Anda di halaman 1dari 42

ASUHAN KEPErawatan keluarga pada anak remaja

OLEH : KELOMPOK 5 INTAN YUNNI AZTI ERMELIA INDAH SARI FELLA FEBNUR AGUS ANGGUN SAPUTRA ANGGI PRATAMA

DOSEN PEMBIMBING : Ns. REKOR RINA MARDALENA,S.Kep.

STIKes Mercubaktijaya Padang 2013


1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK REMAJA.

Makalah ini diajukan untuk melengkapi dan memenuhi salah satu syarat tugas Keparawatan Keluarga pada program study S1 Keperawatan.

Dalam penyelesaian makalah ini penulis telah banyak mendapat bantuan dan bimbingan yang bermanfaat dari berbagai pihak sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Akhirnya,penulis menyadari masih banyak kekurangan,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi sempurnanya makalah ini dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Padang,

Juni 2009

Penulis

BAB I KONSEP DASAR KELUARGA


A. DEFENISI KELUARGA
1. WHO 1969 Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah,adopsi atau perkawinan. 2. Helvia,1981 Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat. 3. Depkes RI,1998 Keluarga adalah unit terkacil dari suatu masyarakat dan terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan yang saling ketegantungan. 4. Duvall dan logan,1986 Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan,kelahiran dan adopsi yang bertujuan mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan perkembangan. 5. Dailon dan maglaya 1978 Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karna adanya hubungan darah,perkawinan atau adopsi saling berinteraksi,mempunyai peran masing dan menciptakan serta fisik,mental emosional serta social dari tiap

mempertahankan suatu budaya.

B. DEFENISI KELUARGA REMAJA


Keluarga remaja adalah keluarga yang dimulai pada anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir pada usia 19/20 tahun,yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orang tuanya.

C. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA REMAJA


1. Memberikan kebebasan yang seimbanga dengan tujuan, 2. Mempertahankan hubungan yang intim dengan keluarga, 3. Mempertahankan komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua,hindari perdebatan,kecurigaan dan permusuhan, 4. Perubahan system peran dan peraturan untuk tumbang keluarga.

D. FUNGSI PERAWAT PADA KELUARGA REMAJA


Diarahkan pada peningkatan dan pencegahan, pada orang tua penyakit kardiovaskuler, pada remaja penyuluhan tenTang obat-obatan telarang, miras, seks, pencegahan kecelakaan, serta membantu terciptanya komunikasi yang lebih efektif antara orang tua dengan anak remaja.

E. MASALAH YANG MUNGKIN TERJADI PADA TAHAP PERKEMBANGAN REMAJA


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kecelakaan Patah tulang Cedera Penyalahgunaan obat-obatan dan alcohol Kehamilan yang tidak dikehendaki Pendidikan dan konseling sex, hubungan perkawinan Komunikasi remaja dan orang tua

KELUARGA

DENGAN

ANAK

F. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Resiko trauma Gangguan komunikasi verbal Koping individu tidak efektif Perubahan proteksi Kenakalan remaja Konflik pengambilan keputusan Koping keluarga tidak efektif

BAB II KONSEP DASAR PENYAKIT


A. DEFENISI
Menstruasi yang sangat nyeri yang disebabkan karena kejang otot uterus (Sarwono, 2002)

B. KLASIFIKASI
1. Dysmenore primer adalah menstruasi yang sangat nyeri tanpa adanya keadaan patologis yang mendasarinya. Lokasi nyeri biasanya daerah Suprapubik dapat bersifat tajam, tumpul, menusuk terasa diremas. Dapat berlangsung dalam beberapa jam sampai 1 hari, kadang-kadang gejala dapat lebih lama tapi jarang melebihi 72 jam. Selain nyeri dapat disertai dengan gejala sistemik mual, diare, sakit kepala, perubahan emosi, lemah, pusing. Etiologi: a. b. c. Faktor psikologis (stress) Faktor endokrin Peningkatan prostaglandin dan peningkatan aktivitas 5-lypoxigenase

2. Dysmenore skunder adalah nyeri menstruasi karena adanya masalah fisik yang mendasarinya Etiologi: a. b. c. d. e. Penyakit inflamasi pelvik Malformasi kongenital Trauma Polyp atau mioma uteri Kista ovarium

C. GEJALA KLINIS
1. Nyeri timbul sebelum atau bersama-sama dengan permulaan haid dan bisa berlangsung beberapa jam atau lebih. Biasanya terdapat didaerah suprapubik 2. Bersama dengan nyeri dapat dijumpai gejala sistemik seperti mual, muntah, sakit kepala, diare.

D. KOMPLIKASI
1. Dehidrasi 2. Shock 3. Penurunan kesadaran

E. PENATALAKSANAAN
1. 2. 3. 4. 5. Berikan penjelasan atau nasehat Pemberian obat analgesik Terapi hormonal Terapi dengan obat non steroid anti prostaglandin Dilatasi kanalis servikalis

F. PEMERIKSAAAN PENUNJANG
Laparoskopi untuk melihat adanya endometriosis atau kelaianan pelvis lainnya

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. A


A. DATA UMUM
1. 2. 3. 4. 5. Nama kepala keluarga Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat : Tn. A : 45 Tahun : SMA : Pegawai Swasta : JL. Parak Jambu Rt.02 RW.01 No.06 Maransi kec.koto tangah 6. Komposisi kelurga : Usi a 42 18 13 2 Pendid i kan SMA SMA Smp Imunisasi Peker jaan Rt Pelajar Pelajar BCG DPT Pol HIB Ket

No

Nama

Hubu ngan Istri Anak Anak Anak

L/P

1 2 3 1 2 3 1 2 3 Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap

1 2 3 4

Ny E An F An A An N

P P P L

7.

Genogram

Ket : = Klien = perempuan = Laki - Laki

8.

Tipe keluarga Tipe keluarga Tn.A adalah keluarga inti yang terdiri dari Ny.E, 2 orang anak perempuan, dan 1 orang anak laki-laki.

9.

Suku / Bangsa Keluarga Tn.A bersuku minang dan pada keluarga Tn.A terdapat kebiasaan pola makan yang tinggi karbohidrat dan kurang serat.

10. Agama Agama yang dianut oleh keluarga Tn.A adalah islam,keluarga biasanya melaksanakan shalat 5 waku dirumah dan jarang shalat berjamaah kemesjid atau mushala dan tidak terlalu aktiv dalam pengkajiaan di mesjid atau mushala. 11. Status ekonomi kelurga : a. Pekerjaan Tn.A adalah seorang supir yang memiliki penghasilan 3.500.000/bulan. Pengeluaran berfokus pada biaya sekolah An.F (masuk kuliah) dan An.A (SMP), biaya kebutuhan sehari-hari dan tagihan rutin/bulan yaitu listrik dan air. b. c. d. Penghasilan : 3.500.000/bulan Pengeluaran : 2.000.000/bulan Penentuan keuangan dalam Kelurga : Ny.E

12. Aktivitas rekreasi keluarga Keluarga Tn.A mempunyai aktivitas rekreasi yang tidak terjadwal. Setiap sore biasanya kelurga Tn.A duduk-duduk diteras rumahnya sambil bercerita. Jenis rekreasi lainnya adalah menonton TV bersama anggota keluarga pada malam hari, karena pada siang hari Tn.A sibuk bekerja dan anak-anak sekolah.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELURGA


1. Tahap perkembangan kelurga saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap perkembanga n keluarga dengan anak remaja dengan tugas perkembangan sebagai berikut : a. b. c. Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tujuan, Mempertahankan hubungan yang intim dengan keluarga, Mempertahankan komunikasi yang terbuka antara anak dan orangtua, hindari perdebatan, kecurigaan, dan permusuhan, d. 2. Perubahan system peran dan peraturan untuk tumbang keluarga.

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Keluarga Tn.A belum mampu menabung .

3.

Riwayat keluarga inti Tn.A bahwa dia dan Ny.E menikah sejak 16 tahun yang lalu,dengan lama pacaran sekitar 8 bulan. Awalnya mereka dikenalkan oleh keluarga dan akhirnya mereka sama-sama tertarik. Ny.E mengatakan dia tertarik pada Tn.A karena Tn.A adalah sosok yang berwibawa dan suka bekerja keras. Pada saat ini riwayat kesehatan keluarga adalah sebagai berikut : a. b. Tn A pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan Ny E karena mempunyai riwayat penyakit DM, jika luka ia mengatakan lukanya susah untuk sembuh. c. An F mempunyai riwayat penyakit gejala DBD dan gejala types, dan sering mengeluh nyeri saat haid. d. An A pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan.

e. 4.

An.N pada saat pengkajian tidak memiliki keluhan kesehatan.

Riwayat keluarga sebelumnya. Orang tua Tn A dan Ny E masih lengkap ( belum ada yang meninggal). Orang tua laki-laki dari Ny E memiliki riwayat hipertensi.

C. LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah a. - Tipe rumah - Status rumah - Lantai rumah - Luas bangunan rumah b. - Denah rumah - Ventilasi : : sirkulasi udara bagus dilihat dari ventilasi yang banyak -Penerangan : mereka menggunakan lampu listriksebagai Penerangan. 2. Persediaan air : untuk persediaan air bersih berasal dari air ledeng atau PAM. 3. Pembuangan sampah , BAB/BAK Baik, dengan septic teng berjarak + 10 m dari sumber air bersih. Sampah kering dan sampah basah dipisah. Sampah dibuang ketempat pembuangan sampah. 4. Karakreristik tetangga dan komunikasi RW 1 / RT 2 Hubungan keluarga Tn A dengan tetangga berjalan dengan baik. Tipe komunitas sifatnya homogen, yaitu umumnya bersuku minang walaupun dari berbagai daerah disumatra barat. Setiap bulannya diadakan arisan dan pengajian. 5. Mobilitas geografi keluarga Kelurga Tn.A tinggal dirumah yang sitempatinya sekarang semenjak menikah dengan Ny. E. 10 : permanen : milik pribadi : keramik : P=14 dan L= 17

6. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat Keluarga Tn.A berintegrasi lebih sering pada malam hari, dimana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul secara utuh setelah kesibukan mereka pada siang hari An.F dan An.A sibuk sekolah dan mengaji sedangkan Tn.A yang bekerja yang biasanya kembali kerumah sore. Aktivitas yang dilakukan biasanya adalah menonton TV dan menceritakan pengalaman mereka masing-masing.Hubungan keluarga Tn.A dengan keluarga besarnya dari pihak Tn.A maupun pihak istrinya berjalan baik dan mereka salinh mengunjungi.Sedangkan dengan masyarakat lingkungan semua anggota keluarga bisa dikatakan aktivitas ini terlihat pada keikutsertaan keluarga Tn,A dalam arisan komplek tempat tinggalnya. 7. Sistem pendukung keluarga Tn A mempunyai anak- anak yang menyayanginya . bila timbul masalah kesehatan, keluarga menggunakan system pendukung yang tersedia dilingkungan seperti puskesmas, rumah sakit ataupun praktek dokter yang lokasinya kdekat dari rumah.

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola komunikasi keluarga Keluarga Tn A mempunyai pola komunikasi yang cukup baik, terbuka dan dua arah. Anggota keluarga mengutarakan keinginankeinginan dan perasaan secara terbuka . bila timbul masalah keluarga berusaha mendiskusikan dan memberikan umpan balik yang tepat. 2. Struktur kekuatan keluarga TnA merupakan pemegang kendali rumah tangga yang sekaligus berperan sebagai kepala rumah tangga yang mengatur dan memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk bertindak asalkan masih dalam batas wajar dan tidak menyimpang dari norma dan agama. 3. Struktur peran a. Tn A berperan sebagai kepala rumah tangga dan pemegang kendali rumah tangganya, 11

b.

Ny E berperan sebagai pengatur dan pengontrol pengeluaran serta mendidik dan mengatur anak-anaknya,

c.

An.F berperan sebagai anak yang menjalankan tugasnya yaitu untuk sekolah, mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan orang tuanya dan sebagai kakak yang baik bagi adiknya,

d.

An.A berperan sebagai anak,mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan orang tuanya.

e.

An.N berperan sebagai anak

4. Nilai dan Norma Keluarga. Nilai dan norma keluarga sesui dengan yang ada dimasyarakat. Tn A mengatakan jika ada keluarga yang sakit maka akan dibawa kepelayanan kesehatan dan paranormal. Dalam mengasuh anak Tn.A dan Ny.E tidak terlalu mengekang An.F karena An.A sudah menyadari dan mengetahuai semua aturan-aturan yang harus dipatuhi dan dijalani sebagai seorang anak.

E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif. Tn A pada awalnya mengenal Ny.E dari keluarganya.Setelah beberapa kali bertemu Tn.A mulai merasa tertarik pada Ny.E dan merekapun memutuskan untuk berpacaran.Setelah 8 bulan pacaran mereka memutuskan untuk menikah. Tn.A mengatakan bahagia dengan keluarga yang dimilikinya karena mereka saling kasih mengasihi dan sayang menyayangi. 2. Fungsi Sosial. Waktu luang digunakan oleh keluarga untuk mempererat hubungan dan mencurahkan kasih sayang kepada anak dan istrinya.Dengan

lingkungan sekitar Tn.A mudah berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan. 3. Fungsi Perawatan Kesehatan.

12

Bagi keluarga Tn A sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh aktivitas sehari-hari dengan baik tampa ada gangguan seperti demam, flu, dan sakit kepala. Sedangkan sakit adalah suatu keadaan dimana seluruh kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik. 4. Fungsi Ekonomi. Tn A dapat mengatur keuangan dengan baiak, keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan yang cukup. 5. Fungsi Reproduksi. Keluarga Tn A memiliki 2 orang anak perempuan, dan 1 orang anak laki-laki. Jarak antara An F dan An A adalah 5 tahun, dan jarak antara An.A dengan An N adalah 11 tahun. Saat ini Ny E menggunakan alat kontrasepsi IUD. Sampai saat ini siklus haid masih teratur pada tiap bulannya dimana ia belum memasuki masa menopause. Sedangkan An F dan An A juga sudah haid dan teratur tiap bulannya, tetapi selalu mengalami nyeri saat haid. Nyeri yang dirasakan oleh An.F sangat mengganggu karena setiap nyeri An F tidak dapat melakukan aktifitas nya dan mengeluh tidak dapat tidur karena nyeri.

F. STREES DAN KOPING KELUARGA


1. Streesor jangka pendek dan panjang a. Jangka panjang : Perubahan dalam kesehatan anggota keluarga Tn.A yaitu Ny.E apabila penyakit DM nya kambuh lagi. b. Jangka pendek : Tn A cukup khawatir pada An F tentang nyeri haid yang dialaminya, yang mengganggu aktivitas sehari-hari An.F dan pola tidur An F. 2. Kemampuan Keluarga berespon terhadap Situasi/Streesor. Terhadap stress jangka pendek keluarga menganjurkan An.F istirahat, dan tidak ada memberikan obat-obatan pada An F.

13

3. Strategi koping yang Digunakan. Jika ada masalah dalam keluarga, keluarga berusaha untuk mendiskusikan dan mengkomunikasikannya dengan terbuka. 4. Strategi Adaptasi Disfungsional. Jika dalam keluarga terjadi pertengkaran, maka masing-masing akan introspeksi diri, meskipun sebelumnya antar anggota keluarga terjadi perang mulut, namun tidak pernah menyakiti secara fisik. Selain itu keluarga tidak pernah mengalami berduka disfungsional, jika salah satu anggota keluarga atau kerabat ada yang meninggal, keluarga tabah

menerimanya.

G. RIWAYAT KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN FISIK


1. Riwayat kesehatan a. Tn A saat sekarang ini dalam keadaan sehat dan tidak ada memiliki riwayat penyakit turunan dan penyakit yang diderita saat sekarang ini. b. Ny E memiliki riwayat penyakit DM,tapi penyakit DM yang dialami Ny.E tidak merupakan penyakit turunan. c. d. e. An.F pernah memiliki riwayat penyakit DBD, types, dan nyeri haid. An.A saat sekarang ini dalam keadaan sehat. An. N saat sekarang dalam keadaan sehat.

14

2. Pemeriksan Fisik : Anggota Keluarga Tn.A Ny.E An.F An.A An N

Bagian Tubuh Kepala Benjolan (-), Benjolan (- Benjolan (-), Benjolan (-), Benjolan (Lesi rambut dan rontok. (-), ), Lesi (-), Lesi ikal rambut ikal ),rambut tidak dan rontok. tidak keriting rontok. (- Lesi (- ), Lesi (-

),rambut ikal ),rambut dan dan rontok. tidak ikal tidak rontok. dan

Mata

Konjungtiva

Konjungtiva Konjungtiva anemis, sclera

Konjungtiva

Konjungtiva

tidak anemis, tidak sclera ikterik, penglihatan baik. tidak anemis,

tidak anemis, tidak tidak sclera ikterik, penglihatan tidak anemis, sclera tidak ikterik, penglihatan baik.

sclera tidak ikterik, ikterik, penglihatan baik. penglihatan

baik, lingkar baik. mata terlihat hitam.

THT

Pendengaran baik, serumen (-)

Pendengara n

Pendengaran

Pendengaran baik, serumen (-)

Pendengara n baik,

baik, baik, serumen (-)

serumen (-)

serumen (-)

Leher

Tidak

ada Tidak

ada Tidak

ada Tidak

ada Tidak

ada

pembesaran

pembesaran

pembesaran

pembesaran

pembesaran

dan kelenjer dan kelenjer dan kelenjer dan kelenjer dan kelenjer tyroid. tyroid. tyroid. tyroid. tyroid.

15

Dada

Tidak teraba Teraba dan Teraba adanya benjolan, bentuk simetris, adanya benjolan, bentuk simetris, adanya benjolan, bentuk simetris,

dan Teraba adanya benjolan, bentuk simetris,

dan Tidak teraba adanya benjolan, bentuk

tidak lesi dan tidak lecet.

lesi tidak lesi dan tidak lesi dan simetris, lecet lecet tidak dan lecet lesi

dan lecet.

Abdome n

Bising

usus Bising usus Bising

usus Bising

usus Bising usus

normal, BAB normal, 1x sehari. BAB dalam hari.

normal, BAB normal, BAB normal, 1x 1x sehari. 2 1x sehari. BAB sehari 2-3x

Kulit

Bersih,

Terdapat

Bersih,

Bersih,

Bersih,

Turgor kulit bekas baik, Kulit gigitan

Turgor kulit Turgor kulit Turgor kulit baik, Kulit baik, Kulit baik, Kulit

teraba hanyat nyamuk,

teraba hangat teraba hangat teraba hangat dengan suhu 36c.

dengan suhu turgor kulit dengan suhu dengan 36c. kurang (kering), Kulit teraba hangat dengan suhu 36c. Ektremit as Kekuatan otot Kekuatan dan otot Kekuatan Kekuatan dan otot 36c. suhu 36c.

Kekuatan dan otot dan

dan otot

16

ektremitas baik, patella edema farises (-).

ektremitas

ektremitas

ektremitas

ektremitas

reflek baik, reflek baik, (+), patella (+), patella (-) edema (-) edema

reflek baik, (+), patella (-) edema

reflek baik, reflek (+), patella (+), (-) edema (-)

farises (-).

farises (-).

farises (-).

farises (-).

TTV

TD : 120 / 90 Nadi : 90x/i

TD : 110 / TD : 110 / 70 70 Nadi :86x/i

TD : 110 / 80 Nadi :89x/i

TD : Nadi : 90x/i Suhu:36,5c

Suhu : 36,3 Nadi : 80x/i c Pernafasan :20x/i x/i

Suhu : 36,6 Suhu : 36 c

Suhu : 36,5 c c Prnafasan

Pernafasan : RR : 23x/i : 22x/i

Pernafasan : 20x/i 19x/i

H. PENGETAHUAAN KELUARGA TENTANG KESEHATAN


Bagi keluarga Tn A sehat adalah apabila keluarga dapat melaksanakan seluruh aktivitas sehari hari dengan baik tampa ada gangguan seperti demam, flu, dan sakit kepala. Sedangkan sakit adalah suatu keadaan dimana seluruh kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau seluruh aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan dengan baik.

I. HARAPAN KELUARGA
Harapan keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi adalah agar masalah tersebut dapat diatasi dan keluarga dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan kesehatan. Harapan keluarga terhadap kunjungan perawat keluarga adalah perawat keluarga dapat memberikan solusi yang tepat terhadap masalah yang dihadapi keluarga dan membantu keluarga mengatasi masalah tersebut.Selain itu dengan adanya kunjingan rumah tersebut keluarga berharap dapat menambah

pengetahuaan mereka tentang kesehatan.

17

ANALISA DATA

NO DATA 1 DS :

MASALAH KEPERAWATAN Nyeri

DIAGNOSA KEPERAWATAN haid pada Tn.A An F

haid Nyeri pada (disminorea) Tn.A keluarga khususnya

An.F mengatakan jika haid (disminorea) hari pertama sampai kedua keluarga perutnya sangat sakit An.F mengatakan jika haid dan nyeri tidak sanggup

khususnya An F

berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga anggota merawat keluarga

beraktivitas An.F mengatakan jika haid dan nyeri tidak bias tidur DO : TD :120/80 Nadi : 90x/i An.F kelihatan Keletihan. An.F menguap. An. F tanpak sering sering Nampak

dengan nyeri haid (disminorea)

memegang perutnya.

18

PRIORITAS MASALAH
Diagnosa Keperawatan : Nyeri haid (disminorea) pada keluarga Tn.A khususnya An F berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan nyeri haid (disminorea)

No. Kriteria 1. Sifat masalah Skala : ancaman

Perhitungan 2/3x1=2/3

Skor 2/3

Pembenaran Masalah ini jika

tidak ditangani maka akan mengganggu

kesehatan klien. 2. Kemungkinan dapat diubah Skala : mudah masalah 2/2x1=2 2 Masalah dapat dapat diubah jika segera dilakukan intervensi yang tepat, ditambah keluarga melakukan perawatan anggota yang pada keluarga mengalami mampu

masalah nyeri dan gangguan pola tidur. 3. Potensi masalah untuk 2/3x1=2/3 dicegah Skala : cukup 2/3 Masalah dapat

dicegah jika klien mampu mengenal

penyebab nyeri haid dan mengatasinya. 4. Menonjolnya masalah 2/2x1=1 1 Keluarga melihat cara

19

Skala :segera

bahwa permasalahan An.D harus segera diatasi,jika diatasi mengganggu aktivitas belajar dan kesehatan An.D. tidak dapat

Jumlah Skor :

3 4/3

20

INTERVENSI KEPERAWATAN No. Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri Tujuan Panjang haid Keluarga mampu Setelah dilakukan Respon Defenisi : dan Menstruasi yang 1. Kaji keluarga dysmenorhe reinforcement pengetahuan defenisi Jangka Tujuan Jangka Pendek Kriteria Standar Intervensi

(disminorea) pada mengatasi keluarga khususnya berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga anggota merawat keluarga Tn.A masalah An F pada Tn.A

intervensi selama 2 x Verbal

nyeri 45 menit diharapkan non verbal keluarga keluarga mampu : khususnya 1. Mengenal masalah Keluarga dapat

sangat nyeri yang disebabkan

karena 2. Beri

kejang otot uterus (Sarwono, 2002)

positif atas jawaban keluarga. 3. Berikan kesampatan pada keluarga untuk bertanya 4. Minta keluarga untuk menyebutkan kembali 5. Jawab keluarga pertanyaan

An.F dalam waktu 1.1 6x45 menit

menyebutkan defenisi dyemenorhe

dengan nyeri haid (disminorea)

21

1.2

Keluarga

dapat Respon verbal

Penyebab dan dysmenorhe adalah: 1. .faktor psikologis 2. Efaktor endokrin 3. Bawaan lahir 4. Peradangan endometrium 5. Periode

1.Kaji keluarga

pengetahuan tentang

menyebutkan penyebab dysmenorhe

non verbal.

penyebab dysmenorhe 2.Beri positif keluarga. 3.Diskusikan dysmenorhe keluarga penyebab dengan reinf atas orcemen jawaban

menstruasi yang 4.Minta keluarga untuk lama. menyebutkan kembali 5.diskusikan tanda dan gejala dysmenorhe

dengan keluarga

1.3

Keluarga

dapat Respon tanda verbal

Tanda

dan

gejala 1.Beri

kesempatan

mengebutkan

dysmenorhe Nyeri sebelum

keluarga untuk bertanya timbul 2.jawab atau keluarga pertanyaan

dan gejala dysmenorhe

22

bersama-sama dengan haid

3.motivasi

keluarga mengulangi

permulaan untuk dan bisa kembali 4.Beri reinf atas

berlangsung

orcemen jawaban

beberapa jam atau positif lebih. terdapat suprapubik. Bersama dengan Biasanya keluarga. didaerah

nyeri dapat dijumpai gejala seperti muntah, kepala, diare sistemik mual, sakit

1.4 tanda

mengidentifikasi Respon gejala yang verbal

Tanda gejala yang 1.identifikasi dimilki 1.nyeri pada perut 2.mual dan muntah kemampuan keluarga

dimiliki khusus An.F

keluarga

tentang tanda gejala yang dimilki

23

3.sakit kepala

2.Beri positif

reinforcement

.3diskusikan tanda dimiliki .4Beri bertanya gejalan

tentang yang

kesempatan

.5 jawab pertanyaan .

2.Setelah

dilakukan

intervensi selama 2 x 45 menit diharapkan keluarga mampu : Mengambil keputusan yang merawat keluarga tepat untuk anggota dengan

masalah dysmenorhe.

24

a.memutuskan merawat keluarga

untuk Respon anggota afektif denga

Keluarga merawat keluarga

mampu 1

Beri

kesempatan untuk

anggota keluarga

dengan mengambil keputusan. Bimbing keluarga mengambil

masalah dysmenorhe

masalah dysmenorhe .2

dalam keputusan.

.3 Beri reinf orcemen positif keluaga . b.Menyebutkan akibat Respon lanjut dari dysmenorhe verbal dialami oleh An.F akfektif Keluaga dapat 1kaji pengetahuan atas keputusan

dan menyebutkan 3 dari keluarga tentang akibat akibat dysmenorhe 1. dehidrasi 2. shockemosional 3. trauma lanjut lanjut dari dysmenorhe .2 Beri reinf orcemen positif keluarga. .3diskusikan akibat lanjut dari dysmenorhe dengan keluarga . .4beri kesempatan atas jawaban

25

keluarga untuk bertanya .5Jawab keluar pertanyaan

Setelah

dilakukan Respon

.Keluarga

mampu 1.Kaji

pengetahuan tentnag cara

intervensi selama 2 x psikomotor 45 menit diharapkan

menyebutkan 3 dari keluarga 5 cara

perawatan perawatan dysmenorhe 2.Beri reinf atas orcemen jawaban

keluarga mampu : 3. Merawat anggota keluarga dysmenorhe dengan

pada dysmenorhe

1.kompres hangat pd positif perut keluarga

2.banyak minum air 3.Beri putih. 3.Olahraga teratur. 4.Makan bergizi 5.istirahat relaksasi dan

kesempatan

keluarga untuk bertanya. secara 4.Jawab keluarga yang 5.Motifasi keluarga untuk mengulang kembali pertanyaan

26

b.mendemosnstrasikan penggunaan tradisiona

Respon

Keluarga

1.Diskusikan

tentang obat tntg

obat psikomotor

mendemonkan obat pemberian tradisional -Ambil papaya -kemudian tambhakan aiar -air minum perasan 3-4 tradisional daun dysmenorhe 2.Beri positif keluarga di 3.Beri reinf atas

orcemen jawaban

kesempatan

keluarga untuk bertanya. 4.Jawab keluarga 5.Motifasi keluarga untuk mengulang kembai. pertanyaan

Setelah

dilakukan Respon

Pada yang

kunjungan 1.Jelaskan

kepada

intervensi selama 1 x verbal 45 menit diharapkan keluarga mampu 4. Memodifikasi

tidak keluarga ra tentang cara memodifikasi lingkungan telah bagi penderita

direncanakan, keluarga

melakukan 2 dari 3 dysmenorehe

27

lingkungan anggota dengan dysmenorhe

bagi keluarga masalah

cara

memodifikasi 2.Motifasi keluarga untuk menerapkan cara

lingkungan. Cara

memodifikasi memidifikasi lingkungan bagi 3.Beri kesem patan

lingkungan anggota yang

keluarga keluarga untuk bertanya mengalami 4.Jawab keluarga pertanyaan

dysmenorhe adalah: 1. Berikan lingkungan bersih dan

menyenangkan 2. Berikan penerangan yang cukup 3. Sirkulasi dan udara

yang bagus. Setelah dilakukan Respon Fasilitas kesehatan 1.Sebutkan pada keluarga yang beberapa fasilitas

intervensi selama 1 x verbal 45 menit diharapkan afektif

dapat digunakan:

kesehatan yanga dapat

28

keluarga mampu : 5. fasilitas kesehatan. 5.1 Keluarga dapat Memanfaatkan pelayanan

1. Rumah sakit atau digunakan. puskesmas 2.Diskusikan dengan

2. Perawat keluarga keluarga berbagai sarana 3. Praktek atau bidan Fasilitas pelayanan kesehatan dokter pelayanan kesehatan

yang tersedia yang dapat digunakan 3.Dorong keluarga untuk yang mengunjungi fasilitass

memanfaatkan pelayanan yang ada. 5.2 Keluarga dapat kesehatan

mudah dijangkau pelkes akan mengurangi Dukung keluarga untuk biaya. memutuskan tindakan adanya Dukungan pada 4.Evaluasi keluarga menggunakan pelkes. 5.Beri positif reinforcemen

memberikan dukungan pada keluarga untuk menggunakan pelayanan kesehatan.

untuk penurunan sakit setelah fasilitas

menggunakan pelayanan kesehatan supaya dysmenorhe teratasi.

29

Tujuan Keluarga

Hari/Tanggal Implementasi mampu Senin 03 Juni 2013 1. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang stress 2. Menjelaskan pengertian stress Stress adalah segala situasi dimana tuntutan

Evaluasi S: Keluarga mengatakan stress adalah banyak pikiran Keluarga adalah Gelisah Perasaan tidak enak pengetahuan tanda dan gejala mengatakan penyebab stress

mengenal masalah stress

spesifik mengharuskan seorang individu untuk berespon akan melakukan tindakan 3. Meminta keluarga untuk mengulang kembali pengertian stress 4. Mendiskusikan dengan keluarga penyebab stress Banyak pikiran Banyak masalah Banyak tugas

Ulang reumatik

Keluarga ingatkan akibat lanjut dari stress Suka berfikir Emosi tidak terkontrol

5. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang tandatanda gejala stress adalah : O:

30

Sering terbangun malam Kantung mata hitam dan cekung Terlihat 5 L Gelisah Perasaan tidak enak Kehilangan motivasi

Keluarga

menyebutkan

pengertian,

penyebab, tanda dan gejala serta akibat lanjut dari stress Keluarga mengidentifikasi penyebab tanda dan gejala dari masalah stress yang dialami anggota keluarga

6. Meminta kelaurga menjelaskan kembali tanda dan A : Keluarga dapat mengenal masalah stress gejala stress 7. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang akibat lanjut stress Sering berfikir negatif Mengancam kesejahteraan emosional Sulit dalam menyelesaikan masalah Mengganggu proses berfikir P : Intervensi dilanjutkan ke TUK 2 yaitu memutuskan tindakan yang tepat

8. Meminta keluarga untuk mengulang akibat lanjut stress 9. Memberi kesempatan keluarga untuk bertanya 10. Memotivasi keluarga untuk memutuskan tindakan

31

untuk merawat anggota keluarga denagn stress

Keluarga memutuskan yang tepat

dapat Selasa` tindakan 04 Juni 2013 dalam masalah

1. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang cara S : merawat anggota keluarga dengan masalah stress. Keluarga mengatakan mereka tidak tahu cara merawatnya 2. Menjelaskan tentang cara merawat anggota keluarga dengan stress Mengatur keseimbangan antara istirahat Keluarga mengatakan cara merawat anggota keluarga dengan stress adalah : Lakukan teknik relaksasi Tingkatkan aktivitas spiritual

mengatasi stress

Keluarga mengatakan cara menarik nafas dalam adalah : tarik nafas lewat hidung tahan 3 menit dan keluarkan lewat mulut ulangi 5 kali/lebih

dengan aktivitas Lakukan teknik relaksasi Asupan nutrisi yang cukup dan seimbang Tingkatkan aktivitas spiritual O:

Keluarga

menyebutkan

cara

merawat

3. Mendemontrasikan kepada keluarga cara teknik relaksasi tarik nafas dalam melalui hidung, tahan 3 detik dan hembuskan melalui mulut, ulangi sebanyak 5 kali 4. Menjelaskan kepada keluarga tentang manfaat

anggota keluarga dengan masalah stress Keluarga mendemontrasikan cara tarik nafas dalam cara

A : Keluarga mampu menyebutkan

perawatan stress dan mendemontrasikan

32

tarik nafas dalam Meminimalkan stress Menenangkan diri dan fikiran

cara tarik nafas dalam

P : Intervensi dilanjutkan ke TUK 3

5. Menganjurkan keluarga untuk melakukan teknik relaksasi 6. Memotivasi keluarga untuk sering melakukannya Keluarga merawat keluarga mampu Rabu anggota 05 Juni 2013 dengan 1. Mengkaji pengetahuan ulang tentang cara tarik S : Keluarga sepertinya tindakan tarik nafas nafas dalam 2. Memberi penjelasan pada keluarga tentang tujuan dan keuntungan dari tarik nafas dalam Tarik nafas adalah Meminimalkan stress Menenangkan fikiran dalam mudah diikuti dan dapat dilakukan keluarga dirumah O : Keluarga melakukan tindakan tarik nafas dalam A : Keluarga dapat melakukan tindakan tarik nafas dalam P : Intervensi dilanjutkan

masalah stress : tarik nafas dalam

Keuntungan Lebih rileks Lebih tenang

3. Menjelaskan dan mendemontrasikan cara tarik nafas dalam

33

4. Mendemontrasikan dan meminta keluarga untuk mengikuti tarik nafas dalam Kunjungan yang tidak Sabtu direncanakan kemampuan anggota dengan stress terhadap 08 Juni 2013 merawat keluarga 1. Melakukan redemontrasikan tarik nafas dalam S : dan meminta keluarga untuk mengikutinya 2. Meminta keluarga untuk melakukan tarik nafas dalam 3. Menenangkan kepada keluarga apakah sudah melakukan tarik nafas dalam Keluarga mengatakan bahwa tindakan untuk tarik nafas dalam sudah dapat dilakukan Keluarga mengatakan bahwa apabila stress bisa akan melakukan teknik relaksasi yaitu tarik nafas dalam O : Keluarga melakukan teknik relaksasi yaitu tarik nafas dalam A : Keluarga dapat merawat anggota keluarga dengan stress P : Intervensi dilanjutkan Keluarga memodifikasi lingkungan yang sesuai dengan masalah stress dan memanfaatkan dapat Mingu 09 Juni 2013 1. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang S : Keluarga mengatakan lingkunan yang sesuai dengan penderita stress adalah : Sirkulasi udaranya bagus Penerangan yang cukup lingkugan yang sesuai dengan masalah stress Ny. E mengatakan belum dapat untuk memodifikasi lingkungan yang sesuai dengan masalah stress.

34

fasilitas yang ada

2. Menjelaskan tentang lingkungan yang sesuai dengan masalah stress. Cara memodifikasi lingkungan bagi anggota keluarga dalam mengatasi stress adalah : Berikan lingkungan yang bersih dan menyenangkan Berikan penerangan yang cukup Sirkulasi udara yang bagus O:

Lingkungan yang bersih dan tenang

Keluarga mengatakan bahwa fasilitas kesehatan yang akan dikunjungi adalah dokter karena pelayanan yang diberikan cukup memuaskan dan obat-obatan yang diberikan cukup murah

Keluarga menyebutkan lingkungan yang sesuai dengan penderita stress Keluarga memiliki salah satu fasilitas kesehatan yang tersedia dengan dasarnya

3. Meminta keluarga untuk mengulang lingkungan yang sesuai dengan stress 4. Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas kesehatan yang tersedia untuk penderita stress Fasilitas kesehatan yang tersedia adalah Puskesmas (setiap senin-sabtu jam 08. 12. WIB) Rumah saki/poliklinik (setiap senin-sabtu jam 08.00 12.00 WIB) Psikolog (setiap hari kerja kecuali hari libur
00 00

A : Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang sesuai dengan masalah stress dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. P : Pada kunjungan berikutnya ulangi tupen 4 dan tupen 5 yaitu memodifikasi

lingkungan dan memanfaatkan fasilitas

35

jam 16.00 12.00 WIB) Praktek dokter (setiap hari kerja kecuali libur jam 16.00 21.00 WIB) 5. Meminta keluarga untuk memiliki salah satu fasilitas yang dapat digunakan oleh keluarga

kesehatan

36

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN
Keluarga remaja adalah keluarga yang dimulai pada anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir pada usia 19/20 tahun, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orang tuanya. Pada remaja perempuan kecepatan pertumbuhan maksimal dicapai 6-12 bulan sebelum menarche, dan ini dipertahankan hanya untuk beberapa bulan, kemudian akan mengalami deselerasi untuk dua tahun berikutnya atau lebih. Untuk perempuan adalah pertumbuhan pada lebar panggul selama pubertas.

Pertumbuhan perlvis dan panggul (diukur pada diameter bi-ilical) secara kuantitatif hampir sama dengan remaja laki-laki, tetapi dikarenakan pertumbuhan remaja perempuan lebih kecil pada berbagai dimensi tubuhnya, maka lebar panggul tampak tidak proporsional (terlihat lebih besar) dibanding remaja lakilaki. Pada remaja laki-laki mulai terjadi akselerasi pertumbuhan pada saat remaja perempuan telah mengalami deselerasi pertumbuhan. Bahu yang lebar, pinggul yang lebih sempit, kaki yang lebih panjang dan relative lebih panjang pada ekstrimitas atas adalah ciri khas pada remaja laki-laki. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh hormone androgen.

B. SARAN
Dengan mengetahui gambaran dan masing-masing penyakit yang telah diuraikan diharapkan kita sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan Asuhan Keperawatan secara profesional, tidak hanya terfokus pada keadaan fisik klien saja tetapi juga harus mempertimbangkan faktor yang lain seperti sosial dan spiritual.

PREPLANNING
Kunjungan I Hari / Tanggal : Senin, 03 Juni 2013

1. Latar Belakang 1.1.Karakteristik Dalam mempelajari keperawatan keluarga ini kelompok dituntut dapat membina satu keluarga menjadi keluarga binaan dalam praktek, apabila mendapatkan keluarga binaan, lakukan pengkajian pada keluarga kelolaan dengan tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja. Berdasarkan data di atas, kelompok harus dapat mengambil satu keluarga yaitu keluarga dengan anak remaja. 1.2.Data yang perlu dikaji lebih lanjut a. Mengkaji komposisi keluarga binaan, b. Mengkaji tipe keluarga binaan, c. Mengkaji suku yang dianut oleh keluarga binaan, d. Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga binaan, e. Mengkaji status ekonomi keluarga binaan, f. Mengkaji aktifitas rekreasi keluarga binaan, g. Mengkaji tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi. 1.3.Masalah keperawatan Kemungkinan masalah dengan perkembangan keluarga dengan anak remaja:

2. Proses keperawatan 2.1.Diagnosa keperawatan (-) 2.2.Tujuan umum Mendapatkan data pengkajian pada keluarga binaan,

2.3.Tujuan khusus Mendapatkan data komposisi keluarga, tipe keluarga, suku yang dianut, agama, status ekonomi, aktifitas rekreasi, tahap

perkembangan keluarga, dan tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi oleh keluarga binaan. 3. Rencana kegiatan 3.1.Metode : Wawancara, 3.2.Media dan Alat : Lembar pengkajian dan alat tulis, 3.3.Waktu dan tempat Waktu : 13:00 14.00 WIB, Tempat : ruang tamu keluarga Tn. A

4. Kriteria hasil Mendapatkan keluarga binaan dan melakukan pengkajian pada keluarga binaan, Keluarga mampu memberikan data tentang komposisi keluarga, Keluarga kooperatif saat pengkajian.

Kunjungan II

Hari / Tanggal : Selasa, 04 Juni 2013

1. Latar Belakang 1.1. Karakteristik keluarga Keluarga Tn. A pada tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja, dengan tipe keluarga The Nuclear Family ( keluaraga inti ), suku yang di anut adalah suku minang, keluarga beragama isla. Tn. A timggal di rumah sendiri milik sendiri yang sudah permanen, Tn. A tinggal bersama istrinya Ny. E, dan 3 orang anak, yaitu An. F, An. A, dan An. N. Tn. A bekerja sebagai pegawai swasta dan Ny. E sebagai ibu rumah tangga, anak yang pertama yaitu An. F seorang siswi SMA, anak kedua An. A seorang siswi SMP, dan anak ketiga An. N yang baru berumur 2 tahun. Ny E. karena mempunyai riwayat penyakit DM, jika luka ia mengatakan lukanya susah untuk sembuh. An D. mempunyai riwayat penyakit gejala DBD dan gejala types, mengalami nyeri saat haid 1.2. Data yang perlu dikaji lebih lanjut a. Pengetahuan keluarga tentang disminore, b. Pengetahuan keluarga tentang pengertian disminore, c. Pengetahuan keluarga tentang penyebab disminore, d. Pengetahuan keluarga tentang tanda dan gejala disminore, e. Pengetahuan keluarga tentang akibat lanjut disminore. 1.3.Masalah keperawatan Nyeri haid (disminorea) pada keluarga Tn.A khususnya An F

2. Proses keperawatan 2.1.Diagnose keperawatan Nyeri haid (disminorea) pada keluarga Tn.A khususnya An F

berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan nyeri haid (disminorea) 2.2.Tujuan umum Keluarga mampu mengenal masalah disminore dan mengambil tindakan kesehatan yang tepat.

2.3.Tujuan khusus a. Keluarga mampu menyebutkan pengertian disminore, b. Keluarga mampu menyebutkan dan mengenal penyebab disminore, c. Keluarga mampu menyebutkan dan mengenal tanda dan gejala disminore, d. Keluarga mampu menyebutkan dan mengenal akibat lanjut disminore.

3. Rencana kegiatan 3.1.Metode : wawancara, 3.2.Media dan Alat : lembar balik dan leaflet, 3.3.Waktu dan tempat Waktu : Selasa, 05 Juni 2013, 16.00-16.30, Tempat : ruang tamu Tn. A,

4. Kriteria hasil 4.1.Kriteria struktur Perawat atau mahasiswa sebagai leader dan anggota keluarga Tn. A sebagai audiens, dimana perawat dan anggota keluarga duduk berhadapan di ruang tamu keluarga Tn. A.

4.2.Kriteria proses Selama kegiatan berlangsung tidak ada yang meninggalkan ruang tamu baik anggota keluarga maupun perawat.

4.3.Kriteria hasil a. Keluarga mampu menyebutkan pengertian disminore, b. Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 5 penyebab disminore, c. Keluarga mampu menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala disminore, d. Keluarga mampu menyebutkan 3 dan 4 akibat lanjut disminore.