Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

TEKNIK PEMBORAN

PERBEDAAN PEMBORAN OFFSHORE DAN ONSHORE

Disusun oleh :
Gilang Alkato
21100111120007

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG
MAI 2014




PERBEDAAN PEMBORAN OFF SHORE DAN ON SHORE
Pengeboran minyak dan gas bumi dapat dilakukan di daratan (on shore)
atau pun di lepas pantai (offshore). Pengeboran on shore dan offshore mempunyai
beberapa perbedaan. Pada suatu pengeboran on shore dan offshore yang dilakukan
pada air laut yang dangkal, hanya memerlukan sedikit saja modifikasi dari
pengeboran on shore. Namun hal ini tidak berlaku bagi pengeboran offshore,
khususnya yang dilakukan pada kedalaman air laut yang dalam. Hal ini
dikarenakan dalam pengeboran offshore banyak sekali faktor yang harus
dipersiapkan terlebih dahulu, seperti adanya platform dan juga teknologi yang
tinggi jika pengeboran tersebut berlangsung pada laut yang dalam, dan juga factor
keselamtan kru yang tinggal di platform harus diperhatikan. Berikut pembahasan
satu persatu :
A. Pengeboran lepas pantai (off shore)
Operasi pengeboran lepas pantai dimulai dari pengembangan teknologi
pengeboran darat dengan menggunakan casing conduktor yang ditanam atau
dibor dan disemen, kemudian meningkat dengan digunakan mud-line
suspention system, dan terus meningkat dengan menggunakan riser system.
Penggunaan BOP (blow Out Preventive) konventional terus dimodifikasi agar
mampu beroperasi di bawah air. Kondisi lingkungan laut berpengaruh
terhadap pemilihan jenis platform yang digunakan.
Dalam operasinya pengeboran lepas pantai membutuhkan sarana utama
pengeboran yaitu berupa kendaraan atau disebut Drilling rig. Pengeboran
lepas pantai bisa dilakukan dengan 3 jenis kendaraan atau drilling rig, hal
tersebut tergantung pada kedalaman air di tempat yang akan dilakukan proses
pengeboran/lokasi pengeboran, jenis driiling rig tersebut antara lain adalah:
Swamp Barge
Merupakan driiling rig yang digunakan untuk kedalaman 7 - 15 ft
(laut dangkal) Cara kerjanya adalah dengan memobilisasi rig ke lokasi
sumur, kemudian rig ditenggelamkan dengan cara mengisi ballast tanknya
dengan air. Setelah rig duduk di dasar dan spud cannya tertanam di dasar
laut, baru proses pengeboran bisa dimulai. Untuk mencegah rig terdesak
arus laut yang terkadang kuat, biasanya posisi rig distabilkan dulu dengan
cara mengikatkan rig pada tiang - tiang pancang di sekitarnya, karena
apabila tidak stabil dan posisi rig tergeser oleh arus, hal ini bisa menjadi
masalah yang serius. Swamp Barge ditunjukkan pada Gambar.1.

Gambar 1. Swamp Barge (Tender Barge Rig)
Drillships (floater)
Untuk laut dalam (>250 ft), digunakan drillships (floater) atau
semi-submersible. Drilling rig tipe floaters biasanya dipakai untuk
mengebor sumursumur explorasi karena praktis rig jenis ini tidak bisa
melekat pada platform untuk mengebor sumursumur development. Rig
jenis ini, biasanya dilengkapi dengan 8 anchor/jangkar, yang tersebar di
sekeliling rig.

Gambar 2. Drilling Ship

Jack-up rig
Digunakan untuk kedalaman 15 - 250 ft, jack-up rig biasanya
berkaki 3 atau 4, dan ada yang tipe independent legs dengan spud can di
masing - masing leg atau ada juga yang non-independent leg dengan tipe
"mat foundation" seperti fondasi telapak. Kaki rig dengan tipe mat
foundation ini biasanya dipakai di kawasan laut yang mempunyai soft
seabed (dasar laut yang lembut sehingga dengan kaki rig tipe mat
tertanam tidak terlalu dalam). Rig tipe jack up bisa digunakan untuk
mengebor sumur - sumur explorasi maupun development
(pengembangan). Jackup rig adalah platform yang dapat mengapung dan
mempunyai tiga atau empat kaki yang dapat dinaik-turunkan. Untuk
dapat dioperasikan, semua kakinya harus diturunkan sampai menginjak
dasar laut. Kemudian badan rig akan diangkat sampai di atas permukaan
air sehingga bentuknya menjadi semacam platform tetap. Untuk
berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semua kakinya haruslah
dinaikan terlebih dahulu sehingga badan rig mengapung di atas
permukaan air. Lalu rig ini ditarik menggunakan beberapa kapal tarik ke
lokasi yang dituju. Kedalaman operasi jackup rig adalah antara 5m
sampai 200m. Jack up rig merupakan salah satu offshore rig yang
mempunyai kemampuan untuk berelevasi sesuai dengan kedalaman laut
tempat dia malakukan pengeboran. Ciri utama rig ini adalah adanya
menara yang terbuat dari baja yang digunakan untuk menaik-turunkan
pipa-pipa tubular sumur. Jack up rig pada umumnya terdiri atas lima
lantai :
o Main deck berhubungan dengan lantai utama di mana terdapat
fasilitas-fasilitas umum seperti ruang makan, ruang rekreasi, dan
poliklinik.
o Di bawah lantai utama adalah pusat utilitas. Di sini terdapat generator
untuk mensuplai seluruh kebutuhan listrik. Terdapat juga mesin
penggerak utama kapal yang biasa dipakai waktu berlayar, juga
terdapat tempat untuk pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air
tawar yang diperoleh dari penyulingan air laut. o Di atas lantai utama
adalah lantai satu. Di sini terdapat kamar-kamar tidur yang
dilengkapi juga dengan kamar mandi. Hampir seluruh pekerja tidur di
lantai satu ini.
o Di atas lantai satu adalah lantai dua. Di sini ruangan kantor utama
berada, tempat staff pimpinan dan karyawan biasa melakukan
meeting. Di sini juga tempat kegiatan-kegiatan administrasi
dilakukan sehingga ruangan ini dilengkapi dengan mesin fax,
fotocopy, telepon dan komputer .
o Lantai tiga adalah tempat nahkoda kapal bekerja. Di mana seluruh
kegiatan dapat dipantau. Di lantai tiga ini juga terdapat halipad yang
memungkinkan untuk didarati halikopter dalam kondisi darurat.

Gambar 3. Jack Up Rig

Pengeboran lepas pantai dilakukan untuk mendapatkan minyak mentah
melalui sumur minyak. Sarana yang harus ada dalam operasi pemboran lepas
pantai adalah sebuah struktur anjungan (plat form) sebagai tempat untuk
meletakkan peralatan pengeboran. Dikenal dua macam anjungan, yaitu anjungan
permanen (fixed) yang berdiri diatas kakikaki beton bertulang, dan anjungan tidak
tetap seperti swamp barge, drilling ship (floater) dan jack up rig. Jackup rig ini
merupakan salah satu offshore rig yang mempunyai kemampuan untuk berelevasi
sesuai dengan kedalaman laut tempat dilakukan pengeboran.Peralatan pengeboran
adalah serangkaian peralatan yang disusun sedemikian rupa, sehingga menyerupai
batang bor, dan seluruh peralatan ini mempunyai lubang bagian dalamnya yang
memungkinkan untuk melakukan sirkulasi fluida atau mud. Bagian ujung
terbawah dari rangkaian pemboran adalah pahat bor atau bit yang gunanya untuk
mengorek atau menggerus batuan, sehingga lubang bor bertambah dalam. Diatas
pahat bor disambung dengan beberapa buah drill colar, yaitu pipa penyambung
terdalam susunan rangkaian pemboran, untuk memungkinkan pencapain
kedalaman tertentu, makin dalam lubang bor makin banyak jumlah drill pipe yang
dibutuhkan. Diatas drill pipe disambung dengan pipa kelly, yang bertugas
meneruskan gerakan dari rotary table untuk memutar seluruh rangkaian
pengeboran.
Proses pemboran lepas pantai Pengeboran lepas pantai bisa dilakukan
dengan 3 jenis "kendaraan" atau drilling rig, tergantung pada kedalaman air di
tempat tsb:
A. Untuk kedalaman 7 - 15 ft (laut dangkal) biasanya dipakai rig jenis "swamp
barge". Caranya yaitu dengan memobilisasi rig ke lokasi sumur, setelah itu rig
"ditenggelamkan" dengan cara mengisi ballast tanksnya dengan air. Setelah rig
"duduk" di dasar dan "spud can" nya masuk ke dasar laut, baru proses
pengeboran bisa dimulai.
B. Untuk kedalaman 15 - 250 ft, biasanya digunakan jack-up rig (biasanya berkaki
3 atau 4, dan ada yang type independent legs dengan spud can di masing-
masing leg atau ada juga yang non-independent leg dengan type "mat
foundation" seperti fondasi telapak). Kaki rig dengan type mat foundation ini
biasanya dipakai di daerah laut yang mempunyai soft seabed (dasar laut yang
empuk sehingga dengan kaki rig type mat amblesnya tidak terlalu dalam). Rig
type jack up bisa digunakan untuk bor sumur explorasi maupun development
(pengembangan). Tahapan yang paling critical adalah pada saat rig move-in
mendekati platform, karena rig harus mendekati platform pada jarak tertentu.
Kalau terlalu dekat, rig bisa menabrak plarform dan bisa menyebabkan
kerusakan yang significant. Jarak antara rig dan platform sudah ditentukan
sesuai design agar rig floor dan derrick yang berada di cantilever deck itu bisa
di geser (skidding) sehingga mencapai semua well slot yang ada di platform
tsb. Satu platform bisa berisi 4, 6, 9, 12 atau lebih well slots tergantung
besarnya platform.
C. Untuk laut dalam (>250 ft), digunakan drillships (floater) atau semi-
submersible. Drilling rig type floaters biasanya dipakai untuk ngebor sumur2
explorasi karena praktis rig jenis ini tidak bisa menempel di platform untuk
mengebor sumur development. Untuk rig jenis ini, biasanya dilengkapi dengan
8 anchor / jangkar, yang tersebar di sekeliling rig. Setelah rig berada di posisi
sumur, semua jangkar di-deployed dan di "pretension" sampai dengan
300,000lbs untuk setiap jangkar. Bila jangkar slip pada saat pretension, bisa
ditambahkan "piggy back anchor" di belakang jangkar utama.
B. PENGEBORAN DARAT (ON SHORE)
Alat Pemboran
1. Hoisting System,
secara umum komponen terdiri dari Drawworks (kadang disebut
Hoist), Mast atau Derrick, Crown Block, Traveling Block, dan Wire
Rope (Drilling Line). Hoisting System berfungsi untuk menurunkan
dan menaikan tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa
produksi) untuk keluar dan masuk lubang sumur.
2. Rotary System,
merupakan komponen dari rig yang berfungsi sebagai pemutar
pipa-pipa di dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa
pemboran (Drill Strings) memutar mata-bor (Drill Bit) untuk
penggalian sumur.
3. Circulation System,
komponen ini memiliki fungsi berupa mensirkulasikan fluida
pemboran untuk keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar
properti lumpur seperti yang diinginkan. Sistem sirkulasi ini meliputi
antara lain: pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar
dan masuk ke dalam sumur, dan pompa rendah digunakan untuk
mensirkulasikan lumpur di permukaan. Kemudian, peralatan untuk
mengkondisikan lumpur: Shale Shaker: berfungsi untuk memisahkan
solid hasil pemboran (Cutting) dari lumpur, Desander: berfungsi
untuk memisahkan pasir, Degasser: berfungsi untuk mengeluarkan
gas, Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel padat berukuran
kecil.
4. Blowout Prevention System,
komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya Blowout
(meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi
dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah
BOP (Blow Out Preventer) yang terdiri atas berbagai macam katup
(Valve) dan dipasang di kepala sumur (Wellhead).
5. Power System
komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk
menggerakan semua sistem di atas dan juga untuk suplai listrik.
Sebagai sumber tenaga, biasanya menggunakan mesin diesel
berkapasitas besar. Pada sebuah rig untuk Power Systemnya,
tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang akan di capai,
biasanya akan membutuhkan satu atau lebih Prime Mover. Pada rig
besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka
membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Dan,
tenaga yang dihasilkan juga harus dikirim ke komponen rig yang lain.
lebih lengkapnya ada digambar berikut

Gambar 4 bagian-bagian alat pemboran darat
Keterangan gambar :
Hoist attachment (1), Derrick (2), Traveling block (3), Hook (4), Injection
head (5), Mud injection column (6), Turntable driving the drilling pipes
(6), Winches (7), Motors (8), Mud pump (9), Mud pit (10), Drilling pipe
(11), Cement retaining the casing (12), Casing (13), Drill string (14),
Drilling tool (15).
Rig digunakan untuk mengebor dengan kedalaman 2000 sampai
4000 meter tapi ada juga yang sampai 6000 meter. Rig dilengkapi
mata bor dengan diameter 20 sampai 50 sentimeter. Mata bor ini yang
berputar menembus perut bumi.
Proses pemboran
Pemboran sumur di lakukan dengan mengkombinasikan putaran dan
tekanan pada mata bor.Pada pemboran konvensional,seluruh pipa bor di putar
dari atas permukaan dengan alat yang di sebut turntable. turntable ini diputar
oleh mesin desel,baik secara elektrik ataupun tranmisi mekanikal. Dengan
putaran,roda gerigi di mata bor akan menggali bebatuan.daya dorong mata
bor di peroleh dari berat pipa bor.Semakin dalam sumur di bor,semakin
banyak pipa bor yang di pakai dan di sambung satu persatu. Selama
pemboran lumpur di pompakan dari pompa lumpur masuk melalui dalam pipa
bor bawah menuju mata bor.Nosel di mata bor akan menginjeksikan lumpur
tadi keluar dengan kcepatan tinggi sng akan membantu menggali
bebatuan.Kemudian lumpur naik kembali kepermukaan lewat annulus, yaitu
celah antara lubang sumur dan polah bor,membawa cutting hasil pemboran.
Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang
sumur dengan menggunakan instrument khusus. Pekerjaan yang di lakukan
meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan
konduktovitas pada berbagai frekuensi) data nuklir secara aktif dan
pasif,ukuran lubang sumur ,pegumpulan sampel fluida fluida
formasi,pengambilan material formasi(coring) dari dinding sumur dst
Logging tool ( peralatan utama Logging berbentuk pipa pejal berupa alat
sensor pengirim dan penerima sinyal ) di turunkan kedalam sumur melalui
tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang di inginkan . Biasanya
pengukuran di lakukan pada saat Logging tool di tarik ke atas.
Logging-While-Drilling ( LWD ) adalah pengerjaan Logging yang di
lakukan bersamaan pada awan membor. Alatnya dipasanng di dekat mata
bor.Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor
di permukaan .Setelah diolah lewat serangkaian komputer hasilnya juga
berupa grafik log di atas kertas.LWD berguna untuk memberi informasi
formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada
saat pemboran.
Mud Logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan
merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke
permukaan oleh lumpur pada saat pemboran.Tujuan utamanya adalah untuk
mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang di
bor.
Semen air dan bahan aditif di campur di permukaan dengan memakai
peralatan khusus.Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan kedalam
sumur melewati casing. Kemudian bubur semen ini di dorong dengan cara
memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air,terus sampai kedasar
sumur,keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali
kepermukaan Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini terisi oleh
bubur semen. Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran
bagian sumur yang lebih dalam dapat di lanjutkan.
Tahap terakhir yaitu Directional drilling ( pemboran berarah ). Secara
konvensional sumur di bor berbentuk lurus mendekati arah vertikal.
Directional drilling ( pemboran berarah ) adalah pemboran sumur dimana
lubang sumur tidak lurus vertikal,melainkan terarah untuk mencapai target.





DAFTAR PUSTAKA

http://cgama.wordpress.com/2-geology/operasi-pemboran-darat/ (diakses
tanggal 06/05/2014 jam 14.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Rig_pengeboran (diakses tanggal 06/05/2014
jam 14.00)
http://one-man-eka.blogspot.com/2013/02/pengeboran-lepas-pantai-apa-
itu.html (diakses tanggal 06/05/2014 jam 14.00)
http://william-tambunan.blogspot.com/2009/03/pemboran-lepas-
pantai.html (diakses tanggal 06/05/2014 jam 14.00)
utomo,budi.2010.pemboran lepas pantai. Program Diploma III Teknik
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro : Semarang