Anda di halaman 1dari 20

BPKM Teknik Transmisi

BAB I Lingkup Teknik Transmisi


Tujuan Khusus
Setelah mengikuti, mempelajari dan mengerjakan soal/latihan-latihan dalam bab ini
mahasiswa dapat :
a. Memahami dan menjelaskan ruang lingkup teknik transmisi.
b. Menjelaskan istilah istilah yang digunakan dalam bidang telekomunikasi.
c. Menjelaskan dan menghitung harga besaran besaran yang sering dipakai dalam teknik
transmisi.

1.1. Teknik Transmisi dalam telekomunikasi


Sistem telekomunikasi dibentuk dari unsur unsur atau bagian bagian fungsional yaitu :
peralatan terminal pelanggan; media transmisi pelanggan atau jaringan akses lokal; jaringan
hubung atau transport; peralatan switching; dan peralatan transmisi. Unsur unsur tersebut
membentuk infrastruktur sistem telekomunikasi terpadu dalam wilayah yang sangat luas
dengan berbagai jenis layanan telekomunikasi, baik PLMN, PSTN, maupun sistem
komunikasi internet, ditunjukkan pada gambar 1-1.

Gambar 1-1. Blok sistem telekomunikasi


Dari gambar 1-1, semua peralatan yang berada diluar garis tertutup merupakan peralatan
terminal pelanggan. Sedangkan peralatan yang berada di dalam garis tersebut adalah terdiri

1
BPKM Teknik Transmisi

atas switch, router dan peralatan transmisi sistem PSTN (Public Switched Telephone Network)
yang terdiri atas PLMN (Public Land Mobile Network), Fixed Telephone dan ISP (Internet
Service Provider). Dalam sistem telekomunikasi tersebut, bidang transmisi meliputi jaringan
atau media transmisi dan teknik transmisi. Terdapat dua media/jaringan transmisi yaitu,
jaringan lokal dan jaringan hubung/transport/trunk. Jaringan lokal adalah jaringan yang
menghubungkan antara peralatan terminal pelanggan dengan pusat penyambungan (pusat
layanan), sedangkan media transmisi yang digunakan bisa berupa kabel tembaga multipair
(Jarlokat), fiber optic (Jarlokaf) dan gelombang radio (Jarlokar).
Jaringan hubung berfungsi sebagai media penghubung antar pusat pusat pelayanan yang
berupa : Mobile exchange, local exchange ISDN, local exchange digital, local exchange
analog, trunk exchange, ISP Host, Router. Media jaringan hubung bisa berupa fiber optik,
gelombang radio microwave teresterial dan microwave satelit.
Dalam jaringan lokal, hubungan pelanggan dengan pusat layanan kebanyakan secara individu
atau coorporate dengan jumlah kanal relatif kecil, sedangkan pada area layanan transport
hubungan antara pusat layanan dilakukan dengan kapasitas kanal yang besar dan juga bitrate
tinggi, diarea ini digunakan teknik transmisi mulai dari FDM, PDH, SDH, WDM, DWDM,
Tansmission Line Code dan ATM. Bidang pengetahuan yang terkait dalam BPKM teknik
transmisi ini antara lain, rangkaian 2 ke 4 kawat, satuan dan besaran dalam transmisi.

1.2. Besaran, satuan dan istilah dalam transmisi.


Beberapa besaran yang sering digunakan dalam teknik transmisi adalah : dB, dBm, dBv, dBr,
BER, bitrate, bandwidth, duplek, simplek, half duplek, transmisi sinkron, transmisi asinkron,
transmisi seri, transmisi paralel, symetric, asymetric, gain, loss, line, trunk, dll.

1.2.1. Decibel (dB)


Adalah satuan perbandingan 2 buah daya (dalam watt) berbasis logaritma 10, biasanya
digunakan untuk membandingkan daya input terhadap daya output suatu sistem. contoh Pin =
1 watt, Pout = 100 watt, maka : dB = 10 log (Pout/Pin) = 10 log (100/1) = 20 dB.

1.2.2. dBm
Adalah satuan untuk menyatakan level daya (dalam miliwatt) berbasis logaritma 10. satuan ini
digunakan untuk membandingkan sebuah daya (dalam miliwatt) dengan daya 1 mwatt.
Contoh nyatakan sebuah daya 100 watt dalam satuan dBm.
dBm = 10 log (P/1mW) = 10 log (100000 mW/1 mW) = 50 dBm (lihat gambar 1-2)

2
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1–2. Redaman dan gain dalam sistem (Roger, 2003)3

1.2.3. dBi
Adalah satuan perbandingan daya (dalam miliwatt) yang diterima antena dibandingkan
dengan daya yang diterima antena isotropis, berbasis logaritma 10, satuan ini untuk
menyatakan penguatan (Gain) dari sebuah antena. Contoh sebuah antena yagi menerima daya
1000 mW (Py), antena isotropis dari tempat yang sama menerima daya 1 mW (Pi), maka Gain
antena yagi adalah : Gain antena = 10 log (Py/Pi)
= 10 log (1000/1) = 30 dBi
Catatan :
1. Jika dipakai ANTENA ISOTROPIS sebagai rujukan, tentu saja sebuah Antena Isotropis
mempunyai Gain 0 dbi , atau ratio penguatan 1 x terhadap antena rujukan.

2. Antena Dipole 1/2λ mempunyai Gain 2.1 dBi (lihat cetakan tebal di atas). Kalo’ dipakai
ANTENA DIPOLE sebagai rujukan, maka Antena Dipole itu mempunyai Gain 0 dB atau
ratio penguatan 1 x terhadap antena rujukan.

3. Antena VERTIKAL atau GROUND PLANE 1/4λ mempunyai Gain 0.3 dBi; Antena 5/8λ
mempunyai Gain = 3.3 dBi, atau = 1.2 dBd (= 3.3 - 2.1)

4. Antena LOOP 1λ mempunyai Gain 4.1 dBi atau = 2 dB (= 4.1 - 2.1).

1.2.4. bps (bit per second) Kbps  Mbps  Gbps


Adalah satuan laju kecepatan data, menyatakan berapa jumlah bit yang dikirimkan dalam satu
second. Contoh sebuah system fiber optic menggunakan SDH frame STM-1 mempunyai

3
BPKM Teknik Transmisi

bitrate 155,52 Mbps, artinya jumlah data yang dikirimkan dalam fiber optic tersebut sebesar
155.520.000 data dalam 1 detik.
Kecepatan akses internet 512 kbps, download film 512Mbyte, maka diperlukan
waktu sebesar 2,222222 jam

1.2.5. BER (Bit Error Rate)


Adalah satuan untuk mengukur kesalahan data pada proses pengiriman data. Besarnya BER
dinyatakan dalam 10-x, x berupa bilangan bulat decimal yang menyatakan besarnya data 10
pangkat x. Contoh suatu system mempunyai BER 10-6, artinya dalam system tersebut akan
terjadi kesalahan 1 data setiap 1000.000 data. Jika system tersebut mempunyai bitrate 8
Mbps, maka dalam satu detik terjadi 8 buah data yang salah.

1.2.6. Frequency Cutoff


Adalah frekuensi yang mempunyai amplitude 3 dB dibawah amplitude puncak sinyal yang
dilewatkan. Biasanya digunakan untuk membatasi daerah frekuensi kerja dari suatu system,
misalnya filter, pemancar radio, Televisi, penguat dan lain lain.

Gambar 1-3. Bandwidth dan Frequency Cutoff

1.2.7. Bandwidth
Adalah lebar bidang frekuensi kerja (lebar jalur) dari suatu system. Lebar jalur diukur dari
frekuensi cutoff atas dikurang frekuensi cutoff bawah. Dinyatakan dalam satuan hertz.

1.2.8. Gain (Penguatan)


Adalah sebutan atau istilah yang digunakan untuk menyatakan seberapa besar daya output
dibanding daya input dari suatu sistem. Perbandingan daya ini dinyatakan dalam satuan
decibel (dB). Jika dalam sistem terjadi penguatan maka pasti daya output sistem lebih besar
dari daya inputnya.
Gain (dB) = 10 log (Pout/Pin)

4
BPKM Teknik Transmisi

1.2.9. Loss (Pelemahan)


Adalah sebutan atau istilah yang digunakan untuk menyatakan seberapa besar daya input
dibanding daya output dari suatu sistem. Perbandingan daya ini dinyatakan dalam satuan
decibel (dB). Jika dalam sistem terjadi pelemahan maka pasti daya output sistem lebih kecil
dari daya inputnya.
Loss (dB) = 10 log (Pin/Pout)

1.2.10. Modulator
Adalah peralatan yang berfungsi untuk menumpangkan sinyal informasi kedalam sinyal
pembawa. Sinyal pembawa mempunyai frekuensi lebih besar dari frekuensi sinyal informasi.
Dalam modulator maka parameter sinyal pembawa (amplitudo, frekuensi dan phasa) diubah
ubah oleh amplitudo sinyal informasi. Contoh modulator AM lihat gambar 1-4.
Jenis modulator sesuai dengan jenis modulasi yang digunakan (FM, AM, PM, ASK, PSK,
FSK dll)

Gambar 1-4. Blok Diagram Modulator AM

1.2.11. Osilator
Adalah peralatan yang berfungsi menghasilkan sinyal dengan frekuensi tertentu. Sinyal yang
dihasilkan osilator biasanya digunakan sebagai masukan ke modulator sebagai sinyal
5
BPKM Teknik Transmisi

pembawa. Untuk menghasilkan frekuensi keluaran stabil biasanya digunakan kristal sebagai
rangkaian resonansi.

1.2.12. Filter
Adalah rangkaian yang berfungsi melewatkan sinyal dengan frekuensi yang dikehendaki dan
menahan sinyal dengan frekuensi yang tidak dikehendaki. Berdasarkan frekuensi yang
dilewatkan dikenal macam-macam filter :
 BPF (Band Pass Filter) adalah filter yang melewatkan sinyal dengan frekuensi diantara
frekuensi cutoff.

Gambar 1-5. Respon frekuensi BPF


 LPF (Low Pass Filter) adalah filter yang melewatkan sinyal dengan frekuensi dibawah
frekuensi cutoff.

Gambar 1-6. Respon frekuensi LPF


 HPF (High Pass Filter) adalah filter yang melewatkan sinyal dengan frekuensi diatas
frekuensi cutoff.

6
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-7. Respon frekuensi


 BSF (Band Stop Filter) adalah filter yang menahan sinyal dengan frekuensi diantara
frekuensi cutoff.

Gambar 1-8. Respon frekuensi

1.2.13. Transmitter
Transmitter atau pengirim adalah peralatan yang memproses suatu sinyal informasi agar bisa
dikirim melalui media transmisi tertentu. Teknik pemrosesan sinyal dalam transmiter
disesuaikan dengan media transmisi yang digunakan untuk mengirim sinyal. Misalnya media
transmisi radio, maka fungsi transmiter adalah memproses sinyal informasi listrik menjadi
gelombang radio. Didalam transmitter terjadi proses modulasi sinyal informasi ke dalam
sinyal pembawa, kemudian sinyal pembawa dipancarkan menjadi gelombang radio.
Termasuk dalam katagori transmitter adalah pesawat telepon, komputer, kamera dalam video
konfrensi.

7
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-9. Blok diagram Tx ke Rx

1.2.14. Receiver
Receiver atau penerima adalah peralatan yang menerima dan menampilkan informasi aslinya.
Termasuk peralatan ini adalah pesawat telepon, komputer, display, TV dll.

1.2.15. Circuit
Circuit adalah rangkaian media penghubung permanen antara dua atau lebih titik yang
merupakan pemancar ke penerima. Rangkaian ini meliputi logical Connection maupun
saluran phisik, sehingga pada akhirnya termasuk dalam pengertian rangkaian adalah link, line,
and channel, rangkaian dua kawat dan rangkaian empat kawat.

Gambar 1-10. Blok diagram circuits

1.2.16. Link

8
BPKM Teknik Transmisi

Adalah segmen dua titik dari ujung ke ujung rangkaian, dalam satu sistem telekomunikasi
contohnya dari terminal ke switch, dari switch ke switch. Bagian ini membentuk satu jalur
transmisi dan biasanya merupakan multi channel.

Gambar 1-11. Blok diagram link telekomunikasi

1.2.17. Line
adalah saluran, mempunyai beberapa definisi, dalam system telepon maka saluran
menghubungkan PBX dengan terminal. Dalam koneksi loop lokal, saluran menghubungkan
Central Office ke peralatan pelanggan yang mampu menghubungkan ke multiline ditempat
pelanggan.

Gambar 1-12. Blok diagram line telekomunikasi


1.2.18. Trunk
Trunk adalah jaringan atau rangkaian (circuit) high speed yang berisi banyak kanal informasi
low speed, trunk ini menghubungkan dua buah central office atau menghubungkan Local

9
BPKM Teknik Transmisi

Exchange ke grup saluran incopming PBX yang diatur oleh intelligent switching. Dibagi
menjadi incoming trunk, outgoing trunk atau kombinasi.

Gambar 1-13. Blok diagram trunk


1.2.19. Channel
Channel atau kanal adalah satu buah jaringan yang mempunyai arah hubungan dari
transmitter ke receiver dan sebaliknya. Dalam terminology pemrosesan data kanal adalah
koneksi kecepatan tinggi dari mainframe ke perangkat lainnya. Definisi lain dari kanal adalah
koneksi logical yang melalui rangkaian phisik untuk mensuport pembicaraan tunggal. Seorang
pelanggan telepon mempunyai frekuensi 300-3400 Hz adalah satu kanal voice. Rangkaian
multikanal adalah rangkaian yang melalui rangkaian 4 kawat.

10
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-14. Blok diagram channel dan highway

1.2.20. Switching
Switching adalah perangkat permanen yang berfungsi membangun, menjaga dan mengubah
hubungan antara dua atau lebih titik sumber informasi melalui rangkaian phisik. Contoh
switching antara lain PBX, Central Office Exchange. Informasi yang dapat dilayani maliputi
voice, data, gambar.

11
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-15. Switching dalam PSTN

Gambar 1-16. Switching dalam PLMN

Teknologi NGN
1.2.21. Dedicated Circuits
Dedicated circuits adalah rangkaian khusus yang menghubungkan langsung peralatan
peralatan, contohnya PBX dengan host computer, yang dipakai dalam sebuah perusahaan.
PBX ini melayani banyak pemakai, menghubungkan beberapa work station computer ke host
computer. Dedicated circuit dapat digunakan terus menerus tanpa dikenai biaya karena
rangkaian memang khusus digunakan hanya untuk perusahaan tersebut. Contoh dedicated
circuits ditunjukkan seperti gambar 1-17.

12
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-17. Dedicated circuits antara host computer dengan terminal.

1.2.22. Switched Circuits


Switched circuits adalah rangkaian pelanggan pelanggan ke switch, contohnya pelanggan-
pelanggan yang terhubung ke Central Office exchange, seperti gambar 1-6. Switch berfungsi
sebagai konsentrator, yang menghubungkan pelanggan pelanggan.

Gambar 1-6. Rangkaian Switch dalam Sentral

Dengan rangkaian switch ini rangkaian dilokasi pelanggan menjadi sederhana tetapi dapat
digunakan untuk menghubungi semua pelanggan yang terhubung ke jaringan ini. Dalam
melayani percakapan telepon, telah dilakukan interkoneksi jaringan local, regional, nasional
dan internasional. Penggunaan rangkaian ini berdampak pada konsekuensi financial,
berbanding lurus dengan panjangnya rangkaian yang digunakan, durasi pemakaian, waktu
pemakaian, hari libur dll.

1.2.23. Virtual Circuits


Virtual circuits adalah kebalikan rangkaian phisik, dengan virtual circuits akan dihasilkan
konektivitas yang berkapasitas sangat besar, contohnya rangkaian phisik kabel fiber optic
multikanal. Virtual circuits juga didefinisikan sebagai software yang mampu memenuhi
tuntutan permintaan peningkatan kapasitas rangkaian phisik serta menjadikan peningkatan

13
BPKM Teknik Transmisi

effisiensi. Virtual circuits memberikan hubungan yang sama dengan physical circuits dan
berada pada physical circuits. Sebuah physical circuits dapat terdiri dari beberapa logical
circuits atau logical connection. Dalam jaringan backbone fiber optic kapasitas besar,
pelanggan dedicated circuits merupakan dasar Virtual circuits.
Dengan kata lain yang lebih mudah memahami istilah transparan dan virtual. Transparan
berarti suatu elemen jaringan yang eksis. Virtual circuits merupakan elemen jaringan yang
tidak eksis tetapi sangat berperan dalam melayani pelanggan. Dalam kasus ini pelanggan
dapat mengakses Virtual circuits melalui elemen transparan.
Kanal rangkaian logika (logical circuit channel) adalah lawan rangkaian phisik tetapi
berperan dan masuk dalam elemen jaringan (yaitu, rangkaian phisik, buffer, switch) untuk
mengatur komunikasi antara transmitter dengan receiver. Rangkaian phisik bisa terdiri dari
saluran kawat tembaga, gelombang radio maupun fiber optic.

1.2.24. Packed Switched

1.2.25. Rangkaian Dua Kawat (Two-Wire Circuits)


Two-wire circuits adalah saluran yang membawa informasi dua arah, biasanya berupa kabel
tembaga (single twisted pair).

14
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-7. Jaringan dua kawat antara Exchange dengan Key Telephone System.
Contoh rangkaian ini adalah saluran loop local antara switching dengan pelanggan pelanggan.
(multiline residence or business terminal equipment), seperti gambar 1-7.
Rangkaian dua kawat mempunyai jarak pelayanan pendek, maksimum sekitar 10 km,
kapasitas rendah (hanya bisa menampung percakapan tunggal), berupa saluran analog dan
kualitasnya rendah.

1.2.26. Rangkaian 4 kawat (Four-Wire Circuits)


Rangkaian empat kawat adalah media transmisi yang secara phisik terdiri atas dua jalur
komunikasi terpisah. Satu jalur membawa sekumpulan informasi yang berasal dari titik A
menuju titik B yang berada di tempat lain, sedang jalur satunya digunakan untuk membawa
informasi dari B ke arah A. Kedua jalur tersebut adalah pasangan satu dengan lainnya.
Rangkaian 4 kawat biasanya merupakan kanal kecepatan tinggi, dan membawa banyak kanal
informasi dari hasil multiplexing. Dengan kemajuan teknologi transmisi maka kebutuhan
empat kawat jalur transmisi tersebut dapat dilakukan hanya menggunakan satu link phisik
(single physical link) seperti jaringan microwave, satelit, fiber optic. Contoh rangkaian 4
kawat ditunjukkan seperti gambar 1-8.

15
BPKM Teknik Transmisi

Gambar 1-8. Jaringan 4 kawat untuk hubungan antara Central Office Exchange and a PBX
dan antara Tandem Office Exchange dan Central Office Exchange.
Saluran empat kawat dapat membawa informasi jauh lebih besar dibanding saluran dua kawat.
Karena dalam Saluran empat kawat dilakukan multiplexing, sehingga bandwidth, bitrate, dan
kapasitas kanal yang dapat dibawa sangat banyak. Saluran ini juga dapat menempuh jarak
sangat jauh, biasanya untuk trunk antar kota bahkan antar Negara.

1.2.27. Narrowband
Narrowband adalah kanal tunggal (64 Kbps) atau beberapa kanal 64 Kbps (N × 64 Kbps),
tetapi lebih kecil dari wideband.

1.2.28. Wideband
Wideband adalah multichannel yang mempunyai kapasitas antara 1.544 Mbps and 45 Mbps
untuk standar Amerika dan antara 2.048 Mbps-34 Mbps untuk standar European/international
standards.

1.2.29. Broadband
Broadband adalah jaringan multikanal yang mempunyai kapasitas diatas 45 Mbps standar
Amerika dan atau diatas 34 Mbps untuk standar European/international standards. Namun
dalam perkembangannya kecepatan bisa lebih rendah dari standar 45 Mbps atau 34 Mbps,
terutama untuk kepentingan marketing suatu jaringan akses (misal ISDN, ADSL).

1.2.30. Voice

16
BPKM Teknik Transmisi

Voice adalah sinyal suara manusia yang dipilih berdasarkan artikulasi terbaik. Dari hasil
penelitian terhadap range frekuensi suara manusia (20 – 20.000 Hz) ternyata didapatkan
artikulasi terbaik pada frekuensi 300 Hz s/d 3400 Hz. Bandwidth voice disediakan sebesar
4000 Hz. Gambar 1-9 merupakan contoh sistem yang terdapat sinyal voice.

Gambar 1-9. Transmisi Voice analog melalui saluran lokal 2 kawat.

1.2.31. Sinyal Analog


Adalah sinyal yang mempunyai amplitude bervariasi dari minus, nol dan positip tidak
terbatas. Sinyal ini mempunyai bentuk yang tidak dapat diprediksi, sehingga dalam proses
transmisi sangat sulit mengembalikan sinyal dalam bentuk aslinya. Namun secara umum
untuk kemudahan perhitungan biasanya dituliskan dengan persamaan matimatik gelombang
sinus. e = E Sin (t + ). Sinyal analog output modem (lihat gambar 1-10).

Gambar 1-10. Modem DAC

1.2.32. Sinyal Digital


Adalah sinyal yang mempunyai amplitude 0 dan 1. Variasi amplitude sinyal analog yang
dikonversi dalam bentuk digital akan dinyatakan dengan lebar pulsa. Karena itu bentuk
gelombang sinyal yang diterima dari rangkaian transmisi akan dengan mudah dikembalikan
ke dalam bentuk aslinya. Jika data digital akan dilewatkan saluran transmisi analog maka data
digital diproses menjadi sinyal analog oleh modem, dengan proses DAC.

17
BPKM Teknik Transmisi

Sebaliknya jika sinyal analog akan dilewatkan saluran transmisi digital, maka dilakukan
proses analog to digital convertion (ADC) dengan perangkat Codec (lihat gambar 1-11).
Dalam ADC sinyal analog akan melalui 3 tahap proses, yaitu sampling, quantizing dan
coding. Setelah melalui proses itu maka dihasilkan data digital 4 bit atau 8 bit.

Gambar 1-11. Codec perubah dari analog ke digital

1.2.33. Simplex
Pada sistem ini komunikasi terjadi hanya satu arah saja, dari pengirim (A) ke penerima (B),
penerima B tidak dapat mengirim sinyal atau data menuju A. Contoh : Radio, TV

1.2.34. Half Duflex


Merupakan komunikasi 2 arah (duplex), misalnya A dan B. Kedua-duanya sama-sama bisa
mengirim dan menerima data, tetapi pada saat A mengirim data B hanya dapat menerima saja.
Demikian juga sebaliknya. Contoh : Radio amatir.

1.2.35. Full Duplex


Merupakan komunikasi 2 arah (duplex) misalnya A dan B, kedua-duanya bisa mengirm dan
menerima data pada saat yang bersamaan. Dalam sistem full duplex ini menggunakan teknik
perbedaan frekuensi kirim dan frekuensi terima pada kanal transmisi yang sama, atau jika
frekuensi kirim dan frekuensi terima sama maka menggunakan kanal transmisi yang berbeda.
Contoh : Telepon

1.2.36. Sistem Komunikasi Serial


Sistem komunikasi serial adalah pengiriman data melalui satu jalur transmisi. Pada sistem ini
setiap bit dikirim berurutan satu demi satu melalui satu jalur saja. Berdasarkan cara
sinkronsasi dikenal 2 mode transmisi serial, yaitu: Asinkron (asynchronous), dan Sinkron
(synchronous). Keuntungan sistem komunikasi seri: Hanya menggunakan satu jalur saja,
Lebih murah instalansinya, Mempunyai jarak komunikasi yang tidak terbatas.

18
BPKM Teknik Transmisi

1.2.37. Sistem Komunikasi Paralel


Adalah sistem pengiriman data yang mempunyai lebar jalur data beberapa jalur. Jumlah jalur
data yang ada dinyatakan dalam bit. Jika terdapat 8 jalur data maka dikatakan 8 bit (satu
byte). Dari ke 8 data akan dikirim secara serentak. Keuntungannya: Lebih sederhana dalam
proses pengiriman, kesederhanaan pemrograman port pararel, kecepatan pengiriman yang
tinggi dibandingkan transmisi serial, resiko kesalahan data lebih kecil
Kekurangannya : Memerlukan jalur data banyak, jarak komunikasi yang sangat terbatas

1.2.38. Transmisi symetric


Adalah methode pengiriman informasi adri satu titik ke titik lain dengan kecepatan (bitrate)
arah kirim sama dengan kecepatan arah terima.

1.2.39. Transmisi Asymetric


Adalah methode pengiriman informasi dari satu titik ke titik lain dengan kecepatan (bitrate)
arah kirim tidak sama dengan arah terima.

1.3. Contoh soal


1. Suatu sistem transmisi mengirimkan sinyal dari sumber sebesar 20 mwatt menggunakan
media transmisi udara dengan karakteristik sebagai berikut :
- Rugi radiasi antena pemancar 10 dB
- Rugi perambatan diudara 5 dB
- Output penerima menghasilkan daya 10 mwatt
Hitung besar penguatan atau loss sistem penerima.
Penyelesaian :
Semua daya dinyatakan dalam dBm, sehingga :
- Daya yang dikirim (Pin dalam dBm) = 10 log 20 = 13 dBm
- Daya output penerima (Pout dalam dBm) = 10 log 10 = 10 dBm
Jumlah loss dalam sistem sebesar Pin – Pout = 10 – 13 = -3 dB
Jumlah loss dari komponen sistem harus sama dengan -3 dB, sehingga :
loss = Rugi radiasi + Rugi rambatan + Rugi penerima = -3 dB
= -10 - 5 + Rugi penerima = -3 dB
= Rugi penerima = - 3 + 15 = 12 dB
Jadi dalam penerima terjadi penguatan sebesar 12 dB.

19
BPKM Teknik Transmisi

2. Suatu sistem komunikasi data internet menggunakan sistem ADSL dengan bitrate
downstream sebesar 512 kbps, dan bitrate upstream 64 kbps. Jika ingin men download
gambar sebesar 40 Mbit, berapa lama waktu yang dibutuhkan. Demikian juga berapa
waktu yang dibutuhkan bila mengupload file sebesar 40 Mbit.
Penyelesaian :
Waktu yang dibutuhkan untuk men-download (detik) adalah :
Tdownload = besar data/bitrate download
= 40.000.000/512.000 (bit/bit per second)
= 78,125 detik
= 1,3 menit
Tupload = besar data/bitrate upload
= 40.000.000/64.000 (bit/bit per second)
= 625 detik
= 10,416 menit

1.4. Rangkuman
Teknik transmisi merupakan bidang pengetahuan yang menjadi bagian penting dalam sistem
telekomunikasi. Teknik transmisi berkaitan sangat erat dengan media transmisi dan
mempunyai fungsi utama menghubungkan antara pusat pusat penyambungan dari satu sistem
ke sistem lain baik PLMN, Fixed Telepon maupun ISP.
Untuk mendapatkan kemudahan dalam memahami teknik transmisi, diperlukan lebih dahulu
pemahaman tentang beberapa definisi sub sistem serta besaran dan satuan.

1.5. Latihan
1. Jelaskan mengapa bitrate suatu sistem akses internet juga sering disebut sebagai
bandwidth.
2. Jelaskan alasan mengapa biasanya dalam sistem internet bitrate upstream dengan bitrate
downstream tidak sama (lebih besar bitrate downstream).
3. Jelaskan pentingnya rangkaian hybrid 2 ke 4 kawat dalam sistem telekomunikasi atau
sistem transmisi, dimana (dibagian apa) sistem tersebut digunakan.
4. Dalam akses internet menggunakan saluran telepon, apakah jenis sinyal yang dikirimkan
dalam saluran telepon tersebut (analog/digital), jelaskan.

20