LAPORAN PENDAHULUAN
INTRANATAL CARE
PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN
MTERNITAS SEMESTER IV
T.A. 2021/2022
OLEH:
NAMA : ANNYSYAH
NIM : P032114401089
Preceptor Clinic Preceptor Academic
( ) ( )
PRODID-IIIKEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES
KEMENKES RIAU TA 2022/2023
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat rahmat-Nyalah
tulisan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan naskah yang berjudul “Laporan
Pendahuluan Bayi Baru Lahir” kami menyadari bahwa tulisan ini tidak luput dari kekurangan
kekurangan ataupun kesalahan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan yang kami miliki. Oleh karena itu, semua kritik dan saran pembaca akan kami
terima dengan senang hati demi perbaikan naskah penulisan lebih lanjut. Tulisan ini dapat penuh
selesaikan berkat adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sudah
sepantasnyalah pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua
pihak, terutama rekan kami sekalian dan dosen yang telah memberikan masukan demi
kelancaran dan kelengkapan naskah tulisan ini. Akhimya, semoga tulisan yang jauh dari
sempuma ini ada manfaatnya.
Bukittinggi, 05 Februari 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
A. Konsep Medik
1. Defnisi .............................................................................................................1
2. Anatomi dan Fisiologi.....................................................................................1
3. Etiologi.............................................................................................................2
4. Patofisiologi ....................................................................................................3
5. Patoflowdiagram ............................................................................................4
6. Manifestasi klinik............................................................................................5
7. Komplikasi.......................................................................................................6
8. Pemeriksaan diagnose....................................................................................6
9. Penatalaksanaan ............................................................................................7
B. Konsep Asuhan Keperawatan..............................................................................7
1. Pengkajian ......................................................................................................7
2. Diagnosa Keperawatan..................................................................................11
3. Intervensi.........................................................................................................11
Daftar Pustaka..............................................................................................................15
iii
A. Konsep Medik
1. Definisi
Menurut Mitayani (2013) Intranatal merupakan suatu proses terjadinya pengeluaran
bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta
dan selaput janin dari tubuh ibu. Menurut WHO (2015) persalinan atau kelahiran dapat
dikatakan normal apabila usia kehamilan cukup bulan (37 - 40 minggu), persalinan
terjadi secara spontan, presentasi belakang kepala, berlangsung tidak lebih dari 18 jam,
tidak ada komplikasi pada ibu maupun janin.
Persalinan atau partus adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar
dari uterus ibu. Persalinan di anggap normal apabila prosesnya tejadi pada usia
kehamilan cukup bulan tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai (inpartu)
sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan
menipis dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu dikatakan belum
inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks (Damayanti, dkk,
2015).
Berdasarkan definisi menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa persalinan
normal merupakan suatu proses pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban dari
uterus ibu tanpa adanya komplikasi atau penyulit bagi ibu dan bayi yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37 – 40 minggu).
2. Anatomi dan Fisiologi
1. Perubahan Servik: Mendekati persalinan serviks semakin matang. Konsistensi
servik menjadi seperti pudding dan terjadi sedikit penipisan.
2. Ketuban pecah Dini: Pada kondisi normal, ketuban pecah pada akhir kala satu
persalinan. KPD dialami oleh 80% wanita hamil dan mengalami persalinan spontan
dalam 24 jam.
3. Persalinan Palsu: Persalinan palsu tediri dari kontraksi uterus yang sangat nyeri,
yang memberi pengaruh signifikan terhadap serviks. Kontraksi pada persalinan
1
palsu sebenarnya terjadi karena kontraksi Braxton Hicks yang tidak nyeri, yang
telah terjadi sejak 6 minggu kehamilan.
4. Bloody show: Plak lendir disekresi serviks sebagai hasil proliferasi kelenjar lendir
serviks pada awal kehamilan. Plak ini menjadi sawar pelindung dan penutup jalan
lahir selama kehamilan. Plak lender inilah yang dinamakan blody show.
5. Lonjakan energi: Wanita hamil mengalami lonjakan energi 24 sampai 48 jam
sebelum terjadinya persalinan. Ia akan merasa bersemangat, setelah beberapa
minggu dan hari merasa letih secara fisik dan kelelahan akibat kehamilan.
6. Gangguan saluran cerna: Ketika tidak ada penjelasan yang tepat untuk diare,
kesulitan mencerna, mual muntah, diduga hal-hal tersebut merupakan gejala
menjelang persalinan walaupun belum ada penjelasan untuk hal ini (Nugroho,
2011)
3. Etiologi
Sebab terjadinya persalinan sampai kini masih merupakan teori – teori yang
kompleks, faktor – faktor humoral, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi
uterus, pengaruh syaraf dan nutrisi di sebut sebagai faktor-faktor yang mengakibatkan
persalinan mulai. Menurut Manuaba (2009) mulai dan berlangsungnya persalinan,
antara lain:
1. Teori penurunan hormon
Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira–kira 1–2
minggu sebelum partus dimulai. Progesterone bekerja sebagai penenang bagi otot–
otot uterus dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his
bila kadar progesterone turun.
2. Teori plasenta menjadi tua
Villi korialis mengalami perubahan–perubahan, sehingga kadar estrogen dan
progesterone menurun yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan
menimbulkan kontraksi rahim.
3. Teori berkurangnya nutrisi pada janin
Jika nutrisi pada janin berkurang maka hasil konsepsi akan segera di keluarkan.
4. Teori distensi rahim
2
Keadaan uterus yang terus menerus membesar dan menjadi tegang
mengakibatkan iskemia otot-otot uterus.
5. Teori iritasi mekanik
Tekanan pada ganglio servikale dari pleksus frankenhauser yang terletak di
belakang serviks. Bila ganglion ini tertekan, kontraksi uterus akan timbul.
6. Induksi partus (induction of labour)
Partus dapat di timbulkan dengan jalan:
a. Gagang laminaria: beberapa laminaria di masukkan dalam kanalis servikalis
dengan tujuan merangsang pleksus frankenhauser.
b. Amniotomi: pemecahan ketuban.
c. Oksitosin drips: pemberian oksitosin menurut tetesan infus.
4. Patofisiologi
Proses terjadinya persalinan karena adanya kontraksi uterus yang dapat
menyebabkan nyeri.hal ini dipengaruhi oleh adanya keregangan otot rahim, penurunan
progesteron, peningkatan oxytoksin, peningkatan prostaglandin, dan tekanan kepala
bayi. Dengan adanya kontraksi maka terjadi pemendekan SAR dan penipisan SBR.
Penipisan SBR menyebabkan pembukaan servik.
Penurunan kepala bayi yang terdiri dari beberapa tahap antara lain enggament,
descent, fleksi, fleksi maksimal, rotasi internal, ekstensi, ekspulsi kepala janin, rotasi
eksterna. Semakin menurunnya kepala bayi menimbulkan rasa mengejan sehingga
terjadi ekspulsi. Ekspulsi dapat menyebabkan terjadinya robekan jalan lahir akibatnya
akan terasa nyeri. Setelah bayi lahir kontraksi rahim akan berhenti 5-10 menit,
kemudian akan berkontraksi lagi. Kontraksi akan mengurangi area plasenta, rahim
bertambah kecil, dinding menebal yang menyebabkan plasenta terlepas secara bertahap.
Dari berbagai implantasi plasenta antara lain mengeluarkan lochea, lochea dan robekan
jalan lahir sebagai tempat invasi bakteri secara asending yang dapat menyebabkan
terjadi risiko tinggi infeksi. Dengan pelepasan plasenta maka produksi estrogen dan
progesteron akan mengalami penurunan, sehingga hormon prolaktin aktif dan produksi
laktasi dimulai. Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu:
1. Kala I: waktu pembukaan serviks samapi menjadi pembukaan lengkap 10 cm.
3
2. Kala II: dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir
3. Kala III: dari bayi lahir sampai keluarnya plasenta
4. Kala IV: keluarnya plasenta sampai 2 jam post Partum (Nugroho, 2011).
5. Patoflowdiagram
Kehamilan (37 – 42 mg)
Tanda inpartus
Proses persalinan
Kala I Kala II Kala III Kala IV
Esterogen &
progesteron Kepala bayi turun Kontraksi Kontraksi uterus jelek
Oksitosin Rasa ingin mengejan Rahim kecil, tebal Atonia uteri
Ketegangan otot Ekspulsi Plasenta lepas Robek jalan lahir
rahim
Resiko Perdarahan
Nyeri
Nyeri Risiko Risiko
Nyeri Persalinan
Persalinan Devisit Volume Perdarahan Infeksi
Persalinan
cairan
4
6. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala peringatan akan meningkatnya kesiagaan seorang wanita mendekati
persalinan. Wanita tersebut mungkin mengalami semua, sebagian atau bahkan tidak sama
sekali tanda gejala yang ada dibawah:
1. Lightening: Ligtening yang mulai dirasakan kira –kira dua minggu sebelum persalinan,
adalah penurunan bagian presentasi bayi kedalam pelvis minor. Pada presentasi sevalik,
kepala bayi biasanya engaged setelah lightening. Saat itu, sesak nafas yang dirasakan
oleh ibu opada trimester 3 berkurang, karena kondisi ini akan menciptakan ruang baru
abdomen atas untuk ekspansi paru. Sebaliknya ibu akan merasa menjadi sering
berkemih, perasaan tidak nyaman akibat tekanan panggul yang menyeluruh, kram pada
tungkai, dan peningkatan statis pada vena.
2. Perubahan Servik: Mendekati persalinan serviks semakin matang. Konsistensi servik
menjadi seperti pudding dan terjadi sedikit penipisan.
3. Ketuban pecah Dini: Pada kondisi normal, ketuban pecah pada akhir kala satu
persalinan. KPD dialami oleh 80% wanita hamil dan mengalami persalinan spontan
dalam 24 jam.
4. Persalinan Palsu: Persalinan palsu tediri dari kontraksi uterus yang sangat nyeri, yang
memberi pengaruh signifikan terhadap serviks. Kontraksi pada persalinan palsu
sebenarnya terjadi karena kontraksi Braxton Hicks yang tidak nyeri, yang telah terjadi
sejak 6 minggu kehamilan.
5. Bloody show: Plak lendir disekresi serviks sebagai hasil proliferasi kelenjar lendir
serviks pada awal kehamilan. Plak ini menjadi sawar pelindung dan penutup jalan lahir
selama kehamilan. Plak lender inilah yang dinamakan blody show.
6. Lonjakan energi: Wanita hamil mengalami lonjakan energi 24 sampai 48 jam sebelum
terjadinya persalinan. Ia akan merasa bersemangat, setelah beberapa minggu dan hari
merasa letih secara fisik dan kelelahan akibat kehamilan.
7. Gangguan saluran cerna: Ketika tidak ada penjelasan yang tepat untuk diare, kesulitan
mencerna, mual muntah, diduga hal-hal tersebut merupakan gejala menjelang persalinan
walaupun belum ada penjelasan untuk hal ini (Nugroho, 2011)
5
7. Komplikasi
1. kelainan tenaga/his (power)
a. persalinan hiprtonik
b. persalinan hipotonik
c. partus lama
d. persalinan presipitatus
e. persalinan preterm
f. ketuban pecah dini (KPD)
g. rupture uterus
2. kelainan janin (passanger)
a. distress janin
b. ukuran terlalu besar
c. hidrosefalus
d. kehamilan ganda
e. malposisi dan malpresentasi
f. presentasi sungsang
g. kematian janin intra uterin
3. kelainan jalan lahir
a. kontraktur pada tulang pelvis
b. tumor
8. Pemeriksaan Diagnosa
1. Pemeriksaan Laboratorium
a. Pemeriksaan urine protein (Albumin)
b. Untuk mengetahui adanya risiko pada keadaan preeklamsi maupun adanya
gangguan pada ginjal dilakukan pada trimester II dan III.
c. Pemeriksaan urin gula
d. Pemeriksaan darah
2. Ultrasonografi (USG): Alat yang menggunakan gelombang ultrasound untuk
mendapatkan gambaran dari janin, plasenta dan uterus.
6
3. Stetoskop Monokuler: Mendengar denyut jantung janin, daerah yang paling jelas
terdengar DJJ, daerah tersebut disebut fungtum maksimum.
4. Memakai alat Kardiotokografi (KTG): Kardiotokografi adalah gelombang ultrasound
untuk mendeteksi frekuensi jantung janin dan tokodynomometer untuk mendeteksi
kontraksi uterus kemudian keduanya direkam pada kertas yang sama sehingga terlihat
gambaran keadaan jantung janin dan kontraksi uterus pada saat yang sama (Nugroho,
2011).
9. Penatalaksanaan
1. Kala I
a. Mengukur TTV
b. Auskultasi DJJ
c. Memperhatikan kontraksi uterus, dilatasi uterus, penurunan presentasi terendah dan
kemajuan persalinan serta perineum
2. Kala II
Mengajari ibu untuk mengejan
3. Kala III
a. Pengawasan terhadap perdarahan
b. Memperhatikan tanda plasenta lepas
4. Kala IV
a. Pemeriksaan fisik, observasi TTV dan KU
b. Kontraksi rahim
c. Letakkan bayi yang telah dibersihkan disebelah ibu
B. Konsep Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
1. Identitas Pasien: Nama , jenis kelamin, suku/budaya, agama, tingkat pendidikan, dll.
2. Riwayat Obstetri
a. Riwayat kehamlan,persalinan dan nifas yang lalu
7
b. Riwayat kehamilan sekarang, meliputi: keadaan waktu hamil keluhan yang di
rasakan selama hamil, imunisasi dan pemeriksaan selama, kehamilan (ANC),
hamil ke berapa
c. Riwayat Ginekologi
1) Riwayat menstruasi:1.Menarche 2.Siklus haid 3.Lama haid 4.banyak haid
5.dismenorhoe.. 6. HPHT 7. HPL
2) Riwayat pernikahan :1.Usia pernikahan suami-istri 2.Pernikahan
- Riwayat KB:1.Apakah klien mengikuti program KB/tidak, Jenis KB yang di
gunakan
d. Riwayat Kesehatan Keluarga: Apakah dalam keluarga terdapat penyakit
keturunan,ataupun penyakit menular.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Penampilan atau keadaan umum
b. Tingkat kesadaran:umumnya sadar penuh
c. Tanda-tanda vital
d. Kepala: warna rambut, kebersihan, keluhan nyeri atau tidak, lesi ada atau tidak,
edema ada atau tidak
e. Mata: fungsi penglihatan, tanda-tanda anemis ada atau tidak, warna kornea,
sklera ikterik atau tidak
f. Hidung: fungsi penciuman, adanya nyeri tekan ada atau tidak, kesimetrisan,
kebersihan, kesimetrisan, kebersihan
4. Pengkajian
1. Kala I
a. Memeriksa tanda-tanda vital.
b. Mengkaji kontraksi tekanan uterus dilatasi serviks dan penurunan
karakteristitik yang mengambarkan kontraksi uterus: frekuensi, internal,
intensitas, durasi, tonus.
c. Penipisan serviks, evasemen mendahului dilatasi serviks pada kehamilan
pertama dan sering diikuti pembukaan dalam kehamilan berikutnya.
d. Pembukaan serviks adalah sebagian besar tanda-tanda yang menentukan
bahwa kekuatan kontraksi uterus yang efektif dan kemajuan persalinan.
8
e. Palpasi abdomen (Leopold) untuk memberikan informasi jumlah fetus,
letrak janin, penurunan janin.
f. Pemeriksaan Vagina: membran, serviks, foetus, station.
g. Tes diagnostik dan laboratorium: Specimen urin, tes darah, ruptur
membran, cairan amnion (warna, karakter dan jumlah).
2. Kala II
a. Tanda yang menyertai kala II: Keringat terlihat tiba-tiba diatas bibir,
adanya mual, bertambahnya perdarahan, gerakan ekstremitas, pembukaan
serviks, his lebih kuat dan sering, ibu merasakan tekanan pada rektum,
merasa ingin BAB, ketuban +/-, perineum menonjol, anus dan vulva
membuka, gelisah mengatakan saya ingin BA, pada waktu his kepala janin
tampak di vulva.
b. Melakukan monitoring terhadap: His (frekuensi, kekuatan, jarak,
intensitas), keadaan janin (penurunan janin melalui vagina), kandung
kemih penuh/tidak, nadi dan tekanan darah.
c. Durasi kala II → kemajuan pada kala II : Primigravida berlangsung 45– 60
menit , multipara berlangsung 15 – 30 menit.
3. Kala III
a. Pelepasan plasenta ditandai oleh tanda-tanda berikut:
1) Adanya kontraksi vunds yang kuat
2) Perubahan pada bentuk uterus dari bentuk lonjong ke bentuk bulat
pipih sehingga plasenta bergerak kebagian bawah
3) Keluarnya darah hitam dari introuterus
4) Terjadinya perpanjangan taliu pusat sebagai akibat plasenta akan
keluar.
5) Penuhnya vagina (plasenta diketahui pada pemeriksaan vagina atau
rektal , atau membran poetus terlihat pada introitus).
b. Status Fisik mental
Perubahan secara Psikologi setelah melahirkan akan dijumpai, curah
jantung meningkat dengan cepat pada saat sirkulasi maternal ke plasenta
9
berhenti.didapatkan melalui pemeriksaan: Suhu, nadi, dan pernafasan,
pemeriksaan terhadap perdarahan (warna darah dan jumlah darah)
c. Tanda-tanda masalah potensial: Saat praktisi keperawatan primer
mengeluarkan plasenta perawat mengobservasi tanda-tanda dari ibu,
perubahan tingkat kesadaran atau perubahan pernafasan
4. Kala IV
a. Tanda tanada vital: Vital sign dapat memberikan data dasar untuk diagnosa
potensial,komplikasi seperti perdarahan dan hipertermia. Pada kala IV
observasi vital sign sangat penting untuk mengetahui perubahan setelah
melahirkan seperti : pulse biasanya stabil sebelum bersalin selama 1 jam
pertama dan mengalami perubahan setelah terjadi persalinan yaitu dari
cardiovaskuler.
b. Kandung kemih: Dengan observasi dan palpasi kandung kemih. Jika
kandung kemih menengang akan mencapai ketinggian suprapubik dan
redup pada perkusi. Kateterisasi mungkin diperlukan mencegah
peregangan kandung kemih dan retensi kandung kencing jika klien tidak
bisa kencing.
c. Lochea: Jumlah dan jenis lochea dikaji melalui observasi perineum ibu dan
kain dibawah bokong ibu. Jumlah dan ukuran gumpalan darah jika dilihat
dicatat hasil dan bekuannya.
d. Perinium: Perawat menanyakan kepada ibu atau menganjurkan untuk
mengiring dan melenturkan kembali otot otot panggul atas dan dengan
perlahan-lahan mengangkat bokong untuk melihat perineum.
e. Temperatur: Temperatur ibu diukur saat satu jam pertama dan sesuaikan
dengan keadaan temperatur ruangan. Temperatur biasanya dalam batas
normal selama rentang waktu satu jam pertama,kenaikan pada periode ini
mungkin berhubungan dengan dehidrasi atau kelelahan.
f. Kenyamanan: Kenyamannan ibu dikaji dan jenis analgetik yang didapatkan
selama persalinan akan berpengaruh terhadap persepsi
ketidaknyamanannya.
10
g. Tanda-tanda potensial masalah: Karena pendarahan dapat menyebabkan
potensial masalah komplikasi,perawat harus waspada adanya potensial
komplikasi (Nurarif, 2015).
2. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri melahirkan b.d adanya His d.d ekspresi wajah meringis
2. Risiko perdarahan d.d adanya atonia uteri
3. Risiko infeksi d.d robeknya jalan lahir
4. Intervensi
Diagnosa Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi
Nyeri melahirkan b.d SLKI : Manajemen nyeri :
adanya His d.d ekspresi setelah dilakukan intervensi O :
wajah meringis keperawatan selama..x24 jam -identifikasi PQRST
maka diharapkan keluhan -identifikasi skala nyeri
nyeri berkurang dengan k.h : -identifikasi respon nyeri non
-keluhan nyeri menurun verbal
-meringis menurun -identifikasi faktor yang
-perineum terasa tertekan memperberat dan meperringan
menurun nyeri
-identifikasi pengaruh budaya
terhadap respon nyeri.
-identifikasi pengruh nyeri pada
kualitas hidup
-Monitorefek samping penggunaan
analgetik.
T:
-berikan teknik nonfarmakologi
untuk mengurangi rasa nyeri (mis:
terapi music, biofeedback, terapi
11
pijat,aromaterapi dll)
-kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis : suhu
ruangan, pencahayaan, kebisingan).
-fasilitasi istirahat dan tidur
- pertimbangan jenis dan sumber
nyeri dalam pemilihan strategi
meredakan nyeri
E:
-jelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
-jelaskan strategi meredakan nyeri
-anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
-anjurkan menggunakan analgetik
secara tepat
-ajarkan teknik nonfarmakologi
untuk mengurangi rasa nyeri.
K:
-kolaborasi pemberian analgetik,
jika perlu
Risiko perdarahan d.d setelah dilakukan intervensi Observasi
adanya atonia uteri keperawatan selama ..x24jam -Monitor tanda dan gejala
kehilangan darah baik perdarahan
internal maupun eksternal -Monitor nilai
menurun dengan k.h : hematokrit/hemoglobin sebelum
-kelembapan membrane dan setelah kehilangan darah
mukosa menurun -Monitor tanda-tanda vital
-kembapan kulit menurun ortostatik
12
-perdarahan vagina menurun -Monitor koagulasi (mis:
prothrombin time (PT), partial
thromboplastin time (PTT),
fibrinogen, degradasi fibrin
dan/atau platelet)
Terapeutik
-batasi tindakan invasive, jika perlu
-pertahankan bedrest selama
perdarahan
Edukasi
-Jelaskan tanda dan gejala
perdarahan
-Anjurkan meningkatkan asupan
cairan untuk menghindari
konstipasi
-Anjurkan menghindari aspirin atau
antikoagulan
-Anjurkan meningkatkan asupan
makanan dan vitamin K
-Anjurkan segera melapor jika
terjadi perdarahan
Kolaborasi
-Kolaborasi pemberian produk
darah, jika perlu
Kolaborasi pemberian pelunak
tinja, jika perlu
Risiko infeksi d.d adanya SLKI : O:
robekan jalan lahir Setelah dilakukan asuhan -pemantauan tanda vital
keperawatan selama 3 x 2 jam -kaji tanda-tanda infeksi
diharapkan resiko infeksi -monitor tanda gejala infeksi
dapat berkurang. Dengan E:
13
kriteria hasil sebagai berikut : Mencuci tangan sebelum dan
1. Mengenali tanda dan sesudah setiap melakukan kegiatan
Gejala yang mengindikasikan perawatan pasein
risiko dalam penyebaran -mengajarkan pasien dank eluarga
infeksi bagaimana menghindari infeksi
2. Mengetahui cara
mengurangi penularan infeksi
3. Mengetahui aktivitas yang
dapat meningkatkan infeksi
14
DAFTAR PUSTAKA
Bullechek, G. 2013. Nursing Intervention Classification (NIC) 6th Edition. Missouri: Elseiver
Mosby.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Profil Kesehatan Indonesia 2007. Jakarta: Depkes RI Jakarta.
Herdmand, T & Kamitsuru, S. 2014. NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions &
Classification 2015-2017 10nd ed. Oxford: Wiley Blackwell.
Moorhead, S. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC) Measurement of Health Outcomes
5th Edition. Missouri: Elsevier Saunder.
15