Anda di halaman 1dari 15

INKOMPIBILTAS ABO

JUNAEDI
JAZILATUN NIMAH
DEFINISI
Inkompatibilitas ABO merupakan faktor yang paling sering menyebabkan HDN seiring dengan
menurunnya insiden penyakit hemolitik yang diakibatkan oleh Rh0(D). Dari lima kelahiran, satu
diantaranya mengalami inkompatibilitas ABO antara ibu dan bayinya (Kennedy et al, 1999).
Inkompatibilitas ABO antara ibu dan janin biasanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada
inkompatibilitas Rh (Nelson, 2007).
Inkompatibilitas ABO adalah ketidak sesuaian golongan darah antara ibu dan bayi. Inkompatibilitas ABO
dapat meyebabkan reaksi isoimun berupa hemolisis yang terjadi apabila antibodi anti-A dan anti-B pada
ibu dengan golongan darah O, A, atau B dapat melewati plasenta dan mensensitisasi sel darah merah
dengan antigen A, B, atau AB pada janin (Al-Swaf, 2009).
Inkompabilitas ABO
Hemolisis akibat inkompabilitas ABO disebakan oleh adanya antibody anti A dan anti B yang masuk ke
dalam sirkulasi fetus dan bereaksi dengan antigen A atau B pada permukaan sel darah merah.
(Dasar dasar pediatri ed 3 ,By David Hull & Derek I. Johnston)


PERBEDAAN DENGAN INKOMPATIBILITAS RH
ABO sering dijumpai pada bayi lahir pertama
Penyakitnya hampir selalu ringan dari pada isoimunasi Rh
Sebagian besar isoantibodi A dan B adalah imunoglobulin M.
ABO bisa mempengaruhi kehamilan mendatang tapi tidak seperti Rh CDE,jarang menjadi parah
( Obstetri Williams panduan ringkas,Knneth J leveno DKK. Edisi 21 EGC.2009)
ABRAHAM M. RUDOLPH. BUKU AJAR PEDIATRI RUDOLPH. ED. 20. JAKARTA:EGC; 2007
EPIDEMIOLOGI
Inkompatibilitas ABO menurut stastitik kira-kira 2-% seluruh kehamilan terlihat dalam ketidakselarasan
golongan darah ABO dari 75% dari jumlah ini terdiri dari ibu golongan darah O dan janin golongan darah
A atau B. Mayoritas inkompatibilitas ABO 40% diderita oleh anak pertama, dan anak-anak berikutnya
makin lama makin baik keadaannya. Lebih sering terjadi pada bayi golongan B daripada A dan lebih
sering pada bayi kulit hitam daripada bayi kulit putih dengan golongan A atau B
Mayoritas inkompatibilitas ABO diderita oleh anak pertama (40% menurut Mollison), dan anak-anak
berikutnya makin lama makin baik keadaannya. Gambaran klinis penyakit hemolitik pada bayi baru lahir
berasal dari inkompabilitas ABO sering ditemukan pada keadaan dimana ibu mempunyai tipe darah O,
karena tipe darah grup masing-masing menghasilkan anti A dan anti B yang termasuk kelas IgG yang
dapat melewati plasenta untuk berikatan dengan eritrosit janin.

ETIOLOGI
Inkompabilitas ABO disebabkan golongan darah ibu O yang secara alami
mempunyai antibodi anti-A dan anti-B pada sirkulasinya. Jika janin memiliki
golongan darah A atau B, eritroblastosis dapat terjadi karena IgG melewati
plasenta.

PATOFISIOLOGI
Penyakit ini diakibatkan antibodi anti-A dan anti-B serta komponen lainnya dari ibu masuk ke peredaran
darah janin melewati plasenta. Biasanya, kasus ini terjadi pada janin dengan golongan darah A atau B
dari ibu yang bergolongan darah 22 O, karena pada ibu yang bergolongan darah O mempunyai antibodi
dari kelas IgG, sedangkan ibu dengan golongan darah A atau B juga mempunyai anti-B (pada golongan
darah A) dan anti-A (pada golongan darah B) yang sebagian besar didominasi dari kelas IgM
(Christensen, 2000). Karena mampu menembus plasenta, antibodi IgG dapat melekat secara imunologis
ke eritrosit janin. Sel sel ini sekarang dilapisi oleh antibodi (mengalami opsonisasi) sehingga dapat
disingkirkan oleh sistem retikuloendotel janin, tempat sel sel tersebut dihancurkan. Karenanya terjadi
hemolisis ekstravaskuler (Sacher, 2004).
GEJALA
Ikterus biasanya muncul pada 24 jam pertama
Anemia ringan /tdk ada
Tidak pucat
Hb terkadang normal /bisa juga rendah sebesar 8 mg/Dl
Retikulosit naik sampai 30 %
Peningkatan jumlah eritrosit yang berinti
Sferositosis (naik sampai 40%)


TEST
The health care provider will perform a physical exam. Blood tests will usually show:

Bilirubin level is high
Complete blood count (CBC) shows damage to red blood cells or anemia
The patient's and donor's blood are not compatible

Urine tests show the presence of hemoglobin due to breakdown of red blood cells.
(Goodnough L. Transfusion medicine. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil
Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 180.)
TREATMEN
WHEN TO CONTACT A MEDICAL PROFESSIONAL

Call your health care provider if you have recently had a blood transfusion or
transplant and you have symptoms of ABO incompatibility.
(Goodnough L. Transfusion medicine. In: Goldman L, Schafer AI, eds.
Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders;
2011:chap 180.)
PREVENTIVE
Careful testing of donor and patient blood types before transfusion or
transplant can prevent this problem.
(Goodnough L. Transfusion medicine. In: Goldman L, Schafer AI, eds.
Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders;
2011:chap 180.)
KOMPLIKASI
anemia
Ikterus
Kerusakan otak

DD
Breast milk jaundice
Breast feeding jaundice
Kelainan eritrosit kongenital

Pedoman klinis pediatri
M.William Schwart
PROGNOSIS
Hiperbilirubinemia baru akan berpengaruh buruk apabila bilirubin
indirek telah melalui sawar darah otak maka sebaiknya pada
semua penderita hiperbilirubinemia dilakukan pemeriksaan berkala,
baik dalam hal pertumbuhan fisis dan motorik, ataupun
perkembangan mental serta ketajaman pendengarannya