Anda di halaman 1dari 2

Nama Kelompok 7 :

Ajar Ihsya’ Faizah 190412630106


Asmaul Wulan Dari 190412630149
Avita Aviolla 190412630075
Chamilia Erdiana 190412630135
Cindi Puspita Sari 190412630141
Destia Sita Ramadhani 190412630019

TUGAS DISKUSI KELOMPOK

1. Mengapa bagi pihak pemberi pinjaman seperti perbankan membutuhkan data-data keuangan
suatu perusahaan yang akurat. Dan apa pengaruh data-data tersebut dalam proses pengambilan
keputusan pemberian kredit khususnya.

2. Serta bagaimana jika data-data tersebut mengandung unsur kecurangan apa tindakan pihak
bank dalam melihat kondisi kecurangan yang disengaja tersebut.

3. Berikan contoh jika suatu pemalsuan data-data keuangan yang mampu memberikan kerugian
kepada pihak komisaris suatu perusahaan. Dan apakah pemalsuan data-data tersebut menurut
anda bisa digolongkan dalam kategori fraud (contoh kasus)

JAWABAN

1. Data-data keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh pihak peminjam karena data
keuangan ini memberikan informasi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan dan dari
data tersebut pihak peminjam dapat melihat bagaimana debitur bisa menyelesaikan
pinjamannya dengan baik atau tidak. Dan berpengaruh terhadap besar kecilnya pinjaman
yang akan diberikan oleh kreditur atau juga kreditur bisa menolaknya.

2. Jika terdapat unsur kecurangan maka demi keamanan menejemen perusahaan tersebut
dimasa depan, maka seseorang yang telah melakukan kecurangan dengan disengaja harus
di pecat (PHK) dari perusahaan. Pihak bank juga akan memberikan sanksi berupa
pembatalan pemberian pinjaman atau melakukan blacklist terhadap perusahaan yang
memalsukan data tersebut. Dan perusahaan juga bisa di tindak pidana dikarenakan
memalsukan data.

3. Contoh pemalsuan data keuangan yang memberikan kerugian pada pihak perusahaan :
a. Manipulasi, falsifikasi, dan alterasi catatan-catatan akuntansi atau dokumen pendukung
yang menjadi dasar pembuatan laporan keuangan.
b. Salah penyajian (misrepresentations) atau penghapusan (omissions) yang sengaja atas
transaksi-transaksi dan informasi penting lainnya.
c. Salah penerapan (misapplication) prinsip - prinsip akuntansi terhadap jumlah,
klasifikasi, cara penyajian, dan pengungkapan yang disengaja.
Pemalsuan data tersebut tergolong dalam fraud, Fraud (kecurangan) merupakan penipuan
yang disengaja dilakukan yang menimbulkan kerugian tanpa disadari oleh pihak yang
dirugikan tersebut dan memberikan keuntungan bagi pelaku kecurangan. Kecurangan
umumnya terjadi karena adanya tekanan untuk melakukan penyelewengan atau dorongan
untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dan adanya pembenaran (diterima secara
umum) terhadap tindakan tersebut. Fraud (kecurangan) itu sendiri secara umum
merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam
dan atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau
kelompoknya yang secara langsung merugikan pihak lain. Orang awam seringkali
mengasumsikan secara sempit bahwa fraud sebagai tindak pidana atau perbuatan korupsi.
Contoh kasus -Akuntan perusahaan Z memalsukan data-data tentang penerimaan kas
serta jumlah aset perusahaan sehingga laporan yang dibuat tidak benar adanya atau tidak
sesuai dengan kenyataan yang ada hal ini dilakukan oleh akuntan dan pihak manajemen
perusahaan untuk meminjam sejumlah uang di Bank, pada kenyataannya perusahaan
sedang dalam masalah dan dekat dengan kebangkrutan dan jika tidak diberi suntikan
dana, perusahaan benar-benar akan bangkut, untuk mengatasi hal tersebut maka akuntan
membuat laporan keuangan palsu agar bisa meminjam uang di Bank, akan tetapi setelah
beberapa waktu berjalan ternyata kondisi perusahaan sudah tidak dapat dikendalikan, dan
berakhir dengan kebangkrutan. Komisaris selaku pengawas yang bertanggung jawab
kepada rapat umum pemegang saham tidak mengetahui hal ini, para pemilik saham
meminta pertanggung jawaban kepada komisaris tentang apa yang terjadi di perusahaan,
hal ini tentu merugikan komisaris karena komisaris hanya melakukan pengawasan
terhadap pengurusan Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat
berkenaan dengan kebijakan Direksi dalam menjalankan Perusahaan. dan laporan
keuangan palsu ini merupakan tindakan fraud karena tidak sesuai dengan kondisi
perusahaan yang sebenarnya. belum lagi tuntutan dari pihak bank yang telah ditipu
dengan laporan keuangan palsu.