Anda di halaman 1dari 22

REFERAT

Osteoartritis Genu
Oleh :
Arif Satria Putra P, S.Ked.
1618012115

Preceptor :
dr Fatah Manovito, Sp. OT

SMF BEDAH
RUMAH SAKIT UMUM JENDRAL A. YANI
METRO
2017
Definisi
Osteoarthritis (OA) ; penyakit sendi degeneratif kronis yang
menyerang struktur kartilago sendi secara perlahan sehingga
menimbulkan dampak berupa gangguan pada tulang, jaringan
lunak, dan cairan synovial disekitarnya (Goodman & Fuller,
2009)

Keyword : degeneratif progresif, ditandai dengan kerusakan


kartilago sendi

OA Genu ; Osteroarthritis yang mengenai persendian lutut


Prevalensi
Menurut WHO, prevalensi penderita OA di dunia tahun 2004
mencapai 151,4 juta jiwa dan 27,4 juta jiwa berada di Asia
Tenggara (Masyhurrosyidi, 2013).
Di Indonesia, pada tahun 2009, penderita OA mencapai 5%
pada usia < 40 tahun, 30% pada usia 40 – 60 tahun, dan 65%
pada usia > 60 tahun.
Untuk OA genu di Indonesia juga cukup tinggi yaitu mencapai
15,5% pada laki – laki dan 12,7% pada perempuan dari
seluruh penderita OA (Soeroso dkk, 2009).
Faktor Risiko
1. Faktor Predisposisi
adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang
mengalami OA lutut, termasuk diantaranya yakni:
a. usia
b. jenis kelamin
c. ras, etnis
d. genetik
e. gaya hidup
2. Faktor Biomekanik
ditinjau dari pembebanan oleh pergerakan tubuh yang
bisa menyebabkan terjadinya OA lutut, termasuk
diantaranya yakni:
a. adanya riwayat trauma lutut
b. kelainan anatomis
c. faktor pekerjaan
d. aktivitas fisik
e. kebiasaan olahraga
f. kelemahan otot
g. laksitas sendi
(Maharani, 2007)
Biomekanik pada OA Genu
1. Sendi lutut di desain untuk mobilitas dan stabilitas.
Menopang tubuh ketika berjalan, fungsional primer dalam
aktivitas yang memerlukan pembebanan seperti
memanjat, duduk, berdiri, melompat, dan lain-lain.
2. Sendi lutut terbentuk oleh Tibiofemoral joint dan
Pattelofemoral joint. Pada tiap-tiap ujung tulang baik dari
Tibiofemoral joint maupun Pattelofemoral joint
permukaannya dilapisi oleh kartilago hyaline yang
berfungsi mengurangi gaya friksi antar kedua permukaan
tulang selama terjadinya gerakan pada sendi (Sudaryanto
& Anshar, 2011).
Biomekanik pada OA Genu
3. Bagian medial pada sendi lutut normal mendapatkan
pembebanan sekitar 70% dari berat badan. Hal ini terjadi
oleh karena lintasan dari vektor ground reaction force
(GRF) pada sendi lutut. Lintasan GRF berjalan melewati
bagian medial dan posterior lutut.
4. Momen yang diciptakan oleh gaya pada sendi lutut ini
dibentuk oleh momen gaya fleksi dan adduksi. Pada
pasien dengan osteoarthritis genu akan terjadi
peningkatan momen aduksi pada lutut (Reeves & Bowling,
2012).
Gambar 1. Lintasan GRF pada lutut normal dan lutut OA
(Reeves & Bowling, 2012)
Biomekanik pada OA Genu
5. Magnitude pada adduksi lutut menghasilkan penyempitan
ruang sendi, melonggarnya kapsul bagian medial,
timbulnya nyeri dan terganggunya aktivitas fungsional.
6. Untuk mengatasi sensasi instabilitas sendi ini otot-otot
yang memperkuat bagian medial mengalami kontraksi
untuk menstabilisasi aspek medial sendi lutut, yang mana
hal ini meningkatkan pembebanan pada bagian medial
dan mempercepat proses degenratif.
Gambar 2. Ruang sendi pada OA dan pada lutut normal
(Lidtke, 2011)
Biomekanik pada OA Genu
7. Penurunan ruang sendi akan meningkatakan gaya reaksi
pada sendi pada bagian medial selama aktivitas berjalan
yang akan meningkatkan gaya friksi pada kedua
permukaan sendi.
8. Gaya friksi tersebut dapat menyebabkan nyeri yang
berdampak pada inhibisi otot dan mempengaruhi aktivitas
fungsional. Friksi pada kartilago akan mengganggu
artrokinematika (slide & roll) pada sendi lutut, sehingga
akan mempengaruhi osteokinematika sendi lutut.
Gambar 3. Pembebanan saat berjalan pada pasien OA lutut
(Neumann, 2009)
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis yang khusus pada Osteoarthritis Genu
meliputi tanda inflamasi pada sendi berupa pembengkakan
dan nyeri sendi, keterbatasan Range of Motion (ROM),
adanya krepitasi, morning stiffness, muscle wasting, hingga
deformitas (American College of Rheumatology, 2012).
Diagnosis

(American College of Rheumatology, 2012)


Klasifikasi
Klasifikasi

(Kellgren, et al., 1957)


Tatalaksana
1. Non-Farmakologi

Direkomendasikan Tidak Direkomendasikan


Bersepeda Latihan keseimbangan
Olahraga air Memakai penyangga lutut

Menurunkan berat badan


(untuk pasien dengan berat
badan berlebih)
Tatalaksana
2. Farmakologi

(American College of Rheumatology, 2012)


Tatalaksana
3. Operatif
Tindakan operasi seperti arthroscopic debridement, joint
debridement, dekompresi tulang, osteotomi, dan artroplasti
merupakan tindakan yang efektif pada penderita dengan OA yang
sudah parah. Tindakan operatif ini dapat menghilangkan nyeri pada
sendi OA, tetapi kadang fungsi sendi tersebut tidak dapat diperbaiki
secara adekuat, sehingga terapi fisik pre dan pasca operatif harus
dipersiapkan dengan baik.
Daftar Pustaka
GOODMAN, C. C., & FULLER, K. S. (2009). Pathology: implications for the physical
therapist. St. Louis, Mo, Saunders/Elsevier.
Maharani, Eka Pratiwi. 2007. FAKTOR-FAKTOR RISIKO OSTEOARTRITIS LUTUT, Tesis,
Program Studi Magister Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas
Diponegoro.
Soeroso J, Isbagio H, Kalim H, Broto R, Pramudiyo R, 2009. Oteoartritis.In Sudoyo
AW,Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam, 5th ed. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam : 2538-
49.
Reginster JY , Ethgen O, Kahler KH, Kong SX, et al. (2002). The effect of health
related quality of life on reported use of health care resources in patients with
osteoarthritis and rheumatoid arthritis: a longitudinal analysis. Journal of
Rheumatology 29(6):1147-55.
Ansar dan Sudaryanto. 2011. Biomekanik Osteokinematika dan Arthokinematika.
Kementrian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Makassar.
Daftar Pustaka
Reeves ND, Bowling FL. Conservative biomechanical strategies for knee
osteoarthritis. Nature Reviews Rheumatology. 2011;7:113–22.
Lidtke R, George J. Anatomy, biomechanics, and surgical approach to synovial folds
within the joints of the foot. J Am Podiatr Med Assoc. 2004;94:519-527
American College of Rheumatology. 2012. Osteoarthritis. Lake Boulevard NE,
Atlanta.