Anda di halaman 1dari 7

TEKS PIDATO RIFA NO.

32

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Yang mana telah
memberikan kita nikmat kesehatan, sehingga kita bisa berkumpul di majlis yang barokah ini. Dan tak lupa pula
sholawat serta salam kita haturkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, nabi suri tauladan, nabi pembawa rahmat,
nabi pembawa syafa’at yakni nabi besar Muhammad SAW karena beliaulah yang membawa kita dari zaman
kegelapan menuju zaman terang benderang.

Teman temanku yang berbahagia

Ada sebuah kisah di kota Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qorni yang memiliki
penyakit sopak. Karena penyakitnya ini tubuhnya menjadi belang-belang. Namun, walaupun memiliki penyakit
seperti itu akan tetapi ia adalah pemuda yang sholeh dan sangat berbakti kepada ibunya. Uwais senantiasa merawat
dan memenuhi semua perintah ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

Ibunya berkata kepada Uwais, “Anakku, mungkin ibu tidak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu
bisa berangkat haji”. Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung karena perjalanan ke Makkah sangatlah jauh.
Melewati padang pasir yang tandus nan panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak
perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berfikir untuk mencari jalan keluar. Kemudian Uwais membeli seekor anak lembu. Setelah itu
Uwais membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun
bukit. Seringkali ketika Uwais menggendong anak lembu itu, orang-orang mengatainya gila, namun uwais tidak
menghiraukannya.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong anak lembu naik turun bukit. Makin hari anak
lembu itu makin besar. Dan makin besar pula tenaga yang di perlukan uwais. Akan tetapi karena Uwais sudah
terbiasa, beban anak lembu tersebut semakin tidak terasa.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga otot
uwais yang semakin kuat, ia makin bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah kalian, apa maksud Uwais
menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya. Uwais berencana
menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya.
Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong
ibunya wukuf di arafah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata, dihadapan ka’bah Uwais berdo’a, “Ya, Allah,
Ampunilah semua dosa ibuku...”.
Sang ibu bertanya kepada Uwais, “Bagaimana dengan dosamu wahai anakku?”. Uwais menjawab, “Wahai
ibu, dengan terampuninya dosamu, maka ibu akan masuk surga dan cukuplah ridlo dari ibu yang akan membawaku
ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberi karunia untuknya. Seketika itu juga
Uwais sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih di tengah telapak tangannya.

Apa yang dilakukan oleh Uwais ini adalah bentuk pengamalan sabda baginda besar Nabi Muhammad SAW
yang artinya: “Sesungguhnya Allah mengharamkan atasmu durhaka kepada ibu, menolak kewajiban, dan meminta
yang bukan haknya, serta membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membencimu jika banyak bicara dan banyak
bertanya begitu juga tamak kepada harta.”(H.R. Bukhori Muslim).

Teman-teman ku sang saya cintai

Pada cerita diatas, dapat kita ambil pelajaran bahwasan nya kita harus berbakti kepada kedua orang tua,
karena apa? Karena orang tualah yang telah mengandung kita, menyayangi kita, memberi kita nasehat, menjaga
kita, membimbing kita, menuntun kita, dan merawat kita. Jika kita sakit mereka berdua sangat sedih dan
mencurahkan tenaga mereka bagi keselamatan kita. Mereka berdo’a kepada Allah siang dan malam agar kita cepat
sembuh. Ibu kita tidak tidur semalaman untuk menjaga kita. Ia menangis dengan air matanya yang deras karena
kasihan kepada kita. Sedangkan ayah memanggil dokter dan membelikan obat-obatan untuk kita. Ia tidak peduli
mengeluarkan banyak uang demi keselamatan kita. Maka dari itu, janganlah kalian durhaka kepada kedua orang
tua kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

‫سضب هللا فى سضب الُالذيه َسخط هللا فى سخط الُالذيه‬

“Keridloan Allah tergantung keridloan orang tua, dan kemurkaran Allah tergantung pada kemurkaan orang tua.”

Hadirin yang dirahmati ALLAH

Mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besar
nya.

Wassalaamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


TEKS PIDATO NAJMA NO.29

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah,

Pertama-tama dan yang paling utama , tiada kata seindah, tiada kata yang patut kita ucapkan. melainkan
puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Dan tak lupa juga, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan kita Nabi akhir zaman, nabi yang telah kita tunggu-tunggu syafaatnya dihari kiamat kelak, yakni
nabi besar nabi Muhammad SAW yang telah menuntut kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang
benderang, yakni dinul islam.

Hadirin yang dirahmati Allah.

Allah SWT berfirman

‫يشفع هللا الزيه أمىُا مىىم َالزيه أَتُا العلم دسجبث‬

“Allah SWT benar-benar mengangkat derajat orang yang beriman diantara kalian dan orang yang berilmu
beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah:11)

Dari ayat di atas, ada dua alasan mengapa Allah SWT mengangkat derajat seseorang, yakni dengan iman
dan ilmu. Sayyidina Abdullah bin Abbas adalah sosok yang terkenal sebagai ulama’nya para sahabat. Beliau
mengomentari ayat ini dengan menyatakan bahwa keutamaan derajat orang beriman yang berilmu dibanding orang
beriman yang tidak memiliki ilmu adalah sebanding dengan tujuh ratus derajat, yang mana jarak antara tiap-tiap
derajat membutuhkan waktu perjalanan lima ratus tahun.

Rasulullah SAW juga menerangkan dalam hadits beliau:

‫يستغفش للعبلم مب فى السمبَاث َألسض‬

“Seluruh yang ada di langit dan di bumi memintakan ampun untuk seorang yang alim atau berilmu.”

Dari hadits di atas, kita dapat melihat betapa luhur derajat para pencari ilmu, sehingga seisi langit dan bumi
pun ikut memintakan ampun untuk orang ini. Keagungan dan fadhilah inilah yang mungkin membuat orang-orang
mencari ilmu tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang mereka miliki. Setelah seseorang memiliki ilmu dan
mengamalkannya, hendaknya dia juga aktif dalam mengajarkan ilmunya itu kepada orang-orang yang
membutuhkannya.

Seperti maqolah dari KH. M. Bashori Alwi, yaitu:

‫لىل شيء صوبة َصوبة العلم التعليم‬

“Segala sesuatu ada zakatnya, dan zakatnya ilmu adalah mengajar.”


Dan dalam hadits Rasulullah SAW:

‫مه عمل بمب علم أَسثً هللا علم ملم يعلم‬

“Barang siapa belajar, mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, maka dialah orang yang mendapatkan gelar
keagungan dihadapan malaikat-malaikat langit.” (Kitab Az-Zuhd karangan Imam Ahmad bin Hambal juz I hal:
142)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Demikianlah apa yang bias saya sampaikan di majelis yang mulia ini. Semoga kita termasuk dalam
golongan orang-orang yang senantiasa bersemangat dalam mencari, mengamalkan, serta mengajarkan ilmu,
sehingga kita menjadi orang-orang yang mendapatkan kebaikan dunia akhirat. Amiiin yaaa robbal „alamiiin.

Ono semut kecelup santen

Menowo luput kulo nyuwun ngapunten.

Wassalaamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


TEKS PIDATO YARA NO.35

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji beserta syukur kita ke hadirat Allah SWT. Karena tidak
bisa kita berkumpul dan ber-muwajjahah dengan para ulama’, guru-guru kita, saudara-saudara kita semuslimin di
majlis yang penuh barokah ini, kalau tidak dengan pertolongan Allah SWT.

Dan tak lupa pula marilah senantiasa kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi besar
Muhammad SAW yang telah berjuang keras di dalam berdakwah menyebarkan ajaran islam hingga sekarang islam
yang diajarkan beliau masih kuat tak tergoyahkan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ada suatu hal yang sangat penting yang sering diabaikan oleh kebanyakan manusia yaitu berbakti kepada
kedua orang tua. Banyak sekali orang yang dengan rela dan senang hati membantu sahabat, bahkan orang yang
tidak mereka kenal ketika dimintai bantuan. Akan tetapi ketika orang tua mereka meminta sedikit bantuan mereka
menampakkan keengganan dihadapan kedua orang tua mereka sendiri. Padahal surga dan neraka itu tergantung
kepada keridloan kedua orang tua. Sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW ketika beliau ditanya oleh seorang
sahabat mengenai hak kedua orang tua, beliau menjawab:

‫ٌمب جىته َ وبسن‬

“Mereka adalah penentu surga dan nerakamu.”

Hadirin yang dirahmati Allah,

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan amal sholeh penyebab seseorang bahagia di dunia dan di akhirat.
Allah SWT telah mewajibkan pada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT berfirman:

‫َلضى سبه أن ال تعبذَا إآلّ إيّبي َببلُالذيه إحسبوب‬

“dan tuhanmu telah mewajibkan agar kalian tidak menyembah kepada selain Dia. Dan agar berbuat baik terhadap
kedua orang tua. (Q.S AL-ISRO‟ 23)

Didalam ayat lain Allah ta’ala juga berfirman:

‫أن اشىش لى َلُالذيه‬

“Bersyukurlah engkau kepadaKu dan kepada ibu bapakmu.” (Q.S LUQMAN 14)

Hadirin yang dirahmati Allah,


Didalam ayat yang telah saya baca tadi, jika kita perhatikan pada ayat yang pertama Allah SWT meletakkan
perintah beribadah kepada-Nya dan perintah berbabkti kepada orang tua berdampingan serangkai didalam satu
ayat. Demikian juga pada ayat kedua, perintah bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada ibu dan
ayah diletakkan berdampingan serangkai didalam satu ayat. Maka seolah-olah Allah menerangkan kepada kita
bahwa tidaklah cukup seorang mukmin hanya bertauhid mengabdi kepada Allah, tanpa berbakti kepada ibu dan
bapak. Tidak cukup ia bersyukur hanya kepada Allah tanpa berterima kasih kepada ibu dan bapak.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Tidak ada yang pantas menerima perlakuan terbaik kita melebihi kedua orang tua kita sendiri. Mengapa?
Karena apabila kita bayangkan bagaimana susah payah yang di derita oleh ibu kita ketika mengandung, bagaimana
kita dapat membalas tarikan-tarikan nafas ibu kita ketika melahirkan kita, bagaimana kita membalas tiap detik
kesusahan, rasa sakit masa kehamilan ibu kita, setiap tetes air susu yang diberikan kepada kita dengan kasih sayang
yang luar biasa, serta setiap menit waktu istirahat yang mereka korbankan untuk merawat kita? dan jika kita
bayangkan pula bagaimanakerja keras ayah kita yang bekerja siang dan malam demi memenuhi kebutuhan kita. Ia
menampakkan wajah bahagia walaupun ia lelah agar kita tenang. Ia sembunyikan rasa sakit dan kegundahan hati
nya agar kita senang. Bahkan terkadang sang ayah rela berhutang kemana-mana demi memenuhi kebutuhan kita.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Kita tidak akan mampu membalas semua jasa kedua orang tua kita yang luar biasa. Maka dari itu sangat
pantas jika kita diperintahkan untuk berterima kasih kepada kedua orang tua disandingkan dengan perintah
bersyukur kepada Allah SWT

Anehnya, pada zaman sekarang ini, banyak anak yang melupakan orang tuanya, mereka lebih senang
berteman dengan orang lain yang akan menghancurkan kehidupannya dari pada menemani orang tua sendiri.
Bahkan tidak sedikit anak yang lebih mempertahankan kekasih atau teman meskipun harus meninggalkan kedua
orang tua. Yang lebih parah, dizaman sekarang banyak anak yang bertindak sesuka hati demi membahagiakan
dirinya sendiri walaupun harus dengan membuat kedua orang tuanya sakit dan sedih. Mereka sudah tidak peduli
orang tuanya yang sakit-sakitan, susah dan sedih karena perbuatannya. Bahkan terkadang ada anak yang berani
menyiksa kedua orang tuanya ketika keinginannya tidak dikabulkan.

Semoga para hadirin yang hadir ini menjadi orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tua. Karena
dengan berbakti kepada orang tua, maka kebahagiaan di dunia dan akhirat akan kita peroleh. Amin ya robbal
aalamiin.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Rasulullah SAW bersabda:

ّ
‫العك مبشبء أن يعمل فله يذخل‬ ‫أف لىٍى عه رله فليعمل‬
ّ ‫لُ علم هللا شيئب مه العمُق أدوى مه‬
‫الببس مبشبء أن يعمل فله يذخل الىبس‬
ّ ‫الجىت َاليعمل‬

“Seandainya ada bentuk kedurhakaan yang lebih kecil dari 1 ucapan “ah” pasti Allah akan melarangnya. Maka
silahkan orang yang durhaka berbuat apa saja yang ia kehendaki. Ia tidak akan pernah masuk surga. Dan
silahkan orang yang berbakti bebuat apa saja yang ia kehendaki, maka ia tidak akan pernah masuk neraka”.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Oleh karena itu marilah kita perlakukan kedua orang tua kita dengan perlakuan yang terbaik. Agar anak-
anak kita kelak memperlakukan kita seperti apa yang kita lakukan pada kedua orang tua kita karena nabi
Muhammad SAW bersabda :

‫بشَا أبآءوم تبشوم أبىبءوم‬

“Berbaktilah pada kedua orang tuamu, maka niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu.”

Mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.