Anda di halaman 1dari 12

RESUME BAB I

Analisis Laporan Keuangan

Nama : Vidia Ainnie

NIM : 1502120667

Tugas Matakuliah Analisis Laporan Keuangan

Analisis Bisnis

a. Pengantar analisis bisnis

Analisis laporan keuangan merupakan bagian dari analisis bisnis. Analisi bisnis
merupakan evaluasi atas prospek dan risiko perusahaan untuk tujuan pengendalian
keputusan bisnis. Analisis bisnis membantu dalam pembuatan keputusan berdasarkan
informasi dengan membantu struktur tugas keputusan melalui evaluasi atas lingkungan
bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya.

Pembahasan ini mengacu pada sejumlah ukuran kinerja keuangan seperti margin
laba operasi, imbal hasil aset dan imbal hasil atas ekuitas. Bab ini juga mengacu pada
beberapa rasio penilaian seperti rasio harga terhadap laba dan rasio harga terhadap nilai
buku, yang ditampilkan untuk mengukur bagaimana pasar saham menilai kinerja suatu
perusahaan. Dan Laporan keuangan menyediakan informasi yang dapat diandalkan
untuk analisis keuangan seperti hal tersebut.

Laporan keuangan mencerminkan bagaimana perusahaan memperoleh sumber


dayanya (pendanaan), dimana dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan
(investasi), dan seberapa efektif sumber daya tersebut digunakan (profitabilitas operasi).

kegunaan laporan keuangan :

- Banyak individu dan organisasi menggunakan laporan keuangan untuk


memperbaiki keputusan bisnis
- Investor dan Kreditor menggunakannya untuk menilai prospek perusahaan
dalam keputusan investasi dan pinjaman.
- Dewan direksi menggunakan laporan keuangan untuk memonitor keputusan dan
tindakan manajer
- Karyawan dan serikat kerja menggunakan laporan keuangan untuk negosiasi
tenaga kerja
- Pemasok menggunakannya untuk menentukan jangka waktu kredit.
- Penasihat investasi dan informan menggunakan laporan keuangan untuk memuat
rekomendasi jual-beli dan untuk pemeringkatan kredit
- Bankir investasi menggunakan laporan keuangan untuk menentukan nilai
perusahaan pada IPO, merger, dan akuisisi.

Namun, ringkasan informasi dalam laporan keuangan sajantidak cukup untuk digunakan
sebagai dasar dalam membuat keputusan investasi atau keputusan kebijakan. Jawaban
mengenai prospek dan risiko perusahaan memerlukan analisis atas infromasi kualitatif
tentang rencana bisnis perusahaan maupun informasi kuantitatif tentang posisi dan
kinerja keuangannya. Analisis dan interpretasi informasi yang tepat sangat penting
untuk analisis bisnis yang baik. Inilah peran analisis laporan keuangan. Dengan
analisis ini, seorang analis akan lebih baik dalam memahami dan menginterpretasikan
informasi keuangan kualitatif dan kuantitatif sehingga dapat ditarik kesimpulan yang
dapat diandalkan mengenai prospek dan risiko bisnis perusahaan.

b. Jenis-Jenis Analisis Bisnis

Tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan keputusan bisnis dengan


mengevaluasi informasi yang tersedia mengenai situasi keuangan perusahaan,
manajemennya, rencana dan strateginya, serta lingkungan bisnisnya.

Adapun jenis-jenis analisis bisnis adalah sebagai berikut :

Analisis Kredit

Kreditor meminjamkan dana kepada perusahaan dengan imbal hasil atas janji
pembayaran kembali berupa bunga. Kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk
karena berbagai tujuan.

 Kreditor perdagangan atau kreditor operasi : menyerahkan barang dan jasa


kepada perusahaan dan berharap pembayaran dalam jangka waktu yang wajar,
sering kali ditentutkan dengan norma industri. Sebagian kredit ini berjangka
pendek. Kreditor dagang menerima imbal hasil dari margin laba atas bisnis yang
di transaksikan
 Kreditor non perdagangan atau pemegang utang : menyediakan pendanaan
kepada perusahaan dengan imbal hasil berupa janji, biasanya tertulis, atas
pembayaran disertai bunga ada tanggal tertentu di masa mendatang. Dapat
berjangka panjang ataupun berjangka pendek dan muncul dalam berbagai
transaksi.

Analisis kredit merupakan evaluasi kelayakan kredit perusahaan. Kelayakan kredit


adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama
analisis kredit adalah risiko, bukan profitabilitas. Hal ini mencakup analisis
likuiditas maupun solvabilitas.
Likuiditas : kemampuan perusahaan untuk memperoleh uang tunai dalam
jangka pendek untuk memenuhi kewajiban. Likuiditas bergantung pada aset
lancar dan liabilitas jangka pendek.

Solvabilitas : kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan dan


kemampuan membayar kewajiban jangka panjang. Hal ini bergantung pada
profitailitas jangka panjang dan struktur modal ( pendanaan ) perusahaan.

Analisis Ekuitas

Investor ekuitas menyediakan dana kepada perusahaan dengan imbal hasil atas
risiko dan manfaat kepemilikan. Investor ekuitas dalah penyedia utama pendanaan
perusahaan. Ekuitas atau modal saham menawarkan bantalan atau pengaman untuk
seluruh pendanaan lainnya yang lebih utama dari itu. Hal ini berarti investor ekuitas
berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari seluruh pengklaiman
yang lebih tinggi terpenuhi, termasuk bunga dan dividen.

Investor ekuitas adalah pihak pertama yang menyerap kerugian ketika


perusahaan dilikuidasi, meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang
diinvestasikan. Akan tetapi, jika perusahaan makmur mereka juga akan berbagi
keuntungan dengan potensi upside yang tidak terbatas. Jadi, tidak seperti analisis
kredit yang hanya memperhitungkan potensi downside saja, analisis ekuitas
memperhitungkan potensi upside dan downside. Oleh karena itu analisis investor
ekuitas paling banyak diminati dan komperhensif dari seluruh pengguna lainnya.

 Analisis teknis : mencari pola harga ata volume historis dari saham untuk
memprediksi pergerakan harga saham dimasa mendatang
 Analisis fundamental : untuk menentukan nilai instrinsik saham. Ini
merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan
menginterpetasikan faktor penting mengenai perekonomian,industrim dan
perusahaan

c. Kegunaan Lain Analisis Bisnis

Analisis bisnis dan analisis laporan keuangan penting untuk memebrapa hal lainnya,
diantaranya yaitu :

 Manajer : memberikan petunjuk kepada manajer untuk perubahan strategi


dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Dan menggunakan
analisis bisnis dan laporan keuangan dari perusahaan pesaing untuk
mengevaluasi risiko dan profitabilitas
Merger,Akuisisi, dan divestasi : dilakukan ketika perusahaan
merestrukturisasi operasinya melalui merger,akuisisi, divestasi dan spin-off.
Bankir investasi perlu memperhatikan terget potensial dan menentukan
nilainya, dan analis efek perlu menentukan apakah dan berapa banyak nilai
tambahan yang diciptakan melalui merger.
 Manajemen keungan : membantu manajer untuk menilai dampak
keputusan pendanaan terhadap profitabilitas masa depan dan risikonya.
 Direktur : membantu direktur dalam memonitor perusahaan sebagai bentuk
tanggung jawab seorang direktur/
 Regulator : Internal Revenue Service-IRS Menggunakan alat analisis
laporan keuangan untuk mengaudit pengembalian pajak.
 Serikat pekerja : berguna bagi serikat pekerja untuk melakukan negosiasi
perundingan bersama
 Pelanggan : untuk memenuhi profitabilitas dari pemasok bersamaan dengan
estimasi laba oemasok dari transaksi mereka yang paling menguntungkan.
d. Komponen Analisis Bisnis

Analisis lingkungan dan strategi bisnis

Analisis lingkungan dan strategi bisnis terdiri dari 2 bagian :

 Analisis industri : analisis ini seringkali digunakan dengan mrnggunakan


keranga kerja yang diajukan oleh porter dan analisis rantai nilai. Industri
dipandang sebagai kumpulan pesaing yang merebut daya tawar konsumen
dan pemasol serta secara aktif ersaing satu sama lain dan menghadapi
ancaman dari pendatang baru dan produk substitusi.
 Analisis strategi : evaluasi keputusan bisnis perusahaan dan
keberhasilannya dalam membentuk keunggulan kompetitif

Analisis Akuntansi

Analisis akuntansi adalah proses evaluasi sampai sejauh mana akuntansi


perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Laporan keuangan merupakan sumber
informasi utama untuk analisis keuangan. Analisis akuntansi terutama penting untuk
analisis komparatif. Akuntansi memiliki keterbatasan yang berasal dari proses politik
dalam penyusunan standar untuk memenuhi kebutuhan berbagai pihak dan bahkan
terjadi benturan kepentingan, sehingga standar akuntansi terkadang gagal memenuhi
kebutuhan pihak-pihak tertentu. Selain itu, masih banyaknya angka-angka estimasi
akuntansi dalam laporan keuangan menghasilkan informasi yang tidak lengkap dan
tepat.

Adanya keterbatasan ini menimbulkan dua permasalahan dalam analisis.


Pertama, masalah komparabilitas. Masalah ini muncul ketika perusahaan yang berbeda
menggunakan akuntansi yang berbeda untuk transaksi yang sama. Masalah ini juga
muncul karena perusahaan mengubah akuntansinya dari waktu ke waktu. Kedua,
masalah distorsi akuntansi. Distorsi akuntansi adalah penyimpangan informasi
akuntansi dari ekonomi yang mendasarinya. Distorsini terjadi dalam tiga bentuk, (1)
estimasi manajerial yang salah atau lalai dalam mencantukam (omission), (2) Manajer
melakukan manipulasi atau window dressing laporan keuangan, (3) standar akuntansi
gagal dalam menangkap realitas ekonomi.

Tiga jenis distorsi ini menghasilkan risiko akuntansi. Risiko akuntansi adalah
ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan akibat dari distorsi akuntansi. Oleh
karena itu, tujuan utama dari analisis akuntansi adalah mengevaluasi dan mengurangi
risiko akuntansi dan untuk meningkatkan kandungan ekonomi dari laporan keuangan.

Analisis Keuangan

Analisis keuangan adalah penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis


posisi dan kinerja keuangan perusahaan, dan untuk menilai kinerja keuangan di masa
depan. Analisis keuangan terdiri dari tiga bidang utama, analisis profitabilitas, analisis
risiko, dan analisis sumber dan penggunaan dana.

1. Analisis profitabilitas: evaluasi terhadap imbal hasil atas investasi perusahaan.


2. Analisis Risiko: evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi
komitmennya.
3. Analisis Arus Kas: evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan
menggunakan dananya.

Analisis Prospektif

Analisis prospektif adalah prakiraan payoff di masa depan (laba, arus kas, atau
keduanya). Output dari analisis ini adalah seperangkat payoff masa depan yang
diharapkan digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan

Penilaian

Penilaian adalah proses mengubah prakiraan payoff menjadi estimasi nilai


perusahaan.

Analisis Laporan Keuangan dan Analisis Bisnis

Analisis laporan keuangan merupakan kumpulan proses analitis yang merupakan


bagian dari analisis bisnis. Meskipun prosesnya terpisah, namun tetap menggunakan
informasi dari laporan keuangan untuk tujuan analisis. Bagian penting dari analisis
laporan keuangan adalah menganalisis lingkungan dan strategi perusahaan. Oleh karena
itu, analisis laporan keuangan harus dipandang sebagai bagian penting dari analisis
bisnis dan seluruh komponen analisisnya.

Laporan Keuangan – Dasar Analisis


Aktivitas Bisnis

Laporan keuangan dan pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas


utama perusahaan, yaitu perencanaan, pendanaan, investasi, dan operasi.

a) Aktivitas Perencanaan

Tujuan dan sasaran perusahaan tercantum dalam business plan. Pemahaman


mengenai business plan akan membantu dalam menganalisis prospek perusahaan saat
ini dan masa depan serta merupakan bagian dari analisis lingkungan dan strategi bisnis.
Dua sumber informasi penting mengenai rencana bisnis perusahaan adalah letter to
shareholder dan management’s discussion and analysis

b) Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan mengacu pada metode yang digunakan perusahaan untuk


menghimpun dana untuk membayar kebutuhan. Ada dua sumber utama pendanaan
eksternal—investor ekuitas/pemilik saham dan kreditor. Pemilik saham merupaka
sumber utama pendanaan. Mereka mengharapkan imbal hasil (bagian investor
ekuitas atas laba perusahaan dalam bentuk distribusi laba atau reinvestasi laba).

Perusahaan juga memperoleh dana dari kreditor. Kreditor terdiri dari dua: (1)
kreditor utang, yang langsung meminjamkan uang kepada perusahaan, dan (2)
kreditor operasi, yang meminjamkan uang kepada perusahaan yang meminjam uang
sebagai bagian dari operasinya.

Pendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjia,


biasanya mengharuskan pelunasan pinjaman dengan bunga pada tanggal tertentu.
Imbal hasil kreditor ditentukan dalam kontrak pinjaman

c) Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi merupakan akuisisi perusahaan dan pengelolaan investasi


untuk tujuan menjual produk dan menyediakan jasa, dan untuk menginvestasikan
kelebihan kas. Investasi pada tanah, gedung, peralatan, dan lain-lain sering disebut
sebagai aset operasi. Investasi dalam bentuk saham ekuitas, obligasi dan reksa dana
sering disebut sebagai aset keuangan. Informasi mengenai aktivitas investasi dan
pendanaan sangat membantu dalam mengevaluasi kinerja bisnis.

Investasi dalam aset jangka pendek disebut aset lancar yang diharapkan dapat
dikonversi menjadi kas dalam jangka pendek. Investasi dalam aset jangka panjang
disebut aset tidak lancar

d) Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah pelaksanaan rencana bisnis dengan adanya aktivitas
pendanaan dan investasi. Aktivitas operasi merupakan sumber utama laba
perusahaan. Laba mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam membeli dari pasar
input dan menjual di pasar output.

Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis

1. Laporan Posisi Keuangan

Identitas laporan posisi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas


+ Ekuitas). Sisi kiri persamaan terkait dengan sumber daya yang dikendalikan
perusahaan, aset. Aset merupakan investasi yang diharapkan menghasilkan laba masa
depan melalui aktivitas operasi. Sisi kanan persamaan terkait dengan sumber-sumber
pendanaan. Liabilitas mencerminkan pendanaan dari kreditor atau klaim kreditor atas
aset perusahaan. Ekuitas adalah total dari pendanaan yang diinvestasikan oleh
pemilik dan akumulasi laba yang melebihi distribusi kepada pemilik.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi mengukur kinerja keuangan perusahaan selama satu periode
waktu. Hal ini merupakan representasi keuangan dari aktivitas operasi perusahaan
selama periode tersebut. Garis bawahnya adalah laba neto yang dimaksudkan untuk
mengukur jumlah yang diperoleh selama periode tersebut. Laporan laba rugi
memberikan perincian pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian untuk
menjelaskan bagaimana perusahaan memperoleh laba neto tersebut. Laba juga
dimaksudkan untuk mengukur perubahan neto ekuitas pemegang saham selama
periode berjalan dari sumber-sumber selain pemilik.

3. Laporan Perubahan Ekuitas Pemegang Saham

Laporan ini berguna untuk mengidentifikasi alasan-alasan perubahan klaim


pemegang ekuitas atas aset perusahaan.

4. Laporan Arus Kas

Arus kas menggambarkan perusahaan tersebut sangat menguntungkan apabila


berinvestasi untuk pertumbuhan di masa mendatang, tetapi masih mengelola untuk
menggunakan jumlah kas yang sangat besar untuk mengurangi basis modalnya.

Keterkaitan antara Laporan Keuangan


Laporan keuangan dikaitkan dengan titik waktu dan antar waktu. Keterkaitan ini
di gambarkan pada tampilan di buku 1.9.
Sebagai ringkasan, laporan posisi keuangan Colgate merupakan sebuah daftar
aktivitas investasi dan pendanaan pada satu titik waktu. Ketiga laporan yang
melaporkan pada (1) arus kas, (2) laba dan (3) ekuitas pemegang saham yang
menjeleskan perubahan selama periode waktu untuk aktivitas investasi dan pendanaan
Colgate. Setiap transaksi di tangkap di ketiga laporan terakhir ini berdampak pada
laporan posisi keuangan.

Informasi Tambahan
Laporan keuangan bukan satu-satunya output dari system pelaporan keuangan.
Informasi tambahan mengenai perusahaan juga dikomunikasikan. Analisis laporan
keuangan yang menyeluruh (lengkap) melibatkan pemeriksaan informasi tambahan ini.
 Management Discussion and Analysis (MD&A)
Perusahaan yang memiliki efek utang dan ekuitas yang diperdagangkan secara
publik dipersyaratkan oleh Securities and Exchange Comission (SEC) untuk
membuat file Management’s Discussion and Analysis (MD&A).
 Laporan Manajemen
Tujuan laporan ini adalah untuk memperkuat: (1) internal perusahaan dan (2)
pembagian peran manajemen, direktur dan auditor dalam menyusun laporan
keuangan.
 Laporan Auditor
Auditor eksternal adalah akuntan publik bersertifikat independen yang diminta
oleh manajemen untuk memberikan opini mengenai apakah laporan keuangan
perusahaan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
 Catatan Penjelesan
Catatan ini merupakan sarana mengomunikasikan informasi tambahan mengenai
pos-pos yang dimasukkan atau tidak dimasukkan dalam bagian utama laporan.
Catatan penjelasan meliputi informasi mengenai:
1. Prinsip dan metode akuntansi yang digunakan
2. Pengungkapan terperinci mengenai masing-masing pos laporan
keuangan.
3. Komitmen dan kontinjensi
4. Kombinasi bisnis
5. Transaksi dengan pihak terkait
6. Program opsi saham
7. Proses hukum
8. Pelanggan yang signifkan.
 Informasi Tambahan
Jadwal tambahan atas catatan laporan keuangan meliputi informasi mengenai:
1. Data segmen bisnis
2. Penjualan ekspor
3. Efek yang diperdagangkan
4. Akun penilaian/ valuasi
5. Pinjaman jangka pendek
6. Data keuangan triwulan.
 Laporan Proxy
Proxy adalah sarana di mana pemegang saham memberi wewenang kepada
orang lain untuk bertindak atas nama dirinya saat rapat pemegang saham.
Laporan proxy memuat informasi yang diperlakukan untuk pemegang saham
dalam memberikan suara mengenai hal-hal di mana proxy diminta.

Pratinjau Analisis Laporan Keuangan


ALAT ANALISIS
1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif
Analisis laporan keuangan komparatif meninjau laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi, atau laporan arus kas secara berturut-turut dari suatu period ke
periode berikutnya.
Analisis ini biasanya melibatkan sebuah tinjauan perubahan tiap-tiap saldo akun
berdasarkan tahun ke tahun atau multitahun. Informasi yang paling penting dan sering
diungkapkan dari analisis laporan keuangan komparatif adalah trend.
Analisis komparatif juga disebut sebagai analisis horizontal karena analisis saldo akun
dari kiri ke kanan ketika memeriksa laporan komparatif.
Ada dua teknik analisis komparatif yang cukup populer:
 Analisis Perubahan tahun ke Tahun
Perbandingan laporan keuangan selama periode waktu yang relatif singkat-
dua hingga tiga tahun biasanya dilakukan dengan analisis perubahan tahun
ke tahun pada tiap tiap akun.
 Analisis Trend Angka Indeks
Penggunaan analisis perubahan tahun ke tahun untuk membandingkan
laporan keuangan mencakup lebih dari dua atau tiga periode terkadang tidak
praktis. Alat yang berguna untuk perbandingan trend jangka panjang adalah
analisis trend angka indeks.
2. Analisis Laporan Keuangan Common-Size
Secara khusus, dalam menganalisis laporan posisi keuangan, sangat umum untuk
menyatakan total asset sebesar 100%. Kemudian, akun-akun dalam kelompok ini
dinyatakan sebesar persentase dari masing-masing total akun tersebut. Dalam
menganalisis laporan laba rugi, penjualan sering ditetapkan sebesar 100% dengan akun-
akun laporan laba rugi lainnya dinyatakan sebesar persentase dari penjualan. Oleh
karena jumlah dari setiap akun dalam kelompok adalah 100%, maka analisis ini disebut
laporan keuangan common-size.
3. Analisis Rasio
Analisis rasio adalah salah satu alat yang paling populer dan banyak digunakan
untuk analisis keuangan. Rasio juga merupakan alat untuk memberikan pandangan
mengenai kondisi yang mendasarinya. Rasio apabila diinterprestasikan dengan tepat,
mengidentifikasi area yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Analisis rasio juga
dapat mengungkapkan hubungan penting dan dasar perbandingan dalam
mengungkapkan kondisi dan trend yang sulit dideteksi dengan memeriksa setiap
komponen yang membentuk rasio tersebut.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi rasio
Selain di luar aktivitas operasi internal yang memengaruhi rasio perusahaan,
penting untuk mengetahui pengaruh kejadian ekonomi, faktor industry,
kebijakan manajemen, dan metode akuntansi.
 Interprestasi Rasio
Rasio harus diinterprestasikan dengan hati-hati karena faktor-faktor yang
memengaruhi pembilang dapat berkorelasi dengan faktor-faktor yang
memengaruhi penyebut (denominator). Banyak rasio memiliki variabel
penting yang sama dengan dengan rasio lainnya. Oleh karena itu tidak perlu
untuk menghitung semua kemungkinan rasio untuk menganalisis sebuah
situasi. Rasio, seperti sebagian besar teknik dalam analisis keuangan, tidak
relevan secara tersendiri. Sebaliknya, rasio tersebut sangat berguna jika
diinterprestasikan dalam perbandingan dengan:
a. Rasio sebelumnya
b. Standar yang telah ditentukan
c. Rasio pesaimg.
 Ilustrasi Analisis Rasio
1. Analisis Kredit (Risiko)
a. Likuiditas. Untuk mengevalusi kemampuan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek.
b. Struktur modal dan solvabilitas. Untuk menilai kemampuan
dalam memenuhi kewajiban jangka panjang.
2. Analisis Profitabilitas
a. Imbal hasil atas investasi. Untuk menilai imbalan keuangan
kepada penyedia pendanaan ekuitas dan utang.
b. Kinerja operasi. Untuk mengevaluasai margin laba dari aktivitas
operasi.
c. Pendayagunaan asset. Untuk menilai efektivitas dan intensitas
asset dalam menghasilkan penjualan, juga disebut perputaran.
3. Penilaian
a. Untuk mengestimasi nilai intrinsic perusahaan (saham).

 Model Penilaian
Penilaian biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik perusahaan atau
sahamnya. Dasar penilaian adalah teori nilai sekarang. Teori ini menyatakan
nilai utang atau efek ekuitas (atau untuk hal ini adalah asset) sama dengan
jumlah dari semua payoffs masa depan yang diharapkan atas efek yang
didiskontokan ke masa sekarang pada tingkat diskonto yang sesuai. Teori nilai
sekarang ini menggunakan konsep nilai waktu dari uang. Dengan demikian,
untuk menilai sebuah efek, seorang investor memerlukan dua bagian inforrmasi:
a. Payoffs masa depan yang diharapkan selama umur efek
b. Tingkat diskonto
Adapun model- model penilaian:
1. Penilaian utang
Nilai sebuah efek sama dengan nilai sekarang dari payoffs masa depan yang
didiskontokan pada tingkat diskonto yang sesuai. Payoffs masa depan dari
efek utang adalah pembayaran pokok dan bunganya. Kontrak obligasi
menentukan secara tepat payoffs masa depannya bersamaan dengan horizon
investasi. Nilai obligasi pada waktu t atau Bt, dihitung dengan menggunakan
rumus:
𝐼𝑡+1 𝐼𝑡+2 𝐼𝑡+𝑛 𝐹
Bt = (1+𝑟)1 +(1+𝑟)2 + …+ (1+𝑟)𝑛 + (1+𝑟)𝑛
2. Penilaian ekuitas
Dasar penilaian ekuitas, seperti penilaian utang adalah nilai sekarang dari
payoffs masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang sesuai. Kenaikan
modal menandakan perubahan nilai ekuitas yang pada akhirnya ditentukan
oleh dividen masa depan.
Vt = E(Dt + 1) + E(Dt + 2) + E(Dt + 3) + ….
(1 + k)1 (1 + k)2 (1 + k)3
Disamping itu juga dapat diturunkan rumus penilaian yang pasti dengan
menggunakan variabel independen akuntansi dari arus kas
 Pertimbangan praktis dalam penilaian
Model diskonto dividen menghadapi kendala yang praktis. Satu masalah
utama adalah horizon yang tidak terbatas. Teknik penilaian praktis harus
menghitung nilai dengan menggunakan horizon prakiraan yang terbatas. Ada
dua model penilaian:
a. Model arus kas bebas terhadap ekuitas
Model ini menghitung nilai ekuitas pada waktu t dengan mengganti
dividen yang diharapkan dengan arus kas bebas yang diharapkan
terhadap ekuitas.
𝐸 (𝐹𝐶𝐹𝐸 (𝑡+1)) 𝐸 (𝐹𝐶𝐹𝐸 (𝑡+1)) 𝐸 (𝐹𝐶𝐹𝐸 (𝑡+1))
Vt = + + +…
(1+𝑘)1 (1+𝑘)2 (1+𝑘)3
b. Model laba residual
Model ini menghitung nilai perusahaan dengan menggunakan variabel
akuntansi. Model ini mendefinisikan nilai ekuitas pada waktu t
sebagai jumlah nilai buku kini dan nilai sekarang dari semua laba
residual yang diharapkan di masa depan:
𝐸 (𝑅𝐼 𝑡+1) 𝐸 (𝑅𝐼 𝑡+2) 𝐸 (𝑅𝐼 𝑡+3)
Vt = BVt + + + + ….
(1+𝑘)1 (1+𝑘)2 (1+𝑘)3
Laba residual pada waktu t didefinisikan sebagai laba neto
komprehensif dikurangi biaya pada nilai buku awal.
4. Analisis dalam Pasar Efisien
 Efisiensi Pasar
Hipotesis pasar efisiensi (efficient market hypothesis – EMH) berhubungan
dengan reaksi harga pasar terhadap informasi keuangan dan lainnya. Terdapat
tiga bentuk umum EMH:
1. EMH bentuk lemah – menyatakan bahwa harga mencerminkan seluruh
informasi yang terkandung dalam pergerakan harga historis.
2. EMH bentuk semikuat – menyatakan bahwa harga mencerminkan
seluruh informasi sepenuhnya tersedia untuk public.
3. EMH bentuk kuat – menyatakan bahwa harga mencerminkan seluruh
informasi termasuk informasi dari dalam.
 Implikasi Efisiensi Pasar bagi Analisis
1. EMH dibangun atas prilaku investor secara agregat bukan individual.
2. EMH mengasumsikan keberadaan analis yang kompeten dan
terinformasi dengan baik menggunakan alat analisis.
3. EMH juga mengansumsikan para analis secara terus menerus
mengevaluasi dan bertindak atas aliran informasi yang memasuki pasar.
4. EMH menduga implikasi yang berkaitan dengan kesia-sian analisis
laporan keuangan yang gagal untuk mengakui perbedaan penting antara
informasi dengan interprestasi yang tepat.