Anda di halaman 1dari 20

Choirul Huda Dedi A. Dewi Nimatul L. Endah Eka H.

Istiqomah

(08) (09) (10) (15) (21)

KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 LASEM 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah pemenuhan gizi yang sering dialami oleh bangsa Indonesia membawa dampak yang cukup serius,asumsi kebutuhan daging masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Terlebih lagi untuk pemenuhan konsumsi protein hewani dari daging ternak. Salah satu faktor penyebabnya adalah harga daging tersebut yang ada di pasaran terbilang cukup tinggi,dibandingkan dengan protein hewani. Bahwa ini berkaitan dengan cara mengubah pola konsumsi daging masyarakat,tanpa khawatir akan mahalnya harga daging tersebut. Yakni udang,selain harganya terjangkau, namun tidak kalah dengan gizinya yang sama dengan gizi daging ternak lainnya. Oleh karena itu, dipaparkan dalam makalah ini tentang cara pembudidayaan udang jenis vanname.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dapat dirumuskan seperti berikut ini : 1. Bagaimana pembudidayaan udang vanname? 2. Bagaimana kandungan gizi yang terdapat pada udang vanname? 3. Bagaimanakah hasil yang didapatkan dari hasil penelitian terhadap udang vanname sampai ke pasaran?

C. Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian sebagai berikut : 1. Mendiskripsikan cara-cara pembudidayaan udang vanname. 2. Untuk mengetahui kandungan gizi udang vanname. 3. Mendiskripsikan hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan penelitian.

D. Manfaat Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Mengetahui cara-cara budidaya udang vanname yang dapat mendukung sektor perekonomian. 2. Peningkatan gizi protein hewani bagi masyarakat tanpa harus biaya mahal. 3. Membawa dampak yang menguntungkan disegala bidang, ekonomi, dan lain-lain.

A. Pembudidayaan Udang Vanname


UDANG VANNAMEI (litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati, karena memiliki keunggulan seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat (masa pemeliharaan 100-110 hari), sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR-nya) rendah. Namun demikian pembudidaya udang yang modalnya terbatas masih menggangap bahwa udang vanname hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Anggapan tersebut ternyata tidaklah sepenuhnya benar, karena hasil kajian menunjukan bahwa vanname juga dapat diproduksi dengan pola tradisional. Bahkan dengan pola tradisional petambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal.Teknologi yang tersedia saat ini masih untuk pola intensif dan semiintensif, pada hal luas areal pertambakan di indonesia yang mencapai sekitar 360.000 ha, 80% digarap oleh petambak yang kurang mampu. Informasi teknologi pola tradisional plus untuk budi daya udang vanname sampai saat ini masih sangat terbatas.

PERSIAPAN TAMBAK 1.Pengeringan/pengolahan tanah dasar Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangaan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus di pompa keluar. Selanjutnya tambak dikeringkan sampai retak-retak kalau perlu di balik dangan cara ditraktor sehingga HS menghilang karena teroksidasi. Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang yang ada di pelataran tambak. 2.Pemberantasan hama Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tembak 5cm 3.Pengapungan dan pemupukan Untuk menunjang perbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. selanjutnya masukkan air ketambak sehingga tambak menjadi macak-macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha). 4.Pengisian air Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. tinggi air di petak pembesaran diupayakan 1,0m.

PENEBARAN Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plangton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. benur vanname yang digunakan adalah PL 10 - PL 12 berat awal 0,001g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapatkan rekomendasi bebas patogen, Spesific Pathogen Free (SPF). Kreteria benur vanname yang baik adalah mencapai ukuran PL - 10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus. Sebelum benuh di tebar terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benuh ditambak dan menyiram dengan perlahan-lahan. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan perlahan-lahan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat siang hari. Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1-7 ekor/m. Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke dua pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8-10 ekor/m.

PEMELIHARAAN Selama pemeliharaan, dilakukan monitoring kualitas air meliputi : suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalaman air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TPS susulan setiap 1 minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. (urea 150kg/ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plangton dalam tambak. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi. Pakan diberikan pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plangton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. Dosis pakan yang di berikan 5-2% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3kali /hari yakni 30% pada jam 7.00 dan 16.00 serta 40% pada jam 22.00.Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur >60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total, sedangkan pada bukan berikutnya hingga panen, volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang. Sebelum umur pemeliharaan mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan. Kualitas air yang layak untuk pembesaran vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt), suhu 2831C, oksigen >4ppm, amoniak <0,1ppm, pH 7,5-8,2 dan HS <0,003ppm .

PANEN Panen harus mempertimbangkan aspek harga, pertumbuhan dan kesehatan udang. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari. Perlakukan sebelum panen adalah pemberian kapur dolomit sebanyak 80 kg/ha (tinggi air tambak 1m), dan mempertahankan ketinggian air (tidak ada pergantian air) selama 2-4 hari yang bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen. Selain itu disiapkan peralatan panen berupa keranjang panen, jaring yang dipasang di puntu air, jala lempar, stiroform, ember, baskom, dan lampu penerangan dilakukan dengan menurunkan volume air secara gravitasi dan di bantu pengeringan dengan pompa. Bersamaan dengan aktifitas tersebut juga dilakukan penangkapan udang dengan jala. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang, karena udang hasil panen sangat peka terhadap sinar matahari. Udang hasil tangkapan juga harus di cuci kemudian direndam es, selanjutnya dibawa ke cold storage. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835-1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%, ukuran panen antara 55-65 ekor/kg.

A.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan tersebut, terkait dengan pembudidayaan udang vanname, maka kesimpulan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. ) Pembudidayaan udang vanname Dalam pembudidayaan udang vanname, pemeliharaan larva udang

vanname, perlu adanya pengetahuan tentang sifat udang vanname, beberapa tingkah laku udang vanname yang perlu kita ketahui antara lain : a. Aktif pada kondisi gelap b. Dapat hidup pada kisaran salinitas lebar c. Suka memangsa sesama jenis d. Tipe pemakan lambat, tapi terus-menerus e. Menyukai hidup di dasar f. Mencari makanan lewat organ sensor

2.) Kandungan Nutrisi Udang Nilai proteinnya dikategorikan complete protein karena kadar asam amino yang tinggi, berprofil lengkap dan sekitar 85-95 persennya mudah dicerna tubuh. 100 gr udang mentah mengandung 20,3 gr protein atau cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 41 %. Kalori energi udang yang sangat rendah (hanya 106 kalori per 100 gr udang) menjadikannya salah satu makanan diet yang sangat baik. Udang juga hanya mengandung sedikit asam lemak jenuh. Memang kandungan kolsterol udang cukup tinggi yaitu 152 mg per 100 gr udang segar. Namun hampir sama halnya seperti tuna dan makanan laut lain, segala manfaat nutrisi udang akan mengalahkan efek-efek negatifnya. Asam lemak esensial yang dikandung udang mampu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) serta menurunkan LDL (kolesterol jahat). Berbagai vitamin baik jenis larut air dan lemak juga sangat tinggi pada udang sehingga sangat baik dikonsumsi. Udang juga mengandung berbagai mineral yang penting bagi tubuh.

Selain itu udang vanname juga mempunyai banyak manfaat, yaitu antara lain : 1. Menjaga kesehatan kardiovaskular (jantung) karena kandungan asam lemak esensialnya akan menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penggumpalan kepingan darah atau ateroskeloris. 2. Memenuhi kebutuhan protein dengan asam amino berprofil lengkap yang mudah diserap tubuh. 3. Sangat cocok untuk menu diet karena kalori energinya yang rendah. 4.Memaksimalkan berbagai fungsi organ-organ vital tubuh karena berbagai kandungan vitaminnya. 5. Sebagai antioksidan yang mampu menjaga kesehatan fungsi kekebalan tubuh, anti radikal bebas penyebab 50 macam penyakit degeneratif dan membantu produksi antibodi dengan kandungan selenium yang sangat tinggi. 6. Membantu bekerjanya lebih dari 70 macam enzim, hormon, dan proses biosintesa dalam tubuh lainnya dengan kandungan zincnya. 7. Sangat vital untuk kecerdasan dan pertumbuhan anak dengan tingginya vitamin D, B12 dan Omega 3.

8. Mencegah penyakit darah rendah (anemia) dan berperan dalam pembentukan sel darah merah karena kandungan besi dan zincnya yang tinggi. 9. Menjaga kesehatan mata dengen kandungan vitamin A. 10. Menjaga kesehatan kulit dan mencegah penyakit pellagra (kulit burik dan bersisik) dengan kandungan vitamin E (alpha tocopherol) dan niasin yang tinggi. 11. Menjaga kesehatan tulang, gigi dan sendi dengan kandungan vitamin D, kalsium dan potassium yang tinggi.

3.) Analisis ekonomi usaha budidaya udang vanname


No. A.
Investasi Pompa air (unit) Sewa tambak (ha/tahun) Sub total 1 1 4.500.000 2.500.000 4.500.000 2.500.000 7.000.000

Uraian

Jumlah

Harga (Rp)

Total (Rp)

B.

Biaya Operasional Benur udang vannamei (ekor) Pakan (kg) Pupuk organik (kg) Pupuk anorganik (kg) Dolomit (kg)

80.000
450 6.000 250 1.00 200 1 1 1 1 -

40
8.000 110 2.960 500 2.000 4.500 600.000 400.000 200.000 1.350.000

3.200.000
3.600.000 660.000 740.000 500.000 200.000 900.000 600.000 400.000 200.000 1.350.000 12.350.000

Saponin (kg)
Solar (L) Pemeliharaan tambak (paket) Pemeliharaan peralatan (paket) Lain-lain (paket) Bunga modal (Rp 11 juta+Rp 7 juta/musim) Sub total

No. C.

Uraian
Penyesutan investigasi
Pompa (6 musim) Sewa tambak/musim Sub total

Jumlah

Harga (Rp)
750.000 1.250.000

Total (Rp)
750.000 1.250.000 2.000.000

D.

Biaya total/musim Penjaulan udang (kg/musim) Upah penjaga (20%) Keuntungan Keuntungan/Ha/musim 1 835 1 1 14.350.000 29.500 2.057.000 8.288.000 14.350.000 24.632.500 2.057.000 8.225.500

Daftar Pustaka
Sumber : Pusat Data Statistik dan Informasi | Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan http://www.kkp.go.id/index.php/arsip/c/7519/BUDIDAYA-UDANGVANNAMEI-litopenaeus-vannamei-POLA-TRADISIONALPLUS/?category_id=107 , http://www.smallcrab.com/kesehatan/420-udangyang-kaya-protein-dan-rendah-kalori , http://zaedkfc.blogspot.com/2011/06/nutrisi-dan-manajemen-pakanudang.html