Anda di halaman 1dari 23

GANGGUAN

AFEKTIF
DEPRESI

RENATA NURUL S 20090310094

DEFINISI

Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia


yang berkaitan dengan alam perasaaan yang sedih dan gejala
penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu
makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan dan rasa putus asa
dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri.

Menurut WHO, depresi merupakan gangguan mental yang


ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood,
kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah,
gangguan tidur atau nafsu makan, kehilangan energi, dan
penurunan konsentrasi (World Health Organization, 2010).

EPIDEMIOLOGI

Tahun 2020 penyakit depresi diperkirakan akan mejadi ranking


kedua sebagai penyebab disabilitas.

Perempuan sangat beresiko mengalami depresi pada usia muda


hingga 50 tahun.

Perempuan lebih cenderung 1,7 sampai 2,7 kali lebih besar


dibanding pria untuk mengalami depresi.

Diperkirakan 8-18% pasien depresi memiliki satu keluarga dekat


yang memiliki sejarah depresi.

ETIOLOGI
Faktor biologis
Pada
penelitian
akhir-akhir
ini,
monoamine
neurotransmitter
seperti
norephinefrin,
dopamin,
serotonin, dan histamin merupakan teori utama yang
menyebabkan gangguan mood (Kaplan, et al, 2010).
Biogenic

amines
a. Norephinefrin
b. Serotonin
c. Dopamin

Faktor psikososial yang mempengaruhi depresi meliputi:

peristiwa kehidupan dan stressor lingkungan,

kepribadian,

psikodinamika,

kegagalan yang berulang,

teori kognitif dan dukungan social

Faktor genetik
Penelitian genetik dan keluarga menunjukkan bahwa angka resiko di
antara anggota keluarga tingkat pertama dari individu yang menderita
depresi berat (unipolar) diperkirakan 2 sampai 3 kali dibandingkan
dengan populasi umum

FAKTOR RESIKO

Jenis kelamin
Wanita mempunyai resiko lebih banyak dua kali dibanding pria

Umur
Depresi mayor umumnya berkembang pada masa dewasa muda,
dengan usia rata-rata onsetnya adalah pertengahan 20 thn.

Status Pernikahan (perceraian/perpisahan)


Gangguan depresif sering terjadi pada orang tanpa hubungan
antarpersonal yang dekat atau pada orang yang mengalami
perceraian atau perpisahan

DIAGNOSIS
1.

Episode Depresif Ringan


( a ) Sekurang-kurangnya dua gejala depresif yang khas
(gejala A) :

Perasaan depresif
Kehilangan minat dan kesenangan
Mudah menjadi lelah

( b) Sekurang-kurangnya dua dari gejala B :

Konsentrasi dan perhatian berkurang


Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
Rasa bersalah dan tak berguna
Masa depan suram dan pesimis
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri/bunuh diri
Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang

(c) Telah berlangsung paling sedikit dua minggu


(d) Tidak boleh ada gejala yang berat
(e) Masih dapat meneruskan pekerjaan dan kegiatan
sosial.
2. Episode Depresif Sedang
(a) Paling sedikit dua dari gejala A
(b) Paling sedikit tiga dari gejala B
(c) Paling sedikit dua minggu
(d) Mengalami kesulitan dalam pekerjaan dan
kegiatan sosial

. Episode Depresif Berat Tanpa Gejala


Psikotik
(a) Tiga dari gejala A
(b) Paling sedikit empat dari gejala B dan
intensitas berat.
(c) Paling sedikit telah berlangsung dua minggu
atau gejala amat berat dan onset sangat
cepat.
(d) Tidak mungkin melakukan pekerjaan dan
kegiatan sosial.

4. Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik


Sama seperti kriteria diatas disertai dengan
waham, halusinasi, atau stupor depresif.

5. Episode Depresif Lainnya


6. Episode Depresif YTT

GANGGUAN DEPRESIF
BERULANG
Merupakan episode berulang dari depresi, dan episode sebelum belum
pernah mengalami episode manik (tapi hipomanik yang singkat boleh)
Rata-rata lamanya penyakit 6 bulan, wanita dua kali lebih sering dari pria.

1.

Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini


Ringan
(a) Memenuhi kriteria episode depresif berulang
dan saat ini memenuhi kriteria episode
depresif ringan.
(b) Sekurang-kurangnya dua episode masingmasing minimal 2 minggu, dengan selang
waktu beberapa bulan.

2.

Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini


Sedang
(a) Memenuhi kriteria episode depresif berulang dan
saat ini memenuhi kriteria episode depresif
sedang.
(b) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing
minimal 2 minggu, dengan selang waktu beberapa
bulan.

3. Gangguan

Depresif Berulang, Episode Kini Berat


tanpa Gejala Psikotik
a. Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini
memenuhi kriteria episode depresif berat tanpa
gejala psiktik.
b. Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing
minimal 2 minggu, dengan selang waktu beberapa
bulan.

4.

Gangguan Depresif Berulang, Episode Kini Berat


dengan Gejala Psikotik.
(a) Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini
memenuhi kriteria depresif berat dengan gejala
psikotik.
(b) Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing
minimal 2 minggu, dengan selang waktu beberapa
bulan.

5. Gangguan Depresif Berulang, Kini dalam Remisi


(a) Kriteria depresif berulang terpenuhi dan saat ini
tidak memenuhi kriteria depresif apapun.
(b). Sekurang-kurangnya dua episode masing-masing
minimal 2 minggu, dengan selang waktu beberapa
bulan.
6. Gangguan Depresif Berulang Lainnya
7. Gangguan Depresif Berulang YTT

FARMAKOLOGI
1. Tricyclic Antidepressants
Mencegah reuptake dari norephinefrin dan serotonin
di sinaps atau dengan cara megubah reseptorreseptor dari neurotransmitter norephinefrin dan
serotonin.
Tricyclic

antidepressants yang sering digunakan


adalah imipramine, amitryiptilene, dan desipramine
(Reus V.I., 2004).

2. Monoamine Oxidase
Inhibitors
Obat lini kedua dalam mengobati gangguan depresi mayor
adalah Monoamine Oxidase Inhibitors.

MAO Inhibitors menigkatkan ketersediaan neurotransmitter


dengan cara menghambat aksi dari Monoamine Oxidase,
seperti kadar ephineprin, norephineprin dan 5HT dalam otak
(Greene, 2005).

Indikasi untuk depresi dengan gejala hipersomnia, hiperfagia,


ansietas dan tidak adanya gejala vegetatif.
Contohnya Moclobemide

3. Selective Serotonine Reuptake


Inhibitors and Related Drugs
Obat

ini mempunyai struktur yang hampir sama


dengan Tricyclic Antidepressants, tetapi SSRI
mempunyai efek yang lebih langsung dalam
mempengaruhi kadar serotonin. Pertama SSRI lebih
cepat
mengobati
gangguan
depresi
mayor
dibandingkan dengan obat lainnya.

Contoh obatnya Sertraline, Paroxetine, Fluvoxamine,


Fluoxetine, Citalopram.

No

Golongan

Obat

Sediaan

Dosis Anjuran

1.

Trisiklik (TCA)

Amitriptilin

Tablet 25mg

75-150mg/hari

Imipramin

Tablet 25mg

75-150mg/hari

Sentalin

Tablet 50mg

50-150mg/hari

Fluvoamin

Tablet 50mg

50-150mg/hari

Fluoxetin

Kapsul 20mg,
kaplet 20mg

20-40mg/hari

Paroxetin

Tablet 20mg

20-10mg/hari

Moclobemide

Tab 150mg

300-600mg/hari

2.

3.

SSRI

MAOI

4. Terapi Elektrokonvulsan
ECT

bekerja dengan aktivitas listrik yang akan


dialirkan pada otak. Elektroda-elektroda metal akan
ditempelkan pada bagian kepala, dan diberikan
tegangan sekitar 70 sampai 130 volt dan dialirkan
pada otak sekitarsatu setengah menit.

ECT

paling sering digunakan pada pasien dengan


gangguan depresi yang tidak dapat sembuh dengan
obat-obatan, dan ECT ini mengobati gangguan
depresi sekitar 50%-60% individu yang mengalami
gangguan depresi.

PSIKOTERAPI
Terapi
Kognitif

Terapi aktif, langsung, dan time limited yang berfokus pada


penanganan struktur mental seorang pasien (C. Daley, 2001).
Tujuan meringankan episode depresif dan mencegah
kekambuhan dengan membantu pasien mengidentifikasi
kognisi negatif dan mengembangkan cara berfikir alternatif,
felksibel, positif

Terapi
Perilaku

Terapi yang digunakan pada pasien dengan gangguan depresi


dengan cara membantu pasien untuk mengubah cara pikir
dalam berinteraksi denga lingkungan sekitar dan orang-orang
sekitar. Terapi perilaku dilakukan dalam jangka waktu yang
singkat, sekitar 12 minggu

Terapi
Interpersonal

Terapi ini berfungsi untuk mengetahui stressor pada pasien


yang mengalami gangguan, dan para terapis dan pasien saling
bekerja sama untuk menangani masalah interpersonal tersebut

Terima kasih