Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTEK KLINIS

SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA


RSUP SANGLAH DENPASAR
GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR, EPISODE KINI MANIK
DENGAN GEJALA PSIKOTIK
RSUP SANGLAH 2017
DENPASAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/2
Ditetapkan oleh:
PPK Tanggal terbit: Direktur Utama
RAWAT INAP
ILMU
KEDOKTERAN dr. I Wayan Sudana, M.Kes
JIWA
NIP 19650409 199509 1 001

No.ICD 10 F31
Pengertian Adalah gangguan jiwa yang bersifat episodik dan ditandai
oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi dan campuran.
Biasanya rekuren dan dapat berlangsung seumur hidup.
Anamnesis 1. Identitas, keluhan utama, onset gejala, stresor pencetus,
keluhan penyerta, riwayat genetik, riwayat penyakit
dahulu, riwayat penggunaan Narkotika, Psikotropika dan
Zat adiktif lainnya (NAPZA), ciri kepribadian.
2. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan status psikiatri.
3. Ditemukan :
Adanya riwayat episode berulang (sekurang-kurangnya
2 episode) dimana :
a. Afek dan tingkat aktivitas meningkat di suatu waktu
disertai penambahan energi dan aktivitas
(manik/hipomanik); biasanya mulai tiba-tiba,
berlangsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan.
b. Pada waktu lain riwayat penurunan afek disertai
pengurangan energi dan aktivitas (depresi), biasanya
berlangsung lebih lama (6 bulan, jarang melebihi 1
tahun).
c. Khas : penyembuhan sempurna antar episode.
d. Sering terjadi setelah peristiwa hidup penuh stres
atau trauma mental lain.
Pemeriksaan Status present, status generalis dan status neurologis
Fisik
Kriteria Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik dengan Gejala
Diagnosis Psikotik. Untuk menegakkan diagnosis pasti :
(a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk mania dengan gejala psikotik; dan
(b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode
afektif lain (hipomanik, manik, depresif, atau
campuran) di masa lampau.
Diagnosis - Episode mania/depresi berat tanpa/dengan gejala psikotik
Banding - Skizoafektif tipe manik/depresif/campuran
Pemeriksaan - Positive and Negative Syndrome Scale-Excitement
Penunjang Component (PANSS-EC)
- Skala Resiko Bunuh Diri/Melukai Diri
Konsultasi Tidak diperlukan (kecuali ada indikasi medis)
Perawatan Rawat Inap
Rumah Sakit
Terapi/tindakan 1. Agitasi akut:
(ICD 9 CM) - Haloperidol 5 mg intramuskular, dapat diulang setelah
30 menit (dosis maksimal 20 mg/hari), dan diazepam
10 mg/kali intravena pelan (dosis maksimal 30
mg/hari), sampai skor PANSS EC<3.
- Jika 3 hari tidak mencapai skor PANSS EC < 3
diberikan olanzapine intramuskular 10 mg dapat
diulang setelah 30 menit (dosis maksimal 30 mg/hari).
2. Terapi oral :
- Haloperidol 5 mg tiap 12 jam intra oral selama 7-14
hari
- Asam valproat 250 mg tiap 12 jam intra oral dengan
dosis maksimal 60 mg/kgBB/hari.
3. Intervensi Psikososial

Tempat Ruang Rawat Inap


Pelayanan
Penyulit 1. Kondisi medis lainnya (penyakit fisik penyerta)
2. Pasien tanpa keluarga
3. Ketidakpatuhan dalam pengobatan
Informed Tertulis dan lisan
Consent
Tenaga Standar Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
PPDS Tahap Madya, Senior dan Chief
Lama Perawatan 7-14 hari
Masa Pemulihan 1 – 5 tahun
Hasil - Skor Positive and Negative Syndrome Scale-Excitement
Component (PANSS-EC) berkurang dengan skor <3
Patologi Tidak diperlukan
Otopsi Tidak diperlukan
Prognosis - Ad vitam : dubius ad bonam
- Ad fungsionam : dubius ad bonam
- Ad sanacionam : dubius ad malam
Tindak Lanjut Kontrol ke Poliklinik hari ke-3 pasca rawat inap.
Tingkat Eviden & - Tingkat dan Jenis Eviden : I A
Rekomendasi
Indikator Medis - Positive and Negative Syndrome Scale-Excitement
Component (PANSS-EC) ≤ 3,
Edukasi Edukasi pada pasien dan keluarga :
- Minum obat sesuai anjuran dokter.
- Mengenali gejala kekambuhan.
Kepustakaan - Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa/Psikiatri
(PNPK JIWA/PSIKIATRI) PP PDSKJI 2012.
- Synopsis of Psychiatry, eleven edition, 2015, Benjamin
James Sadock, M.D; Virginia Alcott Sadock, M.D; Pedro
Ruiz.