Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

NEISSERIA GONORRHOEAE

Oleh :

Kelompok : IV (empat)

Nama Anggota : 1. Vani Vrenika (18.72.019248)

2. Aprillita Prislianti (18.72.019241)

3. Dhinda Shellya (18.72.019270)

4. Aditya (18.72.019249)

5. Sintia Aprianata(18.72.019244)

Kelas : A (Semester III)

Mata Kuliah : BAKTERIOLOGI I

Dosen Pengampu : dr. Florence Felicia, Sp. MK., M.Si

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia-Nya
yang telah memberikan kemudahan sehingga kami dari kelompok IV dapat menyelesaikan
tugas makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan
sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan atas kesehatan yang diberikan
baik berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah Bakteriologi II dengan Judul “Neisseria
Meningitidis”.

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, dan sepenuhnya masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di
dalamnya. Untuk itu, kami mohon kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik. Dan apabila terdapat banyak
kesalahan pada makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kami juga mengucap terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen
pengampu mata kuliah Bakteriologi II, Ibu dr. Florence Felicia Sp. MK., M.Si yang telah
membimbing kami dalam menulis makalah ini. Demikian, semoga makalah ini dapat
bermanfaat, terima kasih.

Palangkaraya, 3 Desember 2020

Penyusun

Kelompok 4

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................1

A. Latar Belakang....................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................................................1
C. Tujuan.................................................................................................................................2
D. Manfaat ..............................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................................3

A. Neisseria gonorrhoeae .....................................................................................................3
B. Klasifikasi Ilmiah..............................................................................................................3
C. Morfologi ..........................................................................................................................4
D. Patogenitas ........................................................................................................................4
E. Karakteristik Biakan .........................................................................................................4
F. Struktur Antigen ...............................................................................................................5
G. Penyakit Meningitis ..........................................................................................................5
H. Diagnosis ..........................................................................................................................6
I. Pengobatan .......................................................................................................................6
J. Identifikasi Bakteri ...........................................................................................................6

BAB III PENUTUP.......................................................................................................................8

A. Kesimpulan........................................................................................................................8
B. Saran..................................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem imun membentuk sistem pertahanan badan terhadap bahan asing seperti
mikroorganisma (bakteria, kulat, protozoa, virus dan parasit), molekul-molekul berpotensi
toksik, atau sel-sel tidak normal (sel terinfeksi virus atau malignan). Sistem ini menyerang
bahan asing atau antigen dan juga mewujudkan peringatan tentang kejadian tersebut supaya
pendedahan yang berkali-kali terhadap bahan yang sama akan mencetuskan gerak balas yang
lebih cepat dan tertingkat. Keimunan merujuk kepada keupayaan sesuatu individu yang telah
sembuh dari sesuatu penyakit untuk kekal sehat apabila terdedah kepada penyakit yang sama
untuk kali kedua dan seterusnya. Imunologi ialah cabang bidang perubatan yang berkaitan
dengan gerak balas tubuh terhadap antigen. Pengimunan atau pemvaksinan salah satu upaya
untuk bertahan terhadap sesuatu penyakit tanpa mendedahkan tubuh kepada penyakit
tersebut.Canggihnya teknologi atau majunya teknologi semakin banyaknya penyakit-penyakit
aneh yang ditemukan pada diri manusia seperti Gonore salah satunya. Gonore adalah penyakit
menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam
uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva) dan bagian
tubuh yang lain.Prevalensi Gonore: The US Centers for Disease Control memperkirakan bahwa
lebih dari 700.000 orang di AS gonorrheal mendapatkan infeksi baru setiap tahun. Hanya
sekitar separuh dari infeksi ini dilaporkan.Gonore Gejala: Walaupun beberapa kasus mungkin
asimtomatik, ketika gejala muncul, mereka sering ringan dan biasanya muncul dalam waktu 2-
10 hari setelah terpapar. Gejala-gejala meliputi discharge dari penis, vagina, atau dubur dan
membakar atau gatal saat buang air kecil. Pada wanita, gonore dapat menyebabkan menstruasi
tidak teratur.
Menurut data dari Komisi Nasional Anak terdapat sekitar 300.000 Pekerja Seks
Komersial (PSK) wanita di seluruh indonesia, sekitar 70.000 diantaranya adalah anak dibawah
usia 18 tahun. Jumlah PSK wanita yang banyak selain menimbulkan masalah sosial juga
menimbulkan banyak masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang utama terjadi pada PSK
adalah penyakit menular seksual (PMS), yaitu penyakit yang penularannya terutama melalui
hubungan seksual. PSK wanita dapat menjadi sumber penularan kepada masyarakat melalui
laki-laki konsumennya. PMS yang umum terjadi di masyarakat adalah Gonorrhea (16-57,7%
dari kasus PMS), kemudian Non Gonococal uretritis (24-54%), Candidiasis (23%),
Tricomoniasis, Syphilis, Condiloma, Genital Herpes.

iii
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
2. Bagaimana klasifikasi ilmiah dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
3. Bagaimana morfologi dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
4. Bagaimana patogenitas dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
5. Bagaimana karakteristik dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
6. Bagaimana struktur antigen dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
7. Apakah yang dimaksud dengan penyakit gonorrhoeae ?
8. Bagaimana diagnosis dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
9. Bagaimana pengobatan dari bakteri Neisseria gonorrhoeae ?
10. Bagaimana cara mengindentifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae ?

C. Tujuan
Sejalan dengan latar belakang dan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan
tujuan :
1. Untuk mengetahui definisi bakteri Neisseria gonorrhoeae
2. Untuk mengetahui klasifikasi ilmiah dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
3. Untuk mengetahui morfologi dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
4. Untuk mengetahui patogenitas dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
5. Untuk mengetahui karakteristik dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
6. Untuk mengetahui struktur antigen dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
7. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit gonorrhoeae
8. Untuk mengetahui cara diagnosis bakteri Neisseria gonorrhoeae
9. Untuk mengetahui cara pengobatan dari bakteri Neisseria gonorrhoeae
10. Untuk mengetahui cara mengindentifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae

D. Manfaat
Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat agar mahasiswa dapat mengetahui definisi,
morfologi, patogenitas, karateristrik, struktur antigen, cara diagnosis, cara pengobatan, cara
mengidentifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae dan mengetahui apa yang dimaksud dengan
penyakit gonorrhoeae.

iv
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Neisseria gonorrhoeae


Neisseria adalah kokus gram negatif yang biasanya berpasangan. Neisseria gonorrhoeae
(gonokokus) dan Neisseria meningitis (meningokokus) adalah patogen pada manusia dan
biasanya ditemukan bergabung atau berada di dalam sel polimorfonuklear. Beberapa Neisseria
berhabitat di saluran napas manusia, jarang menimbulkan penyakit, dan terjadi secara
ekstraseluler.
Merupakan salah satu spesies dari famili Neisseriaceae. Gonokokus adalah kokus gram-
negatif yang biasanya tidak berpasangan atau berkoloni paling kecil dan bersifat patogen pada
manusia, serta secara khas ditemukan bersama atau di dalam sel PMN.
Gonokokus hanya meragi glukosa dan secara antigenik berbeda dengan Neisseria lainnya.
Cenderung tumbuh lambat pada biakan primer, karena membutuhkan arginin, hipoxantin dan

v
urasil. Pada isolasi bahan klinis (subbiakan selektif) mempunyai koloni khas mengandung
bakteri berpili, sedangkan pada subbiakan nonselektif membentuk koloni besar dan tidak
berpili. Juga ditemukan varian koloni transparan, bertipe koloni kecil disebabkan protein II
permukaan terbuka (Opa) maupun besar.
Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri gram negative coccus yang bentuknya menyerupai
biji kopi yang berhadapan. Neisseria gonorrhoeae ini dapat menyebabkan penyakit gonorrhoe
yang merupakan penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan kelamin.
Gejala pada laki-laki diawali dengan urethritis anterior acuta dengan keluhan rasa gatal
dan panas seperti terbakar pada bagian distal urethra. Kadang-kadang disertai dengan ereksi-
ereksi yang nyeri serta demam dan leukositosis. Kemudian urethritis posterior dengan keluhan
yang sama dengan urethritis anterior hanya tempat yang sakit dibagian proksimal urethra.
Setalah itu dilanjutkan dengan pan urethritis yang menahun dengan gejala yang ringan saja,
berupa tetesan nanah atau bercak celana di padi hari yang disebut bonjour drops.
Gejala pada wanita seringkali bersifat asimptomatik (tanpa gejala). Pada wanita
infeksinya dibagi menurut letak organ yaitu, gonorrhoe bagian bawah dengan gejala yang
Nampak pada serviks dan organ dibawahnya, gonorrhoe bagian tengah yang akan
menyebabkan endometritis, gonorrhoe bagian atas yang menyebabkan Pelvic Inflamatory
Disease (PID).
Selain gejala diatas, baik pada laki-laki maupun wanita sering didapati adanya
ekstragenital gonorrhoe pada faring. Hal itu dapat terjadi karena hubungan seks yang tidak
wajar. Juga bisa menyerang pada bayi baru lahir dan bayi premature yang menyebabkan
conjunctivitis gonorrhoeica atau gonoblenorrhoe.

B. Klasifikasi Ilmiah Neisseria gonorrhoeae


Kingdom : Bacteria
Phylum  : Proteobacteria
Class  :  Betaproteobacteria
Ordo  : Neisseriales
Familia : Neisseriaceae
Genus  : Neisseria
Spesies : Neisseria gonorrhoeae

C. Morfologi

vi
Neisseria merupakan cocus gram negatif yang biasanya berpasangan. Secara umum ciri-ciri
neisseriae adalah bakteri gram negatif, diplokokus non motil, berdiameter mendekati 0,8 μm.
Masing-masing cocci berbentuk ginjal; ketika organisme berpasangan sisi yang cekung akan
berdekatan. Bakteri ini adalah patogen pada manusia dan biasanya ditemukan bergabung atau di
dalam sel polimorfonuklear. Pada gonococci memiliki 70% DNA homolog, tidak memiliki
kapsul polisakarida, memiliki plasmid. Gonococci paling baik tumbuh pada media yang
mengandung substansi organik yang kompleks seperti darah yang dipanaskan, hemin, protein
hewan dan dalam ruang udara yang mengandung 5% CO2. Gonococci hanya memfermentasi
glukosa dan berbeda dari neisseriae lain. Gonococcus biasanya menghasilkan koloni yang lebih
kecil dibandingkan neisseria lain.

D. Patogenitas
Gonore merupakan penyakit kelamin yang bersifat akut yang pada permulaan keluar

nanah dari orifisium uretra eksternum sesudah melakukan hubungan kelamin. Gonore juga

merupakan infeksi menular seksual tertua yang pernah dilaporkan dalam berbagai literatur.

Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang dapat tumbuh dan

berkembang biak dengan mudah di daerah lembab hangat, dari saluran reproduksi, termasuk

serviks (membuka rahim), uterus (rahim), dan tabung fallopi (saluran telur) pada wanita , dan di

uretra (saluran urin) pada wanita dan laki-laki. Bakteri juga dapat tumbuh di mulut,

tenggorokan, mata, dan anus.

infeksi oleh neisseria intracellularis pada umumnya adalah anak – anak. Penyakit yang
ditimbulkan berupa peradangan lokal yang selanjutnya kuman menyebar ke kelenjar getah
bening lalu kesirkulasi darah untuk menuju ke meningen. Melalui proses perkontinutatum dari
proses peradangan yang dekat dengan otak, misalnya : otitis media, mastoiditis, dan sinusitis.

E. Karateristrik Biakan

vii
Neisseria gonorrhoeae tumbuh secara anaerob dan fakultatif anaerob. Bakteri ini tumbuh
baik di media yang mengandung serum, dan darah, serta dalam suasana asam arang (CO₂) 10%
ketika perlu inkubasi dalam candle jar. Suhu optimumuntuk pertumbuhan adalah 35-35°C dan
pH 7,2-7,6.
Kuman ini bersifat fastidious, dan untuk pertumbuhannya diperlukan media yang lengkap
dan baik. Akan tetapi, kuman ini juga rentan terhadap suhu panas dan kekeringan sehingga
tidak dapat bertahan hidup lama di luar inangnya. Penularan umumnya terjadi secara kontak
seksual dan masa inkubasi berlangsung sekitar 2-8 hari.
Jika ditanam pada biakan diperkaya (misalnya; Mueller-Hinton modifikasi Thayer-
Martin) dalam 48 jam akan membentuk koloni mukoid cembung, mengkilat, menonjol
(diameter 1-5 mm), transparan (opak), tidak berpigmen dan nonhemolitik.
Nanah (lendir) digoreskan pada biakan selektif diperkaya (misalnya, pembenihan
modifikasi Thayer-Martin) dan dieramkan dalam atmosfer mengandung CO2 5% pada suhu
37°C. Untuk menghindari pertumbuhan berlebihan oleh kontaminan, biakan sebaiknya
mengandung obat antimikroba. 48 jam setelah pembiakan, dapat teridentifikasi dari pewarnaan
Gram, hasil oksidase (+) dan tes koagulasi, serta  imunofluoresensi. Spesies bakteri subbiakan
dapat ditentukan reaksi peragian.
Neisseria intaselullaris tumbuh baik di media yang mengandung serum atau darah dan
suhu untuk tumbuh diantara 25-43 c. suhu optimum : 37 c, dan pH 7,4 – 7,6. Pada serum agar
koloni transparan, kecil lebih besar dari diplococcus pneumonia, bulat tepinya meninggi dan
berwarna putih abu-abu. Permukaan seperti berembun koloni cepat mengadakan otolisis.  pada
media cair tumbuh dekat permukaan dan menyebabkan kekeruhan seperti embun dan
membentuk endapan pada dasar tabung dan membutuhkan O2 untuk pertumbuhan maksimal.

F. Struktur Antigen
Neissetia gonorrhoeae adalah antigen yang heterogen dan mampu berubah struktur
permukaannya pada tabung uji (in vitro) yang diasumsikan berada dalam organisme hidup (in
vitro) untuk menghindar dari pertahanan inang (host). Struktur permukaannya mencakup pili,
por, opa, rmp, lipooligosakarida, protein lain.
Antigen gonococcus adalah kompleks, tersusun dari lipid-karbohidrat nukleo-protein.
Bila fraksi glikolipid disuntikkan pada kelinci akan memberikan titer presipitin yang tinggi,
tetapi titer aglutinin rendah. Fraksi nukleo protein dari Neiserria gonorrhoeae identik
dengan Neiserria meningitides dan pneumococcus  tipe tertentu. Antigen lainnya, yaitu berupa
antigen pili.

viii
Meskipun terdapat antibody mucosal Ig A, dan Ig M juga Ig G serum yang bersifat
bakterisidal in vitro, tetapi tidak ada imunitas pada manusia. Pada simpanse pernah diadakan
percobaan vaksinasi dan menimbulkan kekebalan, tetapi pada manusia belum berhasil.
1. Pili
Pili adalah tentakel berbentuk rambut yang dapat memanjang hingga beberapa mikrometer
dari permukaan gonoccoci. Perpanjangan tersebut menempel pada sel inang dan resisten
terhadap fagositosis. Mereka  terbuat dari sekumpulan protein pilin (BM 17.000-21.000).
Terminal amino dari molekul  pilin, yang mengandung persentase yang tinggi dari asam amino
hidrofobik tetap  dipertahankan. Rangkaian asam amino yang dekat dengan setengah porsi
molekul juga dipertahankan; porsi tersebut menempel pada sel inang dan kurang dikenal oleh
respon kekebalan. Asam amino yang dekat terminal karboksil sangat bervariasi; porsi molekul
ini sangat dikenal oleh respon kekebalan. Pilin-pilin dari hampir seluruh strain Neisseria
gonorrhoeae secara antigen berbeda-beda dan setiap strain dapat membuat bentuk pilin yang
uni secara antigen.

2. Por
Por membesar hingga mencapai membran sel gonoccoci. Ini terjadi dalam trimer untuk
membentuk pori-pori pada permukaan melalui nutrisi yang masuk ke dalam sel. Berat molekul
por sangat bervariasi 34.000 hingga 37.000. Setiap strain gonoccocus hanya menampilkan satu
tipe por, tetapi por dari strain yang berbeda, berbeda pula secara antigen. Pengklasifikasia
secara serologis terhadap por dengan menggunakan reaksi aglutinasi dengan antibodi
monoklonal dapat dibedakan menjadi 18 serovar PorA dan 28 serovar PorB (serotyping hanya
dapat dilakukan berdasarkan referensi laboratorium).

3. Opa
Protein ini berfungsi dalam adhesi gonoccoci dalam koloni dan dalam penempelan
gonoccoci pada sel inang, khususnya sel-sel yang menampilkan antigen karsinoembrionik (CD
66). Satu porsi dari molekul Opa berada di bagian terluar dari membrane gonoccoci dan sisanya
berada pada permukaan. Berat molekul Opa berkisar antara 24.000 hingga 32.000. Setiap strain
gonoccocus dapat menampilkan hingga tiga tipe Opa, dimana masing-masing strain memiliki
lebih dari 10 gen untuk Opa yang berbeda-beda.

4. Rmp
Protein ini (BM sekitar 33.000) secara antigen tersimpan di semua gonoccoci. Protein ini
mengubah berat molekulnya pada  saat terjadi reduksi. Mereka bergabung dengan Por pada saat
pembentukan pori-pori pada permukaan sel. 

ix
5. Lipooligosakarida (LOS)
Berbeda dengan batang enterik gram negatif, pada gonococci LPS tidak memiliki rantai
antigen-O panjang dan disebut dengan lipooligosakarida. Berat molekulnya adalah 3000 - 7000.
Gonococci dapat menampilkan Iebih dari satu rantai LOS yang secara antigen berbeda secara
simultan. Toksisitas pada injeksi gonococci sebagian besar disebabkan oleh efek endotoksin
dari LOS. Dalam bentuk perkembangbiakan secara molekuler, gonococci membuat molekul
LOS yang secara struktural mirip dengan membran sel manusia, yaitu glikosfingolipid.
Gonococci LOS dan glikosingolipid manusia dengan struktur kelas yang sama, bereaksi
dengan antibodi monokloral yang sama, mengindikasikan perkembangan secara molekuler LOS
yang dipertahankan memiliki lakto-N-neotetraose glikose moietas yang sama terbagi dalam
serial paraglobosid  glikosfingolipid manusia. Struktur glukosa neisseria LOS lainnya, globosid,
gangliosid dan laktosid. Tampilan permukaan gonococci yang sama denga struktur permukaan
pada sel manusia membantu gonococci untuk menghindar dari pengenalan kekebalan (immune
recognition).
Terminal galaktosa dari glikostmoolipid sering berkonjugasi  dengan asam sialat. Asam
sialat adalah asam 9 karbon yang juga disebut dengan asam N asetilneuraminat (NANA).
Gonococci tidak membuat asam sialat tetapi membuat sialiltransferase yang berfungsi untuk
mengambil NANA dari nukleotida otila asam sitidine 5-monofosfo-Nasetilneuraminat (CMP-
NANA) dan menempatkan NANA pada terminal galaktosa dari gonococci penerima LOS.
Sialilasi berdampak pada patogenesis  dari infeksi gonococci. Ini membuat gonococci
resisten untuk dimatikan oleh sistem antibodi manusia dan mengintervensi gonococci yang
mengikat pada penerima (reseptor) dari sel fagositik.
Neisseria meningtidis dan Haemophilus  influenzae membuat banyak tapi tidak semua
struktur LOS yang sama pada Neisseria gonorrhoeae. Biologi dari ketiga spesies LOS dan
beberapa dari spesies neisseriae nonpatogenik adalah sama. Empat serogrup dari Neisseria
meningtidis membuat kapsul asam sialat yang berbeda, mengindikasikan bahwa mereka juga
memiliki pola biosintetik yang berbeda dari gonococci. Keempat serogrup ini bersialilate
dengan LOS-nya menggunakan asam sialat yang berasal dari kolam endogenus.

6. Protein Lain
Beberapa protein gonococci yang konstan secara antigen memiliki kinerja ang kurang jelas
dalam patogenesisnya. Lip (H8) adalah protein yang terdapat pada permukaan dimana heat-
modifiable seperti Opa. Fbp (iron binding protein), yang berat molekulnya sama dengan Por,
tampak pada saat persediaan besi terbatas, misalnya infeksi pada manusia. Gonococci
mengkolaborasi IgA1 protease yang memisah dan menonaktifkan IgA1, sebagian besar selaput

x
lendir immunoglobulin manusia. Meningococci, Haemophilus influenzae dan Streptococcus
pneumoniae mengkolaborasi protease IgA1 yang sama.
Genetik dan Heterogenitas Antigen Gonococci telah mengembangkan mekanisme
perpindahan yang dimulai dari satu bentuk antigen (pilin, Opa atau lipopolisakarida) ke bentuk
antigen yang lain dari molekul yang sama. Perpindahan tersebut membutuhkan satu tempat
2,5
untuk setiap 10 - 10 3 gonococci, sebuah perubahan yang sangat cepat  bagi bakteri. Karena
pilin, Opa dan lipopolisakacida adalah antigen yang terdapat pada permukaan gonococci,
mereka berperan penting dalam respon kekebalan terhadap infeksi. Molekul-molekul yang
cepat berpindah dari satu bentuk antigen ke bentuk yang lain membantu gonococci untuk
mampu menghindar dari sistem kekebalan inang.
Mekanisme perubahan untuk pilin, yang paling banyak dipelajari, berbeda dari mekanisme
pada Opa.
Gonococci memiliki gen yang jamak, namun hanya satu gen yang dimasukkan ke dalam
daerah penampakan. Gonococci menghilangkan seluruh atau sebagian dari gen pilin dan
menggantikannya dengan seluruh atau sebagian dari gen pilin yang lain.
Mekanisme ini membuat gonococci dapat muncul dalam berbagai bentuk molekul pilin
sepanjang waktu. Mekanisme perpindahan Opa, penambahan atau penghilangan DNA dari satu
atau lebih kode pentamerik mengulang rangkaian. kode-kode untuk struktur gen Opa.
Mekanisme perpindahan lipopolisakarida masih belum diketahui. Gonococci mengandung
beberapa plasmid;  95% strain memiliki plasmid cryptic kecil (BM 2,4 x 10 6) dari fungsi yang
belum diketahui. Sedangkan dua lainnya (BM 3,4 x 106 dan BM 4,7 x 106) mengandung gen
yang mempunyai  kode produksi -laktamase,  dimana menyebabkan mereka resisten terhadap
penicillin. Plasmid-plasmid ini berpindah melalui konjugasi antara gonococci; mereka mirip
dengan plasmid yang ditemukan pada haemofilus yang memproduksi penisilinase dan didapat
dari haemofilus atau organisme gram negatif lain. 5-20% gonococci  mengandung sebuah
plasmid (BM 24,5 x 106) dengan gen-gen yang terkode untuk berkonjugasi; kejadian paling
tinggi terdapat di area geografis dimana penisilinase yang menghasilkan gonococci banyak
ditemui. Resistensi terhadap tetrasiklin yang tinggi telah berkembang di dalam gonococci
melalui pemasukan kode gen streptococci ke dalam plasmid yang berkonjugasi (Jawetz,
Melnick, dan Adelberg, 2007).

G. Penyakit gonorrhoeae

xi
Gonore adalah infeksi menular seksual pada epitel dan umunya bermanifestasi sebagai
cervicitis, uretritis, proctitis, dan conjungtivitis. Bila tidak diterapi, infeksi ini dapat
menimbulkan komplikasi lokal seperti endometritis, salpingitis, TOA, bartolinitis, peritonitis,
dan perihepatitis pada pasien wanita, periuretritis dan epididimitis pada pasien pria, dan
oftalmia neonatorum pada neonatus. Gonokokemia diseminata merupakan kejadian yang
jarang dan bermanifestasi sebagai lesi kulit, tenosinovitis, arthritis, dan pada kasus jarang
endokarditis atau meningitis. Penyakit menular seksual juga disebut penyakit venereal
merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Pengobatan penyakit ini
efektif dan penyembuhan cepat sekali. Namun, beberapa kuman yang lebih tua telah menjadi
kebal terhadap obat-obatan dan telah menyebar ke seluruh dunia dengan adanya banyak
perjalanan yang dilakukan orang-orang melalui transportasi udara. Gonore bisa menyebar
melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.Pada wanita,
gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul
nyeri panggul dan gangguan reproduksi.Penyebab dari Gonore adalah adanya kuman Neisseria
gonorrhoeae.Neisseria gonorrhoeae adalah kuman gram negatif bentuk diplokokus yang
merupakan penyebab infeksi saluran urogenitalis. Perantara dari kuman ini adalah manusia,
tempat kuman keluar berasal dari penis,vagina,anus,mulut,cara penularan dari penyakit ini
adalah dengan kontak seksual secara lansung, tempat kuman ini masuk berasal dari penis,
vagina, anus, mulut serta orang yang bisa terkena adalah orang-orang yang berhubungan seks
dengan cara yang tidak aman.Kuman ini bersifat fastidious dan untuk tumbuhnya perlu media
yang lengkap serta baik. Akan tetapi, ia juga rentan terhadap kepanasan dan kekeringan
sehingga tidak dapat bertahan hidup lama di luar host-nya. Penularan umumnya terjadi secara
kontak seksual dan masa inkubasi terjadi sekitar 2–5 hari.Neisseria Gonorrhoeae dapat
menyebabkan infeksi menular seksual yang biasa disebut dengan Gonore.
Rendahnya sistem imun didalam tubuh seseorang akan mempermudah penyakit ini
berkembang didalam tubuh. Dalam keadaan biasa apabila sistem imun terdedah kepada
organisma asing ia bertindak-balas dengan menghasilkan antibodi dan rangsangan limfosit
spesifik-antigen, yang membawa kepada pemusnahan mikroorganisma dan peneutralan produk-
produk toksik (toksin). Fungsi penting sistem imun ialah untuk mengawasi sel-sel tubuh

xii
supaya tidak menimbulkan keabnormalan. fungsi sistem imun: Melindungi tubuh dari invasi
penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing
(bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh, menghilangkan
jaringan atau sel yg mati atau rusak untuk perbaikan jaringan, mengenali dan menghilangkan
sel yang abnormal,Sasaran utama: bakteri patogen & virus Leukosit merupakan sel imun utama
(disamping sel plasma, makrofag, & sel mast).Sistem imun adalah sistem perlindungan
pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika
sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi
bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem
kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan
patogen, termasuk virus yang menyebabkan,penyakit gonorea dapat berkembang dalam tubuh.
Penyakit Gonore ditemukan oleh Neisser pada tahun 1879 dan diumumkan pada tahun 1882.
Kuman tersebut termasuk dalam grup Neisseria dan dikenal ada 4 spesies, yaitu N. Gonorrhoeae dan N.
Meningitidis yang bersifat patogen serta N.Catarrhalis dan N. Pharyngis ini sukar dibedakan kecuali dengan tes
fermentasi.Gonore termasuk golongan diplokok berbentuk biji kopi berukuran lebar 0,8 u dan panjang 1,6 u
bersifat tahan asam. Pada sediaan langsung dengan pewarnaan Gram bersifatGram negatif,
terlihat diluar dan di dalam leukosit, tidak tahan lama di udara bebas. Dan akan cepat mati dalam
keadaaan kering, tidak tahan suhu 39 derejat C, dan juga tidak tahan pada zat desinfektan.Secara morfologik
gonokok ini terdiri atas 4 tipe yaitu, tipe 1 dan 2 yang mempunyai pili yang bersifat virulen, serta tipe 3 dan 4
yang tidak mempunyai pili dan bersifat non virulen.Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan
menimbulkan reaksi radang. Daerah yang paling mudah terinfeksi ialah daerah dengan mukosa epitel
kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang ( immatur ), yakni pada vagina wanita sebelum
pubertas.
Gonore merupakan penyakit kelamin yang bersifat akut yang pada permulaan keluar
nanah dari orifisium uretra eksternum sesudah melakukan hubungan kelamin. Gonore juga
merupakan infeksi menular seksual tertua yang pernah dilaporkan dalam berbagai literatur.
Penyakit ini mempunyai insidens yang tinggi dibanding penyakit menular seksual lainnya.
Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”. Selama beberapa abad, bermacam
nama telah digunakan untuk mendeskripsikan infeksi yang disebabkan oleh N. gonorrhoeae ini,
diantaranya; ‘strangury’ yang digunakan oleh Hipocrates, penamaan gonore sendiri diberikan
oleh Galen (130 SM) untuk menggambarkan eksudat uretra yang sifatnya seperti aliran air mata
(flow of seed) dan M. Neisser, dikenalkan oleh Albert Neisser, yang menemukan
mikroorganisme tersebut pada tahun 1879 dari pewarnaan apusan yang diambil dari vagina,
uretra dan eksudat konjungtiva. Kultur dari bakteri N. gonorrhoeae dilaporkan pertama kali oleh
Leistikow dan Loffler pada tahun 1882 dan dikembangkan pada tahun 1964 oleh Thayer dan
Martin yang menemukan tempat biakan selektif pada media agar khusus. Media Thayer-Martin

xiii
merupakan media yang selektif untuk mengisolasi gonokok. Mengandung vankomisin untuk
menekan pertumbuhan kuman positif-Gram, kolimestat untuk menekan pertumbuhan bakteri
negatif-Gram dan nistatin untuk menekan pertumbuhan jamur. N. gonorrhoeae tidak mengenal
ras, sosial ekonomi atau kondisi geografis. Laki-laki, wanita baik dewasa maupun anak-anak
dapat tertular penyakit ini. Penyebaran infeksi ini secara global didukung oleh kebiasaan
manusia berpindah tempat yang turut meningkatkan faktor resisten.
Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual, dapat juga ditularkan kepada janin pada
saat proses kelahiran berlangsung. Walaupun semua golongan rentan terinfeksi penyakit ini,
tetapi insidens tertingginya berkisar pada usia 15-35 tahun. Di antara populasi wanita pada
tahun 2000, insidens tertinggi terjadi pada usia 15 -19 tahun (715,6 per 100.000) sebaliknya
pada laki-laki insidens rata-rata tertinggi terjadi pada usia 20-24 tahun (589,7 per 100.000).
Epidemiologi N. gonorrhoeae berbeda pada tiap – tiap negara berkembang. Di Swedia, insiden
gonore dilaporkan sebanyak 487/100.000 orang yang menderita pada tahun 1970. Pada tahun
1987 dilaporkan sebanyak 31/100.000 orang yang menderita, pada tahun 1994 dilaporkan
penderita gonore semakin berkurang yaitu hanya sekitar 31/100.000 orang yang menderita. Di
Amerika Serikat, insiden dari kasus gonore mengalami penurunan. Di dunia diperkirakan
terdapat 200 juta kasus baru setiap tahunnya.

H. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan sediaan basah terhadap bahan yang diambil
dengan menggunakan apusan (swab). Daya hidup Neisseria gonorrhoeae di luar penjamu
sangat rendah sehingga pemeriksaan mikroskop harus dilakukan di klinik sesegera mungkin
setelah apusan diambil. Jika pengambilan spesimen tidak dilakukan di laboratorium, spesimen
dapat diambil oleh tenaga medis (dokter wanita) dengan bantuan spekulum pada daerah
endoserviks menggunakan swab (lidi kapas) steril. Swab dioleskan pada satu sisi cawan petri
berisi medium Thayer Martin Agar dan ditipiskan menggunakan ose untuk pemeriksaan kultur
bakteri. Cawan petri yang berisi Thayer Martin Agar yang telah diolesi spesimen dibawa ke
laboratorium di dalam sungkup lilin.
Diagnosis Gonore ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah
dimana ditemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak
ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.Gambaran klinik dan perjalanan
penyakit pada perempuan berbeda dari pria.Hal ini disebabkan perbedaan anatomi dan
fisiologis alat kelamin pria  dan perempuan. Pada laki-laki Masa inkubasi penyakit gonore
adalah  3-5 hari.sedangkan gonore pada perempuan kebanyakan asimptomatik sehingga sulit
untuk menentukan masa inkubasinya.

xiv
I. Pengobatan
Pengobatan gonore biasanya dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui
otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya
diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita
dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah,
infuse.).Terapi obat untuk gonorrhea akibat meningkatnya galur PPNG (Penisilinase Producing
N. gonorrhoeae) adalah dengan menggunakan antibiotika golongan Quinolon, Spektinomisin,
Kanamisin, Tiamfenikol dan Sefalosphorin. Karena cepatnya timbul resistensi terhadap
antibiotika yang lebih tinggi maka pengobatan gonorrhea dengan Penisilin dan derivatnya serta
golongan Quinolon perlu ditinjau efektifitasnya. Cara pencegahan penyakit ini adalah dengan
penggunaan kondom dapat mencegah penularan penyakit ini.Kondom yang dipasangkan harus
lah benar-benar masih baru dan tidak rusak atau kadaluarsa. Hindari juga oral seks jika itu tidak
penting sekali karena bakteri ini juga bisa menular lewat mulut-mulut, mulut-penis/vaginal,
mulut-anal, menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep dokter karena akan membuat
bakteri ini kebal terhadap obat antibiotik tersebut. Pencegahan terbaik, sebaiknya anda tidak
melakukan hubungan seksual dengan orang tidak jelas riwayat hubungan seksualnya di masa
lalu, kalau bisa cuma hanya dengan satu pasangan seks. dengan pemberian antibiotik per-oral
(melalui mulut) selama satu minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah
menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan
antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau infus).Jika cairan yang terinfeksi sudah
sampai mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis
gonore).

J. Identifikasi Bakteri

Identifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat dilakukan dengan cara penanaman pada
media selektif seperti Thayer-Martin modifikasi, Pewarnaan gramdan uji biokimia yaitu uji

xv
katalase dan uji oksidase.a.Pewarnaan gram Pewarnaan gram dilakukan dengan pengaplikasian
pewarna dasar yaitu kristal violet. Pewarnaan kedua dilakukan dengan menambahkan iodium,
pada tahap ini semua bakteri akan berwarna biru. Tahap yang ketiga yaitu pemberian pewarna
ketiga yaitu alkohol, bakteri Gram positif akan mempertahankan warna biru dari kristal violet,
sedangkan warna biru yang berasal dari kristal violet pada bakteri Gram negatif akan luntur
sehingga bakteri menjadi tidak berwarna. Tahap terakhir adalah pemberian pewarna kontras
yaitu pewarna safranin, sehingga bakteri Gram negatif yang tidak 13 berwarna akan berwarna
merah yang berasal dari pewarna safranin (Brooks et al.,2013). Beberapa hal yang harus
diperhatikan untuk mendapatkan hasil pewarnaan yang baik adalah (1) umur biakan sebaiknya
18-24 jam; (2) zat warna yang digunakan dalam memiliki kualitas yang baik; (3) hapusan
bakteri yang dibuat preparat harus sedemikian tipis sehingga dapat memperlihatkan morfologi
bakteri setelah diwarnai (Radji,2010). Pada Pewarnaan grambakteri Neisseria gonorrhoeae akan
terlihat berwarna merah (Gram negatif) dan berbentuk gonokokus (Brooks et al.,2013).

b . Uji Oksidase

Uji oksidase adalah suatu uji yang digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu
mikroorganisme untuk menghasilkan enzim oksidase yang dihasilkan melaluisistem oksidasi
sitokrom secara molekuler. Uji oksidase berguna untuk mengidentifikasi bakteri Enterobacter
yang menghasilkan uji oksidase negatif, dengan pseudomonas yang menghasilkan uji oksidase
positif. Uji oksidase ini juga merupakan kunci identifikasi dari bakteri Neisseria
gonorrhoeaeyang menghasilkan uji oksidase positif (Mahon, Lehman, dan Manuselis,2011).

xvi
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan makalah kali ini, dapat diambil kesimpulan bahwa Neisseria gonorrhoeae
adalah bakteri gram negative coccus yang bentuknya menyerupai biji kopi yang berhadapan.
Neisseria gonorrhoeae ini dapat menyebabkan penyakit gonorrhoe yang merupakan penyakit
kelamin ditularkan melalui hubungan kelamin.

B. Saran
Disarankan kepada seluruh pembaca setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan
Neisseria gonorrhoeae, bagaimana morfologi, patogenitas, karateristrik, struktur antigen, cara
diagnosis, cara pengobatan, cara mengidentifikasi bakteri N Neisseria gonorrhoeae, dapat
mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit gonorrhoeae,.

xvii
DAFTAR PUSTAKA

Aljian George W ( 1958 )”Purchasing Hanbook ” 2 nd Edition, New York, Mc


Mc Graw Hill

Adhi Djuanda, Mochtar H, Siti Aisah dkk. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi ke-6.Badan
penerbit FKUI Jakarta; 2010 : 363-79.2.

Bustan,MM.1997.Epidemiologi Penyakit Menular.Jakarta : Rineka Cipta p. 75

Soekidjo,prof,Dr.Notoatmodjo,SKM,M.Com.H.2010.Kesehatan Masyarakat Ilmu dan


Seni.Jakarta: Rineka Cipta

Santana,Daniel.2007. Kamus Lengkap Kedokteran. Jakarta :Mega Aksara p.262

Sjaiful FD, Wresti Indriatmi BM, Jubianto J. Infeksi menular seksual. Edisi ke- 3.Badan
penerbit FKUIJakarta; 2007.3 

Josodiwondo S. Pemeriksaan bakteriologik dan serologik infeksi menular seksual.Dalam :


Infeksi menular seksual, ed 3. Jakarta : Balai penerbitan FKUI, 2007 : 25±47.4.

Sherrad J. Gonorrhoeae. Med. Progress July ; 2006 : 330-333.5.Lumintang H Suatu


tinjauan epidemiology uretritis gonore dan uretritis nongonore di- RSUD Dr Soetomo
Surabaya. Bandung : kumpulan makalah ilmiah KONAS PADVIVI, 1989 : 415-20.6.

xviii
WHO. Guidelines for management of sexually transmitted infection. Geneva.
2003.7. Pedoman penatalaksanaan infeksi menular seksual. Departemen kesehatan
direktorat jenderal pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. 2006.

xix