Anda di halaman 1dari 3

AKUPUNKTUR - Pengantar Akupunktur Medic

Akupunktur berasal dari kata Acus ( jarum) dan Punctura ( menusuk ). Jadi Akupunktur adalah
penusukan daerah tertentu dipermukaan tubuh dengan jarum.
Akupunktur medic merupakan bagian dari kedokteran fisik yang berlandaskan pada Ilmu biomedik
yang dalam prakteknya berdasarkan atas prinsip kedokteran dan evidence based. Biomedik
meliputi anatomi, biokimia, histology, biologi sel dan molekuler fisiologi, mikrobiologi, imunologi
yang dijadikan dasar Ilmu kedokteran kunik.

Pengertian akupunktur medik mengacu pada American Board of Medical Acupuncture


(ABMA) yang merupakan anggota dari ICMART yang berbunyi Medical acupuncture is a medical
discipline having a central core of knowledge embracing the integration of acupuncture from
various traditions into contemporary biomedical practice (Akupunktur Medik adalah suatu
disiplin ilmu yang memiliki dasar pengetahuan yang mencakup integrasi ilmu akupunktur dari
berbagai ilmu tradisional menjadi ilmu biomedik kontemporer). Atas dasar ini Kolegium
Akupunktur Indonesia (KAI) menetapkan pengertian Akupunktur Medik atau Kedokteran
Akupunktur adalah cabang ilmu kedokteran, yang memanfaatkan pengetahuan dan teknik rangsang
akupunktur, yang sudah teruji secara ilmiah sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku, dan pada
penerapan klinisnya dalam upaya kuratif-rehabilitatif preventif-promotif menggunakan dasar
pembuktian ilmiah (evidence bases medicine).
Akupunktur medic dilakukan oleh dokter melalui pendidikan formal, sehingga mengenai lokasi
penusukan, mekanisme penusukan dan alasan penusukan telah di pelajari dalam pendidikan
tersebut. Hal itulah yang membedakan akupunktur medic dengan akupunktur yang banyak
terdapat di masyarakat. Akupunkutr yang banyak terdapat di masyarakat boleh jadi dilakukan oleh
orang yang hanya belajar secara empiris dan tidak mempunyai keahlian dalam bidang medis.
Sedangkan akupunktur medis dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter) yang mempunyai keahlian
berdasarkan Ilmu yang didapat dari pendidikan formal.
Target Akupunktur Medic
Manusia merupakan makhluk holistik yang memiliki tubuh, jiwa dan spiritual. Manusia juga
merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya serta memiliki
harapan pencapaian hidup yang penting dalam keberlangsungan hidupnya. Semua hal yang dimiliki
dan dilakukan manusia bertujuan untuk mencapai suatu keadaan seimbang ( homeostatis ).

Stresor yang menimpa fisik, psikis dan spirit manusia akan mengganggu keadaan seimbang tersebut
sehingga perlu dilakukan intervensi yang menyeluruh untuk kembali ke keadaan homeostatis
tubuh. Akupunktur medic merupakan salah satu intervensi yang dapat membantu mencapai
keadaan tersebut.
Mekanisme Kerja Akupunktur
Mekanisme dasar rangsangan akupunktur terbagi menjadi 4 dimensi reaksi sejak jarum ditusukkan
pada kulit kearah titik akupunktur sampai terjadi reaksi fungsional yang diharapkan.

Dimensi 1 :
Semulasi akupunktur adalah mikrotraumayang menimbulkan reaksi inflamasi dengan sekresi bahan
kimiawi yang mengaktivasi potensial sel membran dan berlanjut pada dimensi II, III dan IV.
Sedangkan jarum akupunktur yang masuk jaringan akan merubah kelistrikan sekitar jarum menjadi
bermuatan negatif, sedangkan sel dan jaringan bermuatan positif, perubahan kelistrikan inilah
yang diharapkan menjadi reaksi awal akupunktur.

Dimensi 2 :
Titik akupunktur terdapat pada fascia otot dimana bersifat sel aktif litrik ternyata mempunyai
sifat semikonduktor dan menembus perbedaan jaringan dimana alur jaringan ikat yang terdiri dari
serabut kolagen mempunyai sifat pizoelektric ( perubahan bentuk dari sel akan menimbulkan daya
kelistrikan).

Dimensi 3 :
Setelah reaksi inflamasi titik akupunktur mengenai ujung syaraf kulit, maka sebagian rangsangan
tersebut menstimulir serabut A dan serabut C, kemudian kearah neuron somatric afferent, saraf
sphlanchic, ganglio paravertabra, ganglion prevertabra dan plexus organ viscera untuk
menimbulkan reaksi langsung dengan organ.

Dimensi 4 :
Sebagian rangsangan masuk radik cormu dorsalis dan ascenden ke arah atas menjadi traktus
neospino thalamicus. Traktus neospino thalamicus menyebabkan 3 nukleus hypothalamus bekerja
yaitu nucleus intralaminas, nucleus vantro medical dan nucleus dorsomedial untuk member 3
reaksi yaitu; reaksi endokrin, reaksi neurokimia dan reaksi saraf otonom.
Akupunktur dalam Era Global
Sudah cukup lama Ilmu pengobatan kedokteran konvensional berada dan berkembang secara pesat
dengan dasar paradigma materi, dimana terbukti dengan pengembangan anatomi dan fisiologi
terjadi percepatan teknologi, baik diagnostik maupun terapetik terutama pengobatan dengan
dasar pemanfaatan bahan kimia dan secara praktis dinamakan era kimiawi bidang kedokteran.

Hasil yang didapat dari era kimiawi ternyata belum dapat menyelesaikan semua problem
kesehatan, tetapi diagnostik yang sangat maju dengan ditunjang oleh teknologi informasi menjadi
tidak seimbang dengan teknologi terapi yang ternyata memberi gambaran samu dan banyak yang
saling bertentangan.
Dengan paradigm matari dalam kenyataan sangat menunjang teknologi diagnostik, sedangkan
teknologi terapi membutuhkan kondisi homeostatis dan saat ini banyak pakar kedokteran yang
memanfaatkan pola dasar keseimbangan biologi berdasar kemampuan dalam tubuh dan hal ini
berdasar paradigm energi.
Pengobatan dengan paradigma energi yang mulai popular tahun 90-an adalah akupunktur. Dan saat
ini mulai dikembangkan dalam konsep lengkap pelayanan kesehatan yaitu preventif, promotif,
kurataf dan rehabilitatif dimana akupunktur sebagai pengobatan mendapat tempat dipelayanan
kesehatan formal di banyak negara baik sebagai pengobatan alternatif maupun komplementer.
Untuk mengintegrasikan akupunktur dalam pelayanan kesehatan formal di era global, tentu sangat
membutuhkan banyak pendekatan yang cukup komplit dan terkait dengan ilmu kedokteran
konvensional dengan tujuan meyakinkan efek dan hasil akupunktur, juga keselamatan pasien.
Dalam hal ini yang menjadi fokus perhatian adalah akupunktur dapat memenuhi EBM (Evidence
Based Medicine) dan sekaligus menjelaskan dalam bahasa kedokteran konvensional teori dan
aplikasi akupunktur dalam TCM.
Di Indonesia penelitian akupunktur dilakukan secara terpadu dari berbagai disiplin ilmu dan
institusi dalam waktu 15 tahun ( 1990-2005 ) di laboratorium penelitian dan pengembangan
pelayanan akupunktur (LP3A) Surabaya dengan pendekatan ilmu kedokteran dasar cukup memberi
penampakan eksitensi titik akupunktur, baik dengan dasar fenomena kelistrikan maupun fenomena
transmisi molekul spesisfik inter seluler dari titik dan meridian akupunktur. Oleh karena itu,
pembuktian keberadaan titik dan meridian akupunktur dilakukan dengan cara pendekatan
biomolekuler, biofisika dan kedokteran nuklir untuk menunjang pengembangan teknologi inovatif
dibidang kedokteran.
Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa titik akupunktur mempunyai sifat
dasar tegangan tinggi, hambatan listrik rendah sehingga dengan ransangan yang sedikit dapat
menimbulkan efek yang diharapkan.
Pengertian secara elektrofisiologi pada sel meliputi bahan kimia energi mekanik, energi listrik
sebagai reaksi dari besaran stimulus tertentu dalam menentukan tingkat aktif kondisi listrik sel.
Hal ini mempunyai implikasi bahwa sel aktif listrik adalah sel yang tidak stabil yang artinnya
mudah berubah dengan besaran rangsangan yang relative kecil. Titik akupunktur sebagai pusat
aktif yang terdiri dari kumpulan sel aktif yang ada dipermukaan tubuh mempunyai :

Sifat fisika yang dapat diukur.

Kemampuan sel untuk menimbulkan sifat listrik dan sebagai ekeltroda mikro.

Dapat menimbulkan aliran electran pada sel yang mempunyai polarisasi setara.