Anda di halaman 1dari 1

Hasil dan Pembahasan

1.1 Identifikasi umum terhadap Minyak Atsiri.


a. Pada saat meneteskan minyak pada permukaan air, minyak atsiri tidak
menyebar dan permukaan air tidak keruh, hal ini dikarenakan minyak tidak
larut dalam air pengamatan menunjukkan bahwa minyak atsiri lebih cepat
menyebar dalam air dengan tidak menunjukkan perubahan warna (warna
tetap bening).Minyak atsiri memiliki sifat menguap
b. Pada perlakuan selanjutnya, dilakukan pengujian minyak atsiri diteteskan
pada kertas saring. Hasil pengamatan menunjukkan kertas saring yang
ditetesi minyak atsiri lebih cepat menguap dan tidak meninggalkan bekas
noda atau noda bening. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa
minyak atsiri bersifat volatil atau mudah menguap, utamanya pada suhu
kamar
c. Pada percobaan minyak atsiri yang ditambahkan dengan NaCl jenuh akan
mengakibatkan berkurangnya volume minyak atsiri, hal tersebut karena
minyak atsiri tersebut tereduksi oleh NaCl menyebabkan terseduksinya
minyak atsiri oleh senyawa NaCl tersebut.
d. Daya larut minyak atsiri
Etanol : 10 tetes
Petroleum eter : 6 tetes
Kloroform : 5 tetes
Dari uraian hasil di atas menunjukkan bahwa minyak atsiri lebih bersifat
lebih mudah larut dalam kloroform dan petroleum eter dari pada dalam
etanol. Dapat pula dipengaruhi oleh kepolaran pelarut terhadap minyak
atsiri, di mana minyak atsiri yang bersifat nonpolar dapat lebih mudah
larut dalam kloroform yang bersifat semi polar dan petroleum eter yang
non polar dari pada etanol yang bersifat polar.
1.2 Identifikasi komponen khusus dalam minyak atsiri
a. Uji Osazon pada Oleum Cinnamomi
Setelah diamati menggunakan mikroskop dengan 2 tetes fenilhidrazin
hidroklorida terlihat berbentuk kristal seperti jarum Uji osazon untuk
oleum cinnamomi terbentuk kristal osazon bentuk jarum Oleum
cinnamomi adalah minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap kulit
batang dan kulit cabang kayu manis

Kesimpulan
1. Minyak atsiri bersifat menguap
2. Larut dalam pelarut organik
3. Mudah menguap pada suhu kamar