Anda di halaman 1dari 25

USULAN PROGRAM

PENGABDIAN DI SEKOLAH

PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI JAJANAN SEHAT DI SD NEGERI 3


BARUGA

Oleh:
VIONA MEYDIANTI (J1A115131)
NELINI (J1A115079)
WA ODE FATI AZAHRA (J1A115239)
YULIANA (J1A115241)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


PEMINATAN GIZI MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
HALAMAN PENGESAHAN

1 Judul Pengabdian : Penyuluhan Kesehatan Mengenai PHBS Tatanan Sekolah


.
(Jajanan Sehat) Di SD Negeri 3 Baruga
2 Ketua Tim Pengusul
.
a. Nama Lengkap : Nelini
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIM : J1A115079
d. Disiplin Ilmu : Gizi Kesehatan Masyarakat
e. Pangkat/Golongan : -
f. Jabatan Fungsional : -
g. Fakultas/Jurusan : Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat
h. Alamat Kantor : -
i. Telp/Fax/e-mail : -
j. Alamat Rumah : Jl.H.E.A Mokodompit lrg.Perintis
k. Telp/HP/Faks/e-mail : 082395041295/nelini343@gmail.com
3 Jumlah Anggota : 3 Orang
.
4 Lokasi Kegiatan
.
a. Wilayah : Kecamatan Kadia
b. Kabupaten : Kota Kendari
c. Provinsi : Sulawesi Tenggara
d. Jarak PT ke lokasi : -
5 Luaran Yang Dihasilkan : Peningkatan Pengetahuan
.
6 Biaya Total Yang Diusulkan : Rp. 500.000,- (Lima Rtus Ribu Rupiah)
.
7 Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 (Tiga) Minggu
.
8 Sumber Biaya : Mandiri
.

Mengetahui: Kendari, 3 April 2018


Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Ketua Tim Pengusul,

Dr. Yusuf Sabilu, M. Si NELINI


Nip.19680924 199303 1 003 NIM: J1A115079

Menyetujui,
Dosen Penanggung Jawab
Nur Nashriana Jufri, S.KM., M.Kes
Nip:

A. JUDUL :
PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI JAJANAN SEHAT DI SD NEGERI 3
BARUGA
B. ANALISA SITUASI
Anak sekolah membutuhkan makanan yang cukup secara kuantitas dan kualitas agar
memiliki keadaan atau status gizi yang baik. Salah satu upaya meningkatkan kualitas
sumber daya manusia golongan anak sekolah adalah dengan menyediakan makanan
jajanan yang bergizi guna memenuhi kebutuhan tubuh selama mengikuti pelajaran di
sekolah. Anak sekolah merupakan konsumen makanan yang telah aktif dan mandiri
dalam menentukan makanan yang dikehendakinya, baik makanan jajanan di sekolah
maupun di tempat penjualan lainnya. Anak sekolah umumnya setiap hari menghabiskan
sepertiga waktunya di sekolah. Pada tahap ini, anak mendapat peluang yang lebih banyak
untuk memperoleh makanan, terutama yang diperolehnya di luar rumah sebagai makanan
jajanan. Mereka memiliki kebebasan untuk menggunakan uang jajan mereka untuk
makanan dan minuman sesuai dengan selera mereka sendiri. Ketersediaan makanan di
tempat-tempat umum memungkinkan anak untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan
jajanan.
Makanan jajanan adalah makanan yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki
lima di jalanan dan tempat-tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan atau
dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Istilah makanan jajanan tidak
jauh dari istilah junk food, fast food, dan street food karena istilah tersebut merupakan
bagian dari istilah makanan jajanan (Adriani dan Wirjatmadi, 2012). Jajanan anak sekolah
sedang mendapat sorotan khusus, karena selain banyak dikonsumsi anak sekolah yang
merupakan generasi muda juga banyak bahaya yang mengancam dari konsumsi pangan
jajanan. Keamanan pangan jajanan sekolah perlu lebih diperhatikan karena berperan
penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sekolah. Makanan yang sering
menjadi sumber keracunan adalah makanan ringan dan jajanan, karena biasanya makanan
ini merupakan hasil produksi industri makanan rumahan yang kurang dapat menjamin
kualitas produk olahannya (Adriani dan Wirjatmadi, 2012).
Makanan jajanan sering kali lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan hanya
sedikit mengandung protein, vitamin, atau mineral. Karena ketidaklengkapan gizi dalam
makanan jajanan, maka pada dasarnya makanan jajanan tidak dapat mengganti sarapan
pagi atau makan siang. Anak-anak yang banyak mengkonsumsi makanan jajanan
perutnya akan merasa kenyang karena padatnya kalori yang masuk dalam tubuh.
Sementara gizi seperti protein, vitamin, dan mineral masih sangat kurang. Dampak positif
dari makanan jajanan itu sendiri dapat menggatinkan energi yang hilang saat beraktifitas
disekolah, adapun dampak negatif dari makanan jajanan yaitu timbulnya diare dan
keracunan akibat kebersihan kurang terjamin. (Khomsan, 2006). Jajan merupakan hal
yang lumrah dilakukan oleh anak-anak. Dalam satu segi jajan mempunyai aspek positif
dan dalam segi lainnya jajan juga bisa bermakna negatif. Rentang antara makan pagi dan
makan siang relatif panjang sehingga anak-anak memerlukan asupan gizi tambahan
diantara kedua waktu makan tersebut. Pemilihan makanan jajanan merupakan perwujudan
perilaku yang mencerminkan ke arah perilaku baik dan tidak baik. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terbentuknya perilaku berupa faktor intern dan ekstern. Faktor yang
mempengaruhi perilaku di bagi menjadi tiga kelompok yaitu faktor terkait, faktor
personal berkaitan dengan pengambilan keputusan, dan faktor sosial ekonomi
(Notoatmodjo, 2007 dan Khomsan, 2006).
Salah satu faktor intern yang mempengaruhi perilaku adalah pengetahuan.
Pengetahuan ini khususnya meliputi, kecerdasan, persepsi, emosi, dan motivasi dari luar.
Pendidikan dan pengetahuan merupakan faktor tidak langsung yang mempengaruhi
perilaku seseorang. Pengetahuan yang diperoleh seseorang tidak lepas dari pendidikan.
Pengetahuan yang ditunjang dengan pendidikan yang memadai, akan menanamkan
kebiasaan yang baik. Ibu yang mempunyai pengetahuan luas, maka dapat memilih dan
memberi pengarahan kepada anaknya untuk memilih makanan jajanan yang baik.
Pengetahuan gizi juga sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih
makanan, khususnya dalam memilih makanan yang tepat, bergizi, seimbang dan
memberikan dasar bagi perilaku gizi yang baik dan benar yang menyangkut kebiasaan
makan seseorang (Notoatmodjo, 2007 dan Sediaoetama, 2000).
C. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
Makanan jajanan sangat beragam jenisnya dan berkembang pesat di Indonesia.
Makanan jajanan dapat memberikan kontribusi zat gizi dalam tubuh yaitu berkisar antara
10-20%. Energi yang didapat dari makanan jajanan 17,36%, protein 12,4%, karbohidrat
15,1% dan lemak 21,1% terhadap konsumsi sehari (Ulya, 2003). Makanan jajanan juga
merupakan masalah yang perlu menjadi perhatian masyarakat, karena terdapat beberapa
makanan jajanan yang tidak higienis sehingga sangat berisiko terhadap cemaran yang
dapat mengganggu kesehatan. Anak sekolah dasar sangat rentan dalam masalah ini karena
anak tersebut belum mengerti cara memilih jajanan yang sehat sehingga dapat berakibat
buruk pada kesehatannya sendiri (Suci, 2009). Anak sekolah biasanya sering melupakan
sarapan pagi dan memilih membeli makanan jajanan di sekolah. Anak-anak membeli
makanan jajanan menurut kesukaannya tanpa memikirkan bahanbahan yang terkandung
di dalamnya (Judarwanto, 2008). Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang
berisiko tinggi tertular penyakit melalui makanan maupun minuman (Antara, 2004).
Anakanak sering menjadi korban penyakit bawaan makanan akibat konsumsi makanan
yang dibeli di kantin sekolah atau penjaja kaki lima (WHO, 2006). Frekuensi kejadian
luar biasa (KLB) keracunan makanan pada anak di sekolah meningkat pada tahun 2004.
D. TUJUAN KEGIATAN DAN MANFAAT KEGIATAN
1. Tujuan
a. Untuk memberikan pengetahuan kepada siswa(i) di SD N 3 Baruga mengenai
jajanan sehat terhadap kesehatan
b. Untuk memotivasi dan membantu siswa(i) SD N 3 Baruga dalam memilih jajanan
yang bebas dari zat- zat kimia berbahaya yang terdapat dalam makanan/minuman
2. Manfaat
a. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan turut membantu mensosialisasikan dan
mengkampanyekan tentang pentingnya memperhatikan bahaya jajanan
makanan/minuman yang tidak sehat untuk siswa(i) di SD N 3 Baruga.
b. Memberikan dan meningkatkan pengetahuan secara dini kepada siswa(i) di SD N
3 Baruga tentang bahaya mengkonsumsi jajanan makanan/minuman yang tidak
sehat
c. Memberikan motivasi dan membantu pemecahan masalah-masalah dalam
pemilihan jajanan makanan/minuman
E. TINJAUAN PUSTAKA
a. Tinjauan Umum Tentang Makanan/Minuman Jajanan
1. Pengertian
Berdasarkan FAO dalam Judarwanto (2008) makanan jajanan adalah makanan
dan minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima dijalanan dan
tempat-tempat keramaian umum lain yang langsung dimakan atau dikonsumsi
kemudian tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan dan minuman
jajanan ini umumnya memiliki bentuk, cita rasa yang berbeda dan warna yang
mencolok yang dapat menarik perhatian dan mempengaruhi anak-anak. Makanan
jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan ditempat
penjaualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum
selain yang disajikan jasa boga, rumah makan atau restoran, dan hotel (KepMenkes
No.942/Menkes/SK?VII/2003). Makanan dan minuman jajanan adalah makanan dan
minuman yang tidakl mengandung alkohol, merupakan minuman olahan dalam
bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahahn-bahan tambahan lainnya baik alami
maupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi (Cahyadi,
2005).
Makanan jajanan merupakan makanan dan minuman yang dipersiapkan dan/atau
dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat keramaian umum lain
yang langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut.
Konsumsi makanan jajanan yang tidak sehat dapat mengakibatkan penurunan status
gizi dan meningkatnya angka kesakitan pada anak sekolah. Makanan jajanan juga
dikenal sebagai “street food” adalah jenis makanan yang dijual di kaki lima, pinggiran
jalan, di stasiun, di pasar, tempat pemukiman serta tempat yang sejenisnya. Makanan
jajanan dapat dibagi menjadi empat kelompok : yaitu pertama makanan utama atau
“main dish” contohnya nasi rames, nasi rawon, nasi pecel, dan sebagainya; yang
kedua panganan atau snack contohnya kue-kue, onde-onde, pisang goreng, dan
sebagainya; yang ketiga adalah golongan minuman contohnya es teler, es buah, teh,
kopi, dawet, dan sebagainya; dan yang keempat adalah buah-buahan contohnya
mangga, jambu air, dan sebagainya (Mudjajanto, 2005).
3. Kandunga nilai gizi makanan jajanan
Berbagai jenis makanan jajanan yang dikonsumsi oleh seseorang harus
mengandung nilai gizi. Proporsi makanan jajanan yang dikonsumsi rata-rata
mengandung nilai gizi yang cukup. Jenis makanan jajanan seperti risoles, kue bogis,
bola-bola, tergolong jenis makanan padat kalori diikuti oleh kue mangkok, bakpao,
dan combro. Beberapa jenis makanan tersebut juga merupakan sumber protein yang
baik seperti misalnya bakpao, bola-bola yang mengandung telur atau daging,
mengandung nilai protein tinggi. Dari jenis makanan dengan kalori rendah tetapi
tinggi protein adalah tahu pong dan cake kue.
Ada beberapa contoh makanan jajanan yang sering dikonsumsi anak sekolah
seperti satu potong bakwan dengan berat 40 gram, energi 100 kalori, protein 1,7 gram;
satu bungkus chiki dengan berat 16 gr, energi 80 kalori, protein 0,9 gram; coklat satu
bungkus dengan berat 16 gram, energi 475 kalori, protein 2,0 gram; satu bungkus es
mambo dengan berat 25 gram, energi 152 kalori, protein 0,0 gram, satu buah pisang
goreng dengan berat 60 gram, energi 132 kalori, protein 1,4 gram; satu buah permen
dengan berat 2 gram, energi 100 kalori, protein 0,0 gram; satu porsi somai dengan
berat 170 gram, energi 95 kalori, protein 4,4 gram (Supariasa, Bakri, Bachyar. Fajar,
Ibnu, 2001).

4. Keamanan jajanan makanan


Pada penelitian yang dilakukan di Bogor telah ditemukan Salmonella Paratyphi A
di 25% - 50% sampel minuman yang dijual di kaki lima. Bakteri tersebut adalah
penyebab penyakit tifus pada anak. Penelitian lain yang dilakukan suatu lembaga
studi di daerah Jakarta Timur mengungkapkan bahwa jenis jajanan yang sering
dikonsumsi oleh anak-anak sekolah adalah lontong, otak-otak, tahu goreng, mie bakso
dengan saus, ketan uli, es sirop, dan cilok.
Berdasarkan uji laboratorium, pada otak-otak dan bakso ditemukan borax, tahu
goreng dan mie kuning basah ditemukan formalin, dan es sirop merah positif
mengandung rhodamin B. Selain cemaran mikrobiologis, cemaran kimiawi yang
umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan bahan
tambahan pangan (BTP) ilegal seperti borax (pengempal yang mengandung logam
berat Boron), formalin (pengawet yang digunakan untuk mayat), rhodamin B
( pewarna merah pada tekstil), dan methanil yellow (pewarna kuning pada tekstil).
Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik
yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit-penyakit seperti antara lain kanker
dan tumor pada organ tubuh manusia. Belakangan juga terungkap bahwa reaksi
sampling makanan tertentu ternyata dapat mempengaruhi fungsi otak termasuk
gangguan perilaku pada anak sekolah. Gangguan perilaku tersebut meliputi gangguan
tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan bicara, hiperaktif hingga
memperberat gejala pada penderita autism (Widodo, 2006).

5. Cirri-ciri makanan jajanan yang sehat


Salah satu tujuan makan adalah supaya tubuh kita sehat, namun disisi lain makan
juga dapat menjadi salah satu sumber penyakit. Oleh karena itu menurut Anonim
(2002) sebaiknya pilihlah makanan jajanan yang sehat, yaitu makanan jajanan yang
segar, bersih dan aman dari cemaran bahan kimia dan fisik. 
a) Ciri-ciri makanan dan jajanan yang segar 
Cara memilih makanan atau jajanan yang segar, untuk makanan yang telah diolah
(digoreng, direbus, dikukus) pilihlah makanan baru saja dimasak (masih panas). Jika
sudah dingin atau disimpan, maka pilihlah yang tidak berlendir, tidak berbau asam,
tidak berjamur dan rasanya masih wajar (normal). 
Untuk buah-buahan segar, pilihlah buah yang kulitnya masih segar atau tidak
keriput, tidak busuk atau lembek. Untuk makanan kalengan atau makanan dalam
botol, pilihlah kemasan yang tidak penyok, bentuknya masih utuh, tutupnya masih
disegel atau belum rusak, tidak bocor, tidak kembung, serta tanggal penggunaannya
masih berlaku atau belum kadaluarsa (Anonim, 2002). 
b) Ciri-ciri makanan dan jajanan yang bersih 
Makanan yang sehat selain keadaannya segar juga harus bersih, tidak dihinggapi
lalat, tidak dicemari oleh debu dan bahan-bahan pengotor lainnya. 
Makanan yang bersih mempunyai ciri-ciri: 
1. Bagian luarnya terlihat bersih, tidak terlihat ada kotoran yang menempel. 
2. Makanan tersebut disajikan dalam piring atau wadah tempat makanan yang
tidak berdebu. 
3. Tidak terdapat rambut atau isi stepler. 
4. Disajikan dalam keadaan tertutup atau dibungkus dengan plastik, kertas tidak
bertinta, daun pisang atau daun lainnya. 
5. Makanan dimasak, disimpan atau disajikan di tempat yang jauh dari tempat
pembuangan sampah, got, dan tepi jalan yang banyak dilalui kenderaan. 
6. Makanan dimasak dengan peralatan yang bersih dengan menggunakan air
bersih, tidak berbau atau keruh (Anonim, 2002). 
c) Ciri-ciri makanan dan jajanan yang aman 
Makanan yang sehat, selain segar dan bersih juga tidak boleh mengandung bahan
kimia yang berbahaya. Bahan-bahan kimia yang biasa ditambahkan kedalam makanan
secara sengaja disebut bahan tambahan pangan (zat aditif pangan). Bahan kimia yang
biasa ditambahkan ke dalam makanan saat pengolahan yaitu: 
1. Bahan pewarna 
2. Bahan pemanis 
3. Bahan pengawet 
4. Bahan pengenyal 
5. Bahan penambah rasa 

Bahan tambahan makanan umumnya berupa bahan-bahan kimia yang asing bagi
tubuh. Oleh karena itu penggunaannya tidak boleh berlebihan, karena dapat berakibat
kurang baik bagi kesehatan (Anonim, 2002). 
5. pengaruh positif dan negative makanan jajanan
a) Pengaruh Positif  Dari Makanan Jajanan 
Melalui makanan jajanan anak bisa mengenal beragam makanan yang ada
sehingga membantu seorang anak untuk membentuk selera makan yang beragam,
sehingga saat dewasa dia dapat menikmati aneka ragam makanan (Khomsan, 2003). 
Sedangkan menurut Irianto, P (2007) pada umumnya anak-anak lebih menyukai
jajanan diwarung maupun kantin sekolah daripada makanan yang telah tersedia
dirumah. Manfaat / keuntungan dari kebiasaan jajan anak yakni : 
1. Sebagai memenuhi kebutuhan energi 
2. Mengenalkan diversifikasi (keanekaragaman) jenis makanan 
3. Meningkatkan gengsi diantara teman-teman 
b) Pengaruh Negatif Dari Makanan Jajanan 
Makanan jajanan beresiko terhadap kesehatan karena penanganannya sering tidak
higienis yang memungkinkan makanan jajanan terkontaminasi oleh mikroba beracun
maupun penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang tidak diizinkan
(Mudjajanto, 2006). 
Makanan jajanan mengandung banyak resiko, debu-debu dan lalat yang hinggap
pada makanan yang tidak ditutupi dapat menyebabkan penyakit terutama pada sistem
pencernaan kita. Belum lagi bila persediaan air terbatas, maka alat-alat yang
digunakan seperti sendok, garpu, gelas dan piring tidak dicuci dengan bersih. Hal ini
sering membuat orang yang mengkonsumsinya dapat terserang berbagai penyakit
seperti disentri, tifus ataupun penyakit perut lainnya (Irianto, K, 2007)
Menurut Irianto, P (2007) terlalu sering dan menjadikan mengkonsumsi makanan
jajanan menjadi kebiasaan akan berakibat negatif, antara lain: 

1. Nafsu makan menurun 


2. Makanan yang tidak higienis akan menimbulkan berbagai penyakit 
3. Salah satu penyebab terjadinya obesitas pada anak 
4. Kurang gizi sebab kandungan gizi pada jajanan belum tentu terjamin 
5. Pemborosan 
6. Permen yang menjadi kesukaan anak-anak bukanlah sumber energi yang baik
sebab hanya mengandung karbohidrat. Terlalu sering makan permen dapat
menyebabkan gangguan pada kesehatan gigi.  

F. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH


Anak sekolah tidak dapat terlepas dari pangan jajanan. Di setiap sekolah pasti ada
saja pedagang yang menjajakan dagangannya. Jajanan yang ditawarkan para
pedagang ini membuat anak tertarik untuk membelinya, walaupun mungkin
sebenarnya anak tidak lapar. Ini sudah menjadi suatu kebiasaan anak-anak sekolah.
Jika sudah menjadi suatu kebiasaan, maka lebih sulit bagi anak untuk menolak tidak
jajan di sekolah atau memilih membawa bekal ke sekolah.
Menurut BPOM, pangan jajanan yang sesuai adalah yang aman, bermutu, dan
bergizi. Beberapa tips untuk memilih pangan jajanan, yaitu:
1. Pilih jajanan yang aman
Jajanan yang aman adalah yang bersih, sudah dimasak, tidak bau tengik, dan
tidak bau asam. Anda bisa memilih jajanan yang bersih dengan memperhatikan
kebersihan tempat jualan jajanan tersebut dan kebersihan pedagang jajanan.
Perhatikan segala hal yang berhubungan dengan kebersihan, mulai dari sumber air
untuk mencuci, cara penyimpanan makanan, cara penyajian makanan, tempat
untuk menyajikan makanan, dan sebagainya.
2. Jaga kebersihan
Sebelum makan jajanan, biasakan anak untuk selalu mencuci tangannya.
Tangan bisa menjadi sumber kuman. Anak sering untuk menyentuh apa saja dan
kemudian memakai tangannya untuk makan. Padahal, di situlah sumber bakteri
yang dapat menyebabkan penyakit, seperti diare. Sekolah biasanya sudah
menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudutnya. Biasakan anak untuk selalu
mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
3. Perhatikan warna, rasa, dan aroma makanan
Beri tahu anak bahwa sebaiknya ia tidak memilih makanan atau minuman
yang berwarna mencolok, memiliki rasa yang terlalu asin, manis, atau asam, dan
atau mempunyai aroma yang tidak enak, seperti bau tengik. Juga, batasi anak
untuk mengonsumsi minuman ringan atau minuman berasa. Terutama bagi anak
yang kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya batasi asupan gula, garam,
dan lemaknya dalam sehari, seperti yang ditemukan dalam makanan cepat
saji (fast food).
4. Baca label makanan
Jika anak membeli makanan dalam kemasan, ajarkan ia untuk selalu
membaca label makanan pada kemasan makanan tersebut. Yang perlu
diperhatikan adalah nama jenis produk, tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan
informasi nilai gizi (jika ada). Biasanya anak langsung saja memakan makanan
dalam kemasan, padahal bisa saja makanan tersebut sudah kedaluwarsa, dan hal
ini bisa menyebabkan anak sakit.

Cara pemecahan masalah :

1. Pemerintah membuat kebijakan dengan melibatkan masyarakat dalam


pengawasan jajanan makanan untuk anak-anak
2. Pelarangan dan sanksi bagi masyarakat yang memperdagangkan makanan atau
minuman yang menggunakan bahan-bahan makanan atau minuman yang
berbahaya.
3. Penyuluhan Kesehatan mengenai perbaikan pola konsumsi anak.
4. Melakukan pemberdayaan kepada para penjual agar barang dagangannya masih
dalam ambang batas keamanan konsumsi
G. KHALAYAK SASARAN
Penyuluhan ini ditujukan pada siswa(i) yang ada di SD N 3 Baruga dengan alasan
karena masih rendahnya tingkat pengetahuan mereka akan bahaya dari jajanan
makanan/minuman ringan yang biasa merela konsumsi setiap harinya
Dalam pelaksanaan penyuluhan ini tidak lepas dari kerjasama dengan berbagai
pihak yang berkompeten sebagai sala satu perangkat yang akan mendukung
optimalnya kegiatan ini. Olehnya itu perlu tim penyuluh senantiasa meminta
dukungan, konsultasi dan koordinasi dengan pihak-pihak perangkat sekolah
H. METODE YANG DIGUNAKAN
Penyuluhan ini akan di laksanakan dengan cara :
1. Ceramah, yaitu penyampaian materi secara lisan dengan cara Tatap Muka
secara langsung denga audiens, materi yang disampaikan adalah tentang dampak
mengonsumsi makanan/minuman ringan untuk kesehatan pada anak-anak
2. Diskusi dan tanya jawab. Tim Penyuluh membuka diskusi atau tanya jawab
dengan peserta penyuluhan untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan yang
relevan dengan materi penyuluhan.
3. Dokumentasi, yaitu tim penyuluh mempertotonkan beberapa dokumentasi
bahaya makanan/minuman berbahaya dengan menampilkan beberapa contoh
makanan/minuman yang mengandung bahan-bahan berbahaya untuk kesehatan
terutama pada anak-anak.
I. ORGANISASI PELAKSANA
1. Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap : Nelini
b. NIM : J1A115079
c. Gol/Pangkat : -
d. Jabatan Fungsional : -
e. Fakultas/Jurusan : Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat
2. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Yuliana
b. NIM : J1A115241
c. Gol/Pangkat : -
d. Jabatan Fungsional : -
e. Fakultas/Jurusan : Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat

3. Anggota Pelaksana
a. Nama Lengkap : Waode Fati Azahra
b. NIM : J1A115239
c. Gol/Pangkat : -
d. Jabatan Fungsional : -
e. Fakultas/Jurusan : Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat
4. Anggota
Pelaksana : Viona Meydianti
a. Nama : J1A115131
Lengkap : -
b. NIM ; -
c. Gol/Pangkat : Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Masyarakat
d. Jabatan
Fungsional
e. Fakultas/Jur
usan

J. RINCIAN ANGGARAN
Biaya yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah sebesar Rp. 500. 000 (Lima Ratus
Ribu Rupiah) yang bersumber dari dana mandiri dengan rincian sebagai berikut :
1. Pembuatan Proposal Rp. 50. 000
2. Persiapan Penyuluhan Rp. 150. 000
3. Bahan dan Peralatan Rp. 150. 000
4. Transport Rp. 50.000
5. Penyusunan Laporan Rp. 100. 000
Total Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu
Rupiah)
K. JADWAL KEGIATAN
No Jenis Kegiatan Hari
1 Persiapan dan sosialisasi Selasa, 03 April 2018
2 Pelaksanaan penyuluhan Rabu, 18 April 2018
3 Penyusunan laporan Rabu, 18-22 April 2018
4 Penggandaan dan penyetoran laporan Kamis, 26 April 2018

L. HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Penyuluhan PHBS Tatanan Sekolah

1) Pokok Bahasan : jajanan sehat

2) Tipe Penilaian : Efektivitas penyuluhan

3) Tujuan Penilaian :

Untuk mengenalkan kepada siswa/siswi SDN 3 Baruga mengenai jajanan

sehat dalam kehidupan sehari-hari.

4) Indikator Keberhasilan :

Adanya peningkatan pengetahuan siswa/siswi mengenai jajanan sehat dalam

kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil Pre Test

yang dilakukan sebelum intervensi (penyuluhan kesehatan) dan Post Test yang

dilakukan pada saat evaluasi.

5) Prosedur Pengambilan Data :

Prosedur pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan memberikan pre test

sebelum dilakukan penyuluhan dan selanjutnya kembali di berikan post test

yang akan menjadi acuan penilaian dan indikator evaluasi.

6) Petugas Pelaksana:

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi Masyarakat

Universitas Haluoleo Kendari.


7) Data yang diperoleh :

Hasil Pre Test (sebelum penyuluhan dilakukan) dan Post Test (setelah

penyuluhan dilakukan) pengetahuan siswa/siswi mengenai jajanan sehat di

SDN 3 Baruga Tahun 2018 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 1. Hasil Pre Test dan Post Test Tingkat Pengetahuan Siswa/siswi
mengenai Jajanan Sehat SDN 3 Baruga kota Kendari Tahun
2018.

Evaluasi Jumlah Responden


Tingkat
Pre test Post test
Pengetahuan
N % N %
Kurang Baik 7 28 3 12
Baik 18 72 22 88
Total 25 100 25 100
Sumber: Data Primer 2018

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pengetahuan

siswa/siswi mengenai jajanan sehat di SDN 3 Baruga pada saat Pre Test yang

berpengetahuan kurang baik sebanyak 7 responden (28%) dan yang

berpengetahuan baik sebanyak 18 responden (72%). Sedangkan pada saat Post

Test yang berpengetahuan baik sebanyak 22 responden (88%) dan yang

berpengetahuan kurang baik hanya tersisa 3 responden (12%). Alasan yang

menyebabkan masih terdapat responden yang berpengetahuan kurang setelah

dilakukan Post Test dikarenakan pengulangan jawaban sendiri oleh responden

antara soal pre-test dan post-test memiliki jawaban yang sama.

Untuk mengetahui efektiftas penyuluhan dilakukan uji beda sampel

berpasangan (uji t paired) menggunakan software SPSS 16 antara pretest dan

posttest pengetahuan siswa/siswi tentang jajanan sehat diketahui bahwa hasil

uji t paired adalah 0,000. Hasil tersebut jika dibandingkan dengan α (0.05)

maka diperoleh hasil sebagai berikut :


H0 = Tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan

tentang jajanan sehat.

H1 = Ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan tentang

jajanan sehat.

Keterangan :

H0 ditolak dan H1 diterima jika p < α

H0 diterima dan H1 ditolak jika p ≥ α

Hasil : p = 0,000

α = 0,05

Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh nilai p lebih kecil

dari nilai α (p<α) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa

ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan.


DAFTAR PUSTAKA

Febrianto Mukhammad.2016.Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku


Konsumsi Jajanan Sehat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas
Airlangga.Surabaya
Fitri, Widiyanti. 2012. Analisis Pengaruh Pengetahuan Gizi Siswa SMP Terhadap Keputusan
Pembelian Makanan Jajanan Sekolah di Wilayah Kecamatan Banjaran Kabupaten
Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandug
LAMPIRAN

I. ABSENSI

No Nama Kelas Keterangan


.
1. Muh.Rizky Langit. R V-B 
2. Aura Annisa Azzahra V-B 
3. Muh. Fauzan Aditya V-B 
4. Iksan Dwi Ramadhan V-B 
5. Abdul Rezky Zulhija V-B 
6. Aditya Trisna Yudha V-B 
7. Fikri Akbar V-B 
8. Iren Putri Angelica V-B 
9. Doni V-B 
10. Kaila Tri Salsadila V-B 
11. Arin Tri Jul Aryani V-B 
12 Rheyhan Saputra V-B 
13. Tania Akfilni V-B 
14. Nasya V-B 
15. Muh. Fadlan V-B 
16. Intan Amelia V-B 
17. Dyah Aprilia V-B 
18. Rafifah Ulfa Ramadhani V-B 
19. Virza Azzabila V-B 
20. Syakila Maharani V-B 
21. Anindya Ozella V-B 
22. Syarifah Zakiah V-B 
23. Nabila Ode Kirani V-B 
24. Muh. Fias Fakira V-B 
25. Ahmad Rayhan V-B 
II. MATERI
III. KUISIONER

A. Pengetahuan
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat dengan melingkari jawaban yang menurut adik-
adik benar!

1. Asupan gizi bukan merupakan kebutuhan penting dalam membantu proses pertumbuhan
dan perkembangan anak.
a. Benar
b. Salah
2. Nasi, jagung, singkong, kentang, roti, dan ubi merupakan sumber lemak
a. Benar
b. Salah
3. Ikan, susu, telur, daging, tempe, dan tahu merupakan sumber protein.
a. Benar
b. Salah
4. Sarapan setiap pagi sebelum berangkat sekolah penting untuk kesehatan.
a. Benar
b. Salah
5. Konsumsi makanan terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas.
a. Benar
b. Salah
6. Jajan sembarangan dapat membahayakan kesehatan.
a. Benar
b. Salah
7. Jajanan yang sehat rasanya terlalu manis dan berwarna mencolok.
a. Benar
b. Salah
8. Sebelum mengonsumsi jajanan tidak perlu mencuci tangan terlebih dahulu.
a. Benar
b. Salah
9. Mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun dan air mengalir.
a. Benar
b. Salah
10. Lalat, semut dan kecoak dapat membawa virus dan bakteri penyakit.
a. Benar
b. Salah

IV. DOKUMENTASI

V. Liflet
VI. Surat Keterangan