Anda di halaman 1dari 21

Uup Harianto

RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan


Kita
Chronic Limb
Ischemic (CLI) adalah
penyumbatan kronis
di arteri ekstremitas
bawah, yang
menyebabkan
berkurangnya aliran
darah ke perifer.
Nyeri iskemik saat istirahat
Lesi iskemik berupa ulserasi

atau gangren
Nyeri atau mati rasa di kaki
Kulit kering dari kaki atau kaki
Penebalan kuku kaki
Pulsasi pada kaki berkurang

sampai tidak teraba


Usia
Merokok
Diabetes
Kegemukan atau
obesitas
Gaya hidup
Kolesterol Tinggi
Tekanan darah tinggi
Riwayat keluarga
aterosklerosis atau
klaudikasio
Pain

Pollar Paralysis

6P
Pallor Parasthesias

Pulseless
1. Auskultasi: Adanya bruit, atau "mendesing" suara, di
arteri dari kaki dikonfirmasi menggunakan stetoskop.
2. Indeks Ankle-brachial (ABI): Tekanan darah sistolik di
lengan dibagi dengan tekanan sistolik di bagian
pergelangan kaki.
3. Doppler USG: Mengukur arah dan kecepatan aliran
darah melalui pembuluh.
4. CT angiografi
5. Magnetic resonance angiography (MR angiography)
6. Angiografi
Endovascular treatment
Angioplasti
- Cutting balon
- Cold baloon/Cyroplasty
Stent
- Balloon-expanded
- Self-expanding
Laser atherectomy
Directional atherectomy
Surgical treatment
Adalah suatu tindakan
untuk melebarkan
pembuluh darah yang
mengalami penyempitan
(stenosis) dengan
menggunakan kateter,
balloon, serta stent jika
diperlukan.
diameter pembuluh
darah untuk akses
sheath kecil
Adanya kalsifikasi
oklusi
hematoma
1. Persiapan Pasien
a. informed consent
b. Cukur rambut pada area puncture
(lipatan paha/poplitea)
c. Pasien puasa 6-8 jam sebelum tindakan
d. Pastikan pasien sudah mendapatkan obat double antiplatelet
e. Jika pasien memiliki tingkat kecemasan yang
tinggi maka dapat diberi obat penenang (sedative)

2. Persiapan Alat dan Bahan : sama seperti PTCA,


kecuali wire, balloon dan stent disesuaikan dengan
kondisi pembuluh darah.
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Selama Tindakan PTA

1.Guiding kateter dipastikan tepat di area oklusi, balloon


dikembangkan secara perlahan, lihat di monitor apakah ada
tanda-tanda diseksi. Kaji keluhan nyeri pasien saat balloon
dikembangkan.
2.Balloon dikembangkan beberapa kali, 30 60 detik tiap inflate
sampai lesi/sumbatan benar-benar terbuka.
3.Pasien akan merasakan tidak nyaman dan keluhan berkurang
pada saat balloon dikempeskan. Observasi keluhan pasien
(nyeri, panas).
4.Monitor hemodinamik selama tindakan.
5.Balloon dikeluarkan lakukan tindakan angiografi pastikan
adanya flow, jika tidak ada dilatasi lagi dengan balloon. Setiap
kali inject kontras flushing dengan cairan NaCl 0,9% : Heparin
untuk mengurangi keluhan nyeri pasien
6.Guiding cath dan wire dikeluarkan jika flow di area oklusi
sudah optimal. Cek pulsasi di area distal, Blood pressure
(bandingkan pre dan post tindakan), observasi tanda-tanda
diseksi dan pastikan patensi sheath setelah tindakan selesai.
1. Palmaz stent : ballon expandable stent yang
bersifat kokoh dan umumnya digunakan untuk
area penyempitan yang pendek.

2. Wall stent : Self expandable stent dan


digunakan untuk untuk lesi yang panjang dan
memiliki diameter hingga 24
mm. stent ini dapat dipergunakan untuk berbagai
situasi karena bersifat
fleksibel.

3. Bard Luminex Stent : Self expanding


Nitinol Stent
4. Symphony Stent : Self expanding nitinol stent
5. Smart Stent : Self Expanding Nitinol stent
6. Perflex Stent : Long Balloon expandable stent
7. AVE stent : Balloon expandable
8. AVE SE stent : Self expanding nitinol stent
9. Intrastent : Balloon Expandable stent
10. Herculink : Balloon Exapandable stent sangat
lentur dan khusus
digunakan untuk pembuluh darah arteri
ginjal.
11. Dynalink : Self Expanding Nitinol Stent
Post PTA pasien dirawat di intermediate ward.
Observasi perdarahan, pembengkakan,
hemodinamik.
Pencabutan sheath dilakukan setelah 6 jam
pemberian heparin (cek ACT)
Seminggu setelah tindakan hindari aktivitas berat.
Dua minggu setelah tahap pemulihan pasien bisa
beraktivitas olahraga ringan
Untuk tindakan pencegahan semua latihan fisik
harus dikonsultasikan dengan dokter.
Lanjutkan terapi pengobatan terutama obat
antiplatelet
Embolisasi Kaki edema
Ruptur arteri (pembengkakan
Hematoma atau kaki)
Trombosis (bekuan
pseudoaneurysm
di lokasi akses di kaki)
Restenosis
Perdarahan
Cedera saraf
Infeksi Luka
Alergi zat kontras
Gangguan perfusi jaringan perifer
Gangguan rasa nyaman nyeri
Gangguan mobilitas fisik
Resiko Perdarahan
Cemas