Anda di halaman 1dari 15

OBAT-OBAT TOKOLISIS PADA PERSALINAN PRETERM

Clinical guideline

Kukuh Wibowo Kustarto

Tujuan Pemakaian dan cakupan

Persalinan preterm adalah penyebab terbanyak dari outcome bayi yang tidak baik, baik dalam kemampuan hidup maupun kualitas hidup bayi
Pencegahan dan pengobatan pada persalinan preterm bertujuan tidak hanya untuk mencegah persalinan itu sendiri namun juga untuk mengurangi kejadian yang buruk pada bayi

Identifikasi dan Penilaian evidence

Cochrane Library, The Cochrane controle Trial register Issue 1 dan 3 tahun 2001 dan 2002. Medline tahun 1966-2000

Definisi dari penilaian evidence yang dipakai adalah menurut US Agency for Healhtcare research and Quality, dimana rekomendasi hanya berdasarkan adanya evidence yang mendukungnya.

Apakah pemberian tokolisis lebih baik daripada tanpa tokolisis?

Tidak ada bukti yang jelas bahwa pemakaian tokolisis memperbaiki outcome sehingga sangat beralasan untuk tidak menggunakan tokolisis. Keuntungan pemberian tokolisis adalah , untuk melengkapi pemberian kortikosteroid dan in utero transfer

Evidence level 1a: Systematic Review pada Ritodrine, isoxuprine, terbutaline, MgSO4, Indometasin dan atosiban menunjukkan penundaan persalinan selama 24 jam (OR 0,47. CI 0,38-0,83), 48 jam ( OR 0,57. CI 0,53-3,33), 7 hari ( OR 0,60. CI 0,38-0,95)
Namun tidak ada bukti yang signifikan pada kehamilan dibawah 30 mgg ( OR 1,33. CI 0,533,33), dibawah 32 mgg ( OR 0,81. CI 0,611,07), dan sebelum 37 mgg ( OR 0,17. CI 1,0021,15)

Evidence level 1b

Penelitian yang membandingkan pemberian atosiban dan plasebo menunjukkan kejadian stillbirths dan kematian bayi dengan atosiban 4,5% dan plasebo 1,7%

Pemilihan Obat Tokolisis

Ritodrine bukan lagi pilihan terbaik, Atosiban atau nifedipin lebih dapat dipilih karena mempunyai lebih sedikit efek samping maternal. Namun tidak ada bukti yang jelas mereka dapat memberikan keuntungan pada outcome neonatal( Evidence level 1a dan 1b)

Evidence level 1a

Hanya sedikit perbedaan efek obat-obat tokolisis pada penundaan persalinan Atosiban mempunyai efek samping maternal yang lebih sedikit dibandingkan beta agonis Nifedipine berhubungan dengan kesempatan yang lebih baik untuk menunda persalinan selama 48 jam, resiko yang lebih rendah thd terjadinya RDS dan efek samping maternal lebih sedikit dibandingkan beta agonis

Evidence level 1a

Tidak cukup bukti ada perbedaan efek masing-masing obat- obat Tokolisis pada kejadian mortalitas neonatal
Ca channel blocker nampaknya menurunkan resiko RDS ( RR 0,64. CI 0,45-0,91), dan neonatal jaundice ( RR 0,73. CI 0,57-0,93)

Evidence level 1b

Penelitian yang membandingkan indomethacin dan ritodrine menunjukkan tidak ada perbedaan dlm hal penundaan persalinan, mengingat efek indometacine pada fetus dimana dapat terjadi premature closure of the ductus, vasokontriksi renal dan serebral, serta necrotising enterocolitis maka indometacine tidak lagi dianjurkan pemakaiannya

Pemakaian tokolisis maintenance

Evidence level 1a: Tidak ada bukti yang jelas bahwa pemberian tokolisis maintenance memberikan keuntungan karena itu Tokolisis maintenance tidak direkomendasikan untuk pemberian rutin

Kesimpulan

Belum ada bukti yang jelas bahwa pemberian obat tokolisis memperbaiki outcome neonatal Keuntungan pemberian tokolisis adalah penundaan persalinan untuk melengkapi pemberian kortokosteroid dan in utero transfer

Jika dipakai tokolisis, ritodrine bukan lagi pilihan terbaik, atosiban dan nifedipin lebih dapat dipilih karena mempunyai efek samping maternal yang lebih sedikit. Pemakaian Atosiban dilisensi di UK namun harganya lebih mahal

Karena keuntungan pemberian tokolisis pada bayi tidak dapat dibuktikan, pemberian tokolisis harus didiskusikan dan dijelaskan pada penderita dan keluarga

TERIMAKASIH