Anda di halaman 1dari 6

Nama : Alif Ahmadsyah Gibran 1706985666

Bima Setyaputra 1406604664


Dianah Salsha Dilla 1706985703
Moenica Sari Dewi 1706985773
M. Fadhillah Ansyari 1706985786

TUGAS 2 TRK
1. Terdapat sebuah reaksi elementer irreversible fase gas sebagai berikut :
2A → B + C
Reaksi tersebut terjadi di reaktor PBR yang berisi 100 kg katalis. Tekanan aliran umpan pada
saat masuk adalah 20 atm dan tekanan keluarannya sebesar 4 atm. Saat ini konversi sebesar
50% telah tercapai. Direncanakan akan ditambah reaktor CSTR dengan 200 kg katalis pada
sisi keluaran PBR. Tidak ada pressure drop pada CSTR. Diasumsikan bahwa laju alir dan
suhu tetap sepanjang sistem reaktor

Jawab :
• Cara 1 : Susunan diubah menjadi CSTR – PBR. Dengan meletakkan CSTR di depan, maka
pengaruh pressure drop dari PBR dapat diminimalisasi.
a. Neraca mol
CSTR
𝐹𝐴𝑂 (𝑋𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 − 𝑋𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 )
−𝑟𝐴′ =
𝑊
PBR
𝑑𝑋
−𝑟𝐴′ = 𝐹𝐴𝑂
𝑑𝑊
b. Hukum laju
−𝑟𝐴′ = 𝑘 ′ 𝐶𝐴 2
A→½B+½C
c. Stoikiometri
(1 − 𝑋) 𝑃 𝑇0
𝐶𝐴 = 𝐶𝐴𝑂
(1 + 𝜀𝑋) 𝑃0 𝑇
𝜀 = 𝑦𝐴𝑂 𝛿
1 1
𝛿 = ( + − 1) = 0
2 2
𝜀=0
Karena 𝜀 = 0, maka :
𝑃
= (1 − 𝛼𝑊)1/2
𝑃0
𝑃 2 4 2
1 − (𝑃 ) 1 − (20)
0
𝛼= = = 0,0096
𝑊 100
d. Penggabungan
Untuk reaktor CSTR :
𝑃 2 (𝑋1 − 0)𝐹𝐴𝑂
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 (1 − 𝑋1 )2 ( ) =
𝑃0 𝑊
𝑊𝑘𝐶𝐴𝑂 2 2
𝑃 2
(1 − 𝑋1 ) ( ) = (𝑋1 − 0)
𝐹𝐴𝑂 𝑃0
1
200 𝑥 𝑥 (1 − 𝑋1 )2 𝑥 (1)2 = 𝑋1
52
𝑋1 = 0.604
Untuk reaktor PBR
2 𝑃 2
2
𝑑𝑋
𝑘𝐶𝐴𝑂 (1 − 𝑋2 ) ( ) = 𝐹𝐴𝑂
𝑃0 𝑑𝑊
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝑃 2 𝑑𝑋
( ) 𝑑𝑊 =
𝐹𝐴𝑂 𝑃0 (1 − 𝑋2 )2
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝑑𝑋
(1 − 𝛼𝑊)𝑑𝑊 =
𝐹𝐴𝑂 (1 − 𝑋2 )2
Integrasi
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝛼𝑊 2 1
(𝑊 − ) =| |
𝐹𝐴𝑂 2 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 0−100 (1 − 𝑋) 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 0,604−𝑥
2
1 1 1
(100 – 48) = 1−𝑥 − 1−0.604
52 2

𝒙𝟐 = 𝟎. 𝟕𝟏𝟔
Maka didapatkan nilai X2 yaitu 0,716 (artinya konversi mencapai nilai diatas 60%)

• Cara 2 : Memperbesar Diameter Pelet Katalis. Memperbesar diameter pellet katalis


menyebabkan rongga kosong pada reactor akan semakin besar sehingga sesuai persamaan
Ergun nilai pressure drop juga akan menurun. (Slamet, 2019)
𝑑𝑝2 = 2 𝑥 𝑑𝑝1
𝐷𝑅 1
4
𝑑𝑝 1 2
𝛼2 = 𝛼1 ( ) ( )
𝐷𝑅 2 𝑑𝑝 2
Karena diameter reactor sama, persamaan diatas menjadi :
𝐷𝑅 1
4
𝑑𝑝 1 2
𝛼2 = 𝛼1 ( ) ( )
𝐷𝑅 2 𝑑𝑝 2
2
𝑑𝑝 1
𝛼2 = 𝛼1 ( )
𝑑𝑝 2
2
𝑑𝑝 1
𝛼2 = 0.0096 ( )
2 𝑥 𝑑𝑝 1
1 2
𝛼2 = 0.0096 ( )
2
𝛼2 = 2.4 𝑥 10−3

• Untuk Reaktor PBR

2 2
𝑃 2 𝑑𝑋
𝑘𝐶𝐴𝑂 (1 − 𝑋) ( ) = 𝐹𝐴𝑂
𝑃0 𝑑𝑊
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝑃 2 𝑑𝑋
( ) 𝑑𝑊 =
𝐹𝐴𝑂 𝑃0 (1 − 𝑋)2
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝑑𝑋
(1 − 𝛼𝑊)𝑑𝑊 =
𝐹𝐴𝑂 (1 − 𝑋)2

Integrasi
𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝛼𝑊 2 1
(𝑊 − ) =| |
𝐹𝐴𝑂 2 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 0−100 (1 − 𝑋) 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 0−𝑥
1

1 1 1
(88) = 1−𝑋 − 1−0
52
𝑋 = 0.6286
• Untuk Reaktor CSTR

2 𝑃 2 (𝑋2 − 𝑋)𝐹𝐴𝑂
2
𝑘𝐶𝐴𝑂 (1 − 𝑋2 ) ( ) =
𝑃0 𝑊
𝑊𝑘𝐶𝐴𝑂 2 𝑃 2
(1 − 𝑋2 )2 ( ) = (𝑋2 − 0.6286)
𝐹𝐴𝑂 𝑃0
Dengan memasukkan berbagai parameter yang telah diketahui, maka diperoleh nilai
konversi total,
𝑿𝟐 = 𝟎. 𝟔𝟒𝟔 → konversi telah lebih dari 60%
2. Simulasi PBR menggunakan data yang serupa namun dengan bentuk reaktor selain pipa dan
bola.

Jawab:

in out

Bentuk reaktor yang kami gunakan adalah bentuk balok. Balok yang dimaksudkan
dalam penulisan ini adalah balok dengan lebar dan tinggi yang sama (t = l) kemudian
memanjang sepanjang p. Cross sectional area (Ac) merupakan luas penampang yang tegak
lurus terhadap aliran fluida. Pada bentuk reaktor ini, aliran masuk tegak lurus dengan lebar
dan tinggi reaktor, sehingga Ac merupakan luas dari persegi (tegak lurus dengan aliran) serta
bukan merupakan fungsi panjang (Ac bukan f(z)). Dalam perhitungan, penulis
mengasumsikan lebar dan tinggi reaktor setara dengan diameter reaktor pipa silindris (t = l =
D).
Persamaan-persamaan yang diperlukan untuk simulasi reaktor adalah:
• Cross sectional area
𝐴𝑐 = 𝑡 × 𝑙 = (0,134 𝑓𝑡)(0,134 𝑓𝑡)
𝐴𝑐 = 0,01801 𝑓𝑡 2
• Berat katalis
𝑊 = 𝜌𝑐 𝑉 = 𝜌𝑐 (1 − 𝜙) 𝐴𝑐 𝑧
• Perubahan konversi
𝑑𝑋 −𝑟𝐴′
= (1 − 𝜙)𝐴𝑐 𝜌𝑐
𝑑𝑧 𝐹𝐴𝑂
𝑑𝑋 𝑘′ (1 − 𝑋)
= 𝑦(1 − 𝜙)𝐴𝑐 𝜌𝑐
𝑑𝑧 𝐹𝐴𝑂 (1 + 𝜀𝑋)
• Pressure drop
𝐺(1 − 𝜙) 150(1 − 𝜙)
𝛽𝑜 = [ + 1,75𝐺]
𝜌𝑜 𝑔𝑐 𝐷𝑝 𝜙 3 𝐷𝑝
dimana,
𝑚̇ 𝑚̇
𝐺= =
𝐴𝑐 0,01801 𝑓𝑡 2
𝑑𝑦 𝛽𝑜 (1 + 𝜀𝑋)
=−
𝑑𝑧 𝑃𝑜 𝑦
Parameter-parameter Ac, G, dan βo konstan. Hasil simulasi reaktor balok menggunakan
persamaan-persamaan di atas serta disandingkan dengan hasil reaktor pipa dan bola adalah
sebagai berikut:
Dengan menargetkan konversi reaksi, kita dapat membandingkan performa ketiga
reaktor tersebut. Perbandingan nilai-nilai pada ketiga reaktor saat konversi 70% (X = 0,7)
adalah sebagai berikut:
Variabel Reaktor Pipa Reaktor Bola Reaktor Balok
Panjang (z), ft 76 0,456 43
Konversi (X) 0,70051 0,7018 0,70579
Pressure drop (1-y) 0,52725 0 0,21627
Berat katalis (W), lbs 70,9262 45,7659 51,1205

Dari tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa reaktor balok secara keseluruhan
belum lebih baik dari reaktor bola. Namun, reaktor balok secara keseluruhan lebih baik
daripada reaktor pipa silindris pada kondisi t = l = D.