Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

PADA PASIEN DENGAN CLOSED FRAKTUR MANUS


DIRUMAH SAKIT UMUM PRINGSEWU

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat

Dosen Pengampu :
Ikhwan Amirudin, S.Kep.,Ns.,M.Kep

Disusun Oleh :

Satriya Ginta Irawan


1801076

PROGAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2021
A. Identitas Klien
Identitas Klien
Nama Klien : Sdr. T Jenis Kelamin : Laki-laki
No. RM : 027856 Pekerjaan : Swasta
Alamat : Gedong Tatan Agama : Islam
Umur : 29 tahun Suku/ Bangsa : Lampung/Indonesia
Dx. Medis : Close FractureManus (D)

B. Kasus
Klien mengatakan mengalami KLL (Kecelakaan Lalu Lintas) Sepeda Motor dengan Truk
1 jam sebelumnya (jam 09.00 WIB). Klien dibawa ke UGD RSUP oleh warga setempat.
Klien mengatakan sebelumnya ia hendak kekota P, lalu tiba-tiba tertabrak Truk. Di
dapatkan hasil TTV: Tekanan darah 130/80 mmHg, Nadi 84x/menit, Suhu 36,5OC, RR
24x/menit, dan GCS e3 v5 m6 (total 14).Pada hasil pemeriksaan fisik ditemukan luka
robekan di pelipis kiri ±3 cm dan pada jari kelingking tangan kanan ± 4 cm dengan
kedalaman ± 0,5 cm. Terdapat perdarahan pada luka robekan.terdapat bengkak berwarna
merah kebiruan pada kulit sekitar luka.Klien mengatakan merasa nyeri pada bagian
kepala dan lengandengan VAS 4 (skala 1–10).
C. Analisa Data

Data Etiologi Masalah


Ds : Kecelakaan lalu lintas Gangguan rasa
- Klien mengatakan nyaman : Nyeri
sebelumnya ia hendak Trauma jaringan tubuh
kekota P, lalu tiba-tiba
tertabrak Truk Terputusnya kontinuitas jaringan
- Klien mengatakan
merasa nyeri Pelepasan mediator-mediator nyeri
padabagian kepala (Prostaglandin, sitokinin,
depan danlengan neurotrofin, serotonin, adenosine,
kanan. cannabinoid, histamin, leukotrin, dan
Do: kinin)
- Terdapat luka robekan
dipelipis kiri ± 3 cm Hantaran impuls nyeri ke sistem
danpada jari saraf pusat
kelingkingtangan kanan
± 4 cmdengan dalam ± Respon Nyeri
0,5 cm.-VAS nyeri
4(skala 1–10) Nyeri

D. Diagnosa Keperawatan
Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan
tulang (fraktur) akibat kecelakaan lalu lintas yang ditandai dengan klien mengatakan
merasa nyeri pada bagian kepala depan dan lengan kanan, terdapat luka robekan di
pelipis kiri ± 3 cm dan pada jari kelingking kanan ± 4 cm dengan kedalaman ± 0,5 cm,
VAS nyeri 4 (Skala 1–10).
E. Intervensi Keperawatan

DX. KEP NOC NIC


Gangguan rasa Tujuan Setelah dilakukan tindakan O :
nyaman : Nyeri keperawatan selama 1x24 jam, 1. Kaji intensitas dan skala nyeri.
berhubungan diharapkan nyeri yang dirasakan Nyeri merupakan respon subjektif
dengan terputusnya klien berkurang, Kriteria Hasil : yg dapat dikaji dengan
kontinuitas 1. Klien mengatakan nyeri yang menggunakan skala.
jaringan tulang dirasakan berkurang.
(fraktur). 2. Klien tidak gelisah. 2. Observasi ROM (Range of
3. Klien mengidentifikas aktivitas Movement) klien, minta klien
yang dapat mengurangi nyeri. 4. menggerakkan anggota
VAS nyeri turun menjadi 1-2 (skala gerak/ekstremitasnya yang tidak
1 – 10). terdapat kecurigaan fraktur
semaksimal mungkin mulai dari
daerah distal ke proksimal (jari-
jari kemudian ke lengan),
tanyakan apabila klien merasa
sudah maksimal/ merasa nyeri.
ROM menentukan lokasi dan
batasan gerak klien serta nyeri
yang dirasakan .

N:
3. Berikan klien posisi
semifowler. Posisi dengan kepala
lebih tinggi dapat memperlambat
aliran darah dan cairan ke kepala
sehingga dapat mempertahankan
tekanan intrakranial dalam abtas
normal sehingga mencegah nyeri
bertambah kuat.

4. Ajarkan klien teknik relaksasi


nafas dalam. Memfokuskan
perhatian klien pada kontrol nafas
sehingga dapat mengurangi fokus
perhatian pada nyeri sehingga
dapat dirasa berkurang.

5. Ajarkan klien kompres dingin


untuk menurunkan skala nyeri.

6. Ajarkan range of motion


(ROM) diberikan untuk mengatasi
gangguan fungsi gerak, mencegah
komplikasi, mengurangi nyeri,
edema, dan melatih aktivitas
operasi.

7. Lakukan pembidaian sementara


pada bagian ekstremitas yang
tampak mengalami deformitas,
memar curiga CF dan nyeri
apabila dilakukan
perabaan/palpasi. Pembidaian
meminimalkan pergerakan pada
daerah ekstremitas tersebut
sehingga meminimalkan rasa
nyeri yang muncul.

8. Lakukan tindakan hacthing


pada jaringan kulit yang robek.
Meminimalkan resiko bertambah
lebarnya robeka kulit akibat
pergerakan sehingga
meminimalkan respon nyeri.

E:
9. Anjurkan klien untuk
melakukan pemeriksaan rontgen
daerah kepala dan bagian tubuh
lain yang tampak mengalami
deformitas, curiga memar CF,
atau teraba nyeri. Hasil rontgen
menunjukkan kondisi tulang/
bagian dalam tubuh klien apabila
dicurigai terdapat close fracture
tambahan selain yang nampak
saat melakukan inspeksi, sehingga
dapat diintervensi lebih lanjut
untuk meminimalkan nyeri yang
dirasakan klien.

C:
10. Kolaborasi pemberian obat
analgetik i.v. Analgesik per i.v.
memberikan respon anti-nyeri
yang lebih cepat.

F. Implementasi Keperawatan
Tanggal: 2 Maret 2021
Diagnosa Keperawatan :
Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas
jaringan tulang (fraktur) akibat kecelakaan lalu lintas yang ditandai dengan klien
mengatakan merasa nyeri pada bagian kepala depan dan lengan kanan, terdapat luka
robekan di pelipis kiri ± 3 cm dan pada jarikelingking kanan ± 4 cm dengan kedalaman ±
0,5 cm, VAS nyeri 4 (Skala 1–10).

Waktu Tindakan dan Respon Klien


10.00 Klien dipindahkan dari mobil pick-up ke brankart pasien.
Pemindahan klien ke brankar dibantu pengantar.

Memberikan Inform Consent kepada keluarga klien/pengantar


10.00 untuk ditanda tangani mengenai persetujuan tindakan yang
dilakukan terhadap klien. Sebagaipernyataan tertulis persetujuan
keluarga/pengantar klien terhadap tindakan yang akan dilakukan
terhadap klien.

10.00 Melepas pakaian klien secara keseluruhan untuk memudahkan


dalam melakukan pemeriksaan fisikter hadap luka, memar, jejas,
dan deformitas. Kliendiam saja dan tampak meringis kesakitan,
namunpakaian berhasil dibuka seluruhnya dan diganti dengan
pakaian dan selimut pasien untuk menutupi tubuh klien.

10.00 Menanyakan nama dan alamat klien dengan nada agak keras, serta
meminta klien untuk melihat bagaimana kesadaran dan GCS klien.
Klien berespon dengan menyebut nama dan alamat dengan pelan,
dan mencoba mengangkat tangan kiri. GCS 14 (E3-V5-M6)
kesadaran compos mentis.

10.00 Membersihkan tubuh klien dengan kompres/membasuh luka


sekitar dari darah dan kotoran/ debu. Klien kooperatif dan tampak
meringis kesakitansaat dibersihkan.

10.05 Melakukan teknik hatching pada bagian pelipis kiri dan jari
kelingking kanan klien diawali dengan pemberian injeksi lidocaine
2 mg untuk anestesi local daerah yang akan dilakukan hacthing.
Klien kooperatif saat dilakukan hatching. perdarahan 5 cc.

10.05 Melakukan pemasangan infus dengan cairan D5 ½NS dan


pemasangan O2 nasal 3l pm untuk pemenuhan kebutuhan
fisiologis klien serta penggantian cairan tubuh yang keluar lewat
perdarahan.
10.05
Melakukan pemasangan DK (Douwer Kateter/FoleyKateter)
ukuran 16 fr untuk memfasilitasi klien dalam eliminasi urine
karena klien tirah baring dan tidak dianjurkan bergerak untuk
meminimalkan nyeri. Klien kooperatif.
10.10
Menganjurkan klien untuk jangan terlalu banyak bergerak dengan
tujuan meminimalkan nyeri. Klien menyetujui dengan menjawab
“ya” dengan pelan.
10.15
Mengobservasi TTV klien.R/Tekanan darah 130/80mmHg, Nadi
84 x/menit, RR 20 x/menit, Suhu: 36oC.
10.25
Memasukkan obat ranitidin dan ketorolac 10 mgperi.v. catheter
(bolus). Klien muntah bercampur isi lambung, air, dan darah,
cairan berwarna merah ±400cc ditampung di wadah.
10.30
Memasukkan obat Tetagam 250 iu (1 ml) per i.m. Klien kooperatif
dan tidak tampak gelisah.
11.00
Memasukkan obat injeksi antibiotik Ceftriaxone 2 gr(10 ml) per
i.v. bolus sebagai antibiotik profilaksis karena tubuh klien terdapat
luka robek, untuk meminimalkan terjadinya infeksi. Klien
12.30 kooperatif.

Klien dibawa ke ruang rontgen untuk foto skull dan manus (D).
Hasil foto skull: COR, foto manus (D)AP-Lateral: Susp. CF
12.40 Manus (D).

Klien dilakukan pembidaian pada bagian telapak tangan kanan


hingga jari keseluruhan untuk meminimalkan pergerakan dan
nyeri. Klien maundan kooperatif saat dilakukan tindakan.

G. Evaluasi Keperawatan

Diagnosa
Waktu Evaluasi
Keperawatan
Gangguan rasa 13.00 WIB S : Klien mengatakan nyeri yang
nyaman: Nyeri dirasakan telah berkurang.
berhubungan dengan O : Klien tampak tenang namun
terputusnya kontinuitas sesekali meringis kesakitan dengan
jaringan tulang VAS 2 (skala 1-10). - Hasil
(fraktur) akibat pengukuran TTV: Suhu 36OC, Nadi:
kecelakaan lalu lintas 84x/menit, Tekanan darah: 130/80
yang ditandai dengan mmHg, dan RR 20x/menit. - Klien
klien mengatakan tidak gelisah dan tampak tenang.
merasa nyeri pada A : Masalah teratasi.
bagian kepala depan P : Hentikan intervensi.
dan lengan kanan,
terdapat luka robekan
di pelipis kiri ± 3 cm
dan pada jari
kelingking kanan ± 4
cm dengan kedalaman
± 0,5 cm, VAS nyeri 4
(Skala 1).