Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

GARAM DAPUR, BAHAN KIMIA MULTI-MANFAAT








DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 11
KIMIA DASAR 06 R
21. MASRUL WISMA WIJAYA (1406533296)
22.SALSABILA MARDHIYAH (1406533301)
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS INDONESIA

2

DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN3
Latar Belakang...3
Informasi yang diperlukan.3
2. PEMBAHASAN ISU ISU PEMBELAJARAN5
Definisi Garam Dapur5
Garam dapat mencairkan es/salju..7
Penggunaan garam lain untuk mencairkan es/salju...7
Perbedaan larutan saat penjerangan...8
Persamaan reaksi pembuatan klorin..8
Proses elektrolisis klorin9
Tekanan parsial.10
Gas dan larutan 11
Campuran Immiscible..11
3. PENUTUP.12
Kesimpulan..12
4. DAFTAR PUSTAKA12
















3

I. PENDAHULUAN
a. Latar belakang
Garam merupakan bahan kimia yang sangat banyak manfaatnya dalam
kehidupan keseharian. Dari sebuah data penelitian diketahui ada sekitar
14.000 kegunaan dar garam. Bahkan seluruh makhluk hidup membutuhkan
baik itu unsur Natrium dan Klorida untuk kehidupan dan kesehatan. Tubuh
tidak bisa memproduksi unsur Natrium dan unsur Klorida , maka kedua zat
tersebut merupakan suatu nutrisi yang baik bagi tubuh dan banyak manfaatnya
bagi tubuh.
Dalam suatu survey di Amerika Serikat dalam penggunaan garam. Diketahui
bahwa setiap orang Amerika mengkonsumsi 16 ton garam selama hidupnya,
402 pon setahun untuk setiap orang. Hanya sedikit saja dari jumlah yang besar
tesebut dikonsumsi sebagai makanan. Dari suatu survey, salah satu
penggunaan terbesar dari garam di Amerika Serikat adalah sebagai highway
salt. Di negara-negara 4 musim, garam digunakan untuk mencairkan es atau
salju di jalan raya ataupun jalan umum lainnya. Saat ini, garam merupakan
pencair es jalan raya yang paling efektif, mudah diperoleh, dan ekonomis.
Lebih dari 40% garam kering yang dihasilkan di Amerika Serikat digunakan
sebagai pencair es.
Secara visual, garam tidak jauh berbeda dengan gula, namun apabila kita
melarutkan masing-masing garam dan gula dengan air maka ada sesuatu hal
yang dapat membedakan, Yakni larutan garam bisa menyalakan sebuah
bohlam karena zat listrik Garam paling banyak digunakan sebagai bahan baku
pembuatan bahan-bahan kimia. Contoh suatu proyek industry yang
menggunakan garam sebagai bahan material adalah industry kertas (pulp)
untuk menghasilkan klorin dan soda. Klorin dihasilkan melalui elektrolisis.
Arus listrik dialirkan melalui garam NaCl cair menghasilkan klorin dan sebuah
ion sodium (Na
+
) yang dapat bereaksi dengan air di dalam sel elektrolisis
menjadi soda kaustik dan gas hidrogen sebagai produk samping.
b. Informasi yang diperlukan
i. Sifat dasar larutan
Larutan merupakan campuran homogen antara molekul, atom, ion dua
zat atau lebih. Larutan memiliki komposisi yang seragam, sehingga
komponen penyusunnya tidak bisa diamati secara makroskopis.
4

Fase larutan dapat berwujud gas, padat, ataupun cair. Komponen
larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pada
makalah ini pelarut yang umum digunakan adalah pelarut cair, yaitu
air.
ii. Sifat Koligatif Larutan
1. Tekanan Uap Larutan
2. K
e
n
a
i
k
a
n titik didih larutan

3. P
e
n
u
r
unan titik beku larutan

4. T
e
k
a
n
an osmotik
Larutan elektrolit Larutan non-elektrolit



(

)


Larutan elektrolit Larutan non-elektrolit





Larutan elektrolit Larutan non-elektrolit





Larutan elektrolit Larutan non-elektrolit

5


iii. Ele
ktr
olis
is
Ele
ktrolisis merupakan proses perubahan energi listrik menjadi energi
kimia. Komponen elektrolisis yang paling penting adalah larutan
elektrolit dan elektrode.Terdapat 2 jenis elektrode, yaitu :
1. Elektrode inert, elektrode yang tidak ikut bereaksi. Contoh C,
Pt, dan Au
2. Elektrode aktif, elektrode yang ikut bereaksi. Contoh Zn, Cu,
dan Ag.
Pada elektrolisis, elektrode positif merupakan anoda, sedangkan katoda
adalah elektrode negatif. Pada katoda terjadi reaksi reduksi dan pada
anoda terjadi reaksi oksidasi.

II. PEMBAHASAN ISU-ISU PEBELAJARAN
a. DEFINISI GARAM DAPUR
Garam dapur adalah senyawa kimia yang biasa digunakan sebagai bumbu atau
penambah rasa asin dalam makanan dan juga sebagai pengawet makanan.
Bentuk senyawa kimia dari garam dapur adalah NaCl (Natrium Klorida).
Karena tubuh kita tidak dapat membuat natrium dan klorin dengan sendirinya
secara alami, senyawa ini juga diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang
cukup. Senyawa NaCl dibutuhkan untuk darah, keringat, pencernaan tubuh,
dan mengefisiensikan penghantaran syaraf. Namun, konsumsi garam secara
berlebihan juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya
yaitu tekanan darah tinggi atau hipertensi. Senyawa NaCl terdiri dari 39.337%


6

unsur Natrium (Na) dan 60.663% unsur Klorin (Cl).

Natrium yang memiliki nomor atom 11 dengan konfigurasi elektron 1s
2
2s
2

2p
6
3s
1
([Ne] 3s
1
), terletak di blok s, pada periode 3 dan termasuk pada
golongan 1A, alkali metal. Natrium merupakan salah satu unsur yang sangat
melimpah. Natrium merupakan unsur keenam yang paling banyak terdapat di
kerak bumi dan merupakan alkali metal yang paling melimpah di bumi ini.
Natrium sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Diantaranya natrium sangat
dibutuhkan oleh hewan dan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
untuk kelangsungan hidupnya. Manusia juga memerlukan natrium dalam
jumlah yang cukup. Dalam tubuh manusia, natrium penting untuk
memperbaiki keseimbangan cairan dalam sel tubuh, serta potensial listrik yang
tersedia dari ion ion natrium sangat berguna bagi fungsi syaraf tubuh.
Unsur pembentuk NaCl yang lain yaitu Klorin, memiliki nomor atom 17
dengan konfigurasi eleketron 1s
2
2s
2
2p
6
3s
2
3p
5
([Ne] 3s
2
3p
5
). Klorin
termasuk ke dalam periode 3 dan golongan VIIA. klorin tergolong dalam
kelompok halogen. Klorin dapathanya dapat ditemukan dalam keadaan
tercampur, biasanya tersedia dalam bentuk NaCl bersama dengan unsur
Natrium. Klorin dalam kehidupan sehari hari sering digunakan untuk
menjernihkan dan membasmi kuman dalam air minum. klorin juga digunakan
dalam produksi tekstil, produk kertas, obat, bahan pembasmi kuman, dan
insektisida.



7

b. GARAM DAPAT MENCAIRKAN ES/SALJU
Pada saat garam ditebarkan di atas salju, garam akan terlarut ke dalam air di es
dan menurunkan titik bekunya. Lapisan air yang ada di permukaan es dalam
bentuk cair akan melarutkan garam. Hal tersebut akan mempengaruhi lapisan
lapisan air berikutnya, sehingga titik beku air akan menurun dari 32 derajat
Fahrenheit menjadi 20 derajat Fahrenheit. Pada ruang dengan temperature 0
derajat celcius, air yang telah bercampur dengan garam tidak lagi membeku
dan es akan mencair. Peristiwa ini disebut penurunan titik beku air sifat
koligatif larutan. Sifat koligatif larutan bergantung pada jumlah partikel dalam
suatu zat. Setiap pelarut cair dengan zat terlarut menunjukkan sifaat koligatif
larutan. Sifat koligatif lain diantaranya yaitu kenaikan titik didih, penurunan
tekanan uap, dan tekanan osmotik.

c. PENGGUNAAN GARAM LAIN UNTUK MENCAIRKAN ES/SALJU
Misalkan garam yang dipakai adalah CaCl
2
dengan massa yang sama, maka
perbandingannya adalah sebagai berikut
i.
()

()

()




ii.

()

()

()





iii. Perbandingan molalitas antara NaCl dengan CaCl
2
m NaCl : m CaCl
2
=


Ketika kita ingin mencairkan salju dengan massa dan kualitas yang
sama dengan menggunakan molal yang sama antara NaCl dengan
CaCl
2,
maka diperlukan 58,5 gram NaCl atau 111 gram NaCl.
Sehingga CaCl
2,
dapat mencairkan salju dengan jumlah yang lebih
banyak dan dengan waktu yang relatif lebih lambat.

d. PERBEDAAN LARUTAN SAAT PENJERANGAN
Jika kita menjerang sejumlah air pada 2 panci yang berbeda, di mana satu
panci ditambahkan 100 gram garam dan panci lainnya tidak, bagaimana
dengan temperature air pada kedua panci tersebut saat air di panci mendidih?
Apakah sama atau berbeda? Mengapa?
Penambahan NaCl ada air mendidih merupakan kasus penurunan tekanan uap.
Untuk menaikkan tekanan uap, maka suhu larutan harus dinaikkan dengan
cara pemanasan kembali. Ketika larutan NaCl mendidih, maka suhunya akan
lebih tinggi dibanding dengan larutan yang biasa.

e. PERSAMAAN REAKSI PEMBUATAN KLORIN
i. Teknik Down (Elektrolisis leburan NaCl)

()

()

()



()


()


()



()


()


()

()





9

ii. Teknik Gibb (Elektrolisis larutan NaCl)

()

()

()

()


()

()



()


()

()

()

()

()

()

()


f. PROSES ELEKTROLISIS KLORIN
Jika satu ton garam diproses untuk menghasilkan klorin dan soda kaustik,
i. Berapakah tekanan gas pada sel elektrolisis setelah reaksi berlangsung
sempurna? Asumsikan bahwa temperature di dalam sel adalah 25
o
C

Soda kaustik merupakan nama lain dari Natrium hidroksida (NaOH),
dan persamaan reaksinya adalah ;


Perhatikan bahwa :
Volume gas pada STP (standard temperature and pressure, 0
o
C dan
1atm) = mol gas x 22,4 liter
Volume gas pada RTP (room temperature and pressure, 25
o
C dan
1atm) =mol gas x 24,4 liter
Sehingga :
Volume gas H
2
pada RTP = 8547 mol x 24,4 liter = 208546,8 liter
Tekanan gas H
2
adalah :


10


( )








ii. Berapa tekanan parsial hidrogen?
Kp=[H
2
][Cl
2
]
Tekanan total=1 atm


iii. Berapa jumlah kaustik soda yang dihasilkan dan berapa air yang
dibutuhkan dalam proses ini?
Kaustik soda merupakan nama lain dari NaOH
massa NaoH = mol NaOH x Mr NaOH
= 17094 mol x 40
= 68376 gram

Volume H
2
O pada RTP adalah 17094 mol x 22,4 liter = 417093,6 liter
g. TEKANAN PARSIAL
Dalam sebuah campuran gas terdapat tekanan total (

)yang merupakan
jumlah dari tekanan parsial (

) masing-masing komponen penyusunnya.

berbanding lurus dengan mol zat itu sendiri.




Untuk menentukan

adalah dengan mengalikan fraksi mol gas terkait


dengan



Misalkan dalam suatu campuran gas terdapat dua gas A dan gas B, maka :



Dari persamaan tersebut bisa kita dapatkan informasi bahwa tekanan parsial
tidak memiliki hubungan langsung dengan suhu tetapi dengan jumlah mol zat
11

pada campuran. Sehingga dalam satu suhu akan ada banyak tekanan parsial
bergantung pada fraksi mol zat tersebut pada campuran gas.

h. GAS DAN LARUTAN
Larutan (solution) adalah campuran homogen yang terdiri atas zat pelarut
(pendispersi atau solvent) dan zat terlarut (terdispersi atau solute). Larutan
memiliki komponen yang susunannya seragam sehingga secara makroskopis
tidak terlihat secara jelas.
Semua gas dapat bercampur dalam satu ruang dan batas-batas antar komponen
tidak bisa lagi dibedakan, oleh karena itu semua campuran gas adalah larutan.
Kepekatan larutan tergantung jumlah zat terlarut dalam pelarut. Ketika jumlah
zat terlarut lebih banyak daripada zat pelarutnya, maka zat tersebut memiliki
kepekatan tinggi, yang disebut larutan pekat. Sedangkan ketika jumlah zat
terlarut lebih sedikit daripada zat pelarutnya, maka zat tersebut memiliki
kepekatan rendah, yang disebut larutan encer.

i. CAMPURAN IMMISCIBLE
Larutan takcampur (immiscible) merupakan campuran 2 komponen zat atau
lebih yang masing-masing zat memiliki gaya ikatan antar molekul yang
berbeda, sehingga terjadi pemisahan antar komponen seperti sekat. Misalkan
campuran air dan minyak. Air memiliki ikatan hidrogen dan merupakan
senyawa polar. Minyak memiliki ikatan rangkap dan merupakan senyawa non-
polar. Ketika gaya antar molekul air lebih kuat dibanding gaya antara molekul
air dengan minyak maka molekul air akan tertarik kembali dan tidak bisa
bercampur dengan minyak.
Bila ada 2 jenis gas yang memiliki massa jenis berbeda di dalam suatu
ruangan tertutup, maka campuran tersebut tetap termasuk campuran
immiscible, meskipun perbedaan antar molekul gas tidak terlihat. Misalnya
gas hidrogen yang memiliki massa jenis lebih ringan daripada gas oksigen,
akan berada di atas oksigen.




12

III. PENUTUP
a. Kesimpulan
i. Garam merupakan bahan kimia yang sangat banyak manfaatnya dalam
kehidupan keseharian
ii. Garam dapur bisa dielektrolisis menghasilkan klorin dan soda kaustik
(Natrium hidroksida)
iii. Sifat koligatif larutan berpengaruh banyak pada kehidupan kita sehari-
hari. Beberapa aplikasi sifat koligatif larutan adalah;
1. Penurunan tekanan uap
2. Kenaikan titik didih larutan
3. Penurunan titik beku larutan
4. Tekanan osmotic

IV. DAFTAR PUSTAKA
Sumardjo, D. (2006). Pengantar Kimia : Buku panduan kuliah mahasiswa kedokteran
dan program strata I fakultas bioeksakta. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC

Ebing, Gammon (2011). General Chemistry Enhanced Edition, Ninth Edition.
USA:Charles Hartford

http://chemistry.about.com/od/elementfacts/a/sodium.htm (diunduh pada tanggal 29
September 2014, pada pukul 15.20)
http://www.saltinstitute.org/salt-101/chemical-physical-properties/ (diunduh pada
tanggal 29 September 2014, pada pukul 16.15)
http://www.saltinstitute.org/health/overview/ (diunduh pada tanggal 29 September
2014, pada pukul 18.15)
http://informasitips.com/mengapa-es-mencair-jika-diberi-garam (diunduh pada
tanggal 29 September 2014, pada pukul 19.30)