Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUANA KELAPA SAWIT

DI SUSUN OLEH

RAHMAT ADITYA MASA

92011407133012

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SINTUWU MAROSO
POSO
2022
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahiim Alhamndulillahirrabbil Alamin


Segala puji bagi Allah swt Tuhan Semesta Alam. Itulah pujian yang saya
panjatkan atas kehadirat Maha besar-Nya Allah swt karena atas limpahan rahmat,
karunia dan inayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“budidaya tanaman kelapa sawit” Dengan renda hati saya mengucapkan terimah
kasih kepada ibu Endang Sri Dewi dan pak Abdul Rahim Saleh Selaku dosen
pengampuh, dalam rangka memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah
“Budidaya Tanaman Perkebunan”. Saya menyadari penulisan makalah ini masih
begitu banyak kekurangan dan kelemahan maka dari itu saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari teman-teman mahasiswa,
dosen dan pembaca sekalian.

Poso,26 juni 2022

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………..1

1. Latar Belakang……………………………………………………………………1

2. Rumusan Masalah………………………………………………………………..1

3. Tujuan Penulis…………………………………………………………………….1

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………1

1. Pengertian Kelapa Sawit………………………………………………………...2

2. Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa Sawit………………………………………2

a. Iklim…………………………………………………………………………3

b. Tanah………………………………………………………………………..3

3. Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit…………………………………….4

A. Pembibitan………………………………………………………………..4

B. Persiapan Lahan…………………………………………………………5

C. Pengolahan Tanah………………………………………………………6

D. Pembuatan Jalan, Parit, dan Teras…………………………………...6

E. Penanaman……………………………………………………………….7

F. Hama dan Penyakit………………………………………………………8

G. Panen………………………………………………………………………9

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………..10

1. Kesimpulan ………………………………………………………………………10

2. Saran……………………………………………………………………………….10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………11
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Tanaman kelapa sawit memiliki nama latin (Elaeis guineensis Jacq) saat
ini merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting
disektor pertanian umumnya, dan sektor perkebunan khususnya, hal ini disebabkan
karena dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak atau lemak, kelapa
sawit yang menghasilkan nilai ekonomi terbesar per hektarnya di dunia (Balai
Informasi Pertanian, 1990). Melihat pentingnya tanaman kelapa sawit dewasa ini
dan masa yang akan datang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan penduduk
dunia akan minyak sawit, maka perlu dipikirkan usaha peningkatan kualitas dan
kuantitas produksi kelapasawit secara tepat agar sasaran yang diinginkan dapat
tercapai. Salah satu diantaranya adalah pengendalian hama dan penyakit.
(Sastrosayono 2003).

2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah teknologi budidaya


tanaman kelapa sawit ini yaitu :
 Bagaimana syarat tumbuh tanaman kelapa sawit
 Bagaimana teknik budidaya tanaman kelapa sawit
3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah teknologi budidaya tanaman

kelapa sawit ini yaitu :

 Untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman kelapa sawit

 Untuk mengetahui teknik budidaya tanaman kelapa sawit


Bab 2
Pembahasan
1. Pegertian Kelapa Sawit
Tanaman Kelapa sawit berakar serabut yang terdiri atas akar primer,
skunder, tertier dan kuartier. Akar-akar primer pada umumnya tumbuh ke bawah,
sedangkan akar skunder, tertier dan kuartier arah tumbuhnya mendatar dan ke bawah.
Akar kuartier berfungsi menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah. Akar-akar
kelapa sawit banyak berkembang di lapisan tanah atas sampai kedalaman sekitar 1
meter dan semakin ke bawah semakin sedikit (Setyamidjaja, 2006).

Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang.


Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang
yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Titik tumbuh batang kelapa
sawit terletak di pucuk batang, terbenam di dalam tajuk daun. Di batang terdapat
pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat kukuh (Sunarko, 2008). Pertumbuhan
awal daun berikutnya akan membentuk sudut. Daun pupus yang tumbuh keluar masih
melekat dengan daun lainnya. Arah pertumbuhan daun pupus tegak lurus ke atas dan
berwarna kuning. Anak daun (leaf let) pada daun normal berjumlah 80-120 lembar
(Setyamidjaja, 2006).

Tanaman kelapa sawit berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai
mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong
memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan
penyerbukan bersilang (cross pollination). Artinya bunga betina dari pohon yang satu
dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaan angin dan atau
serangga penyerbuk (Sunarko, 2008).

Tandan buah tumbuh di ketiak daun. Semakin tua umur kelapa sawit,
pertumbuhan daunnya semakin sedikit, sehingga buah terbentuk semakin menurun. Hal
ini disebabkan semakin tua umur tanaman, ukuran buah kelapa sawit akan semakin
besar. Kadar minyak yang dihasilkannya pun akan semakin tinggi. Berat tandan buah
kelapa sawit bervariasi, dari beberapa ons hingga 30 kg (Setyamidjaja, 2006)

2. Syarat Tumbuh
Sebagai tanaman yang dibudidayakan, tanaman kelapa sawit memerlukan
kondisi lingkungan yang baik atau cocok, agar mampu tumbuh subur dan dapat
berproduksi secara maksimal. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
kelapa sawit antara lain keadaan iklim dan tanah. Selain itu, faktor yang juga dapat
mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit adalah faktor genetis, perlakuan budidaya,
dan penerapan teknologi.

a. Iklim

 Penyinaran matahari

Lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit adalah 7-5 jam per
hari.pertumbuhan kelapa sawit di Sumatera Utara terkanal baik karena berkat iklim
yang sesuai yaitu lama penyinaran matahari yang tinggi dan curah hujan yang cukup.
Umumnya turun pada sore atau malam hari.

 Suhu

Suhu merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan hasil kelapa sawit. Suhu
rata-rata tahunan daerah-daerah pertanaman kelapa sawit berada antara 25-27 0C,
yang menghasilkan banyak tandan. Variasi suhu yang baik jangan terlalu tinggi.
Semakin besar variasi suhu semakin rendah hasil yang diperoleh. Suhu, dingin dapat
membuat tandan bunga mengalami merata sepanjang tahun.

 Curah hujan dan kelembaban Tanaman

kelapa sawit dapat tumbuh dengan di daerah tropik, dataran rendah yang panas,
dan lembab. Curah hujan yang baik adalah 2.500-3.000 mm per tahun yang turun
merata sepanjang tahun. Daerah pertanaman yang ideal untuk bertanam kelapa
sawit adalah dataran rendah yakni antara 200-400 meter di atas permukaan laut.
Pada ketinggian tempat lebih 500 meter di atas permukaan laut, pertumbuhan kelapa
sawit ini akan terhambat dan produksinya pun akan rendah .
b. Tanah

Pertumbuhan dan produksi kelapa sawit dalam banyak hal bergantung


pada karakter lingkungan fisik tempat pertanaman kelapa sawit itu dibudidayakan.
Jenis tanah yang baik untuk bertanam kelapa sawit adalah tanah latosol, podsolik
merah kuning, hidromorf kelabu, aluvial, dan organosol/gambut tipis. Kesesuaian
tanah untuk bercocok tanam kelapa sawit ditentukan oleh dua hal, yaitu sifat-sifat
fisis dan kimia tanah.

3. Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

A. Pembibitan

bibit yang baik dan berkualitas seperti tersebut di atas, diperlukan


pedoman kerja yang dapat menjadi acuan, sekaligus kontrol selama
pelaksanaan di lapang. Untuk itu berikut ini disampaikan tahapan pembibitan,
mulai dari persiapan, pembibitan awal dan pembibitan utama.

a. Pemilihan Lokal
Penentuan lokasi pembibitan perlu memperhatikan beberapa persyaratan
sebagai berikut:
 Lokasi Pembibitan mempunyai jalan yang mudah dijangkau dan
mempunyai kondisi baik.
 Areal harus jauh dari sumber hama dan penyakit, serta mempunyai
sanitasi yang baik.
 Dekat dengan tenaga kerja lapangan sehingga memudahkan dalam
pengawasan.

 Dekat dengan tempat pengambilan media tanam untuk pembibitan.


Drainase baik, sehingga pada musim hujan tidak tergenang air.

 Dekat dengan sumber air dan air tersedia cukup untuk penyiraman,
dengan kualitas yang memenuhi syarat.
 Areal diusahakan mempunyai topografi datar dan berada di
tengahtengah Kebun.

 Areal pembibitan harus terletak sedekat mungkin dengan daerah yang


direncanakan untuk ditanami dengan memperhitungkan biaya
pengangkutan bibit

b. Media Tanam
Tanam Media tanam yang digunakan seharusnya adalah tanah yang
berkualitas baik, misalnya tanah bagian atas (top soil) pada ketebalan 10-20
cm. Tanah yang digunakan harus memiliki struktur yang baik, gembur, serta
bebas kontaminasi (hama dan penyakit, pelarut, residu dan bahan kimia).
Bila tanah yang akan digunakan kurang gembur dapat dicampur pasir
dengan perbandingan pasir : tanah = 3 : 1 (kadar pasir tidak melebihi 60%).
Sebelum dimasukkan ke dalam polybag, campuran tanah dan pasir diayak
dengan ayakan kasar berdiameter 2 cm. Proses pengayakan bertujuan untuk
membebaskan media tanam dari sisa-sisa kayu, batuan kecil dan material
lainnya.

c. Pemeliharaan (pada pembibitan)

Bibit yang yang telah ditanam di prenursery atau nursery perlu


dipelihara dengan baik agar pertumbuhannya sehat dan subur, sehingga
bibit akan dapat dipindahkan ke lapang sesuai dengan umur dan saat tanam
yang tepat. Pemeliharaan bibit meliputi :

 Penyiraman

 Penyiangan

 Pengawasan dan seleksi

B. Persiapan Lahan

Lahan Pembukaan lahan merupakan salah satu tahapan kegiatan


dalam budidaya Kelapa Sawit yang sudah ditentukan jadwalnya berdasarkan
tahapan pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan jenis lahannya (areal)
hutan, areal alang-alang, areal gambut. Supaya areal tersebut dapat
ditanami Kelapa sawit maka areal tersebut harus bersih dari vegetasi atau
semak belukar yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan
tanaman pokok. Sedangkan untuk memudahkan dalam pengelolaan
tanaman Kelapa sawit dibutuhkan suatu perencanaan tata ruang kebun yang
direncanakan pada saat pembukaan lahan dan sebelum penanaman Kelapa
sawit (Setyamidjaja, 2003).
Pembukaan Lahan, Dilakukan dengan cara membuat jalan rintisan
untuk pengukuran, membuat petak- petak hektaran(blok),menebang pohon
berdiameter lebih dari 3 inch menggunakan chainsaw. Batang pohon yang
sudah di tebang, dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil dan di tumpuk
agar lebih mudah kering. Untuk rencana peremajaan, semua dahan dan
ranting dari pohon yang sudah di tebang di potong sepanjang 5 meter lalu di
tumpuk menurut barisan yang teratur. Tanggul atau sisa pohon bekas
penebangan liar yang letaknya bertepatan dengan lubang tanaman harus di
bongkar.

C. Pengolahan tanah
Pengolah tanah dilak ukan dengan cara membersihkan lahan dari gulma
menggunakan traktor dengan dua rotasi yang berurutan berupa pembajakan
dan penggarukan, arahnya tegak lurus atau paling tidak sedikit menyilang.
Sementara itu, interval antara rotasi minimum dilakukan dalam dua minggu.

D. Pembuatan Jalan, Parit, dan Teras


Pembuatan Jalan dilakukan dengan cara mengorek, menimbun,
mengeraskan bagian lapangan, membuat bentang, dan membuat parit di
sebelah kiri-kanan jalan. Jalan utama dan jalan produksi dibuat dengan
bulldozer dan atau grader. Jalan sepanjang 1 km dibuat dalam waktu 40-80
jam kerja dengan pemakaian bahan bakar 80 liter/jam kerja. Selanjutnya,
jalan di padatkan dengan menggunakan alat pemadat (bomag). Pekerjaan ini
umumnya dilakukan pada akhir musim hujan. Pembuatan parit dikerjakan
dengan menggali tanah sesuai ukuran dasar. Tanah galiannya di buang ke
tempat tertentu.Saluran air di daerah berbukit berupa saluran kebun dan
saluran utama yang menyalurkan air ke saluran drainase alam (sungai).
Saluran kebun di buat setiap 16 baris tanaman kelapa sawit dan di buat
menurut kontur lahan. Saluran utama di buat dengan lebar bagian atas 150
cm, lebar bagian bawah 80 cm. saluran kebun di buat dengan lebar bagian
atas 90 cm, lebar bagian bawah 60 cm, dan kedalaman 60 cm. Teras
individu di buat menggunakan mal berbentuk tapak kuda dengan muka teras
menhadap kearah lereng bukit. Ukuran teras 3 m x 3 m, jarak antara ajir
tanaman dan tepi muka teras selebar 1,25 m.

E. Penanaman

Penentuan.Pola,Tanaman
Pola tanam menggunakan sistem monokultur. Tanaman penutup tanah
(legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting
karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah,
mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan
pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-
kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

Pembuatan.Lubang,Tanam

Pembuatan lubang dilakukan secara mekanis. Lubang tanam disiapkan


2 – 4 minggu sebelum tanam, sebaiknya paling lambat 4 minggu. Ukuran
lobang berkisar antara 60 dan 90 cm dengan kedalaman 60 cm, tergantung
kondisi tanah. Jika tanah gembur dan subur, cukup 60 x 60 x 60 cm, tetapi
kalau tanahnya lebih padat atau berliat dan kurang subur, sebaiknya ukuran
lobang lebih besar.Jarak tanam yang direkondasikan adalah 9x9x9 m sistem
persegi panjang. Penggalian lubang dilakukan pada titik ajir sedemikian rupa
sehingga ajir berada tepat di tengah lubang tanam. Buat tanda batas
penggalian dengan tongkat berukuran tadi sebelum ajir dicabut untuk
penggalian lubang. Setelah lubang selesai, ajir harus dikembalikan pada
posisi tepat di tengah lubang. Tanah galian dipilah dua yaitu lapisan atas (top
soil) dan lapisan bawah (sub soil) serta meletakkannya terpisah pada sisi
lubang yang berbeda (kiri – kanan atau utara – selatan) dalam arah yang
konsisten.

Cara penanaman
Penanaman pada awal musim hujan yaitu bulan Oktober dan bulan
November, setelah hujan turun dengan teratur. Sehari sebelum tanam, siram
bibit pada polibag. Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke
dalam lubang. Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam
pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera
ditimbun dengan galian tanah atas. Siramkan POC NASA secara merata
dengan dosis ± 510 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4
tutup/tangki). Lalu gunakan 1 botol SUPER NASA yang diencerkan dalam 2
liter (2000 ml) air. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi
untuk penyiraman setiap pohon.

F. Hama dan Penyakit

a. Hama

 Hama Tungau
Hama Tungau Penyebabnya tungau merah (Oligonychus). Bagian
diserang adalah daun. Gejala terlihat pada daun menjadi mengkilap
dan berwarna bronz. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara
Semprot Pestisida atau Natural BVR.

 Penyakit

 Root Blast
Penyebab dari penyakit ini yaitu (Rhizoctonia lamellifera) dan
(Phythium Sp). Bagian diserang akar. Gejala dapat dilihat dari
bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan
mati, terjadi pembusukan akar. Pengendalian dengan cara
pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim
kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan (Zaman,
2006).

 Garis Kuning
Penyebab dari penyakit ini yaitu (Fusarium oxysporum). Bagian
diserang daun. Gejala terdapat bulatan oval berwarna kuning
pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering.
Pengendalian dengan cara inokulasi penyakit pada bibit dan
tanaman muda.

 Dry Basal Rot


Penyebab penyakit ini yaitu (Ceratocyctis paradoxa). Bagian
diserang batang. Gejala terdapat pada pelepah mudah patah,
daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering.
Pengendalian dengan menanam bibit yang telah diinokulasi
penyakit.

G. Panen

Dalam budidaya kelapa sawit panen merupakan salah satu kegiatan


penting dan merupakan saat-saat yang ditunggu oleh pemilik kebun, karena
saat panen adalah indikator akan dimulainya pengembalian inventasi yang
telah ditanamkan dalam budidaya. Melalui pemanenan yang dikelola dengan
baik akan diperoleh produksi yang tinggi dengan mutu yang baik dan
tanaman mampu bertahan dalam umur yang panjang. Berbeda dengan
tanaman semusim, pemanenan kelapa sawit hanya akan mengambil bagian
yang paling bernilai ekonomi tinggi yaitu tandan buah yang menghasilkan
minyak kelapa sawit dan inti kelapa sawit dan tetap membiarkan tanaman
berproduksi secara terus menerus sampi batas usia ekonomisnya habis.
Secara umum batas usia ekonomis kelapa sawit berkisar 25 tahun.
Kelapa sawit mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan
setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan,
sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan
buah matang panen.
9Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh
dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah
yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa kelapa sawit adalah
tanaman penghasil minyak nabati yang dapat menjadi andalan dimasa depan
karena berbagai kegunaannya bagi kebutuhan manusia. Kelapa sawit termasuk
tanaman daerah tropis yang umumnya dapat tumbuh di daerah antara 120º
Lintang Utara 120º Lintang Selatan. Curah hujan optimal yang dikehendaki
antara 2.0002.500 mm per tahun dengan pembagian yang merata sepanjang
tahun. Lama penyinaran matahari yang optimum antara 5-7 jam per hari dan
suhu optimum berkisar 240-380C.
Tanaman kelapa sawit mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5
bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan,
sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah
matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang
lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10
buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. Tanaman dengan
umur kurang dari 10 tahun, jumlah brondolan kuran lebih 10 butir dan tanaman
dengan umur lebih 10 tahun, jumlah brondolan sekitar 15-20 butir. Tanaman
kelapa sawit akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang dapat dipanen
pada saat tanaman berumur 3 atau 4 tahun.

2. Saran
Melihat pentingnya tanaman kelapa sawit dewasa ini dan masa yang akan
datang seiring dengan meningkatnya kebutuhan penduduk dunia akan minyak
sawit, maka perlu dipikirkan teknologi produksi sebagai usaha peningkatan
kualitas dan kuantitas produksi kelapa sawit.
DAFTAR PUSTAKA

Setyamidjaja dan Djoehana. 1991. Budidaya Kelapa sawit. Kanisius. Yogyakarta

Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Perangin-angin, S.A. 2006. Pengendalian Gulma di Kebun Kelapa Sawit (Elaeis

guinensis Jacq.) Kawan Batu Estate, PT. Teguh Sempurna, Minamas Plantation,

Kalimantan Tengah. Zaman, F.F.S.B. 2006. Manajemen Pengendalian Hama dan

penyakit pada Tanaman Belum Mengahasilkan di Perkebunan Kelapa Sawit

(Elaeis guinensis Jacq.) Sumatera barat. Sastrosayono, S., 2003. Budidaya Kelapa

Sawit. Agromedia Pustaka, Jakarta. Setyamidjaja, D. 2006. Budidaya Kelapa

Sawit. Kanisius. Yogyakarta. 62 Hal.

Sunarko, 2008. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit.

Agromedia Pustaka, Jakarta.

Anonim. 2012. Makalah teknik budidaya kelapa sawit. http://www.blogspot.com .

(Diakses, 25 Nopember 2015)

Sulesman. 2014. Makalah budidaya tanaman kelapa sawit.

http://.blogspot.co.id/.html (diakses, 25 Nopember 2015)

Anda mungkin juga menyukai