Anda di halaman 1dari 47

TUGAS AKHIR MODUL 1 PROFESSIONAL PPKn

PANCASILA DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA

Oleh :
Nama : Mauluddin Rahman Syah, S.Pd
NUPTK : 0361767671130043
No. Peserta PPG : 19280215410247
Bid. Studi : PPKn
Tempat Tugas : SMKS Plus Miftahul Ihsan Cilograng
Lebak – Banten

TUGAS BAGIAN 1
a. Diskusikan di kelompok anda tentang gagasan-gagasan the founding fathers dalam
merumuskan dasar negara Indonesia pada sidang BPUPKI dan rumuskan
kesimpulan dari diskusi kelompok anda.
Jawaban:
TOKOH NASIONAL GAGASANNYA
Mr. Muhammad Yamin melalui pidatonya untuk menyampaikan
(29 Mei 1945) gagasan tentang konsep dasar negara
Indonesia yang merdekat. Gagasan
Muhammad Yamin adalah sebagai berikut:
a. Peri Kebangsaan
b. Peri Kemanusiaan
c. Peri Ketuhanan
d. Peri Kerakyatan
e. Kesejahteraan Rakyat
Mr. Soepomo menyampaikan hasil pidatonya tanpa teks
(31 Mei 1945) mengenai rumusan dasar negara Indonesia.
Dalam pidatonya tersebut
a. Paham Negara Kesatuan
Negara yang mengatasi segala golongan
dan perorangan menjadi satu kesatuan.
b. Penghubungan Negara dan Agama
Urusan agama dan negara dipisahkan
dikarenakan setiap orang bebas
memeluk agama kepercayaannya
masing-masing tanpa ada unsur
paksaan.
c. Sistem Badan Permusyawaratan
Kedudukan kepala negara dalam negara
persatuan itu penting.Seorang kepala
negara haruslah bersatu jiwa dengan
seluruh rakyatnya.
d. Sosialisme Negara
Dalam negara yang berlandaskan
persatuan, dalam hal ekonomi dipakai
sistem sosialisme negara.Sistem tolong
menolong dan sistem koperasi
hendaknya idpakai sebagai salah satu
dasar ekonomi negara Indonesia.
e. Hubungan antarbangsa
Indonesia memiliki keragaman budaya,
adat istiadat, suku dan bahasa
daerah.Hubungan tersebut harus dijalin
dengan semangat kesatuan.
Ir. Soekarno Ir. Soekarno menyampaikan lima asas yang
(1 Juni 1945) disebut sebagai Pancasila.
Rumusan Pancasila adalah sebagai berikut:
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme atau perikemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang Maha Esa
b. Buatlah kesimpulan kelompok diskusi anda tentang sejarah lahirnya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia.
Jawaban:
Kesimpulan tentang sejarah lahirnya Pancasila dapat kita gambarkan dalam fase-fase
sejarah sebagai berikut :
1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946) Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bertujuan untuk membahas hal-hal yang
berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesa, termasuk dasar negara. Sidang
BPUPKI inilah yang menjadi sejarah Pancasila sebagai dasar negara. Sidang BPUPKI
ini diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat dengan 33 pembicara pada sidang
pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945).
Hasil dari sidang tersebut ada 3 tokoh nasional yang mengusulkan dasar negara dalam
pidatonya dan nantinya menjadi cikal bakal dari Pancasila. Tokoh-tokoh tersebut
antara lain :
1) Mr. Muhammad Yamin
2) Mr. Soepomo
3) Ir. Soekarno
Hasil usulan dari ketiga tokoh pada sidang BPUPKI tersebut ditampung dan kemudian
dibahas lagi pada lingkup kepanitiaan yang lebih kecil.Panitia yang merupakan
bentukan BPUPKI tersebut sering dikenal sebagai Panitia Sembilan.
2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
Panitia yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan naskah
Rancangan Pembukaan UUD yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
Adapun rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta:
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam
permusyawaratan/perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
3. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
Untuk membahas hasil kerja panitia sembilan, BPUPKI mengadakan sidang yang
kedua dan menghasilkan beberapa keputusan, yang meliputi:
1) pertama, kesepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang
tertuang dalam Piagam Jakarta.
2) Kedua, negara Indonesia berbentuk negara Republik, hasil ini merupakan
kesepakatan 55 suara dari 64 orang yang hadir.
3) Ketiga, kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia
Belanda, Timor Timur, sampai Malaka (Hasil kesepakatan 39 suara).
4) Keempat, pembentukan tiga panitia kecil sebagai: Panitia Perancang
UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air. Akhirnya,
pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi memproklamasikan
kemerdekaannya. Sehari setelah kemerdekaan, BPUPKI diganti oleh PPKI yang
bertujuan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila yang tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945.
4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
Dalam sejarah Pancasila, sidang PPKI yang dilakukan sehari setelah Indonesia
merdeka masih saja terjadi perubahan pada sila pertama yang diusulkan oleh
Muhammad Hatta. Sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, kemudian diubah menjadi
lebih ringkas, yaitu ”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sehingga Pancasila menjadi:
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
c. Lima sila Pancasila digali dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Diskusikan di
kelompok anda, seperti apa penjelasan yang dapat diberikan kepada siswa sehingga
siswa dapat memahami pernyataan di atas.
Jawaban:
1. Sebagai guru sebelum melaksanakan kegiatan pemebelajaran harus terlebih dahulu
mempersiapkan perencanaan pembelajarann terlebih dahulu, memilih metode atau
model pembelajaran yang tepat terkait tema yang akan disampaikan, mempersiapkan
sarana dan prasarana yang mendukung agar kegiatan berjalan sesuai dengan harapan.
2. Terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai pengertian, fungsi dan peranan
pancasila serta pengaplikasiannya dalamkehidupan sehari-hari
3. Guru megaitkan materi pembelajaran dengan aplikatif keseharian peserta didik.
aplikasi atau penerapan nilai nilai pancasila ini dapat kita terhadap peserta didik
dalam pembiasaan seperti selalu berdoa sebelum memulai kegiatan belajar,
memberikan salam ketika bertemu dengan orang yang lebih tua misal kepada
gurunya ketika disekolah ataupun berpapasan dijalan, salam ketika akan memasuki
ruang guru, ruang kelas dan ruang lainya.
4. Guru tidak hanya menjelaskan dan menyampaikan teori melainkan guru juga
dijadikan sebagai rule model bagi anak didik dimanapun karena segala sikap dan
tindak tanduk guru akan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk
terlaksananya kegiatan pembelajaran dikelas. Jadi guru haruslah memiliki sikap-
sikap yang mencerminkan nilai-nilai pancasila agar nantinya dapat ditiru oleh peserta
didik.
5. Guru mengajak siswa untuk berperan aktif dalam penanaman nilai-nilai Pancasila
dalam kesehariannya secara langsung dengan memanfaatkan momentum. Semisal,
menggugah kesadaran sebagai warga negara yang baik dengan menjalankan Upacara
Bendera Hari Senin, melibatkan siswa dalam peringatan hari-hari besar Nasional,
belajar berdiskusi dan bermusyawarah, serta berbagai macam kegiatan yang memacu
peningkatan kesadaran terhadap nilai-nilai pancasila.
6. Anak didik diberikan keleluasaan dalam menggali informasi terkait nilai nilai
pancasila melalui berbagai sumber belajar dan pemanfaatan media digital juga sangat
diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
TUGAS BAGIAN 2
a. Identifikasi beberapa akibat apabila suatu bangsa tidak memiliki pandangan hidup!
Jawaban:
Negara tanpa dasar negara bisa dikatakan sebagai negara tanpa ideologi. Padahal,
ideologi ini penting untuk menentukan arah, tujuan, cita-cita, visi dan misi suatu negara
bahkan sejak awal negara itu didirikan.
Negara tanpa dasar negara ibarat rumah tanpa pondasi yang bisa roboh sewaktu-waktu
hanya karena ada goncangan kecil. Ibarat rumah, bentuk pondasi juga akan menentukan
bentuk bangunan atasnya. Semakin lebar pondasi di buat, maka semakin besar rumah bisa
dibangun, semakin kokoh pondasi dibuat, maka semakin tinggi pula banguanan tersebut
bisa dibangun bertingkat. Demikian pula dengan negara, tanpa pondasi yang baik maka
mustahil juga kehidupan dalam negara tersebut akan berlangsung baik.
Berikut ini merupakan beberapa poin dampak atau akibat yang terjadi pada suatu negara
yang tidak memiliki dasar negara :
1. Negara Tidak Memiliki Pedoman untuk Menyelenggarakan Kehidupan Bernegara
2. Negara Tidak Memiliki Dasar Hukum yang Kuat
3. Negara Tidak Memiliki Dasar Acuan untuk Membuat Visi dan Misi Kehidupan
Bernegara
4. Negara Rawan Krisis Sosial dan Kemanusiaan
5. Negara Tidak Memiliki Identitas yang Jelas di Mata Dunia
6. Negara Rentan Terhadap Kehancuran
b. Amatilah perilaku masyarakat di sekitar anda. Buatlah daftar tentang contoh
perilaku masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan contoh perilaku
masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Jawaban:
1. Berikut hasil pengamatan perilaku masyarakat disekitar tempat tinggal yang sesuai
dengan nilai-nilai pancasila
SILA PERILAKU YANG SESUAI DENGAN NILAI PANCASILA
Pertama 1. Selalu tertib dalam menjalankan ibadah.
2. Tidak berbohong kepada guru maupun teman.
3. Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang
menyayanginya.
4. Tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan
ataupun mengerjakan tugas di kelas.
5. Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam
beribadah.
6. Menceritakan suatu kejadian berdasarkan sesuatu yang
diketahuinya, tidak ditambah-tambah ataupun dikurangi.
7. Tidak meniru pekerjaan temannya dalam mengerjakan
tugas di rumah.
8. Percaya pada kemampuan sendiri dalam melakukan apapun
, karena Allah sudah memberian kelebihan dan kekurangan
kepada setiap manusia.
Kedua 1. Menolong teman yang sedang kesusahan.
2. Tidak membeda-bedakan dalam memilih teman.
3. Berbagi makanan dengan teman lain jika sedang
makan didepan teman lain.
4. Mau mengajari teman yang belum paham dengan pelajaran
tertentu.
5. Memberikan tempat duduk kepada orang tua, ibu hamil,
atau orang yang lebih membutuhkan saat ada di kendaraan
umum.
6. Tidak memaki-maki teman bersalah kepada kita.
7. Meminta maaf atau memaafkan apabila melakukan
kesalahan.
8. Hormat dan patuh kepada guru, tidak membentak-
bentaknya.
9. Hormat dan patuh kepada orang tua.

Ketiga 1. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

2. Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

3. Tidak berkelahi sesama teman maupun dengan orang lain.

4. Memakai produk-produk dalam negeri.

5. Menghormati setiap teman yang berbeda ras dan


budayanya.

6. Bangga menjadi warga negara Indonesia.

7. Tidak sombong dan membangga-banggakan diri sendiri.

8. Mengagumi keunggulan geografis dan kesuburan tanah


wilayah Indonesia.

Keempat 1. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman


dalam menyelesaikan masalah.

2. Memberikan suara dalam pemilihan ketua kelas ataupun


ketua OSIS

3. Menerima kekalahan dengan ikhlas apabila kalah bersainga


dengan teman lain.

4. Berani mengkritik teman, ketua kelan maupun guru yang


bertindak semena-mena.

5. Mengutamakan rapat OSIS daripada bermain bersama


teman.

6. Berani mengemukakan pendapat di depan kelas.

7. Melaksanakan segala aturan dan keputusan bersam dengan


ikhlas dan bertanggung jawab.

Kelima 1. Berlaku adil kepada siapapun.

2. Berbagi makanan kepada teman lain dengan sama rata.

3. Seorang ketua OSIS memberikan tugas yang merata dan


sesuai dengan kemampuan anggotanya.

4. Seorang Ibu tidak boleh pilih kasih dalam membelikan


mainan anaknya.

5. Seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang rajin


dan memberi nasihat kepada siswa yang malas.

6. Tidak pilih-pilih dalam berteman.

2. Berikut hasil pengamatan perilaku masyarakat disekitar tempat tinggal yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai pancasila
PERILAKU TIDAK SESUAI DENGAN NILAI
SILA
PANCASILA
Pertama 1. Tidak mengakui adanya Tuhan
2. Tidak menjalankan kewajiban sebagai umat beragama
3. Memaksakan suatu agama kepada orang lain
4. Melakukan tindakan diskriminasi terhadap orang yang
berbeda agama
5. Tidak mau beribadah
6. Menganggu orang yang sedang beribadah
7. Melakukan pelecehan terhadap simbol agama
8. Menghina agama lain
9. Memusuhi penganut agama lain
10. Menghalangi orang lain untuk beribadah
11. Tidak mau bekerjasama dengan pemeluk agama lain
12. Mengabaikan toleransi beragama dalam masyarakat
13. Saling bermusuhan terhadap sesama penganut agama
14. Menyebarkan paham atheis
Kedua 1. Melanggar hak asasi manusia
2. Tidak mau membantu korban bencana alam
3. Masa bodoh terhadap orang yang mengalami musibah
4. Melakukan penindasan terhadap orang lain
5. Berbuat semena-mena terhadap orang lain
6. Memusuhi bangsa lain
7. Menyebarkan kebencian terhadap bangsa lain
8. Merampas hak orang lain
9. Tidak mau membela yang benar
10. Membiarkan orang lain sengsara
11. Menindas orang yang lemah
12. Menghina orang miskin
13. Memfitnah orang lain
14. Tidak mengakui persamaan derajat
15. Merendahkan martabat orang lain
Ketiga 1. Mengadu domba sesama teman
2. Membuat keributan antar golongan
3. Suka menuduh kelompok lain
4. Menyebarkan berita yang tidak benar
5. Membuat suasana saling mencurigai
6. Tidak bangga sebagai bangsa Indonesia
7. Tidak mau berkorban untuk kepentingan Negara
8. Tidak bersedia membela Negara
9. Menjelek-jelekkan bangsa sendiri
10. Merusak persatuan dalam masyarakat
11. Melecehkan simbol Negara
12. Bersikap egois kedaerahan
13. Memilih jalan kekerasan dalam menyelesaikan perbedaan
14. Suka mencaci maki kelompok lain
15. Merendahkan martabat bangsa
Keempat 1. Memaksakan kehendak dalam musyawarah
2. Tidak mau bermusyawarah
3. Tidak menghargai pendapat orang lain
4. Menolak hadir saat diundang rapat
5. Bersikap tidak adil saat bermusyawarah
6. Menolak hasil musyawarah
7. Tidak menggunakan hal pilih dalam pemilihan umum
8. Memaksa pilihan orang lain dalam pemilihan umum
9. Tidak mengakui keputusan DPR
10. Melanggar undang-undang yang disahkan DPR
11. Mengabaikan hak politik orang lain
12. Menghalangi orang lain untuk menggunakan hak pilih
dalam pemilihan umum
13. Bersekongkol untuk membuat keputusan yang tidak adil
14. Mengutamakan kepentingan pribadi dalam membuat
keputusan musyawarah
15. Membuat keputusan secara sepihak dalam rapat
Kelima 1. Bersikap tidak adil dalam lingkungan social
2. Tidak mau memenuhi kewajiban
3. Melanggar peraturan lalu lintas
4. Membuang sampah sembarangan
5. Tidak mau bergotong royong
6. Merusak fasilitas umum
7. Bersikap boros
8. Bergaya hidup mewah
9. Membuat suara bising yang mengganggu tetangga
10. Menerobos lampu merah saat berkendara
11. Membuang sampah di got
12. Menyerobot antrian
13. Melakukan tindakan korupsi uang Negara
14. Melakukan pemerasan terhadap orang lain
15. Bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat
c. Sesuai dengan yang anda amati pada tugas nomor 1 di atas, buatlah identifikasi
faktor-faktor penyebab dari masyarakat berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Buatlah dalam bentuk laporan.
Jawaban:
LAPORAN PENYEBAB MASYARAKAT BERPRILAKU TIDAK SESUAI DENGAN
NILAI-NILAI PANCASILA

FAKTOR
NO KETERANGAN
PENYEBAB

1 Kurangnya Agama selalu membawa manusia pada jalan yang benar.


peranan Agama mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik bagi
pendidikan sesama. Jika kurangnya pegangan seseorang pada ajaran
Agama dalam agama, maka hilanglah kekuatan pengontrol yang ada
pembentukan didalam dirinya. Namun, jika setiap orang utamanya generasi
sikap remaja muda teguh dengan keyakinannya kepada Tuhan serta
menjalankan agama dengan sungguh-sungguh, tidak perlu
adanya pengawasan yang ketat, karena setiap orang sudah
dapat menjaga dirinya sendiri atau kekuatan pengontrol
dalam dirinya, tidak mau melanggar hukum-hukum dan
ketentuan-ketentuan Tuhan. Sebaliknya dengan semakin
jauhnya remaja dari agama, semakin sulit memelihara moral
dalam diri remaja itu, dan semakin kacaulah suasana, karena
semakin banyak pelanggaran-pelanggaran, hak, hukum dan
nilai moral.
Pendidikan Agama seharusnya dapat meminimalkan
kenakalan-kenakalan remaja yang acuh terhadap negaranya
sendiri. Kehidupan remaja Indonesia akan sangat bermanfaat
apabila memiliki kesadaran terhadap pentingnya Pancasila
dalam kelangsungan hidup bermasyarakat.
2 kurangnya Remaja adalah aset bangsa. Di dalam lingkungan sekolah kita
pendidikan rasa pendidikan Pancasila masih sangat kurang. Nilai-nilai
Pancasila yang terkandung dalam pancasila kurang menjadi perhatian
yang penting bagi kalangan remaja karena Nilai-nilai
pancasila dianggap kurang menarik untuk diterapkan, bahkan
lebih parahnya lagi belakangan ini remaja semakin mengarah
kepada paham barat yang identik dengan hidup bebas
sebebas-bebasnya. dan mereka mereka seakan telah lupa
memiliki dasar negara sendiri yaitu Pancasila.
Pendidikan moral juga sangat penting dalam pertumbuhan
dan perkembangan remaja menjadi seorang dewasa yang
akan lepas ke dunia yang lebih keras. Indonesia perlu
membentuk para remaja yang berkualitas, yang cinta pada
tanah airnya sendiri dalam segala aspek kehidupan. Maka
dari itu diperlukannya pendidikan Pancasila untuk generasi
muda bangsa dan hendaknya diberikan sejak dini
3 Kurang Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini
efektifnya tidak berjalan menurut semestinya. Pembinaan moral
pembinaan dirumah tangga misalnya harus dilakukan dari sejak anak
moral yang masih kecil, sesuai dengan kemampuan dan umurnya. Karena
dilakukan oleh setiap anak lahir, belum mengerti mana yang benar dan mana
rumah tangga, yang salah, dan belum tahu batas – batas dan ketentuan moral
sekolah yang tidak berlaku dalam lingkungannya. Tanpa dibiasakan
maupun menanamkan sikap yang dianggap baik, anak-anak akan
masyarakat. dibesarkan tanpa mengenal moral. Pembinaan moral pada
anak dirumah tangga bukan dengan cara menyuruh anak
menghapalkan rumusan tentang baik dan buruk, melainkan
harus dibiasakan.
Moral bukanlah suatu pelajaran yang dapat dicapai dengan
mempelajari saja, tanpa membiasakan hidup bermoral dari
sejak kecil. Seperti halnya rumah tangga, sekolah pun dapat
mengambil peranan yang penting dalam pembinaan moral
anak muda. Hendaknya dapat diusahakan agar sekolah
menjadi sarana yang baik bagi pertumbuhan dan
perkembangan mental dan moral anak muda. Di samping
tempat pemberian pengetahuan, pengembangan bakat dan
kecerdasan. Dengan kata lain, supaya sekolah merupakan
sarana sosial bagi generasi muda, dimana pertumbuhan
mental, moral dan sosial serta segala aspek kepribadian
berjalan dengan baik. Selanjutnya masyarakat juga harus
mengambil peranan dalam pembinaan moral. Masyarakat
yang lebih rusak moralnya perlu segera diperbaiki dan
dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat
dengan kita. Karena kerusakan masyarakat itu sangat besar
pengaruhnya dalam pembinaan moral anak muda. Terjadinya
kerusakan moral dikalangan pelajar dan generasi muda
sebagaimana disebutkan diatas, karena tidak efektifnnya
keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral.
Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling
bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi
pembinaan moral
4 Penyimpangan Kenakalan remaja juga termasuk penyimpangan terhadap
nilai – nilai nilai-nilai Pancasila. Bagaimana tidak, Pancasila
Pancasila. mengajarkan pada kita untuk mengutamakan Tuhan didalam
hidup kita, memiliki rasa simpati dan empati, bersatu
walaupun kita memiliki perbedaan satu sama lain, dan tidak
mengutamakan pribadi, serta bersikap adil kepada sesama
kita. Itu hanya beberapa contoh kecil yang diberikan
Pancasila. Namun, dalam realita kehidupan masih banyak
remaja yang melakukan kenakalan remaja tanpa merasa
bersalah pada diri sendiri, keluarga, dan negara. Contohnya
seperti tawuran antar sekolah yang menunjukkan bahwa anak
muda sekarang sudah tidak memiliki sikap toleransi,
tenggang rasa, dan sikap saling menghargai. Ada pula remaja
yang bertengkar dan melakukan kekerasan kepada temannya
sendiri hanya karena berselisih pendapat dan juga banyaknya
perilaku bullying, rasisme, serta diskriminasi. Itu
menunjukkan bahwa nilai – nilai Pancasila tak lagi dijadikan
pedoman oleh para generasi muda. Padahal dalam butir
Pancasila sila ke 3 kita mengetahui bahwa kita hendaknya
mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka
Tunggal Ika.
5 Efek Arus globalisasi sangat cepat merasuk ke dalam masyarakat
Globalisasi terutama di kalangan remaja di Indonesia. Pengaruh
globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda
kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia.
Hal tersebut ditunjukkan dengan gejala – gejala yang muncul
dalam kehidupan sehari – hari generasi muda jaman
sekarang. Pertama, dari cara berpakaian banyak remaja –
remaja yang bergaya layaknya selebritis yang cenderung
kebaratan. Mereka memakai pakaian yang minim bahan.
Padahal cara berpakaian tersebut jelas tidak sesuai dengan
kebudayaan kita.
Kedua, teknologi internet bukanlah hal yang asing lagi di
Indonesia. Teknologi internet dapat memberikan informasi
tanpa batas dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja.
Apalagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan
sehari – hari. Jika digunakan dengan semestinya tentu akan
memperoleh manfaat yang berguna. Namun jika
disalahgunakan akan membawa dampak buruk bagi kita.
Rasa sosial terhadap masyarakat akan memudar karena
mereka lebih memilih berkicau di media sosial dan lebih
sibuk memegang handphone masing – masing.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya
tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek, tidak ada rasa
peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Karena globalisasi
menganut kebebasan dan keterbukaan, sehingga banyak anak
muda yang bertindak sesuka hatinya. Contohnya, geng motor
anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang
mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
d. Dengan hasil pengamatan pada tugas 1 di atas, diskusikan di kelompok anda,
kemudian buat laporan kelompok tentang upaya apa yang harus dilakukan agar
masyarakat senantiasa berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk
menciptakan keharmonisan sosial.

Jawaban:
LAPORAN UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR MASYARAKAT
SENANTIASA BERPERILAKU SESUAI DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA
UNTUK MENCIPTAKAN KEHARMONISAN SOSIAL

Kenyataan hidup berbangsa dan bernegara bagi kita bangsa Indonesia tidak dapat
dilepaspisahkan dari sejarah masa lampau.Demikian halnya dengan terbentuknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di dalamnya Pancasila sebagai dasar
negaranya.Sejarah masa lalu dengan masa kini dan masa mendatang merupakan suatu
rangkaian waktu yang berlanjut dan berkesinambungan.Dalam perjalanan sejarah eksistensi
Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam
interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa demi kokoh dan
tegaknya kekuasaan yang berlindung di balik legitimasi ideologi negara Pancasila.Kemudian
diperdebatkan kembali kebenaran dan ketepatannya sebagai Dasar dan Filsafat Negara
Republik Indonesia.Bagi bangsa Indonesia tidak ada keraguan sedikitpun mengenai
kebenaran dan ketepatan Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara.
Pancasila sebagai dasar Negara bangsa Indonesia hingga sekarang telah mengalami
perjalanan waktu yang tidak sebentar, dalam rentang waktu tersebut banyak hal atau
peristiwa yang terjadi menemani perjalanan Pancasila tentang dasar Negara supaya kedepan
kita tetap seperti semboyan kita yaitu “Bhineka Tunggal Ika”. Kemudian Pancasila sebagai
dasar filsafat serta ideologi bangsa dan Negara Indonesia, bukan terbentuk secara mendadak
serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-
ideologi lain di dunia namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang
dalam sejarah bangsa Indonesia.
Dengan kondisi bangsa yang semakin dinamis dan semakin pesatnya perkembangan
dinia digital sehingga budaya luar banyak mempengaruhi nilai nilai yang ada pada bangsa
kita dan seraya menggeser bahkan mungkin suatu saat akan mampu menggantikan budaya
kita apabila bangsa kita tidak mampu lagi memegang teguh nilai Pancasila yang ada dalam
diri bangsa.
Adapun upaya yang harus dilakukan agar masyarakat senantiasa berperilaku sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila untuk menciptakan keharmonisan sosial, antara lain:
1. Pendidikan Agama yang harus menjadi peranan penting untuk membentuk ketakwaan
pada diri generasi muda Indonesia
2. Pendidikan moral bagi anak hendaknya dilakukan sedini mungkin agar membentuk
generasi muda yang bermoral dan taat kepada norma aturan.
3. Pendidikan Pancasila yang harus ditanamkan sehingga dapat menjadi pedoman dan
landasan bagi generasi muda.
4. Menumbuhkan kesadaran dalam diri generasi muda Indonesia untuk membangkitkan
semangat Pancasila.
5. Menumbuhkan semangat nasionalisme, misalnya mencintai produk dalam negeri
6. Menanamkan dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila dengan sebaik – baiknya.
7. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dan keyakinan dengan sebaik – baiknya.
8. Lebih selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ekonomi, maupun budaya
bangsa.
Selain hal tersebut diatas melakukan sebuah pembiasaan sikap dan perilaku yang sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila sangat penting dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa
dan bernegara sebagai upaya meningkatkan perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila, hal
ini dikarenakan Pancasila merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Pembiasaan
tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga.
Perilaku yang sesuai nilai-nilai Pancasila yang dapat dilakukan dalam lingkungan
keluarga yaitu :
a. Taat dan patuh terhadap orangtua
b. Menjalan Ibadah di Rumah
c. Menghormati orang tua dan saudara
d. Sopan dan santun kepada orang tua
2. Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah.
Lingkungan sekolah merupakan tempat yang sangat strategis dalam membina dan
menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku keseharian siswa, dengan harapan
kelak setelah lulus memiliki kemampuan yang cukup untuk mengabdikan diri bagi
bangsa dan negara. Contoh perilaku/sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila:
a. Mentaati tata tertib sekolah
b. Mengerjakan tugas sekolah dari guru dengan baik
c. Tidak mencontek ketika ulangan
d. Berteman dengan semua teman sekolah tanpa membedakan suku bangsa dan
agamanya
3. Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pergaulan.
Perilaku dalam pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila antara lain:
a. Menghargai pendapat teman
b. Tidak menyakiti hati teman
c. Selalu tolong-menolong terhadap teman yang mangalami musibah
d. Berkerja sama dengan teman untuk kerja bakti
4. Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat merupakan aspek penting selanjutnya dalam
pelaksanaanperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Hal ini dikarenakan
lingkungan masyarakat merupakan lingkup yang lebih luas dari anggota sebuah
negara, yangmemegang peranan penting terhadap kelestarian pandangan hidup suatu
negara. Perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila lainnya dalam lingkungan masyarakat
adalah:
a. Tidak mengganggu ibadah orang lain
b. Musyawarah dengan masyarakat untuk membangun lingkungan sekitar
c. Melakukan kerja bakti gotong royong
d. Melakukan poskamling pada malam hari
TUGAS BAGIAN 3
a. Diskusikan dalam kelompok tentang perilaku penyelenggara negara yang tidak
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Buat laporan hasil diskusi.
Jawaban:

LAPORAN HASIL DISKUSI


TENTANG PERILAKU PENYELENGGARA NEGARA YANG TIDAK SESUAI
DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pancasila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila memiliki makna dan
nilai-nilai luhur dalam setiap silanya, karena setiap butir pancasila itu dirumuskan dari nilai-
nilai yang sudah ada sejak zaman dulu. Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang dapat
dijadikan pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Penanaman dan penerapan nilai-
nilai pancasila pada usia dini sangat penting dan diperlukan dalam membentuk kepribadian
generasi bangsa yang berkarakter dan bermoral serta mampu bersaing dalam segala bidang.
Maka diskusi ini diselenggarakan untuk mencari solusi terhadap permasalahan bangsa ini.

B. TUJUAN
1. Menemukan solusi agar perilaku menyimpang dari Pancasila tidak terulang kembali
2. Mencari cara agar masyarakat teredukasi pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila
3. Merumuskan strategi agar para generasi muda sibuk dengan hal positif.

C. TOPIK ATAU MASALAH DISKUSI


Perilaku penyelenggara negara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila
BAB II
HASIL DISKUSI

A. POKOK-POKOK MATERI SAJIAN DISKUSI


1. Faktor-faktor umum penyebab perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai
Pancasila
2. Dampak perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila
3. Solusi untuk menangani perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila

B. PERTANYAAN-PERTANYAAN DAN TANGGAPAN YANG DI SAMPAIKAN


OLEH PESERTA DISKUSI

Berikut ini beberapa pertanyaan yang di sampaikan oleh peserta:


1. Faktor-faktor umum penyebab perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai
Pancasila
2. Contoh perilaku penyelengaraan Negara yang tidak sesuai dengan Pancasila
3. Dampak perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila
4. Solusi untuk menangani perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila
Adapun tanggapan dari peserta diskusi yaitu:
1. Faktor-faktor umum penyebab perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai
Pancasila:
a. Kekuasaan yang Tidak Dapat Dikendalikan, Jika tak dapat mengendalikan
kekuasaan, maka kitalah yang akan dikendalikan oleh kekuasaan tersebut dan
memicu timbulnya banyak penyimpangan.
b. Pandangan Salah Tentang Wewenang yang Diembannya, Seorang pejabat atau
pemimpin terkadang suka salah pandangan dan beranggapan kalau ia memiliki
jabatan tinggi akan bebas bertindak sesuka hati. Atau memiliki wewenang tak
terbatas atau bebas. Padahal memiliki jabatan yang tinggi, wewenangnya makin
tinggi bukanlah merupakan kekuasaan pribadi. Jangan sampai salah pandangan.
c. Lemahnya Penegakan Hukum Terhadap Perilaku Penyalahgunaan Wewenang,
Di tengah kemiskinan warga, orang-orang buta hukum, korupsi malah merajalela.
Yang mencuri ayam dihukum seumur hidup, yang korupsi milyaran dihukum
beberapa tahun saja.
d. Kebijakan Publik Hanya Dilihat Sebagai Suatu Kesalahan Prosedural,
Memandang kebijakan publik sebagai suatu kesalahan prosedural, akan tetapi bila
tujuannya untuk keuntungan kelompok tertentu atau pribadi dan merugikan negara,
maka termasuk dalam tindak pidana.
e. Moral dan Mental yang Lemah, Maksudnya adalah seseorang yang diberikan
wewenang atau jabatan tinggi namun memiliki moral dan mental pencuri misalnya,
tidak akan dapat mengemban amanah dan menjalankan tugas sesuai wewenangnya.
f. Tuntutan Ekonomi, Pemimpin atau pejabat pastilah memiliki keluarga yang harus
ia hidupi. Semakin tinggi jabatan, biasanya kebutuhan hidup juga makin tinggi. Dan
pengeluaran yang besar pasak daripada tiang mengakibatkan seorang pejabat dapat
menyalahgunakan wewenangnya untuk meraup keuntungan materi bagi diri sendiri.
g. Pengawasan yang Lemah, Kurangnya pengawasan dari atas dan pihak-pihak yang
terkait, misalnya dalam pengawasan anggaran.

2. Contoh perilaku penyelengaraan Negara yang tidak sesuai dengan Pancasila


a. Korupsi oleh penyelenggaraan negara`
b. Penggunaan narkoba oleh penyelenggara negara

3. Dampak perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila


a. Korupsi oleh penyelenggara negara
 Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan
ketidak efisienan yang tinggi.
 Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan
yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal.
 Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga
negaranya.
b. Penggunaan Narkoba oleh penyelenggara Negara
 Hilangnya rasa kepercayaan dari masyarakat
 Tidak fokus dalam memperjuangkan aspirasi rakyat
4. Solusi untuk menangani perilaku penyelenggaraan Negara yang tidak sesuai Pancasila
a. Korupsi oleh penyelenggaraan negara`
1. Membangun Supremasi Hukum dengan Kuat, Hukum adalah pilar keadilan.
Ketika hukum tak sanggup lagi menegakkan sendi-sendi keadilan, maka runtuhlah
kepercayaan publik pada institusi ini. Ketidak jelasan kinerja para pelaku hukum
akan memberi ruang pada tipikor untuk berkembang dengan leluasa. Untuk itu
sangat oerlu dilakukan membangun supremasi hukum yang kuat. Tidak ada
manusia yang kebal hukum, serta penegak hukum tidak tebang pilih dalam
mengadili.
2. Menciptakan Kondisifitas Nyata di Semua Daerah, Salah satu rangsangan
tumbuhnya tipikor dengan subur adalah kondisifitas semu di suatu wilayah
otonom. Kondusifitas yang selama ini dielu-elukan adalah kondusifitas semu
belaka. kejahatan korup terus tumbuh dengan subur tanpa ada yang
menghentikannya. bagaimana suatu otonomi daerah semestinya dikatakan
kondusif? yakni daerah yang terbebas dari penyakit tipikor , bersih
penyelewengan serta tidak ada lagi tindak kejahatan yang merugikan bangsa dan
negara.
3. Eksistensi Para Aktivis, para aktifis seperti LSM harus gencar menyerukan
suaranya untuk melawan korupsi. Disini, peran aktif para aktifis sangat
diharapkan
4. Menciptakan Pendidikan Anti Korupsi, Upaya pemberantasan korupsi melalui
jalur pendidikan harus dilaksanakan karena tidak bisa dipungkiri bahwa
pendidikan merupakan wahana yang sangat startegis untuk membina generasi
muda agar menanamkan nilai-nilai kehidupan termasuk antikorupsi.
5. Membangun Pendidikan Moral Sedini Mungkin, Mengapa banyak pejabat
Negara ini yang korupsi? Salah satu jawabannya karena mereka bermoral miskin,
bertabiat penjahat dan tidak bermartabat. Jika seseorang memiliki moral yang
rendah, maka setiap gerak langkahnya akan merugikan orang. oleh karena itu
sangat penting sekali membekali pendidikan moral pada generasi muda.
6. Pembekalan pendidikan Religi yang Intensif, Semua agama mengajarkan pada
kebaikan. Tidak ada satupun agama yang menyuruh kita berbuat untuk merugikan
orang lin, seperti korupsi. Peran orang tua sangat berpengaruf untuk
menumbuhkan kesadaran religi pada anak agar kelak saat dewasa memiliki moral
dan mentalitas yang baik

b. Penggunaan narkoba oleh penyelenggara Negara


1. Kampanye anti penyalahgunaan narkoba, Program pemberian informasi satu
arah dari pembicara kepada pendengar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kampanye ini hanya memberikan informasi saja kepada para pendengarnya, tanpa
disertai sesi tanya jawab. Biasanya yang dipaparkan oleh pembicara hanyalah
garis besarnya saja dan bersifat informasi umum.Informasi ini biasa disampaikan
oleh para tokoh asyarakat. Kampanye ini juga dapat dilakukan melalui spanduk
poster atau baliho.Pesan yang ingin disampaikan hanyalah sebatas arahan agar
menjauhi penyalahgunan narkoba tanpa merinci lebih dala mengenai narkoba.
2. Penyuluhan seluk beluk narkoba, Berbeda dengan kampanye yang hanya
bersifat memberikan informasi, pada penyuluhan ini lebih bersifat dialog yang
disertai dengan sesi tanya jawab. Bentuknya bisa berupa seminar atau
ceramah.Tujuan penyuluhan ini adalah untuk mendalami pelbagai masalah
tentang narkoba sehingga masyarakat/penyelenggara negara menjadi lebih tahu
karenanya dan menjadi tidak tertarik enggunakannya selepas mengikuti program
ini. Materi dalam program ini biasa disampaikan oleh tenaga profesional seperti
dokter, psikolog, polisi, ahli hukum ataupun sosiolog sesuai dengan tema
penyuluhannya
3. Pendidikan dan pelatihan kelompok sebaya , Perlu dilakukan pendidikan dan
pelatihan didalam kelompok masyarakat/penyelenggara Negara agar upaya
menanggulangi penyalahgunaan narkoba ini menjadi lebih efektif. Pada program
ini pengenalan narkoba akan dibahas lebih mendalam yang nantinya akan disertai
dengan simulasi penanggulangan, termasuk latihan pidato, latihan diskusi dan
latihan menolong penderita. Program ini biasa dilakukan dilebaga pendidikan
seperti sekolah atau kampus dan melibatkan narasumber dan pelatih yang bersifat
tenaga profesional.
4. Upaya mengawasi dan mengendalikan produksi dan upaya distribusi
narkoba di masyarakat, Pada program ini sudah menjadi tugas bagi para aparat
terkait seperti polisi, Departemen Kesehatan, Balai Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM), Imigrasi, Bea Cukai, Kejaksaan, Pengadilan dan sebagainya.
Tujuannya adalah agar narkoba dan bahan pembuatnya tidak beredar sembarangan
didalam masyarakat namun melihat keterbatasan jumlah dan kemampuan petugas,
program ini masih belum dapat berjalan optimal.
5. Pemberian sanksi
6. Pemberhentian dari jabatan sebagai penyelenggara negara
BAB III
KESIMPULAN

A. KESIMPULAN HASIL DISKUSI


Dalam diskusi kali ini dapat di tarik kesimpulan bahwa perilaku penyelenggara Negara
yang tidak sesuai dengan Pancasila akan membawa dampak buruk dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur, ajaran-ajaran
moral yang kesemuanya itu meruapakan peljelmaan dari seluruh jiwa manusia Indonesia.
Menyadari bahwa untuk kelestarian nilai-nilai pancasila itu perlu diusahakan secara nyata
dan terus-menerus pengahayatan dan pengamalan nila-nilai luhur yang terkandung di
dalamnya, oleh sebab itu setiap warga Negara Indonesia, penyelenggara Negara, serta
lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah harus
sama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi kelestarianya.

B. SARAN-SARAN
Dalam hasil diskusi ini masih banyak kekeurangan, oleh karena itu, kami berharap
kritik maupun saran yang membangun.
b. Buat klipping berita tentang perilaku menyimpang dari penyelenggara negara, buat
analisismu tentang perilaku menyimpang tersebut.
Jawaban:

KPK: Ketua Umum PPP Romahurmuziy tersangka kasus dugaan


suap jabatan Kementerian Agama

Hak atas foto Antara/Indrianto Eko Suwarso Image caption Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan
rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, sebagai
tersangka kasus dugaan suap jabatan di Kementerian Agama.

Hal ini dipastikan Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif, dalam jumpa pers di Jakarta,
Sabtu (16/3).

Menurut Laode, Romahurmuziy ditangkap melalui operasi tangkap tangan di sebuah hotel di
Surabaya, Jumat (15/3).

Selain Romahurmuziy, KPK mengamankan HRS kepala kantor wilayah Kementerian Agama
Provinsi Jawa Timur; MFQ kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik; ANY asisten dari RMY;
AHB calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP; dan S supir dari MFQ dan AHB.
Dalam operasi tersebut, tim KPK menyita uang sebesar Rp156.758.000. Uang tersebut, menurut
Laode, hanya sebagian kecil dari pemberian-pemberian yang sebelumnya.

"Dalam perkara ini diduga RMY bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima
suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama RI yakni
kepala kantor kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor wilayah Kementerian Agama
Provinsi Jatim," terang Laode.

Hak atas foto Antara/RENO ESNIR Image caption Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Romahurmuziy (mengenakan masker dan bertopi), digiring petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta,
Jumat (15/3).

Dugaan suap jabatan


Kasus ini bermula pada akhir 2018 ketika proses seleksi jabatan di Kementerian Agama dibuka
melalui sistem layanan lelang jabatan calon pejabat tinggi.

Pada pengumuman tersebut salah satu jabatan yang akan diisi adalah kepala kantor wilayah
Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur

Selama proses seleksi, MFQ mendaftar utk posisi kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik.
Adapun HRS mendaftar sebagai kepala kanwil Kemenag Provinsi Jatim.

"MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan di
Kementerian Agama tersebut.
"Pada 6 Februari 2019 HRS diduga mendatangi rumah RMY dan menyerahkan uang Rp250 juta
terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya. Pada saat inilah diduga
pemberian terjadi," papar Laode.

Pada sekitar pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa HRS tidak
termasuk dalam tiga nama yang diusulkan ke Menteri Agama Lukman Syaifuffin

"Jadi HRS ini sebenarnya dianggap nggak lulus, karena diduga pernah mendapatkan hukuman
disiplin. Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam
proses seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama RI tersebut," tutur Laode.

Pada awal Maret 2019, HRS dilantik oleh menteri agama menjadi kepala kanwil Kementerian
Agama di Jawa Timur.

Selanjutnya, pada 12 Maret 2019, MFQ berkomunikasi dengan HRS untuk dipertemukan
kembali dengan RMY.

"Tanggal 15 Maret, HRS AHB bertemu lagi dengan RMY untuk penyerahan uang yang terkait
dengan kepentingan seleksi MFQ tadi. Jadi ini yang keduanya," kata Laode.

KPK kemudian menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka penerima uang.

Dia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU no. 31 tahun 1999
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan
tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Adapun MFQ dan HRS sebagai tersangka pemberi uang.

HRS disangkakan melanggar pasal 5 ayat satu huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU no. 31
tahun 1999.

MFQ disangkakan melanggar pasal 5 ayat satu huruf a atau huruf b atau pasal 13 uu no. 31 tahun
1999 sebagaimana telah diubah dengan uu no. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak
pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk menempatkan kasus
penangkapan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
sebagai persoalan pribadi. Menurutnya, penangkapan Romahurmuziy tidak terkait dengan
Pemilu 2019.

"Jangan pilpres dikaitkan dengan urusan pribadi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat
(15/03), sebagaimana dilaporkan wartawan Muhammad Irham untuk BBC News Indonesia.

Pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2019 ini juga mengatakan pemerintahan tak akan
mencampuri urusan hukum yang membelit Romahurmuziy.
Amin juga menilai penanganan kasus korupsi saat ini cukup baik. Sehingga, kata dia, tiap kali
ada pejabat negara yang berencana korupsi akan tertangkap.

"Sekarang itu korupsi, karena sistemnya, penangkalannya, pemberantasannya, sudah canggih dan
serius makanya selalu bisa ditangkap. Diatasi," tambahnya.

Ucapan Ma'ruf Amin satu suara dengan tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf
Amin.

Direktur Konten TKN, Fikri Satari, mengatakan penangkapan politisi yang kerap disapa Romi
itu tidak terkait dengan Pemilu 2019. "Bahwa ini murni kasus pribadi tidak berkenaan dengan
Pilpres," kata Fikri Satari dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/3).Fikri mengklaim operasi
tangkap tangan Romi tak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas pasangan Joko Widodo-
Ma'ruf Amin. TKN juga berharap proses hukum Romi berjalan secara transparan.Fikri belum
mau menyimpulkan apakah PPP akan didepak dari koalisi setelah peristiwa ini.

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47579763

Hasil analisis terkait Kasus Korupsi:


Terkait korupsi yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai PPP : Romahurmuziy membuktikan
bahwasannya penerapan nilai-nilai Pancasila masih jauh dari yang seharusnya, seakan fenomena
ini sudah menjadi suatu hal yang dianggap lumrah oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Bagaimana tidak, praktek korupsi di Indonesia sudah terjadi sejak zaman penjajahan hingga saat
ini. Korupsi ini seakan-akan telah berakar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat kita, mulai
dari kasus Korupsi kelas kakap sampai kasus korupsi kelas teri, mulai dari kasus korupsi BLBI
sampai kasus yang terbaru mengenai Suap di Kementerian Agama yang menjadi buah bibir saat
ini di kalangan masyarakat. Sudah sejak lama kita dengar seruan yang mengatakan “STOP
KORUPSI” tapi faktanya, korupsi masih saja merajalela dan bahkan mungkin sudah menjadi
budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dilihat dari nilai 4 nilai Pancasila, maka kasus ini melanggar nilai Pancasila:
1. Sila ke 1 “Ketuhanan yang maha esa”
Karena tidak satupun agama didunia ini yang mengajarkan tindak korupsi, apalagi tindak
korupsi ini dapat membuat seluruh rakyat Indonesia sengsara.
2. Sila ke 2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab”
Tindak korupsi yang ditimbulkan dapat menyebabkan ketidakadilan bagi rakyat
Indonesia, dimana uang yang seharusnya digunakan untuk memajukan negeri ini disalah
gunakan untuk kepentingan pribadi.
3. Sila ke 4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
/ perwakilan”
Setiap Pemimpin atau Pejabat sebelum melaksanakan tugasnya pasti disumpah untuk
meyakinkan bahwa pemimpin tersebut serius dengan Tugasnya, tetapi seorang pejabat
yang melakukan tindak korupsi akan melanggar sumpahnya. Hal ini dikarenakan bahwa
para pejabat yang tertangkap tangan telah melakukan tindak korupsi telah
menyalahgunakan hak kekuasaan, dimana tugas para pejabat tersebut untuk
mensejahterakan tetapi justru menyengsarakan rakyat dengan tindak korupsi tersebut.
4. Sila ke 5 “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Kasus ini melanggar Sila ke 5 karena pada tindak korupsi dapat menimbulkan tingkat
kemiskinan yang tinggi.
TUGAS BAGIAN 4
a. Diskusikanlah dalam kelompok tentang fenomena sikap para generasi muda termasuk
siswa sekarang ini yang semakin tidak bermoral, berperilaku menyimpang seperti
kebrutalan gang motor, begal, mengkonsumsi narkoba, pergaulan bebas dan lainnya.
Rumuskan usulan tindakan dari kelompok anda untuk mengatasinya.

Jawaban:
Generasi Muda merupakan ujung tombak sebuah bangsa yang menentukan estafet
kepemimpinan selanjutnya yang menentukan arah sebuah bangsa dan menentukan maju
tidaknya suatu bangsa. Oleh karena itu betapa pentingnya generasi muda bagi suatu
bangsa jika generasi mudanya baik maka sebuah bangsa akan baik namun jika generasi
mudanya buruk maka buruklah sebuah bangsa itu. Masa muda adalah masa yang sangat
produktif dimana semangat muda yang meggelora kondisi fisik yang kuat sebagai
tonggak dari sebuah bangsa. Selain itu masa muda manusia bias melakukan hal-hal yang
produktif dengan kreatifitas tinggi. Pada masa muda juga banyak sekali penemuan-
peneman baru yang dihasilkan.
Namun dalam perkembangan zaman yang semakin modern ini generasi muda
bangsa ini seolah terkikis moral dan akhlaknya. Seharusnya zaman semakin modern
moral dan akhlak generasi muda bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Apalagi sebentar lagi
bangsa ini akan mendapat hadiah besar yaitu generasi muda yang sangat banyak,generasi
yang produktif yang sangat banyak. Mulai sekarang seharusnya dipersiapkan dengan
matang generasi mudanya didik dengan benar agar tetap mempertahankan identitas
bangsa ini dan berbudi luhur yang mempunyai akhlak dan moral yang baik.
Rumuskan usulan tindakan untuk mengatasi sikap generasi muda yang tidak
bermoral:
1. Teguran lisan atau tertulis bagi yang melakukan pelanggaran ringan.
2. Hukuman pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya membuat rangkuman
buku tertentu
3. Melaporkan secara tertulis kepada orang tua siswa tentang pelanggraan yang
dilakukan putra/puterinya
4. Memanggil orangtuanya dan siswa yang melakukan pelangganggaran agar siswa
tersebut tidak mengulangi lagi
5. Melakukan skorsing kepada siswa apabila melakukan pelanggaran berulang kali
6. Mengeluarkan siswa dari sekolah apabila telah melakukan pelanggaran berat

b. Buatlah rancangan kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi siswa


melalui ekstrakurikuler di sekolah.
Jawaban:
Ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran wajib,
untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa yang berhubungan dengan
materi yang dipilih. Ekstrakulikuler merupakan bagian pendidikan berbasis luas (broad
base education). Dengan demikian,kegiatan ekstrakulikuler merupakan proses yang
dilakukan secara sadar dan sistematis dalam membudayakan siswa agar memiliki
kedewasaan sebagai bekal kehidupannya.
Dengan kegiatan ekstrakulikuler diharapkan agar kemampuannya diberbagai bidang.
Selain itu digunakan untuk memupuk keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan,
mengembangkan kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian unggul dan mandiri, serta
rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kegiatan ekstrakulikuler dapat diartikan sebagai kegiatan yang disediakan oleh sekolah
untuk mengakomodasi. Mengembangkan dan memfasilitasi peserta didik terkait minat,
bakat, aspirasi dan harapan peserta didik. Mengingat minat, bakat, aspirasi, dan harapan
setiap peserta didik sangat beragam. Maka kegiatan ekstrakulikuler sedapat mungkin
dapat mewadahi keberagaman minat,bakat, aspirasi, dan harapan mereka. Ini
mengandung arti bahwa sekolah dasar, bisa saja mengembangkan kegiatan
ekstrakulikuler yang berbeda dengan ekstrakulikuler yang lain. Kegiatan ekstrakulikuler
dapat diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program
sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.
Agar pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler mencapai hasil yang baik dalam rangka
mendukung program kulikuler dan membentuk karakter siswa maka diperlukan upaya
kongkrit dan oprasional baik ditingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah. Pada
pasal 4 UU Sisdiknas ayat 4 dinyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan
memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas siswa
dalam proses pembelajaran. Menurut Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi, kegiatan ekstrakulikuler adalah bagian dari pengembangan diri.
1. Nilai Inti Pendidikan Karakter pada Ekstrakulikuler
Nilai-Nilai inti yang diutamakan dalam pendidikan karakter di sekolah dasar bersumber dari
nilai-nilai Pancasila. Nilai ini bersifat minimal sehingga sekolah dapat menjabarkan lebih
banyak lagi nilai-nilai yang lain, sepanjang nilai-nilai itu dapat menjadikan manusia baik
dan tidak berlawanan dengan nilai-nilai Pacnasila.
Adapun nilai-nilai inti dan penjabarannya kedalam ekstrakulikuler tampak pada tabel berikut
ini:
Indikator Prespektif
No Nilai Inti Penjabaran Nilai Inti
Ekstrakulikuler
1 Ketuhanan Yang Mencintai Tuhan, iman takwa  Berdoa sebelum dan
Maha Esa (kepercayaan, kepatuhan, sesudah kegiatan
pengabdian, toleransi, rukun, ekstrakulikuler
tidak memaksa kehendak,  Bersifat jujur dan sportif
menghargai sikap hormat pada  Mempunyai semangat
kepercayaan yang berbeda) toleransi
 Tidak pilih kasih, baik
suku dan agama
 Disiplin
2 Kemanusiaan yang Penghargaan harkat dan  Datang tepat waktu
adil dan beradap martabat manusia sebagai  Bertanggung jawab
makhluk Tuhan, persamaan kepada diri dan
derajat, saling mencintai, lingkungan
tenggang rasa, tidak semena-  Mengucapkan salam
mena, peduli, merasa menjadi  Saling hormat
manusi, percaya diri, menghormati
menghormati, persahabatan,  Tidak malas
kerjasama dengan bangsa lain,
cinta-kasih, empati, hormat,  Bisa kerja sama
santun, berbudi luhur, mandiri,  Menjaga ketertiban
kerja kersas, disiplin, jujur,  Berani menyatakan
sehat, kreatif. salah kepada diri sendiri
dan juga orang lain
 Tidak malu minta maaf
 Menghargai prestasi
 Bersifat inovatif,
kreatif, dan
menyenangkan.
3 Persatuan Indonesia Cinta tanah air, dan bangsa,  Mengutamakan
nasionalisme, kebersamaan dan
patriotisme,persatuan bangsa kepentingan pribadi
diatas kepentingan  Mempunyai sikap
pribadi/golongan, kebersamaan, mudah bergaul dan
penghargaan, bekerja sama
kepedulian,pengorbanan,  Menjaga persatuan dan
kebanggaan sebagai bangsa kekompakan
indonesia, perdamaian, bhinika
tunggal ika, pergaulan demi
persatuan bangsa.
4 Kerakyatan yang Kesamaan hak dan kewajiban,  Berpartisipasi dalam
dipimpin oleh hikmat tidak memaksakan kehendak, menyusun tata tertib
kebijaksanaan dalam musyawarah kepentingan kegiatan ekstrakulikuler
permusyawaratan bersama,semangat  Musyawarah dalam
perwakilan kekeluargaan, menghargai mencapai
keputusan mufakatbersama
bersama,melaksanakan  Mematuhi tata tertib
keputusan bersama,demokrasi, kegiatan
percaya wakil rakyat,berdasar  Bertanggung jawab
kemanusiaan, dengan semangat dalam melaksanakan
persatuan kegiatan
 Menghargai pendapat
teman
 Mau melaksanakan
sebagai ketua dalam
kegiatan
 Berpartisipasi dalam
pemilihan ketua dalam
kegiatan
5 Keadilan sosial bagi Sikap kekeluargaan dan gotong  Suka membantu teman
seluruh rakyat royong, adil, sesama manusia, dalam kesulitan
indosenia keseimbangan hak kewajiban,  Memiliki sikap sabar
hormat hak orang lain,  Tidak berkelahi
membantu orang lain untuk  Bersikap berani dan
mandiri, , anti pemerasan orang mandiri
lain, hemat, hidup sederhana,  Menjaga barang sendiri
tidak merugikan orang lain, dan barang orang lain
kerja keras, menghargai karya dalam kegiatan
untuk sesama, memeratakan  Patuh dalam aturan yang
keadaan sosial, kepatuhan berlaku dalam kegiatan
hukum
2. Lingkup Pendidikan Karakter dalam Ekstrakulikuler
Lingkup pengembangan pendidikan karakter di sekolah mencakup tiga hal.
a. Pertama, pendidikan karakter yang menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk dan
hamba Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini akan menumbuhkan nilai transendensi dan nilai
keagamaan yang kuat,sehingga pada gilirannya akan tumbuh sikap kasih sayang,
toleransi, saling menghargai dan menghormati, jujur, serta menjauhkan diri dari prilaku
anarkis.
b. Kedua, pendidikan karakter yang terkait dengan keilmuan. Karakter yang dibangun
tidak hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan juga karakter yang mampu
menumbuhkan kepenasaran intelektual sebagai model untuk membangun kreativitas,
daya inovasi, dan dan kemandirian. Metode yang dipilih hendaknya dapat merangsang
tumbuhnya kepenasaran intelektualsehingga dapat membangun pola pikir, tradisi dan
budaya keilmuan.
c. Ketiga, pendidikan karakter yang menumbuhkan rasa cinta dan bangga menjadi orang
Indonesia. Kecintaan terhadap bangsa dan negara menumbuhkan kebanggaan dilakukan
melalui kegemaran untuk berprestasi. Prestasi ini kita konstribusikan dan kita demi
kemajuan bangsa dan negara. Hal inilah yang menumbuhkan kebanggaan sejati.
3. Macam-Macam Kegiatan Ekstrakulikuler
Ada bermacam-macam kegiatan ekstrakulikuler. Kebutuhan dan kemampuan dalam
melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler di setiap sekolah berbeda-beda.
Berikut merupakan lingkup kegiatan ekstrakulikuler yang dapat dikembangkan di sekolah:
No Kegiatan Sub Kegiatan Karakter Positifyang
Ekstrakulikuler Ekstrakulikuler Dibentuk dan Diperkuat
1 Kesenian Ø Seni musik Jujur, disiplin, kerja keras,
Ø Seni suara kreatif, mandiri, menghargai
Ø Seni rupa prestasi, komunikatif,
Ø Seni tari tanggung jawab, sabar
Ø Seni sastra
2 Olah Raga Ø Sepak bola Seportivitas, jujur, disiplin,
Ø Bola voli kerja keras, menghargai
Ø Bola basket prestasi,
Ø Beladiri Komunikatif, tanggung jawab,
Ø Atletik sabar, saling menghormati,
Ø Futsal demokratis, punya semangat
Ø Badminton kebangsaan, cintah tanah air
Ø Tenis meja
Ø Senam (SKJ)
3 Kegiatan Keagamaan Ø Rohis Do’a bersama, religius, jujur,
Ø Kebaktian toleransi, cinta damai, peduli
Ø Peringatan hari besar agama lingkungan, saling
menghormati, jujur, gemar
membaca
4 Bidang Pengembangan
Ø Kelompok matematika Disiplin, kreatif, punya rasa
Bakat Khusus Ø Kelompok bahasa ingin tahu, cinta tanah air,
Ø Kelompok ipa menghargai prestasi, tanggung
jawab
5 Bidang keorganisasian Ø Pramuka Toleransi, disiplin, saling
dan sosial Ø Paskibra menghormati, cinta damai,
peduli lingkungan, peduli
sosial, kerja keras, kreatif,
mandiri, demokrasi
6 Bidang keterampilan Ø Komputer Disiplin, kerja keras, kreatif,
Ø Tata boga menghargai prestasi, tanggung
Ø Elektronika jawab, gemar membaca.
Ø Berkebun-berternak
7 Kesehatan sekolah Ø UKS Toleransi, disiplin,
Ø Dokter kecil demokratis, punya rasa ingin
tahu komunikatif, cinta damai,
tanggung jawab, sabar

4. Prinsip Pengembangan Karakter Melalui Ekstrakulikuler


Prinsip pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakulikuler dalam rangka pembentukan
karakter siswa adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan ekstrakulikuler hendaknya dipandang sebaai bagian dari keseluruhan kegiatan
pendidikan di sekolah. Oleh karena itu kegiatan ekstrakulikuler harus mempunyai
tujuan yang sama atau mendukung pencapaian tujuan pendidikan di sekolah secara
keseluruhan, termasuk pendidikan karakter.
b. Segala bentuk kegiatan ekstrakulikuler harus mengemban misi pendidikan dalam rangka
mendidik parasiswa dan bukan untuk yang lainnya.
c. Kegiatan ekstrakulikuler harus diupayakan untuk mempersatukan siswa yang
mempunyai aneka ragam latar belakang dan mempunyai banyak perbedaan, dan
menjaga persatuan.
d. Harus dipandang sebagai upaya pengaturan pembimbingan terhadap siswa
e. Harus mendorong dan memacu kemandirian siswa.
f. Harus mempunyai fungsi dalam kehidupan siswa, baik di sekolah atau di masyarakat.
5. Pola Pelaksanaan
Strategi yang dapat dibentuk untuk membentuk karakter siswa melalui kegiatan
ekstrakulikuler adalah sebagai berikut:
a. Intervensi
Intervensi adalah bentuk campur tangan yang dilakukan pembimbing ekstrakulikuler
terhadap siswa. Jika intervensi ini dilakukan secara terus-menerus, maka lama kelamaan
karakter yang diinterversikan akan terpatri dan mengkristal pada diri siswa. Pembimbing
dapat melakukan interversi melalui pemberian pengarahan, petunjuk, dan bahkan
memberlakukan aturan ketat agar dipatuhi oleh siswa yang mengikutinya.
b. Pemberian keteladanan
Kepala sekolah dan guru pembimbing siswa adalah model bagi siswa. Perilaku mereka
akan ditiru oleh siswa. Oleh karena itu, berbagai karakter positifyang mereka miliki,
sangat bagus jika ditampakkan kepada siswa agar siswa mau meniru atau mencontohnya.
c. Habituasi
Ada ungkapan menarik terkait pembentukan karakter ini “hati-hati dengan kata-katamu,
karena itu akan menjadi kebiasaanmu. Hati-hati dengan kebiasaanmu, karena itu akan
menjadi karaktermu.” Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, akan
mengkristal menjadi karakter. “biasakanlah yang benar, dan jangan membenarkan
kebiasaan” kebenaran harus dibiasakan agar membentuk karakter yang berpihak pada
kebenaran. Sementara itu tidak semua kebiasaan itu benar. Oleh karena itu hanya yang
benar saja yang perlu dibiasakan.
d. Mentoring atau pendampingan
Pendampingan adalah suatu fasilitas yang diberikan oleh pendamping kegiatan
ekstrakulikuler kepada siswa dalam melaksanakan berbagai aktivitas, agar karakter
positif yang sudah disemaikan, dicangkokkan, dan diintervensikan tetap terkawal dan
diimplementasikan oleh siswa. Dalam proses pendampingan ini mungkin ada persoalan
keseharian yang ditanyakan siswa kepada pembimbingnya. Oleh karena itu pembimbing
dapat memberikan pencerahan sehingga tindakan siswa tidak keluar dari koridor karakter
positif yang hendak dikembangkan.
Penguatan Dalam berbagai perspektif psikologi, penguatan yang diberikan oleh
pembimbing ekstrakulikuler bermanfaat untuk memperkuat prilaku siswa. Oleh karena
itu jangan sampai pembimbing didahului oleh peer group siswa dalam memberikan
penguatan prilaku sebayanya. Jika siswa telah dikuasai oleh per groupnya yang mengarah
ke tindakan-tindakan negatif, maka akan sulit dikuasai oleh pembimbingnya.
6. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dalm pembentukan karakter siswa meliputi
perencanaan, implementasi rencana, dan evaluasi.
a. Perencanaan, Pada perencanaan, terdapat 3 (tiga) kegiatan yang dilakukan.
 Pertama, karakter yang hendak dibentuk perlu diintegrasikan dalam rencana jangka
menengah sekolah (RJMS) atau rencana kegiatan sekolah (RKS), agar dapat
memayungi semua kegiatan di sekolah. Dalam RKS, akan dapat banyak aktivitas baik
yang bersifat intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang dapat dipergunakan untuk
membentuk karakter tertentu.
 Kedua, penjabaran karakter lebih lanjut dalam program kegiatan ekstrakurikuler
tahunan. Setelah karakter yang ingin dibentuk berada di RMJS atau RKS dan
dilakukan pengelompokan, selanjutnya dilakukan penjabaran karakter lebih lanjut
dalam program kegiatan ekstrakurikuler tahunan. Dalam menjabarkan RKS menjadi
program tahunan kegiatan ekstrakurikuler ini,sebaiknya melibatkan para pemangku
kepentingan (stake holders), agar dapat mengakomodasi pikiran, aspirasi dan harapan
mereka terhadap karakter positif yang akan dibentuk. Keterlibatan mereka dalam
menyusun program tahunan kegiatan ekstrakurikuler ini, diharapkan bias menambah
dukungan dan penguatan ketika sudah berada di tataran implementasi. Dengan adanya
dukungan dari stake holders, terutama orangtua, karakter yang dibentuk di sekolah
dapat dikawal oleh mereka ketika sudah berada di lingkungan keluarga dan
masyarakat.
 Ketiga, berdasarkan program tahunan ekstrakurikuler ini, pembimbing kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah dapat menyusun program tahunan pembinaan pada kegiatan
ekstrakurikuler yang dibina. Disekolah dasar, bias terjadi satu orang guru kelas
membina lebih dari satu kegiatan ekstrakurikuler, jika kegiatan ekstrakurikuler yang
berada di sekolah tersebut memang banyak dan beragam.
b. Implementasi
Setelah rencana/program tahunan kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada
pembentukan karakter tertentu disusun dan ditetapkan, selanjutnya dilakukan
implementasi program kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah pada pembentukan
karakter. Dalam implementasi ini kepala sekolah hendaknya terus memantau pelaksanaan
agar para penanggung jawab kegiatan yang berada di sekolah konsisten dalam
mengimplementasikan program.
c. Evaluasi Program
d. Evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah pada pembentukan karakter
tertentu, terdiri atas (1) evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatannya (apakah sesuai dengan
yang diprogramkan), (2) evaluasi terhadap tersemai dan menguatnya karakter positif
yang hendak dibentuk, dan (3) evaluasi terhadap berkurangnya karakter negative yang
hendak dieliminasi. Diharapkan karakter positif yang dibentukmenunjukkan
kecenderungan naik, dan karakter negative yang dieliminasi secara kontinyu
berkecenderungan menurun.
7. Peran dan Fungsi Stakeholder dalam Pendidikan Karakter melalui Ekstrakulikuler
Pihak yang bertanggung jawab dalam pembentukan karakter melalui kegiatan
ekstrakurikuler meliputi kepala sekola, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru
pembimbing ekstrakurikuler, komite sekolah, pengawas sekolah, dan orangtua siswa. Peran
fungsi mereka dapat dikedepankan sebagai berikut.
a. Kepala Sekolah
 Bertanggung jawab secara formal operasional dalam keseluruhan program pembentukan
karakter siswa, termasuk yang melalui kegiatan ekstrakurikuler.
 Menetapkan kebijakan pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
 Memberikan arahan kepada wakil kepala sekolah pembimbing ekstrakurikuler, dan
stakeholder sekola yang lain terkait pembentukan karakter siswa melalui kegiatan
ekstrakurikuler.
 Memantau pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang mengerucut pada pembentukan
karakter.
 Memantau pelaksanaan pembimbingan kegiatan ekstrakurikuler yang mengerucut pada
pembentukan karakter.
 Melaporkan dan mempertanggungjawabkan program pembentukan karakter siswa kepada
stakeholder.

b. Pembimbing Kegitan Ekstrakurikuler


 Menyusun program kegiatan ekstrakurikuler yang dibina dengan memberikan fokus pada
pembentukan karakter siswa.
 Melaksanakan program kegiatan ekstrakurikuler yang dibina dengan memberikan fokus
pada pembentukan karakter siswa.
 Melakukan evaluasi program kegiatan ekstrakurikuler yang dibina dengan memberikan
fokus pada pembentukan karakter siswa.
 Memantau kemajuan yang dicapai oleh siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
yang dibimbingnya terkait jenis karakter yang akan dibentuk.
 Bekerja sama dengan orangtua siswa dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler kearah
pembentukan karakter.

c. Pengawas Sekolah
 Memantau dan melakukan pengawasan terhadap program pembentukan karakter siswa
melalui ekstrakurikuler di lingkungan sekolah binaannya.
 Melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru di lingkungan sekolah binaanya,
terkait dengan pelaksanaan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler.
 Mempertanggungjawabkan kegitan pemantauan, pengawasa, dan pembinaan karakter di
lingkungan sekolah binaannya kepada kepala UPTD dan dinas pendidikan
kabupaten/kota.
d. Komite Sekolah
 Mengawal proses pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler yang
dilakukakan oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru pembina
ekstrakurikuler.
 Menjembatani aspirasi orangtua dan masyarakat terkait pembentukan karakter siswa di
sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.

8. Karakter yang Dibentuk melalui Kegiatan Ekstrakulikuler


Karakter berarti sifat-sifat kejiwaan atau akhlak/budi pekerti yang membedakan seseorang
dengan orang lain. Karakter berkaitan dengan kekuatan moral dan berkonotasi positif. Orang
berkarakter adalah orang yang memiliki kualitas moral positif. Dengan demikian,
pendidikan membangun karakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat atau
pola perilaku yang berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang
negatif atau buruk.
Pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler adalah usaha sadar yang dirancang dan
dilaksanakan oleh pendidik untuk menyemaikan, mencangkokkan, dan mempertahankan
nilai-nilai yang khas baik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Setelah mengetahui nilai-nilai
kebaikan, siswa bersedia mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan
nyata,sehingga bias berdampak baik terhadap lingkungannya. Kegiatan ekstrakurikuler yang
membentuk nilai universal akan mampu memancarkan kebaikan olah piker, olah hati, olah
raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Disini kegiatan
ekstrakurikuler sekaligus mencangkokkan nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran
dalam menghadapi kesulitan dan tantangan pada diri seseorang atau sekelompok orang

c. Melalui diskusi kelompok, buatlah telaah anda tentang kehidupan masyarakat yang
makmur berkeadilan dan kehidupan yang adil berkemakmuran.
Jawaban:
HASIL TELAAH KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG MAKMUR BERKEADILAN
DAN KEHIDUPAN YANG ADIL BERKEMAKMURAN
1. Masyarakat makmur berkeadilan dan kehidupan adil berkemakmuran adalah
masayarakat yang telah mencapai suatu tingkatan dimana keadilan dan kemakmuran
telah dinikmati oleh seluruh rakyat. Masyarakat yang demikian merupakan cita-cita
bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Cita-yang mengandung makna yang
sangat luhur.
Adil berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya atau yang
seharusnya diterima olehnya, sehingga ia dapat melaksanakan kewajibannya tanpa
rintangan. Hak bebas berpendapat, hak memperoleh hidup aman dan tertib, hak
mendapat pendidikan layak, hak bebas menunaikan ibadat sesuai agama dan
kepercayaannya, hak tidak dihukum sebelum terbukti bersalah menurut hukum, dll.
Semua itu perlu mendapatkan perlindungan tegas dari hukum Negara. Oleh karena itu,
untuk mewujudkan keadilan, hukum harus tegak dan mengikat semua orang secara
sama dan tidak pandang bulu, termaksud penguasa.
Makmur berarti tersedianya barang kebutuhan hidup rakyat secara merata dan tersebar
sehingga rakyat mampu menentukan dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Oleh
sebab itu, suatu Negara disebut makmur apabila produksi barang kebutuhan rakyat
terus meningkat dan pendapatan rakyat juga meningkat. Dalam suasana seperti ini,
rakyat secara individual atau secara bersama –sama dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya. Maka produksi barang dan jasa dalam masyarakat harus lebih cepat dari
pada pertambahan jumlah penduduk. Dengan demikian daya beli rakyat dapat
bertambah pula.
Masing-masing individu memperoleh kebutuhan untuk hidup secara berbudaya dan
secara cukup sehingga pendapatannya tidak seluruhnya dipergunakan untuk konsumsi,
tetapi juga untuk investasi dengan baik karena tersedianya dana dan kredit yang
diperlukan dalam masyarakat. Adil saja tidak cukup karena apabila tidak ada sesuatu
yang dapat dibagikan kepada masyarakat secara merata. Sebaliknya makmur saja tidak
cukup sebab kemakmuran tanpa keadilan dapat menimbulkan golongan kaya disatu
pihsak dan miskin dipihak lain. Jalan menuju kemakmuran adalah adi;. Kemakmuran
dapat dicapai melalui pembangunan ekonomi secara bertahap, nyata dan realistis.
Kemakmuran harus dicapai pikiran dan kerja keras. Bagi bangsa Indonesia, adil
makmur merupakan suasana hidup kemasyarakatan yang dicita-citakan seperti
tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mencapainya
pembangunan nasional secara bertahap dan berkesinambungan harus dilaksanakan
2. CARA MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR
Ada empat hal yang mendasar untuk mewujudkan keadilan dan
kemakmuran berdasarkan cita – cita yang tercantum dalam Pembukaan UUD 45. Empat
hal tersebut adalah :
 Asas kepercayan
 Asas kerja sama (gotong royong)
 Asas keadilan, dan
 Asas kemakmuran.
Kita tidak cukup adil saja tanpa kemakmuran, atau makmur saja tanpa keadilan.
Prinsip adil dan makmur adalah menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu hak dan
kewajiban masyarakan harus dijunjung tinggi sehingga terciptalah masyarakat yang
adil dan makmur

3. IDEOLOGI YANG TEPAT UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL


DAN MAKMUR
Seperti yang kita ketahui, Pancasila merupakan ideologi negara. Hal ini erat kaitannya
dengan terwujudnya kemakmuran masyarakat Indonesia. Pada UUD 1945 tercantum
pokok pikiran:
a. Pemerintah yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
b. Bentuk negara Republik yang berkedaulatan rakyat.
c. Segala sesuatu berdasarkan undang-undang dasar negara.
d. Nilai-nilai Pancasila.

Pokok pikiran tersebut berhubungan dengan apa yang menjadi cita – cita bangsa
Indonesia di masa depan dan memiliki keluwesan yang memungkinkan menerima
pemikiran-pemikiran baru tanpa mengingkari hakikat/nilai Pancasila. Dengan demikian,
sebagai ideologi Pancasila dapat memberi pedoman untuk melakukan kegiatan di segala
bidang demi tercapainya kemakmuran dan keadilan rakyat Indonesia. Sila Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung nilai moral keadilan sosial antara lain: wujud
keadilan sosial atau kemasyarakatan meliputi seluruh rakyat Indonesia dalam seluruh
bidang kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan.
a. Bidang politik : Tidak adanya penyalahgunaan kekuasaan.
b. Ekonomi : Terdapat distribusi pendapatan yang merata.
c. Sosial Budaya : Perlakuan sama rata terhadap budaya daerah dan pelaksanaan
pendidikan nasional yang merata.
d. Pertahanan dan keamanan : Berkurangnya kriminalitas dan perlakuan hukum
yang sesuai dengan hak dan Undang – Undang yang ada.