Anda di halaman 1dari 44

Pupuk Majemuk

(Compound/Mixed Pertilizers)

Lectured by: MMB Damanik


Soil Science Division - College of Agriculture
Universitas Sumatera Utara, Medan - Indonesia
Pupuk Majemuk
Bahan pupuk yang dikombinasikan secara mekanik atau secara
kimia yang mengandung dua atau lebih unsur pupuk (N, P, dan K)
Pada pupuk majemuk dapat juga mengandung satu atau lebih
unsur hara makro sekunder atau unsur mikro

Mix Fertilizer (istilah Compound Fertilizer (istilah


yang digunakan di USA) yang digunakan di Eropa)

Dikombinasikan secara Dikombinasikan secara


mekanik (pupuk campuran) kimia (pupuk majemuk)
Some reasons why we apply compound fertilizers
to agricultural crops:

1. Aplikasi pupuk tunggal memakan waktu lebih lama


2. Memerlukan fasilitas pencampuran jika ingin membuat pupuk
majemuk campuran
3. Formulasi pupuk makin kompleks sehingga petani kesulitan
dalam menentukan jumlah masing-masing pupuk
Pupuk NPK padat adalah pupuk buatan berbentuk padat yang
mengandung unsur hara utama N, P, dan K.
Tabel 1 - Spesifikasi persyaratan mutu
Ciri Pupuk Majemuk
 Perbandingan unsur N P K seimbang
 Bersifat lepas dan mudah disimpan
 Sering memberikan reaksi masam

Reaksi masam akibat N yang digunakan adalah N-Amonium


Oleh karena itu pada pupuk majemuk biasa digunakan agen
penetralisir kemasaman yaitu kalsit atau dolomit
Dolomit lebih baik digunakan sebagai penetral, karena dolomit
juga mengandung Mg

Kalsit jika diberikan secara berlebihan akan menyebabkan


bentuk P yang lebih larut menjadi kurang larut

Ca(H2PO4)2 + CaCO3 2 CaHPO4 + H2CO3

Juga dapat menyebabkan terbentuknya gas amoniak

NH4+ + OH NH3 + H2O


Kelebihan dan Kelemahan Pupuk Majemuk:
Kelebihan:
1. Biaya angkut dan aplikasi lebih murah
2. Umumnya berbentuk granular sehingga mudah diaplikasikan
dan dapat mengurangi reaksi dengan tanah
3. Perbandingan hara telah tertentu dan biasanya rasionya tetap
untuk kebutuhan yang tertentu

Kelemahan:
1. Umumnya bersifat higroskopis sehingga mudah rusak dalam
penyimpanan
2. Perbandingan hara telah tertentu dan tidak dapat diubah
3. Harganya lebih mahal karena terdapat biaya proses
Kondisi Fisik Pupuk Majemuk:
1. Higroskopis, artinya bahan pupuk tersebut dapat menyerap
air pada temperatur dan kelembaban rendah
Ca(NO3)2, NH4NO3, NaNO3, Urea
2. Caking (membentuk bahan yang mengeras), kandungan air
pada pupuk mampu melarutkan senyawa dan kemudian
membentuk larutan garam jenuh. Jika kandungan air dan
temperatur turun maka garam terlarut tersebut akan mengkristal,
dan untuk mengurangi kondisi ini dapat digunakan kondisioner
3. Penyelubung Pupuk
Granular pupuk dibalut dengan bahan yang bersifat
impermeable atau yang resisten terhadap air, tujuannya adalah
untuk pencegah pelukaan jika terjadi kontak antara biji dengan
pupuk, mengurangi kehilangan akibat pencucian, dan
memperbaiki sifat fisik
4. Segregasi (pemisahan diri)
Pupuk non granular disusun dari partikel yang sangat bervariasi
dalam ukuran, bentuk dan kerapatannya, sehingga cenderung
mengalami segregasi selama pengepakan dan tranportasi
sehingga komposisi kimianya tidak seragam
Sifat Kimia Pupuk Majemuk

Sifat ini berupa reaksi kimia yang terjadi selama proses


pembuatan pupuk akibat faktor kadar air, kelembaban dan
ukuran partikel
1. Dekomposisi Ganda, yaitu reaksi 2 senyawa membentuk
senyawa baru yang sifatnya berbeda
CaH4(PO4)2 + (NH4)2SO4 CaSO4 + 2 NH4H2PO4

2. Netralisasi
2 H2PO4 + CaCO3 CaH2(PO4)2 + H2CO3
3. Hidrasi, terjadi pada garam dalam bentuk anhydrous
CaSO4 + 2 H2O CaSO4.2H2O
CaHPO4 + 2 H2O CaHPO4.2H2O

4. Dekomposisi, reaksi ini terjadi jika terjadi kenaikan


temperatur
CO(NH2)2 + H2O 2 NH3 + CO2
(NH4)2 HPO4 NH2H2PO4 + NH3
(NH4)2 HPO4 + CaSO4 CaHPO4 + (NH4)2SO4
Pencampuran Pupuk (mixing fertilizers)
Berdasarkan proses pembuatannya, pupuk majemuk dibagi
menjadi 3 tipe yaitu:

1. Amoniasi bahan posfat dan bahan lain membentuk bahan granular


2. Pencampuran bahan dalam bentuk padat (bulk blending)
3. Majemuk cair
Amoniasi , merupakan proses paling penting dalam industri pupuk
majemuk karena:

1. Amonia anhidrat dan amonia larutan merupakan bentuk


nitrogen yang paling ekonomis
2. Amonia dapat dikombinaskan dengan normal superposfat dan
triple super posfat, dengan asam posfor, asam nitrat dan asam
sulfat
3. Amoniasi dapat menghilangkan kebutuhan asam dalam jumlah
banyak yang diperlukan amonia untuk berubah menjadi garam
tertentu seperti garam amonium nitrat atau amonium sulfat.
4. Amoniasi memperbaiki kondisi fisik pupuk majemuk
5. Menetralisir asam bebas pada superposfat
Amoniasi bahan posfat dan bahan lain membentuk bahan
granular

Prosedur Pencampuran: Super fosfat, MOP dan bahan


kondisioner dimasukkan dalam unit penyimpan dan disemprot
dengan larutan amonium (reaksi yang terjadi adalah eksoterm
sehingga harus didinginkan dengan rotari pendingin
Proses pencampuran:
Pupuk non granular (sistem diam/sistem rotari), digunakan
kondisioner untuk mencegah pembentukan kristal akibat perubahan
kelembaban dan temperatur
Pupuk Granular
Campuran digunakan dalam drum rotari sehingga terjadi granulasi
lalu dikeringkan dan dibuat dalam ukuran tertentu (kadar air 1 %)
Pencampuran bahan dalam bentuk padat (bulk blending)
Yaitu pencampuran secara mekanis dalam kondisi kering
dari bahan-bahan pupuk yang berbentuk padat
Pembuatan pupuk majemuk dengan cara ini lebih hemat
dibandingkan dengan pembuatan secara granulasi yaitu pada
proses transportasi, pencampuran bahan dan aplikasi

Prosedur pencampuran:
MOP dipadatkan dilapisan atas rock posfat pada suatu alat
penyebar lalu amonium sulfat atau urea dicampurkan dalam
bahan tersebut.
Bahan yang biasa dipakai : Amonium nitrat, urea, MOP dan
superfosfat yang dipadatkan.
Masalah yang dijumpai pada pupuk bulk blending tersebut
antara lain:
1. Segregasi (pemisahan diri) komponen tertentu selama
tranportasi
2. Keseragaman sebaran partikel pupuk dilapangan kurang merata
3. Keseragaman ukuran, bentuk dan kepadatan dapat menurunkan
segregasi
Proses Pembuatan Pupuk Majemuk (NPK)

(+) biaya produksi murah


BLENDING (MIXTURE)
(proses campuran biasa) ( -) tidak homogen,
ada kemungkinan unsur
campuran hara terpisah, sehingga saat
terdapat di setiap aplikasi harus diaduk lagi,
karung

COMPOUND (+)  homogen, 1 butir


mengandung unsur seperti
campuran hara
yang diinginkan
terdapat di setiap
( -)  biaya produksi lebih tinggi.
butiran.
COMPOUND

PHYSICAL CHEMICAL
COMPOUND COMPOUND

bahan baku dihaluskan melalui proses kimia,


baru dicampur biasanya bentuk cairan
bahan campuran dapat baru direaksikan
melalui proses : Proses produksi selanjutnya
compacting compound dapat dilakukan
atau fused granulation*) melalui compacting
menjadi   butiran. compound atau fused
granulation*) menjadi
butiran.
*) COMPACTING COMPOUND : bentuk padat, dari campuran dibuat emulsi/padat menjadi butiran/granul
*) FUSED GRANULATION : sistem sentrifused “putaran”, setiap campuran masuk ke fan/alat putaran menjadi
butiran/granul.
Sifat dan karakteristik pupuk majemuk NPK Phonska, Pelangi dan
Kujang
No Sifat/karakteristik Pupuk majemuk NPK
Phonska Pelangi Kujang
1 Formula 15% N, 15% P2O5, 20%N, 10%P2O5, 30%N, 6%P2O5,
15% K2O 10% K2O 8% K2O
2 Proses pembuatan kimia fisik fisik
3 Bahan baku Asam sulfat, asam Urea granul, Urea prill/granul,
fosfat DAP, KCl granul, SP-36, KCl prill,
filler filler/additive
untuk stabilisator
4 Karakteristik:
bentuk granul granul Prill/granul
warna kemerahan 3-4 warna : putih Campuran putih,
(UG), hitam abu-abu,
(DAP), merah kemerahan
(KCl), filler
No Sifat/karakteristik Pupuk majemuk NPK
Phonska Pelangi Kujang
ketahanan produk Bila cara
penyimpanan benar
Bila disimpan
bisa tahan lama dan
lebih dari satu Tidak tahan
produk tetap kering.
bulan, produk disimpan karena
Bila tidak benar,
akan lengket, urea prill sangat
warna berubah pucat,
menggumpal dan higroskopis
granul menggumpal
warna memudar
dan butiran mudah
pecah.
5 Kemudahan
mendapatkan produk Mudah agak mudah sulit
di kios pupuk
6. 50 kg/zak,
Kemasan 50 kg/zak
Eceran 1kg
7 Rp1.800,- Rp 2.000,-
Harga pasaran Rp 4.000,-
Rp 3.500,- Rp 3.000,-
8 Mulai diproduksi 2000 2003-2004 2005
Pupuk Majemuk Cair
Pupuk majemuk cair berfungsi sebagai larutan penstater untuk
tanaman yang baru dipindah (stres atau akar terbatas), dan sebagai
pupuk daun (masuk melalui kutikula atau stomata daun dan
responnya sementara)

Bentuk/Tipe pupuk majemuk cair:


1. Campuran panas
2. Campuran dingin
3. Suspensi
Masalah utama yang dijumpai pada pupuk majemuk
cair antara lain adalah:
1. Biaya fosfor yang tinggi karena digunakan dari bahan kimia
akibat rendahnya kandungan P pada batuan Posfat.
2. Rendahnya kandungan K dari bahan mineral
3. Rendahnya kelarutan P dan K yang berasal dari bahan mineral
Oleh karenanya maka dibuat pupuk majemuk dalam bentuk
suspensi yang biayanya lebih murah.
Pembuatan pupuk majemuk cair adalah sebagai berikut:
Kristal kecil pupuk disuspensikan dalam campuran cair dan
sebagai agen (filler) digunakan bahan liat. Dalam proses
pencampuran sering digunakan kipas atau pengadukan dengan
udara untuk mencegah pengendapan
Keuntungan pupuk cair suspensi antara lain adalah:
1. Kandungan hara tinggi
2. Dapat ditambahkan dengan bahan lain seperti pestisida
3. Mengurangi masalah akibat tingginya kandungan garam-garam
4. Lebih ekonomis dan lebih fleksibel dalam penambahan dosis

Biaya pembuatan pupuk majemuk cair lebih mahal dibanding


pupuk majemuk campuran (bulk blending) tetapi lebih rendah
dalam biaya aplikasi karena dapat diaplikasikan melalui air
irigasi atau pompa.
(lanjutan)
(Lanjutan)
Jenis Pupuk Majemuk
1. Pupuk Majemuk Tidak Lengkap (NP; NK atau PK)
Contoh: Amophos A (11% N; 48 % P2O5) EA = 55
Amophos B (16,5 % N; 20 % P2O5) EA = 86
Diamophos (20 % N; 52 % P2O5)
Pupuk NK dan PK agak jarang digunakan di Indonesia
Contoh: Monokaliumfosfat (52 % P2O5; 34 % K2O)
Kalium metafosfat (60 % P2O5; 40 % K2O)
2. Pupuk Majemuk Lengkap (NPK)
Contoh: Amophoska
Nitrophoska
Rustica (blue, red, yellow)
Mencampur pupuk tunggal
Pupuk amonium tidak dapat dicampur dengan pupuk basa
karena dapat membentuk gas amonia
Posfat larut dalam air tidak dapat dicampur dengan pupuk
yang mengandung kapur bebas karena akan bereaksi
membentuk Ca-P yang tidak larut
Pupuk yang mudah larut cenderung menggumpal dan keras
setelah dicampur sehingga harus segera diaplikasikan

Tidak dapat dicampur


Dapat dicampur tetapi tidak dapat disimpan > 2 hari
Dapat dicampur dan disimpan lama
NH4Cl

FMP
ZA ES DS TS ZK SS RY

Urea

ASN
ZA

Urea

ASN

NH4Cl

ES

DS

TS

FMP

ZK

SS

RY
Perhitungan Pupuk Majemuk
Cara membuat pupuk majemuk campuran dengan perbandingan NPK
( 17:10: 8) sebanyak 100 kg
Pupuk yang tersedia: Urea (46 %N); SP36 (36 % P2O5); MOP (60 % K2O)

Urea = 100/45 x 17/100 x 100 kg = 37,78 kg


= 78,89 kg +
SP36 = 100/36 x 10/100 x 100 kg = 27,78 kg
filler = 21,11 kg
MOP = 100/60 x 8/100 x 100 kg = 13,33 kg
Total = 100 kg

Semakin tinggi kadar (grade) unsur pupuk, semakin kecil


kebutuhan filler sehingga semakin mahal biaya bahan pupuk tetapi
semakin rendah biaya pengangkutan, penyimpanan dan aplikasi
Pupuk Hayati Majemuk Cair Bio-Extrim
adalah : pupuk hayati dengan populasi
mikroba penambat N dan pelarut P & K
extrim jumlahnya.

Manfaatnya adalah sebagai berikut:


•Memperbaiki struktur tanah dengan cara menambah secara ekstrim jumlah
populasi mikroba penambat N, pelarut P, K dan unsur hara lainnya.
•Meningkatkan kadar unsur hara makro dan mikro secara alami dengan ekstra
cepat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dan lingkungan.
•Memacu percepatan proses keluarnya akar, pertumbuhan, pembungaan dan
pembuahan secara ekstrim tapi tetap proses alami.
• Menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi secara ekstrim
Kelebihan pupuk ini adalah :
1. Mudah diaplikasikan karena mudah
ditabur.
2. Sehat untuk Petani, sehat untuk yang
mengkonsumsi dan sehat untuk
lahan pertanian.
3. Memperbaiki struktur tanah yang
rusak akibat pemakaian bahan kimia
yang berlebihan dan jangka panjang.
4. Menekan biaya produksi dan
Pupuk Granule Bioextrim adalah meningkatkan hasil produksi.
pupuk yang mengandung 100%
Bahan Organik
Merupakan pupuk majemuk Khusus untuk
tanaman karet, mengandung unsur hara
makro utama Nitrogen ( N) , Fosfor ( P) ,
Kalium ( K) , Magnesium ( Mg) , Sulfur
( S) , dan beberapa unsur hara mikro
dengan komposisi seimbang kebutuhan bagi
pertumbuhan tanaman karet.

Negara Asal:Indonesia
Merupakan pupuk majemuk
lengkap yang tidak hanya
mengandung unsur hara N.P
dan K tetapi juga hara makro
sekunder S dan Ca serta semua
mikro elemen Zn, Cu, B, Mo, Fe
dan Mn pada granule utamanya
dan juga dapat di produksi
dengan komposisi yang
fleksibel sesuai kebutuhan
tanaman/ kandungan tanah,
tanpa melalui proses kimiawi.
Negara Asal: Indonesia
Pupuk Gramafix Sawit [ Palm Oil Plant Fertilizer ]
Gramafix Sawit - as fertilizer formulating special for palm oil plants
and other palm tree group like coconut tree, palm ornament plant,
areca nut. It' s contain complete ingredient as following
macronutrient NPK ( Nitrogen, Phosphorus, Kalium/ Potassium) ,
secondary nutrient MgSCa ( Magnecium, Sulfur, Calcium or potash )
and micro essential element ( Zn, B, Bo, Cl, Mn, Mo, Cu, Fe) .

Complete nutrient essential which as tablet appereance former


fertilizer on 10 grams weight, there are contain ( 14-8-19-3-6-3+ 1 )
for each nutrient Nitrogen, Phosporus, Potassium, Magnecium,
Sulfur, Calcium/ potash and micronutrient essential composition.

The Formula registered in Ministry of Agriculture Rep Indonesia No : T904/ BSP/ II/ 2003.
Product properties tablet 10 grams have diammeter ( 24 ) mm, height ( 12 ) mm with grayish-
white colour.
One ha palm oil plant need as same as 35 % than total amount single fertilizer usually farmer
using such as Urea, SP, Borax and Potassium/ KCL. Its make efficiency increasing to grow up the
farmer income.
Packaging with dimension and raw material mention above, make Gramafix Sawit ( Palm Oil
fertilizer) get safety guarantee and easy to moved it, storage or transportation and port handle.

Origin:Indonesia Price: PM Payment Method: Cashier Order


Quantity:20 kg per karton D/W K 200 ( 360x355x263 ) mm
Pack. & Delivery:Inner Packing - plastic PE 1 mm @ 5 kg
Pupuk NPK Plus Organik “NIPHOSKA” merupakan pupuk majemuk yang sangat
berguna bagi tanaman. Pupuk NPK Plus Organik “NIPHOSKA” dapat meningkatkan
hasil panen karena mengandung unsur makro primer yaitu N, P dan K yang sangat
dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Pupuk NPK Plus Organik “NIPHOSKA” mengandung unsur makro sekunder yaitu Ca
dan Mg yang diperlukan untuk memperkuat jaringan tanaman yang meliputi
bunga dan buah.

Pupuk NPK Plus Organik “NIPHOSKA” juga dilengkapi dengan unsur mikro yang
bermanfaat untuk menyempurnakan metabolisme dan fisiologis tanaman. Unsur
Mn dan Zn diperlukan tanaman untuk prose
Bentuk : granul / butiran
Warna : merah bata

Ijin Pupuk :
No.320DJ/Ilka/Prinsip/VII/99
G. 581/Binus/IX/99
G. 768/DEPTAN - PPI/III/2009

Ukuran Kemasan : 50 kg dan 25 kg


SNI : 023775.1905

Harga : Rp. 1.100 / kg


Negara Asal: Indonesia
Harga: Rp 35.000/botol 500 ml
Cara Pembayaran: Tunai

FERTIFORT SUPER merupakan pupuk organik cair majemuk, mengandung nutrisi lengkap, unsur
hara makro / mikro, 16 macam asam amino, asam organik ( asam humik dan asam fulvik) dan hormon
perangsang tumbuh ( Gibberellin, Zeatin dan IAA) , dalam jumlah dan komposisi berimbang.
Fertifort Super :
• Menyempurnakan proses metabolisme pada tanaman
• Meningkatkan pembentukan Klorofil, pertumbuhan tunas, pembungaan dan pembuahan
• Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil dengan nyata
• Pemupukan lebih efisien, mengurangi pemakaian pupuk kimia ( anorganik)
• Meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang mana akan menjaga ketersediaan dan menyempurnakan
penyerapan hara.
• Meningkatkan daya tahan terhadap hama dan penyakit, sehingga penggunaan pestisida dapat dikurangi.
• Memperbaiki struktur tanah secara alami dan mencegah pemadatan tanah.
• Memperpanjang masa produksi dan merehabilitasi tanaman yang kurang produktif
• Mempercepat masa panen
PUPUK Organik NASA