Anda di halaman 1dari 9

PERKEMBANGAN INTELEGENSI

REMAJA 1

KELOMPOK 5
AILA MOLEKNIAN AYU (97847)
SILVANI (97858)
TRI ISTANTO (14092)
YULIUS MASES (13800)
A. PENGERTIAN INTELEGENSI

Definisi intelegensi dari beberapa ahli:

1. Menurut Gunarsa : Intelegensi merupakan suatu


kumpulan kemampuan seseorang untuk memperoleh
ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam
hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah
yang timbul.

2. Menurut Simanjuntak : Intelegensi yaitu


kemampuan individu untuk berfikir secara terarah,
mengolah dan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya secara efektif .

3. David Wechsler : Intelegensi sebagai kumpulan


atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak
dengan tujuan tertentu, berfikir secara rasional, serta
menghadapi lingkungan secara efektif
4. Menurut Lewis M. Terman : Intelegensi sebagai
suatu kemampuan untuk berpikir berdasarkan
gagasan yang abstrak.

5. Menurut H.H Goddar : Intelegensi sebagai


tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang langsung
dihadapi dan untuk mengantisipasi maslah-masalah
yang akan datang.

6.Alfred Binet : Intelegensi sebagai suatu kapasitas


intelektual umum yg mencakup menalar dan menilai,
menyeluruh, mencipta dan merumuskan arah berfikir
spesifik, menyesuaikan fikiran pd pencapaian hasil
akhir dan memiliki kemampuan mengkritik diri
sendiri.
Definisi para ahli tersebut ternyata banyak
keselarasannya dg konsepsi org awam, seperti
yang dijelaskan pada tabel berikut:
ORANG AWAM PARA AHLI
Kemampuan praktis pemecahan Kemampuan memecahkan
masalah masalah
1. Nalar yg baik 1. Mampu menunjukkan
2. Melihat hubungan diantara pengetahuan
berbagai mengenai masalah yg dihadapi
hal 2. Mengambil keputusan tepat
3. Melihat aspek permasalahan 3. Menyelesaikan masalah dg
secara optimal
menyeluruh 4. Menunjukkan pikiran jernih
4. Pikiran terbuka
Intelegensi verbal
Kemampuan verbal 1. Kosakata baik
1. Berbicara dlm aktualisasi yg baik 2. Membaca dg penuh
dan pemahaman
pasif 3. Ingin tahu secara intelektual
2. Berbicara lancar 4. Menunjukkan keingintahuan
3. Punya pengetahuan dibidang
tertentu Intelegensi praktis
1. Tahu situasi
Kompetensi sosial 2. Tahu cara mencapai tujuan
1. Menerima org lain spt adanya 3. Sadar thd dunia sekeliling
B. Perkembangan Intelegensi Pada Masa
Remaja

Perbandingan Perkembangan Intelegensi


pada Masa Remaja Awal dan Remaja Akhir
REMAJA AWAL REMAJA AKHIR
1. Perkembangan bahasa sandi 1. Lebih memantapkan diri
dan mulai tertarik bahasa pada bahasa asing yng
asing dipilihnya
2. Lebih bersifat rasionalisme
2. Lebih bersifat realisme kritis
idealis
3. Mampu mengoperasikan 3. Logika formal disertai
kaidah – kaidah logika dengan konklusi
4. Bakat mulai menunjukkan
4. Kecenderungan bakat akan
kecendruangan yang lebih
mencapai titik puncak
jelas
5. Cenderung berpikir dan 5. Sudah mulai berpikir dan
bertindak “Here and Now” bertindak “What next ?”
Remaja pada tahap akhir telah mampu berfikir
secara abstak dan hipotesis, maka pola pikir
remaja menunjukkan kekhususan sbb :

1. Timbul kesadaran berfikir tentang berbagai kemungkinan


tentang dirinya.
2. Mulai memikirkan bayangan tentang dirinya pd masa yg
akan
datang.
3. Mampu memahami norma dan nilai2 yg berlaku
dilingkungannya.
4. Bersifat kritis thd berbagai masalah yg dihadapi.
5. Mampu menggunakan teori2 dan ilmu pengetahuan yg
dimilki.
6. Dapat mengasimilasikan fakta2 baru dg fakta2 lama.
7. Dapat membedakan mana yg penting dan mana yg tdk
penting.
8. Mampu mengambil manfaat dr pengalaman.
9. Makin berkembangnya rasa toleransi thd org lain yg
berbeda
C. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi
Perkembangan Intelegensi

1. Faktor Pembawaan (Genetik)


Tingkat kecerdasan anak memang dipengaruhi faktor genetik,
namun yg cenderung mempengaruhi tinggi atau rendahnya tingkat
kecerdasan anak tergantung pihak gen mana yg dominan
mempengaruhinya pd saat terjadinya “konsepsi” individu.
Inteligensi mengandung potensi bawaan tetapi untuk dapat
berfungsi dan berkembang seoptimal mungkin perlu mendapatkan
pendidikan dan latihan dari lingkungan.

2. Faktor Gizi
Perkembangan intelegensi baik dari segi kuantitas maupun kualitas
tidak terlepas dari pengaruh faktor gizi. Kuat atau lemahnya fungsi
inteligensi juga ditentukan oleh gizi yang memberikan energi atau
tenaga bagi anak sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik. Kebutuhan akan makanan bernilai gizi tinggi (gizi berimbang)
terutama yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan intelegensi
adalah pada fase Prenatal (Anak dalam Kandungan) hingga usia balita,
sedangkan usia di atas 5 tahun pengaruhnya tidak signifikan lagi.
3. Faktor Kematangan
Semakin bertambah usia seseorang,intelegensinya makin
berfungsi dengan sempurna karena semakin meningkat usia ke arah
dewasa bahkan semakin tua, orang semakin cermat menganalisis
suatu persoalan karena didukung oleh pengalaman-pengalaman
hidupnya. Jadi perkembangan inteligensi disini tidak lagi dari segi
kuantitas dan strukturnya, tetapi lebih dari segi kualitas yaitu
kemampuan menganalisis (memecahkan suatu persoalan yang
rumit) dengan baik.

4. Faktor Pembentukan
Pendidikan dan latihan yg bersifat kognitif dapat memberikan
sumbangan thd fungsi intelegensi seseorang remaja sehingga
dalam tahap perkembangan intelegensinya, setiap remaja akan
mencapai tingkat kualitas berpikir yang lebih tinggi.

5. Kebebasan Psikologis
Anak yg memiliki kebebasan utk berpendapat,tanpa disertai
rasa takut dan cemas, dapat merangsang berkembangnyya
kreativitas dan pola pikir sehingga mereka bebas memilih cara
tertentu dalam memecahkan persoalan.
Andi Mappiare mengemukakan 3 faktor
yang dapat mempengaruhi perkembangan
intelektual remaja :

1. Bertambahnya informasi yg disimpan dlm otak


seseorang sehingga ia mampu berfikir positif.
2. Banyaknya pengalaman dan latihan2
memecahkan
masalah sehingga seseorang dapat berfikir
proporsional.
3. Adanya kebebasan berfikir,menimbulkan
keberanian
seseorang dalam menyusun hipotesis yg
radikal,dan menunjang keberanian anak
memecahkan masalah dan menarik
kesimpulan yg baru dan benar.