Anda di halaman 1dari 2

uji hidrolisis gelatin oleh bakteri Gelatin adalah suatu zat yng meleleh pada atau di atas 28oC,

sehingga harus dibudidayakan di suhu 25oC (suhu kamar) Hidrolisis gelatin terjadi karena bakteri menghasilkan gelatinase untuk menghidrolisis polimer protein, gelatin, untuk asam amino. Setelah melakukan percobaan maka kita akan mengetahui bakteri apa saja yang bisa menghidrolisis gelatin, mari kita pelajari bersama - Hidrolisis gelatin : protein yang diproduksi oleh hidrolisis parsial dari kolagen diekstrak dari tulang, jaringan ikat, organ dan beberapa usus hewan peliharaan seperti sapi, babi, dan kuda. (Wikipedia) - Kolagen memiliki komposisi asam amino yang tidak biasa yang membuatnya tahan terhadap protease dan dengan demikian organisme dapat mengeluarkan protease yang menghidrolisis kasein( tidak menunjukkan aktivitas gelatinase.) - Media gelatin digunakan untuk menguji apakah bakteri dapat mencerna protein gelatin. Untuk mencerna gelatin, bakteri memerlukan enzim gelatinase. Untuk menyuntik media ini, gunakan jarum transfer untuk menusuk gelatin. - Tabung harus benar-benar dingin sebelum pengamatan.Jika media padat setelah pendinginan berarti bakteri tidak mencerna gelatin. Jika media cair bahkan setelah pendinginan, maka hasil tes positif berarti bakteri mampu mencerna gelatin. - Gelatin protein merupakan polimer besar asam amino yang terlalu besar untuk masuk ke dalam membrane sel. Dalam rangka memanfaatkan gelatin, exoenzim proteolitik bakteri mensekresi gelatinase dan peptidase untuk mencerna gelatin luar sel. - Beberapa spesies bakteri yang mengeluarkan gelatinase : Staphylococcus aureus, beberapa spesies Clostridium, Propinobacterium acnes, beberapa anggota Enterobacteriaceae, beberapa Pseudomonadaceae dan anggota Bacillus , Serratia , Proteus. http://chaterinaryan.blogspot.com/2011/05/uji-hidrolisis-gelatin-oleh-bakteri.html

Uji hidrolisis pati

Uji positif ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar daerah pertumbuhan bakteri dan tidak terjadi perubahan warna media setelah penambahan larutan iod. Hal ini menunjukkan amilum/pati telah terhidrolisis menjadi sakarida yang lebih sederhana, seperti maltosa dan glukosa Pati glukosa + maltosa
Larutan iod tidak berwarna

Karbohidrat (reaksi hidrolisis suatu polisakarida dengan bantuan e polisakarida dengan bantuan reagen yang spesifik unt

Uji negatif ditandai dengan terbentuknya warna hitam atau kebiru-biruan disekitar daerah pertumbuhan bakteri setelah penambahan larutan iod, yang menunjukkan keberadaan amilum/pati yang belum terhidrolisis.

[DOC] Implementasi syair79.files.wordpress.com/2009/07/implementasi.docx