Anda di halaman 1dari 44

PENGEMBANGAN KARIR JABATAN

FUNGSIONAL
PENATA ANASTESI (ASISTEN)

Dra. Dorce Tandung, MSi.


DPP IKATAN PENATA ANESTESI INDONESIA
 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
 Permenpan Dan RB Nomor 10 Tahun 2017 tentang Jabatan
Fungsional Asisten Penata Anastesi
 Permenpan Dan RB Nomor 11 Tahun 2017 tentang Jabatan
Fungsional Penata Anastesi
 Peraturan BKN No. 3 tahun 2018 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pembinaan Jab. Fung. Asisten=+Penata Anastesi
 Ketentuan Teknis Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya
JENIS JABATAN ASN
1. Jabatan Administrasi
a. Jabatan administrator;
b. Jabatan pengawas; dan
c. Jabatan pelaksana.

2. Jabatan Fungsional
Keahlian: Keterampilan:
a. Ahli Utama a. Penyelia
b. Ahli Madya b. Mahir
c. Ahli Muda c. Terampil
d. Ahli Pertama d. Pemula

3. Jabatan Pimpinan Tinggi


a. Pimpinan Tinggi Utama;
b. Pimpinan Tinggi Madya;
c. Pimpinan Tinggi Pratama.
JABATAN FUNGSIONAL
sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas
berkaitan dengan pelayanan fungsional yang
berdasarkan pada keahlian dan keterampilan
tertentu.

KEDUDUKAN
Pejabat Fungsional berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab secara langsung kepada Pejabat
Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator,
atau pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan
dengan pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional
KRITERIA JABATAN FUNGSIONAL
 fungsi dan tugasnya berkaitan dengan
pelaksanaan fungsi dan tugas Instansi
Pemerintah;
 mensyaratkan keahlian atau keterampilan
tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi
dan/atau penilaian tertentu;
 dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan
berdasarkan tingkat kesulitan dan kompetensi;
dan
 pelaksanaan tugas yang bersifat mandiri dalam
menjalankan tugas profesinya.
TUJUAN PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL

1. PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA


PNS

2. PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UNIT


KERJA

3. PENINGKATAN KARIER PNS

4. PENINGKATAN PROFESIONALISME PNS


PENGEMBANGAN KOMPETENSI
a. Setiap pejabat fungsional berhak diberi kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi.
b. Pengembangan kompetensi dimaksud antara lain melalui pendidikan
dan pelatihan, seminar, kursus, workshop, dan penataran.
c. Pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud harus dievaluasi
oleh Pejabat yang Berwenang dan dipergunakan sebagai salah satu
dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karir
selanjutnya.
d. Setiap instansi wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi
tahunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan
masing-masing instansi.
Tugas pokok

Tugas Pokok Jabatan Fungsional


melakukan pelayanan asuhan
kepenataan anastesi dan /atau
membantu pelayanan anestesi
JENJANG JF ANESTESI

KETERAMPILAN KEAHLIAN

TERAMPIL/PELAKSA PERTAMA (AHLI


NA (II/c – II/d) PERTAMA ) (III/a-
III/b)

MAHIR/PELAKSANA
N LANJUTAN (III/a – MUDA (AHLI MUDA )
III/b) (III/c-III/d)

MADYA (AHLI
PENYELIA (III/c-III/d) MADYA) (IV/a-
IV/c)
PENGANGKATAN PENGANGKATAN
INPASSING PERTAMA PERPINDAHAN

PENGANGKATAN DLM
JAB FUNG BAGI PNS PENGANGKATAN YG
YANG MELAKSANAKAN DILAKUKAN MELALUI
PENGANGKATAN UNTUK MENGISI
TUGAS POKOK JABFUNG PERPINDAHAN DARI
FORMASI MELALUI
PADA SAAT JF TERSEBUT JS ATAU JF LAIN
CPNS
DITETAPKAN DGN MENETAPKAN KE DALAM JAB. FUNG TERTENTU
JENJANG JABATAN SESUAI (172)
DENGAN PANGKAT YANG DIMILIKI

PENGANGKATAN DALAM JAB FUNG ANESTESI


PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL
BARU

PERUBAHAN PERSYARATAN
KUALIFIKASI PENDIDIKAN

DIPERINTAHKAN OLEH SUATU


PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

11
PENYESUAIAN/INPASSING JF
PENATA ANESTESI

PNS/Pangkat Penata Muda III/a

Memiliki SK Pengangkatan Penata Anestesi

Memiliki integritas dan moralitas yang baik;

Berijazah paling rendah Diploma IV (D IV)

SEHAT JASMANI DAN ROHANI;

Memiliki Pengalaman di bidang anestesi paling kurang 2


tahun

Nilai Prestasi Kerja bernilai baik dalam 2 tahun terakhir


Memperhatikan kebutuhan jabatan

12
PENYESUAIAN/INPASSING
asisten -penata anestesi 31 MARET 2019
PNS/ Pengatur - II/c

Memiliki SK Pengangkatan Asisten Penata Anestesi

Memiliki integritas dan moralitas yang baik

Memiliki sertifikat pelatihan anestesiologi dan STR


Perawat Anestesi (STRPA)

SEHAT JASMANI DAN ROHANI;

NILAI PRESTASI KERJA PALING RENDAH BERNILAI BAIK


DALAM 1 (SATU) TAHUN TERAKHIR; DAN

Pengalaman paling kurang 2 tahun


Memperhatikan kebutuhan jabatan
13
PENGANGKATAN PERTAMA

JF ASISTEN PENATAN
JF PENATA ANESTESI
ANESTESI

• Status PNS • Status PNS


• Memiliki integritas dan moralitas yg baik • Memiliki integritas dan moralitas yg baik
• Sehat jasmani dan rohani • Sehat jasmani dan rohani
• Paling rendah D III keperawatan • Paling rendah D IV keperawatan anestesi
anestesi/kepenataan anestesi atau penata anestesi
• MENGIKUTI DAN LULUS UJI KOMPETENSI • MENGIKUTI DAN LULUS UJI KOMPETENSI
TEKNIS, MANAJERIAL DAN SOSIAL TEKNIS, MANAJERIAL DAN SOSIAL
KULTURAL sesuai standar komp. Yg KULTURAL sesuai standar komp. Yg
ditetapkan Intansi Pembina, 2 tahun ditetapkan Intansi Pembina, 2 tahun
• Pangkat paling rendah Pengatur II/c • Pangkat paling rendah Penata Muda III/a
• MENGIKUTI DAN LULUS DIKLAT • MENGIKUTI DAN LULUS DIKLAT
FUNGSIONAL kategori keterampilan FUNGSIONAL kategori keterampilan
bidang pelayanan anestesi, 2 tahun bidang pelayanan anestesi, 2 tahun
• Nilai prestasi kerja paling kurang bernilai • Nilai prestasi kerja paling kurang bernilai
baik dalam 1 (satu) tahun baik dalam 1 (satu) tahun

14
PENGANGKATAN PERPINDAHAN

PENGANGKATAN
PERPINDAHAN JF ANESTESI

MEMENUHI SYARAT PENGANGKATAN PERTAMA

MMILIKI PENGALAMAN DI BIDANG TUGAS


PELAYANAN ANESTESI PALING SINGKAT 2 TAHUN

USIA PALING TINGGI 53, 55, THN

15
PERPINDAHAN SECARA DIAGONAL

PNS

a. ke jabatan struktural; atau


b. ke jabatan fungsional lain sepanjang memenuhi syarat jabatan

PNS yang menduduki jabatan rangkap diberhentikan dari salah satu


jabatan yang dirangkapnya apabila PNS ybs memasuki BUP dalam
salah satu jabatan yang dirangkapnya.

16
PERPINDAHAN TERAMPIL KE AHLI
ASISTEN PENATA ANESTEI YANG MEMPEROLEH IJAZAH
DIPLOMA IV DAPAT DIANGKAT DALAM JABATAN PENATA
ANESTESI

mengikuti memenuhi
tersedia Paling
dan lulus jumlah
formasi rendah
diklat Angka Kredit
untuk Pangkat
fungsional kumulatif
Penata Penata
pelayanan yang
Anestesi ; Muda III/a
anestesi ditentukan

DIBERIKAN ANGKA KREDIT SEBESAR 65% AK KUMULATUF DARI DIKLAT, TUGAS


POKOK, DAN PENGEMBANGAN PROFESI DITAMBAH AK KREDIT IJAZAH S1/DIV TIDAK
TERMASUK UNSUR PENUNJANG
17
KOMPETENSI

 Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas


Anestesi yang akan naik jabatan harus mengikuti dan
lulus uji kompetensi.
 Kompetensi Teknis, Manajerial dan Sosial Kultural

 Ketentuan uji kompetensi bagi Anestesi yang akan naik


jabatan berlaku sejak 1 JANUARI 2022

18
 Wajib

PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN


SUMPAH

19
 Wajib menyusun:

SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP)


DARI BUTIR KEGIATAN/TURUNAN KINERJA
UNIT/KEGIATAN LAIN

20
TARGET AK PER TAHUN
TERAMPIL 5 PERTAMA 12.5
MAHIR 12.5 MUDA 25
PENYELIA 25 MADYA 37.5
Dari Unsur diklat, Dari Unsur diklat,
pelayanan anestesi, pelayanan anestesi,
pengembangan profesi, dan pengembangan profesi,
penunjang dan penunjang
Bagi Ass. P Anastesi III/d Bagi P Anastesi IV/c
wajib 10 AK dari asuhan wajib 20 AK dari
kepenataan anestesi. asuhan kepenataan
Dasar Penilaian SKP anestesi dan PP.
Dasar Penilaian SKP

21
PENETAPAN ANGKA KREDIT

• BUKTI FISIK • YBS • TIM PENILAI


BUTIR • INSTANSI AK
KEGIATAN PENGUSUL • SEKRETARIAT
• TIM PENILAIN
AK

SPMK DUPAK PAK

22
Kenaikan jabatan

1. PALING SINGKAT 1 (SATU) TAHUN DALAM


JABATAN TERAKHIR;

2. MENCAPAI ANGKA KREDIT YANG


DISYARATKAN;

3. NILAI PRESTASI KERJA PALING KURANG


BERNILAI BAIK DALAM 2 (DUA) TAHUN
TERAKHIR;

4. MASIH TERSEDIA FORMASI

5. MENGIKUTI DAN LULUS UJI KOMPETENSI

23
Kenaikan pangkat

1. MENCAPAI ANGKA KREDIT YANG


DISYARATKAN;

2. MEMILIKI MASA KERJA PALING SEDIKIT 2


(DUA)
TAHUN DALAM PANGKAT; DAN

3. NILAI PRESTASI KERJA PALING KURANG


BERNILAI BAIK DALAM 2 (DUA) TAHUN
TERAKHIR

24
o PNS yang menduduki jabatan fungsional dapat dinaikkan
jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi apabila telah
mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan
dan syarat lain yang ditentukan

o Kenaikan pangkat dlm jenjang jab yang lebih tinggi


dapat dipertimbangkan apabila kenaikan jabatannya
telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang

25
PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN
KEMBALI

PENGANGKATAN
KEMBALI
• MENGUNDURKAN DIRI • MENGUNDURKAN
DARI JABATANNYA DIRI DARI
• DIBERHENTIKAN JABATANNYA
SEMENTARA SEBAGAI PNS
• MENJALANI CLTN
• TUGAS BELAJAR LEBIH • DIANGKAT KEMBALI SBG
DARI 6 BULAN PNS
• DITUGASKAN SECARA • SELESAI CLTN
PENUH DI LUAR JABATAN • SELESAI TUGAS BELAJAR
FUNGSIONAL ass/P • DARI JPT/ADM USIA 53
ANESTESI THN
• TIDAK MEMENUHI SYARAT
JABATAN.
PEMBERHENTIAN PEMBERHENTIAN

26
PEJABAT YANG BERWENANG
MENGUSULKAN ANGKA KREDIT

• DIREKTUR
• DIREKTUR RUMAH SAKIT/PIMPINAN FASILITAS
LAINNYA
• KEPALA DINAS PROV/KAB/KOTA
• DIREKTUR RUMAH SAKIT PROV/KAB/KOTA

27
PEJABAT YANG BERWENANG MENETAPKAN ANGKA KREDIT

DIREKTUR JENDERAL
PEMERINTAHAN • POL PP MADYA PANGKAT PEMBINA TINGKAT I GOLONGAN
RUANG IV/B DAN PANGKAT PEMBINA UTAMA MUDA
UMUM/PJBT ESELON II YG GOLONGAN RUANG IV /C, DI LINGKUNGAN PROVINSI DAN
DITUNJUK YG MBIDANGI KABUPATEN/KOTA.
POL PP

• POL PP PELAKSANA PEMULA PANGKAT PENGATUR MUDA


GOLONGAN RUANG II/A SAMPAI DENGAN POL PP PENYELIA
PANGKAT PENATA TINGKAT I GOLONGAN RUANG III/D
KEPALA SATPOL PP PROVINSI • POL PP PERTAMA PANGKAT PENATA MUDA GOLONGAN RUANG
III/A SARNPAI DENGAN POL PP MADYA PANGKAT PEMBINA
GOLONGAN RUANG LV/A DI LINGKUNGAN PROVINSI.

• POL PP PELAKSANA PEMULA PANGKAT PENGATUR MUDA


GOLONGAN RUANG III/A SAMPAI DENGAN POL PP PENYELIA
PANGKAT PENATA TINGKAT I GOLONGAN RUANG III/D
KEPALA SATPOL PP • POL PP PERTAMA PANGKAT PENATA MUDA GOLONGAN RUANG
KABUPATEN LKOTA III/A SAMPAI DENGAN POL PP MADYA PANGKAT PEMBINA
GOLONGAN RUANG LV/A DI LINGKUNGAN KABUPATEN/ KOTA.

28
TIM PENILAI ANGKA KREDIT

Tim Penilai Angka Kredit


dibentuk dan ditetapkan oleh
pejabat yang berwenang dan
bertugas menilai prestasi
kerja jabatan fungsional PA

29
TIM PENILAI TINGKAT PUSAT

TIM PENILAI PROVINSI

TIM PENILAI KABUPATEN/KOTA

Tim Penilai Teknis


Tim Penilai Pengganti

30
SEORANG
KETUA
MERANGKAP
ANGGOTA

PLG KURANG SUSUNAN SEORANG


WAKIL KETUA
4 ORANG KEANGGOTAAN MERANGKAP
ANGGOTA TIM PENILAI ANGGOTA

SEORANG
SEKRETARIS
MERANGKAP
dengan ketentuan
ANGGOTA DARI
UNSUR
jumlah anggota tim penilai harus
KEPEGAWAIAN
ganjil
SYARAT UNTUK MENJADI ANGGOTA

1. menduduki jabatan/pangkat
paling rendah sama dengan
jabatan/pangkat jf yang dinilai;
2. memiliki keahlian serta mampu
untuk menilai prestasi kerja JF; dan
3. dapat aktif melakukan penilaian.

32
Karya tulis/karya ilmiah

Sebanyak – 2 nya
3 orang anggota
ANGKA KREDIT KUMULATIF PALING RENDAH UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL
TINGKAT TERAMPIL DENGAN PENDIDIKAN DIPLOMA III

JENJANG JABATAN/GOL. RUANG DAN ANGKA


KREDIT JF
NO UNSUR PERSENTASE
PELAKSANA P. LANJUTAN PENYELIA

II/c II/d III/a III/b III/c III/d


I UTAMA
A Pendidikan
60 60 60 60 60 60
1. Pendidikan Sekolah
2. Diklat

B Penegakan Perda

C Penyl.Ketertiban umum > 80 % 0 16 32 72 112 192


dan ketenteraman
masyarakat
D Pengembangan Profesi

II UNSUR PENUNJANG
< 20 % 0 4 8 18 28 48
Penunjang tugas pol pp
JUMLAH 100 % 60 80 100 150 200 300

34
ANGKA KREDIT KUMULATIF PALING RENDAH UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL
TINGKAT AHLI DENGAN PENDIDIKAN SARJANA (S1)

JENJANG JABATAN/GOL. RUANG DAN ANGKA


KREDIT JF
NO PERTAMA MUDA MADYA
UNSUR PERSENTASE

III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c

I UTAMA
A Pendidikan
1. Pendidikan 100 100 100 100 100 100 100
Sekolah
2. Diklat

B Penegakan Perda

C Penyl.Ketertiban
umum dan > 80 % 0 40 80 160 240 360 480
ketenteraman
masyarakat
D Pengembangan
Profesi
II UNSUR PENUNJANG
< 20 % 0 10 20 40 60 90 120
Penunjang tugas pol pp
JUMLAH 100 % 100 150 200 300 400 550 700
35
ANGKA KREDIT KUMULATIF PALING RENDAH UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL
TINGKAT AHLI DENGAN PENDIDIKAN MAGISTER (S2)

JENJANG JABATAN/GOL. RUANG DAN ANGKA


KREDIT JF
NO PERT
UNSUR PERSENTASE MUDA MADYA
AMA

III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c

I UTAMA
A Pendidikan
150 150 150 150 150 150
1. Pendidikan Sekolah
2. Diklat

B Penegakan Perda

C Penyl.Ketertiban
umum dan > 80 % 0 40 120 200 320 440
ketenteraman
masyarakat
D Pengembangan
Profesi
II UNSUR PENUNJANG
< 20 % 0 10 30 50 80 110
Penunjang tugas pol pp
JUMLAH 100 % 150 200 300 400 550 700
36
ANGKA KREDIT KUMULATIF PALING RENDAH UNTUK
PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN / PANGKAT JABATAN FUNGSIONAL
TINGKAT AHLI DENGAN PENDIDIKAN DOKTOR (S3)

JENJANG JABATAN/GOL. RUANG DAN


ANGKA KREDIT JF
NO MUDA MADYA
UNSUR PERSENTASE

III/c III/d IV/a IV/b IV/c

I UTAMA
A Pendidikan
200 200 200 200 200
1. Pendidikan Sekolah
2. Diklat

B Penegakan Perda

C Penyl.Ketertiban umum > 80 % 0 80 160 280 400


dan ketenteraman
masyarakat
D Pengembangan Profesi

II UNSUR PENUNJANG
< 20 % 0 20 40 70 100
Penunjang tugas pol pp
JUMLAH 100 % 200 300 400 550 700

37
ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN INPASSING
JABATAN FUNGSIONAL PENATA ANESTESI
ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN
NO GOLONGAN IJAZAH/STTB YG
RUANG SETINGKAT 4 THN
1< THN 1 THN 2 THN 3 THN
/LEBIH
1 III/a Sarjana (S1)/Diploma IV 100 112 125 137 148
2 III/b Sarjana (S1)/Diploma IV 150 162 174 186 197
Magister (S2) 150 163 177 188 199
3 III/c Sarjana (S1)/Diploma IV 200 224 247 271 294
Magister (S2) 200 226 249 273 296

Doktor (S3) 200 228 251 275 298


4 III/d Sarjana (S1)/Diploma IV 300 322 345 368 391
Magister (S2) 300 325 347 370 393
Doktor (S3) 300 327 349 372 395
5 IV/a Sarjana (S1)/Diploma IV 400 434 468 502 536
Magister (S2) 400 437 471 505 539
Doktor (S3) 400 440 474 508 542
6 IV/b Sarjana (S1)/Diploma IV 550 584 618 652 686
Magister (S2) 550 587 621 655 689
Doktor (S3) 550 590 624 658 692
7 IV/c Sarjana(S1)/Diploma IV sd Doktor
700 700 700 700 700
(S3)

38
ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK PENYESUAIAN INPASSING
JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN PENATA ANESTESI
ANGKA KREDIT DAN MASA KEPANGKATAN
NO GOLONGAN
IJAZAH/STTB YG SETINGKAT 4 THN
RUANG 1< THN 1 THN 2 THN 3 THN
/LEBIH
1 II/a SLTA/Diploma 25 29 33 36 39
2 II/b SLTA/DI 40 43 47 52 57
Diploma II 40 44 48 53 58
3 II/c SLTA/DI 60 63 68 73 77
Diploma II 60 64 69 74 78

Diploma III 60 65 70 75 79
4 IIId SLTA/DI 80 83 87 92 97
Diploma II 80 84 88 93 98
Diploma III 80 85 89 94 99
5 III/a SLTA/DI 100 110 121 132 144
Diploma II 100 111 122 133 145
Diploma III 100 112 123 134 146
6 III/b SLTA/DI 150 161 172 183 195
Diploma II 150 162 173 184 196
Diploma III 150 163 174 185 197
7 III/c SLTA/DI 200 221 244 268 290
Diploma II 200 222 245 269 291
Diploma III 200 223 246 270 292
39
PERAN INSTANSI PEMBINA

1. menyusun kurikulum diklat


2. menyelenggarakan diklat
3. menyusun standar kompetensi
4. menyusun pedoman formasi
5. membangun pusat informasi
6. menfasilitasi pelaksanaan jabatan
7. menfasilitasi pembentukan organisasi
8. menfasilitasi penyusunan kode etik
9. monitoring dan evaluasi
10. mengusulkan tunjangan jabatan
ORGANISASI PROFESI
• IKATAN PENATA ANESTESI
INDONESIA (IPAI)
Tugas Instansi Pengguna
1. menyusun formasi jabatan fungsional
2. melaksanakan pengangkatan, Pemindahan,
pembebasan sementara, pemberhentian dari dan dalam
jab. Fung untuk jenjang Pemula s/d Madya (IV/c)
3. mengusulkan pengangkatan, Pemindahan, pembebasan
sementara, pemberhentian dari dan dalam jab. Fung
untuk jenjang Jenjang Utama (IV/d dan IV/e) kepada
Presiden
4. penyelenggaraan pembinaan karier
5. memfasilitasi pelaksanaan tugas Jab. fung
6. berkoordinasi dengan instansi pembina Jab
BUP
(BATAS USIA PENSIUN)

 58 tahun bari JF terampil


 60 tahun JF Keahlian
 65 tahun JF Utama
S E M O GA
B E R M A N FA AT