Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan

Airbnb didirikan pada 2008 ketika Brian Chesky dan seorang teman memutuskan
untuk menyewakan apartemen mereka untuk para tamu sebuah konvensi lokal. Untuk
mengakomodasi para tamu, mereka menggunakan kasur udara dan menyebutnya
sebagai “Air Bed & Breakfast”. Pada saat itu lah ide dari model bisnis “room–
sharing” peer-to-peer lahir. Meskipun belum menjadi perusahaan yang go publik pada
tahun 2016, Airbnb telah mengalami pertumbuhan dan kesuksesan luar biasa selama 8
tahun. Perusahaan “room-sharing’ tersebut telah berkembang di lebih dari 190 negara,
memiliki lebih dari 2 juta properti, dan diperkirakan memiliki nilai sebesar $ 30
miliar. Airbnb tampaknya telah merevolusi industri hotel dan pariwisata melalui
model bisnisnya yang memungkinkan pemilik rumah menawarkan kamar atau seluruh
rumah untuk calon tamu, di pasar digital.
Kesuksesan model bisnis Airbnb adalah dengan memanfaatkan adanya sharing
economy. Dengan pertumbuhan dan penggunaan model bisnis baru, Airbnb
menghadapi perlawanan dari pemilik hotel, motel, dan bed and breakfast. Sementara
pelaku usaha bisnis perhotelan harus membayar pajak serta komisi, Airbnb dapat
mengelak dan menghindar dari kewajiban tersebut. Di sisi lain, Airbnb menghadapi
masalah hukum karena tata kota dan negara bagian yang mengatur hotel dan sewa
apartemen. Airbnb juga mengalami kendala dalam perizinan dan pembayaran pajak di
setiap kota yang memiliki kebijakan yang berbeda-beda.
Airbnb dan perusahaan sejenisnya, beroperasi dengan menawarkan platform
teknologi, dimana individu yang memiliki kamar atau properti dapat menawarkan
layanan mereka. Dengan memanfaatkan penggunaan smartphone dan menurunnya
biaya teknologi, perusahaan-perusahaan ini menyediakan platform bagi individu
untuk berbagi sumber daya yang mereka miliki. Pemilik kamar dapat menyewakan
kamarnya, pemilik mobil dengan waktu luang dapat menawarkan layanan sebagai
layanan taksi. Individu tersebut hanya mendaftar melalui platform dan mulai
menawarkan layanan atau sumber daya. Perusahaan kemudian membebankan biaya
transaksi kecil sebagai layanan antara kedua pengguna yang difasilitasi. Airbnb
adalah milik perusahaan teknologi, model bisnis Airbnb pada tahun 2016, oleh karena
itu didasarkan pada struktur marjin biaya pendapatan dari pasar online , dari pada
establishment penginapan, dengan perkiraan biaya 11 persen per kamar tinggal.
Model bisnis perusahaan yang menghasilkan biaya dari pemesanan kamar telah
memungkinkan pendapatannya meningkat dari sekitar $6 juta pada tahun 2010
menjadi proyeksi $1,2 miliar pada 2017.
Airbnb tidak hanya memanfaatkan teknologi tapi juga memanfaatkan perubahan
bagaimana konsumen berinteraksi dengan bisnis, yaitu pengalaman unik dan tidak
fokus pada kepemilikan, keinginan untuk mengakses secara cepat melalui
smartphone, dan perubahan gaya hidup generasi saat ini yang dekat dengan teknologi.
Daya tarik Airbnb yang menggunakan teknologi membuat perusahaan memiliki
preposisi nilai yang baik untuk pelanggannya. Sehingga Airbnb memiliki banyak
konsumen yang dapat meningkatkan modal untuk mendukung pertumbuhannya,
termasuk biaya tambahan seharga $ 850 juta di 2016 yang menaikkan perkiraan
valuasinya menjadi $30 miliar. Airbnb dalam mengatur komunitas pemilik rumah dan
tamu Airbnb telah melembagakan sistem rating . Sistem tersebut dipopulerkan oleh
perusahaan seperti amazon, ebay, dan Yelp peer to peer ratings membantu kualitas
kebijakan. Baik tamu dan pemilik rumah dapat memberi penilaian pada Airbnb.
Pebisnis lokal maupun global banyak yang memberikan kritik atas Airbnb yang
dinilai menjalankan praktek bisnis yang tidak adil dan melobi regulator untuk
memaksa Airbnb taat pada peraturan yang berlaku.

Analisis Kasus
1. Analisis Internal SWOT
Kekuatan:
- Airbnb dioperasikan dengan biaya yang relatif rendah
- Fasilitas yang ditawarkan lebih banyak pilihan yang unik
- Dapat diakses dengan mudah dan cepat karena menggunakan aplikasi
berbasis platform yang dapat diakses dari smartphone maupun website.
- Hosting tersebar di segala penjuru sehingga bisa menjangkau pasar
yang lebih luas
Kelemahan:
- Pembayaran hanya dapat menggunakan Credit Card
- Tidak ada standarisasi kualitas produk dan jasa
- Pembayaran dilakukan di depan secara penuh
- Tidak ada uji kelayakan tempat yang disewakan
Peluang:
- Orang yang ingin menjadi partner banyak
- Pasar yang luas karena dapat menjangkau hingga ke berbagai negara
Ancaman:
- Risiko ancaman aspek legal dan hukum
- Tingkat ketidaksempurnaan informasi tinggi
- Tidak ada kejelasan pertanggungjawaban kerusakan fasilitas
- Pesaing yang mudah memasuki pasar

2. Kunci Kesuksesan
a. Memitigasi adanya risiko ancaman aspek legal.
Airbnb harus memastikan bahwa tidak ada undang-undang atau
peraturan yang ada di setiap wilayah baik domestik maupun
internasional yang berisiko dapat menghambat penggunaan Airbnb.
Dan Airbnb harus siap menghadapi adanya undang-undang dan
peraturan baru yang mengatur model bisnis seperti yang mereka
jalankan.
b. Penggunaan smartphone dan teknologi yang lain sebagai diferensiasi.
Dengan model bisnis saat ini, Airbnb telah memiliki keunggulan
kompetitif dibanding dengan pesaing tradisionalnya. Namun Airbnb
harus selalu melakukan inovasi dan mengikuti perkembangan
teknologi terbaru, misalnya dengan menambahkan berbagai macam
fitur cara pembayaran yang saat ini sedang banyak digunakan. Airbnb
dapat juga menambahkan fitur-fitur pengalaman lainnya yang
berhubungan dengan perjalanan mereka misalnya tempat-tempat
menarik yang ada di sekitar lokasi menginap.
c. Brand Image
Brand Image merupakan faktor penting dalam konsumen memilih
layanan, termasuk di dalamnya adalah bagaimana Airbnb
meningkatkan kualitas dan keamanan dalam memberikan layanan.
d. Perluasan Pengguna dan Akomodasi.
Perluasan pengguna secara keseluruhan yang menawarkan akomodasi
dan pengguna Airbnb untuk memesan akomodasi sangat penting dalam
keberhasilan. Untuk memastikan keuntungan maka harus ada
pertumbuhan yang berkelanjutan.

3. Rekomendasi
a. Airbnb harus memperbaiki SOP perusahaan dapat mengantisiapsi
kejadian yang dianggap tidak sesuai dg nilai nilai moral tiap negara.
b. Standarisasi produk dan jasa yang harus diberikan sebelum konsumen
melakukan pembayaran dengan menyetujui syarat dan ketentuan yang
telah ditentukan airbnb baik untuk penyedia maupun untuk konsumen.
c. Dari bidang Administrasi Airbnb harus fokus pada pembenahan data
hosting dengan detail dan rapi, hal ini akan meminimalisir adanya
asimetri informasi yang ditimbulkan dalam platform yang digunakan
oleh Airbnb.
d. Memudahkan dan menjaring banyak konsumen dalam melakukan
transaksi pembayaran, sebaiknya Airbnb melakukan kerjasama dengan
beberapa bank, toko retail modern yang menyediakan transaksi
pembayaran tunai maupun bekerjasama dengan pembayaran elektronik
yang saat ini banyak digunakan.
e. Bekerjasama dengan pesaing untuk memasarkan produknya di
platform Airbnb.
f. Membuat differensiasi pada layanan aplikasi airbnb yang dapat
memberika competitive advantages dibanding kompetitor yang lain.
Misalnya dengan layanan komunikasi chat antara user dg host properti
shg memberikan kepastian dan rasa aman kpd user, atau melengkapi
fitur2 yang lebih lengkap di apps air bnb dengan fasilitas yg lebih
personal (misal : kebutuhan penginapan keluarga yg membawa anak
diberikan rekomendasi dekat dg playground, pool dsb).