Anda di halaman 1dari 25

KAJIAN DAN APRESIASI PUISI

Definisi Puisi

v Puisi adalah pengungkapan pengalaman jiwa dengan media bahasa yang mempertimbangkan aspek
bunyi di dalam nya, bersifat imajinatif, emosional dan intelektual serta bentuk nya yang padat.

Unsur-unsur Puisi :

1. Batasan nya adalah bunyi

2. Makna

Konsep dasar puisi :

a) Padat atau pemadatan (prosa yang padat disebut prosa puitis, puisi yang tidak padat disebut
dengan prosais)

b) Ketidak langsungan (menurut : Rifaterne)

1. Pengganti arti

2. Penyimpangan arti

3. Penciptaan arti

c) Karya seni

d) Imajinasi

e) Emosi

f) Ide

g) Nada, irama, kesan panca indera atau pencitraan

h) Bermedia bahasa

Penanda dan sifat prosa atau puisi :

1. Bermedia bahasa

2. Simbolik

3. Katarsis (penyucian diri)

4. Kontemplatif (merenungkan apa yang sudah dialami)

5. Logika internal

Pengertian apresiasi :
Apresiasi ® merupakan penilaian , memaknai dan lain-lain

Beberapa pendekatan dalam Apresiasi :

1. Pendekatan parafrase : pendekatan yang menambah kata

2. Pendekatan emotif : pendekatan ini mengedepankan emosi atau perasaan pembaca

3. Pendekatan analitis : pendekatan yang memahami gagasan, memahami unsur-unsur yang


membangun puisi

4. Pendekatan historis : pendekatan dilakukan dengan cara menganalisis puisi dengan memahami
biografi pengarang

5. Pendekatan sosiopsikologis : sisiologi dan psikologi pengarang padan saat mengarang puisi

6. Pendekatan didaktis : pendekatan dengan cara menemukan dan memahami gagasan, tanggapan
evaluatif maupun sikap pengarang terhadap kehidupan

Roman Ingarde (1931) ® analitis strata norma

1) Lapis bunyi ( penggunaan bunyi)

2) Lapis arti ( memaknai kata demi kata )

3) Lapis latar ( suasana, perilaku, objek )

a) Lapis dunia dipandang sebagai titik pandang tertentu yang tidak tersurat akan tetapi tersirat (cara
pandang pengarang)

b) Lapis metafisis berarti kisahan yang tragis, mengerikan atau menakutkan yang ingin disampaikan
penulis kepada pembaca

4) Lapis pandangan tersurat dan tersirat

Unsur Kesejarahan Puisi

Tujuan :

v Berusaha memahami biografi pengarang

v Berusaha memahami peristiwa kesejarahan yang melatarbelakangi terwujudnya suatu cipta sastra

v Berusaha memahami perkembangan cipta sastra pada suatu zaman

Tahapan memahami kesejarahan


1. Memahami tahun, bulan atau tanggal puisi dibuat

2. Memahami peristiwa historis yang terjadi

3. Memahami pesan penyair di jaman nya

4. Membaca puisi secara keseluruhan

5. Menghubungkan peristiwa kesejarahan yang melatarbelakangi lahir nya puisi dengan gagasan yang
terdapat di dalam puisi

Unsur sosiopsikologis dalam puisi

4 kemungkinan sosiopsikologis :

1. Sosioppsikologis pengarang

2. Sosiopsikologis pembaca

3. Sosiopsikologis karya

4. Sosiopsikologis masyarakat

v Psikologis yakni : kata psyche berasal dari bahasa yunani berrti jiwa, roh, atau sukma sedangkan kata
logos berarti ilmu jiwa. Jadi psikologis secara harfiah adalah ilmu jiwa atau ilmu yang objek kajiaanya
adalah jiwa .

v Sosial adalah ilmu yang mencakup semua aspek di dalam kehidupan mulai dari sifat individu, interaksi
antar individu, antara individu dan kelompok, dan interaksi antara kelompok dengan kelompok .

Cara mengetahui sosiopsikologis dalam puisi :

1) Membaca secara berulang-ulang

2) Menafsirkan judul, kata, baris dan kalimat di dalam puisi

3) Mengidentifikasi unsur sosiopsikologis yang terdapat dalam baris, kalimat ataupun kata dalam puisi

4) Menidentifikasi sikap penyair

Nilai kehidupan dalam puisi


Nilai puisi :

1) Nilai moral

2) Nilai sosial atau kemsyarakatan

3) Nilai religius atau keagamaan

4) Nilai pendidikan atau edukatif

v Ketidaklangsungan ekspresi puisi

Selera dan makna puisi selalu berubah-ubah, ada 3 penyebabnya yaitu :

1. Puisi bermedium bahasa

2. Bahasa puisi berbeda dengan bahasa sehari-hari

3. Karya sastra itu merupakan ekspresi yang tidak langsung, yaitu menyatakan pikiran atau gagasan
secara tidak langsung

v Ketidaklangsungan ekspresi puisi

1. Pengganti arti ( perbandingan, metafora, metonimia, alegori dan lain-lain)

2. Penimpangan arti

Penimpangan arti dibagi menjadi 3 yaitu :

a. Ambiguitas (tidak jelas) atau banyak makna

b. Kontradiksi (paradoks atau ironi) membandingkan antara dua hal yang berbeda

c. Nonsense ( penciptaan arti) menciptakan hal-hal baru , ketidakpedulian terhadap arti

3. Penciptaan arti

Terjadi karena intensitas arti dan penciptaan arti baru karena kesejajaran homologues (persamaan-
persamaan posisi dalam bait)
Apresiasi Puisi (Teori dan Praktik)

A. Pengertian Apresiasi

Sastra adalah hasil kegiatan kreatif manusia dalam mengungkapkan penghayatannya dengan
menggunakan bahasa. Jika diteliti pengertian tersebut ada dua pernyataan yang menjelaskan istilah
sastra. Pertama, “mengungkapkan penghayatan” dan yang kedua “kegiatan kreatif”. Mengungkapkan
penghayatan menyiratkan bahwa sastra itu berawal dari penghayatan terhadap sesuatu yang kemudian
diungkapkan dengan menggunakan bahasa. Penghayatan itu bisa terhadap benda-benda, atau hal lain
termasuk karya sastra lain. “Mengungkapkan penghayatan” yang menghasilkan karya sastra diperlukan
kreativitas. Tanpa kreativitas tidak akan lahir karya seni.

Apresiasi sastra, adalah kegiatan untuk mengakrabi karya sastra dengan sungguh-sungguh. Di dalam
mengakrabi terjadi proses pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan setelah itu penerapan.

Dalam proses pengenalan, penonton atau pembaca akan mulai menemukan ciri-ciri umum yang
tampak, misalnya kita sudah mengenal judul, pengarang, atau bentuk karya sastra umum. Dengan kata
lain, proses pengenalan pembaca atau penonton sudah mengenal judul dari puisi, mengenal siapa
pengarang puisi atau jenis sastra lain seperti novel, cerpen, dan drama. Setelah proses pengenalan akan
timbul keinginan untuk mengetahui lebih lanjut tentang karya tersebut.

Pemahaman, kadang apresiator mudah untuk memahami kadang pula sulit. Jika hal ini terjadi perlu
ditempuh upaya untuk mencapainya. Umpamanya dalam memahami puisi terlebih dahulu dicari
penjelasan kata-kata sulit, membubuhkan tanda penghubung, membubuhkan tanda baca. Dengan
demikian, pemahaman akan tercapai.

Proses penghayatan, dapat dilihat dari indikator yang dialami pembaca atau penonton (apresiator).
Umpamanya saat kita membaca novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di mana percintaan dua anak
manusia yang tidak kesampaian, begitu kita membaca surat terakhir Hayati yang mengiba-iba dia
menulis .”selamat tinggal Zainuddin, dan biarlah penutup surat ini kuambil perkataan yang paling enak
kuucapkan di mulutku dan agaknya entah dengan itu kututup hayatku di samping menyebut kalimat
syahadat, yaitu: Aku cinta akan engkau, dan kalau kumati , adalah kematianku di dalam mengenangkan
engkau”....

Ketika kita membaca lalu merenung, kemungkinan timbul perasaan sedih, gunda, dan iba, yang seakan-
akan diri kitalah yang berlakon dalam surat itu. Di sisi lain, kita menyaksikan tayangan Trans TV acara
Ekstravaganza, tanpa sadar kita terpingkel-pingkel tertawa karena kelucuan tokoh-tokohnya,
menyaksikan banyolan di layar tancap, parodi yang digelar oleh anak-anak teater,

Apabila kita merasakan sedih, gembira, atau apa saja karena rangsangan bacaan atau tontonan tersebut
seolah-olah kita mendengar, melihat sesuatu. Hal ini terjadi, berarti kita sebagai apresiator sudah
terlibat dengan karya yang sedang diapresiasinya itu.

Proses penikmatan, timbul karena merasa berhasil dalam menerima pengalaman orang lain, yaitu
bertambah pengalaman sehingga dapat menghadapi kehidupan dengan lebih baik; menikmati sesuatu
dengan sesuatu itu sendiri, yaitu kenikmatan estetis. Indikator wilayah penikmatan, kita dapat bertanya
kepada diri sendiri: Sudahkah saya menemukan pengalaman pengarang? Jika jawabnya ya, coba kita
gambarkan bagaimana proses penemuan itu. Mungkin Anda tersentuh dengan latar suatu cerita,
umpamanya roman ateis (Anda sudah mengenal Bandung) merasa nikmat ketika pengarang melukiskan
bagaimana indahnya kota Bandung pada masa itu dengan delman, gadis-gadis yang berkebaya dan
berpayung, serta latar yang sejuk dan rimbun dengan pepohonan. Selain rasa kagum, Anda merasa
terlepas dari beban, merasa ada teman, karena nilai-nilai yang ditemukan sebagai penikmatan
tersebut.

Penerapan, penerapan merupakan wujud perubahan sikap yang timbul sebagai temuan nilai. Apresiator
yang telah menemukan/merasakan kenikmatan, memanfaatkan temuan tersebut dalam wujud nyata
perubahan sikap dalam dunia nyata, perubahan sikap dalam kehidupan. Apresiator mendapat manfaat
langsung dari bacaan tersebut.

Contoh Atheis, menemukan betapa goyahnya seorang pemeluk agama yang tidak disertai penguasaan
ilmu. Dari temuan ini pembaca menemukan manfaat bagi dirinya. Ia berusaha melengkapi agamanya
dengan ilmu.

Terjadi proses pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan setelah itu penerapan. Rusyana,
menyebutya dengan istilah tingkat-tingkat apresiasi, sementara Sumarjo (1986) menyebut dengan
langkah-langkah apresiasi.

Langkah-langkah dan tingkat apresiasi itu antara lain

1. Tingkat pertama terjadi apabila seseorang mengalami pengalaman yang ada dalam sebuah
karya. Ia terlibat secara intelektual, emosional, imajinatif dengan karya sastra.

2. Tingkat kedua terjadi apabila daya intelektual pembaca bekerja lebih giat.

3. Tingkat ketiga terjadi, apabila pembaca telah mampu menemukan ada tidaknya hubungan
antara karya yang dibacanya dengan kehidupan

B. Apresiasi Puisi

Seperti bentuk karya sastra lain, puisi memunyai ciri-ciri khusus. Pada umumnya penyair
mengungkapkan gagasan dalam kalimat yang relatif pendek-pendek serta padat, ditulis berderet-deret
ke bawah (dalam bentuk bait-bait), dan tidak jarang menggunakan kata-kata/kalimat yang bersifat
konotatif.

Kalimat yang pendek-pendek dan padat, ditambah makna konotasi yang sering terdapat pada puisi,
menyebabkan isi puisi seringkali sulit dipahami. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut untuk mengapresiasi puisi, terutama pada puisi yang tergolong ‘sulit’ yaitu:

1. Membaca puisi berulang kali


2. Melakukan pemenggalan dengan membubuhkan (a) garis miring tunggal ( / ) jika di tempat
tersebut diperlukan tanda baca koma; (b) dua garis miring ( // ) mewakili tanda baca titik, yaitu jika
makna atau pengertian kalimat sudah tercapai.

3. Melakukan parafrase dengan menyisipkan atau menambahkan kata-kata yang dapat memerjelas
maksud kalimat dalam puisi.

4. Menentukan makna kata/kalimat yang konotatif (jika ada).

5. Menceritakan kembali isi puisi dengan kata-kata sendiri dalam bentuk prosa.

Berbekal hasil kerja tahapan-tahapan di atas, unsur intrinsik puisi seperti tema, amanat/ pesan,
feeling, dan tone dapat digali dengan lebih mudah. Berikut ini diberikan sebuah contoh langkah-langkah
menganalisis puisi.

Mata Pisau

(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu tak berkejap menatapmu;

kau yang baru saja mengasahnya

berpikir : ia tajam untuk mengiris apel

yang tersedia di atas meja

sehabis makan malam

ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu

Tahap I : Membaca puisi di atas berulang kali (lakukanlah!)

Tahap II : Melakukan pemenggalan

Mata Pisau

(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu / tak berkejap menatapmu;//

kau yang baru saja mengasahnya /


berpikir : // ia tajam untuk mengiris apel /

yang tersedia di atas meja /

sehabis makan malam //

ia berkilat / ketika terbayang olehnya urat lehermu //

Tahap III : Melakukan parafrase

Mata Pisau

(Sapardi Djoko Damono)

Mata pisau itu / tak berkejap menatapmu;//

(sehingga) kau yang baru saja mengasahnya /

berpikir : // (bahwa) ia (pisau itu) tajam untuk mengiris apel /

yang (sudah) tersedia di atas meja /

(Hal) (itu) (akan) (kau) (lakukan) sehabis makan malam //

ia (pisau itu) berkilat / ketika terbayang olehnya urat lehermu //

Tahap IV : Menentukan makna konotatif kata/kalimat

Pisau adalah sesuatu yang memiliki dua sisi, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif,
bisa pula disalahgunakan sehingga menghasilkan sesuatu yang buruk, jahat, dan mengerikan.

Apel adalah sejenis buah yang rasanya enak atau sesuatu yang baik dan bermanfaat.

Terbayang olehnya urat lehermu adalah sesuatu yang mengerikan.

Tahap V : Menceritakan kembali isi puisi

Berdasarkan hasil analisis tahap I – IV di atas, maka isi puisi dapat disimpulkan sebagai berikut :

Seseorang terobsesi oleh kilauan mata pisau. Ia bermaksud akan menggunakannya nanti malam
untuk mengiris apel. Sayang, sebelum hal itu terlaksana, tiba-tiba terlintas bayangan yang mengerikan.
Dalam hati ia bertanya-tanya, apa jadinya jika mata pisau itu dipakai untuk mengiris urat leher!
Dari pemahaman terhadap isi puisi tersebut, pembaca disadarkan bahwa tajamnya pisau memang
dapat digunakan untuk sesuatu yang positif (contohnya mengiris apel), namun dapat juga dimanfaatkan
untuk hal yang negatif dan mengerikan (digambarkan mengiris urat leher).

Dengan memerhatikan hasil kerja tahap 1 hingga 5, dapat dikemukakan unsur-unsur intrinsik
puisi “Mata Pisau” sebagai berikut :

No. Definisi “Mata Pisau”

1 Sesuatu hal dapat digunakan untuk


kebaikan (bersifat positif), tetapi sering juga
Tema : Gagasan utama penulis
disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat
yang dituangkan dalam negatif. Contoh : anggota tubuh,
kecerdasan, ilmu dan teknologi, kekuasaan
karangannya. dll.

2 Amanat : Pesan moral yang ingin Hendaknya kita memanfaatkan segala hal
yang kita miliki untuk tujuan positif supaya
disampaikan penulis
hidup kita punya makna
melalui karangannya

3 Feeling : Perasaan/sikap Penyair tidak setuju pada tindakan


seseorang yang memanfaatkan sesuatu
penyair terhadap
yang dimiliki untuk tujuan-tujuan negatif.
pokok persoalan yang

dikemukakan dalam puisi.

4 Nada : Tone yang dipakai Nada puisi “Mata Pisau” cenderung datar,
tidak nampak luapan emosi penyairnya.
penulis

dalam mengungkapkan

pokok pikiran.

Kecuali keempat point di atas, perlu diperhatikan juga citraan (image) dan gaya bahasa yang
terdapat dalam puisi.
Pengertian Apresiasi

Definisi apresiasi secara umum adalah suatu proses melihat, mendengar, menghayati, menilai, menjiwai
dan membandiangkan atau menghargai suatu karya seni.

Dapat dikatakan bahwa apresiasi adalah penilaian baik atau penghargaan terhadap suatu karya sastra
ataupun karya seni.

Pengertian Apresiasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi apresiasi menurut para ahli :

Aminuddin

Berdasarkan pandangan Aminuddin, apresiasi mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau
pun kepekaan batin dan pengakuan terhadap unsur-unsur keindahan yang diungkapkan oleh
pengarangnya.

Albert R. Candler

Definisi apresiasi merupakan kegiatan mengartikan serta menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni,
serta menjadi sensitif mengenai gejala estetis dan artistik, sehingga dapat menikmati dan menilai karya
tersebut secara semestinya.

Dalam aktivitas mengapresiasi, seorang penghayat melaksanakan aktivitas pencarian pengalaman


estetis, sehingga motivasi yang timbul adalah motivasi pengalaman estetis (berupa kepuasan
kontemplatif dan intuitif).

Alfred North Whitehead

Apresiasi adalah proses pengapresiasian terhadap sebuah hal yang dilakukan oleh seseorang dalam
sebuah kegiatan guna mendapatkan suatu hal, dan berpartisipasi di dalamnya dengan penilaian secara
keseluruhan.

Effendi

Pengertian apresiasi menurut Effendi merupakan aktivitas menggauli cipta sastra dengan sungguh-
sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan
yang baik terhadap karya sastra.
Elliyati

Berdasarkan pandangan Elliyati, apresiasi merupakan setiap kegiatan mengakrabi karya sastra secara
bersungguh-sungguh. Berkaitan dengan hal itu, apresiasi membutuhkan kesungguhan penikmat sastra
untuk mengenali, menghargai, dan menghayati, sehingga ia dapat menemukan penjiwaan yang benar-
benar dalam.

Effendi (1973)

Apresiasi adalah sebuah aktifitas atau kegiatan untuk menggauli sastra yang diciptakan dengan
ketulusan hati dan kesungguhan hingga dihasilkan karya yang menumbuhkan pengertian, kepekaan,
kritis, penghargaan, dan kepekaan rasa yang cukup baik terhadap hasil cipta sastra.

Hornby

Pengertian apresiasi menurut Horby apresiasi mengacu kepada pengertian pengenalan dan pemahaman
yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian.

John Dewey

Definisi apresiasi adalah menikmati sebuah kesenangan atau pengalaman terhadap sesuatu.

Jarret

Definisi apresiasi adalah perhatian seseorang terhadap sesuatu yang bisa berupa ketertarikan,
kesenangan, dan pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, apresiasi adalah setiap penilaian baik; penghargaan; seperti
misalnya – terhadap karya – karya sastra atau pun karya seni.

Prayogi

Apresiasi merupakan setiap aktivitas penghargaan yang dilakukan sebagai hasil penggunaan, peresapan,
dan penilaian seseorang terhadap sebuah karya sastra atau pun karya seni tertentu. Apresiasi juga dapat
diartikan sebagai bentuk rasa kagum atau pun kekaguman yang keluar dari diri pengguna atau pun
penikmat karya seni atau pun karya sastra tertentu.
Tirta Wiraya

Pengertian apresiasi adalah kemampuan seseorang dalam menentukan dan mengetahui tinggi
rendahnya mutu atau kualitas sebuah karya sastra.

G.H Hardy

Pengertian apresiasi adalah seseorang yang appreciate terhadap suatu hal.

Syoyan Zakaria

Definisi apresiasi adalah respon yang diberikan seseorang secara matang dan penuh dengan intisari yang
dihasilkan dari pemahaman yang kritis terhadap nilai yang tinggi yang disebabkan oleh jiwa yang
berkembang.

Contoh Apresiasi

Berikut adalah contoh apresiasi :

Menyaksikan pertunjukan seni.

Menyaksikan sebuah karya.

Mengkritisi karya seni.


Kumpulan Puisi Ibu Tercinta

******

Puisi – Ibu Malaikatku

Ibu…

Disini kutulis cerita tentangmu

Nafas yang tak pernah terjerat dusta

Tekad yang tak koyak oleh masa

Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu…

Tanpa lelah kau layani kami

Dengan segenap rasa bangga dihati

Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu

Kau terus berjalan diantara duri-duri

Ibu…

Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta

Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia

Selalu kuharapkan kau terus bersamaku

Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu..

Kau lah malaikatku

Penyembuh luka dalam kepedihan

Penghapus dahaga akan kasih sayang

Sampai kapanpun itu..

Aku akan tetap mencintaimu..

******
Puisi Untuk Bunda – Jasa Tak Terlupakan

Ibu…

kau membingbingku selama satu tahun

kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu….

kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain

ibu…

kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu…

kalau aku membuat salah tolong maafkan aku

karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu…

kalau aku lagi sedih kau menghibur aku

kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu…

terimakasih atas jasa-jasamu jika aku

masih sempat bertemu dengan ibu

aku sangat ingin memeluk ibu

******

Puisi Ibu – Pantaskah Aku

Ku duduk berdiam diri


Wanita yang mulai renta ku pandangi

Wanita yang selama ini mengasihi

Serta merawatku sepenuh hati

Seorang wanita yang tak kenal mengeluh

Yang tak peduli dipelipisnya berjuta peluh

Yang bekerja keras tak kenal waktu

Hanya demi kesuksesanku

Tapi pantaskah aku ?

Masih dicintainya

Masih disayanginya

Masih menjadi kebanggaannya

Aku hanyalah anak tak tau diri

Yang hanya tidur dan pergi setiap hari

Yang membentaknya kala dinasihati

Yang manja dan mementingkan diri sendiri

Pantaskah aku, ibu ?

Mendapat kasih sayangmu

Mendapat cinta tulusmu

Memanggilmu seorang ibu

Aku marah,

Aku benci,

Pada diri sendiri

Mengapa baru ku sadari ?


Aku mengecewakannya

Aku beban hidupnya

Aku berdosa padanya

Pantaskah aku,

Mendapat surgamu ibu ?

puisi terbaik lainnya:

– puisi hari pendidikan nasional

– puisi pantai dan laut terbaik

– puisi humor lucu terbaru

******

Puisi Bunda – Jiwa Terindah

Terlihat senyum tulusmu

Terasa doamu yang tak pernah henti

Tercipta kasih sayang tulusmu

Tak akan tergantikan

Wahai kau wanita terhebat

Kaulah segalanya untukku

Di saat ku bahagia

Air mata kebahagiaan terpancar bersinar

Di saat ku sedih

Air mata doamu tiada pernah berhenti

Tiada pernah mengeluh

Tiada pernah kecewa

Tiada pernah lelah


Jiwamu sungguh indah

Akan selalu ku ingat

Cerita ini akan selalu ku kenang

Engkau selalu ku doakan sepanjang hidupku

wahai kau wanita terhebat, IBU

******

Puisi Ibu – Kasih Hatiku

Kasih Hatiku

Kian hari kian ku ingat

Masa waktu bersamanya

Semakin ku jauh darinya

Semakin kuat rasa

Tuk selalu ingin bersamanya

Aku tak mengerti akan semua

Bagiku………

Dialah selimut penghangat

Di kala dingin malam menyayat

Dialah kapas penghapus

Di kala tetes airmata terjatuh

Dialah sandaran terhangat

Di kala pilu hatiku menerjang

takkan pernah ada

Yang dapat menggantikannya

You are my guardian angel MOM…….


******

Puisi – Kemuliaan Sang Ibu

Terdiam sejenak dalam renungan..

Kala bayang wajahmu datang menyapa..

Waktupun berputar kebelakang

membuka memori kenangan kecilku

Tetesan keringat dan air mata

berjuang melawan maut..

Demi kehadiran sang buah hati

Mendengar tangisan pertamaku

jadi kebahagian tak ternilai bagimu

Saat ku mulai belajar berjalan

kau dengan setia menjaga ku..

Ku mulai belajar bicara

engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata..

Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama..

Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu..

Bekerja tanpa mengenal kata lelah

Tidur tanpa mengenal kata lelap

Terjaga dalam gelapnya langit subuh

Demi mencari sesuap nasi untuk ku..

Tapi, balasan apa yang ku beri..


Hanya goresan luka dan air mata..

Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun..

Slalu kau sebut namaku dalam setiap doamu..

Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya

Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu..

Pepatah berkata..

“surga dibawah telapak kaki ibu”

Izinkanlah daku mencium surga itu

ibu..

******

Puisi Untuk Ibu – Tak Terganti

Ketika kupandang lekat pada sudut matamu

Tersimpan derita yang begitu mendalam

Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu

Air mata yang telah kami lakukan

Ibu

Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu

Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu

Kami selalu membuatmu bersedih

Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu…

dan menggantinya dengan canda dan tawa


Terima kasih Ibu

Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu

baca juga:

puisi rindu untuk belahan hati

puisi kecewa dan patah hati karena cinta

******

Puisi Ibu – Tanpa Pamrih

Ibu engkau mengandungku 9 bulan

sampai kau melahirkanku dengan susah payah

Dikau merawatku sampai aku tumbuh berkembang besar

Dikau juga merawatku tanpa pamrih. . .

Dan kau juga merawatku dengan penuh kasih dan sayang

Ibu. . . engkaulah yang mengajari aku berjalan sampai ku bisa berjalan

Dikau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa dengan lancar

Ibu engkau bagai malaikat aku. . .

Kala aku bersedih engkaulah yang slalu ada untuk menghibur aku. . .

Ibu. . . aku juga merasa engkau pahlawan terhebattku

Disetiap aku kesusahan engkaulah slalu ada untuk membantu diriku

Ibu. . . dikau bekerja keras

untuk menafkahi aku. . .

ibu. . . trima kasihku atas pengorbananmu

Yang kau berikan kepadaku. . .

Ibu. . .

******
Puisi Bunda – Doa Untukmu

Aku tak tau apa yang harus aku lakukuan tanpa dia. . .

Dialah yang slalu mengerti aku. . .

Dia yang tidak pernah letih menasihatiku. . .

Dia yang slalu menemaniku. . .

Dialah ibuku. . . orang yang slalu menjaga aku. . .

Tanpa dia hidupku hampa di dunia ini

Tanpanya aku bukanlah siapa-siapa

Aku hanyalah manusia yang lemah

Yang membutuhkan kekuatanmu. . .

Kekuatan cinta dan kasih dari ibuku. . .

Ya Allah. . .

Berikanlah kesehatan kepada ibu. . .

Panjangkanlah umurnya. . .

Aku ingin membahagiakan dia. . .

Sebelum saya atau ibuku yang tlah tiada didunia. . .


Pengorbanan Ayah

Ayahku..

Dia yang mampu merenggut dunia yang kelam dan mengubahnya menjadi terang

Dia yang mampu melawan badai kemarahan dengan senyuman

Dia yang mampu menggenggam bara api yang sangat panas

Ayahku...

Orang yang mampu membuka jendela dunia untuk menyinariku

Orang yang selalu tersenyum ketika aku melangkahkan kaki ke sekolah

Orang yang dapat menahan amarah ketika aku salah

Ayahku...

Pikirannya kacau tapi masih mengutamakanku

Tubuhnya sakit namun tetap membelaku

Impiannya satu, yaitu kebahagiaanku

Karya : Arif

Puisi Terimakasih Ayah

Puisi buat ayah untuk mengungkapkan rasa terimakasih atas semua yang telah ayah berikan yang
terangkum kedalam bentuk sebuah Puisi Terimakasih Ayah. Puisi ucapan terimakasih buat ayah, karena
tidak ada dan takkan pernah ada sesuatu yang bisa menyamai untuk membalas semua pengorbanan
ayah pada anak dan istrinya.

Kumpulan Puisi Terimakasih Ayah

Sebuah puisi yang memiliki makna sebuah ungkapan rasa terimakasih kepada seorang ayah atas semua
hal yang ia perjuangkan dan beliau korbankan.
Puisi yang memiliki makna sebuah ucapan terimakasih buat ayah. Terimakasih atas segalanya, segala
perjuangan dan pengorbanan ayah.

Berikut adalah kumpulan dan contoh puisi terimakasih ayah:

Terimakasih Teruntukmu Ayahku

Terimakasih...

Untuk semua mata yang rela tetap terbuka disaat kuhendak terlahir didunia

Untuk semua kekacauan pikiran namun tetap rela mengutamakanku

Untuk semua tenaga yang rela tetap bertahan demi pendidikanku

Terimakasih...

Atas teguran dan nasihat demi kebahagiaanku

Atas amarah dan kemurkaan penyimpangan kelakuanku demi kebaikanku

Atas omelan dan kerewelan demi kamajuanku

Terimakasih...

Ayah, kau mampu melawan badai demi impianku


Ayah, kau mampu melewati duri demi kesuksesanku

Ayah, kau mampu memadam bara api demi kebahagiaanku

Ayahku...

Maafkan, jika aku tak pernah mengerti

Maafkan, Apabila aku tak pernah menyadari

Maafkan, Bila aku tak cukup untuk memahami

Ayahku...

Terimakasih buat semua yang tak akan pernah bisa aku balas

Terimakasih untuk segala pikiran yang tak mampu aku cerna

Terimakasih atas pengorbanan semua waktu dan usia yang tak lain hanya demi kebahagiaanku

Karya : Arif

Puisi Doa Untuk Ayah

Sebuah syair sajak puisi yang menggambarkan doa buat ayah yang disusun dalam sebuah Puisi Doa
Untuk Ayah. Puisi tentang doa buat seseorang yang begitu hebat akan perjuangan dan pengorbananya
demi keluarganya tercinta, yaitu ayah.

Kumpulan Puisi Doa Untuk Ayah

Merupakan sebuah puisi yang bermakna sebuah lantunan kalimat-kalimat doa untuk dipanjatkan demi
kebaikan ayah tercinta yang dikemas dalam bentuk Puisi Ayah.

Sebuah doa untuk ayah yang terangkum dalam sebuah Puisi. Syair yang mengartikan sebuah doa untuk
semua pengorbanan ayah tercinta.

Berikut dibawah ini merupakan contoh beserta kumpulan dari puisi doa untuk ayah:

Puisi Doaku untuk ayah

Tuhan...
Wahai zat yang maha tinggi, yang mampu melampaui segala hal, muliakanlah ayahku

Wahai zat yang maha penyayang, yang dapat mengerti akan segala isi hati, ampunilah ayahku

Wahai zat yang maha pengasih, yang memiliki semua yang tercipta, balaslah kebaikan ayahku

Wahai zat yang maha mengetahui, yang menguasai apa yang tak terlihat, lindungilah ayahku

Wahai zat yang maha berilmu, yang mengetahui segala sesuatu, tuntunlah ayahku

Wahai zat yang maha menciptakan, yang bisa membuat segalanya, tempatkanlah surga untuk ayahku

Amin...

Karya : Arif

Kesimpulan

Ayah adalah sosok yang mampu merelakan usianya demi kebahagiaan kamu dan keluargamu. Orang
yang bisa mengorbankan pikirannya demi kesuksesan dan kemajuan kamu.

Semoga dengan semua puisi ayah diatas, bisa kamu ambil pelajaran dan hikmah disetiap arti dari bait
tiap kata katanya.