0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan22 halaman

Titrasi Kompleksometri dan EDTA

1. Kompleksometri adalah jenis titrasi dimana titran dan titrat membentuk kompleks. Kompleksometri sering digunakan untuk menitrasi ion logam dengan pereaksi seperti EDTA.

Diunggah oleh

Yuli Muliyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan22 halaman

Titrasi Kompleksometri dan EDTA

1. Kompleksometri adalah jenis titrasi dimana titran dan titrat membentuk kompleks. Kompleksometri sering digunakan untuk menitrasi ion logam dengan pereaksi seperti EDTA.

Diunggah oleh

Yuli Muliyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KOMPLEKSOMETRI

DI SUSUN OLEH:
YULI MULIYANI O1A119135
KELAS C
Kompleksometri
Kompleksometri adalah jenis titrasi dimana titran dan
titrat saling mengompleks, jadi membentuk hasil brupa
komplek.
Selain titrasi kompleks biasa, dikenal pula
kompleksometri yang dikenal sebagai titrasi kelatometri,
yang menyangkut penggunaan ETDA
Dalam larutan PH tertentu sebagian besar kation atau
logam dapat bereaksi dengan KOMPLEKSON yang
kemudia membentuk ion kompleks.
Contoh : Ag+ [Ag(CN)2]ˉ
Prinsip Dasar
Pereaksi untuk titrasi kompleksometri sangat banyak
digunakan untuk menitrasi ion-ion logam dalam larutan.
Kebanyakan dari pereaksi ini adalah zat-zat anorganik
yang mengandung beberapa gugus elektron yang dapat
berikatan kovalen dengan ion logam, misalnya ETDA
(H4Y) yang dapat bereaksi dengan ion logam dengan
perbanddingan stoikiometri 1:1.
Macam-Macam Titrasi Kompleksometri
1. Titrasi langsung:Titrasi ini biasa digunakan untuk ion-
ion yang tidak mengendap pada pH titrasi, reaksi
pembentukan kompleksnya berjalan cepat. Contoh
penentuannya ialah untuk ion-ion Mg, Ca, dan Fe.
2. Titrasi-balik: Titrasi ini digunakan untuk ion-ion logam
yang mengendap pada pH titrasi, reaksi pembentukan
kompleksnya berjalan lambat. Contoh penentuannya ialah
untuk penentuan ion Ni.
3. Titrasi penggantian atau titrasi substitusi :Titrasi ini
digunakan untuk ion-ion logam yang tidak bereaksi sempurna
dengan indikator logam yang membentuk kompleks EDTA
yang lebih stabil daripada kompleks ion-ion logam lainnya,
contoh penentuannya ialah untuk ion-ion Ca dan Mg.
4. Titrasi Tidak langsung: Titrasi ini dilakukan dengan cara,
yaitu
Titrasi kelebihan kation pengendap (misalnya penetapan ion
sulfat, dan fosfat).
 Titrasi kelebihan kation pembentuk senyawa kompleks
(misalnya penetapan ion sianida)
Senyawa kompleks

Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun


dari suatu ion logam pusat dangan satu atau lebih ligan
yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya
kepada ion logam pusat.
Senyawa kompleks sangat berhubungan dengan asam dan
basa lewis, dimana asam lewis adalah senyawa yang dapat
bertindak sebagai penerima pasangan bebas, sedangkan
basa lewis adalah senyawa yang bertindak sebagai
penyumbang pasanfan elektron.
Logam atom pusat memiliki bilangan oksida nol positif,
sedangkan ligan bisa bermuatan netral atau anion pada
umunya.
Beberapa contoh senyawa kompleks yaitu:
-[Co3+,(NH3)6]3+

-[Ni(CN)4]4-

[Fe2+,(CN)6]4-

[Co+(CO)4]3
Dalam bidang kesehatan atau farmasi senyawa kompleks
sangat penting juga dalam berupa obat-obatan seperti
vitamin B12 yang merupakan senyawa senyawa kompleks
antara kobalt dan porfirin, hemoglobin yang berfungsi
untuk mengangkut oksigen
Menentukan Rumus dan Nama
Dari Senyawa kompleks
Hal yang penting diingat dalam menuliskan rumus dari
senyawa kompleks adalah:
a. Kation di tulis terlebih dahulu baru anion
b. Dalam ion kompleks, ligan harus di beri nama terlebih
dahulu menurut urutan abjad, sebelum ion logamnya.
c. Penamaan dari ligan. Jika ligan tersebut merupakan
anion, maka pada akhir kata diberi imbuhan “o”.
d. Jumlah dari ligan dapat ditulisdengan imbuhan di, tri,
tetra, penta, dll.
e. Biloks dari atom pusatditunjukan dengan bilangan
romawi, jika atom pusat tersebut memiliki biloks lebih
dari satu.
f. Jika ion kompleks berupa anion, maka ion logam
sebagai atom pusat diberi imbuhan “at” pada akhir kata.
Sedangkan jika ion kompleks berupa kation, maka ion
logam ditulis dalam bahasa Indonesia.
Ikatan Kimia Kompleks
Ikatan kimia yang terdiri atas pasangan elektron dan terbentuk baik secara ionik (ionic
bonds), kovalen (covalent bonds) atau gabungan keduanya
1.  Ikatan ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya
Coulomb) antara ion
yang berbeda.
2. Ikatan Koordinasi
Ikatan Koordinasi adalah Ikatan yang terjadi apabila pasangan elektron
yang dipakai
bersama berasal dari salah satu atom yang membentuknya
3.  Ikatan Kovalen
Teori ikatan valensi, sangat membantu dalam menjelaskan pembentukan ikatan dan
struktur dalam golongan utama. Ikatan valensi ini juga berguna untuk menjelaskan
pembentukan ikatan pada ion kompleks..
 
Unsur Transisi
Sifat dari unsur transisi adalah
1. logam, secara praktis semuanya keras, kuat, titik leleh tinggi, titik
didih tinggi serta dapat menghantar panas dan listrik dengan
baik
2. Membentuk aliasi satu dengan yang lain dan dengan unsur –unsur
mirip logam,
3.  Banyak diantaranya cukup elektropositif untuk larut dalam asam
mineral, meskipun diantaranya mulia yaitu mempunyai potensial
elektroda yang rendah sehingga tidak berpengaruh oleh asam
yang sederhana, dengan sedikit perkecualian
4.  Unsur - unsur ini mempunyai valensi yang beragam dan ion-ion
serta senyawaannya berwarna pada satu tingkat oksidasi kalau
tidak bisa dikatakan semuanya, karena kulit yang terisi sebagian ,
5. Unsur-unsur ini membentuk paling sedikit beberapa senyawaan
paramagnet.
Salah satunya logam transisi yaitu senyawa ferro yang
terdiri dari besi (II) yang biasanya berwarna hijau.
Kebanyakan garam ferro mudah teroksidasi menjadi
garam ferri jika berada dalam atmospir oksigen. Beberapa
senyawa ferro dan proses pembuatannya adalah sebagai
berikut ;
a.  Ferro sulfat, FeSO4.7H2O dapat dibuat dengan cara
 melarutkan besi dengan asam sulpat atau dengan atau
 dengan mengoksidasi pirit di udara.
b. Ferro klorida, FeCl2.4H2O dapat dibuat dengan
 melarutkan besi degnan asam klorida sehingga
 dihasilkan kristal berwarna hijau pucat.
c. Ferro hidroksida, Fe(OH)2 bentuknya mendekati
endapan putih yang diperoleh dari adisi alkali dengan
larutan ferro. Proses pengendapannya sangat cepat
menjadi hijau kotor dan akhirnya menjadi coklat karena
teroksidasi oleh udara.
d. Ferro sulfide, FeS adalah kristal berwarna hitam yang
dibuat dengan pemanasan besi dengan sulfur. Itu
digunakan untuk membuat hidrogen sulpida. Ferro sulfida
juga dapat dibuat dari reaksi antara in sulfide dengan
garam ferro dalam larutan.
e.    Ferro karbonat, FeCO3terjadi secara alami sebagai
mineral dan merupakan kristal putih oleh reaksi antara ion
karbonat dengan ion ferro dalam kondisi vakum.
Ligan
Ligan (dari kata latin ligare = mengikat). Jumlah ligan ini berbeda-
beda dari dua sampai delapan. Jumlah ikatan dengan ligan itu
disebut bilangan koordinasi yang biasanya merupakan bilangan
genap terutama bernilai 4 atau 6.
Jenis ligan :
1)  Monodentat, Ligan yang terkoordinasi ke atom logam melalui
satu atom saja disebut ligan monodentat, misalnya F -, Cl-, H2O
dan CO. Kebanyakan ligan adalah anion atau molekul netral
yang merupakan donor elektron. Beberapa ligan monodentat
yang umum adalah F-, Cl-, Br-, CN-, NH3, H2O, CH3OH, dan
OH-.
2)  Bidentat, yaitu Jika ligan tersebut terkoordinasi pada
logam melalui dua atom disebut ligan bidentat. Ligan ini
terkenal diantara ligan polidentat. Ligan bidentat yang
netral termasuk diantaranya anion diamin, difosfin,
dieter.
3)  Polidentat, Ligan yang mengandung dua atau lebih atom,
yang masing masing serempak membentuk ikatan dua
donor elektron kepada ion logam yang sama. Ligan ini
sering disebut ligan kelat karena ligan ini tampak nya
mencengkeram kation di antara dua atau lebih atom
donor. Contohnya adalah bis-difenilfosfina-etana(I).
Aturan Tata Nama Ligan:
1.  Ion positif diikuti ion negatif.
2.  Nama ligan diikuti nama ion logam.
3.  Nama ligan diawali dengan prefixes yang menyatakan jumlahnya
di(bis); tri (tris); tetra (tetrakis); penta; heksa; dst
4.  Ligan dituliskan sesuai urutan alpabet
5.  Ligan dengan muatan negatif diberi akhiran-o, nama ligan netral
tidak berubah. Kecuali air, aqua.
6. Untuk ion kompleks dengan muatan negatif, nama logamnya
diakhiri dengan-ate.)
7. Awalancis-atautrans- dituliskan didepan nama kompleks yang
memiliki isomer geometri.
EDTA ialah suatu ligan yang heksadentat
  (mempunyai enam
buah atom donor pasagan electron), yaitu melalui kedua atom
EDTA

N dan keempat atom O (dari OH). Dalam pembentukan kelat,


keenam donor (tetapi kadang-kadang hanya lima) bersama-
sama mengikat satu atom satu ion inti dengan membentuk
lima lingkaran kelat. Molekul EDTA dilipat mengelilingi ion
logam itu sedemikian rupa sehingga keenam atom donor
terletak pada puncak-puncak sebuah oktaeder (bidang
delapan) dan inti terdapat di pusat oktaeder.
Berikut ini prosedur-prosedur yang paling penting untuk
titrasi ion-ion logam dengan EDTA, adalah:
1. Titrasi langsung.
2. Titrasi-balik
3. Titrasi penggantian atau titrasi substitusi
4. Titrasi alkalimetri.
Masking Demasking Agent
1.  Masking atau penutup adalah suatu proses diamana suatu zat dapat dirubah
sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi ikut dalam suatu reaksi.
2.  Dimasking adalah suatu peristiwa dimana zat yang dimasking dikembalikan
dalam keadaan semula.
Beberapa kation dalam campuran sering dimasking sehingga dapat lagi bereaksi
dengan EDTA atau indicator. Sebagai masking yang terkenal adalah ion CN¯
yang memberi kompleks sianida yang stabil dengan kation Cd, Zn, Mg 2+, Cu, Ni,
Ag atau Pt. Kompleks sianida dengan Zn dapat dimasking dengan larutan formal
dehida, asam asetat, atau kloral hidrat. Penambahan thioglycolat akan bereaksi
dengan Hg dan Cu hingga tidak dapat membentuk kompleks lagi dengan EDTA.
Jadi Zn bila tercampur dengan Hg dan Cu dapat dititrasi secara kompleksometri.
NH₄F dapat menutup (masking Ca, Hg dan Al) hingga Zn dalam campuran
dengan Ca, Hg, dan Al setelah ditambah dengan NH₄F dapat dititrasi dengan
EDTA tanpa terganggu oleh Ca, Hg dan Al.
     Indikator Logam
Beberapa indikator yang paling banyak digunakan dalam titrasi
kompleksometri:
Eriochrom Black-T (EBT) Digunakan pada daerah pH 7 – 11. Suatu
kelemahan dari EBT bahwa larutannya tidak stabil, bila disimpan
akan terjadi peruraian secara lambat,sehingga setelah janka waktu
tertentu indikator tidak berfungsi lagi. Penggunaan : Penentuan
kadar Ca, Mg, Cd, Zn, Mn, Hg
Murexide Merupakan indikator yang sering digunakan untuk titrasi
Ca2+, pada pH=12.
Jingga Xylenol Kompleks dengan logam memberikan warna merah.
Calmagite Dapat digunakan sebagai pengganti EBT, karena calmagite
lebih stabil, daerah terjadinya pada pH 8,1-12,4 dan warna indikator
bebasnya biru. Mengalami blocking dengan Cu, Ni, Fe³ ⁺, dan Al.
Arzenazo Digunakan untuk Ca maupun Mg, juga baik untuk titrasi Pb(IV)
dengan EDTA. Keuntungan menggunakan indikator ini adalah : Tidak
mengalami blocking oleh Cu(II) dan Fe(III) dalam jumlah kecil. Bereaksi
cepat sehingga terjadinya perubahan warna juga lebih cepat.
 NAS Digunakan pada daerah pH 3-9. Dalam larutan yang sangat asam
NAS berwarna merah violet pada pH 3,5 keatas berwarna merah jingga.
Penggunaan NAS cukup luas dan dianjurkan untuk titrasi Cu, Co(II), Cd,
Ni, Zn, Al dengan EDTA.
Calcon merupakan garam natrium dari Eriochrome Blue Black R, yang
disebut juga Pontachrome Blue Black R. Molekul indikator berwarna hijau
dan hanya terdapat dalam larutan asam kuat. Pada pH 7 sampai 10 berwarna
merah, kemudian biru sampai pH 13,5 dan diatasnya jingga. Kelat Calcon
dengan logam berwarna merah dan ternyata sangat cocok untuk titrasi Ca
pada pH 12,5 – 13 tanpa terganggu oleh Mg. Perubahan warna dari merah
menjadi biru. Dengan indikator ini maka dapat ditentukan kesadahan air
yang disebabkan oleh Ca saja tidak termasuk kesadahan oleh Mg.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai