Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmatnya saya masih dapat diberi izin dan kesempatan di dalam mengerjakan dan
menyelesaikan tugas saya dalam Mata Kuliah “ Pengendalian Mutu ”
Adapun tugas ini diberikan kepada saya, untuk melengkapi tugas yang ada. Dan tugas ini
diselesaikan untuk menambah kelengkapan nilai mahasiswa. Saya mengerjakan tugas ini dengan
didahului kata pengantar saya, dimana dengan tujuan dan harapan kiranya Bapak/Ibu dapat
memaklumi hasil kerja saya. Dengan melihat tata bahasa dan cara pengerjaan yang saya berikan
dan yang saya kumpulkan kepada Bapak/Ibu.
Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita untuk mencapai hidup
yang lebih baik lagi. Dan tak lupa saya juga menerima kritik dan saran terhadap hasil kerja yang
sudah saya buat ini. Akhir kata saya ucapkan, Terima Kasih.

Medan, 8 September 2019


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses dan usaha mencapai visi, misi dan tujuan organisasi dan lembaga apapun jenisnya
merupakan fokus penting yang memerlukan perhatian dari pimpinan dan para pemangku
kebijakan yang terkait dengan organisasi maupun lembaga tersebut. Semua strategi dikerahkan
agar proses pencapaian visi, misi dan tujuan berjalan efektif dan efisien. Semua pimpinan tentu
mengharapkan kinerja tim yang baik dalam organisasi atau lembaga yang dipimpinnya.
Banyak cara dilakukan untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi pencapaian mutu
kinerja dari anggota tim agar bisa mencapai standar kualitas yang diharapkan. Mulai dari proses
rekrutment tim yang dilakukan secara selektif, kemudian pemberian program pendidikan,
pelatihan.
Setiap program pelatihan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu serta bagaimana
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan adalah proses bagaimana menetapkan
tujuan serta menetapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan melalui
tahapan analisis dan evaluasi alternatif yang mungkin dikerjakan. Perencanaan berfungsi pula
untuk menetapkan dasar dan arah untuk sebuah lembaga pelatihan dan mengarahkan program
yang dilakukan secara bersama oleh anggota staf untuk mencapai tujuan yang secara eksplisit
telah ditetapkan dalam perencanaan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud manajemen diklat ?
2. Sebutkan macam – macam manajemen diklat ?
3. Sebutkan tujuan manajemen diklat ?
4. Bagaimana fungsi dari manajemen diklat ?
5. Bagaimana manfaat dari manajemen diklat ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian manajemen diklat
2. Untuk mengetahui macam – macam manajemen diklat
3. Untuk mengetahui tujuan manajemen diklat
4. Untuk mengetahui fungsi manajemen diklat
5. Untuk mengetahui manfaat dari manajemen diklat
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Diklat
1. Pengertian pendidikan, pelatihan, dan urgensi diklat
a. Pengertian Pendidikan
Secara etimologi pendidikan (education) berasal dari asal kata didik yang
diberi imbuan awal pe- dan imbuhan akhir –an. Menurut www.kbbi.web.id
pendidikan diartikan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan;
proses, cara, perbuatan mendidik. Pelaku prosesnya disebut pendidik, sementara
objek didiknya familiar disebut peserta didik.
Nadler (Sugiyono, 2002:1) mendefinisikan education is those human resource
development activities which are designed to improve the overall competence of the
employee in a specified direction and beyond the job new held. Artinya pendidikan
adalah suatu aktivitas pengembangan sumber daya manusia yang dirancang untuk
meningkatkan kompetensi secara keseluruhan dari pegawai melalui petunjuk yang
spesifik diluar pekerjaan yang sedang dihadapi.
Sementara dalam Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah
proses dan usaha yang disadari kebutuhan dan keharusannya serta direncanakan dan
dikelola dengan baik prosesnya baik pra, pelaksanaan, maupun pasca pelaksanaan
dari proses pendidikan tersebut. Menurut jalurnya di Indonesia dikelas tiga jalur
pendidikan yakni jalur pendidikan formal, informal dan non formal.
b. Pengertian Pelatihan
Secara etimologi pelatihan berasal dari asal kata latih yang diberikan imbuan
awal pe- dan imbuhan akhir -an. Dalam kbbi.web.id yang dimaksud pelatihan adalah
proses, cara, perbuatan melatih; kegiatan atau pekerjaan melatih, juga diartikan
tempat melatih semacam pusat pendidikan.
Menurut Nadler (Sugiyono, 2002:1) training is those activities which designed
to improve human performance on the job the employee is presently doing or is being
hired to do. Artinyaa training adalah semua kegiatan yang dirancang untuk
meningkatkan kinerja pegawai pada pekerjaan yang sedang atau akan segera dihadapi
(Sugiyono, 2002:1).
Sementara itu Flipo (Sugiyoni,2002:2) menyatakan pelatihan adalah suatu
kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai guna
melaksanakan pekerjaan tertentu. Menurut Sugiyono (2002:2) ada tiga unsur yang
perlu digaris bawahi dari pernyataan Flipo di atas, pertama meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan, kedua suatu pekerjaan tertentu. Dalam definisi Flipo
sudah jelas upaya meningkatkan yang dilakukan dalam pelatihan untuk suatu
pekerjaan tertentu. Artinya pelatihan adalah program spesifik yang dirancang dan
dilaksanakan untuk suatu pekerjaan atau keahlian tertentu. Berbeda dengan
pendidikan yang relatif masih memiliki ruang garapan yang lebih luas.
Menurut Sugiyono (2002:3) tujuan utama latihan bagi pegawai adalah sebagai
berikut:
1) Memperoleh dan meningkatkan keterampilan dalam suatu pekerjaan tertentu,
sehingga pekerjaan yang dibebankan dapat dikerjakan dengan lebih tepat dan
cepat
2) Memperoleh dan meningkatkan pengetahuan yang berhubungan dengan
pekerjaan, sehingga pegawai tersebut lebih kreatif dan kritis dalam
mengembangkan metode kerja sehingga pekerjaan dapat dikerjakan secara
sistematis
3) Memperoleh dan mengembangkan sikap kerja yang positif, sehingga
menimbulkan kemauan kerjasama dengan teman-teman pegawai,
meningkatkan moral kerja dan bertanggungjawab.
c. Urgensi Diklat
Perlu tidaknya sebuah program pendidikan, pelatihan maupun pengembangan
dilakukan bergantung kepada analisis kebutuhan. Menurut Sugiyono (2002:4)
perlunya program pelatihan dalam sebuah organisasi dikarenakan pegawai dalam
organisasi yang bersangkutan tidak mampu menjalankan tugasnya sesuai standar
performance/kinerja yang diharapkan.
Hal itu dikarenakan beberapa faktor berikut :
1) Yang berangskutan adalah pegawai baru
2) Ada perubahan mekanisme kerja baru atau alat kerja baru sehinga pegawai
perlu adaptasi dengan hal tersebut
3) Ada promosi jabatan. Seorang pegawai yang mau dipromosikan jawabannya
baik naik tingkat maupun mutasi, perlu diberikan pembekalan khusus.
4) Terdapat perubahan visi dan misi organisasi.

2. Macam – Macam Manajemen Diklat


Secara umum dan menurut substansi materi yang diberikan, diklat dapat dibagi
menjadi dua yaitu diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan.
a. Diklat prajabatan adalah diklat yang diberikan kepada pegawai baru atau calon
pegawai sebelum yang bersangkutan ditempatkan pada posisi seharusnya. Sebagai
contoh diklat prajabatan pegawai negeri sipil.
b. Diklat dalam jabatan yaitu diklat yang diberikan kepada pegawai yang sudah menjadi
pegawai tetap dalam sebuah organisasi. Diklat dalam jabatan dibagi menjadi tiga jenis
yakni:
1) Diklat struktural yaitu diklat yang diberikan kepada pegawai untuk dapat
menempati jabatan pimpinan/struktural.
2) Diklat teknis yaitu diklat yang diberikan kepada pegawai untuk meningkatkan
kemampuan teknis pegawai sesuai bidangnya.
3) Diklat fungsional adalah diklat kepada pegawai yang menduduki jabatan
fungsional tertentu, misalnya widyaiswara, peneliti, arsiparis dll.

3. Tujuan Manajemen Diklat


Tujuan dari manajemen diklat adalah sebagai berikut :
a. Mengoptimalkan seluruh komponen Diklat
b. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan program
c. Mejadikan Diklat professional
d. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat
melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan
etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi
e. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat
persatuan dan kesatuan
f. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan,
pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat
g. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas
pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.

4. Fungsi Manajemen Diklat


Secara umum fungsi pengelolaan meliputi perencanaan, pengorganisasin, staffing,
kepemimpinan dan pengawasan (Langerman dan Smith, 1979). Walaupun terdapat
banyak variasi mengenai fungsi manajemen, namun terdapat tiga fungsi utama
manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi. Ketiga fungsi ini sering
dilihat secara linier, yaitu perencanaan sebagai awal dari fungsi manajemen serta evaluasi
berada pada perencanaan dan pengorganisasian.
Pada pemikiran lain ketiga fungsi ini berlangsung secara simultan, dinamis dan
saling menunjang satu dengan lainnya. Dalam hubungan ini perencanaan tidak senantiasa
diakhiri dengan pengorganisasian serta evaluasi tidak selalu berada diujung perencanaan
dan pengorganisasian.
a. Perencanaan
Setiap program pelatihan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu serta
bagaimana mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan adalah proses
bagaimana menetapkan tujuan serta menetapkan langkah-langkah untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan melalui tahapan analisis dan evaluasi alternatif yang mungkin
dikerjakan. Perencanaan berfungsi pula untuk menetapkan dasar dan arah untuk
sebuah lembaga pelatihan dan mengarahkan program yang dilakukan secara bersama
oleh anggota staf untuk mencapai tujuan yang secara eksplisit telah ditetapkan dalam
perencanaan.
Salah satu pendekatan khusus dalam perencanaan yaitu perencanaan strategis,
dengan menggabung secara komprehensif dasar-dasar manajemen. Perencanaan ini
lebih merupakan metodologi yang mempertimbangkan secara sungguh-sungguh
seluruh pertimbangan lingkungan dan peluang serta hambatan.
Tujuan utama dari perencanaan strategis yaitu memadukan antara tujuan
fungsional dengan perencanaan operasional dari staf. Terdapat lima langkah dari
perencananan strategis yaitu:
1) Penetapan tujuan dari lembaga (bagaimana cara untuk memberikan pelayanan
pada klient).
2) Menetapkan kekuatan dari lembaga (Bagaimana cara kerja yang baik serta
mengapa dilakukan).
3) Penetapan kenyataan dan potensi dari klien (bagaimana sasaran pelatihan
dilayani, apa yang seharusnya dilakukan serta sejauh mana kita memahami
harapan mereka).
4) penetapan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi lembaga (sumber-
sumber yang dibutuhkan dari lembaga pelatihan dan masyarakat). Kelima,
pengembangan dan operasional kegiatan (apa yang seharusnya yang harus
dilaksanakan dalam pemerograman, staffing dan pemasaran serta apakah
semua itu bisa didanai).
b. Pengorganisasian
Perencanaan yang dibuat harus dilaksanakan. Pengoorganisasian yaitu
menegembangkan sistem peranan dan tanggung jawab serta pendelegasian tugas dan
sumber-sumber untuk menjamin penampilan yang maksimum, kejelasan harapan dan
pembuatan keputusan yang efektif.
Lembaga yang berhasil memliki dasar yang kuat, struktur lembaga yang tidak
terlalu rumit yang memungkinkan terjadinya fleksibilitas dan adaptasi yang cepat.
Dalam hubungan ini, lembaga pelatihan yang berhasil ditandai dengan kejelasan
tujuan lembaga yang akan dicapai serta peluang untuk terselenggaranya fungsi secara
efektif.
c. Evaluasi
Secepat perkembangan dari perencanaan, serta sumber-sumber
diorganisasikan dibutuhkan pula dukungan kemampuan untuk mengevaluasi proses
dalam upaya menilai keberhasilan tujuan yang ditetapkan. Dengan evaluasi, staf akan
memiliki gambaran antara kenyataan yang telah dicapai dengan harapan yang
diinginkan dalam perencananaan. Pada hal lain dapat diketahui penyimpangan yang
terjadi, sehingga dapat dilakukan perubahan dari komponen kelembagaan dalam
upaya untuk menjamin ketercapaian rencana yang ditetapkan.
Evaluasi yang diselenggarakan hendaknya mempertimbangkan antara
kemampuan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan serta kemudahan dalam
upaya untuk mengimplementasikan program. Metode yang dipergunakan harus pula
memperhatikan hak-hak staf maupun peserta belajar.
Evaluasi dilakukan melalui analisis data, interview pada klien dan audit
program. Hal yang terpenting lainnya evaluasi hendaknya dilakukan melalui upaya
yang hati-hati berdasar atas observasi personal yang berkelanjutan.
Fungsi dan tugas dari manajemen dilaksanakan dalam organisasi dan
lingkungan masyarakat yang keduanya bisa membatasi keberfungsian manajerial.
Lingkungan dimana Fungsi Pelatihan dilaksanakan. Setiap organisasi berlangsung
dalam lingkungan yang mempengaruhi penyelenggaraan satuan pelatihan serta
masyarakat yang dipengaruhi penyelenggaraan pelatihan. Satuan pelatihan itu sendiri
terdiri dari kumpulan orang-orang dan fungsi tertentu. Satuan pelatihan itu sendiri
merupakan bagian tidak terpisahkan dari kekuatan organisasi keluarga, masyarakat
dan sistem belajar umat manusia.
1) Unit Pelatihan
Faktor utama yang harus menjadi perhatian dalam manajemen yaitu
suasana/iklim unit Pelatihan. Untuk meningkatkan pelayanan serta kualitas
kerja dari staf diperlukan suasana kerja yang menunjang. Lingkungan kerja
yang menunjang demikian mempengaruhi pandangan dari staf mengenai
lingkungan kerja serta bagaimana seharusnya menyelesaikan pekerjaan.
Programming yang efektif dan kualitas pelayanan bersumber dari lingkungan
kerja yang nyaman serta adanya saling pengertuan dan harga menghargai
diantara sesama staf
2) Organisasi Keluarga
Pelatihan merupakan bagian dari lembaga yang lebih besar yang
bidang garapannya tidak hanya sebatas yang berhubungan dengan pelatihan.
Keluarga secara berarti memiliki sumbangan pada penydiaan sumber-sumber
untuk kepentingan penyelenggaraan pelatihan.
Atas dasar itu unit pelatihan sudah sewajarnya memahami dengan
sepenuhnya budaya dan dinamika dari organisasi keluarga. Unit pelatihan
harus mengenal pula peran-peran yang ada pada pelatihan keluarga ini serta
mengembangkan pelatihan sesai dengan tujuan dan nilai-nilai yang
dikembangkan di lingkungan keluarga. Hal penting lainnya upaya menjalin
kerjasama dengan unit/bagian yang menajdi cakupan dari lembaga keluarga.
Bila kerjasama dan mekanisme kerja ini berjalan sesuai dengan nilai yang
dikembangkan keluarga, maka unit pelatihan secara tidak langsung telah
mengembangkan sumber-sumber yang sesungguhnya menjadi dasar
pengembangannya.
3) Masyarakat
Bila unit pelatihan memiliki keperdulian pada lingkungan disekitarnya,
maka yang dimaksud diantaranya yaitu masyarakat disekitar unit tersebut.
Pada tataran ini termasuk semua sasaran pelatihan, organisasi dari klien dan
kelompoknya, orang yang menjadi provider, kritisi, dan pendukung. Untuk
memperoleh informasi yang diharapakan dibutuhkan kemampuan untuk
meneliti aspek yang paling bernilai guna dari sumber yang ada pada
masyarakat. Kemampuan untuk meneliti sumber masyarakat menjadi dasar
bagi pengembangan kevcenderungan dan kegiatan yang menjadi bagian dari
unit pelatihan. Hal yang paling inti dari lingkungan masyarakat harus
dikategorikan, dikumpulkan dan dianalisis
Kumpulan data ini merupakan bagian dari perenvcanaan strategik.
Beberapa yang umum dijadikan masukkan untuk unit Pelatihan meliputi:
demografi, ekonomi, sumber daya alam, teknologi, politik, dan budaya. Data
yang bernilai guna ini pada tahapan akhir perlu dikajiulang untuk
mendapatkan data ayang benar-benar paling bermanfaat
4) Sistem pembelajaran masyarakat
Bagian terakhir dari manajemen lingkungan yaitu organisasi sistem
pembelajaran masyarakat. Unit Pelatihan yang umumnya hidup dan mendapat
dukungan dari sistem pembelajaran dari masyarakat harus mengenal dengan
pasti sistem seperti keluarga, masyarakat, mesjid, lingkungan kerja, media,
sekolah, perguruan tinggi.
Sistem ini dilihat dari kemitraan dan antar hubungan (interdependensi)
mempunyai hubungan baik langsung maupun tidak dengan penyelenggaraan
unit pelatihan. Unit ini saling berhubungan baik langsung maupun tidak secara
formal maupun informal. Manajer dalam dekade kedepan ini harus benar-
benar memperhatikan komponen dan interaksi dengan unit pembelajaran
masyarakat.

5. Manfaat Manajemen Diklat


Menurut Davis (Sugiyono, 2002:11) memjabarkan tigas keuntungan dari program
diklat yakni keuntungan bagi lembaga, bagi individu pegawai dan keuntungan dalam
hubungan antar pegawai
a. Keutungan bagi lembaga yakni untuk meningkatkan
1) Finansial organisasi
2) Pengetahuan dan keterampilan kerja pada semua tingkatan organisasi
3) Moral dan usaha kerja
4) Membantu pegawai dalam memahami tujuan organisasi
5) Kreativitas kerja sama
6) Hubungan kerjasama antara atasan dan bawahan
7) Membantu pengembanga organisasi
8) Iklim kejujuran dan keterbukaan
9) Mau belajar dengan pegawai yang baru dilatih.
10) Membantu menyiapkan panduan kerja yang efisien
11) Membantu pemahaman pagawai akan kebijakan organisasi
12) Mendapatkan informasi akan kebutuhan masa depan organisasi pada setiap
tingkatan
13) Efektivitas pengambilan keputusan organisasi dan pemecahan masalah
14) Membantu meningkatkan pengembangan untuk promosi bagi pegawai
15) Membantu meningkatkan kepemimpinan, motivasi, dedikasi, loyalitas,
disiplin dan aspek lain dalam peningkatan kinerja pegawai
16) Produktivitas dan kualitas kerja
17) Membantu menurunkan biaya dalam berbagai kegiatan terhadap organisasi
18) Hubungan antara manajemen dengan persatuan kerja pegawai
19) Menurunkan biaya konsultasi dengan pihak luar
20) Pencegahan terjadinya kecelakaan dalam organisasi
21) Mencegah rusaknya alat-alat kerja
22) Komunikasi dan iklim kerja untuk berprestasi
23) Membantu efektivitas komunikasi dalam organisasi
24) Membantu para pegawai cepat menyesuaikan diri bila terjadi perubahan
25) Membantu pencegahan terjadinya konflik antar pegawai dan menurunkan
stres.
b. Keuntungan bagi Individu
1) Membantu individu pegawai dalam membuat keputusan dan pemecahan
masalah
2) Meningkatkan motivasi, tanggungjawab dan prestasi pewagai
3) Membantu pengembangan dan kepercayaan diri pegawai
4) Mengurangi terjadinya konflik, frustasi dan stres pegawai
5) Meningkatkan kepemimpinan, kemunikasi dan sikap kerja pegawai
6) Meningkatkan kepemimpinan, komunikasi dan sikap kerja pegawai
7) Meningkatkan pemahaman dan kepuasan kerja
8) Membantu pegawai dalam pencapaian tujuan pribadi
9) Meningkatkan penghasilan pegawai
10) Membantu tumbuhnya semangat belajar
11) Membantu pegawai dalam meningkatkan keterampilan mengemukakan
pendapat, mendengar, dan membuat laporan
12) Mengurangi kesulitan pegawai bila menerima tugas
c. Keuntungan dalam meningkatkan hubungan antar pegawai
1) Meningkatkan kelancaran komunikasi antar sesama pegawai
2) Meningkatkan pemahaman pegawai baru
3) Informasi tentang kesamaan dalam memperoleh kesempatan
4) Informasi tentang berbagai peraturan pemerintah dan kebijakannya
5) Efektivitas kebijakan dan aturan kerja organisasi
6) Harmonisasi hubungan pribadi antar pegawai
7) Menciptakan suasana yang baik bagi pegawai untuk belajar dan berkembang
8) Membuat organisasi mempunyai tempat kerja yang baik
Dari semua keuntungan yang ditawarkan oleh program diklat, baik keuntungan
untuk lembaga, individu, maupun hubungan antara pegawai, semuanya untuk
mewujudkan dan mencapai visi, misi, dan tujuan serta target dari sebuah organisasi
secara efektif dan efisien. Hal tersebut menjadi penting guna meminimalisir resiko yang
harus ditanggung oleh organisasi dan perorangan setiap pegawai di dalamnya. Dengan
begitu proses organisasi akan berjalan lancar dan harmoni serta sesuai dengan tujuan
yang disepakati bersama.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan adalah suatu aktivitas pengembangan sumber daya manusia yang dirancang
untuk meningkatkan kompetensi secara keseluruhan dari pegawai melalui petunjuk yang spesifik
diluar pekerjaan yang sedang dihadapi. Adapun pelatihan adalah suatu kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai guna melaksanakan pekerjaan tertentu.
Sementara pengembangan adalah program yang dirancanga dan direncakanan untuk menyiapkan
pegawai pindah posisi ke jabatan yang baru dalam sebuah organisasi.
Secara umum ada dua macam diklat yakni diklat prajabatan dan diklat dalam jabatan.
Proses manajemen diklat adalah serangkaian program pengelolaan sumber daya dan fungsi dasar
manajemen diklat. Program diklat dilaksanakan untuk mewujudkan dan mencapai visi, misi, dan
tujuan serta target dari sebuah organisasi secara efektif dan efisien
B. Saran
Setelah mempelajari tentang konsep dasar manajemen diklat kami berharap agar semua
pekerja di indonesia untuk mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat
bekerja untuk meningkatkan mutu dan kualitas pekerja.
DAFTAR PUSTAKA

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem


Pendidikan Nasional
Sugiyono. (2002). Manajemen Diklat. Bandung: Alfabeta