Anda di halaman 1dari 2

TIGA TATANAN SIMULAKRA

Jean Baudrillard (1983) dalam menjelaskan masyarakat simulasi dengan


hiper-realitasnya menggunakan penjelasan historis, yang menjawab pertanyaan
mengapa sesuatu terjadi dengan merujuk pada perkembangan historisnya (akar
sejarahnya). Hal ini tampak pada karya baudrillard yang menggunakan model
historis, yaitu membedakan antara tiga tatanan simulakra, yang masing-masing
tatanan menyerah pada tatanan yang berikutnya.

Tatanan pertama, mulai Renaisans sampai awal revolusi industry, hanya


simulasi tatanan pertama−pemalsuan yang asli−mungkin terjadi. Pemalsuan tidak
memberikan kemungkinan-kemungkinan control atas masyarakat yang berada
dalam simulakra, tetapi kontrol memberi pertanda pada pemalsuan. Pada objek
yang dipalsukan, tampak ada perbedaan antara objek yang nyata, atau “alami”.

Tatanan kedua, era industri yang dicirikan dengan produksi dan rangkaian
reproduksi murni dari objek yang identik dengan “rangkaian pengulangan atas objek
yang sama.” Pada tatanan ini tidak ada yang dipalsukan. “objek mengaburkan
simulakra dari hal yang lain dan bersama objek, manusia memproduksinya.”
Perbedaan antara objek dan proses kerja menjadi jelas. Tidak perlu memalsukan era
industri, karena produk dibuat dalam skala masif dan tidak ada persoalan keaslian
dan kekhususannya.

Tatanan ketiga, didomonasi oleh kode dan generasi simulasi oleh model
ketimbang system industri. Era ini dikarakteristikan dengan reproduksi, bukan
produksi (sebagaimana yang mendominasi era industri). Yang penting itu bukanlah
produksi objek, melainkan reproduksinya. Selain itu, prinsip reproduksi itu
terkandung dalam kode.

Baudrillard (1983) menyimpulkan, sekarang era berada pada tingkat


reproduksi (fashion, media, publisitas, informasi dan jaringan komunikasi), pada
tingkat yang secara serampangan disebut marx dengan sektor kapital yang tidak
esensial−artinya dalam ruang simulakra, kode, proses kapital global ditemukan. Kita
bergerak bergerak “dari masyarakat produktivitas-kapitalis ke tatanan sibernetika-
neokapitalis” dan sekarang memiliki tujuan kontrol secara total.
Dalam simulasi, referensi antara tanda dengan realitas di dunia nyata tidak
ada. Simulasi adalah relitas kedua (second reality) yang bereferensi pada diri sendiri
(simulacrum of simulacrum). Simulasi tidak mempunyai relasi langsung dengan
dunia realitas. Bahasa atau tanda-tanda dalam simulasi seakan-akan (as if) menjadi
realitas yang sesungguhnya, padahal ia adalah realitas buatan (artificial reality).
Realitas semacam ini diciptakan oleh simulasi, sehingga pada tingkat tertentu
realitas ini tampak (dipercaya) sama nyata bahkan lebih nyata dari realitas yang
sesungguhnya. Simulasi menciptakan realitas lain di luar realitas faktual dan ini
disebut Baudrillard sebagai hiperealitas. Dalam pengertian ini, simulasi menciptakan
realitas baru atau tepatnya realitas imajiner yang dianggap riil.