock
Exchange (AMEX), International Securities Exchange (ISE), Pacific Exchange (PCX) dan
Philadelphia Stock Exchange (PHLX).
Seperti pada perdagangan saham, perdagangan option di Amerika Serikat juga diatur
oleh Securities and Exchange Commision (SEC). Peraturan yang mengatur perdagangan
tersebut dibawah Securities Exchange Act 1934 antara lain peraturan nomer 9b-1 mengenai
option disclosure document, peraturan nomer 11Ac1-7 mengenai firm quote and trade-through
disclosure rules for options. Peraturan nomer 9b-1 mengatur antara lain penyampaian dokumen
kepada SEC yang berisi : daftar persyaratan, mekanisme pelaksanaan perdagangan option,
risiko yang diterima baik pembeli ataupun penerbit option, indentifikasi pasar dimana option
diperdagangkan, penentuan biaya perdagangan yang jelas, margin yang dibutuhkan dan pajak
yang harus dibayarkan, identifikasi menyeluruh mengenai instrumen yang dijadikan sebagai
underlying.
Chicago Board Option Exchange (CBOE) saat ini menjadi fasilitator perdagangan untuk
bermacam-macam produk derivatif salah satunya adalah memperdagangankan produk opsi
saham (equity options). Berdasarkan laporan tahunan CBOE tahun 2002, Bursa ini menguasai
32,7% pangsa pasar perdagangan opsi saham di bursa Amerika Serikat. Salah satu hal yang
diperlukan untuk melindungi kepentingan para investor adalah clearinghouse, dimana Chicago
Board Option Exchange (CBOE) menggunakan Option Clearing Corporation sebagai
penyelenggara clearinghouse. Clearinghouse sebagai bagian dari sistem perdagangan option
31 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
mempunyai tiga peranan dalam memberikan perlindungan kepada para investor. Peranan yang
pertama adalah dengan memberlakukan persyaratan yang ketat bagi anggota yang akan
melakukan perdagangan yang terlebih dahulu harus mempunyai kemampuan operasional baik
dana maupun pengalaman. Kedua adalah menjaga dan mengawasi margin deposit dari anggota
serta yang ketiga adalah menjaga dana penjaminan dari anggota.
American Stock Exchange (AMEX) merupakan salah satu bursa terbesar yang
memperdagangankan opsi call dan put, salah satu produknya adalah opsi saham dimana yang
menjadi saham acuan adalah saham-saham yang tercatat di American Stock Exchange, New
York Stock Exchange dan Nasdaq. Semua kontrak opsi saham yang diperdagangankan di jamin
oleh Option Clearing Corporation. American Stock Exchange (AMEX) menerapkan arahan
untuk saham yang akan menjadi acuan antara lain : saham yang dipegang oleh publik sekurang-
kurangnya 7 juta saham, saham tersebut dimiliki sekurang-kurangnya 2.000 pihak, volume
perdagangan saham tersebut selama 12 bulan terakhir minimal sebanyak 2,4 juta saham,
penerbit saham acuan mematuhi segala persyaratan SEC tahun 1934.
Philadelphia Stock Exchange (PHLX) yang didirikan pada tahun 1790 adalah salah satu bursa
yang memperdagangkan option di Amerika Serikat, yang saat ini memperdagangkan sebanyak
1.000 opsi saham yang tercatat di bursa tersebut. Dengan mulai berkembangnya era
komputerisasi pada tahun 1960 an dan 1970 an yang dapat mengubah setiap perilaku bisnis,
PHLX memperkenalkan system baru yang disebut PACE (Philadelphia Automated
Communication and Execution System) pada tahun 1975.
b. Hongkong
Perdagangan option di Hongkong dilakukan oleh Hongkong Exchange and Clearing
Limited (HKEx) melalui Automated Electronic Trading System (HKATS) dan harga pasar
option didistribusikan secara digital melalui information vendors dan HKEx teletext system.
Pihak yang mempunyai akses langsung ke sistem tersebut adalah anggota Bursa yang terdaftar
sebagai Anggota Bursa dalam Perdagangan Option. HKEx menjalankan suatu pasar yang
memperdagangkan option berdasarkan saham individual. Tidak ada pembatasan secara legal
mengenai pihak-pihak yang dapat melakukan perdagangan option, tetapi para broker diminta
untuk memberikan jaminan bahwa nasabahnya memahami dengan baik cara perdagangan
option dan bagaimana risikonya. Investor dapat melakukan perdagangan dengan membuka
rekening sebagai Option Trading Exchange Participants atau Option Broker Exchange
Participants Saham yang dijadikan “Underlying Stock” untuk option di HKEx adalah saham
yang likuid yaitu saham yang jumlah saham beredarnya di publik cukup besar dan jumlah

32 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


pemegang sahamnya-pun cukup banyak. Jumlah saham yang dijadikan “Underlying Stock” di
HKEx sampai saat ini adalah sebanyak 34 saham.
Kliring atas seluruh Kontrak Opsi Saham yang diperdagangkan di HKEx dilakukan oleh SEHK
Option Clearing House Ltd. (SEOCH), yaitu suatu perusahaan kliring sentral yang sepenuhnya
dimiliki oleh Bursa yaitu HKEx and Clearing Limited Group (HKEx).
Jenis option yang diperdagangkan di HKEx adalah jenis Put dan Call. Sedangkan dalam
hal exercise, model yang digunakan adalah “American Style”, dimana option dapat di-exercise
setiap saat sejak tanggal penerbitan sampai tanggal jatuh tempo. Penyerahan saham dapat
dilakukan pada saat yang sama dengan tanggal pembelian. Penyerahan juga dapat dilakukan
pada hari terakhir perdagangan. Amerycan style ini memberikan tingkat fleksibilitas yang
tinggi dan premium yang tinggi kepada para pemegang option. Kuota premium option adalah
berdasarkan harga per saham. Sedangkan perdagangan option dilakukan berdasarkan kontrak
(lot), contohnya 1000 saham Underlying per kontrak.
Jika suatu transaksi perdagangan option telah terjadi, maka saham hasil exercise harus
diserahkan/ ditransfer pada hari ke-dua ( T+2 ) setelah transaksi. Penyelesaiannya dilaksanakan
dengan cara penyerahan fisik dari saham yang menjadi Underlying Stock.
Assignment method yang digunakan adalah random assignment. Jam perdagangan option sama
dengan jam perdagangan saham Underlying. Besarnya kontrak biasanya adalah satu lot untuk
satu kontrak, namun dapat juga berbeda untuk tiap kontrak saham yang berbeda.
Dalam rangka meningkatkan likuiditas, HKEx juga menjalankan mekanisme “Market Maker”
di dalam HKATS.
c. Korea Selatan
Salah satu keberhasilan pasar modal di Korea Selatan bangkit dari krisis ekonomi yang
menimpa Asia tahun 90-an adalah keberhasilannya pihak otoritas pasar modal Korea Selatan
menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan investor. Beberapa instrumen
derivatif dikembangkan oleh Korea Selatan, antara lain: future dan option market dengan
berbagai underlying efeknya.
Dalam rangka memberikan sarana diversifikasai dalam investasi dan sebagai alat
manajemen risiko bagi para investor maka Korea Selatan melalui The Korea Stock Exchange
(KSE) pada tanggal 28 Januari 2002 meluncurkan single stock option (kontrak option atas
saham). Terdapat 7 (tujuh) saham yang berkapitalisasi terbesar di KSE yang dijadikan
underlying stock atas transaksi option tersebut yaitu: Samsung Electronics, SK Telecom, KT,
KEPCO, POSCO, Kookmin Bank dan Hyundai Motor.

33 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Peluncuran single stock option oleh KSE diharapkan akan mengikuti kesuksesan
KOSPI 200 Option, yang sejak diluncurkan pada bulan Juli 1997 hingga sekarang telah menjadi
pasar option terbesar di dunia. Pada tahun 2002 volume perdagangan KOSPI 200 telah
mencapai 1.889,8 juta kontrak, telah terjadi kenaikan lebih dari 130 % dari tahun sebelumnya
yang telah mencapai 823,3 juta kontrak. Hal ini sama dengan rata-rata perhari terjadi
perdagangan 7,7 juta kontrak. Sementara ini sigle stock option hingga tahun 2002 baru
mencapai 57.918 kontrak atau sama dengan rata-rata 256 kontrak perhari.
Dengan type kontrak yang Eropa style, dimana setiap kontraknya terdiri dari 100 saham
underlying, KSE menggunakan metode physical delivery dalam setllement. Type settlement ini
menyebabkan kurangnya likuiditas dalam perdagangan singel stock option. Untuk
meningkatkan volume transaksi atas single stock option maka KSE berencana merubah metode
settlement menjadi cash settlement.
Saat ini, guna menunjang perdagangan single stock option, sejak bulan Juli 2002 KSE
telah memiliki suatu sistem yang dapat meningkatkan kewajaran dan integritas perdagangan.
Sistem ini dinamakan EOSS (The Equity Option Surveillance System). Dengan EOSS maka
KSE dapat memonitor secara bersamaan pola-pola transaksi dari sigle stock option dengan
underlying stocknya. EOSS dapat pula mengidentifikasi kegiatan transaksi yang tidak wajar
dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
d. Inggris
Di Inggris pasar bagi produk option berada di bursa yang secara khusus memperjual
belikan produk future dan option, yaitu di The London International Financial Futures and
Option Exchange (LIFFE). LIFFE merupakan bursa bagi produk derivative yang berkedudukan
di London, di LIFFE ini selain memperdagangkan future dan option dari Inggris juga
melingkupi pasar derivative Eropa yang tergabung dalam European Exchange Organisation
(Euronext) yang beranggotakan bursa di Paris, Amsterdam, Jerman, Belgia, Portugal dan
Inggris.
Sarana perdagangan secara elektronik di LIFFE dilaksanakan oleh LIFFE CONNECT yang
selain diselenggarakan di Inggris juga terdaftar di bursa Australia, Hong Kong, Singapore dan
United States, untuk dapat masuk ke LIFFE CONNECT harus menjadi anggota bursa dahulu
atau sebagai afiliasi dari anggota LIFFE. Sebagai sarana untuk mengeksekusi perdagangan
futures dan option dilakukan oleh the London Clearing House (LCH) yang berada di bawah
hukum the Financial Services Act 1986. Jadi prosesnya sendiri setelah semua transaksi di
LIFFE CONNECT selesai perdagangan kemudian secara administrasi dialihkan ke trading host

34 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


untuk diregister di the Trade Registration System (TRS) setiap saat pada hari bursa, setelah
diregister kemudian dialihkan ke the Clearing Processing System (CPS) untuk dilakukan
pengadministrasian penyelesaian yang dilakukan di LCH.
Untuk membedakan produk-produk dari Inggris di kelompokan dalam UK individual option
atau UK option enhancements, sementara untuk kelompok negara-negara Eropa yang
beranggotakan enam negara tergabung dalam Euronext.liffe Equity Option Product
Enhancements. Produk-produk yang diperdagangkan untuk underlying option adalah : bonds,
short term interest rates, swaps, equities and equity indices, serta commodities. Semua produk-
derivative saat ini berada di bawah payung Euronext.liffe. Euronext mengatur pasar baik yang
regulated maupun unregulated serta memfasilitasi semua kegiatan.

3.2 Perdagangan Opsi Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)


Belakangan ini telah banyak iklan mengenai pelatihan opsi. Banyak investor tergiur
akan iklan bertansaksi opsi, karena bisa menguntungkan, padahal transaksi opsi belum berjalan
benar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Opsi di BEI dikenal dengan Kontrak Opsi Saham (KOS).
Kontrak Opsi Saham (KOS) merupakan produk opsi yang diperdagangkan di Bursa Efek
Indonesia. Kontrak opsi saham (KOS) merupakan sebuah produk investasi turunan (derivatif).
Opsi (Option) dalam kontrak opsi saham menggunakan saham sebagai aset dasar (underliying
asset) opsi transaksi. Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan kontrak opsi saham
(KOS) pada tanggal 6 Oktober 2004.
BEI mendefinisikan opsi saham sebagai hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli
(call option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (underlying
stock) pada harga (strike price) dan dalam waktu tertentu.
Pada waktu itu, ada lima saham perusahaan tercatat yang menjadi saham induk untuk
perdagangan KOS di BEI:
a. PT Astra International Tbk (ASII)
b. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
c. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
d. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
e. PT. HM. Sampoerna, Tbk (HMSP)
Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tidak semua saham bisa masuk kedalam transaksi
kontrak opsi saham, ada beberapa syarat BEI yang harus di penuhi saham tersebut hingga bias

35 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


terdaftar sebagai saham yang bisa dijual belikan sebagai kontrak opsi. Syarat-syarat tersebut,
antara lain:
1. Saham yang dijadikan sebagai aset dasar opsi harus sudah terdaftar di BEI selama 12 bulan.
2. Selama 12 bulan tersebut, saham bersangkutan sudah memenuhi transaksi sebanyak 2000
kali transaksi.
3. Memiliki pergerakan saham per hari sebesar 0,5%, dengan harga saham minimal Rp.500 dan
dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 500 Milyar.
Selain hal tersebut, ada beberapa karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah
sebagai berikut:
Tipe KOS Call Option dan Put Option
Satuan perdagangan 1 kontrak = 10.000 opsi saham
Masa berlaku 1, 2, dan 3 bulan
Pelaksanaan hak (exercise) Metode Amerika (setiap saat dalam jam tertentu di hari
bursa, selama masa berlaku KOS
Penyelesaian pelaksanaan hak Secara tunai pada T + 1, dengan pedoman:
 Call option = WMA – Strike price
 Put option = strike price – WMA
Margin awal Rp 3.000.000 per kontrak
WMA (Weighted Moving Average) adalah rata-rata tertimbang dari saham acuan opsi selama 30
menit dan akan muncul setelah 15 menit berikutnya
adalah harga tebus (exercise price) untuk setiap seri KOS
Strike Price yang ditetapkan 7 seri untuk call option dan 7 seri untuk put
option berdasarkan closing price saham acuan opsi saham
diberlakukan apabila: 110% dari strike • call option, jika
Automatic exercise
WMA price 90% dari strike price • put option, jika WMA
• Senin - Kamis : 09.30 - 12.00 dan 13.30 - 16.00 WIB •
Jam Perdagangan KOS
Jum’at : 09.30 - 11.30 dan 14.00 - 16.00 WIB
Senin - Kamis : 10.01 - 12.15 dan 13.45 - 16.15 WIB
Jam Pelaksanaan Hak
Jum’at : 10.01 - 11.45 dan 14.15 - 16.15 WIB
diperdagangkan secara lelang berkelanjutan
Premium
(continuous auction market)

Pembeli (taker) dan penjual (writer) opsi saham mempunyai harapan yang berlawanan
mengenai kinerja saham induk dan karenanya juga kinerja opsi. Untuk put option, pembeli
memperkirakan harga saham akan turun, sebaliknya penjual memperkirakan harga saham akan
naik. Sedangkan untuk call option, pembeli memperkirakan harga saham akan naik, sebaliknya
penjual memperkirakan harga saham akan turun.
36 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
Contoh: Dengan keyakinan harga saham BCA akan naik, Bapak Didi memerintahkan
brokernya untuk membeli satu kontrak call option bulan Oktober pada BCA dengan strike price
Rp2.500 (kode di BEI adalah JBBCA2500).
Anggap premium opsi ini setelah proses tawar menawar di bursa adalah Rp225. Maka Bapak
Didi wajib menyediakan dana pembelian sebanyak Rp225 x 10.000 saham per kontrak =
Rp2.250.000, ditambah komisi broker.
Ada tiga aksi lanjutan yang mungkin dilakukan Bapak Didi, yaitu:
1. Opsi berakhir begitu saja tidak bernilai
Misalkan harga saham BCA pada expiration date yang jatuh pada hari terakhir bulan Oktober
adalah Rp2.200. Call option memberi hak pada Bapak Didi sebagai pemegangnya untuk
membeli saham BCA pada harga Rp2.500. Karena Bapak Didi dapat membeli BCA di pasar
saham pada harga Rp2.200, maka dia tentunya tidak akan melaksanakan hak belinya.
2. Opsi mungkin dilaksanakan
Jika harga saham BCA naik, Bapak Didi dapat melakukan exercise (melaksanakan hak belinya)
dengan membayar uang tebusan sebanyak Rp2.500 x 10.000 saham = Rp25.000.000 dan
menerima 10.000 saham BCA (penyelesian secara fisik/physical delivery).
Anggap harga BCA naik menjadi Rp2.800 sebelum jatuh tempo. Bapak Didi melaksanakan hak
beli 10.000 saham BCA pada harga Rp2.500 dan dapat segera menjualnya pada harga Rp2.800.
Bapak Didi akan memperoleh keuntungan sebesar (Rp2.800 x 10.000 saham) – [(Rp2.500 x
10.000 saham) + Rp2.250.000 pembelian opsi)] = Rp750.000 di luar komisi broker.
BEI telah menetapkan untuk tidak menggunakan penyelesaian secara fisik ketika pemegang
call option (maupun put option) melaksanakan haknya. Penyelesaian dilakukan secara tunai
dan Bapak Didi sebagai pemegang call option akan memperoleh premium exercise call per
saham secara tunai sebesar:
Premium exercise call = WMA – Strike price
WMA (weighted moving average) untuk harga saham induk adalah harga rata-rata dibobot
volume lembar yang ditransaksikan selama periode 30 menit. Di BEI, WMA ini akan muncul
setiap 15 menit setiap hari.
Sebagai contoh, anggap WMA atas saham BCA ini adalah Rp2.750. Ketika Bapak Nanda
melaksanakan haknya, dia akan memperoleh premium exercise call sebesar Rp2.750 – Rp2.500
= Rp250 dikalikan 10.000 lembar saham = Rp2.500.000.
3. Opsi dapat dijual di pasar sekunder

37 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


Jika harga saham BCA naik, nilai (harga) call option juga akan naik. Bapak Didi dapat menjual
call option yang dimilikinya kepada investor lain di pasar sekunder.
Pada perdagangan opsi ada sejenis lembaga kliring opsi (Option Clearing Corporation/OCC)
yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang
menjual opsi.
Transaksi pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC
menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli
Dari hasil penelitian yang telah di lakukan oleh Tim Studi Tentang Perdagangan, Opsi di Bursa
Efek Indonesia dapat digambarkan bahwa :
1. Pada umumnya para pelaku pasar sudah mengetahui produk derivatif berupa option
walaupun belum pernah melakukan transaksi perdagangan option di Bursa.
2. Pelaku memiliki keyakinan bahwa dengan diterapkannya transaksi stock option dapat
meningkatkan jumlah investor di Bursa Efek Indonesia.
3. Sebagian besar dari para pelaku BEI berkeinginan perlunya perdagangan stock option baik
put maupun call option dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia dengan mempertimbangkan
aspek kesiapan para pelaku ( Otoritas Pasar Modal, SRO, Investor ), adanya perangkat
hukum yang jelas yang mengatur perdagangan serta adanya sanksi yang tegas bagi
pelanggaranya, penentuan saat yang tepat untuk dimulainya perdagangan serta perlu adanya
sosialisasi mengenai option.
4. Untuk menjaga kelangsungan perdagangan dan keamanan maka saham sebagai acuan (
underlying ) harus memenuhi kriteria tertentu baik dari tingkat likuiditas, nilai kapitalisasi
pasar serta kepemilikan saham oleh investor publik serta pelaksanaan perdagangan
dilakukan di bursa efek.
5. Karena belum semua pelaku BEI mengetahui tentang perdagangan option yang memadai
maka diperlukan adanya sosialisasi yang berhubungan dengan pengetahuan dan mekanisme
perdagangan option di bursa efek.

Hal-hal Umum didalam Perdagangan Opsi Saham di BEI


1. Pelaksanaan perdagangan menggunakan fasilitas JOTS.
2. Hanya dapat dilakukan oleh AB yang sudah menjadi AK Opsi Saham KPEI
3. AB wajib terlebih dahulu menyetor agunan (Peraturan KPEI)

38 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


4. AB wajib membuka rekening Opsi Saham untuk setiap nasabah
5. AB dikenakan sanksi suspensi wajib:
6. Melakukan Transaksi Saling Hapus
7. Mengalihkan posisi terbuka tersebut kepada AB lain sesuai dengan peraturan KPEI
8. AB suspended dapat melakukan Exercise pada Hari Bursa yang sama dengan dikenakannya
suspense
Penetapan Seri KOS
1. Awal periode perdagangan ditetapkan 7 seri call dan 7 seri put option atas 1 Underlying
Stock
2. 7 seri terdiri dari 3 seri Out The Money, 3 seri In The Money, dan 1 At The Money
3. Bursa dapat menetapkan suatu seri KOS baru sebelum berakhirnya periode perdagangan
KOS, apabila:
- dilakukan Automatic Exercise atas suatu seri KOS;
- adanya Tindakan Korporasi dari Perusahaan Tercatat
Pengakhiran seri KOS
1. Apabila WMA > Batas WMA; atau
2. Berakhirnya masa berlaku; atau
3. Adanya tindakan korporasi (posisi Opsi Saham akan dilikuidasi)
Interval (Rentang Strike Price)
Closing Price *) Interval
<= Rp 1.000,- Rp 50,-
> Rp 1.000,- s.d Rp 5.000,- Rp 100,-
> Rp 5.000,- s.d Rp 10.000,- Rp 200,-
> Rp 10.000,- Rp 500,-
*) Closing Price 1 Hari Bursa sebelum dimulainya periode
perdagangan

Tawar Menawar dan Transaksi Bursa


1. Setiap order terlebih dahulu divalidasi oleh KPEI
2. Teknis perdagangan KOS sama dengan teknis perdagangan ekuitas di Pasar Reguler

Penyelesaian Transaksi Opsi Saham di BEI


Penyelesaian Transaksi Opsi Saham dilaksanakan oleh KPEI pada Hari Bursa berikutnya
setelah terjadinya Transaksi Opsi Saham (T+1)
Penghentian Perdagangan Opsi Saham di BEI
39 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)
1. Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan Opsi Saham, dalam hal:
2. JATS dan atau JOTS tidak berfungsi sebagaimana mestinya
3. adanya permintaan tertulis dari KPEI sehubungan dengan tidak berfungsinya sistem
pengendalian risiko (Risk Management System) dan atau sistem kliring KPEI
4. terjadinya Force Majeure
5. Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan atas seri KOS tertentu, karena:
6. Suspensi atas perdagangan Underlying Stock yang bersangkutan
7. Automatic Exercise atas seri KOS tersebut
8. Apabila terjadi penghentian perdagangan seri KOS karena penghentian perdagangan
Underlying Stock, AB tetap dapat melakukan Exercise dengan mengacu pada WMA yang
berlaku
9. Apabila terjadi penghentian karena JOTS tidak berfungsi, namun Underlying Stock tetap
diperdagangkan, maka:
10. Bursa tetap menerbitkan WMA sampai dengan akhir periode perdagangan seri KOS
11. AB tetap dapat melakukan Exercise
Biaya Transaksi Opsi Saham di BEI
1. AB yang melakukan Transaksi wajib membayar biaya transaksi, kliring dan penyelesaian
sebesar Rp 2.000,- per KOS
2. Transaksi Opsi Saham untuk Exercise atau Automatic Exercise hanya dikenakan biaya
transaksi kepada Taker sebesar Rp 2.000,- per KOS
3. Biaya Transaksi Opsi Saham per bulan minimum sebesar Rp 2.000.000,-
4. AB wajib menyetor dana jaminan Transaksi Opsi Saham sebesar 0,01% (nol koma nol satu
perseratus) dari nilai Transaksi Opsi Saham, untuk transaksi yang dijamin oleh KPEI
5. Kewajiban pembayaran biaya transaksi, dana jaminan dan pajak sesuai aturan perdagangan
ekuitas

Kasus Penerpan Opsi Saham pada Bursa Efek Indonesia

Contoh Kasus Opsi Saham :

40 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


 Dengan keyakinan harga saham TLKM akan naik, Seorang investor memerintahkan
brokernya untuk membeli satu kontrak call opion bulan Oktober pada TLKM dengan
strike price Rp 2.300 (kode di BEI adalah JTLKM2300).
 Anggap premium opsi ini setelah proses tawar menawar di bursa adalah Rp 200. Maka
investor wajib menyediakan dana pembelian sebanyak Rp 200 x 10.000 saham per
kontrak = Rp 2.000.000, ditambah komisi broker.
Ada tiga aksi lanjutan yang mungkin dilakukan investor, yaitu :
1. Opsi berakhir begitu saja tidak bernilai
 Misalkan harga saham TLKM pada expiration date yang jatuh pada hari terakhir
bulan Oktober adalah Rp 2.000. Call Option memberi hak pada investor sebagai
pemegannya untuk membeli saham TLKM pada harga Rp 2.300. Karena investor
dapat membeli TLKM di pasar saham pada harga Rp 2.000, maka dia tentunya tidak
akan melaksanakan hak belinya.
2. Opsi mungkin dilaksanakan
 Jika harga sama TLKM naik, investor dapat melakukan exercise (melaksanakan hak
belinya) dengan membayar uang tebusan sebanyak Rp 2.300 x 10.000 saham = Rp
23.000.000 dan menerima 10.000 saham TLKM (penyelesaian secara fisik/physical
delivery).
 Anggap harga TLKM naik menjadi Rp 2.700 sebelum jatuh tempo. Investor
melaksanakan hak beli 10.000 saham TLKM pada harga Rp 2.300 dan dapat segera
menjualnya pada harga Rp 2.500. Investor akan memperoleh keuntungan sebesar
(Rp 2.700 x 10.000 saham) – [(Rp 2.300 x 10.000 saham) + Rp 2.000.000 pembelian
opsi)] = Rp 2.000.000 diluar komisi broker.
 BEI telah menetapkan untuk tidak menggunakan penyelesaian secara fisik ketika
pemegang call option (maupun put option) melaksanakan haknya. Penyelesaian
dilakukan secara tunai dan investor sebagai pemegang call option akan memperoleh
premium exercise call per saham secara tunai sebesar:
Premium exercise call = WMA – Strike Price
 WMA (weight moving average) untuk harga saham induk adalah harga rata-rata
dibobot volume lembar yang ditransaksikan selama 30 menit. Di BEI, WMA ini
akan muncul setiap 15 menit setiap hari.

41 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


 Sebagai contoh, anggap WMA atas saham TLKM ini adalah Rp 2.600. Ketika
investor melaksanakan haknya, dia akan memperoleh premium exercise call sebesar
Rp 2.600 – Rp 2.000 = Rp 600 dikalikan 10.000 lembar saham = Rp 6.000.000
3. Opsi dapat dijual di pasar sekunder.
 Jika harga saham TLKM naik, nilai (harga) call option juga akan naik. Investor
dapat menjual call option yang dimilikinya kepada investor lain di pasar sekunder.
Manfaat :
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh investor dalam berinvestasi di Kontrak
Opsi Saham. Kontrak Opsi Saham memberikan fungsi lindung nilai terhadap saham acuan.
Dengan dana investasi yang sama atau relatif kecil, persentasi keuntungan yang dapat diperoleh
relative lebih besar dibandingkan dengan saham.
Dengan adanya produk KOS, investor memiliki pilihan untuk menempatkan dananya dalam
berbagai jenis intrumen yang pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dengan
diversifikasi.
KOS memberikan flaksibilitas waktu bagi investor, sehingga diharapkan dapat
mengambil keputusan investasi yang tidak terburu-buru dan lebih rasional. Karena dengan
berinvestasi di KOS, harga beli atau harga jual saham sudah dikunci harganya. Investor
memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pada setiap situasi pasar bila tept
memilih strateginya.
Jika investor memperkirakan harga cederung naik, dapat dipertimbangkan untuk
membeli call option. Sebaliknya, bila investor memperkirakan harga turun, dapat
mempertimbangkan untuk membeli put option

 Contoh Kasus Coverage Call Writing Strategy :


 Investor A mempunyai saham TLKM sebanyak 100 lembar, dan harga saham
TLKM sekarang adalah Rp 1.000. Nilai total yang dimiliki A adalah Rp 100.000.
Misalnya, pada saat itu call option untuk 100 lembar saham TLKM pada strike price
sebesar Rp 1.000 dapat dijual pada harga Rp 5.000
 Jika kemudian si A memutuskan untuk tetap memiliki 100 lembar saham TLKM
dan menjual satu call option, maka keuntungan (kerugian) dari strategi tersebut akan
dipengaruhi oleh harga saham TLKM pada saat expiration date.
 Pada saat expiration date, salah satu skenario berikut bisa terjadi:

42 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


a. Jika harga saham TLKM per lembar lebih besar dari Rp1.000, maka pembeli
call option akan melaksanakan opsi tersebut dan membayar pada penjual opsi
sebesar Rp5.000. Sebanyak 100 lembar saham TLKM yang dimiliki A akan
dibeli oleh pembeli opsi dengan harga Rp100.000, sehingga A akan memperoleh
uang sebesar Rp105.000. Pada kenyataannya, A bisa memperoleh pendapatan
yang lebih besar dari Rp105.000, karena A mempunyai kesempatan untuk
menginvestasikan kembali uang Rp5.000 yang didapat dari hasil penjualan opsi,
sehingga keuntungan minimum yang diperoleh A ketika harga saham TLKM
per lembar lebih besar dari Rp1.000 adalah sebesar Rp5.000 (Rp105.000 –
Rp100.000).
b. Jika harga saham TLKM sama dengan strike price (Rp1.000), maka pembeli call
option tidak akan melaksanakan opsinya, maka total nilai portofolio yang
dimiliki A adalah Rp105.000, yaitu 100 lembar saham TLKM senilai Rp100.000
dan uang sebesar Rp5.000 yang merupakan hasil penjualan opsi.
c. Jika harga saham kurang TLKM dari Rp1.000 tapi lebih besar dari Rp950, dan
pembeli opsi tidak melaksanakan opsinya, maka A akan memperoleh
keuntungan tapi jumlahnya kurang dari Rp5.000. Misalnya harga saham TLKM
per lembar pada saat expiration date adalah Rp960, maka 100 saham TLKM
yang dimiliki A nilainya turun menjadi Rp96.000. Sedangkan dari penjualan
opsi, A akan memperoleh keuntungan sebesar Rp5.000. Dengan demikian, nilai
portofolio yang dimiliki A adalah Rp101.000 atau profitnya sebesar Rp1.000.
d. Jika harga per lembar saham TLKM sama dengan Rp950, dan pembeli opsi tidak
melaksanakan opsinya, maka A tidak mendapat profit maupun rugi alias impas,
karena nilai portofolio yang dimiliki tetap Rp100.000. Seratus lembar saham
TLKM yang dimiliki A pada saat expiration date hanya bernilai Rp95.000
ditambah dengan Rp5.000 maka nilainya adalah Rp100.000 atau sama dengan
nilai portofolio sebelumnya.
e. Misalnya harga saham TLKM kurang dari Rp950, dan pembeli opsi tidak
melaksanakan opsinya, maka A akan mengalami kerugian. Misalnya harga
saham TLKM pada saat expiration date adalah Rp900 maka nilai portofolio A
hanya akan bernilai Rp95.000 (100 lembar saham TLKM dengan harga
Rp900/lembar ditambah dengan Rp5.000), sehingga A akan mengalami
kerugian sebesar Rp5.000 (Rp100.000 - Rp95.000). Kondisi paling buruk yang

43 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


bisa dihadapi oleh A adalah ketika harga saham TLKM jatuh mencapai titik nol,
di mana A akan mengalami kerugian sebesar Rp95.000 (Rp100.000 - Rp5.000).
 Keuntungan (kerugian) covered call writing strategy
Asumsi :

Portofolio awal = 100 lembar @ Rp 1.000 = Rp 100.000


Kas masuk dari penjualan opsi = Rp 5.000

Manfaatnya dari opsi saham tersebut:


 Stratergi ini dilakukan oleh investor utnuk melindungi portofolio yang dimiliki
terhadap penurunan harga saham dengan cara menjual call option terhadap saham
yang telah dimiliki dalam portofolio (investor menjual call option dan memiliki
saham yang dijadikan patokan secara fisik)
 Jika harga saham mengalami penurunan, maka investor akan mengalami kerugian
(pada posisi pemilikan saham), tetapi ia masih mempunyai kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan dari investasi kembali pendapatan yang diperoleh dari
penjualan call option.

44 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)


BAB IV

KESIMPULAN

1. Instrumen derivative adalah instrumen yang nilainya diturunkan dari nilai aset yang menjadi

dasar. Aset yang menjadi dasar tersebut bisa sangat beragam, mulai dari sekuritas (saham,

obligasi), komoditas (emas, olefin), valas, bahkan instrument derivative lainnya.

2. Options (Opsi) adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk

membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu

yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price atau harga patokan/tebus), untuk

penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date).

3. Mekanisme perdagangan opsi yaitu pihak penjual call option (melalui broker yg ditunjuk)

menyerahkan sejumlah saham yang dijadikan patokan kepada OCC dan pembeli opsi yang

akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC.

45 |SEKURITAS DERIVATIF : OPSI (OPTION)