Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JOURNAL REVIEW

STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF

LILI NURINDAH SYARI 4173351012

PENDIDIKAN IPA DIK A

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN PENDIDIKAN IPA

2018/2019
KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik
itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Strategi Pembelajaran Ipa dengan judul
“STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini penulis mohon maaf

Medan , 27 Februari 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Strategi pembelajaran aktif diimplementasikan sejak kini.Selama Proses belajar lebih
sering didefinisikan sebagai guru yang menjelaskan materi dan mendengarkan siswa yang
dianggap sebagai interaksi pasif. Bagian dari makalah ini adalah untuk membahas
pembelajaran aktif, terutama di sekolah dasar dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan
contoh pembelajaran terapandi sekolah sejauh mungkin Metode yang digunakan adalah
analisis deskriptif.untuk menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif di Indonesia sekolah
akan berubah bahkan peserta didik enggan menjadi pelajar yang terlibat dan apresiasi penuh.
Dengan belajar aktif dan hati-hati Perencanaan, pengajaran yang bijaksana, kualitas
pembelajaran akan meningkatkan perhatian peserta didik untuk mengikuti proses belajar yang
ingin didapat kesempatan peserta untuk mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan secara aktif
menggunakan pengetahuan baru yang didapat dan mudah dipahami. Adanya strategi
pembelajaran ini akan mempengaruhi hasi belajar peserta didik itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah


a. Dapat Mengetahui apa itu Pembelajaran Aktif ?
b. Dapat Mengetahui apa itu Strategi Pembelajaran ?
c. Dapat Mengetahui Model - Model Pembelajaran ?

1.3 Tujuan
a. Mengetahui apa itu Pembelajaran Aktif
b. Mengetahui apa itu Strategi Pembelajaran
c. Mengetahui Model Model Pembelajaran
1.4 Identitas Jurnal
A. Jurnal Utama
Judul : STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
Jurnal : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA
Penulis : P.S HERLIANTI, S. LINUWH , P. DWIJAYANTI
Kota Terbit : SEMARANG
Tahun Terbit. : JULI 2015
ISSN : 2355-3812

B. Jurnal Pembanding
Judul : STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
Jurnal : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Penulis : LENNY MARZULINA
Kota Terbit : PALEMBANG
Tahun Terbit. : JULI 2018
ISSN : 2503 – 2518
Vol : 5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1.Jurnal Utama
A.Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan tertentu (Sanjaya, 2008: 99). Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada
hakekatnya belum mengarah kepada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau
gambaran menyeluruh. Sedangkan untuk mencapai tujuan, strategi disusun untuk tujuan
tertentu.
Secara khusus pembelajaran menurut teori Behavioristik adalah usaha guru membentuk
tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar
terjadihubungan stimulus dan respons (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan dan setiap
latihan yang berhasil harus diberi hadiah dan atau reinforcement (penguatan).
B.Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
a. Model pembelajaran konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan salah satu perkembangan model pembelajaran mutakhir yang
mengedepankan aktivitas peserta didik dalam setiap interaksi edukatif untuk dapat melakukan
eksplorasi dan menemukan pengetahuannya sendiri. Konstruktivisme menganggap bahwa
semua peserta didik memiliki gagasan atau pengetahuan tentang lingkungan dan peristiwa
(gejala) yang terjadi di lingkungan sekitarnya, meskipun gagasan atau pengetahuan ini
seringkali naif atau juga miskonsepsi.
b. Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM)
Model PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan. Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif
membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu pengetahuan maupun pengalaman
oleh peserta didik sendiri. Inovatif, dimaksudkan dalam pembelajaran diharapkan peserta didik
dapat memunculkan ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yang dapat mendukung
pemahaman peserta didik terhadap suatu pelajaran tertentu. Kreatif, memiliki makna bahwa
pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik, karena pada
dasarnya setiap individu memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti.
Sedangkan istilah Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung
dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan.
c. Model Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran
untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik (Shaleh, 2005: 12).
Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek
kurikulum dan aspek pembelajaran.
Strategi pembelajaran tematik lebih mengutamakan pengalaman belajar peserta didik, yakni
melalui belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan ketakutan, tetapi tetap bermakna bagi
peserta didik. Dalam menanamkan konsep atau pengetahuan dan keterampilan, peserta didik
tidak harus diberi latihan hafalan berulang-ulang (drill), tetapi iabelajar melalui pengalaman
langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah dipahami.
C. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
a. Menetapkan spesifikasi dan kulifikasi perubahan tingkah laku.
Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku bagaimana yang diinginkan sebagai
hasil pembelajaran yang dilakukan itu. Di sini terlihat apa yang dijadikan sebagai sasaran dari
kegiatan pembelajaran. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Oleh karena itu,
tujuan pembelajaran harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
b. Memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup
masyarakat.
Memilih cara pendekatan pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif untuk
mencapai sasaran. Bagaimana cara guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian dan
teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus akan mempengaruhi
hasilnya. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda, akan
menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama.
c. Memilih prosedur, metode dan tehnik pembelajaran
Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan tehnik pembelajaran yang dianggap paling
tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan
mengajarnya. Metode atau tehnik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu
menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda dengan
cara atau metode supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian
untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.
d. Menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan
yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang
telah dilakukannya. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya, setelah dilakukan
evaluasi. Sistem penilaian dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu strategi yang
tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.
2.2 Jurnal Pembanding
A. Pengertian Strategi Pembelajaran
Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Oleh
karena itu, lingkungan perlu diatur sedemikian rupa sehingga timbul reaksi siswa ke arah
perubahan perilaku yang diinginkan. Pengaturan lingkungan tersebut, meliputi analisis
kebutuhan siswa, karakteristik siswa, perumusan tujuan, penentuan materi pelajaran, pemilihan
strategi yang sesuai, serta media pembelajaran yang diperlukan. Jadi, strategi pembelajaran
merupakan salah satu unsur yang penting dipahami oleh guru. Strategi pembelajaran disusun
berdasarkan suatu pendekatan tertentu. Oleh karena itu, sebelum diuraikan tentang strategi
pembelajaran, terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian pendekatan. Secara berturut-turut
berikut ini akan dikemukakan pengertian-pengertian tentang pendekatan, strategi,
metode, dan teknik dalam pembelajaran.
1. Pendekatan
Pendekatan merupakan seperangkat wawasan yang secara sistematis digunakan sebagai
landasan berpikir dalam menentukan strategi, metode, dan teknik (prosedur) dalam mencapai
target atau hasil tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pendekatan juga dapat
diartikan sebagai suatu perspektif atau cara pandang seseorang dalam menyikapi sesuatu.
2. Strategi
Kata strategi berasal dari bahasa Latin strategia, yang diartikan sebagai seni penggunaan
rencana untuk mencapai tujuan. Strategi pembelajaran menurut Frelberg & Driscoll (1992)
dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan pemberian materi pelajaran pada berbagai
tingkatan, untuk siswa yang berbeda, dalam konteks yang berbeda pula. Gerlach & Ely (1980)
mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilihuntuk
menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, yang meliputi sifat,
lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.
B. TEORI YANG MELANDASI STRATEGI PEMBELAJARAN
Crowl, Kaminsky & Podell (1997) mengemukakan tiga pendekatan yang mendasari
pengembangan strategi pembelajaran. Pertama, Advance Organizers dari Ausubel, yang
merupakan pernyataan pengantar yang membantu siswa mempersiapkan kegiatan belajar baru
dan menunjukkan hubungan antara apa yang akan dipelajari dengan konsep atau ide yang lebih
luas. Kedua, Discovery learning dari Bruner, yang menyarankan pembelajaran dimulai dari
penyajian masalah dari guru untuk meningkatkan.

kemampuan siswa dalam menyelidiki dan menentukan pemecahannya. Ketiga, peristiwa-


peristiwa belajar dari Gagne.
1. Belajar Bermakna dari AusubelAusubel (1977) menyarankan penggunaan interaksi aktif
antara guru dengan siswa yang disebut belajar verbal yang bermakna (meaningful verbal
learning) atau disingkat belajar bermakna pembelajaran ini menekankan pada ekspositori
dengan cara, guru menyajikan materi secara eksplisit dan terorganisasi. Dalam pembelajaran
ini, siswa menerima serangkaian ide yang disajikan guru dengan cara yang efisien.Model
Ausubel ini mengedepankan penalaran deduktif, yang mengharuskan siswa pertama-tama
mempelajari prinsip-prinsip, kemudian belajar mengenal hal-hal khusus dari prinsip-prinsip
tersebut. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa seseorang belajar dengan baik apabila
memahami konsep-konsep umum, maju secara deduktif dari aturan-aturan atau prinsip- prinsip
sampai pada contoh-contoh.Pembelajaran bermakna dari Ausubel menitikberatkan interaksi
verbal yang dinamis antara guru dengan siswa. Guru memulai dengan suatu advance organizer
(pemandu awal), kemudian ke bagian-bagian pembelajaran, selanjutnya mengembangkan
serangkaian langkah yang digunakan guru untuk mengajar dengan ekspositori.
2. Advance Organizer
Guru menggunakan advance organizer untuk mengaktifkan skemata siswa (eksistensi
pemahaman siswa), untuk mengetahui apa yang telah dikenal siswa, dan untuk membantunya
mengenal relevansi pengetahuan yang telah dimiliki. Advance organizer memperkenalkan
pengetahuan baru secara umum yang dapat digunakan siswa sebagai kerangka untuk
memahami isi informasi baru secara rinci Anda dapat menggunakan advance organizer untuk
mengajar bidang studi apa pun.
3. Discovery Learning dari Bruner
Teori belajar penemuan (discovery) dari Bruner mengasumsikan bahwa belajar paling baik
apabila siswa menemukan sendiri informasi dan konsep-konsep. Dalam belajar penemuan,
siswa menggunakan penalaran induktifuntuk mendapatkan prinsip-prinsip.
4. Peristiwa-peristiwa Belajar menurut Gagne
Gagne (dalam Gagne & Driscoll, 1988) mengembangkan suatu model berdasarkan teori
9pemrosesan informasi yang memandang pembelajaran dari segi 9 urutan peristiwa sebagai
berikut.
a. Menarik perhatian siswa.
b. Mengemukakan tujuan pembelajaran.
c. Memunculkan pengetahuan awal.
d. Menyajikan bahan stimulasi.
e. Membimbing belajar.
f. Menerima respons siswa.
g. Memberikan balikan.
h. Menilai unjuk kerja.
i. Meningkatkan retensi dan transfer.
C. BERBAGAI JENIS PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN
Ada beberapa dasar yang dapat digunakan untuk mengklasifikasi strategi pembelajaran.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa di antaranya untuk dipahami dan pada saatnya dapat
dipilih dan digunakan secara efektif.Berdasarkan bentuk pendekatannya, dibedakan:
1. Expository dan Discovery/Inquiry
Dari hasil penelitian Edwin Fenton diketahui bahwa strategi pembelajaran yang banyak
digunakan oleh para guru, bergerak pada suatu garis kotinum yang digambarkan sebagai
berikut. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa kontinum tersebut di atas berguna bagi guru
dalam memilih metode pembelajaran. Titik-titik yang bergerak dari ujung kiri sampai ke ujung
kanan mengandung unsur-unsur ekspositori dengan berbagai metode yang bergerak sedikit
demi sedikit sampai pada unsur discovery (penemuan). Dalam kenyataan hampir tidak ada
discovery murni, pada umumnya guru menggunakan dua kutub strategi serta metode
pembelajaran yang lebih dari dua macam, bahkan menggunakan metode campuran.
2. Discovery dan Inquiry
Discovery (penemuan) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan inquiry (penyelidikan)
penemuan adalah proses mental yang mengharapkan siswa mengasimilasikan suatu konsep
atau suatu prinsip. Proses mental, misalnya mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, dan
membuat kesimpulan. Konsep, misalnya bundar, segitiga, demokrasi, dan energi. Prinsip,
misalnya “setiap logam apabila dipanaskan memuai”.Inquiry, merupakan perluasan dari
discovery (discovery yang digunakan lebih mendalam). Artinya, inquiry mengandung proses
mental yang lebih tinggi tingkatannya. Misalnya, merumuskan masalah, merancang
eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat
kesimpulan.Penggunaan discovery dalam batas-batas tertentu baik, untuk kelas-kelas rendah,
sedangkan inquiry baik untuk siswa-siswa di kelas yang lebih tinggi. Salah satu bentuk
discovery yang disebut Guided Discovery (discoveryterbimbing), guru memberi beberapa
petunjuk kepada siswa untuk membantu siswa menghindari jalan buntu.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kelebihan
A. Memaparkan secara jelas dan lengkap mulai dari pendahuluan atau latar
Belakang dari permasalahan
B. Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai dengan kaidah Pembuatan Jurnal
C. Kata yang digunakan juga dalam jurnal ini besifat baku dan
sesuai dengan kamus EYD bahasa Indonesia
D. Menyertakan Daftar Pustaka
3.2 Kelemahan
A. Space penulisan tidak teratur
B.Tiap paragraf ada yang menjorok kedalam dan ada pula yang
Tidak menjorok ke dalam
C.Informasi yang disampaikan kurang jelas
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Strategi pembelajaran aktif diimplementasikan sejak kini.Selama Proses belajar lebih
sering didefinisikan sebagai guru yang menjelaskan materi dan mendengarkan siswa yang
dianggap sebagai interaksi pasif. Bagian dari makalah ini adalah untuk membahas
pembelajaran aktif, terutama di sekolah dasar dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan
contoh pembelajaran terapandi sekolah sejauh mungkin Metode yang digunakan adalah
analisis deskriptif.untuk menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran aktif di Indonesia sekolah
akan berubah bahkan peserta didik enggan menjadi pelajar yang terlibat dan apresiasi penuh.
2. Strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan tertentu (Sanjaya, 2008: 99). Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada
hakekatnya belum mengarah kepada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau
gambaran menyeluruh. Sedangkan untuk mencapai tujuan, strategi disusun untuk tujuan
tertentu.
Secara khusus pembelajaran menurut teori Behavioristik adalah usaha guru membentuk
tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar
terjadihubungan stimulus dan respons (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan dan setiap
latihan yang berhasil harus diberi hadiah dan atau reinforcement (penguatan).
3. a. Model pembelajaran konstruktivisme
Konstruktivisme merupakan salah satu perkembangan model pembelajaran mutakhir yang
mengedepankan aktivitas peserta didik dalam setiap interaksi edukatif untuk dapat melakukan
eksplorasi dan menemukan pengetahuannya sendiri. Konstruktivisme menganggap bahwa
semua peserta didik memiliki gagasan atau pengetahuan tentang lingkungan dan peristiwa
(gejala) yang terjadi di lingkungan sekitarnya, meskipun gagasan atau pengetahuan ini
seringkali naif atau juga miskonsepsi.
b. Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM)
Model PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan. Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif
membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu pengetahuan maupun pengalaman
oleh peserta didik sendiri. Inovatif, dimaksudkan dalam pembelajaran diharapkan peserta didik
dapat memunculkan ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yang dapat mendukung
pemahaman peserta didik terhadap suatu pelajaran tertentu
c. Model Pembelajaran Tematik
DAFTAR PUSTAKA

Septiyana, K., Andreas, P. B. P. & Wulan, C. (2013).Jurnal Belajar sebagai Strategi


BerpikirMetakognitif pada Pembelajaran Sistem Imunitas. Unnes Journal ofBiology
Education,

Habibi, A., Sofwan, M., & Mukminin, A. (2016). English teaching implementation
in Indonesian pesantrens: teachers’demotivation factors. Indonesian Journal of
English Teaching, 5(2), 199-213