Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TENTANG TERMINAL

Disusun Oleh :

GINANJAR SUKMA PERMANA 2112171153

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami bisa selesaikan makalah TENTANG TERMINAL.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari kata
sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami terbuka
untuk menerima segala masukan dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sehingga
kami bisa melakukan perbaikan makalah ini sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.

Akhir kata kami meminta semoga makalah tentang terminal, memberikan manfaat
ataupun inpirasi pada pembaca.

Bandung, November 2018

i
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................................... ii
BAB I .............................................................................................................................................................. 1
PEMBAHASAN ............................................................................................................................................... 1
A. Definisi Terminal .................................................................................................................................. 1
B. Fungsi Terminal ..................................................................................................................................... 1
C. Klasifikasi Terminal ............................................................................................................................... 1
D. Tipologi Terminal .................................................................................................................................. 3
E. Aktivitas di Terminal.............................................................................................................................. 4
BAB II ............................................................................................................................................................. 5
PENUTUP ....................................................................................................................................................... 5
Kesimpulan ............................................................................................................................................... 5
Saran ......................................................................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA MAKALAH ........................................................................................................................ 6

ii
BAB I
PEMBAHASAN

A. Definisi Terminal

Menurut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995 tentang Terminal Transportasi
Jalan menyatakan bahwa terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan
menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/ atau antar moda transportasi
serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Terminal adalah suatu
fasilitas yang sangat kompleks, banyak kegiatan tertentu yang dilakukan disana, terkadang secara
bersamaan, dan terkadang secara paralel, dan sering terjadi kemacetan yang cukup mengganggu.

B. Fungsi Terminal

Berdasarkan Petunjuk Teknis Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 1995. FungsiTerminal Angkutan
Jalan dapat ditinjau dari 3 unsur (dalam Sanudin 2006) :

1. Fungsi terminal bagi penumpang, adalah untuk kenyamanan menunggu, kenyamanan


perpindahan dari satu moda atau kendaraan ke moda atau kendaraan lain, tempat fasilitas-
fasilitas informasi dan fasilitas parkir kendaraan pribadi.

2. Fungsi terminal bagi pemerintah, adalah dari segi perencanaan dan manajemen lalu lintas
untuk menata lalulintas dan angkutan serta menghindari dari kemacetan, sumber pemungutan
retribusi dan sebagai pengendali kendaraan umum.

3. Fungsi terminal bagi operator/pengusaha adalah pengaturan operasi bus, penyediaan fasilitas
istirahat dan informasi bagi awak bus dan sebagai fasilitas pangkalan.

C. Klasifikasi Terminal

1. Terminal penumpang tipe A

Merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan
antar kota antar propinsi (AKAP). atau angkutan Batas Lintas Negara, Angkutan Antar Kota Dalam
Propinsi (AKDP), Angkutan Kota (AK) dan Angkutan Pedesaan (ADES).

1
2. Terminal penumpang tipe B

Merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk Angkutan
Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Kota (AK) dan Angkutan Pedesaan (ADES).

3. Terminal penumpang tipe C

Berfungsi melayani kendaraan umum untuk Angkutan Kota (AK) dan atau Angkutan Pedesaan
(ADES).

Terminal Utama, yaitu terminal yang berfungsi untuk melayani arus angkutan
jarak jauh dengan volume tinggi. Terminal ini biasanya menampung 50 – 100
kendaraan/jam dengan luas kebutuhan ruang + 10 Ha.

Terminal Madya, yaitu terminal yang berfungsi untuk melayani angkutan jarak
sedang dengan volume sedang. Terminal ini akan menampung 25 –50 kendaraan/jam
dengan luas kebutuhan ruang + 5 Ha.

Terminal Cadangan, yaitu terminal yang befungsi untuk melayani angkutan


penumpang jarak pendek dengan volume kecil. Terminal ini biasanya menapung
kurang dari 25 kendaraan/jam dengan luas kebutuhan ruang + 2,5 Ha.

Luas ruang diatas akan dimanfaatkan sesuai dengan bagian-bagian yang harus ada dalam
sebuah terminal, yang mencakupi sebagai berikut antara lain :

1. Daerah manfaat terminal, yaitu suatu daerah yang diperuntukkan bagi kegiatan utama
terminal berupa naiknya penumpang dan pelataran parkir kendaraan angkutan

2. Daerah milik terminal, yaitu daerah yang berada di luar daerah manfaaat terminal dan
diperuntukkan bagi melangsungkan kegiatan penunjang terminal seperti : perkantoran, kios-
kios, restoran, taman, WC dan lainnya.

3. Daerah pengawasan terminal, yaitu suatu daerah diluar daerah milik terminal yang secara
status tidak dimiliki terminal, tetapi peruntukan dan penggunaannya selalu diawasi agar tidak
mengganggu kegiatan terminal serta lalu lintas secara keseluruhan.

2
D. Tipologi Terminal
Ketentuan Tipe A Tipe B Tipe C
Melayani kendaraan umum
untuk angkutan antar kota, Melayani kendaraan umum
Fungsi antar provinsi, dan/atau lintas untuk angkutan antar kota
Melayani angkutan
Terminal batas negara, angkutan antar dalam provinsi, angkutan
pedesaan
kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan
kota dan angkuatan pedesaan pedesaan
Jalur pemberangkatan dan Jalur pemberangkatan dan Jalur pemberangkatan dan
kedatangan kedatangan kedatangan
Fasilitas Tempat parkir Tempat parkir Kantor Terminal
Terminal Tempat tunggu
Kantor Terminal Kantor Terminal Loket penjualan
karcis
Tempat tunggu Tempat tunggu
Rambu-rambu dan
Menara pengawas Menara pengawas papan-papan
informasi
Loket penjualan karcis Loket penjualan karcis
Terletak dalam jaringan
Rambu-rambu dan papan- Rambu-rambu dan dalam
trayek antar kota papan-
Terletak Dalam jaringan
papan informasi papan informasi
propinsi
trayek antar kota antar
provinsi danparkir
Peralatan atau angkutan
pengantar Peralatandiparkir
Terletak pengantar
jalan arteri Terletak di dalam wilayah
lintas batas negara
atau taksi atau taksi
kolektor dengan kabupaten/kota dan dalam
Terletak di jalan arteri kelas jalan sekurang- jaringan trayek angkutan
kurangnya kelas IIIB perdesaan/perkotaan
dengan kelas jalan sekurang-
kurangnya kelas IIIA Terletak pada jalan
Jarak antar dua terminal
Lokasi
Jarak antar dua terminal kolektor atau lokal dengan
Terminal penumpang tipe A sekurang- penumpang tipe B atau
dengan terminal kelas jalan sekurang-
kurangnya 20 km di Pulau penumpang tipe A, kurangnya kelas IIIC dan
sekurang-kurangnya 15 paling tinggi IIIA
Jawa dan 30 km di luar
km di Pulau Jawa,dan 30 Luas lahan yang
Pulau Jawa km di pulau lainnya
tersedia sesuai dengan
Luas lahan yang tersedia Luas lahan yang tersedia permintaan angkutan
sekurang-kurangnya 5 ha di sekurang-kurangnya 3 ha
Mempunyai akses jalan
Pulau Jawa dan Sumatera, di Pulau Jawa dan masuk atau
dan 3 ha untuk pulau-pulau Sumatera, dan 2 ha di
pulau lainnya keluar ke dan dari
lainnya
terminal sesuai
Mempunyai akses jalan Mempunyai akses jalan Bupati setelah
dengan kebutuhan
Instansi Dirjen Perhubungan
masuk atau jalan Darat
keluar ke Gubernur setelah mendengar pendapat dari
masuk atau keluar ke dan
Penetap setelah
dan dari terminalpendapat
mendengar dengan mendengar pendapat dan
dari terminal, sekurang- Kepala Kanwil Dephub dan
Lokasi Gubernur dan Kepala Kanwil
jarak sekurang-kurangnya Kepala Kanwil Dephub dan
kurangnya berjarak 50 m mendapat persetuan dari
Terminal setempat mendapat persetujuan
100 m di Pulau Jawa dan 50 di Pulau Jawa dan 30 m di Gubernur
Dirjen
m di pulau lainnya pulau lainnya

3
E. Aktivitas di Terminal
Penyediaan fasilitas publik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan alat bantu yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. selain melayani manusia, terminal juga
melayani kendaran, yang merupakanalat bantu transportasi. Untuk itu terminal tidak hanya
memperhatikan kebutuhan penggunanya saja, tapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan
kendaraan/jenis angkutan yang dilayani, sehingga keberadaannya dapat memenuhi fungsi
terminal itu sendiri. Kondisi ini memunculkan aktivitas yang bersifat mekanistik, dimana
terdapat aktivitas yang harus dilakukan secara berurutan dan teratur untuk mewujudkan sistem
transportasi yang efisien, aman dan dapat membentuk aliran sirkulasi yang terpadu.

Secara umum aktivitas di terminal dapat dikelompokkan ke dalam dua zona, yaitu zona
sirkulasi dan zona penunjang. Pengelompkkan ini dilakukan untuk memberikan kelancaran dan
efisiensi pergerakan bagi kendaran, yangsecara tidak langsung bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan pengguna.

Masing-masing zona memiliki fungsi tersendiri, yaitu :

Zona sirkulasi angkutan dalam kota dan antarkota berfungsi sebagai :

1. Tempat memuat penumpang dan/atau barang dari waktu tiba sampai waktu
berangkat

2. Tempat perpindahan moda, dari satu moda angkutan ke moda angkutan lainnya

3. Tempat istirahat dan pemeliharaan kendaraan

Zona penunjang berfungsi sebagai :

1. Tempat menunggu bagi penumpang yang baru turun dari satu moda dan menunggu
kedatangan moda yang lain.

2. Tempat pelayanan dokumentasi, seperti pemesanan dan pembelian tiket

3. Tempat istirahat

4
BAB II
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, maka penulis mampu menyimpulkan bahwa bersama dengan makalah
“terminal ” menyimpulkan bahwa terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan
menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/ atau antar moda transportasi
serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Terminal adalah suatu
fasilitas yang sangat kompleks, banyak kegiatan tertentu yang dilakukan disana, terkadang secara
bersamaan, dan terkadang secara paralel, dan sering terjadi kemacetan yang cukup mengganggu.

Saran
Demikianlah pokok bahasan contoh makalah ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami
makalah ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua. Karena keterbatasan pengetahuan
dan referensi, kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun sangat diharapkan agar makalah ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi
dimasa yang akan datang.

5
DAFTAR PUSTAKA MAKALAH

https://infoana.com/contoh-makalah/
http://www.radarplanologi.com/2015/10/apa-itu-infrastruktur.html