Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Judul Praktikum : Penentuan Perbandingan Jumlah Mol


Pereaksi.

1.2 Tanggal Praktikum : 04 Mei 2017

1.3 Tujuan Praktikum : Tujuan prakti kum ini adalah untuk untuk
menentukan jumlah mol zat yang bereaksi
di dalam suatu reaksi kimia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mol


22
Menurut perhitungan, dalam satu gram besi terkandung 1,075× 10
22
atom besi. Dalam 1 mL air terkandung 3,345× 10 molekul air. Angka-angka
sebesar itu tidak efektif jika diterapkan dalam pengukuran zat-zat berskala besar.
Agar lebih aplikatif, para kimiawan menetapkan suatu satuan jumlah zat yang
menyatakan banyaknya partikel zat itu, satuan ini dinamakan mol (Sunarya,2010).
Gagasan para pakar menggunakan mol sebagai satuan untuk menyatakan
jumlah partikel dalam suatu zat merupakan gagasan bijaksana. Seperti halnya
dalam kehidupan sehari-hari, untuk menyatakan 12 buah benda dipakai satuan
lusin,untuk menyatakan banyaknya kertas dipakai satuan rim (500 lembar).
Berdasarkan kesepakatan para pakar kimia,untuk partikel yang jumlahnya
sebanyak 6,022× 1023 atau sebesar tetapan Avogadro dinyatakan sama dengan
satu mol. Dengan kata lain, satu mol setiap zat mengandung 6,022× 1023
partikel penyusun zat itu, baik atom, molekul maupun ion (Sunarya,2010).

2.2 Konsep Mol


Untuk mengetahui hubungan antara massa zat dalam satuan gram dengan
Ar atau Mr,zat ini memerlukan besaran lain,dinamakan mol.Mol adalah suatu
satuan zat yang dapat menjembatani antara massa (dalam satuan gram),jumlah
partikel dan Ar atau Mr zat itu (Sunarya,2010).
Dalam reaksi kimia terjadi perubahan suatu zat menjadi zat lain,seperti :
Fe + S FeS 2 H 2+O2 2 H 2 O …………2.1
1at 1at 1r.s 2kul 1kul 2kul
(at : atom, kul :molekul , r.s :rumus senyawa)
Artinya dalam 1 atam Fe bergabung (bersenyawa) dengsn 1 atom S membentuk
FeS. Seterusnya, 2 molekul H2 dan 1 molekul O2 menjadi 2n molekul
H 2 O . Dengan kata lain, reaksi kimia adalah reaksi antara partikel-partikel
pereaksi menjadi partikel hasil reaksi. Jumlah partikel tersebut mempunyai
perbandingan tertentu dan tetap (Syukri,1999).
Dengan mereaksikan suatu zat dengan zat lain, kita harus mengambil
jumlah partikel pereaksi sesuai dengan perbandingannya. Akan tetapi kita tidak
mungkin menghitung atom atau molekul satu-persatu karena sangat kecil. Yang
dapat dilakukan hanya menimbang maka harus dicari hubungan massa zat dengan
jumlah partikelnya (Syukri,1999).
Fe : H2 : H2O = massa Fe : massa H 2 : massa H2O
1 at : 1kul: 1kul = 56 : 2 : 18 =56:2:18
4 at : 4 at : 4 at = 56x4 :2x4 : 18x4 =56:2:18
1 at : 1 at :1kul = 56 g :2g : 18 g =56:2:18

massa unsur (g)


mol unsur = ……………………………………
Ar unsur
2.2

Massa senyawa
mol senyawa= ……………..
Mr senyawa
…………………..2.3

1.2.1 Massa Molar


Hubungan antara jumlah partikel dan satuan mol zat menggunakan
tetapan Avogadro digunakan untuk menghubungkan antara satuan gram dan mol
dengan menerapkan massa atom relatif atau massa molekul relatif zat itu
(Sunarya,2010).
Dari uraiana diperoleh informasi bahwa :
23
1. Di dalam 32,00 gram gas oksigen terkandung 6,022× 10 molekul
O2 .
23
2. Di dalam 12,00 gram atom karbon terkandung 6,022× 10 molekul
atom C.
3. Di dalam 3,99 gram atom helium terkandung 6,022× 1023 atom He
Di samping itu, diketahui bahwa massa molekul relatif gas oksigen adalah 32,00
dengan dan massa atom relatif karbon adalah 12,00. Berdasarkan informasi ini,
tampak adanya hubungan antara massa zat dalam satuan gram ; massa atom
relatif atau massa molekul relatif dengan jumlah partikel zat itu (Sunarya,2010).
Tabel 2.1 Perbandingan massa molar
Zat Massa (gram) Jumlah Partikel Ar/Mr
O2 32,00 6,022× 1023 32,00
molekul O2
C 12,00 6,022× 1023 12,00
atom C
23
He 3,99 6,022× 10 3,99
molekul He

Dari tabel di atas dapat dimaknai sebagai berikut :


1. Satu mol zat sama dengan massa zat yang jumlahnya sebanyak bilangan
Ar atau Mr.
2. Nilar Ar atau Mr suatu zat menunjukkan massa zat yang mengandung
23
jumlah partikel sebanyak 6,022× 10 atau sebesar satu mol
(Sunarya,2010).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa massa (gram) suatu zat yang
besarnya sama dengan massa atom relatif untuk zat berupa atom,atau sebesar
massa molekul relatif untuk zat berupa molekul atau senyawa ion adalah
bessarnya massa (gram) untuk satu mol zat. Massa satu mol zat dinamakan massa
molar disingkat Mm (Sunarya,2010).
2.2.2 Pengubahan Massa dari Mol
Jumlah mol suatu zat A dari massa zat A dapat ditentukan dengan
menggunakan massa molar (Sunarya,2010).
1 mol A
Mol zat A=Massa A × …………………………
Massa Molar A
2.4

Penyusunan ulang untuk persamaan di atas dapat digunakan untuk


menentukan massa zat A yang sama dengan jumlah zat A dalam satuan mol
(Sunarya,2010).

1 mol A
Massa zat A=Mol A × ….
Massa Molar A
…………………………2.5

2.2.3 Pengubahan Volume dan Massa melalui Kerapatannya


Kerapatan atau massa jenis didefinisikan sebagai massa per
volume.Persamaan tersebut dapat disusun ulang guna mencari massa suatu zat dan
kerapat dari volume yang massa dan kerapatannya diketahui (Sunarya,2010).
Massa=Kerapatan ×Volume .………………….…………2.6
Massa
Volume= ………………………………2.7
Kerapatan
Banyak permasalahan dalam stoikiometri dianggap sukar oleh sebagian siswa,
tetapi sesungguhnya tidak begitu rumit asalkan kata kunci diketahui.Kata kunci
dari stoikiometri adalah mengubah satuan suatu zat (baik gram, volume atau
jumlah partikel) menjadi mol (Sunarya,2010).
2.3 Perhitungan Stoikiometri

Pada pembicaraan sebelumnya telah diterangkan bahwa koefisien dalam


persamaan kimia menyatakan jumlah molekul, bukan massa molekul. Yang
penting dalam perhitungan reaksi kimia adalah menuliskan persamaan kimia-
kimia yang seimbang (Sastrohamidjojo,2001).

Contoh,reaksi propane dengan oksigen membentuk CO2 dan H2O

C3 H 8 (g) +5 O2(g ) 3 CO 2( g )+ 4 H 2 O(g ) ………………..2.8

Reaksi ini berarti 1 mol C3 H 8 akan bereaksi dengan 5 mol O2


menghasilkan 3 mol CO2 dan 4 mol H 2 O .Berapa massa O2 akan
bereaksi dengan 96,1 g propane.Berapa mol propana yang terdapat dalam 96,1 g
propana (Satrohamidjojo,2001).

Banyaknya mol propana yang dihitung sebagai berikut :


1 mol C 3 H 8
96,1 gr C 3 H 8 × =2,18 mol C3 H 8 ………...
44,1 gC 3 H 8
………….2.9
Dan persamaan diketahui 5 mol O2 dibutuhkan untuk setiap mol C3 H 8 .
Jumlah mol yang dibutuhkan :
5 mol C3 H 8
2,18 mol C3 H 8 × =10,9 mol C3 H 8 …………………2.10
1mol C 3 H 8
Massa O2 yang diperlukan untuk bereaksi dengan 96,1 g propana adalah
32,0 g C 3 H 8
10,9 mol C3 H 8 × =349 g O2 ………………….2.11
1 mol C3 H 8
Dari persamaan dapat diketahui bahwa 3 mol CO2 dihasilkan untuk
setiap mol C3 H 8 yang bereaksi hingga jumlah mol yang dihasilkan adalah
3 mol CO 2
2,18 mol C3 H 8 × =6,54 mol CO 2 ……...………….2.12
1mol C 3 H 8
Massa CO2 yang dihasilkan
44,0 g CO 2
6,54 mol CO 2 × =288 g CO 2 …………………
1 mol CO2
2.13

2.4 Cara Menentukan Mol Zat di Laboratorium


Dalam percobaan,sering diperlukan zat dengan jumlah mol
tertentu,misalnya 2 mol , 0,5 mol dan sebagainya.Di laboratorium, biasanya
tersedia zat dalam keadaan murni atau campuran. Zat murni biasanya berupa
padatan atau cairan, sedangkan campuran dalam bentuk larutan atau koloid
(Syukri,1999).
Untuk mengambil zat murni yang padat atau cairan sebanyak n mol,
diperlukan zat tersebut sebanyak n Mr gr. Contoh jika dibutuhkan 0,5 mol
NaOH,maka harus ditimbang zat sebesar 0,5 × 40 g = 20 g, karena zat padat
mudah ditimbang. Jika dibutuhkan 2,5 mol air,maka harus diambil air sebanyak
2,5 × 18 g = 45 g. Untuk menambahkan air sedikit-demi sedikit sampai
pertambahannya 45 g. Selain itu, massa cairan juga dapat ditentukan dengan
mengukur volume bila diketahui kerapatannya (volume = massa : kerapatan ).
Karena kerapatan air =1,00 gr mL-1 , maka volume 45 gr air adalah 45 mL yang
berarti sebesar 2,5 mol. Walaupun dalam laboratorium tidak tersedia zat dalam
bentuk gas murni, tetapi dapat dibuat atau dihasilkan dari suatu reaksi.
Menimbang suatu gas cukup sulit, karena memerlukan wadah khusus (tertutup
rapat). Yang agak mudah adalah mengukut volume, tekanan dan suhunya. Volume
dapat dihitung dari volume bejana, sedangkan tekanan dan suhu diukur masing-
masing dengan manometer dan termometer. Persamaan gas ideal dapat dipakai
untuk menghitung molnya (Syukri,1999).
PV
PV =nRT atau n= .
...............................................2.14
RT
Contoh :
12,31 gas oksigen pada suhu 27 ℃ mempunyai tekanan 1,5 atm.Tentukan
a).mol gas oksigen dan,b).massa oksigen
Jawab :
a). T = 27 ℃ + 273 = 300 K b). 0,75 mol O2 = 0,75 × 32 g
¿ 23 g
PV
n=
RT
1,5 ×12,3
n=
0,082 ×300
n = 0,75 mol
2.5 Menentukan Perbandingan Mol dan Rumus Kimia
Apabila kita ingin mendapat perbandingan mol dari suatu rumus kimia
haruslah ingat bahwa perbandingan mol adalah sama dengan perbandingan atom.
Misalnya perbandingan mol pada C2 Cl6 (Brady,1999).
Perbandingan atom Perbandingan mol
2 atom C 2mol C
atau
2 atom Cl 6 mol Cl
.........................................2.15
Perbandingan atom dalam rumus kimia seperti C2 Cl6 membuat
sejumlah perbandingan mol yang berguna untuk membentuk faktor konversi yang
dapat dipakai dalam memecahkan soal. Tentu kita lihat salah satu yang dapat
ditulis sebagai :
2 atomC 6 mol Cl
atau
6 atomCl 2mol C
.........................................2.16
Ada juga yang lainnya.Rumus ini menyatakan bahwa 1 molekul
C2 Cl6 mengandung 2 atom C dan 6 atom Cl. Kita dapat mengubahnya
langsung ke mol.1 mol C2 Cl6 mengandung 2 mol C dan 6 mol Cl.Ini akan
memberikan dua macam ekivalen (Brady,1999).
1 mol C2 Cl6 ↔2 mol C ................................................2.17
1 mol C2 Cl6 ↔6 mol Cl ................................................2.18
Dengan kata lain, setiap saat kita mempunyai satu molekul dari C2 Cl6 akan
ada 2 mol atom karbon di dalamnya dan setiap waktu kita mempunyai satu mol
C2 Cl6 akan ada 6 mol atom klor di dalamnya. Hal ini yang kita artikan dengan
ekivalen ( ↔ ).Seperti telah digambarkan sebelumnya, ekivalen ini dapat
digunakan untuk membentuk faktor konversi ( Brady,1999).
1 mol C 2 Cl 6 1 mol C 2 Cl 6
atau
2 mol C 6 mol Cl
.........................................2.19

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat-Alat
Adapun alat-alat yang dipergunakan dalam praktikum adalah
1. Tabung reaksi 10 buah
2. Rak 1 set
3. Penggaris 1 buah
4. Gelas ukur 5 mL 1 buah
3.1.2 Bahan-Bahan
Adapun bahan-bahan yang dipergunakan dalam praktikum adalah
NO
1. Larutan Pb(¿¿ 3)2 0,1 M 50 mL
¿
2. Larutan KI 0,1 M 50 mL
3. Larutan K 2 Cr 2 O4 0,1 M 50 mL

3.2 Prosedur Kerja


Adapun prosedur kerja yang harus kita ikuti adalah
NO
1. Dimasukkan larutan Pb(¿¿ 3)2 0,1 M dan larutan KI 0,1 M ke dalam 5
¿
buah tabung reaksi,dengan volume berikut :
Tabung A B C D E
NO
Pb(¿¿ 3)2 0,1 M 1 3 5 7 9
¿
KI 0,1 M 9 7 5 3 1
2. Dikocok tiap-tiap campuran kemudian biarkan endapan turun selama
lebih kurang 20 menit.
3. Diukur tinggi endapan menggunakan penggaris.
4. Diulangi cara kerja di atas dengan menggantikan larutan KI dengan
K 2 Cr 2 O4 0,1 M

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Adapun hasil dari praktikum ini dapat dilihat pada tabel 4.1 dan tabel 4.2
NO
Tabel 4.1 Hasil pengamatan Pb(¿¿ 3)2 + KI
¿
Tabung A B C D E
NO 1 3 5 7 9
Pb(¿¿ 3)2
¿
KI 9 7 5 3
Tinggi 0,6 0,8 0,5 0,4 0,3
endapan
Warna Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning
endapan pekat pekat pekat pekat pekat

NO
Tabel 4.2 Hasil pengamatan Pb(¿¿ 3)2 + K 2 Cr 2 O4
¿
Tabung A B C D E
NO 1 3 5 7 9
Pb(¿¿ 3)2
¿
K 2 Cr 2 O4 9 7 5 3 1
Tinggi 0,6 0,7 0,5 0,4 0,3
endapan
Warna Orange Orange Orange Orange Orange
endapan

4.2 Pembahasan
NO
Pb(¿¿ 3)2(aq) +2 K I (aq) PbI 2(s) +2 KNO3 (aq)
¿
NO
Pada Pb(¿¿ 3)2 ditambah KI dengan perbandingan 1 : 9 dan tinggi
¿
endapan 0,6 cm berwarna kuning, perbandingan 3 : 7 warna endapan kuning
setinggi 0,8. Perbandingan 5 : 5 warna endapan kuning dengan tinggi endapan 0,5
cm. Pada perbandingan 7 : 3 endapan berbentuk serbuk kecil dan tidak merata,
warnanya kuning keruh. Endapan ini kira-kira 0,4 cm.Pada perbandingan 0,3
cm.Pada percobaan ini, tingginya tingkat perbandingan volume sangat
berpengaruh pada endapan yang diperoleh. Jumlah reaktan sangat berpengaruh
dengan endapan yang dihasilkan. Contohnya bisa kita lihat pada perbandingan

NO
Pb(¿¿ 3)2+ KI 1 : 9 dengan endapan 0,6 cm dan jika dibandingkan dengan 9 :
¿
1 endapannya hanya 0,3 cm.
NO
Pb(¿¿ 3)2+ K 2 Cr 2 O 4 Pb Cr 2 O4 +2 KNO3
¿
NO
Pada Pb(¿¿ 3)2+ K 2 Cr 2 O 4 ,perbandingan 1 : 9 endapan yang
¿
terbentuk 0,6 cm dengan warna endapan orange, perbandingan 3 : 7 endapan
setinggi 0,7 cm dengan warna endapan orange, perbandingan 5 : 5 terbentuk
endapan setinggi 0,5 cm dengan warna endapan orange, perbandingan 7 : 3
endapan yang terbentuk setinggi 0,4 cm dan pada perbandingan 9 : 1 endapan
yang terbentuk sebesar 0,3 cm. Pada percobaan ini juga membuktikan bahwa
perbandingan jumlah mol pereaksi sangat berpengaruh pada endapan dan hasil
reaksi atau produk yang dihasilkan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dan percobaan di atas,maka dapat diambil
beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut :
1. Penentuan jumlah mol zat yang bereasksi di dalam suatu reaksi kimia
sangat besar pengaruhnya bahwa perbandingan jumlah mol yang bereaksi
sangat menentukan jumlah mol hasil reaksi.
2. Penentuan perbandingan volume reaktan sangat berpengaruh juga
terhadap hasil endapan.
3. Semakin tinggi atau semakin rendah perbandingan maka semakin rendah
dan semakin tinggi pula hasil dari reaksi tersebut.
4. Reaksi yang terjadi pada percobaan tersebut adalah :
NO
Pb(¿¿ 3)2(aq) +2 K I (aq) PbI 2(s) +2 KNO3 (aq)
¿

NO
Pb(¿¿ 3)2(aq) + K 2 Cr2 O 4 (aq) Pb Cr 2 O4 (s) +2 KNO3 (aq )
¿

5.2 Saran
Semoga dengan percobaan ini mahasiswa lebih paham tentang
perbandingan jumlah mol dan dapat diaplikasikan pada percobaan selanjutnya.
Dalam melakukan percobaan ini sebaiknya menggunakan perlengkapan
laboratorium yang lengkap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA

Brady,E.James.1999.Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Binarupa


Aksara

Sastrohamidjojo,Hardono.2001.Kimia Dasar.Yogyakarta:Gadjah Mada


University Press

Sunarya,Yayan.2010.Kimia Dasar 1.Bandung :Yrama Widya

Syukri.1999.Kimia Dasar 1.Bandung : Penerbit ITB