Anda di halaman 1dari 11

1.

PENDAHULUAN
Bentonit adalah suatu istilah nama dalam dunia perdagangan yang sejenis lempung
plastis yang mempunyai kandungan mineral monmorilonit lebih dari 85% dengan rumus
kimianya Al
2
O
3
.4SiO
2
x H
2
O. Nama ini diusulkan pertama kali oleh Knight (1898) untuk
nama sejenis lempung koloid yang ditemukan pada formasi Benton Rock Creek
Wyoming Amerika Serikat. Penamaan istilah bentonit diusulkan sebagai pengganti dari
istilah nama lain sebelumnya yaitu: Soapy Clay atau Taylorit yang dipopulerkan oleh
Taylorite pada tahun 1888. Sedangkan nama monmorilonit itu sendiri berasal dari Perancis
pada tahun 1847 untuk penamaan sejenis lempung yang terdapat di Monmorilon Prancis
yang dipublikasikan pada tahun 1853 1856. Grim pada tahun (1968) mengelompokkan
monmorilonit ini kedalam Smektit Group sub kelompok smektit di-
oktahedral (heptaphyllitic) bersama dengan beidelit dan nontronit. Sedangkan sub
kelompok lainnya adalah smektit tri-oktahedral (cetaphyllitic) yang terdiri dari mineral
hektorit dan saponit.Secara megaskopis bentonit dapat diamati secara langsung dengan ciri
khas yaitu : mempunyai kilap lilin, lunak, berwarna abu-abu kecoklatan sampai kehijauan.
Endapan bentonit Indonesia tersebar di P. Jawa, P. Sumatera, sebagian P. Kalimantan
dan P. Sulawesi, dengan cadangan diperkirakan lebih dari 380 juta ton, serta pada
umumnya terdiri dari jenis kalsium (Ca-bentonit) . Beberapa lokasi yang sudah dan sedang
dieksploitasi, yaitu di Tasikmalaya, Leuwiliang, Nanggulan, dan lain-lain. Indikasi
endapan Na-bentonit terdapat di Pangkalan Brandan; Sorolangun-Bangko; Boyolali

2. PEMBENTUKAN/TIPE ENDAPAN
Secara umum, genesa bentonit ada empat macam, yaitu hasil pelapukan, hidrotermal,
akibat transformasi, dan sedimentasi.
Endapan Hasil Pelapukan
Faktor utama dalam pembentukan endapan bentonit hasil pelapukan adalah kondisi
komposisi mineral batuan, komposisi kimia, dan daya lalu air pada batuan asalnya.
Yang terakhir ini dapat dikemukakan sebagai: iklim, macam relief, dan tumbuh-
tumbuhan yang berada di atas batuan. Mineral penting dalam pembentukan lempung
adalah plagioklas, kalium-feldspar, biotit, muskovit, serta sedikit kandungan senyawa
alumina. Plagioklas selain sangat reaktif dan jumlahnya banyak, juga merupakan
sumber utama dari kation dan silika dalam air tanah.
Pembentukan bentonit hasil pelapukan diakibatkan oleh adanya reaksi antara ion-
ion hydrogen yang terdapat dalam air tanah dengan senyawa silikat. Pada umumnya,
ion h+ berasal dari asam karbon yang terbentuk sebagai akibat pembusukan zat-zat
organic yang ada dalam tanah.

Endapan Hasil Hidrotermal
Larutan hidrotermal merupakan larutan yang bersifat asam dengan kandungan
klorida, belerang, karbon dioksida dan silika. Komposisi larutan kemudian berubah
karena adanya reaksi dengan batuan gamping. Larutan alkali selanjutnya terbawa ke
luar dan bersifat basa serta akan tetap bertahan selama unsur alkali dan alkali tanah
tetap terbentuk akibat penguraian batuan asal. Jadi, selama proses hidrotermal
berlangsung, akan terjadi daerah yang berubah dari asam ke basa.
Pada alterasi hidrotermal yang relatif lemah, mineral-mineral asal menentukan hasil
alterasi tersebut. Pada alterasi yang sangat lemah, kehadiran unsur alkali dan alkali
tanah akan membentuk monmorillonit kecuali kalium, mika, dan feldspar. Akan tetapi,
terjadinya monmorillonit terutama karena adanya unsur magnesium.

Endapan Hasil Transformasi
Endapan bentonit proses tranformasi (ubahan) dari abu vulkanis yang mempunyai
komposisi gelas akan menjadi mineral lempung (devitrivikasi) yang lebih sempurna
terutama pada daerah danau, lautan dan cekungan sedimentasi. Tranformasi dari
gunung berapi yang sempurna akan terjadi apabila debu gunung api diendapkan dalam
cekungan seperti danau dan laut. Bentonit yang terjadi akibat proses tranformasi
umumnya bercampur dengan sedimen laut lainnya yang berasal dari daratan seperti
batu pasir dan lanau.

Endapan Sedimen
Monmorillonit juga dapat terbentuk sebagai endapan sedimen dalam keadaan basa.
Mineral-mineral yang terbentuk secara sedimen dan tidak berasosiasi dengan tufa
adalah atapulgit, speolit dan monmorillonit, serta terbentuk dalam cekungan dan
bersifat basa, dan karbonat, silika, pipih, fosfat laut dan sebagainya juga ikut terbentuk.
Lingkungan ini banyak sekali mengandung larutan silika yang dapat terendapkan
sebagai flint, kristobalit,atau senyawa aluminium dan magnesium.

Bentonit dapat dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan kandungan alu-munium silikat
hydrous, yaitu activated clay dan fullers Earth. Activated clay adalah lempung yang
kurang memiliki daya pemucat, tetapi daya pemucatnya dapat ditingkatkan melalui
pengolahan tertentu. Sementara itu, fullers earth digunakan di dalam fulling atau
pembersih bahan wool dari lemak. Berdasarkan tipenya, bentonit dibagi menjadi dua, yaitu
:
Tipe Wyoming (Na-bentonit Swelling bentonite)
Na bentonit memiliki daya mengembang hingga delapan kali apabila
dicelupkan ke dalam air, dan tetap terdispersi beberapa waktu di dalam air. Dalam
keadaan kering berwarna putih atau cream, pada keadaan basah dan terkena sinar
matahari akan berwarna mengkilap. Perbandingan soda dan kapur tinggi, suspensi
koloidal mempunyai pH: 8,5-9,8, tidak dapat diaktifkan, posisi pertukaran diduduki
oleh ion-ion sodium (Na+). Penggunaan yang utama adalah untuk lumpur (bor)
pembilas dalam kegiatan pemboran, pembuatan pellet biji besi, penyumbat kebocoran
bendungan/kolam.
Mg, Ca-bentonit - non swelling bentonite)
Tipe bentonit ini kurang mengembang apabila dicelupkan ke dalam air, dan
tetap terdispersi di dalam air, tetapi secara alami atau setelah diaktifkan mempunyai
sifat menghisap yang baik. Perbandingan kandungan Na dan Ca rendah, suspensi
koloidal memiliki pH: 4-7. Posisi pertukaran ion lebih banyak diduduki oleh ion-ion
kalsium dan magnesium. Dalam keadaan kering bersifat rapid slaking, berwarna abu-
abu, biru, kuning, merah dan coklat. Penggunaan bentonit dalam proses pemurnian
minyak goreng perlu aktivasi terlebih dahulu.

3. EKSPLORASI
Pekerjaan yang dilakukan dalam eksplorasi pendahuluan atau detail antara lain
pemetaan dan pembuatan sumur uji atau pemboran. Pada eksplorasi detail pembuatan peta
dilakukan dalam skala lebih kecil (1: 1.000), dan jarak titik sumur uji atau pemboran lebih
dekat.
Pemetaan
Pemetaan dilakukan untuk membuat peta topografi dan situasi daerah dalam
menunjang kegiatan eksplorasi, evaluasi endapan, dan perencanaan penambangan.
Pengukuran dilakukan dengan alat ukur theodolith pada area yang diinginkan dengan
titik ikat ukur yaitu titik triangulasi. Dilakukan juga penen-tuan dan pengukuran lokasi
titik bor atau sumur uji dengan interval 25-100 meter. Dari hasil pengukuran, lalu
dibuat peta topografi dan situasi dengan skala diinginkan yang menggambarkan
letak titik sumur uji atau titik bor, tempat penggalian endapan, penyebaran endapan,
jalan, dan lain-lain.
Pembuatan Sumur Uji atau Pengeboran
Pembuatan sumur uji atau pemboran (dengan bor tangan atau bor mesin) adalah
untuk mengetahui sebaran endapan secara lateral dan vertikal, tebal endapan, tebal
lapisan tanah penutup, struktur batuan, dan data lain melalui pengambilan conto,
pengukuran stratigrafi endapan, serta hasil analisis contoh tersebut di laboratorium.
Dari hasil pemeriksaan uji conto di laboratorium dapat diketahui kualitas dan kuantitas
endapan bentonit, penyebaran serta ketebalan tanah penutupnya. Lalu, data tersebut
dievaluasi, sehingga dapat ditentukan nilai keekonomiannya.

4. PENAMBANGAN
Kebanyakan endapan bentonit terdapat dekat dengan permukaan tanah atau ada yang
sudah tersingkap akibat proses pelapukan, oleh karena itu penambangan dilakukan dengan
cara penambangan terbuka sistim jenjang.
Lapisan tanah atas dikupas dan dipindah ke suatu tempat penimbunan, yang akan
digunakan untuk menimbun daerah endapan bila selesai ditambang, sehingga bekas
penambangan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. Peralatan yang digunakan dalam
proses penggalian dan pengupasan tanah penutup, antara lain: power scraper, dragline
scraper, dragline excavator, dan power shovel.

5. PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN
Hasil penggalian endapan bentonit dari tambang berupa bongkah-bongkah, (raw
material) diangkut dengan truk ke pabrik untuk diolah melalui beberapa tahapan proses,
yaitu penghancuran, pemanasan, penggilingan dan pengayakan.
a) Pengembangan Bentonit
Bentonit mempunyai sifat menyerap sebab ukuran partikel koloidnya amat kecil
dan memiliki kapasitas permukaan ion yang tinggi. Pengembangan bentonit
disebabkan oleh adanya penggantian isomorphous pada lapisan oktohedral (Mg
oleh Al) dalam menghadapi kelebihan muatan di ujung kisi-kisinya. Adanya gaya
elektrostatis yang mengikat kristal pada jarak 4,5o dari permukaan cukup kuat
untuk mempertahanan ion di per-mukaan unit-unitnya, dan tetap men-jaga unit itu
tidak saling merapat. Bila dicampur air akan mengembang, maka jarak antara unit
makin melebar dan lapisannya membentuk serpihan, serta memiliki permukaan luas
jika dalam zat pengsuspensi.
b) Aktivasi Bentonit
Aktivasi bentonit bertujuan untuk menaikkan daya adsorpsi dan memperoleh sifat
bentonit yang diinginkan.Montmorillonit memiliki struktur bertingkat dan kapasitas
pertukaran ion yang aktif di bagian dasar. Oleh karena itu, strukturnya dapat diganti
seperti struktur bagian dasar, yaitu dengan penambahan asam agar terjadi penggantian
ion-ion K
+
, Na
+
dan Ca
+2
dengan H
+
dalam ruang interlamelar, dan akan melepaskan
ion-ion Al
+3
, Fe
+3
dan Mg
+2
dari kisi strukturnya sehingga lempung lebih aktif.
Aktivasi bentonit sangat dipengaruhi oleh konsentrasi asam. Biasanya dipakai asam
sulfat.Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah sifat dasar, distribusi ukuran pori,
keasaman, dan nilai SiO
2
atau Al
2
O
3
dari endapan bentonit. Faktor-faktor tersebut
tergantung juga pada komposisi mineral lempung bentonit dan cara aktivasi.Beberapa
hasil aktivasi dapat diterangkan seperti di bawah ini.
Aktivasi dengan Pemanasan
Pada proses penjernihan minyak sawit dengan bentonit sebagai absorben
memperlihatkan bahwa bentonit mulai aktif menyerap warna pada suhu 80
o
130
o
C. Tingkat kejernihan tidak begitu besar setelah suhu mencapai 140-150
o
C,
bahkan cenderung menurun. Pada proses pemucatan minyak kedele penghilangan
warna minimum pada suhu sekitar 100
o
C.
Pengaruh Waktu
Pengontrolan minyak dengan tanah pemucat sangat dipengaruhi oleh waktu. Pada
kondisi suhu, tekanan, dan jumlah tanah pemucat yang sama menunjukkan bahwa
hasil penghilangan warna maksimum pada temperatur tertentu, dan cenderung
menurun bila kontak diperpanjang. Penurunan pemucatan karena daya serap
lempung akan habis.
Pengaruh Tekanan
Proses penghilangan warna dari bahan pemucat dipengaruhi juga oleh luas
permukaan tanah pemucat yang dikontakkan dengan minyak. Dengan menurunkan
tekanan pori-pori tanah pemucat sampai tekanan atmospir, bentonit akan
terdeareasi, sehingga luas permukaan akan lebih besar. Tekanan yang umum
dilakukan di industri-industri adalah 5,077 mm Hg.

c) Aktivasi dengan Lumpur
Aktivasi bentonit untuk lumpur bor adalah proses merubah Ca-bentonit menjadi
Na-bentonit dengan cara penambahan senyawa alkali, yaitu sodium karbonat
(NaCO
3
) dan sodium hidroksida (NaOH). Dengan aktivasi ini diharapkan terjadi
perubahan sifat hidrasi, dispersi, reologi, swelling, dan sifat lainnya dari bentonit,
sehingga dapat digunakan untuk lumpur bor. Agar reaksi lebih sempurna perlu
diperhatikan aspek waktu kontak, penekanan dan aspek lainnya

Kriteria Penggunaan
Criteria penting yang menentukan kegunaan bentonit dalam industry antara lain:
1) Komposisi kimia : komposisi kimia Perkiraan bentonit adalah : 45 - 65 % Si0
2
, 14-
25 % A1
2
0
3
, 3-9 % FeO + Fe
2
0
3
, 2,0-3,5 % MgO , CaO 1-5 % , 0,40 - 2,51% Na
2
0
, 0,5-1,5 % K
2
0 , 0,8-2,0 % Ti0
2
, dan Na / Ca 4,55-2,50 ( Na - bentonit ) atau,16-
0,0001 ( Kalsium bentonit ).
2) Nilai Ph : Kehadiran natrium / kalsium memastikan bahwa bentonit adalah basa,
yaitu nilai pH -nya di atas 7
3) Plastisitas : Bentonit sangat plastik dan akibatnya memiliki viskositas tinggi .
4) Pengembangan/daya serap : . Bentonit telah diketahui memiliki sifat
pengembangan dan daya absorpsi serap. Daya adsorpsi tinggi karena struktur lapis
3 montmorilonit. Natrium bentonit memiliki sifat pengembangan yang lebih tinggi
daripada kalsium bentonit . Bentonit dapat menyerap sampai 5 kali berat air , dan
peningkatan volume hingga 15 kali curah kering (atau bahkan mungkin lebih tinggi
setelah pengolahan). Daya pengembangan/serap kalsium bentonit juga dapat
ditingkatkan ke tingkat ini dengan mengaktifkan dengan asam. Ketika dicampur
dengan air, akan membentuk gel kental dan sangat plastik. Ini diukur dan
dinyatakan dalam empat parameter, yaitu: (i) pembengkakan kapasitas, (ii)
pembengkakan indeks nilai gel, (iii) waktu gelling , dan (iv) Indeks pembentukan
gel .
5) Permeabilitas: sifat permukaannya tidak mengikat air, sehingga sifat
permeabilitasnya sangat rendah. Hal ini terjadi karena adsorbsi air dan tidak
memungkinkan air untuk menembus ke dalamnya .
6) Dispersi: Ketika terdispersi dalam air, bentonit cepat terurai menjadi miniscule
partikel , bahkan sampai ukuran 0,1 mikron. Partikel-partikel natrium bentonit lebih
kecil dan tetap dalam suspensi praktis tanpa batas , sedangkan kalsium bentonit
adalah kasar sedikit dan mereka menetap setelah beberapa waktu .
7) Pertukaran ion: Bentonit pada umumnya , dan natrium bentonit pada khususnya ,
memiliki sifat dasar pertukaran ion yang baik. Natrium atau kalium mudah
dipertukarkan untuk kalsium atau magnesium . Basis bertukar daya lebih
meningkat karena bentonit memecah mudah menjadi partikel kecil dalam cairan ,
sehingga membuat tersedia luas permukaan yang sangat besar untuk adsorpsi yang
berdasarkan pertukaran ion terjadi .
8) Viskositas : Viskositas adalah sifat dari cairan yang merupakan ukuran tegangan
internalnya untuk berubah bentuk di bawah tekanan geser , dan diukur oleh stres
dalam dyne/em atau Pascal ( Pa ).Hal ini kadang-kadang ditentukan untuk bentonit
dimaksudkan untuk digunakan sebagai suspensi dalam air .
9) Toksisitas : Bentonit tidak beracun dan tidak berbahaya .
10) Fusibility : . Suhu fusi bentonit berkisar antara 1330
0
C dan 1430 C

Kegunaan dan Spesifikasi
Ada dua jenis bentonit yang dipakai yaitu Na-bentonit dan Ca-bentonit. Na-bentonit alam
dikenal sebagai bentonit Wyoming dan bentonit sintetis disebut brekbond dan berkolit. Na-
bentonit dimanfaatkan sebagai bahan perekat, pengisi (filler), lumpur bor, sesuai sifatnya
mampu membentuk suspensi kental setelah bercampur dengan air. Sedangkan Ca-bentonit
juga dikenal sebagai produk seperti NKH,Tonsil, dan Galleon. Ca-bentonit banyak dipakai
sebagai bahan penyerap.

Penggunaan bentonit dalam bidang industry adalah sebagai berikut:
1) Pengeboran sumur minyak : Sodium bentonit digunakan sebagai bahan aditif untuk
lumpur pengeboran sampai sebatas 20-30 % tergantung pada kondisi pengeboran
dan kualitas bentonit. Lumpur pengeboran berfungsi untuk melumasi dan
mendinginkan bit rotary cutting. Sekitar 15 ton bentonit diperlukan untuk
pengeboran 1.000 m. Tujuan penambahan bentonit adalah tiga:
(i) Meningkatkan viskositas lumpur pengeboran .
(ii) Meningkatkan suspensi air lumpur .
(iii) Menutup dinding lubang untuk mencegah kehilangan cairan.
2) Pemurnian minyak : Pada aplikasi ini, bentonit digunakan untuk tujuan
decolourizing. Kedua tipe bentonit dapat digunakan, akan tetapi untuk Ca-bentonit
harus diaktifkan terlebih dahulu. Kegunaan dalam bidang ini berdasarkan sifat
dasar pertukaran ion dan kemampuan mengembang , menyerap warna . Jadi , yang
indeks daya pengembangan indeks harus . Industri umumnya menetapkan 200
mesh ( sekitar 50 mikron ) ukuran, rasio Si0
2
/Al
2
0
3
antara 3,5 dan 4,5, kapasitas
tukar ion 70 mili - setara per 100 gram , dan indeks pengembangan di atas 8.
3) Kontruksi : Tujuannya adalah untuk membuat permukaan berpori kedap air dengan
maksud untuk kedua mencegah kehilangan cairan melalui perkolasi dan mencegah
lubang pada dinding batu selama penggalian dan pengeboran . Contohnya adalah
penyegelan tangki air, bendungan, kanal, sumur air dll. Natrium bentonit sangat
kedap air sehingga lebih disukai . Industri menentukan beberapa parameter yang
penting adalah : kapasitas pengembangan 16-20 ml ; waktu gel cepat ke 5-7 menit
; Indeks gel 35-45 ; kapasitas tukar ion 65-70 mili - equivelents per 100 gm ; kuat
tekan 8-9,5 psi .
4) Keramik: Bentonit sangat baik digunakan sebagai bahan campuran dalam
pembuatan keramik karena penyerapan air dan daya pengembangan yang tinggi.
5) Refraktori dan roda abrasif : Dalam refraktori alumina yang dinyatakan bukan
plastik , bentonit digunakan sebagai pengikat untuk menyampaikan kekuatan hijau .
Untuk alasan yang sama , itu juga digunakan dalam cawan lebur dan roda abrasif .
Fe
2
0
3
dan Ti0
2
yang pantas karena , bila terkena suhu operasional yang tinggi
dimana refraktori yang terkena , mereka mungkin bergabung untuk membentuk
kaca besi - titanat rendah mencair menyebabkan lecet pada tubuh tahan api dan
akibat peningkatan dalam porositas . Kekuatan hijau tinggi bentonit adalah kriteria
yang diperlukan untuk digunakan baik dalam refraktori dan roda abrasif
6) Kosmetik dan obat-obatan: Dalam kedua aplikasi, tujuannya adalah untuk membuat
pasta . Bentonit meningkatkan viskositas dan juga , itu adalah non - toksik dan
tidak berbahaya . Hal ini terutama cocok untuk digunakan dalam persiapan
penyerap terapi usus . Bentonit cair ( konsentrasi 1-2 % ) yang mengandung
mineral yang menyerap racun dan bakteri untuk berbagai jenis infeksi usus. Karena
non - toksisitas dan penyerapannya tinggi bentonit dapat diterapkan untuk efek
smoothening pada penyakit kulit .
7) Deterjen, sabun dan pemurnian air pembuangan air kotor : Sodium bentonit adalah
konstituen dari banyak deterjen yang digunakan di Inggris , Amerika Serikat dan
Jerman untuk menjelajahi tekstil . Peran bentonit adalah untuk menyerap partikel
kotoran melalui pertukaran kation . Selain jenis bentonit , kapasitas pengembangan,
kehalusan ukuran, pH dan kandungan partikel grit merupakan kriteria penting.
Industri menetapkan kapasitas pengembangan 10 ml, ( - ) 240 ukuran mesh, larutan
netral sampai sedikit basa ( pH 8-9 ) dan kebebasan dari grit . Bentonit digunakan
dalam sabun tertentu sampai sebatas 25 persen . Bentonit efektif dalam pemurnian
limbah dan air keruh . Di sini sekali lagi , kriteria adalah kapasitas tukar kation ,
ukuran partikel halus dengan luas permukaan yang tersedia besar dan kemampuan
untuk tetap dalam suspensi untuk waktu yang lama.
8) Insektisida dan fungisida: Dalam aplikasi ini , peran bentonit adalah sebagai
pembawa. Karena non toksisitas, bentonit tidak meningkatkan efek beracun dari
insektisida dan fungisida . Pada jenis cair , perannya adalah untuk mengemulsi
serbuk untuk penyemprotan ( emulsi adalah dispersi cairan dalam cairan bercampur
lain ). Jadi sejauh butiran yang bersangkutan, netral sampai sedikit asam, kalsium
bentonit dengan kapasitas tinggi air - holding ( 25 % ) dan pH 6-7 lebih disukai ,
dan bentonit yang digunakan dalam bentuk dikalsinasi (tanah liat bentonit butiran
hitam ). Untuk membuat produk ini , bentonit hancur terkena panas dalam rotary
kiln berbahan bakar minyak, didinginkan dan lagi hancur. Spesifikasi dikalsinasi
bentonit yang ditetapkan oleh industri untuk digunakan ini adalah: ukuran ( + ) 52
ke ( - ) 22 mesh ; bulk density 0,8 gmlml ( min ) ; pH pada 10 % larutan 5-7 .
kapasitas serap 18 % ( min ) ; praktis bebas dari debu dan benda asing lainnya .
9) Cat dan poles : Dalam kasus cat emulsi , peran bentonit adalah sebagai agen
pengemulsi ( seperti di atas ) untuk mencegah pengendapan pigmen . Dalam cat air
dan poles , digunakan untuk meningkatkan viskositas dan untuk membuat pasta.
10) Kertas, kain minyak dan linoleum : kalsium bentonit dapat digunakan dalam
pembuatan kertas , kain minyak (kertas halus tebal dilapisi dengan minyak biji
rami) dan linoleum ( lantai -covering kanvas tebal dilapisi dengan minyak biji rami
). Penambahan 10 % bentonit , berdasarkan kekuatan ikatan nya , membantu untuk
meningkatkan retensi china clay ( digunakan sebagai bahan pelapis dalam kertas
berkualitas tinggi untuk membuat permukaan mengkilap ) dari 45% menjadi 84 % .
Selain itu, bentonit meningkatkan kehalusan permukaan .
11) Sealants : Sealant adalah zat organik yang cukup lembut untuk menuangkan atau
mengusir dan mampu pengerasan berikutnya untuk membentuk ikatan permanen
dengan substansi . Salah satu komponen dari sealant adalah apa yang disebut
pigmen , yang melakukan berbagai fungsi seperti bertindak sebagai pengisi ,
pewarna , melindungi sinar ultraviolet , dll. Bentonit bertindak sebagai pengental
yang sangat baik untuk jenis emulsi air sealant .Partikel montmorillonite ada dalam
bentuk aglomerat sampai beberapa milimeter dalam ukuran , tetapi dalam
konsentrasi 5-6 % dalam air , mereka memecah menjadi kurang dari 0,1
mikrometer . Partikel berukuran nano ini memungkinkan bahkan terberat dari
pigmen untuk tetap tinggal di suspense.
12) Hewan dan unggas pakan : . Bentonit digunakan sebagai pelet . Selain itu, ia
menyediakan nutrisi mineral tambahan . Penggunaannya meningkatkan ukuran
telur dan sel hormon.











DAFTAR PUSTAKA