P. 1
Grand Design Penanganan Permukiman kumuh

Grand Design Penanganan Permukiman kumuh

|Views: 30|Likes:
Dipublikasikan oleh Oswar Mungkasa
Materi Presentasi oleh Budi Prayitno (Pusperkim UGM) disampaikan dalam Seminar Hari Habitat 2012 di Jakarta 1 Oktober 2012
Materi Presentasi oleh Budi Prayitno (Pusperkim UGM) disampaikan dalam Seminar Hari Habitat 2012 di Jakarta 1 Oktober 2012

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Oct 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

Pusat Kajian Kebijakan Perumahan Rakyat

September 2012

MASUKAN PEMIKIRAN KEBIJAKAN NASIONAL

GRAND DESIGN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH
Assoc.Prof. DR.Eng.Ir.BUDI PRAYITNO KEPALA PUSPERKIM UGM

PARADIGMA BARU RENCANA AKSI PERCEPATAN

INDONESIA BEBAS KUMUH 2020
Strategi Implementasi Peta Jalan

MENDISKUSIKAN KUMUH

Who RIGHT Who WRONG

.... Tidak pernah Selesai , GALAU

• Curhat • Kritik Tanpa Solusi

MENDISKUSIKAN KUMUH

WHY

.... HARI GINI, masih Ngomongin itu, Cape deh....

• FUNGSI PEMAHAMAN • FUNGSI NORMATIF

MENDISKUSIKAN KUMUH

HOW To

.... Saatnya bekerja CEPAT DAN CERDAS

• FUNGSI INSTRUMENTAL PENANGANAN

PROLOG

SENSE OF CRISES
K O N D I S I S A AT I N I

• “Tari poco-poco” penanganan permukiman kumuh • Memahami kekumuhan dari sisi hilir • Menggunakan pendekatan berbasis input variable bukan outcome variable • Belum terintegrasi dengan mata rantai perekonomian perkotaan (urban economic chains) • Lemahnya koordinasi dan ketidakjelasan pembagian peran dan fungsi stakeholders

PARADIGMA DAN AKSELERASI PENANGANAN
• Shifting paradigm towards beyond shelter
•From shelter support to long-term housing support •From spatial –based to right-based

• Plan, Fund and Implementing strategy
Tidak sekedar mengcreate konsep perencanaan tetapi mencreate demand

• Merekayasa trigger/katalisator dalam sistem soft infrastructure dan hard infrastructure

RIGHT BASED POLICY
(Kebijakan Berbasis Hak)
Mengintegrasikan hak atas papan (housing right) dengan tanggung jawab pemangku kewajiban (duty holders)

Pasal 28 ayat 1 UUD 1945 “ ... Setiap Orang Berhak ... Bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat ... “

Pasal 40 ayat 1 UU No. 39/1999 “...setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan layak...”

Internasional Pasal 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

D.U.H.A.M
Pasal 11 Konvenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial, Budaya

K .I.H.E.S.B

“ HAK ATAS STANDAR KEHIDUPAN YANG LAYAK UNTUK KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN “
The right to a standart of living adequate for health and well - being

Kesalahan Konsepsi Dalam Praktek Menurut Komisi HAM PBB

1.

Bahwa hak atas perumahan yang layak tidak membutuhkan negara atau pemerintah membangun rumah untuk keseluruhan lapisan masyarakat Hak atas perumahan yang layak tidak hanya berupa tujuan program-program yang dicapai dalam jangka panjang

2.

Kesalahan Konsepsi Dalam Praktek Menurut Komisi HAM PBB

3.

Hak atas perumahan yang layak melarang pembangunan bangunan dapat memindahkan masyarakat

tidak yang

4.

Hak atas perumahan yang layak tidak sama dengan hak atas perumahan yang layak dapat „mengesampingkan‟ hak milik

Kesalahan Konsepsi Dalam Praktek Menurut Komisi HAM PBB

5.

Hak atas perumahan yang layak tidak sama dengan hak milik atas tanah

6.

Hak atas perumahan yang layak termasuk jaminan akses terhadap pelayanan yang memadai

Kesalahan Konsepsi Dalam Memandang Kumuh
• • Dilihat sebagai persoalan pribadi bukan dari dimensi struktural ( hulu – hilir ) Pengukuran berdasarkan „negative outcome indicators’ belum menjangkau variabel potensi dan dinamika kekumuhannya Diposisikan, sebagai „ korban pasif pembangunan „ bukan sebagai living space being yang mempunyai kemampuan coping with livelihood challenges Penggambaran kumuh sebagai current well-being belum terbaca sebagai future well-becoming

BEYOND SHELTER Kumuh tidak bisa dipandang dari sisi permukimannya saja, melainkan harus dipertimbangkan pula dari faktor-faktor diluarnya

HAK BERMUKIM

Kumuh bukan saja dikarenakan tidak adanya sumber daya penanganan bermukim, tetapi juga karena tidak adanya hak (entitlement) untuk mengaksesnya

ENABLING PEMANGKU KEWAJIBAN

1. 2. 3. 4.

NEGARA MASYARAKAT DUNIA USAHA LEMBAGA-LEMBAGA KEMANUSIAAN

KEBIJAKAN NASIONAL PERUMAHAN DAN PERUMUKIMAN

1. Kewajiban Menghormati
( Obligation to Respect )

2. Kewajiban Melindungi
( Obligation to Protect )

3. Kewajiban Memenuhi
( Obligation to Fulfil )

PEMETAAN PENDEKATAAN • Analisis status/kondisi berbasis hak dan standard pelayanan minimal • Identifikasi pemangku kewajiban / apa yang harus dipenuhi oleh negara dan pemangku kewajiban lain • Pemetaan hak-hak yang harus dipenuhi dan penyediaan pelayanan pemenuhan hak-hak tersebut

PRE – REQUISITE EFEKTIVITAS KINERJA PENANGANAN • Perangkat Regulatif • Kerangka Struktur Pelaksanaan dan Pembiayaan • Kontrol Politik

PARADIGMA BARU
• Dari Problem-Based Policy ke RightBased Policy

• Dari Rule-Based Approaches ke Outcome – Oriented Approaches

DESK KHUSUS
 Koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga
 Kerangka Regulatif, Kelembagaan dan Penganggaran  JUKLAK, JUKNIS

 PILOT PROJECTS

USULAN AWAL SKEMA PENANGANAN
PEMANGKU KEWAJIBAN PELAYANAN SASARAN PENERIMA MANFAAT

Pembentukan Desk Khusus
Pemetaan Role Sharing Penyiapan Rapid Assesment Skema / Model • In Situ / Setempat • Lokasi Baru Moda / Skema Subsidi • Sebagian / milik • Sebagian / sewa • Penuh / Gratis

Pemetaan : • Siapa , Menerima apa? • Dalam kondisi apa? • Kapan diberikan? • Dalam bentuk apa? (Barang privat atau publik, bansos atau subsidi)
Penyiapan: • Rekayasa Sosial • Rekayasa Teknis

KESIMPULAN
STRATEGI IMPLEMENTASI DAN PETA JALAN
TAHAP KONSOLIDASI 2012 • • • • • DESK KHUSUS KERANGKA REGULATIF, KELEMBAGAAN, DAN PENGANGGARAN JUKLAK, JUKNIS PILOT PROJECTS RENCANA REPLIKASI

TAHAP AKSELERASI 2015

REPLIKASI, UPSCALE
TAHAP TANGGUH 2020

PENINGKATAN KUALITAS DAN KERAGAMAN

TERIMA KASIH

© budiprayitno_ugm@yahoo.com

LAMPIRAN
PEREKAYASAAN TEKNIS SPASIAL DAN SOSIAL EKONOMIS

KONSEP PENANGANAN

INTRA DAN INTER -CONSOLIDATION
Intra - Consolidation : Area Based Approach Inter- Consolidation : Citywide Approach

KORELASI SPK, SPPIP dan RPKPP (KEMENPU)

LINGKUP KEGIATAN DAN OUTPUT
LINGKUP KEGIATAN

1
OUTPUT KEGIATAN
KONDISI, MISI, VISI, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BERDASARKAN DOKUMEN YANG ADA

2
STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA

3
VISI, MISI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (BIDANG KECIPTAKARYAAN)

4
KAWASAN – KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS YANG AKAN DIKEMBANGKAN

5

6

STRATEGI PROGRAM PENGEMBANGAN STRATEGIS UNTUK PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DAN PERKOTAAN (BIDANG INFRASTRUKTUR KECIPTA PERKOTAAN KARYAAN)

KEGIATAN DAN METODA PELAKSANAAN

KONSEP PENANGANAN PLP2K-BK (KEMENPERA)

MODEL PENANGANAN
VISION
MEWUJUDKAN KAWASAN HUNIAN • LAYAK • PRODUKTIF • BERDAYA SAING • BERKELANJUTAN • MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DAN PEMDA

MISSION

• MEMADUKAN PENATAAN KAWASAN KUMUH DENGAN PERENCANAAN KOTA • MEMITRAKAN USAHA MASYARAKAT DENGAN URBAN ECONOMIC CHAINS • MENGINTEGRASIKAN KEBIJAKAN DAN MENGKOLABORASIKAN KELEMBAGAAN

KNOW HOW

• STRATEGI • RENCANA AKSI

KONSEP

VARIABEL
• TATA RUANG

DEFINISI OPERASIONAL
Keterpaduan Spasial Program Slum Upgrading dan Urban Upgrading Pro Poor Land Management Keterpaduan Penataan Permukiman dengan Infrastruktur Kawasan Keterpaduan Rumah dan Tanah Kemitraan Pemerintah, Swasta, Masyarakat dan Lembaga Keuangan • Sinkronisasi Hirarki Kelembagaan • Harmonisasi/ Sinergi Kelembagaan Sektoral • Jaminan Kepastian Bermukiman • Insentif dan Disinsentif

CO – PRODUKSI
• CITYWIDE PLANNING • AREA-BASED

• TANAH • INFRA STRUKTUR • PERMUKIMAN • PEMBIAYAAN

SINERGI
• POLICY INTEGRATION • INSTITUTIONAL COORDINATION

• KELEMBAGAAN

• REGULASI

ASPEK PENANGANANAN
ASPEK SPASIAL
• Citywide Housing and Urban Upgrading • Persyaratan / Standard • Area Competitive Advantage • Urban Economic Chain • Livelihod Opportunities • Land Use • Negative List • Secure Tenure

ASPEK EKONOMIS

ASPEK LEGAL

INDIKATOR
PENILAIAN KEBERHASILAN PENATAAN

LAYAK

• Administratif • Teknis/Keselamatan, Kenyamanan,Kesehatan • Sosio-Kultural

PRODUKTIF - BERDAYA SAING BERKELANJUTAN

• Nilai Ekonomis Kawasan • Usaha Masyarakat

• Permukiman Hijau ( Hunian dan Infrastruktur)

PRINSIP DASAR

KOMPONEN MODEL

Tools 3i
(INSTITUSI, INFRASTRUKTU R, INTERVENSI) CONTOH
2i = INSTITUSI, INTERVENSI
2I = INFRASTRUKTUR, MINTAKAT BARU

FORMAT PROGRAM/ AKTIVITAS CONTOH
SKS, KUNJUNGAN, TABUNGAN PROGRAM AIR BERSIH, SAMPAH RAPAT/DISKUSI WARGA RAPAT / DISKUSI WARGA PEMBENTUKAN KOPERASI PILOT PROJECTS

MINDSET
PEMICU AKTIVASI REPRESENTASI AKUSISI ASIMILASI INTEGRASI SOSIAL TRANSFORMASI EMOSI (NON RASIONAL)

1i = INTERVENSI 1I = INTERVENSI 2i = INSTITUSI, INTERVENSI 1i = INTERVENSI

EKSPLOITASI
REGIMES OF APPROPRIABILITY

3i
3i

PROYEK SKALA BESAR
HEARING DG DPRD

MODEL ‘SOCIAL INCLUSION’
BERBASIS KAPASITAS PENYERAPAN MASYARAKAT (COMMUNITY ABSORPTIVE CAPACITY)

PENGETAHUAN:
INTERNAL & EKSTERNAL

 PENGALAMAN

POTENTIAL: o AKUISISI o ASIMILASI

REALIZED: oTRANSFORMASI o EKSPLOITASI

 SASARAN PROGRAM  SOCIAL INCLUSION  INOVASI SOSIAL

‘MINDSET’
PEMICU /AKTIVASI (MIS.SENSE OF URGENCY) MEKANISME INTEGRASI SOSIAL REGIMES OF APPROPRIABILITY

PENDAMPINGAN

MASYARAKAT

Community Resources
•Fisik Lingkungan • Sosial Ekonomi
STRATEGI PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA PERUMAHAN UNTUK MBR

Pemberdayaan 3P ‘Tri Daya’
• People / Manusia • Profit / Usaha •Planet / Lingkungan

•Role Sharing • Priority • Regulatory Measures

•Urban Investment • Livelihood Opportunities

Local Authority Resources •Kelembagaan • Regulasi
(Prayitno,B,2010)

Strategi dan Rencana Aksi
• Partnership • Citywide Strategic Planning (CDS / SPK) • SACAD • Area based Action Plan (SPPIP, RPKPP & PLP2KBK

PEMERINTAH DAERAH

SWASTA

Policy Integration and Institusional Coordination

Urban Economic Chain

PEREKAYAAN FISIK -LINGKUNGAN
•Slum Upgrading • Urban Upgrading VULNERABILITY (KERENTANAN) • Budaya • Pendidikan • Income • Kerawanan Konflik • Ancaman Kebencanaan • Kesehatan COMPETITIVE ADVANTAGE • Nilai Strategis Kawasan • Peluang Usaha • Potensi Kemitraan • Kearifan Lokal

LIVELIHOOD ASSETS •SDM • Finansial • Kelembagaan • Fisik • Lingkungan

(Prayitno,B,2010)

PEREKAYAAN SOSIAL-EKONOMI • Tenure Upgrading •Livelihood Upgrading •Institutional Capacity Upgrading

(Prayitno,B,2010)

PEMERINTAH LINTAS KEMENTERIAN

SINERGI KELEMBAGAAN

LEMBAGA DONOR LEMBAGA KEUANGAN BANK

PEMPROV LINTAS DINAS

CSR / PKBL

PEMKAB / KOTA LINTAS DINAS
FORUM / POKJA

YAYASAN

LEMBAGA KEUANGAN NON BANK

MASYARAKAT
KU / KOPERASI

FASILITATOR

LITBANG

PERUMNAS

BPN

JAMSOSTEK

BAPERTARUM

STRETEGI IMPLEMENTASI
PLAN, FUND AND IMPLEMENTATION STRATEGY •Support Capacity Building a. Enabling Community
b. Enabling Market c. Enabling Local Government

• Incorporate slum upgrading program and safety-net program Into national housing plan and invest in support program for integrated housing and urban development

• Institute land reform policies for securing land housing right
• Integrated slum upgrading into urban infrastructure and spatial development

© budiprayitno_ugm@yahoo.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->