Anda di halaman 1dari 1

LEAFLET

Memberikan rangsangan lingkungan

Tahapan Mobilisasi

MOBILISASI DINI POST APENDIKTOMI

Tahap-tahap mobilisasi pada pasien

Memberi kesempatan untuk dapat berfungsi

pasca operasi meliputi (Cetrione, 2009) :


Pengertian

Awal (6 sampai 8 jam setelah operasi),

Mobilisasi dini yaitu proses aktivitas


yang dilakukan pasca pembedahan dimulai dari
latihan ringan di atas tempat tidur (latihan
pernafasan,

latihan

batuk

efektif

dan

menggerakkan tungkai) sampai dengan pasien


bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar
mandi dan berjalan ke luar kamar (Smeltzer,
2001 ).

Tujuan Mobilisasi
Mempertahankan fungsi tubuh
Memperlancar peredaran darah
Membantu pernapasan menjadi lebih baik
Mempertahankan tonus otot
Memperlancar eliminasi bab dan bak
Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga

Memungkinkan melakukan pekerjaan seperti

tempat tidur dengan menggerakkan tangan

sebelumnya. (Dombovy ML dikutip oleh

dan kaki yang bisa ditekuk dan diluruskan,

Yahya, 1995)

mengkontraksikan otot-otot termasuk juga


menggerakkan badan lainnya, miring ke kiri

Rentang Gerak dalam Mobilisasi

atau ke kanan.

a. Rentang gerak pasif

Pada

hari

kedua

bisa

Berguna untuk menjaga kelenturan otototot

diposisikan duduk, baik bersandar maupun

dan persendian dengan menggerakkan otot

tidak dan selanjutnya duduk di atas tempat

orang lain secara pasif misalnya perawat

tidur dengan kaki yang dijatuhkan atau

mengangkat

ditempatkan

pasien.

di

pasien

lantai

sudah

sambil

digerak-

gerakkan.

untuk

berinteraksi

(Garrison, 2004)

dan

berkomunikasi

dan

menggerakkan

kaki

b. Rentang gerak aktif

Pada hari ketiga pasca operasi, pasien

Untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot

semestinya memang sudah bisa berdiri dan

serta sendi dengan cara menggunakan otot-

berjalan di sekitar kamar atau keluar kamar,

ototnya

misalnya ke toilet atau kamar mandi sendiri.

berbaring sambil menggerakkan kakinya.

secara

aktif

misalnya

pasien

c. Rentang gerak fungsional


Berguna untuk memperkuat otot-otot dan

Manfaat Mobilisasi

Memberi kesempatan perawat dan pasien

dan melakukan aktivitas sehari-hari

pergerakan fisik bisa dilakukan di atas

pasien dapat kembali normal memenuhi


kebutuhan gerak harian

Memberi dorongan bersosialisasi

Mencegah

dan

mengurangi

komplikasi

sekunder seminimal mungkin


Menggantikan hilangnya fungsi motorik

sendi dengan melakukan aktivitas yang


diperlukan.