Anda di halaman 1dari 21

Kelompok 2

Ahmad Dista Alkholqi 030.17.003


Alexander 030.17.005
Alfiah Noer Fitriani 030.17.006
Almira Anasa 030.17.007
Ananda Rizki Muhammad 030.17.008
Andika Fauzan Putra 030.17.009
Anindya Citra Prameswari 030.17.010
Anisa Anastasia 030.17.011
Annisa Fitri Cahyarini 030.17.012
Aulia Rana Haerani 030.17.016
Kasus

Judul: Korengku tidak sembuh-sembuh

SKENARIO:

Sejak 8 bulan yang lalu seorang wanita usia 45 tahun merasa kedua kakinya cepat lelah,

nyeri, dan terasa berat. Keluhan ini akan hilang jika kaki ditinggikan. Sejak 4 bulan yang lalu

di daerah pergelangan kaki kanannya tiba-tiba timbul luka (koreng) kecil yang makin lama

makin besar. Pasien sudah berobat ke dokter 2 kali, namun keluhannya tidak berkurang, dan

lukanya tidak sembuh-sembuh.


Klarifikasi Istilah

 Koreng: Protein di dalam darah, seperti fibrin membentuk pelindung di atas luka/goresan
agar tidak terkontaminasi o/ kuman dari luar ketika sedang dalam masa penyembuhan.
Identifikasi Masalah

 Wanita 48 tahun sejak 8 bulan lalu merasa kakinya cepat lelah, nyeri dan sakit.
 Hilang jika kaki ditinggikan.
 4 bulan lalu di daerah pergelangan kaki timbul koreng kecil yang makin lama makin
besar.
 Dua kali ke dokter, keluhan tidak berkurang dan luka tidak sembuh.
Brainstorming
Wanita, 45
Sejak 8 tahun Sejak 4
bulan bulan

Kaki cepat Pergelanga


lelah, nyeri, n kaki
terasa kanan
berat. muncul
Ulkus pada koreng ,
Berobat 2 makin lama
tungkai
kali makjin
Tidak besar.
Klasifikasi
sembuh-
sembuh Etiologi
Faktor
Anamnesis,
Pemeriksaa
Tatalaksana Patofisiologi n Fisik dan
Penunjang
Learning Objective

 Etiologi Ulkus
 Patofisiologi ulkus
 Anamnesis
 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang
 Tatalaksana
Etiologi Ulkus Diabetikum

 Endogen
Genetik metabolik, angiopati diabetik, neuropati diabetik
 Eksogen
Trauma, infeksi, obat-obatan
Patofisiologi Ulkus Varikosum

 3. Inflammatory trap theory


 1. Hipertensi Vena  Berbagai faktor pertumbuhan dan sel-sel inflamasi, yang
terjebak dalam manset fibrin (fibrin cuff) meningkatkan
 Thrombosis vena dalam,insufisiensi perforator,insufisiensi peradangan tidak terkontrol yang parah di jaringan
superficial dan vena dalam,fistula arteriovenosa dan sekitarnya sehingga mencegah regenerasi luka yang tepat.
insufisiensi pompa otot betis bisa menyebabkan
bertambahnya tekanan di vena distal di kaki dan  Leukosit terjebak dalam kapiler, melepaskan enzim proteolitik
akhirnya hipertensi vena. dan metabolit reaktif oksigen, yang menyebabkan kerusakan
endotel. Kapiler yang terluka ini menjadi semakin meningkat
permeabel ke berbagai macromolecules, menonjolkan
deposisi fibrin. Oklusi oleh leukosit juga menyebabkan iskemia
2. Fibrin Cuff Theory lokal meningkatkan hipoksia jaringan dan kerusakan reperfusi.
 Fibrin terlalu banyak disimpan di sekitar capillary beds yang
menyebabkan peningkatan tekanan intravaskular. Ini
menyebabkan pembesaran endotel pori-pori yang
menghasilkan peningkatan deposisi fibrinogen di interstitium.  4. Dysregulation of various cytokines
Fibrin cuff yang mengelilingi kapiler di dermis menurunkan
permeabilitas oksigen 20 kali lipat. Ini  Disregulasi berbagai sitokin pro-inflamasi dan faktor
pertumbuhan seperti nekrosis tumor faktor-α (TNF-α), TGF-
 Penghalang permeabilitas ini menghambat difusi oksigen dan β dan matriks metalloproteinase dapat mengarah ke
nutrisi lainnya, menyebabkan hipoksia jaringan dan kronisitas-an ulkus.
menyebabkan gangguan penyembuhan luka.
Patofisiologi Ulkus Diabetikum

 Karena gangguan aliran darah arteri, misalnya terjadi penyempitan dan


penyumbatan lumen, maka jaringan akan mengalami hipoksia atau ischemia.
Sehingga terjadi perubahan dikulit, perubahan tersebut berupa kulit menjadi
tipis, kering, dan bersisik, sianotik, distrofik akibat daya tahan menurun.
Perubahan selanjutnya dapat terjadi gangguan gangren pada jari yang
pembuluh darahnya tersumbat dan akhirnya akan timbul ulkus.
Anamnesis Ulkus Diabetikum

 Anamnesis aktivitas harian


 Ukuran sepatu yang digunakan
 Pembentukan kalus
 Deformitas kaki
 Keluhan neuropati
 Nyeri tungkai saat beraktivitas
 Riwayat DM pasien
 Kebiasaan (merokok, alkohol)
 Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
 Riwayat ulkus/amputasi
Pemeriksan Fisik dan Penunjang pada Ulkus Varicosum

Pemeriksaan Fisik :
1. Inspeksi : Posisi kaki abduksi ke belakang, adanya telangiektasis, dermatitis statis, oedem, perdarahan,
pelebaran vena berkelok-kelok.
2. Palpasi : Vena melebar di raba ketegangan dan besar pelebaran.
3. Perkusi : Untuk mengetahui keadaan katup vena superfisial.
4. Manuver Perthes : Untuk tahu apakah aliran darah retrograde atau antegrade, fungsi vena profunda.
5. Tes Trendelenburg : Untuk mengetahui derajat insufiensi vena komunikans.

Pemeriksaan Penunjang :
1. USG Doppler : Menunjukkan lokasi katup abnormal secara tepat.
2. Duplex USG : Standar untuk diagnosis sindrom insufisiensi vena.
3. Phlebography : Untuk mengetahui sumbatan vena yang melebar (4 teknik pemeriksaan).
Pemeriksaan fisik

Inspeksi meliputi kulit dan otot


• status kulit seperti warna, turgor kulit, pecahpecah, adanya infeksi dan ulserasi, adanya kalus atau bula, sikap dan postur dari
tungkai kaki, keterbatasan gerak sendi, cara berjalan dan kekuatan kaki.
Pemeriksaan neurologis
• menggunakan monofilamen ditambah dengan tunning fork 128-Hz, pinprick sensation, reflek kaki untuk mengukur getaran,
tekanan dan sensasi.
Pemeriksaan aliran darah
• menggunakan palpasi denyut nadi pada arteri kaki, capillary refiling time, perubahan warna, atropi kulit dan kuku dan
pengukuran ankle brachial index.
Pengukuran alas kaki
• meliputi bentuk alas kaki yang sesuai dan nyaman, tipe sepatu dan ukurannya.
Ankle Brachial Index (ABI)
• sistolik brachial tangan kiri dan kanan kemudian nilai sistolik yang paling tinggi dibandingkan dengan nilai sistolik yang paling
tinggi di tungkai. Nilai normalnya adalah O,9-1,3
• Alat: ultrasonic doppler
Pemeriksaan penunjang

 X-ray, EMG (Electromyographi) dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah


kaki diabetik menjadi infeksi dan menentukan kuman penyebabnya
Tatalaksana

 Tujuan utama dalam penatalaksanaan ulkus diabetes adalah


penutupan luka.
 Penatalaksanaan ulkus diabetes secara garis besar ditentukan oleh
derajat keparahan ulkus, vaskularisasi dan adanya infeksi
1. Debridement
Tindakan debridement ini dilakukan untuk membuang jaringan yang mati serta
membantu mempercepat penyembuhan luka
2. Offloading
Offloading adalah pengurangan tekanan atau beban pada ulkus. Pada saat
seseorang berjalan maka kaki mendapatkan beban yang besar. Pada penderita DM
yang mengalami neuropati permukaan plantar kaki mudah mengalami luka atau luka
menjadi sulit sembuh akibat tekanan beban tubuh. Metode yang digunakan yaitu
mengurangi kecepatan saat berjalan, istirahat (bed rest), kursi roda, dan memakai
alas kaki.
3. Penanganan infeksi
Ulkus diabetes memungkinkan masuknya bakteri, serta menimbulkan infeksi pada
luka. Diagnosis infeksi terutama berdasarkan keadaan klinis seperti eritema, edema,
nyeri, lunak, hangat dan keluarnya nanah dari luka. Pemberian antibiotika bisa
dilakukan walaupun masih sedikit orang yang menggunakan.
4. Perawatan luka
Penggunaan balutan yang efektif dan tepat menjadi bagian yang penting untuk
memastikan penanganan ulkus diabetes yang optimal. Lingkungan sekitar luka
biasanyabersih dan lembab. Keuntungannya yaitu mencegah dehidrasi jaringan dan
kematian sel memungkinkan interaksi antara faktor pertumbuhan dengan sel target.
Keadaan yang lembab dapat meningkatkan kejadian infeksi tidak pernah ditemukan
Tatalaksana Ulkus Varicosum
1.Terapi kompresi
Merupakan standar perawatan untuk ulkus
varicosum daninsufisiensi vena kronik.
Metodenya
a. Inelastis, memberikan tekanan kerja yang
tinggi selama ambulasi dan kontraksi otot,
tapi tidak saat istirahat
b. Elastis, Terapikompresi elastis lebih efektif
daripada terapi kompresi inelastis
c. Intermittent Pneumatic Compression, terdiri
dari pompa yang memberikan udara
untuk ditiup.
2. Leg Elevasi
Penderita berbaring dengan tungkai ditinggikan
sehingga letaknya lebih tinggi dari pada letak
jantung, dengan tujuan mengurangi edema,
meningkatkan pengiriman oksigen, dan
mempercepat penyembuhan ulkus.

3. Dressing (kompres)
Sering digunakan di bawah perban kompresi untuk
mempercepat penyembuhan ulkus. Berbagai
macam dressing yang tersedia, hydrocolloids
(misalnya, Duoderm), busa, hidrogel, dan pasta.

4. Debridement
Pembersihan jaringan nekrotik dan bakteri.
Penatalaksanaan khusus

Pengobatan sistemik
Seng sulfat 2x 200mg/ hari
Pengobatan Topikal
Bila terdapat nanah kompres dengan larutan
permanganat kalikus 1:5000 / larutan perak
nitrat 0,5% / 0,25% teriosum