Anda di halaman 1dari 9

Judul Acara Skala Peta

Nama Raditya Pradana Nilai Total Laporan


:
NIM 18/429689/GE/08874
Kelompok Praktikum Selasa, jam 11.00-13.00
Asisten 1. Adriati Annisa Utami
2. Resta Cahyani Putri
Komponen Penilaian Laporan dikumpulkan pada hari Selasa
A : Pretest A: Tanggal : Jam : 11.00
B : Kegiatan Praktikum B: Praktikan Asisten

C : Laporan Praktikum C:

D : Tugas D:

TUJUAN
1. Membedakan berbagai macam cara menyatakan skala peta dan mencari skala peta yang
tidak diketahui skalanya.
2. Melakukan transformasi skala peta dan menyesuaikan kandungan informasinya.
3. Memahami pengubahan skala peta digital pada perangkat lunak.

MEDIA PEMBELAJARAN
1. Peta RBI,
2. Kertas Kalkir,
3. Alat tulis,
4. Laptop atau komputer,
5. Perangkat lunak QuantumGIS,
4. Peta dalam format digital.
Nilai
LANGKAH KERJA

Peta RBI

Menyalin Peta RBI

Salinan Peta
Bagian I : Pengubahan
Skala Peta cetak Secara Grid
Manual

Transformasi Transformasi
Metode Grid Metode
Union Jack

Salinan Salinan
Peta Skala Peta Skala
1:50.000 1:50.000

Peta digital

Bagian II : Pengubahan
Zoom in/Zoom out
Skala pada Peta Digital

Ulasan pengubahan
skala peta pada
peta digital
Peta citra daerah
kampus UGM

Menentukan
Bagian III : Mencari Skala Peta skala peta
dengan 3
metode

Pemaparan
hasil

Input

Proses

Output

Nilai

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL PRAKTIKUM
1. Peta hasil penyalinan Peta RBI skala 1:25.000.
2. Peta hasil pengecilan skala Metode Grid skala 1:50.000.
3. Peta hasil pengecilan skala Metode Union Jack skala 1:50.000.
4. Bahasan pengubahan skala pada peta digital.
5. Perhitungan penentuan skala peta.

PEMBAHASAN
Praktikum Kartografi Acara II ini ialah mengenai Skala Peta. Skala adalah perbandingan
jarak antara 2 titik sembarang di peta dengan jarak horizontal kedua titik tersebut di
permukaan bumi dengan satuan ukuran panjang yang sama. Skala peta merupakan salah satu
unsur penting dalam peta. Penggambaran peta selalu dilakukan pada media yang jauh lebih
kecil daripada luasan aslinya. Maka dari itu setiap peta harus mencantumkan rasio atau proposi
antara jarak di peta dengan pengukuran di lapangan (Robinson et al., 1995). Pemilihan skala
peta memiliki konsekuensi terhadap analisis data, tingkat kedetilan informasi, serta tampilan
peta. Peta skala besar menyajikan bagian permukaan Bumi yang lebih sempit dengan
informasi yang lebih detil, sementara peta skala kecil menyajikan bagian permukaan Bumi
yang lebih luas namun dengan tingkat kedetilan informasi yang terbatas.
Terdapat empat cara dalam menyatakan skala peta yaitu yang pertama dengan cara skala
angka atau skala pecahan. Cara ini adalah dengan menggunakan fraksi sederhana, rasio, atau
pecahan. Representasi skala ini adalah yang paling umum digunakan. Yang kedua adalah
dengan skala verbal yang menggunakan kalimat untuk menggantikan skala angka, contohnya,
1 inch to 1 mile, 1 centimeter to 1 kilometer. Selain itu, ada cara dengan grafik atau bar yang
menggunakan gambar atau garis lurus yang terbagi dalam satuan yang sama panjang. Cara
yang terakhir yaitu menggunakan skala area, skala area digambarkan untuk menunjukkan
luasan yang sebanding di lapangan, umumnya disajikan pada peta-peta tematik untuk
menyajikan data kuantitatif.

Beberapa cara dalam menentukan skala peta adalah:


1. Perbandingan dengan dunia nyata,
Dilakukan dengan mengukur Panjang garis pada peta kemudian mengukur Panjang asli
objek yang diwakili pada garis yang diukur tadi.
Setelah pengkuruan, kedua angka tersebut dibuat perbandingan ke angka sederahana

2. Membandingkan dengan peta lain,


Peta yang belum memiliki skala bisa dibandingkan dengan peta lain yang memiliki
skala.
Caranya dengan membandingkan dua objek yang sama, kemudian melakukan
perhitungan dengan rumus:

𝑃 𝑑
2= 1 𝑥 𝑃1
𝑑2
P2=penyebut skala yang dicari
P1=penyebut skala diketahui
D1=jarak objek yang skalanya diketahui
D2=jarak objek yang dicari

3. Memperhatikan interval kontur,


Interval kontur adalah selisih antara dua garis kontur dalam peta.
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian
yang sama dari permukaan laut. Tidak semua peta dilengkapi dengan garis kontur.
Perhitungan interval kontur untuk skala dinyatakan dalam:
Interval Kontur = 1/2000 x Penyebut Skala

4. Menghitung jarak meridian/paralel pada peta,


Panjang 1 derajat parallel memiliki jarak 68,7 miles atau 111,195 km. sedangkan 1
derajat meridian memiliki jarak 69,09 miles atau 111,20 km.

Dalam praktikum ini diajarkan bahwa pengecilan peta dengan skala tertentu dan mengenai
cara mencari skala sebuah peta. Skala peta dapat berupa skala numerik, skala verbal, skala
grafik, dan skala area. Melalui praktikum ini juga diketahui bahwa skala peta dapat diperkecil
dan diubah. Dalam memperkecil peta, dapat menggunakan metode Grid dan metode Union
Jack. Skala suatu peta dapat diperkecil apabila ada tambahan informasi yang perlu
dicantumkan dalam peta. Setiap etode pengecilan skala peta memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Dalam metode Grid, pengecilan skala peta dapat dilakukan
dengan akurat apabila daerah pada peta tidak memiliki obyek-obyek yang kompleks, sehingga
pengecilan peta dapat dilakukan dengan mudah. Namun, metode ini menjadi sukar apabila
kenampakan pada peta memiliki detil yang banyak. Sedangkan dalam metode Union Jack,
objek-objek kecil dapat digambar lebih detil karena lebih teliti dalam pengecilannya, sehingga
hasil yang didapat menjadi lebih akurat.
Pengubahan skala peta secara langsung akan berdampak pada kedetilan informasi
(Robinson et al., 1995). Hal itu tentu berpengaruh terhadap analisis spasial yang dilakukan
oleh pembaca peta. Semakin kecil skala peta tentu akan semakin luas cakupan wilayahnya,
namun kedetilan informasi akan semakin berkurang. Pengecilan skala peta yang dilakukan
menggunakan 2 metode yaitu, metode grid dan metode Union Jack.
Pada metode grid, praktikan membuat grid baru dengan ukuran setengah dari grid awal.
Kemudian, praktikan memperhatikan area grid yang baru dan grid awal untuk menyalin
informasi yang terdapat pada grid awal ke grid yang baru dengan cermat agar informasi yang
disalin dapat sesuai dan akurat.
Pada metode Union Jack, langkah-langkah yang dilakukan mirip seperti pada metode grid,
hanya pada metode Union Jack, grid baru yang sudah dibuat kemudian diberi garis bantu
berupa garis diagonal yang menyilang membentuk segitiga di dalam grid yang baru. Pada
metode Union Jack, penyalinan informasi dapat dilakukan lebih detil karena garis-garis yang
membentuk segitiga itu memberikan kemudahan sebagai acuan dalam menyalin informasi,
namun tingkat kerumitannya lebih tinggi dibandingkan dengan metode grid karena garis bantu
diagonal yang terlihat memenuhi grid.
Pada dasarnya, pengecilan skala peta menggunakan kedua metode ini memiliki ciri khas
masing-masing yang membedakan bagaimana cara praktikan melakukan penyalinan informasi.
Hal itu juga tidak terlepas dari kenyataan bahwa ilmu kartografi merupakan suatu bidang ilmu
yang erat kaitannya dengan seni. Namun, informasi yang disalin menggunakan kedua metode
ini akan tetap sama.
Berikutnya adalah pengubahan skala peta digital. Dalam praktikum kali ini menggunakan
perangkat lunak ArcGIS dan Google Maps saja yang mana hanya meggunakan perbesaran
maupun pengecilan (zoom in and zoom out). Dengan menggunakan peta digital,pengubahan
skala menjadi lebih mudah dan lebih cepat.
Berdasarkan peta digital Kota Yogyakarta skala 1:5000 dan skala 1:1500, dapat terlihat
kenampakan kedetilan informasi yang berbeda. Pada peta digital Kota Yogyakarta skala
1:5000, kenampakan jaringan jalan terlihat kecil dan kurang jelas dibandingkan pada skala
1:1.500. Selain itu, pada peta skala 1:1500, kenampakan vegetasi di sepanjang jalan dapat
terlihat dengan jelas, bahkan kendaraan pun terlihat. Contohnya, dalam peta cetak kampus
UGM, jarak antara trotoar timur Fakultas Geografi dengan trotoar barat hutan UGM adalah
sekitar 1 cm, sedangkan pada jarak aslinya sekitar 10 meter.
Pada intinya, peta digital Kota Yogyakarta skala 1:1.500 memberikan kedetilan informasi
yang lebih baik daripada skala 1:5000. Namun, cakupan daerah yang ditampilkan skala
1:1.500 tidak seluas cakupan skala 1:5000. Hal itu berpengaruh terhadap analisis keruangan
yang dilakukan bergantung pada tujuan analisis spasial tersebut.
Perubahan skala peta digital sangat mudah dilakukan. Apabila terdapat peta dengan skala
1:50.000 dan ingin membesarnya sebesar 50%, cukup dilakukan dengan fitur Zoom in ataupun
Zoom out. Namun yang perlu dipahami adalah yang diperkecil hanyalah tampilannya saja,
informasi yang melekat tetaplah standar peta skala semula. Oleh karena itu, pengecilan atau
pembesaran skala pada peta digital harus dilakukan dengan penambahan atau pengurangan
informasi.
Perbandingan yang dapat dilihat antara pengubahan skala pada peta digital dan pengubahan
skala menggunakan metode konvensional dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang
diantaranya keefektifan, efisiensi waktu, dan keakuratan informasi. Secara keseluruhan,
pengubahan skala peta digital lebih unggul dibandingkan dengan menggunakan metode
konvensional. Namun, hal yang perlu menjadi perhatian adalah pengubahan skala peta digital
tidak diikuti dengan penambahan informasi. Hal itu menyebabkan keakuratan informasi pada
pengubahan skala peta digital rendah. Pada metode konvensional, pengubahan skala peta dapat
dilakukan apabila detil kenampakannya tidak terlalu banyak. Informasi yang didapatkan pun
dapat akurat walaupun tidak memuat kenampakan yang detil.
Nilai

KESIMPULAN
1. Berbagai macam cara menyatakan skala peta ialah dengan:
 Skala angka/skala pecahan,
 Skala verbal,
 Skala grafik/bar, dan
 Skala area.
Untuk mencari skala peta yang tidak diketahu dapat dilakukan dengan cara:
 Membandingkan jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan,
 Membandingkan dengan peta lain yang memiliki skala,
 Memperhatikan interval kontur (bila tersedia), dan
 Dengan cara menghitung jarak meridian/paralel pada peta.

2. Transformasi skala peta berfungsi untuk melakukan generalisasi pada peta. Terdapat 4
metode untuk mengubah skala peta yaitu dengan metode grid dan union jack untuk cara
manual, dapat juga menggunakan Map-O-Graph, Mesin fotokopi, dan Pantograph. Hasil
dari pengubahan skala adalah penambahan informasi jika skala tersebut diperbesar dan
pengurangan informasi jika dilakukan pengecilan skala.
3. Pengubahan skala peta digital dapat dilakukan dengan software dapat dilakukan dengan
menekan toolbars yang bertuliskan zoom in untuk memperbesar dan zoom out untuk
memperkecil.
Nilai

DAFTAR PUSTAKA
Kemdikbud (2015) Pengetahuan Peta. [Daring]. 2015. Tersedia pada:
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&idmateri=122&l
vl1=2&lvl2=0&lvl3=0&kl=7. Diakses pada tanggal 14 September 2018.
Khakhim, Nurul, Wibowo, Wahyu, Sari, Chandra. 2017. Petunjuk Praktikum Kartografi.
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Robinson, A., Morrison, J., Muehrcke, P., Kimerling, A., dan Guptill, S., 1995. Elements of
Cartography (6th Ed). Toronto: John Wiley & Sons.

Nilai

TUGAS
1. Ubah skala berikut “1 inch equals 8 miles” menjadi skala angka, dan 1:1.000.000 menjadi
skala verbal miles-per-inch.
a. 1 inch equals 8 miles,
i. 1 inch = 2,54 cm,
ii. 1 mil = 1,60934 km, Mengonversi 8 mil menjadi 12,87472 km = 1.287.472 cm,
iii. Melakukan perbandingan jarak di peta dan di lapangan,
iv. Menghitung skala peta berdasarkan hasil perbandingan,
v. Hasil : Skala peta = 2,54:1.287.472 = 1: 507.000

b. 1:1.000.000
i. 1 cm = 0,393701 inch,
ii. 1 km = 0,62137 mil, Mengonversi 1.000.000 cm = 10 km = 6,2137 mil = 393700,032
inch,
iii. Membandingkan Konversi Skala Peta = 0,393701 : 393700,032 = 1:1.000.000 (dalam
inch),
iv. Mengonversi 1.000.000 inch = 16 mil,
i. Hasil: Skala Peta Verbal = 1 inch equals to 16 miles.

2. Jelaskan “variable scale bar”, dan pada peta apakah skala itu digunakan?
Variable scale bar adalah skala pengukuran yang digunakan dalam peta, yang berfungsi
untuk menunjukkan nilai atau value dari suatu data. Terdapat empat jenis skala
pengukuran, yakni:
a. Variabel Nominal,
Adalah variabel dengan skala pengukuran yang hanya bisa digunakan untuk klasifikasi
kuantitatif. Variabel ini hanya dapat diukur dari segi perbedaan yang dapat diukur dengan
objek lainnya, tanpa pengurutan. Contohnya: jenis tanah, varietas, ras, warna, bentuk, kota,
golongan darah, jenis kelamin, agama, suku, dan jenis penyakit serta lain sebagainya.
b. Variabel Ordinal,
Dalam variabel ini memungkinkan untuk mengurutkan data yang diperoleh karena alasan
suatu data lebih dibanding data lainnya. Namun, batas variasi nilai ke nilai yang lain menjadi
tidak jelas, sehingga tidak dapat ditentukan perbedaan interval antar nilai tersebut. Contohnya
adalah: tingkat pendidikan, tingkat kerusakan lahan, tingkat kekayaan, dan lainnya.
c. Variabel Interval,
Dalam variabel ini, data dapat diukur dan dibandingkan perbedaan nilainya, ditentukan
selisihnya, dan dapat dihitung jaraknya. Namun, nilai mutlaknya tidak dapat dibandingkan
secara matematik, karena batas-batas variasi nilainya adalah arbiter. Contoh: Tingkat
kecerdasan, Indeks pengukuran tertentu, dan lain-lain.
d. Variabel Rasio,
Variabel ini memungkinkan pengidentifikasian titik nol mutlak, sehingga dapat diketahui
rasio atau perbandingan antara dua nilai. Contohnya ialah: waktu, berat, panjang, tinggi, usia,
dosis obat, kadar zat, dan beberapa contoh lain.
Penggunaan skala ini ditujukan pada pembaca peta khusus yang memuat informasi khusus, sehingga
tidak sewaktu-waktu ada dan tercantum dalam setiap peta, baik cetak maupun digital.
Nilai