Anda di halaman 1dari 1

Kromatografi lapis tipis adalah suatu metode analisis yang digunakan untuk memisahkan suatu campuran senyawa secara

cepat dan sederhana.Prinsipnya didasarkan atas partisi dan adsorpsi. Komponen bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda mengikuti naiknya eluen, karena daya serap adsorben pada komponen-komponen tidak sama, maka komponen bergerak dengan kecepatan berbeda dan hal inilah yang menyebabkan terjadinya pemisahan. Dalam praktikum kali ini digunakan etil asetat : hexane 3:7 yang menjadi fase gerak dan plat silica yang berfungsi sebagai fasa diam. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol. Setelah chamber dijenuhkan, plat yang telah ditotolkan sampel dimasukkan kemudian chamber ditutup hingga seluruh eluen naik. Plot yang timbul dilihat tanpa menggunakan sinar UV dan dengan menggunakan sinar UV. Perbandingan kecepatan permukaan dari pelarut dengan jarak yang ditempuh oleh senyawa terlarut merupakan dasar untuk mengidentifikasi komponenkomponen yang terdapat dalam ekstrak atau campuran senyawa tersebut yang disebut dengan nilai Rf. Nilai ini spesifik untuk setiap golongan dari senyawa yang membuatnya dapat mengidentifikasi kandungan dalam senyawa tersebut. Dengan menggunakan sinar UV akan terlihat jarak yang berfungsi menghitung nilai Rf nya, jika tanpa sinar UV jarak tersebut juga terlihat, maka nilai Rf yang akan dihitung berdasarkan masing-masing jarak keduanya, sehingga didapatkan dua nilai Rf. Dari hasil yang diperoleh, didapatkan nilai Rf 0.28, 0.4, 0.6 dan 0.76 (tanpa menggunakan sinar UV) dan nilai Rf 0.28, 0.4, 0.62 dan 0.8 (menggunakan sinar UV) yang akan dibandingkan dengan nilai yang didapatkan dari referensi nilai Rf terhadap ekstrak daun rambutan. Pada referensi yang kami dapatkan, nilai Rf yang didapatkan dari ekstrak butanol daun rambutan adalah 0.22, 0.35, 0.39 dan 0.44. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut terjadi pergeseran yang mungkin disebabkan oleh perbedaan pelarut yang digunakan untuk mengestraksi. Namun dalam referensi yang kami jadikan acuan tidak dijelaskan senyawa apa yang timbul pada Rf tersebut. Setelah dihitung nilai Rf nya, kemudian dilakukan penyemprotan dengan anilin dan H2SO4 pekat yang berfungsi untuk menampakkan bercak, namun tidak ada perubahan yang terjadi setelah disemprotkan.