Anda di halaman 1dari 8

STRAIN

Tugas

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Genetika 1

Yang dibina oleh Bapak Prof. Dr.agr. Mohamad Amin, S.Pd

Disusun oleh :

Kelompok 5 Offering I 2017

Dila Amelia (170342615507)

Fitriana Hadayani (170342615514)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

Februari 2019
Definisi Strain
Pada Drosophila melanogaster selain dari keadaan normal (N) ditemukan ada beberapa
strain yang merupakan hasil mutasi dan menghasilkan mutan yang berbeda dari keadaan
normalnya. Salah satu contohnya adalah strain sepia dan plum, yang merupakan mutan D.
Melanogaster. Mutan tersebut memiliki kelainan genetik pada kromosom tertentu sehingga
menyebabkan terjadinya perbedaan fenotip jika dibandingka dengan Drosophilla melanogaster
tipe normal (Wild Type) (Purwatiningsih & Senjarini, 2017). Karakteristik Drosophilla
melanogaster tipe normal dicirikan dengan mata merah, mata majemuk berbentuk bulat agak
ellips dan mata tunggal pada bagian atas kepalanya dengan ukuran relatif lebih kecil dibanding
mata majemuk (Robert, 2005), warna tubuh kuning kecokelatan dengan cincin berwarna hitam di
tubuh bagian belakang. Ukuran tubuh Drosophilla melanogaster berkisar antara 3-5 mm
(Indayati, 1999). Sayap Drosophilla melanogaster cukup panjang dan transparan (Karmana,
2010). Sedangkan untuk karakterisktik strain se (sepia) dicirikan bentuk tubuh sama dengan
Drosophilla melanogaster tipe normal, perbedaan terletak pada mata facet yang berwarna
cokelat tua. Perbedaan warna mata ini disebabkan ada kelainan kromosom nomor 3, lokus 26.0
(Ashburner, 1989).

Perbedaan pada Drosophilla melanogaster terkait dengan warna mata, bentuk mata, dan
bentuk sayap. Hal ini sesuai yang dikatakan Zarzen (2004) dalam Karmana (2010) yang
menyatakan beberapa jenis mutasi pada Drosophila melanogaster yang dapat terlihat dari
fenotipenya adalah mutasi warna mata, bentuk mata, bentuk sayap dan warna tubuh. Berdasarkan
hal tersebut, maka dikenal berbagai strain (mutan) dari Drosophila melanogaster. Perbedaan-
perbedaan fenotif yang nampak tersebut tentunya disebabkan karena telah terjadi perubahan pada
genotif (terjadi variasi genotif) dengan keadaan normalnya, disebut sebagai perbedaan ciri
instrasepesifik yang selanjutnya dikenal dengan sebutan strain.

Jenis-jenis Drosophila melanogaster


No Jenis Karakteristik Kromosom Lokus
Mutasi pada rambut
1 Bristle (Bl) Bulu Kepala dan dada ½ -2/3 kali 2L 54.8
lebih pendek dari WT dan rambut
lebih tebal.
2 Diminutive (dm) Bulu kepala dan dada sangat X 4.0
ramping/tipis dan
Secara keseluruhan ukuran tubuh
berkurang (kecil)
3 Extra Macrochaetae Toraks memiliki bulu bulu torak 3L 0
(emc) tambahan (notum) yang lebih
pendek.
4 Hairy (h) Pada skutel sayapnya terdapat 3L 26.5
rambut, bagian kepala dan dada juga
lebih banyak rambut.
Rambut mencolok pada bagian vena
5 Forked (f) Beberapa bulu toraks, terutama SC X 56.7
dan ST, keriput, lemas, dan
Bercabang.
Susunan baris rambut toraks reguler
tidak mempengaruhi
6 Humeral (Hu / Bulu HU (3–6) tambahan, beberapa 3R 47.5
AntpHu) sedikit lebih pendek dari biasanya
7 Minute (M) Bulu, tipis dan pendek, terutama 3L 46
pada rongga dada dan kepala.
Rambut tidak terpengaruh
Perkembangan yang tertunda.
Fenotip bulu tereduksi ini adalah
diproduksi oleh mutan berbagai gen
protein ribosom
8 Javelin (jv) Rambut pada kepala lebih pendek 3L 19.2
dari WT dengan ujung tidak
meruncing.
9 Pin (pin) Rambut pada kepala dan torax lebih 2R 107.3
pendek daripada WT, lurus dan
tegak.
10 Scute (sc) Berkurangnya jumlah, khususnya SC X 0.0
11 Scutoid Sebagain besar rambut pada thorax 2L 51
[Sco(snaSco)] hilang
12 Singed (sn) Bulu halus dengan satu atau lebih X 21.0
kerutan, melekat pada tubuh
Rambut kurang terpengaruh,
kebanyakan bengkok
Wanita homozigot mandul
13 Sternopleural Pada bagian sternopleuritnya 2L 21.9
[Sp(wgSp-1)] memiliki lebih banyak rambut
14 Spineless (ss) Bulu kepala dan dada pendek, 3R 58.5
beberapa hanya sedikit lebih panjang
dari rambut
SC sangat terpengaruh, tegak; pDC
paling tidak terpengaruh
15 Stubble (Sb) Rambut lebih tegak dan pendek, 3R 58.2
ukuran rambut hanya setengah dari
rambut normal.
Mutasi pada sayap
16 Cubitus interruptus L4 vena menunjukkan celah distal ke 4 0.0
(ci) posterior
lintas-vena
L5 vena menipis menuju tepi sayap
17 Cut (ct) Sayap lebih pendek dan sempit pada X 20
bagian tepinya tidak terdapat rambut.
18 Curly (Cy) Sayap melengkung keatas maupun 2L 6.1
keluar
19 Curled (cu) Sayap membungkuk menjauh dari 3R 50.0
tubuh ke atas tetapi sejajar dengan
sumbu tubuh
pSC tegak dan menyilang
20 Dichaete (D) Sayap yang berhubungan dengan 3L 40.7
sumbu tubuh sayap sudut 45o
Allulae hilang
Kehilangan bulu, khususnya DC
21 Dumpy (dp) Sayap lebih pendek, terpotong secara 2L 13
distal, dan melekuk ke arah distal.
Rambut tetap
22 Lyra (ly) Garis sayap dorsal dan lateral tidak 3L 40.5
ada
Bentuk sayap memiliki persegi
panjang sempit yang khas
23 Notc (N) Sayap memiliki sayatan pola dan X 3.0
luas variabel
Bagian garis sayap mungkin hilang
L3 dan L5 menebal
24 Radius incompletus Ujung dari vena hilang dan vena 3L 47
[ri(kniri-1)] bagian distal menghilang.
25 Miniature (m) Sayap 2/3 lebih pendek dan buram X 36.2
gelap.
26 Serrate (Ser) Sayap dengan banyak takik 3R 92.5
Takik yang paling parah
mempersingkat vena L4, mengurangi
ukuran sel posterior kedua; lekukan
yang lebih kecil di kedua sisi L3
mempengaruhi sel submarginal dan
sel posterior pertama
Mengurangi allula
Homozygous layak
27 Veinlet [ve(rhove-1)] Vena sayap tidak lengkap, rusak, 3L 0.2
atau ujungnya tidak sempurna.
28 Vestigial (vg) Sayap dan halter tidak berkembang, 2R 67.0
pola vena pada sayap residual serupa
ke WT
pSC tegak dan menyilang
29 Wingless (wg) Salah satu atau kedua sayap hilang 2L 21.9
dan berubah menjadi jaringan pada
thorax, bagian thorax lebih besar,
pada bagian mata lateral terdapat
gundukan, mata majemuk lebih
sedikit.
30 Xasta (Xa(apXa) Sayap lebih kecil dari WT dan 2R 55.2
berlekuk sangat memberi mereka
penampilan berbentuk mitten
Bentukan mempengaruhi vena L3
dan pada v. L2 dan L4 yang lebih
rendah
Mematikan homozigot, escapers
langka
Mutasi pada bagian arista (antenna)
31 Aristaless (al) Skutelum (antenna) lebih pendek. 2L 0.4
32 Antennapedia (Antp) Antena sebagian diubah menjadi 3R 47.5
kaki
33 Distal-less (Dll) Arista mengecil atu termodifikasi 2R 107.8
menjadi kaki mesotorax aksilar
34 Thread (th) Arista tereduksi bahkan beberapa 3L 43.2
kasus menghilang
35 Sex combs reduced Khusus jantan 3R 47.5
(Scr) jengger seks memiliki "gigi" yang
lebih sedikit, pendek, dan lurus (bulu
tebal)
36 Ultrabithorax (Ubx) Halter yang diperbesar menunjukkan 3R 58.8
berbagai tingkat transformasi
menjadi
sayap, dari capitellum bengkak yang
membesar, hingga haltere yang rata
dan seperti sayap (tidak
diperlihatkan)
Halter terkulai
Satu atau lebih bulu pada pedicel dan
capitellum
Mutasi pada bentuk mata
37 Bar (B) Mata majemuknya tereduksi menjadi X 57
bentuk persegi pada homozigot
jantan dan betina, untuk betina
heterozigot bentuk menjadi berbenuk
ginjal dengan cekungan di bagian
anterior.
38 Deformed (Dfd) Mata majemuk berkurang ukurannya 3R 47.5
di sisi perut
Dua lesung simetris dalam tampilan
lateral memberikan penampilan
melotot menuju belalai
39 Drop (Dr) Mata majemuk tereduksi dan hanya 3R 99.2
tersisa 15% dari mata normal dengan
bagian ujung dorsal dan ventral
meruncing.
40 Eyeless-dominant Mata berkurang ukurannya hingga 4 2.0
(eyD) benar-benar tidak ada; efeknya tidak
secara bilateral
simetris
Aspek yang terisolasi terkadang
hadir di daerah mata (panah)
Ocelli sering diubah atau tidak ada
Kepala cacat
41 Glued (Gl) Mata majemuk ukurannya tereduksi, 3L 41.4
berbentuk oval, dan terlihat kasar.
Fenotip lebih dominan pada jantan
dengan.
42 Glass (gl) Mata majemuk berkurang 3R 63.1
ukurannya, kasar, lebih pucat dari
WT dan berkaca-kaca
dalam tekstur
Ocelli tidak berwarna
43 Glazed [Gla(wgGla)] Ukuran mata tereduksi, menggelap, 2L 21.9
datar, tidak berbentuk, meruncing di
bagian ventral, mata faset menyatu
44 Irregular facets Mata majemuk setengah ukuran WT, 2R 107.6
(If/Krif-1) lonjong dan sempit
Aspek individu tidak beraturan di
bagian punggung mata, hilang
melintas
bagian tengah, dan menyatu atau
tidak ada di bagian perut
Pola bulu interommatidial tidak
teratur
45 Lobe (L) Mata majemuk lebih kecil, bagian 2R 72
lobus ventral hilang, lebih turun dan
memiliki cekungan dibagian dorsal.
46 Ocelliles (oc) Bulu mata Ocelli tidak ada dan bulu X 23.1
antar sel tidak ada
Rambut tambahan hadir di area
ocellar
47 Rough (ro) Mata majemuk mengecil, berbentuk 3R 91.9
elips, dan bertekstur kasar.
48 Rough eye Mata majemuk memiliki tekstur 2L 53.6
(Roi/AmosRoi) yang kasar
49 Roughoid (ru) Mata lebih kecil, berbentuk elips 3L 0
sempurna, lebih gelap, susunan mata
faset tidak beraturan, oseli tidak
berwarna.
Mutase Warna Mata
50 Brown (bw) Mata majemuk berwarna coklat 2R 104.5
muda saat terjadi eklosi dan
menggelap seiring bertambahnya
usia,
kurang pseudopupil
51 Claret (ca) Mata majemuk berwarna merah 3R 100.7
kusam, oseli tidak berwarna,
pupilnya kurang bisa bergerak.
52 Cinnabar (cn) Mata majemuk merah cerah, 2R 57.5
pseudopupil tidak terlihat saat terjadi
eklosi
Ocelli tidak berwarna
53 Moire (Me) Mata majemuk memiliki pola 3L 19.2
pigmen yang berkilau.
54 Sepia (se) Mata majemuk berwarna coklat tua 3L 26
hampir hitam.
55 Garnet (g) Mata majemuk berwarna merah X 44.4
kusam dan pupil kurang bisa
bergerak.
56 Henna (Hn) Mata majemuk berwarna coklat tua 3L 23.0
Bagian perut perut laki-laki seragam
kekuningan
57 Karmoisin (kar) Mata majemuk berwarna merah 3R 51.7
terang, pseudopupil berkurang tapi
oseli terlihat tidak berwarna.
58 Light (lt) Mata majemuk merah pucat dengan 2L 55.0
pusat mata tampak lebih terang
59 Pink (p) Mata majemuk merah pucat dengan 3R 48.0
pseudopupil yang samar
60 Purple (pr) Mata majemuk berwarna ungu 2L 54.5
kemerahan.
61 Rosy (ry) Mata majemuk berwarna coklat 3R 52.0
kemerahan
62 Scarlet (st) Mata majemuk merah cerah, redup 3L 34.0
pseudopupil daripada di WT
Ocelli tidak berwarna
63 Vermillion (V) Warna mata majemuk merah terang, X 33
oseli tidak berwarna.
64 White (w) Mata majemuk dan oranye oranye X 1.5
menjadi sepenuhnya putih
Mutasi pada Tubuh
65 Black cells (Bc) Kulit pada larva, pupa, dan dewasa 2R 80.6
menunjukkan bitnik gelap.
66 Ebony (e) Pigmentasi kutikula jauh lebih gelap 3R 70.7
daripada WT
Gelap secara kasar homogen tetapi
mengungkapkan pola pigmentasi
pada thorax di beberapa alel (trisula)
Pigmentasi sayap lebih gelap anterior
ke L5 vena
67 Pentagon (ptg) Memiliki pola pigmen lebih gelap X 23.2
menyerupai trisula pada skutelum.
68 Speck (sp) Warna tubuh lebih gelap dari WT 2R 107.0
dengan bintik-bintik gelap di axils
sayap
Pupa lebih gelap dari WT (tidak
ditampilkan)
69 Tubby (Tb) Larva, pupa, dan dewasa berukuran 3R 90,6
pendek dan
70 Yellow (y) Pigmentasi kutikula jauh lebih pucat X 0.0
daripada WT, kekuningan
seragam (alel tipe-1) atau dengan
rambut dan bulu berwarna WT
(tipe-2 alel)

Daftar Rujukan
Karmana, W. I. 2010. Pengaruh Macam Strain Dan Umur Betina Terhadap Jumlah Turunan
Lalat Buah. GaneÇ Swara, 4: (2). Dari http://unmasmataram.ac.id/wp/wp-
content/uploads/1.-I-Wayan-Karmana1.pdf. Diakses pada 5 Februari 2019.
Robert.J.Brokers. 2005. Genetic Analysis dan Principles. Third Edition McGrow.Hill
International edition
Indayati, N. 1999. Pengaruh Umur Betina dan Macam Strain Jantan Terhadap Keberhasilan
Kawin Kembali Individu Betina D. melanogaster. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Malang:
FPMIPA IKIP Malang
Ashburner, Michael.1989. Drosophila, A. Laboratory handbooks. USA;Coldspring harbor
Laboratory press .
Purwatiningsih, H. H., & Senjarini. 2017. Deskripsi Morfologi Drosophilla melanogaster Normal
(Diptera:Drosophilidae), Strain Sepia dan Plum. Jurnal Ilmu Dasar, 18(1): 55-60. Dari
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JID/article/download/3113/3436/. Diakses pada 5
Februari 2019
Chyb, S., & Gompel, N. 2013. Atlas Of Drosophila Morfology: Wild-Type And Classical
Mutants. USA: Elsevier Inc.