Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN STUDI KASUS

WALT DISNEY

MATA KULIAH
SEMINAR PEMASARAN

Disusun Oleh:

M. Adrian Al Fajri (1611011015)


Jaini Bayu Suseno (1611011061)

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

TA. 2018/2019
Latar Belakang

The Walt Disney Company atau lebih dikenal dengan nama Disney adalah
perusahaan konglomerat yang bergerak di bidang hiburan dan media terbesar di dunia. Didirikan
pada 16 Oktober 1923, perusahaan ini didirikan oleh Walt Disney dan Roy Oliver Disney dengan
nama Disney Brother Cartoon Studio. Pusatnya terletak di Burbank, California dan merupakan
salah satu perusahaan media terbesar kedua di Amerika Serikat.
Perusahaan The Walt Disney Company terbagi menjadi 4 bagian utama, antara lain sebagai
berikut:
 Studio Entertainment (Studio Hiburan)
 Parks and Resort (Taman tema dan Resor)
 Media Networks (Jaringan Media)
 Consumer Products (Produk Konsumen)
Studio Hiburan
Studio Hiburan ini dikenal juga sebagai Walt Disney Studio, bagian ini dikepalai oleh Dick
Cook. Studio Hiburan ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain: Studio Film, Sudio Musik,
Distribusi, dan Buena Vista Theatrical Productions.
Hasil yang paling sukses adalah Walt Disney Feature Animation dengan berbagai film
kartunnya yang kebanyakan masih animasi tradisional. Namun pada kenyataannya, Pixar lebih
sukses dengan kartun yang dibuat dengan animasi computer dan itu membuat Disney merubah
haluannya dengan membuat film animasi computer dan fil animasi yang pertama adalah Chicken
Little sedangkan animasi tradisional yang terakhir adalah Home on The Range.
Taman Tema dan Resor
Taman Tema dan Resor (Parks and Resort) ini adalah yang mengoperasikan berbagai
taman bermain Disney di seluruh dunia. Lokasi-lokasi taman bermain antara lain di Anaheim,
California; Lake Buena Vista, Florida; Paris, Perancis (Disneyland Resort Paris); dan yang terakhir
adalah di Hongkong yang dibuka pada 12 September 2005 dengan nama Hongkong Disneyland
Resort. Tokyo Disney Resort di Jepang dikelola oleh Oriental Land Company dengan lisensi dari
Disney. Bagian yang merancang taman bermain tersebut adalah Walt Disney Imagineering.
Pada tahun 1952, dia mulai survey ke Amerika dan Eropa dan mulai merancang taman
hiburan yang bernama “DISNEYLAND”• dan tanggal 17 juli 1955 Disneyland dibuka untuk
umum dalam waktu 7 minggu sudah lebih dari satu juta orang yang berkunjung. Dan menjadikan
Disneyland menjadi tempat wisata nomor satu di Amerika. Akhirnya Walt Disney meninggal
tanggal 15 desember 1966, namun apa yang jadi impiannya tetap ada dan telah terwujud impian
terbesarnya
Sekarang perusahaan Walt Disney diantaranya memiliki 5 tempat liburan mewah, 11 taman
hiburan, 2 taman hiburan bertemakan air, 39 hotel, 8 studio animasi, 6 label rekaman, 11 jaringan
tv kabel, dan 1 jaringan televise internasional. Dan perusahaan pada tahun 2007 mendapatkan
pemasukan sebesar U.S. $ 35 Milyar. Dan orang mengenal Walt Disney adalah sebagai seorang
Warkaholic. Dan kerjak bukan berdasarkan kekhawatiran tapi berdasarkan mimpi-mimpinya yang
harus jadi kenyataan.
Sebagai ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi
salah satu produser film paling terkenal di dunia. Seorang penerbit film tersohor di dunia.
Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki
pendapatan tahunan sekitar $ 35 milyar. The Walt Disney Company memiliki 120.000 karyawan
di seluruh dunia dan $ 37.000.000 di penjualan pada tahun fiscal 2008. Pesaing Disney Studios
ada di berbagai industry. Disney Studio atas pesaing termasuk Dream Works, Sony Pictures
Entertainment dan Warner Bros Studios.
WDC juga memiliki sekelompok produksi lainnya untuk TV kabel yang mendatangkan
penghasilan melalui iklan. Baik waralaba film dan TV yang kemudian digunkan untuk menciptkan
produk-produk lain seperti mainan dan pakaian, serta mungkin daya tarik di taman tema mereka,
yang meningkatkan pendapatan untuk Disney serta meningkatkan budaya WDC kepada
konsumen.
Misi dari Walt Disney Company ialah:
“Menjadi salah satu produsen terkemuka di dunia dan penyedia hiburan dan informasi.
Menggunakan portofolio merek untuk membedakan konten kami, layanan dan produk konsumen,
kami berusaha untuk mengembangkan pengalaman hiburan yang paling kreatif, inovatif dan
menguntungkan dan produk terkait di dunia.”
Managemen Walt Disney
Walt Disney World, Orlando merupakan taman rekreasi yang merupakan objek wisata
yang terletak di Florida, ini merupakan pengembangan dari Disneyland yang telah sukses. Walt
Disney World menyajikan konsep sebagai taman hiburan yang terpadu yaitu menjadi tempat
berlibur yang menyenangkan, dimana anak-anak maupun orang dewasa mendapatkan hiburan dan
pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bersih, serta menyediakan layanan lain berupa
akomodasi, toko cenderamata dan penunjang lainnya.
Strategi pemasaran Walt Disney sangat sederhana, yaitu memberikan pengalaman yang
mengesankan dan menyenangkan bagi pengunjung, sehingga menarik minat pengunjung untuk
datang kembali. Untuk menerapkan strategi tersebut harus didukung dengan fasilitas yang
memadai di lingkungan WDW, misalnya:
1. Hotel/motel Disney yang disediakan dengan maksud agar para pengunjung dapat
memaksimalkan liburan dengan tidak memikirkan hal-hal lain yang akan mengganggu
kelancaran liburannya.
2. Pengunjung dapat pergi dari bandara Orlando ke WDW dan tidak meninggalkannya
sampai mereka akan pulang.
Walt Disney mensesain dan memantau setiap perkembangan teknologi untuk menunjang
kegiatan operasinya. Kemampuan teknik industry Walt Disney sama kualitasnya dengan
kemampuan teknik perusahaan jasa lainnya di dunia.
Disney menyatakan bahwa karyawan adalah jantung operasionalnya. Semua jenis atraksi di
dunia tidak akan menyenangkan jika dioperasikan secara tidak sempurna dan karyawannya tidak
ramah. WDW mempekerjakan bebagai profesi seperti: insinyur, seniman, perawat, koki, operator
pertunjukan dan sebagainya. Kunci pokok dalam strategi personalianya adalah bahwa WDW
hanya mempekerjakan karyawan yang benar-benar terampil member mereka training dan
meyakinkan mereka sebagai bagian dari WDW.
Sistem informasi merupakan hal yang sangat vital penting dan rumit bagi WDW. Dengan
demikian diperlukan jaringan untuk pertukaran informasi di semua lini kegiatan WDW. Strategi
informasi yang diterapkan WDW yaitu selalu menyediakan informasi yang sangat bermanfaat bagi
pengunjungnya.
Walt Disney beranggapan dengan fasilitas yang menyenangkan dan nyaman serta mampu
memberikan kenangan tersendiri (kenangan indah), pengunjung bersedia membayar mahal untuk
mendapatkan fasilitas hiburan dengan pelayanan yang memuaskan dan terbaik, ini bisa terjadi jika
strategi personalia WDW memiliki karyawan yang terampil, ramah, suka membantu dan kompeten
dalam pekerjaannya. Jadi pada prinsipnya konsumen/pengunjungtidak mencari hiburan dengan
harga yang lebih rendah melainkan mau membayar lebih mahal untuk mendapatkan kualitas dan
kepuasan hiburan.
Pasar persaingan yang dihadapi WDW merupakan persaingan oligopoly, dengna ciri-ciri
sebagai berikut: jumlah pemain sector ini sedikit, jenis usaha besar dan persaingan harga ringan.
Dengan kondisi ini kebijaksanaan untuk menurunkan harga tidak perlu dilakukan.
Secara keseluruhan Disney menerapkan pendekatan pemasaran klasik. Dimulai dengan
identifikasi kebutuhan konsumen dan perkembangan pasar sehari-harinya, mana yang perlu
diambil agar perusahaannya dapat berkembang. Disney menerapakan pola memimpin melalui
Turbulent Time.
9 prinsip sukses Walt Disney;
1. Apa yang membuat anda merasa dihargai dan mengapa?
2. Menunjukkan sikap berani memimpin
3. Berusaha bersikap sempurna sekuat tenaga tanpa kompromi kualitas (fasilitas apa
yang ada, giman caranya agar tetap bisa berjalan makimal)
4. Uang adalah sarana bukan tujuan
5. Mewujudkan harapan pelanggan
6. Buat pengalaman berharga melalui desain bisnis
7. Perlakukanlah mereka dengan hormat
8. Membiarkan kreativitas bekerja di kalangan pekerjanya
9. Berfikir secara mendalam dan dari segala arah
Disney’s Marketing Strategies
The Walt Disney Company sanggup menggabungkan teknologi untuk membidik pasar anak-
anak. Misalnya, Disney menawarkan diskon di Twitter dan game di Facebook dengan
menggunakan ikon andalannya seperti Mickey Mouse dan Spider-Man.
Berikut adalah The Best of Disney’s Marketing And Promotion Strategies :
- Market Segmentation
Disney membidik segmentasi geografis, demografis dan psikografis. Dengan kata lain, ia
mentargetkan multi-segmen. Meski tampakmya seperti Disney metargetkan anak-anak
saja, tetapi target pasar Disney adalah seluruh keluarga. Walt Disney pernah berkata, ” Bisnis
kita akan mati jika kita hanya mentargetkan anak-anak. Karena orang dewasa hanyalah kids
grown up, Target market dari Disney adalah keluarga dengan pendapatan menengah ke atas yang
ingin menikmati rekreasi mereka.
- Target Market
Disney sangat memahami akan target pasarnya. Perusahaan menggunakan pengetahuan yang
mendalam tentang target pasar untuk menjual semua jenis produk dan jasa. Disney melayani
segmen dari anak-anak, remaja sampai dengan dewasa. Disney sanggup menciptakan produk dan
jasa yang tepat untuk target marketnya.
- Strategi Produk
Strategi produk Disney ini didasarkan pada custemor satisfaction / kepuasaan pelanggan.
Baik dalam taman hiburan atau film, Disney mencoba untuk melayani anak-anak dan setiap
orang. Dan Disney berusaha untuk terus meningkatkan produk dan pelayanannya /
servis. Misalnya Disney terus meng update dan memodernisasikan produknya untuk
menyenangkan pelanggan tetapnya, sambil menarik pelanggan yang baru. Disney juga terus
menciptakan produk-produk baru. Sebagai contoh, Disney meluncurkan aplikasi buku anak-anak
untuk iOS dan Android market.
- Strategi Inovasi
Sebagai bagian dari strategi pemasaran maka Disney terus mengadakan inovasi untuk
tetap bertahan sebagai yang pertama dalam persaingan dalam bisnis hiburan. Menurut
“eMarketer,” pada tahun 2011, 86 persen pengguna internet di AS akan men-download konten
video. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, maka Strategi Disney adalah membidik anak-anak
secara langsung melalui cerita tokoh-tokoh Walt Disney dengan menggunakan beberapa
teknologi.
- Strategi Promosi Dan Pemasaran
Disney fokus kepada strategi untuk membangun sebuah komunitas yang loyal,
penggemar setia. Disney menggunakan strategi promosi melalui media sosial. Menurut seorang
pejabat Disney, “Sosial media memungkinkan Anda terhubung dengan pelanggan unik. “Disney
menggunakan media sosial dengan nama” Living Disney. Di Facebook “Disney memiliki lebih
dari 300.000 penggemar, Dan 29.000 followers di Twitter dan 8,8 juta pemirsa
di YouTube hanya dalam kurun waktu di bawah dua tahun. Selain media sosial, Disney
membuat iklan di media konvensional juga seperti koran, majalah, dll. Jadi Disney
melakukan promosi baik secara online maupun offline. Selain itu Disney menggunakan direct
mail dalam melakukan promosi penjualannya.
Disney memiliki channel TV “ABC,” “Disney Channel,” dan
“ESPN”. Ini merupakan satu strategi perusahaan dalam memasarkan mereknya. Pendekatan
yang tepat telah dilakukan Disney untuk iklan televisi, iklan radio, media cetak, iklan secara on
line dan mobile, dalam mempromosikan diskon dan paket-paket lainnya. Untuk menjangkau
pasar remaja, Disney meluncurkan “advergaming,” dengan menempatkan pesan iklan di game
online dan video. Tujuannya adalah untuk meraih anak-anak secara langsung dan mendorong
orang tua mereka untuk mengunjungi Disneyland.
- Strategi Ekspansi
Disney selalu berusaha untuk mengeksplorasi dan memperluas
pasarnya. Misalnya, Disney mengembangkan taman hiburan di kota-kota besar di dunia ini di
luar Amerika, seperti Hong Kong, Paris dan Tokyo. Strategi ekspansi Disney tidak hanya terbatas
pada ekspansi pada wilayah baru, tetapi juga mencakup produk dan layanan baru. Misalnya,
dengan akuisisi Disney Marvel Entertainment, raksasa animasi memperoleh hak dari sekitar 5.000
karakter fantasi, termasuk Spider-Man, X-Men, Iron Man dan Incredible Hulk. Akuisisi ini
memperluas lisensi Disney dan bisnis merchandise. Disney adalah master untuk membangun
sinergi antara perusahaan, seperti taman hiburan, film, merchandise, yang menghasilkan profit
yang besar.

Kesenjangan Perencanaan Strategis

Mengatasi kesenjangan perencanaan strategis

 Pertumbuhan intensif
Dilakukan dengan cara meninjau peluang meningkatkn bisnis yang ada melalui:
 Strategi penetrasi pasar, strategi untuk mendapatkan lebih banyak pangsa pasar dengan produk
lamanya yang ada di pasar.
 Strategi pengembangan pasar, strategi untuk menemukan atau mengembangkan pasar baru bagi
produk lamanya
 Strategi pengembangan produk, strategi untuk mengembangkan produk baru yang diminati untuk
pasar yang sudah ada.
 Strategi diversifikasi, strategi mengembangkan produk baru pada pasar baru.

 Pertumbuhan diversifikasi
 Pertumbuhan diversifikasi dapat ditempuh oleh perusahaan bila terdapat peluang bisnis yang
menarik serta perusahaan memiliki bauran kekuatan bisnis yang memadai untuk berhasil.

Misalnya : “Walt Disney Companies”, semula sebagai produser film animasi, kemudia
mengembangkan bisnisnya dengan memasuki industri penyiaran dengan bendera “Disk Channel
Disini dapat dilihat dengan melakukan strategi segmentasi pasar ini dapat memiliki beberapa
manfaat diantaranya:
 perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan
dalam pasar yang senantiasa berubah.
 Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
 Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
 Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang
diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
 Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana
reaksi pasar cukup besar
Selain keunggulan juga memiliki kelemahan, beberapa diantaranya yaitu:
 Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
 Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen
pasar yang ditetapkan.
 Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
 Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan
terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan
segmen yang sama.
Pada 2011, Disney menduduki posisi ketujuh di 100 Terkemuka laporan Pengiklan
Nasional Ad Age, dengan anggaran lebih dari US $ 2 miliar untuk iklan.Pengukuran diambil dan
dirasakan oleh The Walt Disney Company dengan regional penjualan tiket, barang dan jasa, akses
website, dan juga oleh survei yang dilakukan tahunan tentang kesadaran konsumen merek.
Langkah-langkah ini membantu Disney untuk menganalisis strategi pemasaran bekerja yang
terbaik dan yang tidak.