Anda di halaman 1dari 19

A.

Latar Belakang

Panjang dari jari telunjuk dipengaruhi oleh gen-gen yang dominasinya bergantung dari jenis kelamin
individu. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau tangan kiri kita pada suatu alas dimana terdapat
suatu garis lurus secara horizontal sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut,
maka dapat diketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau lebih pendek dari pada jari manis
kita. Pada kebanyakan orang tidak akan memiliki jari telunjuk yang sama panjang dengan jari telunjuk
mencapai garis tersebut. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen dominan pada laki-laki tetapi resesif
pada perempuan[1].
Kecuali gen-gen terangkai kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dibatasi seks. Suatu sifat yang
disebabkan oleh gen-gen yang dipengaruhi seks (sex influenced genes)[2].
Dari uraian di atas maka dianggap perlu dilakukan percobaan sesuai dengan teori dan prosedur kerja
yang ada, untuk membuktikan bahwa panjang jari telunjuk dipengaruhi oleh jenis kelamin. Praktikum ini
dilakukan untuk mengetahui suatu sifat yang disebabkan oleh gen-gen yang dipengaruhi seks, yang
berbeda dari gen kromosom kelamin. Salah satu sifat yang disebabkan oleh gen-gen yang dipengaruhi
seks yaitu panjang jari telunjuk.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini yaitu untuk menentukan genotip diri sendiri berdasarkan ukuran jari
telunjuk.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ada banyak sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal yang eksperesinya dipengaruhi oleh
seks. Sifat itu tampak pada kedua macam seks, tetapi pada salah satu eksperisiya lebih besar dari pada
untuk seks lainnya apabila kita meletakkan tangan kita pada suatu alas dimana terdapat suatu garis
mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyetuh garis tersebut, maka dapat diketahui

apakah jari teunjuk kita lebih panjang atau lebih pendek dari pada jari manis. Pada kebanyakan orang
jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu. Berarti bahwa pada jari telunjuk lebih pendek dari jari manis.
Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif pada orang
perempuan[3].
Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki jantan maupun
perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu tidak akan
menampakkan diri dalam fenotip. Contohnya kepala botak,seperti kepunyaan bintang film Telly Savals
dan Yul Brynner. Kepala botak ini bukan akibat penyakit atau kekurangan gizi dalam makanan, akan
tetapi benar-benar keturunan. Walaupun lazimnya kepala botak terdapat pada laki-laki, namun sekalikali dapat dilihat adanya perempuan dengan kepala botak[4].
Gen, istilah yang diajukan oleh Johannsen (1903) seorang pemulia tanaman Swedia untuk memberi
nama faktor penentu sifat yang dikemukakan oleh Mendel. Kata ini berasal dari kata yunani genes
yang berarti dilahirkan, dan Johannsen mengartikan sebagai permulaan. Setiap gen yang mengendalikan
sifat tertentu akan mempunyai tempat atau lokus tertentu pada kromosom. Misalkan gen-gen penentu
bentuk biji akan mempunyai lokus yang berbeda biasa digunakan huruf yang berbeda. Istilah homozigot
dan heterozigot diajukan oleh Bateson dan Snowdon (1902) untuk menunjukkan keadaan alel satu
lokus. Homozigot berarti pada satu lokus terdapat dua alel yang sama, misal AA atau aa dan lawannya
adalah heterozigot,yang berarti dalam lokus tersebut terdapat dua alel yang berbeda, misal Aa[5].
Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakteristik fenotifik kita yang lebih nyata. Meskipun
perbedaan anatomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom seksnya sedikit lebih
sederhana pada manusian dan mamalia lain seperti pada lalat buah,ada dua varietas kromosom seks
dilambangkan simbol X dan Y. Jumlah gen di dalam suatu sel jauh lebih banyak dari pada jumlah
kromosom,bahkan sesungguhnya setiap kromosom memiliki ratusan atau ribuan gen. Gen-gen yang
berada pada kromosom yang sama cenderung di warisi bersama pada penyilangan genetik karena
kromosom tersebut di teruskan sebagai satu unit. Gen-gen tersebut dikatakan sebagai gen terpaut
(linked genes). Gen-gen terpaut tidak memilah secara independent karena gen-gen tersebut berada
pada kromosom yang sama dan cenderung bergerak bersama-sama selam meiosis dan fertilisasi[6].
Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen yang terdapat pada
autosom. Selain gen-gen itu dikenal pula gen-gen yang demikian ini disebut gen-gen terangkai kelamin.
Peristiwa dinamakan rangkai kelamin atau dalam bahasa inggrisnya disebut Sex Lingkange. Biasanya
gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/ jantan maupun betina/perempuan.
Baru dalam keadaan homozigot resesif pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam
fenotip. Apabila kita meletakkan hewan kanan atau tangan kiri kita pada suatu alas yang terdapat suatu
garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita
ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau apakah lebih pendek dari jari manis. Pada
kebanyakan orang,ujung jari telunjuk tidak akam mencapai garis tersebut yang mengidentifikasi bahwa
suatu individu-individu mungkin mempunyai kandungan gen absolute yang sama ketidak aktifan
kromosom menciptakan sub populasi dengan membedakan kandungan gen efektif[7].

Genetika merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang
menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme. Adapula dengan
singkat mengatakan, genetika adalah ilmu gen. Terdapat sifat keturunan yang ditentukan oleh gen yang
terdapat dalam autosom. Seperti halnya pada saat mempelajari menurunnya warna bunga pada
tanaman atau sifat albino pada mausia, keturunan FI maupun F2 tidak pernah disebut-sebut jenis
kelaminnya. Selain itu pada manusia, sifat-sifat yang menurun dikenal dengan istilah hereditas. Biasanya
gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki jantan atau betina. Baru dalam
keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotip.
Beberapa contoh dari gen yang dominasinya dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah kepala botak dan
panjang jari telunjuk[8].
Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam
cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya.
Contohnya, pada belalang menggunakan sistem X-0 (22 + X Jantan; 22 + XX Betina), pada ayam sistem ZW (76 + ZZ Jantan; 76 + ZW Betina), dan pada lebah sistem haplo-diploid ( haploid Jantan, diploid
Betina). Sedangkan pada manusia, sistem yang digunakan adalah X-Y. Betina normal akan dihasilkan jika
kromosom seksnya XX dan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Tanda-tanda jenis kelamin manusia
secara anatomi baru akan mulai terlihat pada umur embrio sekitar dua bulan, karena sebelum waktu itu,
bentuk gonadnya cenderung sama dan masih bisa berubah menjadi ovarium atau testis, terkandung
pada kondisi hormon di tubuh embrio tersebut[9].
Selain untuk menentukan jenis kelamin, kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen,
khususnya pada kromosom X. Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan yang lain. Namun perlu
dicatat, bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah akan diwariskan kepada seluruh anak perempuannya,
tetapi anak laki-lakinya tidak akan memperoleh satupun dari alel tersebut. Berbeda sekali dengan
seorang ibu yang bisa mewariskan alel terpaut seksnya kepada anak laki-laki dan perempuannya.
Umumnya, penurunan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X, walaupun pada
beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y[10].
Jika penurunan sifat terpaut seks mengacu pada alel yang resesif, maka wanita baru akan
mengekspresikan gen tersebut jika alelnya adalah homozigot. Sedangkan pria akan segera
mengekspresikan alel tersebut jika dia memperolehnya karena kromosom X yang dimilikinya hanya satu.
Itulah sebabnya mengapa pria lebih banyak menderita kelainan terpaut seks dibandingkan wanita .
Salah satu Kelainan yang terpaut seks pada manusia adalah buta warna. Buta warna adalah suatu
kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum
warna tertentu akibat faktor genetis. Buta warna merupakan kelainan genetik/bawaan yang diturunkan
dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini dibawa
oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan
antara penderita buta warna pada laki dan wanita. Seorang wanita terdapat istilah pembawa sifat hal ini
menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna[11].
Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita
normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta

warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka
seorang wanita tsb menderita buta warna genetis. Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka
terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika
syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut. Kita bisa melihat beraneka
ragam warna karena kepekaan sel kerucut yang ada di retina terhadap warna. Kita bisa melihat sekian
banyak warna karena kombinasi dari tiga sel kerucut yaitu sel kerucut biru, sel kerucut hijau, dan sel
kerucut merah. Bila sel-sel ini tidak berfungsi dengan baik, maka akan menimbulkan buta warna[12].

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari / Tanggal : Kamis, 17 Desember 2009
Waktu

: Pukul 15.00 - 17.00 WITA

Tempat

: Laboratorium Biologi Gedung B lantai III


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

B. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kertas, pulpen, jari telunjuk dan
jari manis.

C. Prosedur Kerja

a. Membuat garis horizontal yang jelas pada suatu kertas.


b. Meletakkan tangan kanan atau tangan kiri di atas helaian kertas sedemikian rupa, sehingga
mencapai garis horizontal itu.
c. Membubuhkan tanda dimana letak ujung telunjuk dengan menggunakan pulpen/ pensil.
d. Membandingkan panjang jari telunjuk dengan jari manis.
e. Menentukan genotif dari masing-masing sifat yang dimiliki praktikan.
f. Menulis genotif masing-masing praktikan pada tabel pengamatan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Data Kelompok
Fenotip
No

Fenotip

Nama
T. Pendek

T. Panjang

T. Pendek

Erna

Kia

Muli

Wahab

Madi

Jumlah

T. Panjang

2. Data Kelas
Fenotip

Fenotip

Kelompok
T. Pendek

T. Panjang

T. Pendek

T. Panjang

II

III

IV

Jumlah

12

B. Analisis Data
1. Frekuensi fenotip
a. Untuk laki-laki bertelunjuk panjang (tt)
= 4,5 %
b. Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT/tt)
= 27,2 %
c. Untuk perempuan bertelunjuk panjang (TT/tt)
= 13,6 %
d. Untuk perempuan bertelunjuk pendek (TT)
= 54,5 %
2. Frekuensi Genotif
a. Untuk laki-laki
p2 + 2pq + q2 = 1

Ket : q2 = laki-laki bertelunjuk panjang

p+q=1
Laki-laki bertelunjuk pendek (TT/tt)

p2 = laki-laki bertelunjuk pendek

p2 =
p2 = = 0,85
p = = 0,92

p+q

=1

0,92 +1 = 1
q = 1 0,92
q = 0,08
p2+2pq+q2= 1
(0,92)2+2(0,92)(0,08)+(0,08)2= 1
0,8464+0,1472+0,0064
1

=1

= 1

b. Untuk perempuan
p2 + 2pq + q2 = 1

Ket : q2 = perempuan bertelunjuk panjang

p+q=1

p2 = perempuan bertelunjuk pendek

Perempuan bertelunjuk panjang


p2 =
p2 = = 0,2
p = = 0,44
p+q

=1

0,44 +1 = 1
q = 1 0,44
q = 0,56
p2+2pq+q2= 1
(0,44)2+2(0,44)(0,56)+(0,56)2= 1

0,1936+0,4928+0,3136
1

=1

= 1

3. Persentasi fenotif
a. Untuk laki-laki
Laki-laki bertelunjuk pendek
TT

=
=
=
= 84,64 %

Tt

=
=
=
= 14,72 %

Laki-laki bertelunjuk panjang


tt

=
=
=
= 0,64%

a. Untuk perempuan
Perempuan bertelunjuk panjang
Tt

=
=
= 0,4928 x 100 %
= 49,28%

tt

=
=
= 0,3136 x 100 %
= 31,36%

Perempuan bertelunjuk pendek


TT

=
=
= 0,1936 x 100 %
= 19,36%

4. Jumlah Genotif
a. Untuk laki-laki
Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT)
TT = % TT x laki-laki
= 84,64% x 7
= 5,92
Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (Tt)
Tt

= % Tt x laki-laki
= 14,72 % x 7
= 1,03

Untuk laki-laki bertelunjuk panjang (tt)


tt

= % tt x laki-laki
= 0,64% x 7
= 0,04

b. Untuk perempuan
Untuk perempuan bertelunjuk pendek (TT)

TT = % TT x perempuan
= 19,36 % x 15
= 2,904
Untuk perempuan bertelunjuk panjang (Tt)
Tt

= % Tt x perempuan
= 49,28% x 15
= 7,392

Untuk perempuan bertelunjuk panjang (tt)


tt

= % tt x perempuan
= 31,36% x 15
= 4,704

5. Jumlah genotif total


O = untuk telunjuk panjang perempuan + laki-laki
= (7,392+ 4,704) + 0,04 = 12,136
O = untuk telunjuk pendek perempuan + laki-laki
= 2,904 + (5,92 +1,03) = 9,854
E = untuk telunjuk pendek perempuan + laki-laki
= 12 + 6 = 18
E = untuk telunjuk panjang perempuan + laki-laki
=3+1=4

Telunjuk pendek

Telunjuk panjang

9,854

12,136

18

-8,146

8,136

Dominasi telunjuk pendek

=OE
= 9,854 18

Dominasi telunjuk panjang

=OE
= 12,1364
= 8,136

X2 telunjuk pendek

=
=
=
= -0,466

X2 telunjuk panjang

=
=

=
= 1,971
X2 total

= X2 t. pendek + X2 t. panjang

= -0,466+ 1,971 = 1,505


1 sifat beda

= 2n 1
= 2 (2) 1
=41=3
1,505 0,70

I. Data Kelompok
1. Frekuensi Fenotif
a. Untuk laki-laki bertelunjuk panjang (tt)

= -8,146

= 0,2 x 100 % = 20 %.
b. Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT / tt)
= 0,2 x 100 % = 20 %.
c. Untuk perempuan bertelunjuk panjang (Tt / tt)
= 0 %.
d. Untuk perempuan bertelunjuk pendek (TT)
= 0,6 x 100% = 60 %.
2. Frekuensi Genotif
a. Untuk laki-laki

Ket :

p2 + 2pq + q2 = 1

q2 = laki-laki bertelunjuk panjang


p2 = laki-laki bertelunjuk pendek

p+q=1

Laki laki bertelunjuk pendek (TT/tt)


p2 =
p2 = = 0,5
p = = 0,7
Laki laki bertelunjuk panjang (tt)
q2 =
q2 = = 0,5
q = = 0,7
p2 + 2pq + q2 = 1
(0,7)2 + 2(0,7) (0,7) + (0,7)2 = 1
0,49 +

0,98

+ 0,49
1,96

=1
=1

b. Untuk perempuan
p2 + 2pq + q2 = 1

Ket : q2 = perempuan bertelunjuk panjang

p2 = perempuan bertelunjuk pendek

p+q=1

Perempuan bertelunjuk panjang


p2 =
p2 = = 0

Perempuan bertelunjuk pendek


q2 =
q2 = = 1
q= =1
p+q=1
0+1=1
p2 + 2pq + q2

=1

(0)2 + 2 (0) (1) + (1)2 = 1


1

=1

3. Presentasi fenotif
b. Untuk laki-laki
Laki-laki bertelunjuk pendek
TT

=
=

=
= 49 %
Tt

=
=

= = 98 %
Laki-laki bertelunjuk panjang

tt

=
=

=
= 49 %
c. Untuk perempuan
Perempuan bertelunjuk panjang
Tt

=
=

=0%
tt

=
=

= 100 %
Perempuan bertelunjuk pendek
TT

=
=

=0%

4. Jumlah Genotif
c. Untuk laki-laki
Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (TT)
TT = % TT x laki-laki
= 49 % x 2
= 98 %
Untuk laki-laki bertelunjuk pendek (Tt)

Tt

= % Tt x laki-laki
= 98 % x 2
= 196 %

Untuk laki-laki bertelunjuk panjang (tt)


tt

= % tt x laki-laki
= 49 % x 2
= 98 %

d. Untuk perempuan
Untuk perempuan bertelunjuk pendek (TT)
TT = % TT x laki-laki
=0%x3
=0%
Untuk perempuan bertelunjuk panjang (Tt)
Tt

= % Tt x laki-laki
=0%x3
=0%

Untuk perempuan bertelunjuk panjang (tt)


tt

= % tt x laki-laki
= 100 % x 3
= 300 %

5. Jumlah genotif total


e = untuk telunjuk panjang perempuan + laki-laki
d = untuk telunjuk pendek perempuan + laki-laki

Telunjuk pendek

Telunjuk panjang

3 + 1= 4

0+1=1

Dominasi telunjuk pendek

=oe
=04
= -4

Dominasi telunjuk panjang

=oe
=01
= -1

X2 telunjuk pendek

=
=
=
= 0,68

X2 telunjuk panjang

=
=
= 0,18

X2 total

= X2 t. pendek + X2 t. panjang

= 0,68 + 0,18
= 0,86
1 sifat beda

= 2n 1
= 2 (2) 1
=41=3

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat peroleh data yang berbeda-beda antara perempuan dan laki-laki.
Pada perempuan yang memiliki jari telunjuk pendek lebih banyak dibanding dengan yang memilki jari

telunjuk yang panjang. Sama dengan laki-laki memiliki jari telunjuk pendek (TT dan Tt) lebih banyak
daripada yang memiliki jari telunjuk yang panjang (tt).
Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa perempuan yang bertelunjuk panjang dengan genotif (tt)
sebanyak 3 orang sedangkan laki-laki yang bertelunjuk panjang dengan genotif (tt) sebanyak 1 orang.
Pada perempuan yang memiliki fenotif bertelunjuk pendek dengan genotif (TT) sebanyak 12 orang
sedangkan laki-laki yang bertelunjuk pendek dengan genotip (TT) sebanyak 6 orang. Adanya perbedaan
hasil antara laki-laki dan perempuan ini karena adanya pengaruh gen seks. Pada laki-laki genotif TT dan
Tt akan mengesperesikan sifat bertelunjuk pendek, sebaliknya genotif (tt) akan mengespresikan sifat
bertelunjuk panjang sedangkan pada perempuan, Genotif (TT) akan mengespresikan sifat bertelunjuk
pendek sebaliknya genotif Tt dan tt akan mengespresikan sifat bertelunjuk panjang. Dari hasil tersebut
diperoleh Jumlah X2 untuk telunjuk pendek adalah 0,466 sedangkan X2 untuk telunjuk panjang adalah
1,971. Sehingga X2 total adalah 1,505.
Dari uraian diatas kita dapat melihat bahwa frekuensi fenotif telunjuk pendek lebih banyak dari pada
frekuensi fenotip telunjuk panjang, baik pada perempuan maupun laki-laki.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa Frekuensi genotif telunjuk pendek lebih banyak
dari pada frekuensi genotif telunjuk panjang baik pada laki-laki maupun pada perempuan.
B. Saran
Sebaiknya praktikan mengetahui terlebih dahulu konsep dasar praktikum ini agar praktikum dapat
berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell. 2002. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Hartati dan Karim, Hilda. 2008. Penuntun Praktikum Genetika. Universitas


negeri
Makassar. Makassar.

Indra, Gen Yang Terangkai Pada Sex Kromosom, http://blogspot.com/gen-yang- terangkai-pada-sex


kromosom/html (20 Desember 2009).

Kimball. John. 1983. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Shykill, Gen Yang Dipengaruhi Oleh Jenis Kelamin, http://Shykill.blogspot.com/gendipengaruhi-oleh-jenis-kelamin/html (20 Desember 2009).

Suryo. 1984. Genetika Manusia. Gadjah Mada Universitas Press. Yogyakarta.


Wiwi. Buta Warna. http://id.wikipedia.org/wiki/Buta-warna (20 Desember 2009).

[1]Hartati, Penuntun Praktikum Genetika (Makassar: Universitas Negeri Makassar, 2008), h. 17.

yang-

[2]Tim Dosen, Penuntun Praktikum Genetika (Makassar: UIN Alauddin Makassar, 2009), h. 15.
[3]Suryo, Genetika Manusia. (Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press, 1984), h. 73.

[4]Ibid.
[5]Muhammad Jusuf, Genetika (Cet I; Jakarta: CV. Infomedika, 2001), h. 121.

[6]Campbell, Biologi (Jakarta: Erlangga, 2002), h. 97.


[7] Kimball. John, Biologi (Jakarta: Erlangga, 1983), h. 213.

[8]Indra, Gen Yang Terangkai Pada Sex Kromosom, http: //blogspot.com/gen-yang-terangkai-pada-sex-

kromosom/html (20 Desember 2009).

[9]Shykill, Gen Yang Dipengaruhi Oleh Jenis Kelamin,http://Shykill.blogspot.com/gen-yang-dipengaruhioleh-jenis-kelamin/html (20Desember 2009).

[10] Ibid.
[11]Wiwi, Buta Warna, http://id.wikipedia.org/wiki/Buta-warna (20 Desember 2009).
[12]Ibid.